if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Taujih’ Category

Manfaatkan Waktu dalam Menuntut Ilmu

without comments

Share

masyaAllah… cerita yang menarik dan indah…..
sebagaimana halnya yang saya alami, saya menyesali tahun-tahun di sekitar 1999-2003, pada tahun-tahun bujangan, ga ngasuh anak, ga kerja nyari uang, uang bulanan lancar, nge-kos di tempat yang bagus, kuliah dan hanya kuliah, dan saya………………………… menyedihkan, sedikit sekali buku teks yang dilahap, ga prestatif, ngapain aja? disamping memang ada faktor dari saya sendiri salah pilih jurusan, tetapi memang tidak banyak membaca/melahap teks itu berlangsung sekitar 4 tahun, berarti masa SD saya jauh-jauh lebih baik, hampir 1 hari 1 buku. Tetapi Alhamdulillah kesalahan itu terbayar dengan kesempatan yang Allah hadirkan untuk S2 yang mengubah jalan hidup saya saat ini, Alhamdulillah.

Nah sekarang ini, masyaAllah… hal-hal yang dari dulu tahu tapi ga paham maknanya, konteksnya, maksudnya, sekarang ini terbuka, dikasih-Nya pemahaman… memang ilmu itu dicari tetapi pemahaman itu dimintakan pada-Nya, kalau sudah cling disetrumkan, maka bisa paham, bisa ngerti.

Tetapi, sekarang ini waktu-waktu bekerjaran dengan sempit, hari ini saya mengerjakan setoran untuk esok hari, bukan menunda-nunda, tapi kemarin mengerjakan setoran untuk hari ini, esok mengerjakan setoran untuk esoknya, nyaris tak ada waktu mengerjakan hari ini untuk dikumpulkan seminggu lagi, artinya memang waktu yang cepat sekali berlalu dan kewajiban yang ga berhenti-henti.

Maka dari itu, anak-anakku, adik-adikku yang masih muda, masih ada orangtua yang membiayai, aduh waktu itu sayanggg banget kalau tidak dimaknai/bermakna, berisi hal-hal yang berguna. Nanti giliran pengen melakukan hal yang baik, waktunya terbatas, nyesel, nangis. Terutama masih muda, kuat, sehat, tenaga full, lahaplah itu teks-teks, tidur 4-6 jam saja, yang sehat olahraga, waktu itu berharga

**** antara penyesalan dan kesyukuran

Secuil Pengalaman dalam Menuntut Ilmu

Bicara pengorbanan dan kesulitan dalam menuntut ilmu, kita belum ada apa-apanya bila dibandingkan ulama-ulama dulu. Tapi sekedar berbagi pengalaman, dan memenuhi permintaan sebagian teman, saya akan berbagi satu cuplikan cerita pengalaman saya yang sangat sederhana dalam menuntut ilmu.

Alhamdulillah, sekalipun tidak bisa dikatakan mewah, saya tidak pernah mengalami kekurangan biaya dalam menuntut ilmu, karena saya selalu dapat beasiswa dan kiriman dari orang tua walau tidak banyak.

Alhamdulillah lagi, saya tidak pernah kekurangan makan, sekalipun dengan lauk yang sangat sederhana. Tapi tidaklah sampai makan hanya pakai garam. Akibatnya, ilmu yang saya dapatkan juga hanya amat secuil.

Namun, untuk membeli buku tidaklah bisa seenaknya. Harus menahan perut untuk tidak jajan dan makan mewah. Demi memiliki buku, selama S 1 dan S 2 saya tidak kenal dengan yang namanya rumah makan, apalagi restauran. Kecuali restauran kusyari dan ful. Kalau ada yang traktir baru saya bisa mencoba makan enak di tempat itu. Kalau tidak seperti itu saya tidak akan mungkin punya buku banyak. Sementara saya adalah “hantu” buku semenjak kecil.

Pada suatu kali, saya pergi belanja kebutuhan harian ke pasar Madrasah. Di sana saya menemukan orang menjual buah tin yang sangat ranum. Mekar-mekar dan bersih, serta besar-besar. Harganya 8 pound sekilo. Kebetulan saya sangat suka makan buah tin.

Ketika saya akan membelinya, saya ingat bahwa uang jajan bulan itu harus dihemat untuk beli salah satu buku yang ditulis oleh Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah. Semua buku yang beliau tulis atau beliau tahqiq harganya mahal-mahal. Maklum, isinya memang luar biasa dan cetakannya selalu lux.

Akhirnya saya urungkan niat membeli buah tin, dari pada uang saya kurang untuk beli buku. Saat itu saya tiba-tiba ingat hadits dari Rasulullah yang berbunyi:

“???? ?????: ????????? ??????? ????????? ???????????? ???????? ???? ???????? ??? ?????????”

Siapa yang mengucapkan: Subhanallahil ‘Azhimi wa bihamdihi, ditanamkan untuknya sebatang kurma di surga”. (HR. Turmudzi)

Lalu hati saya berkata, lebih baik baca saja zikir ini sebanyak-banyaknya, kalau pun tidak bisa makan buah tin di dunia, semoga dapat buah tin yang lebih banyak dan lebih nikmat di akhiarat nanti. Lidah sayapun segera mengucapkannya berulang kali dengan khusyu’.

Tanpa saya sadari, tiba-tiba ada rasa gembira dan haru luar biasa yang menjalar keseluruh pori-pori tubuh saya. Akibatnya sampai kemata, yang membuat butiran air mendesak untuk keluar. Allah mengganti nikmat buah tin dengan nikmat lain. Tanpa bisa ditahan, sayapun menangis haru di tengah pasar.

Saya berharap, sekalipun sekarang tidak mesti seperti itu lagi, Allah tetap memberi saya nikmat buah tin di akhirat nanti. Kalau dulu finansial terbatas untuk beli buku, tapi waktu membaca terhampar seluas-luasnya, tanpa ada gangguan dan batasan. Adapun sekarang, bisa beli buku apa saja, kapan saja dan berapa saja, tapi tidak punya waktu seluas dulu lagi untuk membaca. Hanya lebih-lebih waktu bisa digunakan untuk “bermesraan” dengan buku-buku. Waktu libur betul-betul nikmat digunakan untuk itu.

Demikian lah kehidupan dunia, dilebihkan di sini dikurangi di sana. Dikurangi biaya, dihamparkan kesempatan. Hanya di akhiratlah semuanya terhampar seluas-luasnya, semaunya kita.

Tiadalah kehidupan sebenarnya selain kehidupan akhirat.

Ya Rabbi, selamatkan kami dari neraka dan masukkan kami bersama hamba-hamba-Mu yang shaleh ke surga-Mu.

Written by ibudidin

October 12th, 2014 at 8:35 am

Posted in Tafakur,Taujih

In memoriam Usth.Yoyoh Yusroh: How do you want to be remembered?

without comments

Malam hari waktu Belanda, abah yang masih begadang tergopoh2 mengabarkan ustadzah Yoyoh meninggal di rumah sakit. Innalillahi wa inna ilaihi rajiún… sejenak kemudian abah mengabari beliau meninggal karena kecelakaan. Sejak itu kami terus mengupdate berita lewat internet. Adik saya yang di Bogor juga mengirimkan SMS berantai yang sudah menyebar.

Ustadzah Yoyoh memang menggetarkan, meski tidak mengenal secara langsung, tapi ikatan aqidah dan hati yang membuat seolah-olah beliau adalah orang dekat. Saya ingat abah pernah menyatakan kekagumannya kepada Ustadzah Yoyoh, daíyah, menguasai bahasa Arab, menghafal qurán, menghafal hadist, meski sederhana dalam pilihan busana, wajah tanpa make up, tapi penampilannya selalu segar, dihiasi senyum. Abah menyatakan bahwa itulah sosok akhwat yang ideal, tanpa banyak polesan topeng, tapi kelebihannya dalam iman, takwa, ilmu, dan amal itulah yang akan membedakan.

*wadezig jadi ibu kumaha nie bah???*

Abah benar semuanya, beliau sosok teladan muslimah jaman ini, apik, rapi, pandai mengelola urusannya, amanah-amanahnya tunai diemban. Peran peradaban sebagai istri dan ibu sukses dikelola, buktinya? 13 anak yang insyaAllah shalih shalihah, 6 diantaranya hafizh Qurán. Peran dakwahnya jalan terus, amar ma’ruf nahi munkar ga ada matinya, berdakwah, amanah di partai, hingga amanah sebagai wakil rakyat di DPR 3 periode berturut-turut. Semua misi tertunaikan, tanpa melalaikan amal ibadah penghambaan kepada-Nya. Tilawah tiga juz perhari (subahanaLlah tiga juz perhari), menambah hafalan, tahajud dan ibadah lainnya.  Kesaksian tentang sosok almarhumah dituliskan oleh teh Pipit Senja, dapat dibaca disini.

Dalam penggalan kultwit http://twitter.com/#!/ridlwanjogja, Ustadz Hilmi memberikan sambutan di acara pemakaman ustzh.Yoyoh:
48. Sambutan keluarga diwakili KH Hilmi Aminuddin. Terbata-bata. Sembab. Ini saya kutipkan petikannya.#Bunda
49.“Saya dapat ucapan takziah dari seluruh dunia” ujar Hilmi. Dari jalur Gaza, mujahidin Palestina semua berdoa utk almarhumah. #Bunda
50.“Kehilangan Yoyoh adalah kehilangan bagi dakwah internasional. Pasukan perdamaian TNI di Darfur Sudan juga kirim takziah. #Bunda
51. Yoyoh menjadi anggota dewan 3 periode sejak 99. Pernah di komisi pendidikan, agama, terakhir di komisi 1 militer dan intrnasonal. #Bunda
52.Yoyoh berhasil membawa bantuan masy Indonesia ke jalur Gaza. Membantu buat rumah sakit di Gaza dan lobi perdamaian Sudan #Bunda
53. Hilmi menjadi sentimental ketika cerita perkenalannya dg Yoyoh . Bedrulang-ulang usap airmata. #Bunda
54. “Saya kenal sejak pertengahan 80-an, saat beliau masih mahasiswi IAIN Ciputat” kata Hilmi #Bunda
55. Tak hanya mendengarkan ceramah, Yoyoh komitmen untuk ikut dalam gerakan dakwah. Dia tak hanya mendengar tapi berbuat. #Bunda
56. “Ketika sy dipenjara Soeharto Orba 2 tahun, dia sabar terus dakwah. Keluar penjara, saya dilapori perkembangan dakwah. #Bunda
57.”Suatu saat Yoyoh bilang , ustad saya diminta menikah oleh ortu. Tolong carikan calon” #Bunda
58.”Saya cari yang siap nikah sesama aktivis dakwah. Terserah ustad.” #Bunda
59. Majulah Budi Darmawan. Saat lapor ortu di Bandung, bahkan tak tahu nama lengkapnya. Siapa calonmu ? Yoyoh.Saya belum prnah ktemu. #Bunda
60. Restu ortu hadir. Dua mhsw itu dinikahkn. Hilmi melamarkan ke rumah ayah Yoyoh, KH Abdus Somad di Tangerang #Bunda
61.Menurut Hilmi, sejak tahun 84 itu hingga kemarin, Yoyoh tak pernah mengeluh sedikitpun menerima amanah. #Bunda
62.Ketika ditugaskan ke luar negeri juga tak ribut cari uang saku. Bahkan nombok. Tak risau tinggalkan keluarga. #Bunda
63. Saat hadiri acara wisuda @bangumar sampai akhirnya kecelakaan, juga bukan mobil negara. Tak mau dibiayai tiket pesawat.#Bunda
64. Hilmi : 13 putra-I nya semua salih dan shalihah. Paduan sejati antara wanita karir dan ibu rumah tangga. juga istri berbakti #Bunda
65. Posisi di DPR hanya wasilah dakwah. Sarana dakwah. Tak menonjol tapi amanah. Semua lpj keuangan rapi. Semua tgs komisi selesai. #Bunda

Demikian pula penggalan kesaksian di kultwit http://twitter.com/#!/salimafillah
1. Hanya berkesempatan beberapa kali jumpa #Bunda #Yoyoh, saya selalu berada dalam perasaan antara takjub & malu. Satu saat, sebelum suatu..
2. ..acara di mana #Bunda #Yoyoh & P’ Budi Dharmawan menjadi pembicara serta saya sebagai moderatornya; di belakang panggung tersaksikan..
3. ..suami-isteri itu bergandengtangan, saling bertatap sambil tersenyum, & saling menyimak-ulang hafalan Al Quran! MasyaaLlh. #Bunda #Yoyoh
4. Saya bertanya, berapa Juz masing-masing mereka membaca Al Quran seharinya? Kata #Bunda #Yoyoh, “Sangat kurang dibanding apa yang harus..
5. …kami penuhi selayaknya. Hanya 3 Juz.” Saya: “Bukannya P’ Budi & #Bunda #Yoyoh sibuk sekali, bagaimana bisa menyempatkan sebanyak itu?”
6. “Justru karena sibuk & banyak hadapi aneka persoalan serta begitu beragam manusia, maka HARUS memperbanyak Al Quran”, kata #Bunda #Yoyoh
7. Saya juga ingat, P’ Budi kalau memanggil #Bunda #Yoyoh, “Istriku, Cintaku, Kasihku, Sayangku, Yoyoh yang Shalihah!”, pun di forum itu.

Juga ada kesaksian dari Bu Netty Prasetyani yang bisa dibaca disini

Sms terakhir beliau kepada seorang sahabatnya: “Ya Robb aku sedang memikirkan posisiku kelak di Akhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita, Khadijah Al Qubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafshah yang dibela Allah saat akan dicerai karena Showwamah dan qowwahmahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadits, sedang aku… ehm, 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shobirah. Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad. Atau dengan siapa ya Allah? Tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di Taman FirdausMu”.

Amiinn amiiinnn amiinnn…..Beliau memang selalu ingin dipertemukan dengan orang-orang yang lebih baik dari dirinya. (baca link ini)

Kepada suami, beliau selalu berikan pelayanan terbaiknya, salah satu tips beliau “Ummi berusaha senantiasa wangi jika dekat-dekat Abi dan menjaga untuk tidak pernah tertidur dalam keadaan kelelahan sehingga ketika pulang ke rumah di waktu apapun berusaha senantiasa membersihkan tubuh dan tidur dalam keadaan wangi dan bersih.” Selengkapnya dapat dibaca disini.

Mendidik anak dengan keteladanan, mungkin itulah kuncinya, keteladanan bunyinya lebih nyaring dari segala nasehat. Tips pendidikan anak dari ustadzah Yoyoh dapat dilihat disini. Pendidikan Quráni itu yang utama, rekaman ceramah ustadzah tentang “Anakku Cintailah Al-Qurán” dapat diunduh disini.  Untuk bisa menjadi ibu pelahir generasi, bu Yoyoh mempersiapkan fisik, sehat, makan yang bergizi dan diperlukan tubuh, demikian pula fikri yang cerdas, wawasan luas, dan ruhiyah yang kuat. Video bu Yoyoh pada peringatan hari ibu dapat dilihat disini.

Subhanallah, inilah akhwat prestatif jaman ini, patut diteladani. Kehadirannya menggenapkan, kehilangannya mengganjilkan (baca tausiyah ustazah di link ini), keberadaannya menebar manfaat, inspirasi, dan menggerakkan, demikian pula kepergiannya tetap menjadi hikmah kemanfaatan dan inspirasi bagi orang2 yang mencintai kebaikan, dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Dihormati bahkan oleh orang yang berbeda keyakinan, benar2 penebar rahmat. (baca kesaksian kolega di DPR, bahkan yang berbeda partai disini)

Momen ini untuk yang kesekian kali membuat saya tergerak, seperti apakah akhir hidup nanti, how do you want to be remembered? Agaknya benarlah, kehidupan seseorang bisa dilihat dari kematiannya, seperti ulama Ibnu Taimiyah yang ketika wafatnya dihantar beribu-ribu orang dijalan, sang murabbi Ust.Rahmat Abdullah, dan sekarang sang murabbiyah Ustadzah Yoyoh Yusroh.

Ya Allah saya ingin menunaikan amanah2 dengan tuntas, amanah sebagai hamba-Mu untuk dapat beribadah dengan baik kepada-Mu, amanah peradaban sebagai istri dan ibu… pelayanan kepada abah, pengasuhan kepada anak2, dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Dan ini bukan angan-angan, karena ada yang bisa melakukannya, ada teladan nyata almarhumah ibu Yoyoh Yusroh.

Written by ibu didin

May 22nd, 2011 at 8:56 am

arrghhh a’udzubillahiminasy syaithonnirrojiimmm

without comments

Shaitan Giving you excuses not to pray Because you have an exam tommorow

Written by ibu didin

March 13th, 2011 at 4:34 pm

Seramnya Ghibah

without comments

Untuk yang kesekian kali, mengingatkan diri sendiri:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS.Al Hujurat [49] ayat 12)

Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: ”Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka kata Nabi saw: “engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata para sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu? Jawab Nabi SAW: Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah mengghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.”(HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

Muslim dengan muslim lainnya itu bersaudara, tidak boleh mengkhianati, mendustakan dan menghina. Setiap muslim dengan muslim lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini ! (sambil nabi SAW menunjuk pada dadanya) Cukup disebut seorang itu jahat jika ia mencaci saudaranya sesama muslim (HR. Muslim 2564)

Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya sesama muslim, maka Allah SWT akan membelanya dari neraka kelak di hari Kiamat.” (HR. Tirmidzi 1932, Ahmad 6/450)

=====
“Ya Allah hilangkanlah prasangka buruk dari hati ini, luaskanlah dada ini dalam berukhuwah, lapangkanlah hati ini mengikhlaskan perkataan buruk orang lain, jagalah lidah ini dari menyakiti saudara sesama muslim. Cukup seorang muslim disebut jahat, apabila dia menjelek-jelekkan saudara seimannya. Jagalah hamba ya Allah… jangan biarkan menjadi orang-orang bangkrut yang pahala kebaikannya (jika ada) habis untuk membayar ganti rugi terhadap orang2 yang tersakiti.”

Written by ibu didin

January 13th, 2011 at 4:11 pm

Posted in ghibah,Taujih

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

without comments

“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.
Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)
Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”
(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)

“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)

Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”

(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)

Written by ibu didin

August 1st, 2010 at 2:22 am