if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘tips’ Category

Tips mengolah kambing

without comments

Saya mendapatkannya dari link ini. Feeling dan perasaan mengatakan ini tipsnya jitu, jadi diarsip =)

Empuknya Olahan Kambing Muda ala Timteng

OLAHAN kambing yang satu ini dijamin empuk, renyah, dan tanpa aroma prengus. Daging kambingnya diolah menjadi tongseng, gulai, dan sup. Soal rasa, meminjam istilah yang sering diucapkan tokoh Bondan Winarno, benar-benar mak nyus.

RAHASIA keempukannya terletak pada pemilihan bahan yang menggunakan daging kambing muda. Ada yang menggunakan balibu (kambing di bawah lima bulan), balikan ada yang mengistilahkan batibu (bawah tiga bulan).
Jika Anda berkunjung ke Rumah Makan Madinah yang ada di Ciputat, Tangerang, akan bisa menemukan aneka masakan berbahan daging kambing muda tersebut. Untuk menjaga kualitas bahan baku dagingnya maka kambingnya harus benar-benar muda.

“Bila tidak muda, mau diproses apapun, hasilnya tetap tidak benar-benar empuk. Maka kami sangat selektif dalam memilih kambing,” kata Royani (55), pemilik Rumah Makan Madinah. Untuk urusan memilih daging kambing muda, Royani punyajurus jitu. Ia memilih yang uratnya tidak terlalu merah, karena jika uratnya merah berarti kambing tua. Bila belum berpengalaman, mungkin malah memilih yang merah karena disangka lebih segar.

Untuk pemenuhan kebutuhan di rumah makan tersebut, di samping mengambil daging kambing muda dari suplier, Royani juga memelihara kambing sendiri. Hal itu dilakukan agar swaktu-waktu butuh ekstra tambahan daging, bisa diambilkan langsung dari peliharaan sendiri.
Selain daging yang empuk, ada keunggulan lain dari aneka masakan kambing di sini, yakni dagingnya yang tidak bau prengus. Menurut Royani, cara penanganan daging itu juga mempengaruhi prengus atau tidak. Untuk daging bahan sate harus langsung digantung, jangan sampai menyentuh tanah. Harus terjaga pula kebersihannya.

Ditambahkan, daging kambing pun tidak boleh sering terpe-gang tangan, terutama oleh banyak orang, Jika daging tersebut terkena benda kotor atau pisau yang tidak bersih, maka daging akan cepat berubah menjadi hitam.

Lain halnya untuk olahan sup, justru dagingnya harus dicuci bersih. Menu sup ini menjadi favorit para pengunjung. Supnya diberi potongan kaki kambing yang telah direbus hingga empuk, sehingga saat dimakan dagingnya dengan mudah dilepas dari tulang.

Perlu diketahui, rumah makan ini tidak menggunakan jeroan dan bagian kepala untuk seluruh masakan. Hanya memakai bagian iga, tulang belakang, dan kaki.

Bagi Anda yang takut dengan kolesterol sehabis menyantap daging kambing muda, jangan khawatir. Setiap sajian diberi acar nanas yang dipercaya dapat menetralisir lemak jahat.

“Waktu itu saya diberi tahu orang Arab, mereka sangat sering makan kambing tapi tidak ada yang kena darah tinggi. Temyata rahasianya karena mereka selalu makan nanas, tutur pria yang pernah bertugas di TNI.

Harga yang ditawarkan di rumah makan Ini cukup terjangkau, seperti sate kambing muda Rp 35.000 per porsi, gulai kambing Rp 25.000, sup kambing Rp 25.000. Ada pula menu tambahan, seperti nasi goreng madinah, sate ayam, hingga gu-rami bakar dan goreng.

Saung

Suasana di Rumah Makan Madinah ini sangat sejuk. Dengan luas lahan kurang lebih 3.000 meter persegi, dibuat banyak saung. Semuanya ada 23 saung. Saya rasa orang bosan dengan suasana rumah makan yang klasik dan kaku, tetapi lebih suka pada suasana pedesaan,” tutur Royani.

Pada hari biasa, banyak tamu dari partai politik dan organisasi kemasyarakatan. Sehingga rencananya rumah makan iniakan menyediakan fasilitas aula untuk ruang pertemuan dan seminar.

Bagi Anda yang membawa serta keluarga, tempat ini cocok. Ada arena bermain untuk anak. Meski cuacanya sangat panas, tidak terlalu terasa karena seluruh lahan dinaungi pohon-pohon yang rindang.

Semua aneka masakan dari kambing muda ini, sangat terasa bumbunya. Menurut Royani, untuk menghasilkan masakan berbahan dasar kambing haruslah berani bereksperimen dengan bumbu.

“Kami memakai rempah-rempah khas Timur Tengah seperti kapulaga dari India, juga cengkih. Semua diracik sendiri. Jadi bukan dari bumbu kemasan. Kuncinya harus berani bumbu,” jelasnya. Meski khas Timur Tengah, semua bumbu-bumbu bisa didapatkan secara lokal.

Kepiawaian dalam meracik bumbu tersebut didapatkan Royani ketika secara kebetulan dirinya pergi ke Tanah Suci Mekah untuk ibadah haji dan berkenalan dengan orang Arab yang bertugas menyediakan katering.

Dari situlah ia belajar berbagai macam masakan yang berkaitan dengan kambing. Kemudian Royani memberanikan diri membuka restoran. “Saya juga mendapat banyak masukan dari teman-teman. Mereka yang semula tidak doyan kambing jadi sangat suka. Ya karena tidak ada baunya,” ujarnya sambil tersenyum, dm

 

Written by ibu didin

June 24th, 2011 at 3:04 am

Posted in tips

Pengalaman nyeri pinggang (low backpain/lage rugklachten)

without comments

Pengalaman tidak mengenakkan nyeri pinggang (Low Backpain/lage rugklachten)
*yang dituliskan disini bukan resep/anjuran medis loh, resiko pembaca diluar tanggungan penulis ^^*
Sudah dua tahun terakhir ini saya mengalami nyeri pinggang, sepertinya lebih dari dua tahun, hanya saja yang kerasa mengganggu dua tahun terakhir ini, sebelumnya dicuekin saja. Sebenarnya tubuh kita punya mekanisme sendiri, rasa sakit misalnya, menjadi alarm rasa sayang bahwa ada sesuatu yang salah, tidak harus perawatan yang heboh, mungkin saja degenerasi fungsi tubuh tanda-tanda kurang olah raga, makan tidak seimbang, kurang atau kelebihan tidur, atau tanda-tanda penuaan ^_^ sebaliknya bisa saja peringatan tubuh itu menunjukkan hal-hal yang benar-benar tidak baik sedang terjadi.
Dua tahun ini nyerinya menjadi-jadi, kalau sudah begitu tidak elastis bergerak, dipake jalan sakit, dipake berdiri sakit, dipake duduk sakit, dipake berbaring juga tidak bisa elastis gerakannya. Kalau sudah begini jadi ingat anak masih kecil, masih perlu digendong2, perlu lari-lari, masak ibunya sudah KO. Kadang nyerinya datang beberapa bulan sekali, namun sejak tinggal di negara bersuhu dingin (jauh lebih dingin dari tempat kelahiran kota Batu, maupun tempat tinggal kota Bandung), maka nyeri pinggangnya semakin intensif, kadang datang tiap bulan atau tiap minggu. Ini sudah diluar kemampuan diri sendiri mengatasi, need help :(
Maka beberapa bulan lalu, untuk pertama kalinya saya manfaatkan asuransi, berkunjung ke dokter. Kalau di Belanda, berkunjung ke dokter dengan membuat janji sebelumnya (hari dan jam), mungkin ada baiknya juga ya, agar tidak ngantri lama dan terpapar virus si sakit yang lain di tempat berobat (Nosocomial Infection), tapi kalau sedang nyeri-nyerinya jadi malas membuat janji, belum tentu hari itu juga, akibatnya ya malas lagi kedokter dan ditunda-tunda. Dan kunjungan pertama adalah ke dokter umum, tidak langsung dokter spesialis. Tetapi untuk dokter kampus (TU Delft) saya ga pake bikin janji loh, langsung datang dan dilayani :D Sebelumnya dari rumah sudah saya siapkan selembar kertas berisi apa saja keluhan, kapan dirasakan, riwayat melahirkan,hal-hal yang dirasa perlu/berhubungan, khawatir melupakan hal-hal penting.
Dokter kemudian melakukan serangkain tes untuk menguji kelenturan pinggang dan panggul, mungkin untuk menentukan pula perlu tidaknya rontgen. Kesimpulan awalnya, terjadi ketidak seimbangan otot panggul dan perut, mungkin ketika hamil beban di perut membuat otot2 punggung dan pinggang tegang turut menahan beban, setelah anak lahir, otot perutnya tidak dilatih/terlatih sehingga kendor (selulit itu loch) sehingga tidak seimbang lagi dengan pinggang dan punggung, otot2nya tidak kembali ke tempat semula. Dan ini diperparah dengan profesi atau kebiasaan. Dulu sebagai orang IT kebanyakan ya di depan komputer, duduk dengan posisi sama (yang bisa saja salah) selama berjam-jam, kemudian juga bagi yang suka nyetir (mobil ataupun motor) tanpa kerasa tubuh di posisi yang sama berjam-jam. Maka tegangan demi tegangan kita bebankan kepada tubuh bagian belakang. Kira-kira beginilah struktur bagian tubuh belakang (dikutip dari mayo clinic)
“Your backbone (vertebral column) is actually a stack of more than 30 bones called vertebrae. Together they create a bony canal that surrounds and protects your spinal cord. Small nerves enter and exit the spinal cord through spaces in your vertebrae. The vertebrae are held together by muscles, tendons and ligaments. Between the vertebrae are intervertebral disks, which act as shock absorbers by preventing the vertebrae from hitting one another when you walk, run or jump. The intervertebral disks also allow your spine to twist, bend and extend. The lower back — which carries most of your weight — is the site of most back pain.”
Kalau dibaca terus, maka ada

*yang dituliskan disini bukan resep medis loh, resiko pembaca diluar tanggungan penulis ^^*

Sudah dua tahun terakhir ini saya mengalami nyeri pinggang, sepertinya lebih dari dua tahun, hanya saja yang kerasa mengganggu dua tahun terakhir ini, sebelumnya dicuekin saja. Sebenarnya tubuh kita punya mekanisme sendiri, rasa sakit misalnya, menjadi alarm rasa sayang bahwa ada sesuatu yang salah, tidak harus perawatan yang heboh, mungkin saja degenerasi fungsi tubuh tanda-tanda kurang olah raga, makan tidak seimbang, kurang atau kelebihan tidur, atau tanda-tanda penuaan ^_^ sebaliknya bisa saja peringatan tubuh itu menunjukkan hal-hal yang benar-benar tidak baik sedang terjadi.

Dua tahun ini nyerinya menjadi-jadi, sehingga tidak elastis bergerak, dipake jalan sakit, dipake berdiri sakit, dipake duduk sakit, dipake berbaring juga tidak bisa elastis gerakannya. Kalau sudah begini jadi ingat anak masih kecil, masih perlu digendong2, perlu lari-lari, masak ibunya sudah KO. Kadang nyerinya datang beberapa bulan sekali, namun sejak tinggal di negara bersuhu dingin (jauh lebih dingin dari tempat kelahiran kota Batu, maupun tempat tinggal kota Bandung), maka nyeri pinggangnya semakin intensif, kadang datang tiap bulan atau tiap minggu. Ini sudah diluar kemampuan diri sendiri mengatasi, need help :(

Maka beberapa bulan lalu, untuk pertama kalinya saya manfaatkan asuransi, berkunjung ke dokter. Kalau di Belanda, berkunjung ke dokter dengan membuat janji sebelumnya (hari dan jam), mungkin ada baiknya juga ya, agar tidak ngantri lama dan terpapar virus si sakit yang lain di tempat berobat (Nosocomial Infection), tapi kalau sedang nyeri-nyerinya jadi malas membuat janji, belum tentu hari itu juga, akibatnya ya malas lagi kedokter dan ditunda-tunda. Dan kunjungan pertama adalah ke dokter umum, tidak langsung dokter spesialis. Tetapi untuk dokter kampus (TU Delft) saya ga pake bikin janji loh, langsung datang dan dilayani :D Sebelumnya dari rumah sudah saya siapkan selembar kertas berisi apa saja keluhan, kapan dirasakan, riwayat melahirkan,hal-hal yang dirasa perlu/berhubungan, khawatir melupakan hal-hal penting. Kata dokternya andai saja pasien2 membuat catatan seperti ini (wah ya klo lagi sakit banget ya mana sempet dok :D :D:D).

Dokter kemudian melakukan serangkain tes untuk menguji kelenturan pinggang dan panggul, mungkin untuk menentukan pula perlu tidaknya rontgen (yang dalam kasus saya tidak diperlukan). Kesimpulan awalnya, terjadi ketidakseimbangan otot panggul dan perut, mungkin ketika hamil beban di perut membuat otot2 punggung dan pinggang tegang turut menahan beban, setelah anak lahir, otot perutnya tidak dilatih/terlatih sehingga kendor (selulit itu loch) sehingga tidak seimbang lagi dengan pinggang dan punggung, otot2nya tidak kembali ke tempat semula. Dan ini diperparah dengan profesi atau kebiasaan. Dulu sebagai orang IT kebanyakan ya di depan komputer, duduk dengan posisi sama (yang bisa saja salah) selama berjam-jam, kemudian juga bagi yang suka nyetir (mobil ataupun motor) tanpa kerasa tubuh di posisi yang sama berjam-jam. Maka tegangan demi tegangan kita bebankan kepada tubuh bagian belakang. Kira-kira beginilah struktur bagian tubuh belakang (dikutip dari mayo clinic)

r22_yourback

Your backbone (vertebral column) is actually a stack of more than 30 bones called vertebrae. Together they create a bony canal that surrounds and protects your spinal cord. Small nerves enter and exit the spinal cord through spaces in your vertebrae. The vertebrae are held together by muscles, tendons and ligaments. Between the vertebrae are intervertebral disks, which act as shock absorbers by preventing the vertebrae from hitting one another when you walk, run or jump. The intervertebral disks also allow your spine to twist, bend and extend. The lower back — which carries most of your weight — is the site of most back pain.

Kalau dibaca terus, maka ada beberapa penyebab berbeda nyeri pinggang (atau punggung), tenaga medis akan membantu menentukan diagnosa yang tepat untuk perawatan/penyembuhan yang tepat pula. Dalam kasus saya saat ini diagnosanya seperti yang sudah diceritakan diatas.  Sehingga dokter merekomendasikan untuk melakukan terapi memperbaiki posisi/postur tubuh, memperkuat otot-otot belakang tubuh, otot perut, dan panggul. Nama terapinya ‘oefen therapeuten’ atau “exercise therapy” ini berbeda dengan physiotherapy ataupun terapi pijat.  Biasanya yang ikut terapi ini ibu-ibu yang habis melahirkan untuk memperkuat otot perut, pinggul, atau ibu-ibu yang belajar senam kehamilan, atau nenek-kakek yang mengalami degenerasi fungsi otot, ada juga anak-anak yang salah posisi tubuh. Agaknya terapi ini cukup populer di Belanda, yang membuat metodenya juga orang Belanda (hemm… dari pengamatan saya orang Belanda pandai/mahir bikin teori/frameworks/metode, eh ini mah dari bacaan2 kuliah ^_^ )

Dokter memberikan rekomendasi tempat terapi terdekat dari rumah, ini tempat terapi saya bisa di klik disini.  Tentunya dengan terlebih dahulu membuat janji. Terapis saya bernama Hilda, orangnya Alhamdulillah ramah.  Alhamdulillah untuk terapi juga ditanggung asuransi (maksimal 12 kali terapi), kalau tidak berabe juga ya… sekali terapi yang 15 menit itu ongkosnya 28 – 30 euro atau sekitar 350 ribu kalau dirupiahin saat ini, profesi terapis memang dihargai disini, mereka harus bersertifikat dan terdaftar.

Tiap kamis di jam yang telah disepakati saya datang, Hilda mengajarkan gerakan-gerakan dari yang mudah di pertemuan pertama kemudian meningkat terus. Tidak begitu lama antara 15 – 30 menit, gerakan tersebut dipraktekkan/dilatih di rumah cukup sehari sekali selama 15 – 30  menit. Untuk yang sedang mengalami nyeri pinggang tidak dianjurkan (tidak diperbolehkan) melakukan fitnes yang berat atau aerobic meski low impact, dikhawatirkan memberi beban (strain) yang tinggi pada tubuh belakang sementara posisinya belum diperbaiki.  Jadi selesaikan dulu masalah (low) back pain nya.

Gerakan-gerakannya mirip dengan yang dianjurkan oleh mayo clinic untuk latihan mandiri selama 15 menit di rumah, tetapi bagi yang sedang mengalami nyeri pinggang sebaiknya dibawah pengawasan tenaga medis atau terapis.

1. Knee-to-chest stretch

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Using both hands, pull up one knee and press it to your chest (B). Hold for 15 to 30 seconds. Return to the starting position and repeat with the opposite leg (C). Return to the starting position and repeat with both legs at the same time (D)

2bp

2. Lower back rotational stretch

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Keeping your shoulders firmly on the floor, roll your bent knees to one side (B). Hold for five to 10 seconds. Return to the starting position (C). Repeat on the opposite side (D).

3bp

3. Lower back flexibility exercise

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Arch your back so that your pubic bone feels like it’s pointing toward your feet (B). Hold for five seconds, then relax. Flatten your back, pulling your bellybutton toward the floor — so that your pubic bone feels like it’s pointing toward your head (C). Hold for five seconds, then relax. Repeat.

4bp

4. Bridge exercise

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Keeping your shoulders and head relaxed on the floor, tighten your abdominal and gluteal muscles — then raise your hips to form a straight line from your knees to your shoulders (B). Try to hold the position long enough to complete three deep breaths. Return to the starting position (C). Repeat.

5bp5. Cat stretch

Position yourself on your hands and knees (A). Slowly let your back and abdomen sag toward the floor (B). Then slowly arch your back, as if you’re pulling your abdomen up toward the ceiling (C). Return to the starting position. Repeat.

6bp6. Seated lower back rotational stretch

Sit on an armless chair or stool. Cross your right leg over your left leg. Bracing your left elbow against the outside of your right knee, twist and stretch to the side (A). Repeat on the opposite side (B).

7bp7. Shoulder blade squeeze

Sit on an armless chair or stool (A). Keeping your chin tucked in and your chest high, pull your shoulder blades together (B). Hold for five seconds, then relax. Repeat.

8bp

Tentunya berlatih dengan terapis gerakannya lebih variatif, kadang mempergunakan bola (seperti yang di pilates) dan disesuaikan dengan kondisi pasien. Tetapi bagi yang sehat maka mencegah dengan gerakan2 diatas akan membuat otot-otot tubuh belakang lebih rileks, dan semoga terhindar dari nyeri pinggang atau punggung.

Semoga saya segera pulih, sehat segar bugar, tidak kembali lagi sakit-sakitnya, lebih aktif dan produktif ^^

Pembaca doakan saya ya *takeshi style*

Persiapan musim dingin

without comments

winterPertama kali datang ke Delft, musim gugur sudah menjelang, udara dingin, kering, dan berangin, diteruskan dengan musim dingin yang membeku. Karena tidak mempunyai persiapan yang baik (abah yang lebih dulu tinggal di Delft selama ini cuek dan minim info he..he.) maka efek musim dingin begitu kerasa, kulit yang kasar dan kering, bibir pecah pecah berdarah, dan karena tidak memakai pakaian kebutuhan musim dingin dengan benar berefek pilek sepanjang waktu hingga batuk-batuk, parahnya pas exam batuk saya tak mau kompromi, akibatnya sepanjang tiga jam mengerjakan soal batuk batuk terus, kasian teman sekelas jadi terganggu :(

Beberapa hal yang harus diperhatikan musim dingin:

1. Kelembapan kulit.

- Untuk kulit wajah harus ekstra moisturizer, tips nya memakai pelembap yang lebih mengandung hydrate, dan tetap mengandung SPF-15 (winter bukan berarti UV tidak sampai ke kulit), untuk merek disesuaikan saja selama ini cocoknya yang mana. Di musim dingin, lebih enak tidak memakai alas bedak dan bedak, sehingga setiap waktu kalau kering sekali bisa mengoleskan lagi pelembabnya.

- Untuk kulit wajah mba nana (masih balita), saya pakaikan Vaseline natural (tanpa parfum, tanpa warna, tanpa tambahan macam2, pure vaseline), dikasih tahu Ibu2 disini, dan Alhamdulillah cocok.

- Untuk kulit tangan, kaki, badan, jangan dilupakan, tahun lalu karena kulit kering bersisik dan gatal, mba nana garuk2 terus sehingga berbekas dan semakin banyak, saya dan mba nana memakai pelembab dalam bentuk cream yang sama.

- Ternyata mandi tiap hari juga penting, disamping menjaga kelembapan tubuh juga segera menghapus kotoran, bakteri yang mungkin hinggap, tentunya dengan air hangat, siapa yang kuat air dingin )(*&^%$##

2. Kelembapan bibir

- ini jangan sampai lewat, bisa pecah-pecah dan berdarah, lipglos sepertinya masih kurang melawan musim dingin, saya memakai lipbalm cream kecil yang bisa dibawa kemana saja dan dioleskan setiap waktu. Memang kerasa lebih berminyak, tapi dalam hitungan menit akan kering karena udara musim dingin yang amat kering.

- untuk mba nana saya memakaikan vaseline natural tadi, bisa untuk bibir dan kulit, netral.

3. Asupan cairan

- ini penting, jangan lupa minum, apalagi kadang dalam tidur yang lebih panjang, bangun-bangun tenggorokan kerasa tercekik, sediakan air putih di kamar tidur, apalagi musim dingin bisa malas beranjak ke dapur ^_^. Jangan lupa bekel kalau keluar, bisa membawa botol termos kecil berisi kopi atau teh yang akan selalu hangat, dan air mineral.

- untuk mba nana, karena anak kecil asyik bermain sepanjang waktu, kadang bisa kelupaan minum, maka ibu sediakan botol minumannya yang sudah berisi air putih yang diletakkan dimana saja sejauh penglihatan matanya, dengan refleks kalau ada botol dia akan minum dan minum lagi. Senaja ibu sediakan botol  menarik yang ada sedotannya yang bisa dia buka tutup, atau yang belum pernah di lihat sebelumnya, sehingga baginya menarik (melakukan sesuatu yang belum dilakukan sebelumnya baginya menantang dan membuat kepercayaan dirinya tinggi – show off ala anak2 he..he…).

4. Pakaian yang sesuai

- mungkin ini tantangan bagi yang terbiasa hidup di tropis yang pakai pakaian apa saja tidak masalah, dan untuk keluar rumah tidak harus persiapan pakai ini itu. Tahun lalu kebiasaan cueknya berakibat fatal, keluar rumah di musim dingin tanpa persiapan yang baik membuat pilek sepanjang waktu dan batuk-batuk. Untuk keluar rumah, waktu persiapan harus lebih awal-awal, dari mandi, memakai pelembab ini itu, memakai baju lapis-lapis (misalnya kaos manset, celana longjon/legging, baju luar, syal, jaket, sarung tangan, sepatu boots) whe he he…. jangan lupa prepare barang-barang yang hendak dibawa, sebab kalau ada yang ketinggalan kebayang kan harus ngunci sepedah lagi, nglepas boots dan lain lain, terus make lagi, wah tambah lama tuh :D :D:D Melindungi tenggorokan, tangan, dan kaki sangat penting ketika musim dingin, kalau udara dingin sekali syal nya ditutupkan ke hidung untuk menghindari mudah kena pilek.

- untuk mba nana juga, tahun lalu ibu merasa bersalah sebab mba nana salah outfit waktu ke Maastricht, dan menangis keras karena kedinginan. Anak kecil luas permukaan tubuhnya lebih kecil dari luas permukaan tubuh orang dewasa, sehingga mereka sensitif terhadap cuaca, kalau panas gampang kepanasan, kalau dingin gampang kedinginan, sehingga kalau kepanasan jangan segan segera mengganti baju atau memakaikan baju yang sesuai, demikian pula kalau kedinginan harus ekstra diperhatikan.

- Pada waktu tidur, biasanya ekstra memaka slaapzak (sleeping bag), untuk anak-anak selain slaapzak ada pakaian khusus pembungkus badan untuk tidur.

4. Verwarming (pemanas ruangan)

Jika musim sudah benar-benar dingin rasanya nyaris tidak kuat tanpa menyalakan verwarming, pemanas ini ada yang bisa diatur dinyala-matikan sendiri, ada yang centraal/terpusat satu gedung.  Memang hangat memakai verwarming, tapi menambah kekeringan udara, biasanya berakibat pipi yang memerah. Untuk menambah kelembapan ruangan ini tips yang saya dapat dari ibu2 disini, basahi handuk dengan air (kalau bisa handuk besar dan tebal), peras sedikit agar tidak terlalu banjir/netes, letakkan/jemur diatas verwarming sehingga udara tidak akan terlalu kering.  Tips lain, sebelum menyalakan verwarming buka jendela beberapa waktu agar ada udara luar masuk sehingga tidak tersekap keringnya verwarming. Oh iya jangan tidur dengan kepala dekat verwarming, disamping bisa pusing/migrain karena kepanasan, wajah juga bisa sangat kering karena kontak yang lebih dekat dg verwarming.  Tetapi kalau  misalnya dengan selimut bertumpuk-tumpuk, slaapzak, pakaian dobel-dobel sudah bisa mengatasi dingin, verwarming bisa saja dimatikan.

5. Makanan

- nah nah nah, musim dingin benar-benar membuat lapar, sayangnya kadang malas keluar belanja, tapi ya pada akhirnya daripada kelaparan terpaksa menembus salju toh :D :D:D Mengkonsumsi daging lebih bisa menghangatkan badan, agar tak lupa sayuran, dagingnya dibikin yang berkuah-kuah hangat, ditambah sayur alias sop dong ya he..he… soal makanan mah insyaAllah sudah pada kreatif :) Oh iya, kalau memerlukan, dan saya pikir perlu, konsumsi vitamin C, bisa yang alami dg perbanyak buah-buahan, bisa yang tablet atau pil (saya memakai yang pil).

- khusus untuk mba nana, setiap hari sampai dengan usia 4 tahun, anak-anak diwajibkan mengkonsumsi vitamin D tetes (10 microgram per hari), sebab dalam masa pertumbuhannya mereka memerlukan vitamin D yang tidak diproduksi oleh tubuh, tidak didapat dari makanan, tetapi secara alami berlimpah dari matahari.

Oh iya pada musim dingin, karena kurang terekspos matahari, maka penyakit-penyakit (flu, eczema) lebih mendekam dan lebih lama sembuhnya, maka memang mencegah, persiapan yang baik lebih membantu.

Wah dengan terpaksa ditempa alam yang seperti ini, bisa-bisa pas pulang ke Indonesia kita jadi disiplin dan penuh persiapan yach he..he… baguslah kalau ada peningkatan hal yang baik-baik :D :D:D:D

Demikian pengalaman musim dingin kami, semoga sukses musim dingin kali ini, dan tetap produktif :)  Mangga silahkan kalau mau menambahkan daftar tips nya.

Written by ibu didin

October 19th, 2010 at 10:57 am

Finding mp3 files in internet

without comments

Well, maybe you've already known this. Usually, I do it by asking Mr. Google to give answer to my query. I usually give query something like this

<singer> <song-title> download
or last time I always type something like this
<singer> <song-title> multiply download
But, I just obtained better query. Since I always try to find mp3 files in multiply, then my friend gave this query
<singer> - <song-title> site:multiply.com download
For example:
to find peterpan's song "menghapus jejakmu", I will type in Google search textbox:
peterpan - menghapus jejakmu site:multiply.com download

So easy, right ^^. Thanks Za!!
Aachen, June 25, 2007
My deepest thanks to Reiza, my friend

Written by Eka Afrina

June 25th, 2007 at 5:32 am

Posted in download,music,tips