if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘shalawat tarhim’ Category

Shalawat Tarhim – Desaku, Masa Kecilku

without comments

Ya Allah..ya Allah akhirnya ketemu yang dicari-cari. Mungkin bagi yang lahir dan besar di Jawa Timur, maka setiap menjelang adzan subuh, atau menjelang adzan maghrib, dan tentunya setiap menjelang shalat jum’at, dari langgar (surau-surau) dan masjid-masjid akan diperdengarkan shalawat Tarhim atau Tarhiman dalam bahasa Jawa. Shalawat Tarhim ini merupakan puisi karya Syaikh Mahmud al Khusairi yang berisi puji pujian untuk Rosululloh Muhammad SAW. Kaset yang diputar di surau biasanya adalah lantunan Syaikh Abdul Azis dari Mesir (CMIIW).

Pagi buta menjelang subuh, iramanya mendayu-dayu menyayat hati, saya ingat, iya ingat betul, dinginnya angin di pedesaan Kota Batu-Jawa Timur (desa Pandan tepatnya), semilir udaranya, dan aroma, aromanya saya ingat.

Ketika diputar menjelang maghrib, seolah-olah memanggil kami, anak-anak yang sedang asyik bermain untuk segera berangkat ke langgar (surau kecil dalam bahasa Jawa), belajar ngaji ke Wak Jamus, Lek Jamil, atau Wak Pi’an.

Di hari Jum’at, kumandang shalawat Tarhim menjadi penanda petani-petani untuk segera mentas, waktu kerja bagi buruh tani sudah habis, waktunya pulang, mandi bebersih, dan berangkat shalat Jum’at.

Inilah salah satu didikan yang membuat anak-anak desa seperti kami ini mencintai agama ini, mencintai kanjeng Nabi, bahkan teman-teman saya yang tak cukup tunai melaksanakan ibadah-ibadahnya, memiliki keterikatan hati yang kuat dan mencintai kanjeng Nabi, dan mencintai ulama-ulamanya, tidak akan rela dirusak agamanya (bisakah sekarang saudara bayangkan organisasi agama di Jawa Timur mempunyai akar yang kuat di orang-orang desa seperti kami).

Selalu sulit membendung air mata mendengarkan shalawat ini, banyak kenangan tersimpan bersamanya, desaku, masa kecilku, pengharapan pada mba nana, dan permohonan agar Allah memberikan umur dan kesempatan untuk mengabdi pada tanah air, membalas kebaikan atas tanah, air, udara, masa kecil, orang tua, tetangga, dan orang-orang yang berjasa membuat hidup ini bermakna.

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu
Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâi wa antal imâmu
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sai’tan nidâ ‘alaykas salâm
Yâ karîmal akhlâq yâ Rasûlallâh
Shallallâhu ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik
Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu
Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi
Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur
Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu
dan engkau menjadi imam
Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha karena kemulianmu
dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu
Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah
Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.

Written by ibu didin

July 19th, 2010 at 1:03 pm