if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Dunia oh Dunia’ Category

Palestina, Lekaslah Merdeka

without comments

Hari-hari ini perhatian dunia tertuju di badan persatuan bangsa-bangsa, PBB. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, tetap “nekat” untuk memasukkan aplikasi permohonan menjadi negara berdaulat yang diakui oleh PBB. Palestina memang belum merdeka, statusnya masih menjadi negara dalam belenggu Israel. Yang dibutuhkan Palestina sekarang adalah pengakuan dunia (dalam hal ini PBB) sebagai sebuah negara resmi. Kalau sudah resmi menjadi negara yang diakui, maka Palestina sejajar dengan negara lain. Dengan statusnya yang berkekuatan hukum itu maka Palestina dapat menyeret Israel ke pengadilan internasional atas kejahatan yang dilakukan Israel kepada bangsa Palestina. Inilah yang ditakutkan oleh Israel yang menganggap aplikasi lamaran itu sebagai mimpi buruk.

Jalan untuk merdeka bagi Palestina masih berliku. Amerika sebagai pelindung utama Israel pasti akan memveto keinginan Palestina itu di sidang Dewan Keamanan PBB. AS adalah salah satu dari lima “penguasa” PBB selain Rusia, Cina, Perancis, dan Jerman. Jika salah satu negara anggota tetap DK menggunakan hak vetonya, maka gagallah upaya Palestina mendapat pengakuan sebagai negara merdeka berdaulat penuh. Namun masih ada harapan jika di sidang DK gagal, Palestina masih bisa mendapat pengakuan sebagai negara dengan status pengamat seperti Vatikan pada sidang Majelis Umum PBB. Pilihan terakhir ini relatif mudah sebab hanya memerlukan dukungan sepertiga negara anggota PBB, dan dukungan itu sudah dikantongi Palestina sebab sudah lebih dari 100 negara (utamanya negara non-blok) yang memberi dukungan.

Well, pada mulanya hingga sekarang bangsa Indonesia tetap memberi dukungan kepada Palestina. Sulit untuk mengingkari bahwa dukungan itu secara psikologis adalah karena persaudaraan sesama umat Islam. Di Palestina ada masjid Al-Aqsa yang merupakan masjid utama kedua setelah Masjidil Haram di Makkah. Nama masjid Al-Aqsa disebut di dalam Al-Quran ketika Tuhan meriwayatkan kisah Isra’ dan Mi’raj. Tanah Palestina juga adalah tempat kelahiran para Nabi seperti Daud (David), Sulaiman (Solomon), Isa Almasih (Jesus), dan lain-lain. Bangsa Palestina sudah mendiami tanah itu sudah ribuan tahun, jauh sebelum ada negara Israel. Israel adalah negara baru bentukan Inggris dan Amerika dengan cara mencaplok tanah-tanah di Palestina.

Rakyat Israel adalah keturunan bangsa Yahudi yang dahulu tercerai-berai di seluruh dunia karena diburu oleh tentara Nazi Jerman. Karena tidak punya tanah, maka bangsa Yahudi dari seluruh dunia datang ke Palestina dan merebut tanah-tanah di sana guna mendirikan negara. Mereka beralasan inilah tanah yang dijanjikan kepada bangsa Yahudi seperti tercantum di dalam kitab Taurat. Di dalam Taurat (Kitab Perjanjian Lama) dikisahkan Nabi Musa membawa umat Yahudi keluar dari Mesir (akibat kejaran Firaun) menuju tanah yang dijanjikan. Bagi bangsa Yahudi tanah yang dijanjikan itu ditafsirkan adalah tanah Palestina sekarang. Mereka datang untuk merebut tanah yang dijanjikan itu. Jadi, klaim pendudukan tanah Palestina oleh Israel (bangsa Yahudi) lebih karena faktor historis teologis, bukan karena alasan yuridis formal. Sementara, bangsa Palestina sudah dulu berabad-abad mendiami tanah itu tanpa merasa itu adalah tanah miliki orang lain.

Kalau dukungan bangsa Indonesia kepada Palestina karena rasa solidaritas keagamaaan ukuhuwah islamiyah, maka itu hal yang wajar seperti alasan yang saya tulis pada paragraf ketiga. Namun, kalau dukungan itu direduksi semata-mata karena alasan teologis (agama) saja, tentu dukungan itu kurang mendapat simpati. Palestina tidak hanya milik umat Islam saja, ia juga menjadi tanah suci bagi umat Nasrani dan Yahudi sebab di sana terdapat sejarah dan situs peninggalan ketiga agama samawi itu. Di Palestina tidak saja ada masjid, tetapi di sana juga banyak gereja dan sedikit sinagog. Ya, di Palestina terdapat umat Nasrani dan Yahudi meskipun jumlahnya minoritas. Meskipun minoritas namun kehidupan orang Nasrani dan Yahudi di Palestina tidak pernah diusik.

Apa yang terjadi di Palestina saat ini adalah masalah kemanusiaan dan ketidakadilan. Rakyat Palestina sudah terlalu lama menderita karena kekejaman Israel. Tanah mereka dirampas sehingga sekarang luas Palestina makin kecil dan terpecah dua menjadi Tepi Barat dan Gaza. Kekejaman tentara Israel tiada duanya. Rakyat Palestina yang melawan tentara Israel pasti dibunuh. Dunia hanya melihat kekejaman itu tanpa dapat berbuat apa-apa. Amerika dan sekutunya berlaku tidak adil dengan terus menerus membela dan melindungi Israel. PBB tumpul, negara-negara Arab hanya bisa beretorika tanpa berbuat apa-apa.

Namun, setelah sekian lama melihat Palestina terus teraniaya, mata hati penduduk dunia akhirnya terbuka juga. Simpati kepada bangsa Palestina terus berdatangan dari berbagai rakyat di Eropa dan Amerika, meskipun Pemerintahan negaranya berbeda sikap dengan rakyatnya soal Palestina. LSM-LSM di seluruh dunia menggalang dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Mereka melihat masalah Palestina ini bukan masalah agama, tetapi masalah kemanusiaan. Dan puncaknya kita lihat di PBB hari-hari ini ketika negara-negara dunia memberi dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Apakah akan segera lahir negara baru di PBB dalam waktu dekat ini? Wallahu alam, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Lekaslah merdeka, Palestina. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan bangsa lain tidak dapat menghalangi hak asasi paling mendasar itu.


Written by rinaldimunir

September 24th, 2011 at 3:03 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Usamah Bin Ladin Tewas, “Bad News or Good News”?

without comments

Tewasnya Usamah bin Ladin (Barat menyebutnya Osama Bin Laden) di Pakistan karena ditembak mati oleh tentara Amerika Sabtu kemarin menimbulkan banyak komentar berbagai orang di penjuru dunia. Apakah kabar kematian Usamah itu berita buruk (bad news) atau berita baik (good news)? Jawabannya tergantung siapa yang menilainya dan apa kepentingannya. Bagi negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa — yang sering menjadi korban terorisme — jelas itu kabar baik. Mereka menyambut kematian Usamah dengan semangat euforia dan merayakannya sebagai pesta. Matinya musuh nomor wahid Amerika tersebut dipandang sebagai kemenangan Amerika dan sekutunya melawan terorisme.

Sebagian warga muslim Amerika juga menyambut gembira kematian Usamah, sebab selama ini mereka menjadi korban stigma rakyat Amerika yang mengaitkan terorisme dengan agama (Islam). Sejak serangan 11 September 2001, warga muslim Amerika memang menjadi korban diskriminasi dan sentimen negatif Pemerintah dan rakyat Amerika. Orang Islam AS selalu dicurigai atau dikaitkan sebagai pelaku teror, paling tidak dianggap sebagai pendukung Usamah. Dampaknya tidak hanya melanda warga muslim AS, tetapi juga warga muslim lainnya yang ingin datang ke Amerika. Simbol-simbol berbau agama seperti nama, jilbab, jenggot, dan simbol lainnya yang melekat pada diri seorang muslim dicurigai sebagai pembawa pesan teror. Naik pesawat dipersulit, bekerja dipersulit, dan sebagainya. Islam menjadi tertuduh setiap kali ada kejadian ledakan bom atau serangan bersenjata. Karena ulah pelaku kejahatan yang kebetulan beragama Islam, maka umat Islam di seluruh dunia terkena getahnya.

Bagi pendukung Usamah, seperti kelompok Taliban dan afiliasinya, jelas berita kematian itu sebagai berita menyedihkan. Usamah bagi mereka adalah simbol perlawanan terhadap Amerika dan sekutu-sekutunya yang dianggap telah banyak membunuh umat Islam di Palestina, Irak, dan Afghanistan. Namun saya kira berita menyedihkan itu tidak lantas dipandang sebagai berita buruk (bad news), sebab bagi pendukung Usamah kematian itu dianggap “mati syahid”. Bukan tidak mungkin kematian Usamah akan melahirkan usamah-usamah baru lainnya. Selama Amerika masih tidak bisa adil kepada Bangsa Palestina dengan selalu mendukung Israel, saya kira potensi terorisme itu selalu ada. Hanya sayangnya pelaku teror tersebut menggunakan dalil-dalil agama untuk membenarkan aksi mereka, sehingga 99% umat Islam di belahan dunia lain terkena imbasnya dan terbawa-bawa setiap kali ada serangan bom.

Usamah dulunya adalah “boneka” bentukan Amerika untuk melawan Uni Soviet di Afghanistan. Setelah Uni Soviet kalah dan hengkang dari Afghanistan, boneka itu berubah menjadi musuh Amerika, dan sekarang Amerika sendiri yang menghancurkan bonekanya. Hanya sayangnya, dengan dalih memburu seorang Usamah, AS dan sekutunya sampai perlu membunuh ribuan rakyat Afghanistan dan Irak yang tidak berdosa. Di Afghanistan AS bilang memburu Usamah dan kelompoknya, namun untuk mengubek-ubek tempat persembunyian Usamah itu mereka menjatuhkan bom-bom dan menembak anak-anak, wanita, dan pemuda Afghanistan yang ternyata salah sasaran. Sementara di Irak, karena alasan Saddam Husein mempunyai senjata nuklir dan dianggap bersekutu dengan Usamah, ratusan ribu rakyat Irak menjadi korban. Pada akhirnya tuduhan bahwa Saddam berafilasi dengan Usamah ternyata tidak terbukti.

Usamah — kalau benar berita dari Presiden Obama — telah tewas. Sayangnya dia terlanjur dihabisi, bukannya ditangkap hidup-hidup atau dilumpuhkan. Kalau tertangkap hidup-hidup, maka dia bisa ditanya dalam suatu pengadilan yang netral, apakah benar dia teroris, apakah dia perencana serangan 11 September 2001, apakah benar dia dan kelompoknya Al-Qaidah yang menjadi dalang dari semua aksi teror di bumi ini? Selama ini kita hanya membaca sangkaan sepihak yang diberikan oleh AS dan sekutunya kepada Usamah dan Al-Qaidah sebagai dalang dari semua teror dan pencitraan buruk yang diberikan media dunia. Sayangnya Usamah tidak bisa ditanya lagi dan seluruh pertanyaan kita selama ini tentang dia tidak pernah terjawab. Bagaimanapun Usamah dan kelompoknya tidaklah merepresentasikan umat Islam di muka bumi ini. Terlepas jalan yang dia tempuh benar atau salah, termasuk pencitraan buruk yang diberikan media kepadanya, yang jelas dia sudah berani melawan hegemoni Amerika dan sekutunya.


Written by rinaldimunir

May 3rd, 2011 at 9:36 am

Posted in Agama,Dunia oh Dunia

“Royal Wedding” Untuk Mengakhiri “Hidup Bersama”

without comments

Dalam satu pekan ini masyarakat dunia dilanda deman Royal Wedding, yaitu pernikahan kolosal Pangeran William dari Inggris dengan Kate Middleton. Puncaknya adalah Jumat kemarin ketika acara pernikahan tersebut berlangsung di kota London dan disiarkan secara langsung (live) oleh televisi di berbagai negara maupun melalui live streaming di internet. Jutaan masyarakat di berbagai belahan bumi seakan-akan terhipnotis menyaksikan pesta pernikahan yang disebut sebagai pernikahan terbesar dan termahal di abad ini. Pada abad 20, pernikahan terbesar itu dilekatkan kepada Pangeran Charles dan Lady Diana, yang tidak lain merupakan orangtua Pangeran William. Mereka menikah pada tahun 1981 (abad 20), sedangkan pernikahan Pangeran William – Kate berlangsung tanggal 29 April 2011 kemarin atau pada abad 21.

Pangeran William sangat tampan, sedangkan Kate Middleton terlihat sangat cantik. Melihat acara pernikahan mereka kemarin — seperti yang kita saksikan di layar TV atu komputer — seolah melemparkan kita ke negeri dongeng. Ada istana yang kuno tetapi megah, gereja katedral yang sudah berdiri berabad-abad, kereta kencana yang membawa pasangan pengantin, dan barisan tentara yang memakai seragam unik seperti yang kita sering lihat pada kaleng biskuit Monde.

Tapi, tunggu dulu, jangan langsung terpesona melihat tampilan luar yang memukau itu. Menurut saya pernikahan William- Kate ada “cacatnya”. Sakramen pernikahan mereka di Gereja Westminster Abbey hanya formalitas belaka, sebab sebelumnya kedua pengantin telah “menikah” duluan. Mereka sebelumnya telah hidup bersama satu atap tanpa ikatan pernikahan yang sah selama bertahun-tahun. Seperti dikutip dari sini, menurut pers Inggris, pasangan William-Kate diketahui telah hidup bersama mulai Desember 2007, setelah sempat berpisah pada April tahun yang sama. Mereka juga pernah tinggal beberapa bulan di Anglesey, sebuah pulau di Wales Utara. Kita semua tahu sendirilah bilamanana seorang pria dan wanita sudah hidup satu atap — apalagi bertahun-tahun — maka tentu mereka telah melakukan apa yang seharusnya hanya boleh dilakukan pasangan suami istri yang sudah resmi menikah.

Anehnya, Uskup Agung York telah memberikan dukungan kepada Pangeran William dan Kate Middleton mengenai keputusan mereka untuk hidup bersama sebelum menikah, sebagaimana dapat dibaca pada harian Telegraph ini. Dikutip dari harian itu, Uskup Agung York mengatakan bahwa banyak pasangan modern ingin “menguji susu sebelum mereka membeli sapi”. Tetapi kaum tradisionalis Anglikan mengkritik Uskup Agung tersebut, yang merupakan tokoh kedua yang paling senior di Gereja Inggris, karena gagal untuk memperkuat ajaran Kristen yang melarang seks di luar nikah.

Agak ironis ketika melihat Kate Middelton memasuki Gereja Westminster Abbey hingga ke depan altar, tangan kirinya selalu digandeng oleh ayahnya. Tangan itu baru diserahkan oleh sang ayah kepada William ketika keduanya akan mengikrarkan janji nikah, dengan bimbingan Uskup Agung Canterbury Rowan Williams sebagai pemegang otoritas tertinggi sekte Kristen Anglikan. Setelah mengucapkan janji nikah itu, tangan Kate digenggam erat oleh William. Penyerahan tangan dari ayah Kate kepada William menyimbolkan bahwa seorang gadis baru boleh disentuh pasangannya saat mereka telah resmi menikah.

Namun, itulah yang telah terjadi. Masyarakat dunia — apalagi masyarakat Inggris — tampak tidak mempedulikan kesucian kedua calon pengantin tersebut. Tetapi bagi kita orang Islam, kesucian itu sangat penting, sebab pernikahan adalah sarana untuk menghindari diri dari perbuatan zina. Dengan menikah maka hubungan yang haram antara pria dan wanita menjadi halal dilakukan. Ketika seorang lelaki mengucapkan ijab kabul, maka ia telah halal melakukan hubungan seksual dengan istrinya. Hubungan itu tidak hanya diperbolehkan tetapi malah bernilai ibadah guna menghasilkan keturunan untuk melanggengkan generasi manusia di muka bumi.

Apa yang telah dilakukan oleh William dan Kate sangat berbeda dengan ayah dan ibunya. Putri Diana dipercaya tetap perawan ketika menikah pada usia 20 tahun dengan Pangeran Charles. Charles dan Diana tidak pernah hidup serumah sebelum keduanya resmi menikah pada tahun 1981. Pers Inggris memuji Diana sebagai gadis yang tetap menjaga kesuciannya hingga ia menikah dengan Charles.

Hidup bersama dalam satu atap — atau kumpul kebo dalam istilah orang Indonesia — sudah menjadi hal yang biasa pada masyarakat Barat saat ini. Pasangan yang merasa saling cocok mencoba hidup bersama dalam satu apartemen selama bertahun-tahun sebelum mereka memutuskan untuk menikah secara resmi di gereja. Jika setelah bertahun-tahun ternyata timbul ketidakcocokan, mereka bisa bubar begitu saja tanpa sempat menikah dulu, lalu mencari pasangan yang lain. Tidak jarang kumpul kebo tersebut telah menghasilkan anak-anak, dan lucunya ketika mereka memutuskan menikah maka anak-anak itu menjadi pengiring pengantin ayah ibunya di gereja.

Gaya hidup kumpul kebo tersebut sekarang sudah menjalar pula ke negeri Timur yang masyarakatnya dikenal konservatif menjaga nilai-nilai kesucian. Globalisasi yang melanda seluruh permukaan bumi telah mengirim nilai-nilai dan budaya Barat yang permisif. Di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia hidup bersama satu atap tanpa ikatan nikah itu sudah banyak dilakukan orang, ada yang sembunyi-sembunyi dan ada yang terang-terangan. Menjamurnya gedung apartemen di kota-kota besar ikut menyuburkan gaya hidup kumpul kebo tersebut, sebab privasi mereka di apartemen lebih terjaga dari gunjingan orang lain. Salah satu pasangan yang terkenal dengan kumpul kebo itu adalah artis bintang panas bernama Andi Sor*ya dan kekasihnya bernama St*ve Imanuel. Mereka tidak malu-malu mengakui kumpul kebonya yang telah menghasilkan dua orang anak. Beberapa tahun yang lalu St*ve dikabarkan telah berpisah dengan Sor*ya dan dikabarkan masuk Islam. Jika orang menikah kemudian berpisah disebut bercerai, maka pasangan kumpul kebo jika berpisah dikatakan bubar.

Maka, dibalik kekaguman kita terhadap gemerlap pesta pernikahan William – Kate, kita juga perlu merenung lagi apa makna kesucian hubungan seorang pria dan wanita. Kesucian itu harus dijaga sampai terjadinya akad nikah, karena pernikahan yang diberkati Tuhan adalah pernikahan yang didahului dengan ijab dan kabul, sebagimana kita (muslim) seringmengucapkan kepada pasangan yang baru menikah semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.


Written by rinaldimunir

April 30th, 2011 at 4:03 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Foto-Foto Sebelum dan Sesudah Tsunami di Jepang dan di Aceh

without comments

Minggu lalu Jepang dilanda tsunami mahadahsyat. Aceh juga pernah dilanda tsunami yang sedahsyat Jepang pada akhir tahun 2004. Bedanya, orang Jepang sudah siap dengan tsunami karena sudah berpengalaman, sedangkan orang Aceh (dan juga orang Indonesia) tidak siap menghadapi tsunami. Akibatnya bisa beda, korban tsunami di Jepang mungkin hanya ribuan orang (sampai tulisan ini ditulis), sementara di Aceh 200 ribu orang lebih mati dan hilang dihantam gelombang tsunami. Orang Indonesia mulai akrab dengan kata tusnami justru setelah kejadian tsunami di Aceh.

Meskipin jumlah korban berbeda jauh, namun kerusakan fisik yang ditimbulkan tsunami sama parahnya. Foto-foto dari udara di bawah ini menggambarkan sebelum dan sesudah tsunami di beberapa kota di Jepang serta foto sebelum dan sesudah tsunami di Aceh.

A. Foto sebelum dan sesudah tsunami di Jepang (Sumber: Vivanews)

1. a) Kota Miyagi sebelum tsunami

b) Kota Miyagi setelah tsunami

2. a) Kota Ishinomaki sebelum tsunami

b) Kota Ishinomaki setelah tsunami

3. a) Kota Natori sebelum tsunami

b) Kota Natori setelah tsunami

A. Foto sebelum dan sesudah tsunami di Aceh (Sumber foto: Bakosurtanal)

1. a) Kota Banda Aceh 1 sebelum tsunami (23 Juni 2004)

b) Kota Banda Aceh 1 sesudah tsunami (28 Desember 2004)

2. a) Kota Banda Aceh 2 sebelum tsunami (23 Juni 2004)

b) Kota Banda Aceh 2 sesudah tsunami (28 Desember 2004)

3. a) Kompleks Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh sebelum tsunami (23 Juni 2004)

b) Kompleks Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh sesudah tsunami (28 Desember 2004)


Written by rinaldimunir

March 14th, 2011 at 5:01 pm

Posted in Dunia oh Dunia

BlackBerry, di Arab Dilarang, di Indonesia Jalan Terus

without comments

Demi alasan keamanan negara, Pemerintah Uni Emirat Arab dan Arab Saudi dengan resmi melarang penggunaan BlackBerry (BB) di negara meraka. Masalahnya begini, mereka tidak diperbolehkan oleh produsen BlackBerry mengakses trafik data BB. Hal ini dikarenakan setiap trafik data melalui BB — seperti SMS maupun email — harus mampir dulu ke negara asal teknologi BlackBerry, yaitu Kanada, baru kemudian diteruskan ke handset BB penerima. Untuk menjaga privasi, setiap trafik data di BlackBerry dienkripsi terlebih dahulu.

Seperti dikutip dari sini, handset Blackberry dianggap rawan untuk disalahgunakan demi kepentingan kejahatan. Tingginya privasi Blackberry menimbulkan potensi kejahatan. Prosedur akses data yang panjang membuat pihak keamanan akan kesulitan memperoleh data dari RIM (Research in Motion) — produsen Blackberry – untuk membongkar satu kasus kejahatan.

Jadi, saya kira wajar saja negara UEA dan Arab Saudi memblokir layanan BlackBerry di negara meraka, sebab mereka merasa tidak berdaulat di negara sendirinya atas informasi yang lalu lalang di negara mereka. Harus minta izin dulu kepada produsen Balckberry di Kanada supaya diberi akses informasi. Pemerintah khawatir Blackberry digunakan oleh RIM dan Kanada sebagai mata-mata. Kasus ini juga menunjukkan bahwa dominasi informasi masih milik negara-negara maju, sementara negara berkembang dan negara miskin hanya sebagai konsumen yang harus patuh.

Di Indonesia pengguna BB lumayan banyak jumlahnya, kira-kira 1,1 juta pengguna. Sebagian orang menggunakan BB memang karena alasan kebutuhan mobilitas yang tinggi, namun banyak juga yang memiliki BB karena ingin gaya hidup semata. Sebagai lambang status, begitu kira-kira, apalagi orang Indonesia terkenal sebagai korban mode, apa yang lagi trend di tempat lain itulah yang diburu. Bagi golongan terakhir ini — kormod (korban mode) — penggunaan BB tidak optimal, padahal sebagai smartphone dia mempunyai kemampuan lebih dibandingkan handphone biasa.

Nah, kalau kebijakan pemblokiran BB itu diterapkan di Indonesia, mungkin akan timbul pro kontra yang tidak habis-habisnya, apalagi negeri ini terkenal dengan segala kontroversi. Pemilik dan pengguna BB tentu akan mengamuk dan mencerca Pemerintah habis-habisan. Padahal, sebagai negara berdaulat, Indonesia juga harus concern mengenai keamanan jaringan dan keamanan data. Masa kita mau informasi rahasia mampir ke negara lain dulu baru bisa dikirim ke negara kita lagi?


Written by rinaldimunir

August 5th, 2010 at 1:09 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Oh, Paul

without comments

Siapa selebriti Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan? Bukan Ronaldo, Messi, Rooney, dan sebagainya. Mereka sudah lewat. Selebriti Piala Dunia adalah si Paul, seekor gurita yang sebagian besar ramalannya tentang hasil pertandingan sepakbola selalu akurat. Dua hari yang lalu dia meramal Spanyol menang melawan Jerman, eh.. benar, ternyata ramalannya tepat. Jerman kalah oleh Spanyol 0-1.


Keterangan gambar: Paul si gurita di Aquarium Sea Life, Oberhausen, Jerman memilih kotak moluska dalam kotak kaca berbendera Spanyol sebagai prediksi hasil semifinal Jerman vs Spanyol, 7 Juli kemarin.

Kini Paul menjadi musuh rakyat Jerman, seperti dikutip dari sini:

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN–Gurita peramal, Paul, semakin menegaskan ketepatan insting meramalnya. Peramal berkaki delapan itu kembali memperlihatkan ketepatan ramalannya setelah dengan jitu menebak kekalahan Jerman dari Spanyol di semifinal Piala Dunia, Kamis (8/7) dinihari. Jerman kalah 1-0 dari Spanyol melalui sundulan pemain belakang Carlos Puyol.

Menurut harian Der Western, telah muncul sejumlah komentar di Facebook dan Twitter yang meminta agar Paul mesti dipecat, dipanggang, dan dibikin selada makanan laut atau paella. ”Yang lain ingin melempar dia ke dalam tanki ikan hiu,” kata surat kabar tersebut di jejaringnya.

Dan di fan-mile Berlin, sebagian kerumunan orang juga berbalik menentang mantan pahlawan mereka itu. Lagu anti-gurita pun berkumandang. Pekan lalu, kelompok penyayang binatang di Jerman, PETA, sekarang meminta pihak berwenang agar membebaskan Paul.

Organisasi tersebut menyerukan pembebasan ‘tukang ramal sepak bola dari laut itu’, yang saat ini berada di Sea Life di Oberhausen, Jerman, ke satu taman nasional di perairan lepas pantai selatan Prancis, tempat penangkapan ikan dilarang.

Paul dengan jitu meramal hasil enam pertandingan Jerman selama berkiprah di Piala Dunia. Caranya, dia memilih makanan yang disediakan dalam dua kotak tembus pandang yang ditempeli bendera Jerman dan negara lawannya.

Berita terkait lainnya bisa dibaca di sini dan di sini.

Hi..hi, ada-ada saja ya. Pasti itu (ketepatan meramal) hanya kebetulan saja. Kalau di Indonesia, mungkin si Paul akan mengalahkan (alm) Mama Lauren atau para Ki Ki yang selalu gencar di TV mengiklankan layanan ramalan vis SMS.

Percaya kepada (manusia) peramal jelas syirik dan dilarang oleh agama. Nah, sekarang bagaimana hukumnya meminta ramalan si Paul ini? Dosa nggak ya?


Written by rinaldimunir

July 8th, 2010 at 1:01 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Siapa Bakal Juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan?

without comments

Lupakan sejenak kasus video mesum para artis, lupakan sejenak kasus Bank Century, kasus Susno, kasus Bibit-Chandra, dan lain-lain. Terlalu banyak masalah di negeri ini. Untunglah ada Piala Dunia yang akan dimulai hari ini di tempat yang nun jauh di sana, di Afrika Selatan. Selama sebulan perhatian orang Indonesia akan tercurah ke sini, baik bagi yang gila bola, yang suka bola, atau yang tidak sama sekali. Para politisi yang terlilit masalah bolehlah sedikit bernapas lega karena orang akan melupakan masalahnya. Si Ariel “Peterporn” pun bolehlah tenang sedikit sebab perhatian orang akan beralih ke topik sepakbola. Indonesia ini memang negeri yang aneh, begitu cepat suatu masalah berlalu dan begitu cepat melupakannya. Waktu akan melupakan banyak peristiwa. Kita pun lupa kalau ada masalah besar yang pernah terjadi di sini, dan masalah-masalah itu lenyap begitu saja dibawa angin yang lalu. Tidak ada penyelesaiannya, tertimpa masalah baru yang datang silih berganti.

Piala Dunia memang membius banyak orang. Saya pribadi sebenarnya bukan penggemar sepakbola, namun “terpaksa” ikut-ikutan menjadi gemar karena akan banyak orang yang membicarakannya nanti. Kuper juga kalau tidak tahu. Saya bayangkan di daerah Indonesia Timur saat ini pasti sudah berkibar bendera-bendera besar negara peserta Piala Dunia di atas atap rumah penduduk. Bendera itu dipasang tinggi-tinggi mengalahkan bendera merah putih. Saya tahu hal ini karena setiap tahun selalu pergi ke daerah Indonesia Timur.

Oh ya, saya baca di surat kabar hari ini, orang-orang banyak membeli camilan di pasar swalayan. Katanya sih buat dicamil ketika nonton Piala Dunia, sebab di Indonesia siaran Piala Dunia berlangsung pada malam hari dan dini hari. Kacang garing yang paling laku. Mulut terisi kacang, mata memandang ke pesawat TV. Sambil makan kacang, penonton gregetan melihat gerakan bola yang melaju. Dan…. gooolll…, kacang di mulut pun berhamburan keluar saking kagetnya, hi..hi..hi.

Siapa yang bakal menjadi juara Piala Dunia tahun ini? Ada yang menjagokan Italia, ada pula Belanda, Inggris, dan Argentina. Prediksi saya, yang bakal juara kali ini adalah Brazil. Tetap Brazil. Di Brazil sepakbola sudah menjadi “agama”. Susah memisahkan Brazil dengan sepakbola, sudah legenda. Diukur dari sudut manapun teknik bermain bola Brazil ini memang jempolan. Saya yakin Ronaldo akan cepat mengemas barang pulang kampung, begitu juga Rooney (Inggris), dan Thierry Henry (Perancis). Barangkali Lionel Messi (Argentina) akan tetap bertahan menunggu Brazil di final.


Written by rinaldimunir

June 11th, 2010 at 9:14 am

Penjara Raksasa Itu Bernama Gaza

without comments

Kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina memang sudah diluar batas-batas peri kemanusiaan. Dua bangsa ini — Palestina dan Israel — tidak pernah bisa hidup tenang. Bangsa Pelestina menuntut tanah mereka yang dirampas oleh Israel, sedangkan Israel berdalih bahwa tanah di Palestina itu adalah tanah yang dijanjikan oleh Tuhan kepada mereka seperti yang tertulis di dalam kitab Taurat.

Kemarin Israel kembali memperlihatkan kebrutalannya dengan membunuh para relawan kemanusiaan di kapal Mavi Marmara. Kapal ini membawa berton-ton bantuan makanan, pakaian, dan obat-obatan bagi warga Gaza yang menderita akibat blokade Israel. Peristiwa tragis yang terjadi kemarin membuka mata dunia kembali tentang penderitaan warga di jalur Gaza, Palestina.


Palestina saat ini terbagi menjadi dua wilayah yang terpisah, satu Tepi Barat (West Bank) dan satunya lagi Jalur Gaza (Gaza Strip), keduanya dipisahkan oleh wilayah Israel. Di kawasan Tepi Barat inilah terletak kota Yerussalem — kota suci tiga agama — dengan Masjidil Aqsa nya yang bersejarah. Sedangkan Jalur Gaza adalah kawasan yang miskin sumberdaya alam dan sejarah.

Jalur Gaza ini sebenarnya kecil saja, tidak lebih besar dari Jakarta. Panjangnya hanya 41 km dan lebarnya hanya 6 sampai 10 km. Namun, biarpun kecil, warganya terkenal lebih tertib dan lebih taat beragama. Ini berbeda dengan kawasan Tepi Barat yang warganya lebih liberal. Perbedaan gaya hidup ini karena di kedua wilayah itu memerintah dua partai berbeda. Di Tepi Barat memerintah faksi Fatah yang terkesan lebih lunak dalam berdamai dengan Israel, sedangkan di kawasan Jalur Gaza memerintah faksi Hamas yang lebih agamis dan tidak mau tunduk kepada Israel.

Sudah tiga tahun jalur Gaza diblokade oleh Israel, baik dari darat, laut maupun udara. Warga Gaza tidak bisa pergi kemana-mana, mereka terkurung di wilayah yang sempit itu. Mau lewat laut Mediterania, sudah menunggu kapal-kapal Isrel yang siap menghadang dan kalau perlu menembak mati orang Palestina. Mau lewat darat harus menyeberang daratan Israel atau pintu perbatasan dengan Mesir. Mesir juga tidak membuka pintunya bagi warga Gaza. Otomatis Gaza bagaikan penjara raksasa. Penduduk Gaza benar-benar terkurung di dalam penjara itu. Israel berharap dengan blokade itu ekonomi di Gaza lumpuh dan akhirnya Gaza bertekuk lutut kepada Israel.

Tetapi, apa yang terjadi? Kenyataanya Gaza tidak benar-benar lumpuh sama sekali. Meskipun infrastruktur di Gaza sudah dihancurleburkan oleh serangan Israel pada tahun 2009 yang lalu, Gaza tetap saja eksis. Kehidupan masih bisa berderak meskipun tetap terasa sulit. Blokade membuat warganya menjadi kreatif. Mereka menggali terowongan yang dalam dan panjang di bawah perbatasan Gaza dan Mesir. Lewat terowongan itulah perdagangan gelap berlangsung antara warga Mesir dan warga Gaza. Meskipun Pemerintah Mesir tidak mengakui Hamas dan terikat perjanjian dengan Isrel dan Amerika Serikat untuk ikut memblokade Gaza, namun warga Mesir berbeda dengan pemerintahannya. Orang Mesir tetap setali-sepersukuan dengan bangsa Palestina. Buktinya, mereka tetap menjalin hubungan perdagangan dan mengirim bantuan secara ilegal kepada sudara-saudaranya di Gaza.

Israel tampaknya lupa, bahwa secara psikologis jika orang ditekan dari mana-mana, maka ia semakin bertahan dan semakin militan. Bukan semakin lemah nyalinya, tetapi semakin kuat saja. Kenapa begitu? Karena, bagi warga Gaza hidup dan mati itu tidak ada bedanya. Apalah artinya hidup jika kemerdekaan hidup itu dirampas, namun mati begitu saja juga tidak ada gunanya. Oleh karena itu, mati terhormat adalah mempertahankan hidup dengan tidak mau tunduk kepada Israel. Kalaupun mati di tangan Israel demi mempertahankan hidup, mereka memandangnya sebagai mati syahid.

Hidup dalam penjara memang tidak enak. Bila anda dipenjara selama bertahun-tahun dan pasokan makanan terhenti, apa yang terjadi? Anda pelan-pelan akan mati kelaparan. Begitu juga Gaza, meskipun mereka masih tetap bertahan hingga saat ini, namun jika blokade itu terus menerus selama bertahun-tahun, pada suatu hari nanti pertahanan mereka akan runtuh juga juga. Krisis kemanusiaan yang dahsyat telah menanti. Obat-obatan yang dibutuhkan oleh warga yang sakit tidak bisa masuk. Ribuan orang mungkin akan sekarat menunggu ajal.

Maka, itulah yang menggerakan aktivis kemanusiaan dari seluruh dunia datang membawa bantuan makanan dan obat-obatan bagi warga Gaza. Persoalan di Gaza bukanlah persoalan agama, tetapi persoalan kemanusiaan dan hidup yang mendasar. Aktivis yang datang berasal dari berbagai kalangan bangsa dan agama, mulai dari kaum agamawan (pastor, ulama), politisi, pemenang hadiah nobel, dan relawan berbagai unsur lainnya. Mereka datang untuk menembus penjara yang dibuat oleh Israel. Tetapi sia-sia, belum lagi mereka sampai ke sana, Israel membunuh sebagian aktivis itu.

Mau berkata apa lagi kita melihat kekejian yang dilakukan oleh Israel itu. Sudah kering mulut untuk berteriak, sudah bengkak mata karena menangis, tetapi tidak ada tanda-tanda penjara itu akan terbuka. Kasihan warga Gaza. Israel telah memenjarakannya dan dunia tidak bisa berbuat apa-apa. Warga dunia hanya bisa menonton penghuni penjara itu berlari ke sana kemari, bagaikan para kelinci yang berlarian di dalam kerangkeng, sementara harimau dan singa siap menanti di luar kerangkeng itu.


Written by rinaldimunir

June 1st, 2010 at 3:54 pm

Posted in Dunia oh Dunia