if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Sehat’ Category

Perangkat Pertolongan Siap Saji di Rumah

without comments

Ini bukan sekedar P3K, tapi perangkat pertolongan pertama yang menurut hemat saya penting dibutuhkan di rumah, baik untuk orang dewasa maupun balita. Please note, catatan ini bukan resep atau petunjuk dokter, just personal experinces.

1. Paracetamol anak sediaan sirup, apalagi anak2 saya susah minum obat, jadi sirup yang manis cukup membantu =) Biasanya 1 sendok takar 5ml mengandung 120mg paracet.

2. Paracetamol dewasa pil, ini terutama untuk saya yang kerap migren :( 1 pil umumnya mengandung 500mg paracet.

3. Madu, saya suka yang sudah tercampur habbat biar ga makan ini itu satu2 berasa banyak :D madu bisa yg madu murni, propolis, royal jelly. Oh iya, tips membuat sendiri campuran madu habbat adalah 1:3, misalnya 1/4 botol diisi bubuk habat, 3/4 botol dipenuhi dengan madu. Resep ini saya dengar dari dokter pengisi materi kesehatan di Radio Dakwah Islamiyah yang keren itu loh =) Tapi saya belum pernah bikin sendiri, sebab yang sudah campuran banyak di pasaran.

4. Syrup gurah anak (produksi Al Afiat), biasanya saya pakai khusus jika mba nana demam batpil. Alhamdulillah selama ini cocok jika mba nana demam batpil terbantu mempercepat pemulihan. Isinya sebenarnya madu propolis & royal jelly ditambah rempah seperti habat, jahe, temulawak, kencur. Sebenarnya ini adalah resep dari ibu saya kalau anak panas/batpil. Kencur diparut, diperes campur madu. Atau kunyit diparut, peres campur madu. Jadi ini adalah versi industri alias cari praktis dari resep ibu. Subhanallah wisdom ortu2 kita teh =)

5. Sari kurma, ini makanan yang lembut dan berkalori tinggi. Cocok untuk pertolongan pertama jika habis muntah, atau habis pingsan dan membutuhkan kalori tinggi yg gampang dikunyah/telan dan dicerna usus. Dan bagi ibu menyusui, sari kurma helpful kan =)

6. Minyak but-but, yang ini ahoy buat mengoles gatal2, digigit serangga, kaki pecah2, dan sejenisnya. Pernah saya dan mba nana kena pinjal (dari kucing yg melahirkan), gatel2 digaruk lecet, dioles pake but-but Alhamdulillah terbantu. Mba nana sebut ini minyak brut brut :D

7. Minyak herba jawi 99, sodaranya but-but yang pecah kongsi (nggosip). Tetapi yang ini peruntukkan nyeri sendi, pegel-pegel. Saya kadang-kadang memakai untuk memijit telapak kaki sebelum tidur jika penat setelah seharian beraktifitas, apalagi jika banyak berdiri.

8. Minyak sereh, minyak kayu putih, balsem anak. Saya tidak rutin mengoles minyak kayu putih untuk anak setelah mandi. Minyak-minyak ini saya pakai jika udara terasa lebih dingin atau berangin. Atau digunakan bersama dengan baby oil (boleh juga olive oil) untuk pijat bayi/anak, sehingga sekaligus menghangatkan badan. Untuk dewasa minyak anget2 bisa dicampur lotion atau olive oil untuk massage =)

9. Betadine, plester, kasa, sabun detol. Untuk P3K jatuh2 dan sejenisnya.

Jika kebertahapan pertolongan pertama belum mencukupi, maka perlu ke tenaga medis yang bisa menolong insyaAllah =)

Mohon maaf sebut merek, bagi merek lain yang banyak sekali variannya, mohon maaf juga tidak tercantum disini sebab sejauh ini saya sudah cukup dengan produk diatas. insyaAllah produk merek lain bagus-bagus, dan rejeki tak akan kemana (iya tak) :D .

Written by ibudidin

March 23rd, 2012 at 12:13 am

Posted in Sehat

Pengalaman nyeri pinggang (low backpain/lage rugklachten)

without comments

Pengalaman tidak mengenakkan nyeri pinggang (Low Backpain/lage rugklachten)
*yang dituliskan disini bukan resep/anjuran medis loh, resiko pembaca diluar tanggungan penulis ^^*
Sudah dua tahun terakhir ini saya mengalami nyeri pinggang, sepertinya lebih dari dua tahun, hanya saja yang kerasa mengganggu dua tahun terakhir ini, sebelumnya dicuekin saja. Sebenarnya tubuh kita punya mekanisme sendiri, rasa sakit misalnya, menjadi alarm rasa sayang bahwa ada sesuatu yang salah, tidak harus perawatan yang heboh, mungkin saja degenerasi fungsi tubuh tanda-tanda kurang olah raga, makan tidak seimbang, kurang atau kelebihan tidur, atau tanda-tanda penuaan ^_^ sebaliknya bisa saja peringatan tubuh itu menunjukkan hal-hal yang benar-benar tidak baik sedang terjadi.
Dua tahun ini nyerinya menjadi-jadi, kalau sudah begitu tidak elastis bergerak, dipake jalan sakit, dipake berdiri sakit, dipake duduk sakit, dipake berbaring juga tidak bisa elastis gerakannya. Kalau sudah begini jadi ingat anak masih kecil, masih perlu digendong2, perlu lari-lari, masak ibunya sudah KO. Kadang nyerinya datang beberapa bulan sekali, namun sejak tinggal di negara bersuhu dingin (jauh lebih dingin dari tempat kelahiran kota Batu, maupun tempat tinggal kota Bandung), maka nyeri pinggangnya semakin intensif, kadang datang tiap bulan atau tiap minggu. Ini sudah diluar kemampuan diri sendiri mengatasi, need help :(
Maka beberapa bulan lalu, untuk pertama kalinya saya manfaatkan asuransi, berkunjung ke dokter. Kalau di Belanda, berkunjung ke dokter dengan membuat janji sebelumnya (hari dan jam), mungkin ada baiknya juga ya, agar tidak ngantri lama dan terpapar virus si sakit yang lain di tempat berobat (Nosocomial Infection), tapi kalau sedang nyeri-nyerinya jadi malas membuat janji, belum tentu hari itu juga, akibatnya ya malas lagi kedokter dan ditunda-tunda. Dan kunjungan pertama adalah ke dokter umum, tidak langsung dokter spesialis. Tetapi untuk dokter kampus (TU Delft) saya ga pake bikin janji loh, langsung datang dan dilayani :D Sebelumnya dari rumah sudah saya siapkan selembar kertas berisi apa saja keluhan, kapan dirasakan, riwayat melahirkan,hal-hal yang dirasa perlu/berhubungan, khawatir melupakan hal-hal penting.
Dokter kemudian melakukan serangkain tes untuk menguji kelenturan pinggang dan panggul, mungkin untuk menentukan pula perlu tidaknya rontgen. Kesimpulan awalnya, terjadi ketidak seimbangan otot panggul dan perut, mungkin ketika hamil beban di perut membuat otot2 punggung dan pinggang tegang turut menahan beban, setelah anak lahir, otot perutnya tidak dilatih/terlatih sehingga kendor (selulit itu loch) sehingga tidak seimbang lagi dengan pinggang dan punggung, otot2nya tidak kembali ke tempat semula. Dan ini diperparah dengan profesi atau kebiasaan. Dulu sebagai orang IT kebanyakan ya di depan komputer, duduk dengan posisi sama (yang bisa saja salah) selama berjam-jam, kemudian juga bagi yang suka nyetir (mobil ataupun motor) tanpa kerasa tubuh di posisi yang sama berjam-jam. Maka tegangan demi tegangan kita bebankan kepada tubuh bagian belakang. Kira-kira beginilah struktur bagian tubuh belakang (dikutip dari mayo clinic)
“Your backbone (vertebral column) is actually a stack of more than 30 bones called vertebrae. Together they create a bony canal that surrounds and protects your spinal cord. Small nerves enter and exit the spinal cord through spaces in your vertebrae. The vertebrae are held together by muscles, tendons and ligaments. Between the vertebrae are intervertebral disks, which act as shock absorbers by preventing the vertebrae from hitting one another when you walk, run or jump. The intervertebral disks also allow your spine to twist, bend and extend. The lower back — which carries most of your weight — is the site of most back pain.”
Kalau dibaca terus, maka ada

*yang dituliskan disini bukan resep medis loh, resiko pembaca diluar tanggungan penulis ^^*

Sudah dua tahun terakhir ini saya mengalami nyeri pinggang, sepertinya lebih dari dua tahun, hanya saja yang kerasa mengganggu dua tahun terakhir ini, sebelumnya dicuekin saja. Sebenarnya tubuh kita punya mekanisme sendiri, rasa sakit misalnya, menjadi alarm rasa sayang bahwa ada sesuatu yang salah, tidak harus perawatan yang heboh, mungkin saja degenerasi fungsi tubuh tanda-tanda kurang olah raga, makan tidak seimbang, kurang atau kelebihan tidur, atau tanda-tanda penuaan ^_^ sebaliknya bisa saja peringatan tubuh itu menunjukkan hal-hal yang benar-benar tidak baik sedang terjadi.

Dua tahun ini nyerinya menjadi-jadi, sehingga tidak elastis bergerak, dipake jalan sakit, dipake berdiri sakit, dipake duduk sakit, dipake berbaring juga tidak bisa elastis gerakannya. Kalau sudah begini jadi ingat anak masih kecil, masih perlu digendong2, perlu lari-lari, masak ibunya sudah KO. Kadang nyerinya datang beberapa bulan sekali, namun sejak tinggal di negara bersuhu dingin (jauh lebih dingin dari tempat kelahiran kota Batu, maupun tempat tinggal kota Bandung), maka nyeri pinggangnya semakin intensif, kadang datang tiap bulan atau tiap minggu. Ini sudah diluar kemampuan diri sendiri mengatasi, need help :(

Maka beberapa bulan lalu, untuk pertama kalinya saya manfaatkan asuransi, berkunjung ke dokter. Kalau di Belanda, berkunjung ke dokter dengan membuat janji sebelumnya (hari dan jam), mungkin ada baiknya juga ya, agar tidak ngantri lama dan terpapar virus si sakit yang lain di tempat berobat (Nosocomial Infection), tapi kalau sedang nyeri-nyerinya jadi malas membuat janji, belum tentu hari itu juga, akibatnya ya malas lagi kedokter dan ditunda-tunda. Dan kunjungan pertama adalah ke dokter umum, tidak langsung dokter spesialis. Tetapi untuk dokter kampus (TU Delft) saya ga pake bikin janji loh, langsung datang dan dilayani :D Sebelumnya dari rumah sudah saya siapkan selembar kertas berisi apa saja keluhan, kapan dirasakan, riwayat melahirkan,hal-hal yang dirasa perlu/berhubungan, khawatir melupakan hal-hal penting. Kata dokternya andai saja pasien2 membuat catatan seperti ini (wah ya klo lagi sakit banget ya mana sempet dok :D :D:D).

Dokter kemudian melakukan serangkain tes untuk menguji kelenturan pinggang dan panggul, mungkin untuk menentukan pula perlu tidaknya rontgen (yang dalam kasus saya tidak diperlukan). Kesimpulan awalnya, terjadi ketidakseimbangan otot panggul dan perut, mungkin ketika hamil beban di perut membuat otot2 punggung dan pinggang tegang turut menahan beban, setelah anak lahir, otot perutnya tidak dilatih/terlatih sehingga kendor (selulit itu loch) sehingga tidak seimbang lagi dengan pinggang dan punggung, otot2nya tidak kembali ke tempat semula. Dan ini diperparah dengan profesi atau kebiasaan. Dulu sebagai orang IT kebanyakan ya di depan komputer, duduk dengan posisi sama (yang bisa saja salah) selama berjam-jam, kemudian juga bagi yang suka nyetir (mobil ataupun motor) tanpa kerasa tubuh di posisi yang sama berjam-jam. Maka tegangan demi tegangan kita bebankan kepada tubuh bagian belakang. Kira-kira beginilah struktur bagian tubuh belakang (dikutip dari mayo clinic)

r22_yourback

Your backbone (vertebral column) is actually a stack of more than 30 bones called vertebrae. Together they create a bony canal that surrounds and protects your spinal cord. Small nerves enter and exit the spinal cord through spaces in your vertebrae. The vertebrae are held together by muscles, tendons and ligaments. Between the vertebrae are intervertebral disks, which act as shock absorbers by preventing the vertebrae from hitting one another when you walk, run or jump. The intervertebral disks also allow your spine to twist, bend and extend. The lower back — which carries most of your weight — is the site of most back pain.

Kalau dibaca terus, maka ada beberapa penyebab berbeda nyeri pinggang (atau punggung), tenaga medis akan membantu menentukan diagnosa yang tepat untuk perawatan/penyembuhan yang tepat pula. Dalam kasus saya saat ini diagnosanya seperti yang sudah diceritakan diatas.  Sehingga dokter merekomendasikan untuk melakukan terapi memperbaiki posisi/postur tubuh, memperkuat otot-otot belakang tubuh, otot perut, dan panggul. Nama terapinya ‘oefen therapeuten’ atau “exercise therapy” ini berbeda dengan physiotherapy ataupun terapi pijat.  Biasanya yang ikut terapi ini ibu-ibu yang habis melahirkan untuk memperkuat otot perut, pinggul, atau ibu-ibu yang belajar senam kehamilan, atau nenek-kakek yang mengalami degenerasi fungsi otot, ada juga anak-anak yang salah posisi tubuh. Agaknya terapi ini cukup populer di Belanda, yang membuat metodenya juga orang Belanda (hemm… dari pengamatan saya orang Belanda pandai/mahir bikin teori/frameworks/metode, eh ini mah dari bacaan2 kuliah ^_^ )

Dokter memberikan rekomendasi tempat terapi terdekat dari rumah, ini tempat terapi saya bisa di klik disini.  Tentunya dengan terlebih dahulu membuat janji. Terapis saya bernama Hilda, orangnya Alhamdulillah ramah.  Alhamdulillah untuk terapi juga ditanggung asuransi (maksimal 12 kali terapi), kalau tidak berabe juga ya… sekali terapi yang 15 menit itu ongkosnya 28 – 30 euro atau sekitar 350 ribu kalau dirupiahin saat ini, profesi terapis memang dihargai disini, mereka harus bersertifikat dan terdaftar.

Tiap kamis di jam yang telah disepakati saya datang, Hilda mengajarkan gerakan-gerakan dari yang mudah di pertemuan pertama kemudian meningkat terus. Tidak begitu lama antara 15 – 30 menit, gerakan tersebut dipraktekkan/dilatih di rumah cukup sehari sekali selama 15 – 30  menit. Untuk yang sedang mengalami nyeri pinggang tidak dianjurkan (tidak diperbolehkan) melakukan fitnes yang berat atau aerobic meski low impact, dikhawatirkan memberi beban (strain) yang tinggi pada tubuh belakang sementara posisinya belum diperbaiki.  Jadi selesaikan dulu masalah (low) back pain nya.

Gerakan-gerakannya mirip dengan yang dianjurkan oleh mayo clinic untuk latihan mandiri selama 15 menit di rumah, tetapi bagi yang sedang mengalami nyeri pinggang sebaiknya dibawah pengawasan tenaga medis atau terapis.

1. Knee-to-chest stretch

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Using both hands, pull up one knee and press it to your chest (B). Hold for 15 to 30 seconds. Return to the starting position and repeat with the opposite leg (C). Return to the starting position and repeat with both legs at the same time (D)

2bp

2. Lower back rotational stretch

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Keeping your shoulders firmly on the floor, roll your bent knees to one side (B). Hold for five to 10 seconds. Return to the starting position (C). Repeat on the opposite side (D).

3bp

3. Lower back flexibility exercise

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Arch your back so that your pubic bone feels like it’s pointing toward your feet (B). Hold for five seconds, then relax. Flatten your back, pulling your bellybutton toward the floor — so that your pubic bone feels like it’s pointing toward your head (C). Hold for five seconds, then relax. Repeat.

4bp

4. Bridge exercise

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Keeping your shoulders and head relaxed on the floor, tighten your abdominal and gluteal muscles — then raise your hips to form a straight line from your knees to your shoulders (B). Try to hold the position long enough to complete three deep breaths. Return to the starting position (C). Repeat.

5bp5. Cat stretch

Position yourself on your hands and knees (A). Slowly let your back and abdomen sag toward the floor (B). Then slowly arch your back, as if you’re pulling your abdomen up toward the ceiling (C). Return to the starting position. Repeat.

6bp6. Seated lower back rotational stretch

Sit on an armless chair or stool. Cross your right leg over your left leg. Bracing your left elbow against the outside of your right knee, twist and stretch to the side (A). Repeat on the opposite side (B).

7bp7. Shoulder blade squeeze

Sit on an armless chair or stool (A). Keeping your chin tucked in and your chest high, pull your shoulder blades together (B). Hold for five seconds, then relax. Repeat.

8bp

Tentunya berlatih dengan terapis gerakannya lebih variatif, kadang mempergunakan bola (seperti yang di pilates) dan disesuaikan dengan kondisi pasien. Tetapi bagi yang sehat maka mencegah dengan gerakan2 diatas akan membuat otot-otot tubuh belakang lebih rileks, dan semoga terhindar dari nyeri pinggang atau punggung.

Semoga saya segera pulih, sehat segar bugar, tidak kembali lagi sakit-sakitnya, lebih aktif dan produktif ^^

Pembaca doakan saya ya *takeshi style*

Doa Seorang Studenten

without comments

Ya Allah… Engkau lebih tahu, membaranya semangat di hati ini, untuk mempelajari ilmu-ilmu-Mu, untuk menekuni takdir yang sudah Engkau pilihkan untukku,  Innovation Sciences, Development Studies, & Philosophy, ini semua pilihan-Mu ya Allah, maka jangan lepaskan aku sendiri.

Ya Allah…Engkau lebih tahu, dan sangat mampu, menunjukkan jalan-jalan-Mu, agar apa yang sedang aku pelajari, benar-benar menjadi kemanfaatan untuk keselamatanku di dunia dan akherat, dan untuk pengabdian pada-Mu, melalui pengabdian kepada umat & kepada bangsaku.

Ya Allah… sounds like UTOPIA? mungkin..mungkin.. tapi peliharalah ya Allah..agar tetap bergemuruh cita-cita di dadaku, dan aku tetap di jalan-Mu,

Untuk itu ya Allah, aku mohonkan kepada-Mu, angkatlah dan sembuhkan backpain-ku.. aku ingin sehat ya Allah.. ingin lebih banyak berbuat dan bermanfaat.

Serta aku mohon, agar kau berikan kebugaran dan kesehatan, agar tidak ngantukan.. hu hu hu hu.. aku ingin membaca lebih banyak buku-buku menarik itu ya Allah.. tetapi sering kalah oleh ngantuk. Tolonglah ya Allah, mata ini milik-Mu, badan ini juga milik-Mu.  insyaAllah hamba juga akan lebih berusaha agar bugar dan sehat. Bisa..bisa..bisa…insyaAllah dengan pertolongan-Mu bisa!

-Delft 12 Maret 2010, 07:53 CET-

Written by ibu didin

March 12th, 2010 at 1:48 pm