if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Piranti Keras’ Category

Codena Jual Scanner di Plasa.Com

without comments

Sebagai tindak lanjut dari undangan Mojopia, pengelola Plasa.Com – portal e-commerce milik Telkom – kami (Codena) telah memasukkan data scanner yang dari berbagai merk dan tipe dilengkapi dengan harga dan spesifikasinya, tersedia pilihan terpaket dengan software DMR maupun hanya scanner saja. Inilah link untuk mengaksesnya:
Codena Jual Scanner di Plasa.com.

Link terkait:
1. Scanner Indonesia
2. Scanner Jakarta
3. Scanner LJK
4. DMR Scanner


Forsa FS-5686 (new) vs Dell Latitude E4300 (2nd)

without comments

Awal April lalu, penyakit penulis kambuh lagi: doyan laptop. Melihat spek dan harga Forsa FS-5686 baru, ternyata sangat murah. Perhatian utama tertuju ke prosessor Intel Core 2 Duo T9800-2.93GHz (6mb L2 cache/1066/ TDP 35w). Harganya hanya Rp 7,5 juta, terpaut jauh dengan laptop-laptop core i7 yang harganya di atas 12 jutaan. Langsung saja kami order ke Mbak Lingling di Walet Notebook, Jaya Plaza, Bandung. Sayang, indennya 2 bulan. Kata pabriknya di Surabaya, itu karena menunggu prosessor. Kalau mau cepat delivery, paling dapatnya Intel T9600 dengan speed 2.8GHz.

Dalam masa-masa penantian, penulis tergoda dengan salah satu iklan di FJB Kaskus. Mas Hendra (neotech168) di Jakarta menawarkan Dell Latitude E4300 second dengan harga Rp 7,5 juta juga. Setahun sebelumnya, penulis juga membeli Dell Latitude E4300 dari Yenri (kenal di FJB Kaskus juga), orang Batam yang punya toko di Be-Mall Bandung. Dell Latitude E4300 tersebut sehari-hari digunakan oleh direktur penulis, Professor DMR.

Dibandingkan dengan Forsa  FS-5686, kecepatan prosessor Dell Latitude E4300 sedikit lebih rendah, tapi konsumsi dayanya juga lebih rendah. Prosessornya Intel Core2Duo SP9400, 2.4GHz (6MB/1066/ TDP 25w). Walaupun begitu, keunggulannya ada banyak, antara lain:

  • layar 13″ sangat terang, ada 14 tingkat kecerahan yang dapat diatur manual/otomatis
  • ada lampu led di bawah keyboard yang memudahkan untuk mengetik di tempat gelap
  • ada trackpoint, dan tombol tambahan, tipikal Dell Latitude
  • body dari carbon fiber, bobotnya ringan seperti Sony seri Z
  • kesan elegan, merk ternama Dell
  • baterai bisa bertahan 3-4 jam

Sebenarnya kedua tipe tersebut tidak untuk dibandingkan, karena beda kategori. Forsa FS-5686 notebook gaming (VGA dedicated memory), adapun Dell Latitude E4300 adalah notebook bisnis dengan VGA Intel (shared memory). Akhirnya penulis pilih Dell daripada Forsa. Sayang, pesanan Forsanya tidak bisa dibatalkan. Laptop Dell E4300 jualan neotech168 lalu diantar penjualnya (COD) ke Gedung BAPPEBTI Jakarta  setelah pelatihan DMR, 2 hari sebelum tulisan ini dibuat dengan Dell E4300 tersebut.


Written by arifrahmat

April 29th, 2010 at 9:42 am

SSD Akan Sulit Bertahan 100 Tahun

without comments

Setelah dalam 7 tahun, penggunaan USB flash disk kian menjamur sebagai alat penyimpanan data menggantikan disket dan keping CD, kini telah siap pula Solid State Drive (SSD) sebagai pengganti HDD/ harddisk.

Apa sih SSD itu?

Bentuk fisik SSD sama dengan harddisk laptop dengan ukuran 2,5 inch. Di dalamnya terdiri dari keping-keping memori seperti pada USB flash disk, dengan kecepatan baca hingga 230 MB per detik serta kecepatan menulis hingga 180 MB per detik, 5 hingga 10 kali kecepatan harddisk biasa saat ini.

Apa saja kelebihan SSD?

  1. Lebih cepat dan lebih dingin, sehingga menggunakan komputer akan terasa lebih nyaman.
  2. Lebih hemat daya dan tidak menimbulkan suara, karena tidak ada motor listrik atau bagian mekanik yang berputar.
  3. Lebih tahan guncangan, karena tidak ada jarum/lensa baca/tulis yang rentan getaran.
  4. Dapat bertahan 1,5 juta hingga 2 juta jam, sama dengan 170 tahun!!!

Satu-satunya yang konstan dari perkembangan teknologi adalah perubahan. Bila saat ini, ukuran SSD paling besar yang tersedia untuk umum adalah 512GB, bagaimana dalam 10 tahun ke depan? Tren dan perubahan di bidang IT tidak akan membuat SSD yang dibeli saat ini bertahan lama, karena tentu akan muncul SSD yang lebih besar lagi kapasitasnya, misalnya 32TB.

Dengan perkembangan teknologi nano serta desakan untuk memenuhi kebutuhan SSD di pasar, ukuran SSD dapat semakin diperkecil, sehingga kapasitas SSD akan lebih besar, dan kecepatan baca-tulis SSD juga akan meningkat drastis.

Alasan lain yang membuat SSD sulit untuk bertahan mencapai  Mean Time Between Failures (MTBF) atau tidak akan mencapai usia 100 tahun adalah siklus hidup-mati. Sebuah SSD hanya mampu dihidupkan/dimatikan hingga 50.000 kali. Anggap saja sebuah SSD dinyalakan 2 kali sehari, maka dalam setahun SSD tersebut dinyalakan 700 kali. Dengan perhitungan ini, usianya diperkirakan hanya 71 tahun.

Apa saja kelemahan SSD?

Sejauh ini kelemahannya hanya 1, yaitu harganya terlalu mahal untuk ukuran kapasitas yang tidak seberapa.

Apa saja merk SSD yang kini beredar?

Intel X-25 termasuk merk SSD yang ketinggalan dari sisi kapasitas. Merk lain yang juga memperkenalkan SSD adalah Western Digital (WD), Corsair, Kingstone, serta merk yang namanya mungkin masih asing: G Skill.

Kingstone adalah merk yang paling pertama memperkenalkan SSD varian 512GB. Adapun G Skill adalah merk yang menawarkan harga SSD yang paling murah di antara semua kompetitornya.

Bagaimana mencari SSD terbaik?

Corsair di website-nya memberikan penjelasan mengenai varian SSD yang mereka tawarkan. Berikut ini petikannya:

  1. Performance Series: Samsung controller with 128MB of cache memory and using Samsung flash memory.
  2. Force Series: Sandforce controller, the Corsair Force Series Solid-State Drive offers stutter-free response, fast performance, cooler and quieter operations.
  3. Reactor Series: JMicron JMF-612 controller with 128MB high-speed DDR2 cache memory, and Intel MLC NAND flash memory, the Reactor Series SSD delivers excellent price and performance.
  4. Nova Series: Indilinx Barefoot controller and Intel flash memory, the Nova Series solid-state drives deliver incredible performance and reliability.
  5. Extreme Series: the renowned Indilinx Barefoot controller and Samsung flash memory, Extreme Series solid-state drives deliver exceptionally high performance.

Memilih SSD ternyata tidak semudah memilih harddisk yang cukup dilihat dari kecepatan (rpm), besar kapasitas total, serta cache yang tersedia. Kualitas SSD ternyata banyak dipengaruhi dari merk komponen pembentuknya.

Setidaknya ada 3 komponen utama yang perlu diperhatikan, yaitu merk controller, ukuran cache memory dan merk flash memory. Misalnya, beberapa produsen SSD beranggapan flash memory Samsung memiliki kualitas lebih baik daripada Intel, apapun jadinya merk SSD itu nantinya. Kombinasi dari ketiga komponen pilihan tersebut yang pada akhirnya menentukan kecepatan transfer data, daya tahan, serta kualitas SSD secara keseluruhan.

Kapan saatnya beli SSD?

Harga SSD 256GB paling murah Rp 5.746.000 dan ada juga yang mencapai Rp 10.000.000 (tanggal 8/4/2010). Harganya sepadan dengan 1 unit laptop kelas menengah. Apa sih yang dapat menurunkan harga SSD? Jawabnya adalah permintaan!

Apabila permintaan SSD semakin tinggi, tentu akan bermunculan SSD dengan harga yang lebih rendah dan kapasitas yang lebih besar. Patut direnungkan, harga USB flash disk 32MB di tahun 2004 sama dengan USB flash disk 4GB di tahun 2010, kisarannya Rp 75.000 hingga Rp 200.000. Harganya tidak berubah, kapasitasnya yang selalu bertambah.

Permintaan terhadap SSD akan meningkat hanya bila permintaan terhadap harddisk berkurang. Sebuah pernyataan yang sepertinya masih butuh waktu lama, mengingat bahwa kapasitas yang ditawarkan harddisk masih lebih besar daripada SSD.

Permintaan terhadap harddisk baru akan menurun apabila produsen SSD  mampu menawarkan kapasitas 4 hingga 10 kali lebih besar daripada kapasitas harddisk terbesar di saat itu. Mungkin butuh waktu 3 hingga 5 tahun lagi. Bagaimana menurut Anda?


Written by arifrahmat

April 8th, 2010 at 2:09 pm