if99.net

IF99 ITB

Archive for October, 2021

Rambut Putih dan Mahasiswa yang Segar-segar

without comments

Ketika saya tadi siang ke kampus, saya bertemu dengan seorang kolega sesama dosen. Sudah lama saya tidak ke kampus karena pandemi. Kampus tutup, mahasiswa pulang kampung, kuliah dilakukan secara virtual. Dan selama hampir dua tahun kurang saya tidak pernah bertemu dengan kolega, hanya ketemu mereka secara virtual saja saat rapat, seminar, atau sidang. Kolega saya ini kaget melihat rambut saya sudah banyak putihnya. Sebelum pandemi nggak sebanyak ini. (Baca tulisan sebelumnya: uban)

Ternyata waktu dua tahun WFH (work from home) selama pandemi membuat rambutpun ikut stres sehingga ia berubah warna 🙂 . Apakah kamu juga begitu?

Apa sebabnya?

Hoho…itulah, mungkin karena sudah dua tahun saya tidak pernah bertemu lagi yang segar-segar, maksudnya mahasiswa yang segar-segar. Sebelum pandemi hampir setiap hari kita ketemu mahasiswa yang selalu berganti setiap tahun. Mahasiswa yang baru-baru, segar-segar ceria, kinyis-kinyis, muda-muda, dan kita pun yang dosen ikut terbawa muda meskipun usia selalu bertambah. Mereka happy kita pun terbawa happy.

Jadi tidak heran, kata orang, guru dan dosen itu selalu tampak muda karena setiap hari mereka ketemu anak muda terus. Pemutihan rambut pun jadi ikut melambat, hihihi…. Tapi karena anak-anak muda itu menghilang dari pandangan selama dua tahun akibat pandemi, maka pemutihan rambut malah menjadi cepat. ?

Makanya, saya berharap, cepatlah pandemi berlalu agar kuliah berjalan lagi dan kampus diisi lagi dengan anak-anak muda ceria setiap hari. Mereka ceria kita pun terbawa ceria.

Ahhh…bercanda kok. Uban itu karena memang faktor U.

Written by rinaldimunir

October 30th, 2021 at 2:56 pm

Posted in Gado-gado,Pendidikan

ART yang Kembali Lagi

without comments

Pembantu (ART) di rumah kami sudah bekerja sejak si bungsu umur 6 bulan. Sekarang si bungsu sudah berumur 14 tahun, berarti ART sudah bekerja lebih dari 13 tahun. Awet ya. Sistemnya tidak menginap, dia datang pagi pukul 9 lalu pulang sore pukul 5, karena dia juga punya suami di kontrakan. Kami sejak dulu selalu mencari pembantu yang tidak menginap, lebih nyaman saja begitu. Pekerjaannya rutin biasa saja, urusan cuci-mencuci, setrika pakaian, beres-beres rumah. Tidak masak karena kami membeli makanan atau memasak sendiri. Sekalian dia juga menjaga anak di rumah dan menyediakan makan karena kami keduanya bekerja. Santailah kerjanya, tidak berat-berat amat. Dia juga suka dengan kerja seperti itu makanya kerasan.

Akhir tahun lalu saat pandemi suaminya wafat. Bukan karena covid, tetapi karena penyakit jantung. Sejak itu dia mulai sakit-sakitan dan banyak pikiran. Beberapa kali on off masuk kerja. Saya maklumi saja, saya juga belum berniat mencari pengganti.

Akhirnya karena sakit terus, bahkan pernah pingsan, si bibi pulang ke kampungnya di Garut, tinggal di rumah anak lelakinya yang sudah berkeluarga. Kami pun mulai mencari pengganti ART, tetapi tidak cocok, akhirnya dihentikan. Karena masih pandemi dan WFH di rumah, maka ketiadaan ART juga tidak masalah bagi saya. Semua pekerjaan rumah sudah biasa kami kerjakan.

Lama tiada kabar, kemaren si bibi datang ke rumah, langsung dari Garut diantar anak lelakinya naik motor. Dia mengatakan ingin bekerja lagi. Selama tinggal di rumah anaknya di Garut dia tidak punya pekerjaan. Anaknya juga susah hidupnya, hanya pegawai office boy di sebuah bank. Hidup “menumpang” di rumah anak terus menerus juga kurang nyaman baginya. Dia biasa hidup mandiri dan punya penghasilan sendiri. Biasa bekerja lalu berhenti tentu bisa menimbulkan penyakit bagi dirinya. Kata dia, bekerja itu membuat dia sehat karena tubuh selalu bergerak. Diam di rumah saja malah sakit-sakitan. Kesal di rumah terus.

Kami pun menerima dia kembali bekerja harian di rumah. Sudah belasan tahun dia bekerja di rumah kami tentu sudah kerasan baginya. Sulit bagi dia melupakan anak-anak kami, apalagi si sulung yang ABK. Teringat terus, katanya. Katanya lagi, justru dia merasa bahagia kerja di rumah kami. Nggak tahu kenapa ya. Mungkin karena kerjanya nggak berat dan gajinya juga lumayan gitu? Hahaha…

Ya sudah, hari ini dia mulai masuk kerja lagi, datang pagi pulang sore. Saya tanya kenapa dia ingin bekerja lagi. Katanya, dia tidak punya uang. Saya pun mengerti. Saya teringat kata ibu saya, perempuan di mana pun di dunia ini perlu memegang uang di tangannya. Jika perempuan tidak memegang uang rasanya ada yang kurang nyaman dalam hidupnya. Benarkah begitu?

Written by rinaldimunir

October 27th, 2021 at 9:18 am

Bunga Tanduk Rusa

without comments

Di depan rumah saya, sebuah ruang terbuka hijau, tumbuh bunga tanduk rusa di sebuah batang kayu yang besar. Bunga tanduk rusa itu pada awalnya hanya sepokok kecil, dulu ditanam oleh Bu Yusuf, tetangga saya, dengan cara mengikatnya ke batang pohon dengan tali rafia. Bunga tanduk rusa itu makin lama makin besar sehingga menjadi menjadi bunga raksasa yang indah. Daunnya yang berbentuk tanduk rusa menjuntai panjang ke bawah, sedangkan bagian mahkotanya seperti lembaran daun yang mengering berwarna coklat.

tandukrusa4

Ini adalah foto bunga tanduk rusa pada tahun 2018

Saya lupa bunga tanduk rusa ini ditanam pada  tahun berapa, sekitar tahun 2010-an lah, sekarang usianya mungkin sekitar 10 tahun.

Tanaman tanduk rusa tergolong ke dalam paku-pakuan ( Ptrydophyta), tidak ada bunganya, tetapi daya tariknya adalah pada daunnya yang berbentuk tanduk rusa itu. Bunga tanduk rusa ini subur sekali pada musim hujan ini. Di dalam “perutnya” tersimpan cadangan air yang banyak sekali. Pada musim kemarau cadangan air itu digunakannya agar tetap bertahan hidup.

tandukrusa1

Bunga tanduk rusa pada tahun 2019

Karena semakin lama semakin besar dan berat, akhirnya pada suatu pagi pada tanggal 22 September 2021, bunga tanduk rusa kebanggaanku, yang selalu saya rawat sejak masih kecil, akhirnya roboh ke tanah. Tidak kuat lagi ia menahan beban karena sudah membesar dan berat, sehingga terlepas dari kulit pohon inangnya. Terkulai di tanah 😢

tandukrusa2

Jatuh terkulai ke atas tanah

Sedih. ?

Namun saya tidak ingin bunga tanduk rusa ini mati. Maka, dengan menggunakan kawat dan tali, akhirnya saya ikat kembali ke batang pohon itu, tempat ia bergantung selama ini.

tandukrusa3

Dikkat lagi dengan bantuan tali dan kawat

Tidak persis seperti kedudukan aslinya, tetapi lumayanlah ia bisa tumbuh kembali.

Written by rinaldimunir

October 20th, 2021 at 8:13 pm

Posted in Gado-gado

Rumah Makan di Setiap Simpang Pagi dan Sore

without comments

Membicarakan rumah makan masakan Minang (orang sering menyebutkan rumah makan padang, nasi padang, dan sebagainya) tidak akan habis-habisnya. Rumah makan minang ada di mana-mana di pelosok nusantara hingga di luar negeri. Masakan minang yang pedas, bersantan, dan berbumbu lengkap cocok dengan lidah oang Indonesia dan bule-bule.

Kali ini saya tidak akan membahas masakannya, tetapi nama rumah makannya. Nama rumah makan minang itu mengikuti tempat atau lokasinya. Ada anekdot yang mengatakan bahwa di setiap simpang jalan ada rumah makan minang, jadi tidak usah khawatir kelaparan. Ya memang betul, makanya nama rumah makan minang itu ada yang bernama RM Simpang Tigo, RM Simpang Ampek (ampek = 4), RM Simpang Limo (limo = 5). Yang belum ada mungkin RM Simpang Anam. Kemudian rumah makan yang bernama simpang-simpang masih banyak lagi, seperti RM Simpang RayaRM Simpang Jaya. Di kota Padang sendiri rumah makan yang bernama simpang dikaitkan dengan nama lokasinya, misalnya RM Simpang Alai, RM Simpang Jondul, RM Simpang Haru dan lain-lain.

simpang

Tidak hanya diberi nama sesuai lokasinya, nama rumah makan minang juga mengikuti waktu, yang menunjukkan ketegaran pengusaha rumah makan itu mencari nafkah dari pagi sampai malam. Jadi kita akan menemukan RM Pagi Sore, RM Siang Malam, RM Semalam Suntuk, RM Begadang. Sehingga ada anekdot yang mengatakan bhawa begitulah seni makan di rumah makan padang. Pagi hari sarapan di RM Pagi Sore, siang hari makan di RM Siang Malam. Malamnya makan di RM Semalam Suntuk. Kalau masih lapar juga karena begadang, maka makan lagi di RM Begadang.

simpang2Dari mana asal nama yang berkaitan dengan waktu tersebut? Tidak ada yang tahu. Semasa kecil di Padang saya tahu ada rumah makan yang cukup ternama, yaitu RM Semalam Suntuk. Tidak jelas juga apakah memang rumah makan ini hanya buka dari sore sampai subuh sehingga dinamakan semalam suntuk. Barangkali dari nama rumah makan semalam suntuk itu lahirlah nama-nama rumah makan di tempat lain yang bernama pagi sore, siang malam, dan lain-lain.

Sedangkan untuk nama RM Begadang, ini adalah jaringan rumah makan perantau Minang yang terkenal di daerah Lampung. Di sepanjang jalur Lintas Sumatera kita akan menemukan rumah makan dengan nama Begadang I, Begadang IIBegadang III, dan seterusnya. Di rumah makan inilah bus-bus penumpung tujuan Sumatera dan Jawa berhenti untuk beristirahat dan mempersilakan penumpangnya makan di sana. Tentu saja untuk para awak bus makan di rumah makan perhentian tersebut gratis dan dijamu lengkap oleh pemiliknya, kadang dapat tips pula. Bus-bus tersebut membawa rezeki bagi pemilik rumah makan.

Beberapa pemilik rmah makan di perantauan memberi nama rumah makannya yang berkaitan dengan  kampung asalnya. Jadi, kita akan menemukan RM Singgalang Jaya, RM Gunung Talang, RM Talago Biru, RM Lubuk Minturun, RM Bareh Solok, RM Maninjau, dan lain-lain.

Nama memang bukan hal yang sederhana, tetapi menunjukkan hubungan emosional pemilik rumah makan tersebut dengan sesuatu yang berkaitan dengan lingkungannya dan kampung halamannya.

Written by rinaldimunir

October 5th, 2021 at 10:14 am

Posted in Uncategorized

Jebakan Tombol Keyboard Laptop ASUS

without comments

Siapa ya orang yang merancang keyboard laptop merek ASUS? Saya sering merasa kesal karena beberapa kali kepencet tombol power yang terletak di sebelah tombol delete. Tombol delete dan tombol power terletak bersebelahan. Maksud hati ingin menekan tombol delete tetapi karena mata fokus ke monitor, maka yang ditekan malah tombol power. Mati deh komputer. Pernah saat saya mengajar onlen salah pencet tombol, langsung mati kuliah virtualnya. Mahasiswa saya  di seberang sana tentu menunggu lama terkoneksi lagi.

Di rumah saya ada tiga buah laptop dengan merek ASUS, ketiganya memiliki posisi tombol delete dan tombol power yang bersebelahan seperti gambar di atas. Memang tidak semua jenis laptop ASUS seperti itu, tetapi yang saya miliki semuanya bersebelahan. Laptop ASUS teman saya posisi tombol power-nya terpisah sendiri. Tampaknya tergantung seri laptop ASUS ya? Dulu saya punya laptop Acer dan Toshiba letak tombol power-nya terpisah dan agak jauh dari tombol-tombol lainnya.

Memang ada cara untuk mengatasi salah pencet tombol power tersebut, yaitu melalui control panel di Windows. Tombolnya bisa diatur agar ketika dipencet tidak langsung shutdown.  Dari Control Panel, pilih Power Management, lalu ada pilihan “When press Power Button“.  Saya pun baru tahu cara ini setelah diberitahu teman. Namun, bagaimana dengan pembeli lain yang tidak paham? Tidak semua orang paham kan atau mengetahui cara pengaturan tersebut?

Saya heran, kenapa desainer laptop ASUS seceroboh itu? Desainer interface-nya kurang memahami psikologi pengguna. Kata seorang teman, kasus di laptop ASUS ini mirip dengan salah satu ponsel jadul Nokia, tombol backspace dan delete-nya bersebelahan. Maksud hati cuman mau hapus satu karakter, ehhh… malah terhapus semua seluruh teks yang sudah susah payah ditulis hanya karena salah pencet.

Tapi ya mau bagaimana lagi, masak harus ganti laptop lagi? Atau pasang keyboard tambahan? Ya sudahlah, awalnya memang mengganggu, lama-lama jadi terbiasa, anggap saja untuk mengingatkan agar break sejenak, makan camilan, atau berdiri sejenak. Kalau nanti kepencet lagi tombol power ketika mau menekan tombol delete, ya nasib…..  ?

Written by rinaldimunir

October 2nd, 2021 at 4:09 pm

Posted in Gado-gado