if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Gado-gado’ Category

Hari gini mahasiswa belum punya paspor?

without comments

Suatu siang saya ngobrol-ngobrol dengan mahasiswa bimbingan TA yang akan wisuda bulan Juli nanti.

+ Sudah punya paspor?

Belum, pak.

+ Hah, hari gini mahasiswa belum punya paspor? Udah mau lulus lagi.

Iya pak, belum terpikir

+ Katanya kamu udah diterima bekerja di perusahaan X tersebut. Kalau tiba-tiba kamu ditugaskan ke Singapore atau ke India, bagaimana? Kamu belum punya paspor. Tidak cepat lho mengurus paspor itu, tidak bisa mendadak dua hari sebelum pergi.

Banyak dari mahasiswaku yang tingkat akhir, dan sebentar lagi akan wisuda, sudah mendapat pekerjaan tetap sebelum lulus. Perusahaan tempat mereka bekerja rata-rata perusahaan ternama dengan gaji wah. Ada yang di Jakarta, Singapura, Jepang, dan lain-lain. Kalau mahasiswa yang sudah pasti dapat pekerjaan di luar negeri tentu sudah mengurus paspor. Tapi bagi yang bekerja di dalam negeri juga sudah seharusnya memiliki paspor, karena ada kemungkinan tiba-tiba mendapat tugas ke luar negeri. Tanpa paspor tentu orang tidak bisa menyeberangi perbatasan.

Saya jadi teringat tulisan Rhenald Kasali tentang paspor (pernah saya tulis pada postingan ini: Passport, Tiket Untuk Melihat Dunia (Tulisan Inspiratif dari Rhenald Kasali). Paspor adalah surat izin untuk memasuki dunia global. Tanpa paspor, kita tidak bisa pergi ke mana-mana. Mau jalan-jalan ke luar negeri, mau sekolah atau magang di LN, mau pergi dinas, mau pergi umrah dan haji, tentu membutuhkan paspor.

Dulu saya berpikiran membuat paspor itu membutuhkan waktu setidaknya satu minggu, mulai dari memasukkan berkas persyaratan, antri wawancara, sesi foto, sampai mendapat paspor yang berupa buku setebal buku nikah. Tetapi sekarang ada e-paspor yang lebih cepat lagi prosesnya. Malah saya baru tahu kalau sekarang juga bisa membuat paspor dalam waktu sehari saja, yang tentu saja biayanya lebih mahal (tiga kali lipat). Baca: Cara Membuat Paspor dalam Waktu Satu Hari.

Jadi, sudah saatnya mahasiswa mengurus paspornya mulai dari kini. Siapa tahu tiba-tiba Anda mendapat kesempatan magang atau pertukaran pelajar di luar negeri, atau sekedar refreshing saja menjadi turis backpacker ke negara tetangga.

Ngomong-ngomong paspor saya sudah habis masa berlakunya dan harus diperpanjang lagi. Ke kantor imigrasi dulu ah…

Written by rinaldimunir

June 16th, 2022 at 11:06 am

Tegak lurus yang tidak tepat

without comments

“Kita harus tegak lurus mengikuti arahan Ibu Ketua Umum”, kata Puan Maharani kepada kader partai PDIP (Berita: “Puan Bertekad PDIP Hattrick Menang Pemilu, Kader Tegak Lurus Megawati” )

“Golkar selalu tegak lurus pada peraturan,” kata Nurul Arifin dalam keterangannya, Senin (11/4/2022).
Nurul menyampaikan selama ini Golkar selalu mengikuti aturan terkait Pemilu, termasuk Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden. (Berita: “Dukung Pemilu 2024, Nurul Arifin: Golkar Selalu Tegak Lurus pada Aturan” )

Relawan Jokowi Plat K meneguhkan sikap mendeklarasikan untuk tegak lurus setia 2024 bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam acara Silahturahmi Daerah (Silatda) eks karesidenan Pati Plat K yang terdiri dari Kabupaten Pati, Rembang, Grobogan, Blora, Kudus, Jepara. (Berita: Relawan Plat K Tegak Lurus Setia Bersama Jokowi hingga 2024)

“Menteri-menteri harus tegak lurus dengan kebijakan presiden”, kata seorang pengamat politik dalam penjelasannya di Jakarta kemaren.”

Saya sering mendengar dan membaca pernyataan seperti itu, kata tegak lurus. Ini pengunaan istilah matematika yang tidak tepat. Kenapa digunakan istilah “tegak lurus”? Bukankah tegak lurus itu berarti berbeda 90 derajat? Satu ke barat satu ke utara, atau satu ke timur ssatu ke selatan. Berarti tidak sejalan kalau begitu. Ibarat dua vektor yang ortogonal, hasil kali titiknya sama dengan 0. Saling meniadakan.

Istilah yang tepat adalah “paralel” yang berarti “searah” atau “sejalan”, jadi tidak ada perbedaan. Atau “selaras”, “sinkron”, dan sebagainya. Tererah pakai istilah yang mana yang lebih pas.

Jadi, seharusnya:

“Kita harus sejalan mengikuti arahan Ibu Ketua Umum” atau “Kita harus selaras mengikuti arahan Ibu Ketua Umum”

“Golkar selalu searah pada peraturan,” atau “”Golkar selalu paralel pada peraturan,””

“Menteri-menteri harus selaras dengan kebijakan presiden” atau “Menteri-menteri harus sejalan dengan kebijakan presiden”

Written by rinaldimunir

May 18th, 2022 at 12:40 pm

Posted in Gado-gado

Rambut Putih dan Mahasiswa yang Segar-segar

without comments

Ketika saya tadi siang ke kampus, saya bertemu dengan seorang kolega sesama dosen. Sudah lama saya tidak ke kampus karena pandemi. Kampus tutup, mahasiswa pulang kampung, kuliah dilakukan secara virtual. Dan selama hampir dua tahun kurang saya tidak pernah bertemu dengan kolega, hanya ketemu mereka secara virtual saja saat rapat, seminar, atau sidang. Kolega saya ini kaget melihat rambut saya sudah banyak putihnya. Sebelum pandemi nggak sebanyak ini. (Baca tulisan sebelumnya: uban)

Ternyata waktu dua tahun WFH (work from home) selama pandemi membuat rambutpun ikut stres sehingga ia berubah warna 🙂 . Apakah kamu juga begitu?

Apa sebabnya?

Hoho…itulah, mungkin karena sudah dua tahun saya tidak pernah bertemu lagi yang segar-segar, maksudnya mahasiswa yang segar-segar. Sebelum pandemi hampir setiap hari kita ketemu mahasiswa yang selalu berganti setiap tahun. Mahasiswa yang baru-baru, segar-segar ceria, kinyis-kinyis, muda-muda, dan kita pun yang dosen ikut terbawa muda meskipun usia selalu bertambah. Mereka happy kita pun terbawa happy.

Jadi tidak heran, kata orang, guru dan dosen itu selalu tampak muda karena setiap hari mereka ketemu anak muda terus. Pemutihan rambut pun jadi ikut melambat, hihihi…. Tapi karena anak-anak muda itu menghilang dari pandangan selama dua tahun akibat pandemi, maka pemutihan rambut malah menjadi cepat. ?

Makanya, saya berharap, cepatlah pandemi berlalu agar kuliah berjalan lagi dan kampus diisi lagi dengan anak-anak muda ceria setiap hari. Mereka ceria kita pun terbawa ceria.

Ahhh…bercanda kok. Uban itu karena memang faktor U.

Written by rinaldimunir

October 30th, 2021 at 2:56 pm

Posted in Gado-gado,Pendidikan

Bunga Tanduk Rusa

without comments

Di depan rumah saya, sebuah ruang terbuka hijau, tumbuh bunga tanduk rusa di sebuah batang kayu yang besar. Bunga tanduk rusa itu pada awalnya hanya sepokok kecil, dulu ditanam oleh Bu Yusuf, tetangga saya, dengan cara mengikatnya ke batang pohon dengan tali rafia. Bunga tanduk rusa itu makin lama makin besar sehingga menjadi menjadi bunga raksasa yang indah. Daunnya yang berbentuk tanduk rusa menjuntai panjang ke bawah, sedangkan bagian mahkotanya seperti lembaran daun yang mengering berwarna coklat.

tandukrusa4

Ini adalah foto bunga tanduk rusa pada tahun 2018

Saya lupa bunga tanduk rusa ini ditanam pada  tahun berapa, sekitar tahun 2010-an lah, sekarang usianya mungkin sekitar 10 tahun.

Tanaman tanduk rusa tergolong ke dalam paku-pakuan ( Ptrydophyta), tidak ada bunganya, tetapi daya tariknya adalah pada daunnya yang berbentuk tanduk rusa itu. Bunga tanduk rusa ini subur sekali pada musim hujan ini. Di dalam “perutnya” tersimpan cadangan air yang banyak sekali. Pada musim kemarau cadangan air itu digunakannya agar tetap bertahan hidup.

tandukrusa1

Bunga tanduk rusa pada tahun 2019

Karena semakin lama semakin besar dan berat, akhirnya pada suatu pagi pada tanggal 22 September 2021, bunga tanduk rusa kebanggaanku, yang selalu saya rawat sejak masih kecil, akhirnya roboh ke tanah. Tidak kuat lagi ia menahan beban karena sudah membesar dan berat, sehingga terlepas dari kulit pohon inangnya. Terkulai di tanah 😢

tandukrusa2

Jatuh terkulai ke atas tanah

Sedih. ?

Namun saya tidak ingin bunga tanduk rusa ini mati. Maka, dengan menggunakan kawat dan tali, akhirnya saya ikat kembali ke batang pohon itu, tempat ia bergantung selama ini.

tandukrusa3

Dikkat lagi dengan bantuan tali dan kawat

Tidak persis seperti kedudukan aslinya, tetapi lumayanlah ia bisa tumbuh kembali.

Written by rinaldimunir

October 20th, 2021 at 8:13 pm

Posted in Gado-gado

Jebakan Tombol Keyboard Laptop ASUS

without comments

Siapa ya orang yang merancang keyboard laptop merek ASUS? Saya sering merasa kesal karena beberapa kali kepencet tombol power yang terletak di sebelah tombol delete. Tombol delete dan tombol power terletak bersebelahan. Maksud hati ingin menekan tombol delete tetapi karena mata fokus ke monitor, maka yang ditekan malah tombol power. Mati deh komputer. Pernah saat saya mengajar onlen salah pencet tombol, langsung mati kuliah virtualnya. Mahasiswa saya  di seberang sana tentu menunggu lama terkoneksi lagi.

Di rumah saya ada tiga buah laptop dengan merek ASUS, ketiganya memiliki posisi tombol delete dan tombol power yang bersebelahan seperti gambar di atas. Memang tidak semua jenis laptop ASUS seperti itu, tetapi yang saya miliki semuanya bersebelahan. Laptop ASUS teman saya posisi tombol power-nya terpisah sendiri. Tampaknya tergantung seri laptop ASUS ya? Dulu saya punya laptop Acer dan Toshiba letak tombol power-nya terpisah dan agak jauh dari tombol-tombol lainnya.

Memang ada cara untuk mengatasi salah pencet tombol power tersebut, yaitu melalui control panel di Windows. Tombolnya bisa diatur agar ketika dipencet tidak langsung shutdown.  Dari Control Panel, pilih Power Management, lalu ada pilihan “When press Power Button“.  Saya pun baru tahu cara ini setelah diberitahu teman. Namun, bagaimana dengan pembeli lain yang tidak paham? Tidak semua orang paham kan atau mengetahui cara pengaturan tersebut?

Saya heran, kenapa desainer laptop ASUS seceroboh itu? Desainer interface-nya kurang memahami psikologi pengguna. Kata seorang teman, kasus di laptop ASUS ini mirip dengan salah satu ponsel jadul Nokia, tombol backspace dan delete-nya bersebelahan. Maksud hati cuman mau hapus satu karakter, ehhh… malah terhapus semua seluruh teks yang sudah susah payah ditulis hanya karena salah pencet.

Tapi ya mau bagaimana lagi, masak harus ganti laptop lagi? Atau pasang keyboard tambahan? Ya sudahlah, awalnya memang mengganggu, lama-lama jadi terbiasa, anggap saja untuk mengingatkan agar break sejenak, makan camilan, atau berdiri sejenak. Kalau nanti kepencet lagi tombol power ketika mau menekan tombol delete, ya nasib…..  ?

Written by rinaldimunir

October 2nd, 2021 at 4:09 pm

Posted in Gado-gado

Sayur

without comments

Anak saya yang bungsu (kelas 9 SMP), yang selama ini selalu menolak makan sayur, tiba-tiba pada suatu siang meminta makan pakai sayur bayam. Nasi dengan sayur saja, tanpa pakai yang lain.

Kami pun terperangah. Nggak salah dengar nih? Dengan sigap saya siapkan tumis sayur bayam dan dia makan nasi dengan sayur itu saja. Tidak apa-apalah tanpa protein dulu, ini permulaan yang baik mau makan sayur. Selama ini dia kan  ogah sayur. Biarpun  di rumah hampir setiap hari saya masak sayur dan ganti-ganti rupa, misalnya cah kangkung cabe rawit, sop sayur, tumis kangkung, tumis bayam, beli sayuran di warung makan, tetap saja dia tidak tertarik.

“Kok tiba-tiba ingin makan sayur, dek?”, tanya saya.

Si bungsu diam cengengesan, tidak mau menjawab. Hmmm…saya menduga-duga, mungkinkah perubahan ini karena dia nonton video di YouTube tentang dampak jika tidak mengkonsumsi sayuran? Atau setelah baca-baca artikel kesehatan di internet? Atau dapat pencerahan setelah ngobrol dengan teman sebayanya pakai Line, atau Zoom?

bayam

Zaman pandemi begini anak-anak lebih banyak pakai internet, nonton YouTube, dan ngobrol dengan temannya di dunia maya.  Ada juga manfaatnya nonton YouTube jika ketemu konten yang membuatnya tersadar atau tercerahkan. Saya saja yang selalu khawatir, khawatir konten apa yang ditonton anak.

Wallahu alam. Apapun itu sebabnya patut disyukuri dia mau makan sayur. Kejadian ini sekali lagi menyadarkan saya bahwa kita tidak bisa memaksa anak makan apa yang kita maui atau menurut kita baik. Pada saatnya nanti dia juga akan makan sendiri apa yang dulu dia tidak mau. Kita sendiri yang orang dewasa juga begitu kan? Dulu tidak suka ini itu, tetapi sekarang malah suka.

Saya masih ingat saat anak-anak masih balita. Anak saya yang sulung susah sekali makan. Makan ini nggak mau, makan itu nggak mau. Saya takut saja dia kekurangan gizi. Tiap kali timbang badannya selalu sedih kok nggak naik-naik.

Ketika konsultasi ke dokter anak, dr. Nurrachim di Antapani, saya bertanya kenapa anak saya susah sekali makan meskipun sudah dicoba segala rupa bahkan sampai ‘dipaksa’.

Dokter Nurrachim berhenti sejenak menulis resep, lalu dia memandang saya, dan berkata:

“Bapak kalau disuruh atau dipaksa makan tetapi kalau bapak sendiri tidak mau, bagaimana?”

Saya terdiam. Saya sudah tahu jawabannya. Ya betul, kalau kita lagi nggak nafsu makan, nggak mau makan, lalu disuruh makan, tentu kita tidak mau meski dipaksa sekalipun.

“Begitu juga anak. Dia tahu kapan harus makan. Tubuhnya akan mengirim sinyal kapan perlu nutrisi. Nanti juga dia akan mau makan”, lanjut dr Nurrachim, seakan tahu jawaban saya.

Benar apa yang dikatakan dokter Nurrachim. Kita tidak bisa ‘memaksa’ anak kita makan kalau memang dia tidak mau.  Kebanyakan orangtua khawatir jika anak susah makan.  Apa yang kita khawatir seperti anak akan kurus, kurang gizi, dan sebagainya ternyata tidak terjadi. Pada saatnya nanti dia juga akan mau makan. Si sulung yang dulu susah makan sekarang doyan makan. Apa saja dimakannya dan tidak menolak makanan apapun. Mungkin juga karena semua anak saya dalam taraf pertumbuhan (remaja) sehingga sekarang suka makan. Tubuhnya sendiri yang mengirim sinyal sehingga suka makan. Apalagi si bungsu sekarang mau makan sayur. Itu kan sesuatu banget.

Written by rinaldimunir

July 29th, 2021 at 5:41 pm

Posted in Gado-gado

Kerupuk

without comments


Tadi pagi ada kejadian yang cukup membuat saya terharu. Setelah selesai jalan pagi (setiap pagi saya memang selalu olahraga jalan kaki), saya mampir ke sebuah warung nasi kuning di Pratista Antapani. Pedagangnya sepasang suami istri. Dari ceritanya kepada saya, mereka sudah tiga tahun berjualan di sana. Sebelumnya mereka punya usaha konveksi, tetapi bangkrut karena ditipu orang. Jadi sekarang mereka bikin usaha jualan nasi kuning dan lontong sayur.

Saya membeli satu bungkus nasi kuning, dua bungkus lontong sayur, dan satu bungkus lontong kari untuk dibawa pulang. Setelah membayar, saya berjalan pulang, menenteng keresek berisi makanan tadi.

Setelah lima belas menit berjalan dan hampir sampai di rumah, tiba-tiba seorang bapak dengan sepeda motor menghampiri saya. Oh, ternyata bapak penjual nasi kuning tadi. Dia membawa kantong keresek berisi empat bungkus kerupuk. Dia mengatakan bahwa tadi lupa memberikan kerupuk. Tidak enak makan kalau tidak ada kerupuk, katanya.

kerupuk

Rupanya dia mencari-cari saya dengan motor hanya untuk mengantarkan kerupuk. Sepertinya dia merasa bersalah karena tidak lengkap menyertakan pelengkap makanan (FYI, bagi orang Sunda atau Jawa, makan nasi tanpa kerupuk rasanya kurang lengkap. Jadi, kerupuk yang berwarna kuning seperti di atas selalu disertakan jika kita membeli makanan apapun di Bandung, seperti bubur ayam, nasi kuning, kupat tahu,  lontong kari, lontong sayur, nasi goreng, mie goreng, bahkan makan rujak juga pakai kerupuk). Dia susuri jalan di Antapani mengejar saya, mencari-cari saya. Tadi saat di warung memang dia bertanya saya tinggal di mana dan saya menyebutkan jalan rumah saya, mungkin karena saya pelanggannya yang baru. Oleh karena itu dia mencari ke jalan tersebut dan bertemu saya di pertigaan jalan.

Saya merasa terharu. Bapak baik sekali, kata saya. Hanya untuk mengantarkan kerupuk yang bagi saya nggak penting (benar, saya kurang begitu suka makan pakai kerupuk), dia bela-belain mencari-cari kemana saya berjalan.

Ahai, kalau semua orang jujur seperti bapak tadi alangkah indahnya dunia ini ya. Tidak mau merugikan orang lain, merasa bersalah jika tidak memberikan yang terbaik, dan selalu  menjaga integritasnya.

Written by rinaldimunir

June 6th, 2021 at 1:23 pm

Posted in Gado-gado

Majalah Udaraku

without comments

Saya punya koleksi yang unik, yaitu koleksi majalah-majalah udara, majalah yang disediakan di atas pesawat selama penerbangan (inflight magazine). Majalah-majalah tersebut berasal dari berbagai maskapai penerbangan yang berbeda-beda yang pernah saya naiki, baik maskapai dalam negeri maupun maskapai luar negeri. Umumnya majalah-majalah tersebut terbit setiap bulan. Jadi setiap bulan ada edisi barunya.

Foto pertama adalah majalah “Colours” dari Garuda Indonesia, majalah “Linkers” dari Citilink (anak perusahaan Garuda). Lalu majalah dari Lion Group, yaitu “Lionmag” dari Lion Air, majalah “Batik” dari Batik Air, majalah “Wings” dari Wings Air. Kemudian majalah “Sriwijaya” dari Sriwijaya Air, dan majalah “Xpressair” dari Xpress Air.

Majalah1
Foto kedua adalah majalah-majalah yang maskapainya sekarang sudah tidak ada lagi atau tidak terbang lagi, yaitu majalah dari Batavia Air, Tiger Airways, dan Merpati Nusantara Airlines. Ada satu lagi maskapai yang pernah saya naiki tetapi tidak sempat mengkoleksi majalahnya yaitu Adam Air. Adam Air ini dihentikan operasinya tidak lama setelah pesawatnya jatuh di Selat Makassar ketika terbang dari Surabaya ke Manado.

Majalah2
Foto ketiga adalah majalah dari maskapai asing yaitu majalah “going places” dari Malaysia Airlines, majalah “3sixty” dari Air Asia, majalah “Heritage” dari Vietnam Airlines, majalah “Morningcalm” dari Korean Air, majalah “Ahlan Wasahlan” dari Saudi Arabia Airlines (Saudia), dan majalah “Sawasdee” dari maskapai Thai Airways yang baru-baru ini mengalami kebangkrutan akibat pandemi corona.

Majalah3
Majalah2 tersebut ada yang gratis (dapat dibawa pulang) seperti majalah Colours dari Garuda Indonesia, ada pula yang hanya untuk dibaca di tempat. Untuk kategori yang terakhir biasanya saya minta izin kepada pramugari saat akan turun dari pesawat. “Mbak,minta satu majalahnya ya untuk dibaca-baca“, pinta saya saat keluar pintu pesawat. “Oh, silakan, Pak“, kata pramugari tersebut ramah.

Ada cerita yang menarik saat saya lupa minta izin kepada pramugari ketika membawa majalah turun dari pesawat (lupa minta ? ). Tiba di darat lalu saya kirim surel kepada redaksinya dan minta izin sudah membawa majalah udaranya. Apa jawabnya? Eh, malah saya dikirimi via pos setumpuk majalah udara maskapainya edisi 6 bulan berturut-turut. Itu dari Xpress Air. Tampaknya mereka senang dengan perhatian saya pada majalah udaranya.

Berhubung dulu saya sangat sering naik pesawat, maka jadilah di rumah saya koleksi majalah2 tersebut memenuhi lemari buku. Di lemari buku majalah2 tersebut menempati satu baris lemari besar dan tersusun dengan rapi (foto keempat), disusun rapi oleh istri saya.

Majalah4
Kenapa saya tertarik mengkoleksi majalah-majalah udara ini? Itu karena majalahnya banyak berisi foto-foto nan rancak, yaitu foto-foto tempat wisata dan budaya di tanah air maupun di luar negeri. Fotografernya sangat pandai memotret sehingga menghasilkan foto-foto yang bagus.

Apalagi kertas majalahnya terbuat dari kertas lux sehingga foto-foto itu tampak cerah dan menawan. Sedikit banyaknya kegemaran saya pada foto-foto (meskipun saya tidak mahir fotografi) adalah karena salah satu minat saya di Informatika adalah bidang image processing.

Saat ini sudah sembilan bulan lebih saya tidak pernah terbang lagi. Akibat pandemi corona maka saya tidak bisa pergi kemana-mana. Masih takut bepergian, apalagi memang tidak ada keperluan ke luar kota naik pesawat. Jadilah saya baca2 majalah udara ini saja. Majalah2 tersebut merupakan saksi bisu saya pernah ke mana-mana. ?

Written by rinaldimunir

December 28th, 2020 at 8:39 pm

Posted in Gado-gado

(Tukang) Koran

without comments

Hingga saat ini saya masih setia berlangganan koran cetak. Rasanya sudah sejak lama saya berlangganan koran, ya sejak saya berumahtangga lah. Dulu saya berlangganan dua koran, satu koran ibukota dan satu lagi koran lokal. Sekarang tinggal satu koran saja, koran lokal Bandung. Itupun tidak bisa (atau tidak sempat) saya baca setiap hari, hanya lihat-lihat isinya secara garis besar, lalu ditaruh lagi. Besok hari koran itu sudah masuk ke keranjang koran bekas.

Pada zaman digital ini koran-koran dan media cetak seperti menunggu kematiannya saja. Orang-orang sudah tidak jarang membaca koran sebab beritanya kalah cepat dengan media daring. Lagipula, budaya membaca pada bangsa kita masih rendah, kalah dengan budaya debat atau ngegosip di media sosial.

Lihatlah koran-koran sekarang, makin tipis saja, jumlah halamannya semakin susut, iklannya minim. Oplahnya juga sudah berkurang. Tengoklah koran Komp*s, koran terbesar di tanah air, dulu berjaya dengan tiras (oplah) yang sempat mencapai 500.000 lebih per hari, iklannya pun berlimpah. Saking banyak iklannya, jumlah halamannya pun bisa  sampai 64 halaman, tebal sekali. Sekarang, hanya tersisa 20 halaman, sudah menipis, dengan iklan yang sudah jauh berkurang. Dunia memang fana, segala yang berjaya pasti ada masa surutnya.

Dengan berubahnya budaya masyarakat pada era digital, berubah pula cara pandang orang tentang media. Apakah koran cetak masih dibutuhkan di era informasi digital yang berubah dengan cepat?

Bagi saya jawaban terhadap pertanyaan di atas adalah: masih dibutuhkan. Alasannya bukan karena saya ingin membaca berita di dalam koran itu, sebab hal itu sudah tergantikan dengan informasi di media daring. Alasannya satu: Saya masih mempertahankan berlangganan koran hingga hari ini karena kasihan saja dengan si mang koran, dia akan kehilangan penghasilan jika saya berhenti berlangganan. Tidak tega saya.

tukang koran

Tukang koran langganan saya, setiap pagi selalu setia mengantarkan koran lokal ke rumah, biar lagi sakit sekalipun.

Written by rinaldimunir

February 28th, 2020 at 7:13 pm

Posted in Gado-gado

Manfaat Tidur Miring ala Rasulullah

without comments

Tidur dengan posisi manakah yang bagus buat kesehatan tubuh? Tidur telentang atau tidur miring? Para ahli tidur telah meneliti tentang hal ini, dan mereka menyimpulkan bahwa tidur dengan posisi miring memberi manfaat buat kesehatan. Saya baru saja membaca tulisan di Republika yang menceritakan Empat Manfaat Tidur dalam Posisi Miring. Dikutip dari artikel tersebut:

Menurut sejumlah ahli, tidur dalam posisi miring sangat disarankan demi alasan kesehatan. Dilansir dari Business Insider, inilah empat manfaat yang diperoleh dengan tidur miring:

1. Mengatasi dengkur

Orang-orang yang punya kebiasaan mendengkur saat tidur disarankan untuk tidur dalam posisi miring. Menurut Joachim Maurer selaku praktisi dari German Society of Otolaryngology, Head, and Neck Surgery, orang mendengkur karena memulai tidur dalam posisi terlentang.

“Hampir semua orang yang mendengkur mengawali tidurnya dalam posisi terlentang,” ungkap Maurer.

Alexander Blau, praktisi tidur dan pulmonologis di Berlin Sleep Academy juga merekomendasikan agar orang dengan problem pernafasan tidur dengan miring. “Paru-paru bekerja lebih baik dalam kondisi tegak,” ujar Blau.

2. Mengatasi masalah perut dan jantung

Maurer menyarakan memilih posisi tidur yang tepat tidak hanya membuat nyaman. Akan tetapi, bisa menjaga kesehatan jantung, otak, perut, dan sistem pernafasan.

Dietrich Andersen, kardiologis dan ahli fisiologi di Hubertus Protestant Hospital di Berlin menjelaskan orang dengan masalah jantung sebaiknya tidur menghadap kanan. Ini bertujuan agar jantung tidak menerima tekanan dari tubuh saat tidur.

3. Menyegarkan otak

Tahukah anda ternyata selama tidur otak kita mengalami proses ‘pencucian’. Oleh karena itu posisi tidur yang tepat bisa membuat kita bangun dengan pikiran yang segar. Kendati tidak memiliki masalah kesehatan apapun, tidur dengan posisi miring disebut lebih baik. Hans Forstl yang menjalankan klinik psikiatri dan psikoterapi di Munich mengatakan selama tidur otak mengalami penyegaran.

“Dengan tidur yang berkualitas, otak seperti dicuci ketika istirahat di malam hari,” jelasnya. Percobaan di laboratoruin dengan tikus putih menunjukkan apabila tikus tidur dalam posisi miring, maka zat-zat negatif akan luruh berkat kinerja sistem imun.

4. Mengurangi risiko kematian bayi

Studi yang dimuat di British Medical Journal menyebut ibu hamil yang tidur miring akan lebih sedikit terkena risiko kematian bayi saat lahir. Ibu hamil yang tidur miring ke kiri risiko kematian bayinya lebih rendah 50 persen daripada mereka yang tidur menghadap ke kanan atau terlentang.

~~~~~~~~~~~~~~

Ternyata, ratusan abad sebelum para ahli kesehatan menemukan manfaat tidur dengan posisi miring,  Rasulullah Muhammad SAW sudah mencontohkan tidur dengan posisi miring. Rasulullah tidur dengan posisi miring ke kanan.

Rasulullah bersabda :

“Apabila kamu hendak tidur maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan.” (HR. Bukhari).

Dalam riwayat lain Rasulullah juga bersabda;Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (Hr Al-Bukhari dan Muslim).

Dikutip dari artikel Rahasia Tidur Miring ke Kanan Anjuran Nabi, ternyata tidur dengan posisi miring ke kanan sangat baik untuk kesehtan. Dikuti dari artikel tersebut:

Berikut menfaat tidur dengan posisi miring ke kanan yang diambil dari berbagai sumber.

  • Tidur dalam posisi ke kanan dapat mengistirahatkan otak kiri. Dengan tidur miring ke kanan,  dapat menghindarkan dari bahaya yang timbul seperti pengendapan pembekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan penyempitan pembuluh darah.
  • Dapat mengurangi beban jantung. Dengan posisi miring ke kanan saat tidur dapat membuat darah terdistribusi secara merata dan terkonsentrasi ke tubuh bagian kanan, membuat aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih melambat sehingga denyut jantung lebih lambat dan tekanan darah akan menurun.
  • Mengistirahatkan lambung. Dengan tidur miring ke kanan menyebabkan aliran chiem lancar sehingga cairan empedu meningkat. Hal ini dapat mencegah batu kantung empedu.
  • Meningkatkan waktu penyerapan gizi. Dengan posisi tidur miring ke kanan membuat perjalan makanan yang tercerna lebih lama, sehingga penyerapan sari makanan lebih optimal.
  • Merangsang buang air besar. Dengan tidur miring ke kanan akan membuat proses pengisian usus besar lebih cepat penuh sehingga merangsang gerak usus besar dan relaksasi dari otot anus. Ini akan merangsang untuk buang air besar.
  • Mengistirahatkan kaki kiri. Dengan tidur miring ke kanan akan membantu pengosongan vena kaki kiri sehinnga rasa pegal lebih cepat hilang.
  • Menjaga kesehatan paru-paru. Paru-paru kanan lebih besar daripada paru-paru kiri. Saat tidur miring ke kanan, jantung juga akan condong ke kanan. Hal ini tak masalah karena jantung akan menekan paru-paru kanan yang ukurannya lebih besar.
    Menjaga saluran pernafasan. Dengan tidur miring ke kanan akan mencegah jatuhnya pangkal lidah yang dapat mengganggu saluran pernafasan.
  • Untuk sekarang apa salahnya kita membiasakan dengan tidur miring ke kanan untuk memperoleh posisi tidur yang sehat.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad. Saya akan mengikuti sunnah Nabi ini karena terbukti banyak manfaatnya.

Written by rinaldimunir

July 13th, 2018 at 1:14 pm