if99.net

IF99 ITB

Archive for May, 2022

Tegak lurus yang tidak tepat

without comments

“Kita harus tegak lurus mengikuti arahan Ibu Ketua Umum”, kata Puan Maharani kepada kader partai PDIP (Berita: “Puan Bertekad PDIP Hattrick Menang Pemilu, Kader Tegak Lurus Megawati” )

“Golkar selalu tegak lurus pada peraturan,” kata Nurul Arifin dalam keterangannya, Senin (11/4/2022).
Nurul menyampaikan selama ini Golkar selalu mengikuti aturan terkait Pemilu, termasuk Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden. (Berita: “Dukung Pemilu 2024, Nurul Arifin: Golkar Selalu Tegak Lurus pada Aturan” )

Relawan Jokowi Plat K meneguhkan sikap mendeklarasikan untuk tegak lurus setia 2024 bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam acara Silahturahmi Daerah (Silatda) eks karesidenan Pati Plat K yang terdiri dari Kabupaten Pati, Rembang, Grobogan, Blora, Kudus, Jepara. (Berita: Relawan Plat K Tegak Lurus Setia Bersama Jokowi hingga 2024)

“Menteri-menteri harus tegak lurus dengan kebijakan presiden”, kata seorang pengamat politik dalam penjelasannya di Jakarta kemaren.”

Saya sering mendengar dan membaca pernyataan seperti itu, kata tegak lurus. Ini pengunaan istilah matematika yang tidak tepat. Kenapa digunakan istilah “tegak lurus”? Bukankah tegak lurus itu berarti berbeda 90 derajat? Satu ke barat satu ke utara, atau satu ke timur ssatu ke selatan. Berarti tidak sejalan kalau begitu. Ibarat dua vektor yang ortogonal, hasil kali titiknya sama dengan 0. Saling meniadakan.

Istilah yang tepat adalah “paralel” yang berarti “searah” atau “sejalan”, jadi tidak ada perbedaan. Atau “selaras”, “sinkron”, dan sebagainya. Tererah pakai istilah yang mana yang lebih pas.

Jadi, seharusnya:

“Kita harus sejalan mengikuti arahan Ibu Ketua Umum” atau “Kita harus selaras mengikuti arahan Ibu Ketua Umum”

“Golkar selalu searah pada peraturan,” atau “”Golkar selalu paralel pada peraturan,””

“Menteri-menteri harus selaras dengan kebijakan presiden” atau “Menteri-menteri harus sejalan dengan kebijakan presiden”

Written by rinaldimunir

May 18th, 2022 at 12:40 pm

Posted in Gado-gado

Di dalam doa anakku, namaku disebut

without comments

Si bungsu (yang masih SMP) setiap selesai sholat, baik sholat sendiri maupun sholat berjamaah di rumah ata di masjid, selalu berzikir dan berdoa cukup lama. Beda dengan diriku yang bezikir dan berdoa sebentar lalu cepat berdiri setelah sholat. Jadi malu sendiri dengan anakku ?

Karena sering lama seperti itu, maka suatu kali, setelah selesai berdoa, saya pun iseng bertanya kepadanya.

Apakah ada kamu selipkan ayah dan ibumu di dalam doamu, Nak?, tanyaku kepadanya.

Ada, jawabnya pendek.

Alhamdulillah, di dalam doa anakku namaku disebut (pinjam judul lagu penyanyi cilik, Nikita, Didoa Ibuku Namaku Disebut).

Tissu mana tissu. 😢

Tentu saja saya merasa terharu. Saya tidak pernah meminta dia mendoakan kami, tidak pernah menyuruh. Mungkin dia dapat ilmu itu dari guru agama di sekolah, atau dari guru mengajinya di TPA waktu masih SD dulu? Entahlah…

Salah satu kebahagiaan orangtua jika mereka sudah tiada nanti di dunia ini adalah doa anak yang sholeh yang mendoakan ibu-bapaknya. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim berbunyi begini (dikutip dari sini):

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim).

Jadi, meskipun kita nanti sudah tidak ada di dunia ini, sudah dipanggil oleh Allah SWT, amal pahala kita masih terus mengalir dari sedekah jariyah yang pernah kita berikan selama di dunia, dari ilmu yang bermanfaat yang pernah kita ajarkan kepada orang lain, dan jika tidak ada keduanya, maka minimal dari anak sholeh yang selalu mendoakan kita.

Saya tahu hadis ini sejak kecil. Dulu ketiak ibu bapak saya masih hidup, saya sering mendoakan mereka setiap selesai sholat, Sekarang pun, meski saya sudah yatim piatu (sudah tidak punya kedua orangtua lagi), namun saya tetap selalu mendoakan mereka yang sudah berada di alam sana setiap selesai sholat. Doa apakah itu? Doa memohon kepada Allah SWT untuk mengampuni kedua orangtuaku.

Mudah-mudahan anak-anakk selalu menyelipkan nama kami di antara doa-doanya. Harta yang paling berharga adalah anak yang sholeh, bukan?

Written by rinaldimunir

May 15th, 2022 at 8:22 pm

Posted in Agama