if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘SITTI’ Category

Cemungud Kaka…eaaaaaa

without comments

Judul posting ini emang alay banget,gue akui itu ha3x. Minggu ini di kantor merupakan hari yyang sangat berkesan bagi gue. Gimana tidak, sat in ada VC dari silicon valley ingin berinvestasi di perusahaan gue. Dengan begitu gue n rekn gue disibukkan dengan proses due diligence. Kami perlu menyiapkan dokumen, menghadapi wawancara (interview) dengan perwakilan VC (semacam technical auditor/assesor), menyediakan dokumen, jawaban yg dibutuhkan auditor di luar kerjaan rutin.
Yang menarik dari due diligence ini adalah bertemu dan berdiskusi dengan sang auditor, Dolf Starreveld. Dia adalah seseorang yang sudah malang-melintang di dunia IT. Dia pernah mnjadi programmer, project manager, hardware programmer bahkan operational manager sebuah pabrik. Dia mengerti dengan cepat apa yang kami utarakan, bahkan dapat memberikan solusi kasar untuk beberapa persoalan di bidang pekerjaan.
Dalam salah satu kesempatan,dia bertanya kepada gue apa yang kusukai dari, tidak kusukai dari dan harapan terhadap pekerjaan di perusahaan. Gue menjawab apa adanya dan berdasarkan yang kuutarakan dia bilang kalo jawabanku kontradiktif. Gue bilang mau belajar project management, network architecture, good programming principles juga software design. Baginya itu adalah arah yang saling menjauhi satu sama lain. Kujawab intinya bahwa saat ini gw berada di posisi manajerial tapi posisi ini membuatkan kehilangan rasa puas yang kudapat ketika menjadi programmer.
Dolf kemudian memberikan saran yang sederhana. Gue hanya perlu membayangkan apa yang gue lakukan 10 tahun mendatang. Apakah menjadi seorang programmer, manager atau mungkin hal lain. Hal ini tidak perlu dengan segera diputuskan, karena itu sering kali membutuhkan waktu. Dia menyarankan, untuk saat ini cobalah untuk mempelajari design pattern dan programming principles yang baik. Dari sana dan apabila melakukan dengan benar, mungkin gue akan dapat menjadi seorang software architect. Tentunya apabila dalam perjalanan gue ternyata menghendaki hal lain, maka pilihlah jalan tersebut.
Wah, hal ini bener-bener memberikan semangat bagiku. At least, sekarang gw tahu apa yang perlu gue lakukan saat ini. Gue saat ini bener-bener bersemangat untuk mempelajari design patterns. Bagaimana dengan bayangan tentang diri gue 10 tahun mendatang? Hehehe sebenarnya gue udah tahu apa yang gue harapkan 10 tahun mendatang. Semoga saja itu tercapai. Cemungud Kaka...eaaaaaa

Written by Mohammad Ridwan Agustiawan

September 2nd, 2012 at 12:17 am

Rencana untuk Anak Buah

without comments

Jumat kemaren gu ketemu ex-boss gue. Kami ngobrol panjang lebar, di antaranya soal karir/pengembangan diri anak buah.

Dia mencontohkan bahwa rekan kerja gue yang sekarang jadi boss gue itu adalah salah aatu didikan dia. Temenku itu dua tahun kerja bareng dia dan selama dua tahun itu pula temenku mendapatkan pelatihan/pengetahuan tentang manajemen. Idenya adalah setiap orang perlu diberikan motivasi dan kesempatan untuk mengembangkan diri dan menjadi lebih baik sebab (kesuksesan/kehebatan) manager sebaik (kesuksesan/kehebatan) timnya (manager is as good as his team).

Pernyataan itu membuatku tergelitik dan mulai merencanakan jenjang/pengembangan karir bagi anak buahku. Ya Allah SWT semoga Engkau memberiku petunju dan kekuatan untuk hal ini. Amin.

Written by Mohammad Ridwan Agustiawan

August 5th, 2012 at 12:48 am

Posted in manajemen,rencana,SITTI

Bertahan atau Pindah

without comments

"Wan jadi gimana dengan rencanamu? Jadi keluar?", itulah pertanyaan yang diajukan sahabatku beberapa jam yang lalu. Well, dia bertanya seperti itu karena gue pernah mengutarakan ketertarikanku untuk bekerja di luar negeri. Alasanku mau kerja di luar negeri sih sebenarnya simpel: gaji yg (mgkn) lebih baik, kerjaan baru (beda dengan yang selama ini kukerjakan), dan perasaan ingin tahu apakah aku punya skill mumpuni untuk kerja di luar. Alasan yang terakhir adalah salah satu yang terkuat.

Dulu setelah gue lulus S2 di jerman,gue mencoba mencari kerja di jerman dan gue gaagal. Alasan utama adalah sulitnya mendapatkan visa kerja serta ekonomi eropa sedang sulit akibat krisis ekonomi global 2008. Gue juga agak sedih karena ada kenalanku yang ngomong "Si X dapat kerja di jerman, berarti dia kepake dong". Gue jadi ngerasa ga kepake n punya skill untuk gawe di jerman. Terus terang ini sangat menggalaukan hati.

Jadi ketika ada tawaran dari temen untuk (dicarikan) kerja di singapur, gue sangat antusias. Apalagi belakangan aku agak bosen dengan pekerjaan rutin.

Apakah gue akan cabut? Itu nurut gue tergantung kepada bagaimana perusahaan akan berkembang nantinya, apakah harapanku bisa diakomodasikan. Terus terang gue seneng dengan perusahaan gue skrg. Temen2 ramah, lingkungan enak, posisi gue skrg juga cukup dihormati. But, i'm bored. I want new challenge. I want new things and I think I want higher salary he3x. Walaupun keinginan cabut cukup kuat, gue masih melihat kalo tim belum cukup solid untuk ditinggal. So, until I'm satisfied, I stay here.

Ada hal lain yang membuatku mungkin ga akan segera pindah. Kudengar akan ada venture company masuk ke SITTI dan ini akan mengubah banyak hal. Mungkin akan ada software architect ex-facebook yang akan bergabung/bekerja sama dengan perusahaan. So, gue bisa belajar hal baru dan ini membuatku excited.

Tapi gimana pun juga, rasa penasaran, keinginan untuk menantang diri dengan hal baru serta gaji yang lebih besar masih sangat menarik bagi gue.

So, paling gak, gue akan tetap di SITTI sampai 3 bulan ke depan. Setelah atau selama itu, gue akan terus berpikir "Bertahan atau Pindah".

Written by Mohammad Ridwan Agustiawan

July 28th, 2012 at 1:58 am

Pembayaran SITTI kedua

without comments

Alhamdulillah akhirnya SITTI telah membayar penghasilan keduaku. Lumayanlah buat jajan. Ayo frens, daftar menjadi publisher SITTI ^^

Written by Mohammad Ridwan Agustiawan

September 7th, 2011 at 9:45 am

Posted in penghasilan,SITTI

Mencoba SITTI

without comments


Well, jika para pembaca melihat tiang samping (sidebar :D) kanan blogku, maka akan terlihat perbedaan yang cukup mencolok. Yap, ada dua frame yang baru kutambahkan. Frame yang atas adalah staging, sedangkan frame yang di bawahnya disebut live.

Kedua frame tersebut adalah apa yang SITTI kerjakan selama beberapa bulan belakangan ini. SITTI mengembangkan sebuah platform iklan kontekstual berbahasa Indonesia. Waduh, hewan apa pula itu? Singkat kata, SITTI berusaha menampilkan iklan yang sesuai dengan apa yang sedang dibicarakan dalam suatu tulisan.

Just imagine it this way. Misalnya seseorang mempunyai tulisan (artikel koran, blog, dll) yang berbicara tentang mobil. Nah, mesin SITTI akan mengenali tulisan tersebut dan mengambil kesimpulan bahwa tulisan itu berbicara tentang mobil. Kemudian, SITTI akan menampilkan iklan-iklan yang berhubungan dengan mobil seperti: bengkel mobil, spare part mobil, klub mobil, dll.

OK, lalu apa sih keuntungannya kalo kita menggunakan SITTI dalam halaman blog/website kita. Well, UUD. Ujung-ujungnya duit. Kalau kita memasang SITTI, lalu ada pengunjung tulisan yang meng-klik iklan yang disajikan SITTI, maka SITTI akan membayar untuk klik yang terjadi. Saat ini SITTI udah mulai full commersial. So, kenapa ga masang SITTI? Kan lumayan dapat duit ketika ada orang membaca tulisan kita dan mengklik iklan yang ditampilkan.

Atau bahkan beriklan dengan SITTI. Saat ini (11 Jan 2011 pukul 10.14 WIB), tercatat ada 4500an blog, website, news site yang telah bergabung dengan SITTI. Apa yang kita iklankan berpotensi untuk ditampilkan di halaman website mereka, dan kita hanya perlu membayar apabila ada klik yang terjadi.

Jadi, ayo kita mencoba SITTI.

PS: SITTI dikembangkan oleh orang Indonesia loh, bukan dikembangkan di Singapura seperti yang pernah digosipkan di sini dan sini.


Written by Eka Afrina

January 11th, 2011 at 9:43 am

Mencoba SITTI

without comments


Well, jika para pembaca melihat tiang samping (sidebar :D) kanan blogku, maka akan terlihat perbedaan yang cukup mencolok. Yap, ada dua frame yang baru kutambahkan. Frame yang atas adalah staging, sedangkan frame yang di bawahnya disebut live.

Kedua frame tersebut adalah apa yang SITTI kerjakan selama beberapa bulan belakangan ini. SITTI mengembangkan sebuah platform iklan kontekstual berbahasa Indonesia. Waduh, hewan apa pula itu? Singkat kata, SITTI berusaha menampilkan iklan yang sesuai dengan apa yang sedang dibicarakan dalam suatu tulisan.

Just imagine it this way. Misalnya seseorang mempunyai tulisan (artikel koran, blog, dll) yang berbicara tentang mobil. Nah, mesin SITTI akan mengenali tulisan tersebut dan mengambil kesimpulan bahwa tulisan itu berbicara tentang mobil. Kemudian, SITTI akan menampilkan iklan-iklan yang berhubungan dengan mobil seperti: bengkel mobil, spare part mobil, klub mobil, dll.

OK, lalu apa sih keuntungannya kalo kita menggunakan SITTI dalam halaman blog/website kita. Well, UUD. Ujung-ujungnya duit. Kalau kita memasang SITTI, lalu ada pengunjung tulisan yang meng-klik iklan yang disajikan SITTI, maka SITTI akan membayar untuk klik yang terjadi. Saat ini SITTI udah mulai full commersial. So, kenapa ga masang SITTI? Kan lumayan dapat duit ketika ada orang membaca tulisan kita dan mengklik iklan yang ditampilkan.

Atau bahkan beriklan dengan SITTI. Saat ini (11 Jan 2011 pukul 10.14 WIB), tercatat ada 4500an blog, website, news site yang telah bergabung dengan SITTI. Apa yang kita iklankan berpotensi untuk ditampilkan di halaman website mereka, dan kita hanya perlu membayar apabila ada klik yang terjadi.

Jadi, ayo kita mencoba SITTI.

PS: SITTI dikembangkan oleh orang Indonesia loh, bukan dikembangkan di Singapura seperti yang pernah digosipkan di sini dan sini.


Written by Mohammad Ridwan Agustiawan

January 11th, 2011 at 9:43 am

Susahnya Mencari Programmer

without comments

Sebuah tim tidak akan bisa bekerja dengan optimal atau bahkan maksimal apabila tidak terbentuk dari orang-orang yang kapabel, solid dan tangguh. Lihat saja apa yang dinyatakan oleh Hiramsyah S Thaib (CEO Bakrieland): ".. membentuk winning team. Jadi saya harus mampu membentuk tim yang tangguh dan memiliki jaringan yang kuat. Kalau tiga tugas itu sudah dikerjakan dengan baik, perusahaan sudah bisa terbang."

Bagaimana dengan SITTI, well, tidak jauh berbeda. Keinginan SITTI untuk berkompetisi side-by-side dengan google, tentunya membutuhkan winning team. Untuk itulah SITTI berupaya keras untuk menarik orang-orang yang kreatif, berkemauan keras dan mau bekerja keras untuk bergabung dengan Tech Team SITTI. Lowongan karir pun telah diberitakan melalui berbagai media, di antaranya tentunya di website SITTI sendiri.

Apa mau dikata, ternyata mencari orang yang tepat untuk posisi-posisi yang disebutkan di website tersebut ternyata tidak mudah. Sejak gw bergabung dengan SITTI di bulan Agustus 2010, setahu gw baru ada 2 orang yang bergabung dengan Tech Team untuk posisi Tech/Network Support dan Test Analyst. Lha, emangnya sulit ya untuk mencari programmer? Emangnya programmer seperti apa sih yang diperlukan oleh SITTI?

Well, ternyata jawabannya agak-agak susah juga. SITTI sebenarnya mencari beberapa junior programmer, yang paling ga udah punya sedikit pengalaman dengan SQL (untuk database), PHP dan atau scripting language. Selain itu, diharapkan programmer tersebut dalam belajar dengan cepat untuk mempelajari framework yang telah dikembangkan di SITTI. So, it should not be that hard, I suppose.

But guess again, its quite hard. Lamaran yang masuk ke SITTI, rata-rata mengharapkan menjadi Business Process Analyst. Wow, great dream, we should support them.

But hey, do you have any experience in developing any system? Nope, they dont have. Hey, how could you become a Business Process Analyst, if you've never developed any system? Apa ada perusahaan yang mau mempekerjakan seseorang yang belum mengerti apa-apa tentang Software Development, Software Project bahkan belum pernah membuat sebuah real software sebagai Business Process Analyst?

Untuk menjadi seorang Software Analyst saja, seseorang membutuhkan pengalaman kerja beberapa tahun dan/atau di beberapa projek. Bagaimana seorang Software Analyst bisa membuat sebuah desain sistem yang baik, scalable, robust kalau dia tidak mengetahui bagaimana sebuah program dibuat dan dikembangkan?

Belum lagi, ternyata para pelamar tersebut ingin langsung mendapat gaji besar, kerja di perusahaan besar. Wah...wah..wah...mungkin gw yang old-scholl dan gw ga bisa mengerti hal-hal seperti itu.

Seriously, if you have no experience, then take any jobs you think will lead you to your dream. Don't just idle and become an arrogant jobless person. As soon as you work, then you could experience real work, real project and real life. You could fill in your CV, then if you wish, you could jump to other prospective jobs out there...

Written by Mohammad Ridwan Agustiawan

January 2nd, 2011 at 2:55 pm

Susahnya Mencari Programmer

without comments

Sebuah tim tidak akan bisa bekerja dengan optimal atau bahkan maksimal apabila tidak terbentuk dari orang-orang yang kapabel, solid dan tangguh. Lihat saja apa yang dinyatakan oleh Hiramsyah S Thaib (CEO Bakrieland): ".. membentuk winning team. Jadi saya harus mampu membentuk tim yang tangguh dan memiliki jaringan yang kuat. Kalau tiga tugas itu sudah dikerjakan dengan baik, perusahaan sudah bisa terbang."

Bagaimana dengan SITTI, well, tidak jauh berbeda. Keinginan SITTI untuk berkompetisi side-by-side dengan google, tentunya membutuhkan winning team. Untuk itulah SITTI berupaya keras untuk menarik orang-orang yang kreatif, berkemauan keras dan mau bekerja keras untuk bergabung dengan Tech Team SITTI. Lowongan karir pun telah diberitakan melalui berbagai media, di antaranya tentunya di website SITTI sendiri.

Apa mau dikata, ternyata mencari orang yang tepat untuk posisi-posisi yang disebutkan di website tersebut ternyata tidak mudah. Sejak gw bergabung dengan SITTI di bulan Agustus 2010, setahu gw baru ada 2 orang yang bergabung dengan Tech Team untuk posisi Tech/Network Support dan Test Analyst. Lha, emangnya sulit ya untuk mencari programmer? Emangnya programmer seperti apa sih yang diperlukan oleh SITTI?

Well, ternyata jawabannya agak-agak susah juga. SITTI sebenarnya mencari beberapa junior programmer, yang paling ga udah punya sedikit pengalaman dengan SQL (untuk database), PHP dan atau scripting language. Selain itu, diharapkan programmer tersebut dalam belajar dengan cepat untuk mempelajari framework yang telah dikembangkan di SITTI. So, it should not be that hard, I suppose.

But guess again, its quite hard. Lamaran yang masuk ke SITTI, rata-rata mengharapkan menjadi Business Process Analyst. Wow, great dream, we should support them.

But hey, do you have any experience in developing any system? Nope, they dont have. Hey, how could you become a Business Process Analyst, if you've never developed any system? Apa ada perusahaan yang mau mempekerjakan seseorang yang belum mengerti apa-apa tentang Software Development, Software Project bahkan belum pernah membuat sebuah real software sebagai Business Process Analyst?

Untuk menjadi seorang Software Analyst saja, seseorang membutuhkan pengalaman kerja beberapa tahun dan/atau di beberapa projek. Bagaimana seorang Software Analyst bisa membuat sebuah desain sistem yang baik, scalable, robust kalau dia tidak mengetahui bagaimana sebuah program dibuat dan dikembangkan?

Belum lagi, ternyata para pelamar tersebut ingin langsung mendapat gaji besar, kerja di perusahaan besar. Wah...wah..wah...mungkin gw yang old-scholl dan gw ga bisa mengerti hal-hal seperti itu.

Seriously, if you have no experience, then take any jobs you think will lead you to your dream. Don't just idle and become an arrogant jobless person. As soon as you work, then you could experience real work, real project and real life. You could fill in your CV, then if you wish, you could jump to other prospective jobs out there...

Written by Eka Afrina

January 2nd, 2011 at 2:55 pm