if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Parenting’ Category

Kemasan Makanan Hewan vs Makanan Manusia

without comments

pet_foodSaat melewati lorong makanan hewan di sebuah swalayan, seorang anak berusia 3 tahun bertanya pada ayahnya, apakah makanan yang bergambar anjing dan kucing itu boleh ia ambil untuk dirinya, karena kemasannya begitu menarik. Ayahnya lalu menjelaskan bahwa yang bergambar anjing itu makanan anjing, yang bergambar kucing itu makanan kucing.

Selang beberapa menit kemudian, mereka pun melewati lorong dengan rak berisi sereal. Ternyata ada gambar gorilla, koala, dan lemur (hewan khas Madagaskar). Si anak kecil tadi langsung mengambil kesimpulan, kemasan bergambar gorilla adalah makanan untuk gorilla, kemasan koala untuk koala, kemasan lemur untuk lemur.cereal_food

Ayahnya kemudian memilih untuk diam saja, membiarkan simpul-simpul logika sederhana yang baru diajarkannya tak rusak oleh pengecualian-pengecualian yang begitu ramai mewarnai hidup ini. Ayahnya yakin, akan tiba saatnya si anak akan dapat memahami sendiri apa yang boleh atau tidak untuk dirinya dan mana yang terbaik untuk dunianya.


Written by arifrahmat

March 19th, 2013 at 11:47 am

Dua buah hati

without comments

Mba nana, penapak jejak Mutiara paling indah di Madinah (Rasulullah saw), gadis kecil ibu ini orangnya hati-hati, cocok jadi ilmuwan (amiiiinnnn), kalau enggak, curigaan cocok jadi detektif :D   Tidak mau mencoba sesuatu yang dia tidak benar-benar yakin.  Tidak suka tampil di depan umum dan cuek.  Suka bernyanyi dan menari. Cepat kalau menirukan lagu anak-anak, gerakan2 senam, dan tarian2.  Tapi tersiksa banget kalau disuruh duduk lama mewarnai.  Baru dua kali datang ke les menggambar sudah ibu berhentikan.  Teman2nya sunyi senyap menggambar, dia ngoceh sendiri dan terlihat bosan.

Manjanya ke ibu itu loh… masyaAllah… baru berhenti bilang íbu mau enen dulu’ sejak adeknya lahir. Pipis, eek, makan, harus sama ibu, mau tidur harus dikelonin & baca cerita, bangun tidur panggil2 ibu, belajar harus sama ibu, sedikit2 dicek ibu ada atau tidak.  Ya wis gapapa, sepanjang ibu mampu, ibu akan melayani mba nana, cuman kalau ibu ada urusan yang lebih urgen, ya sori dori mori, mba nana harus ditata keinginannya.

Suaranya merdu, bicaranya perlahan dengan kosakata yang jelas, menggunakan bahasa Indonesia yang agak EYD.  Sebagai anak di usia 4 tahunan, maka dia tergolong culun, polos pisan, dibanding anak-anak Indonesia seusianya yang terlihat lebih matang.  Teman-temannya sudah bisa memainkan gunting dengan cekatan, menulis dengan rapi (ini diajarin sejak usia berapa ya?).

Ibu ga sampai hati melepas dia di ‘kehidupan sebenarnya’, anakku culun banget :(  Kalau lagi diem, suka ketawa-ketawa sendiri, mengingat hal-hal lucu ditayangan yang dia tonton.  Kalau ibu tanya, kenapa ketawa mba nana?  itu gogok ngepel lantai di shaun the sheep.  Kalau dulu suka ketawa2 inget adegan tupai dan pluto di mickey mouse. Anak yang aneh :|

Kalau teman-temannya berebutan salam ke bu guru, dia akan tersrundul2 sampai paling belakang, gitu ya malah ketawa2 kegirangan, dikira temen2nya main2 kali ya…  Atau kalau teman2nya berebut mengambil balok2 ke depan kelas, dia dengan santenya menunggu paling belakang.  Waduh nak, hidup di Indonesia itu keras, penuh kompetisi!  Ya wis lah, pokoknya mba nana selamet dunia akherat, ngalahan juga gapapa, mudah2an bisa jadi akhlak mulia.

Aa Bagdja, hamba Ar-Rahman (Ibadurrahman) yang salah satu karakternya berjalan di muka bumi dengan rendah hati (QS.Al Furqan:63-68).  Baru tiga bulan lebih sedikit usianya, anaknya kalem lem.. Subhanallah, prihatin tidak menyusahkan ibu.  Dibawa kuliah, dakwah, ngurus ini itu.  Dua minggu kelahirannya ibu dalam stressing tinggi menyelesaikan tesis.  Dan Allah meringankan ibu dengan Aa yang tidak rewel, tenang, anteng.  Usia dua bulan dibawa terbang lintas benua, anteng tidak menyusahkan ibu. Sampai sekarang, anteng dan suka senyam senyum.  Alhamdulillah.. semoga ketenanganmu ini adalah bekal menjadi seorang álim (yang berilmu).

Allah… perjalanan ini masih panjang untuk mengantarkan titipan-Mu  menjadi hamba2-Mu yang taat beribadah, berilmu, dan siap diwakafkan untuk kebangkitan ummat.  Berilah umur dan kesempatan untuk mengasuh anak2, lindungilah keluarga ini ya Allah. Amiinnn

Written by ibu didin

October 25th, 2011 at 11:29 pm

Posted in Parenting

Berartinya diriku

without comments

If mommy’s happy, everyone’s happy…. pepatah Inggris itu memang ada benarnya.  Suasana hati ibunda akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga yang diurusnya.  Maka suami-suami buatlah para mommy bahagia :D .

Namun lebih penting dari itu, ternyata karakter anak dipengaruhi juga oleh orang terdekatnya, yang paling sering berinteraksi dengannya.  Maka biasanya para ibulah yang paling mewarnai karakter anak-anak di masa pertumbuhannya.  Apalagi anak-anak ibu manja sekali ke ibunya, maka memang di hari-hari ini, ibulah patron, center of tenet.

Ibu mendapati sifat mba nana, atau bagaimana mba nana merespon sesuatu memang ada pengaruh faktor ibu, makanya suka merasa bersalah kalau ada hal-hal yang dilakukan mba nana yang tidak baik misalnya cara dia marah.

Maka dari itulah, ibu tidak henti-henti meminta tolong kepada Allah agar selalu dibimbing dalam mengasuh anak-anak, menghilangkan jahiliyah2 dalam diri ibu, sehingga bisa menjadi contoh bagi anak-anak.  Ibu juga harus sering evaluasi diri, belajar cara mengasuh anak, dan berikrar ulang untuk menjadi orangtua yang lebih baik setiap harinya.

Anak-anakku, maafkanlah kelemahan-kelemahan ibumu.

Written by ibu didin

October 25th, 2011 at 10:21 pm

Posted in Parenting

Welcoming Aa Bagdja =)

without comments

Assalamuálaykum Aa,

Akhirnya jumpa darat dengan ibu, abah, dan mba nana =)

Alhamdulillah, berkat rahmat Allah sajalah kita bisa berjumpa di alam dunia ini dalam keadaan selamat sentosa.  Alhamdulillah ibu masih diberikan umur oleh-Nya, kesempatan untuk mengasuh anak-anak ibu, suatu karunia besar yang semoga ibu bisa pertanggungjawabkan.

Kita sudah menjadi team yang tangguh untuk menjalani persalinan.  Aa yang baik sudah mendengar permintaan ibu dan membantu ibu untuk kontraksi natural/alami, you really did a great job =) Kontraksi natural adalah sesuatu yang ibu harapkan agar dapat melakukan persalinan normal setelah mba nana dulu sectio.  Apalagi saat ini ibu akan melakukan persalinan di Belanda, yang ibu pikir lebih ‘maju’ secara profesionalisme kedokteran, dan di Belanda pun terkenal dengan tradisi melahirkan normal, sectio merupakan hal yang sangat dihindari.

Selengkapnya ada di sini =)

 

Written by ibu didin

July 20th, 2011 at 12:13 am

In memoriam Usth.Yoyoh Yusroh: How do you want to be remembered?

without comments

Malam hari waktu Belanda, abah yang masih begadang tergopoh2 mengabarkan ustadzah Yoyoh meninggal di rumah sakit. Innalillahi wa inna ilaihi rajiún… sejenak kemudian abah mengabari beliau meninggal karena kecelakaan. Sejak itu kami terus mengupdate berita lewat internet. Adik saya yang di Bogor juga mengirimkan SMS berantai yang sudah menyebar.

Ustadzah Yoyoh memang menggetarkan, meski tidak mengenal secara langsung, tapi ikatan aqidah dan hati yang membuat seolah-olah beliau adalah orang dekat. Saya ingat abah pernah menyatakan kekagumannya kepada Ustadzah Yoyoh, daíyah, menguasai bahasa Arab, menghafal qurán, menghafal hadist, meski sederhana dalam pilihan busana, wajah tanpa make up, tapi penampilannya selalu segar, dihiasi senyum. Abah menyatakan bahwa itulah sosok akhwat yang ideal, tanpa banyak polesan topeng, tapi kelebihannya dalam iman, takwa, ilmu, dan amal itulah yang akan membedakan.

*wadezig jadi ibu kumaha nie bah???*

Abah benar semuanya, beliau sosok teladan muslimah jaman ini, apik, rapi, pandai mengelola urusannya, amanah-amanahnya tunai diemban. Peran peradaban sebagai istri dan ibu sukses dikelola, buktinya? 13 anak yang insyaAllah shalih shalihah, 6 diantaranya hafizh Qurán. Peran dakwahnya jalan terus, amar ma’ruf nahi munkar ga ada matinya, berdakwah, amanah di partai, hingga amanah sebagai wakil rakyat di DPR 3 periode berturut-turut. Semua misi tertunaikan, tanpa melalaikan amal ibadah penghambaan kepada-Nya. Tilawah tiga juz perhari (subahanaLlah tiga juz perhari), menambah hafalan, tahajud dan ibadah lainnya.  Kesaksian tentang sosok almarhumah dituliskan oleh teh Pipit Senja, dapat dibaca disini.

Dalam penggalan kultwit http://twitter.com/#!/ridlwanjogja, Ustadz Hilmi memberikan sambutan di acara pemakaman ustzh.Yoyoh:
48. Sambutan keluarga diwakili KH Hilmi Aminuddin. Terbata-bata. Sembab. Ini saya kutipkan petikannya.#Bunda
49.“Saya dapat ucapan takziah dari seluruh dunia” ujar Hilmi. Dari jalur Gaza, mujahidin Palestina semua berdoa utk almarhumah. #Bunda
50.“Kehilangan Yoyoh adalah kehilangan bagi dakwah internasional. Pasukan perdamaian TNI di Darfur Sudan juga kirim takziah. #Bunda
51. Yoyoh menjadi anggota dewan 3 periode sejak 99. Pernah di komisi pendidikan, agama, terakhir di komisi 1 militer dan intrnasonal. #Bunda
52.Yoyoh berhasil membawa bantuan masy Indonesia ke jalur Gaza. Membantu buat rumah sakit di Gaza dan lobi perdamaian Sudan #Bunda
53. Hilmi menjadi sentimental ketika cerita perkenalannya dg Yoyoh . Bedrulang-ulang usap airmata. #Bunda
54. “Saya kenal sejak pertengahan 80-an, saat beliau masih mahasiswi IAIN Ciputat” kata Hilmi #Bunda
55. Tak hanya mendengarkan ceramah, Yoyoh komitmen untuk ikut dalam gerakan dakwah. Dia tak hanya mendengar tapi berbuat. #Bunda
56. “Ketika sy dipenjara Soeharto Orba 2 tahun, dia sabar terus dakwah. Keluar penjara, saya dilapori perkembangan dakwah. #Bunda
57.”Suatu saat Yoyoh bilang , ustad saya diminta menikah oleh ortu. Tolong carikan calon” #Bunda
58.”Saya cari yang siap nikah sesama aktivis dakwah. Terserah ustad.” #Bunda
59. Majulah Budi Darmawan. Saat lapor ortu di Bandung, bahkan tak tahu nama lengkapnya. Siapa calonmu ? Yoyoh.Saya belum prnah ktemu. #Bunda
60. Restu ortu hadir. Dua mhsw itu dinikahkn. Hilmi melamarkan ke rumah ayah Yoyoh, KH Abdus Somad di Tangerang #Bunda
61.Menurut Hilmi, sejak tahun 84 itu hingga kemarin, Yoyoh tak pernah mengeluh sedikitpun menerima amanah. #Bunda
62.Ketika ditugaskan ke luar negeri juga tak ribut cari uang saku. Bahkan nombok. Tak risau tinggalkan keluarga. #Bunda
63. Saat hadiri acara wisuda @bangumar sampai akhirnya kecelakaan, juga bukan mobil negara. Tak mau dibiayai tiket pesawat.#Bunda
64. Hilmi : 13 putra-I nya semua salih dan shalihah. Paduan sejati antara wanita karir dan ibu rumah tangga. juga istri berbakti #Bunda
65. Posisi di DPR hanya wasilah dakwah. Sarana dakwah. Tak menonjol tapi amanah. Semua lpj keuangan rapi. Semua tgs komisi selesai. #Bunda

Demikian pula penggalan kesaksian di kultwit http://twitter.com/#!/salimafillah
1. Hanya berkesempatan beberapa kali jumpa #Bunda #Yoyoh, saya selalu berada dalam perasaan antara takjub & malu. Satu saat, sebelum suatu..
2. ..acara di mana #Bunda #Yoyoh & P’ Budi Dharmawan menjadi pembicara serta saya sebagai moderatornya; di belakang panggung tersaksikan..
3. ..suami-isteri itu bergandengtangan, saling bertatap sambil tersenyum, & saling menyimak-ulang hafalan Al Quran! MasyaaLlh. #Bunda #Yoyoh
4. Saya bertanya, berapa Juz masing-masing mereka membaca Al Quran seharinya? Kata #Bunda #Yoyoh, “Sangat kurang dibanding apa yang harus..
5. …kami penuhi selayaknya. Hanya 3 Juz.” Saya: “Bukannya P’ Budi & #Bunda #Yoyoh sibuk sekali, bagaimana bisa menyempatkan sebanyak itu?”
6. “Justru karena sibuk & banyak hadapi aneka persoalan serta begitu beragam manusia, maka HARUS memperbanyak Al Quran”, kata #Bunda #Yoyoh
7. Saya juga ingat, P’ Budi kalau memanggil #Bunda #Yoyoh, “Istriku, Cintaku, Kasihku, Sayangku, Yoyoh yang Shalihah!”, pun di forum itu.

Juga ada kesaksian dari Bu Netty Prasetyani yang bisa dibaca disini

Sms terakhir beliau kepada seorang sahabatnya: “Ya Robb aku sedang memikirkan posisiku kelak di Akhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita, Khadijah Al Qubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafshah yang dibela Allah saat akan dicerai karena Showwamah dan qowwahmahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadits, sedang aku… ehm, 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shobirah. Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad. Atau dengan siapa ya Allah? Tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di Taman FirdausMu”.

Amiinn amiiinnn amiinnn…..Beliau memang selalu ingin dipertemukan dengan orang-orang yang lebih baik dari dirinya. (baca link ini)

Kepada suami, beliau selalu berikan pelayanan terbaiknya, salah satu tips beliau “Ummi berusaha senantiasa wangi jika dekat-dekat Abi dan menjaga untuk tidak pernah tertidur dalam keadaan kelelahan sehingga ketika pulang ke rumah di waktu apapun berusaha senantiasa membersihkan tubuh dan tidur dalam keadaan wangi dan bersih.” Selengkapnya dapat dibaca disini.

Mendidik anak dengan keteladanan, mungkin itulah kuncinya, keteladanan bunyinya lebih nyaring dari segala nasehat. Tips pendidikan anak dari ustadzah Yoyoh dapat dilihat disini. Pendidikan Quráni itu yang utama, rekaman ceramah ustadzah tentang “Anakku Cintailah Al-Qurán” dapat diunduh disini.  Untuk bisa menjadi ibu pelahir generasi, bu Yoyoh mempersiapkan fisik, sehat, makan yang bergizi dan diperlukan tubuh, demikian pula fikri yang cerdas, wawasan luas, dan ruhiyah yang kuat. Video bu Yoyoh pada peringatan hari ibu dapat dilihat disini.

Subhanallah, inilah akhwat prestatif jaman ini, patut diteladani. Kehadirannya menggenapkan, kehilangannya mengganjilkan (baca tausiyah ustazah di link ini), keberadaannya menebar manfaat, inspirasi, dan menggerakkan, demikian pula kepergiannya tetap menjadi hikmah kemanfaatan dan inspirasi bagi orang2 yang mencintai kebaikan, dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Dihormati bahkan oleh orang yang berbeda keyakinan, benar2 penebar rahmat. (baca kesaksian kolega di DPR, bahkan yang berbeda partai disini)

Momen ini untuk yang kesekian kali membuat saya tergerak, seperti apakah akhir hidup nanti, how do you want to be remembered? Agaknya benarlah, kehidupan seseorang bisa dilihat dari kematiannya, seperti ulama Ibnu Taimiyah yang ketika wafatnya dihantar beribu-ribu orang dijalan, sang murabbi Ust.Rahmat Abdullah, dan sekarang sang murabbiyah Ustadzah Yoyoh Yusroh.

Ya Allah saya ingin menunaikan amanah2 dengan tuntas, amanah sebagai hamba-Mu untuk dapat beribadah dengan baik kepada-Mu, amanah peradaban sebagai istri dan ibu… pelayanan kepada abah, pengasuhan kepada anak2, dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Dan ini bukan angan-angan, karena ada yang bisa melakukannya, ada teladan nyata almarhumah ibu Yoyoh Yusroh.

Written by ibu didin

May 22nd, 2011 at 8:56 am

Kembali ke Suami

without comments

Maksoed loe?

Hampir setiap hari, dalam obrolan, fesbuk, milis, grup, artikel-artikel, banyak sekali teori maupun pengalaman pangasuhan anak.  Sebagai ibu, tentunya topik-topik yang berhubungan dengan pengasuhan anak sangat menarik.  Biasanya, saya yang suka kepengen ini itu, lihat ini menarik kepengen, lihat tidak menarik dikomentari.  Kadang ingin menerapkan ini itu, atau kata orang begini begitu.

Mungkin ada sisi baiknya juga kondisi merantau begini, sehingga pengasuhan anak benar-benar dilakukan berdua saling bekerjasama dan saling mengandalkan.  Karena waktu bersama di rumah juga besar, maka abah adalah teman ngobrol yang asyik untuk segala hal.  Mungkin sehari-hari mba nana juga terekspos aneka obrolan abah dan ibu :D  Segala informasi yang ibu dapatkan diluar kita berdua, biasanya ibu obrolkan dengan abah.  Seringkali abah bisa memberikan sudut pandang yang memperkaya ibu.  Sebab inilah kelebihan abah yang paling menonjol yaitu punya sikap dan tidak mudah terpengaruh.

Sssssttttt!  jauh jauh sebelum menikah, inilah yang terdetik dalam hati saya, tentang sosok pendamping hidup yang saya tabur dalam harapan dan doa2, yaitu lelaki sejati :D :D :D yang saya terjemahkan sebagai lelaki yang tidak mehek-mehek, memiliki sikap, dan tidak mudah terpengaruh oleh apapun (not overtaken by events!).  Tentunya sikap seperti ini ada plus dan minusnya, terutama harus terbimbing iman, agar pendiriannya tidak dibarat atau di timur, tetapi pada jalan-Nya. Dan mba nana mewarisi karakter abahnya ini *&^%$#@@!

Satu hal yang selalu terngiang-ngiang dari abah, “untuk keputusan-keputusan yang kita sendiri yang akan dimintai pertanggungjawabannya, ibu jangan mudah terpengaruh orang lain!”  We he he okay boss! Misalnya keputusan mempunyai anak, cara mengasuh anak, menyekolahkan anak, mengelola rumah tangga dan sebagainya.  Lah iya juga, setiap kita akan bertanggung jawab atas keputusan dan pilihan kita sendiri.  Ya memang ibu kadang suka kepengaruh, sedang tren ini pengen ini, kata orang begitu pengen begitu.  Segala hal dipertimbangkan sikonnya, konsekuensi, dan yang terpenting ridho Allah tea.  Dengan sikap abah yang seperti itu, saya sangat terbantu untuk memperkuat visi keluarga yang telah disusun. Dalam hal ini, saya bisa  merasakan abah benar-benar sebagai qowwam terutama untuk sisi2 lemah saya.

Written by ibu didin

January 5th, 2011 at 3:07 pm

Melindungi Privacy online anak

without comments

Dari the Wall Street Journal, disimpen agar sewaktu-waktu ibu memerlukan lebih mudah dicari :)

  • September 17, 2010, 7:49 PM ET

How to Protect Your Child’s Privacy Online

Websites popular among children and teens place more tracking technologies on users’ computers than do the top websites aimed at adults, a Wall Street Journal investigation has found. But parents can take steps to limit their children’s exposure.

Getty Images

Web-browsing activity is tracked by “cookies,” “beacons” and “Flash cookies,” small computer files or software programs installed on a computer when a user visits some Web pages. Some are useful. But others are used by companies to track users from site to site and build profiles of their online activities.

All Internet users, whether adults or children, can limit tracking by adjusting settings on Web browsers and Adobe Systems Inc.’s popular Flash program. These settings can delete cookies and limit what types of cookies may be placed on the computer. For additional protection, parents also can install small programs, called “add-ons,” to a child’s browser. And parents can prevent children from seeing behaviorally targeted ads through tools provided by the ad networks. (For more details on these measures, see the Journal’s earlier article.)

But studies and interviews suggest additional considerations for protecting children, particularly young children, online. Elementary-school-age children may not understand basics of Internet safety, according to a 2005 study in the Journal of Applied Developmental Psychology. For example, such young children may not understand that submitting their name and email address for a contest can hand personal information to people who may sell it.

Such concerns are less pressing with teenagers, who tend to know as much, or more, about the Web as their parents. But a study released earlier this year by researchers at the University of California Berkeley and the University of Pennsylvania found that older eenagers are more likely than adults to believe their privacy is being protected online when it isn’t. Harvard Law School professor John Palfrey, who studies children’s attitudes toward privacy, said focus groups suggest that as teens learn more about behavioral targeting, they become more concerned about the practice and less likely to share information broadly.

Here are some ways that parents can help shield their children from prying eyes:

The Privacy Conversation: Parents who are concerned about behavioral tracking should first talk with their children about privacy online, says Tim Lordan, executive director of GetNetWise, a non-profit group aimed at improving online safety. Such a discussion can address many aspects of privacy on the Web — from tracking to the use of social-networking sites and the disclosure of personal information.

Parents should remind children — younger kids in particular — not to give out their name or other personal information online, Mr. Lordan said. They also should alert them to common Web tricks, such flashing pop-up ads that may install spyware on the computer. In a recent three-month period, more than 100 ad networks and exchanges delivered ads that could install malicious software on a user’s computer, according to analysis by the Online Trust Association, a non-profit business-backed group.

Parents should ask elementary-school-age children to inform them when a site asks for personal information, Mr. Lordan said. The Children’s Online Privacy Protection Act, known as Coppa, prohibits website operators from knowingly collecting personally identifiable information from children under 13 without parental consent. Some sites ask a child to enter a parent’s email address to get approval. When parents receive a Coppa notice, they should visit the site and examine its privacy policy before allowing their child to register.

Monitoring Software: Some parents use software to monitor children’s online activity, such as Net Nanny from ContentWatch Inc. and Norton Online Family from Symantec Corp. Such programs aim to prevent kids from accessing objectionable content, such as pornography, gambling or violence. They also allow parents to see and restrict social-networking activity, and some offer an option to block advertising. However, Net Nanny and Norton Online Family don’t block online tracking technologies such as cookies.

Parents can use monitoring software to see when their children are visiting new sites and then inspect those sites and their privacy policies. Child-privacy experts say it’s important to be candid with children about such monitoring and the reasons for it, especially because studies have shown that children see parental monitoring as an invasion of their privacy.

Blocking Ads: To prevent kids from clicking on ads, parents can consider programs that block most Web ads, and the trackers that often accompany them. Blocking ads is a controversial step because many websites rely on advertising to fund their free content. One widely used program, Adblock Plus, is free, though it works primarily with Mozilla’s Firefox browser. (http://adblockplus.org/en/) After installing the program, you select filters for the ads and trackers you want to block. Two common filters, EasyList and EasyPrivacy, block most ads and trackers.

Copyright 2008 Dow Jones & Company, Inc. All Rights Reserved

This copy is for your personal, non-commercial use only. Distribution and use of this material are governed by our Subscriber Agreement and by copyright law. For non-personal use or to order multiple copies, please contact Dow Jones Reprints at 1-800-843-0008 or visit

www.djreprints.com

Written by ibu didin

October 18th, 2010 at 6:28 pm

Lima Tips Mendidik Anak

without comments

Rasanya sayang kalau tidak membukukan ilmu seberharga ini ^^

Dalam sebuah riwayat, diceritakan bahwa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai. Saat berjalan-jalan, terlihatlah olehnya seorang anak sedang mengambil wudhu sambil menangis. Lalu ia beratanya, “Wahai anak kecil, kenapa kamu menangis?”

Anak itu menjawab, “Wahai kakek, saya telah membaca ayat Al-Quran sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi;
“Yâ ayyuhal-ladzîna âmanû qû anfusakum,”

yang artinya;
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu.”
Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Berkata orang tua itu, “Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Anak itu menjawab, Wahai kakek, kakek adalah orang yang berakal, tidakkah kakek lihat kalau orang menyalakan api, maka yang pertama akan mereka letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa.”

Berkata orang tua itu, sambil menangis, “Sesungguh anak ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa, maka bagaimanakah keadaan kami nanti?”

====================================================

Bayangkan bila saja yang diceritakan dalam potongan kisah tersebut adalah anak kita. Anak yang kita lahirkan dan besarkan dengan keringat dan jerih payah. Tentu betapa beruntung dan berbahagianya kita sebagai orang tua. Betapa pun banyak keringat yang telah tercucur, tenaga yang telah terkuras, pikiran dan waktu yang telah tersita, semua takkan ada apa-apanya dibandingkan dengan hasil yang kita peroleh, yaitu anak yang shaleh.

Memiliki anak shaleh merupakan dambaan setiap keluarga. Di samping sebagai penerus keturunan, kelak anak shaleh juga akan menjadi investasi di masa yang akan datang. Do’a-do’a anak shaleh adalah pahala yang akan terus mengalir tanpa henti. Ia akan menembus langit dan akhirnya sampai kepada kita sebagai orang tua sebelum ataupun sesudah kita mati.

Berkeinginan memiliki anak yang shaleh bukanlah khayalan. Siapa pun orangnya sama memiliki kesempatan untuk mewujudkannya. Kehadiran anak shaleh dalam sebuah keluarga bukanlah mu’jizat atau turun dari langit dengan sendirinya. Ia akan hadir di tengah-tengah kita tiada lain merupakan buah dari usaha yang kita lakukan dalam mendidiknya. Bila kita berkeinginan dan berusaha keras mendidik anak agar menjadi anak yang shaleh, maka ia akan tumbuh sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tetapi jika tidak, keinginan untuk memiliki anak shaleh hanyalah sebuah angan-angan dan hayalan semata.

Syaikh Abu Hamid Al Ghazali ketika membahas tentang peran kedua orangtua dalam pendidikan mengatakan: “Ketahuilah, bahwa anak merupakan amanat bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan, dia siap diberi pahatan apapun dan condong kepada apa saja yang disodorkan kepadanya Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan dan berbahagialah kedua orang tuanya di dunia dari akherat, juga setiap pendidik dan gurunya. Tapi jika dibiasakan kejelekan dan dibiarkan sebagai mana binatang ternak, niscaya akan menjadi jahat dan binasa. Dosanya pun ditanggung oleh penguru dan walinya. Maka hendaklah ia memelihara mendidik dan membina serta mengajarinya akhlak yang baik, menjaganya dari teman-teman jahat, tidak membiasakannya bersenang-senang dan tidak pula menjadikannya suka kemewahan, sehingga akan menghabiskan umurnya untuk mencari hal tersebut bila dewasa.”

Berikut adalah beberapa metode dalam mendidik anak, agar anak diharapkan dapat memiliki sikap dan perilaku yang baik serta sesuai dengan keinginan orang tua dengan berlandaskan norma dan agama.

1.Keteladanan

Keluarga, khususnya orang tua adalah figur awal bagi seorang anak untuk diikuti dan dicontoh perilakunya. Ketika anak mulai beranjak remaja, fungsi ini mulai bergeser kepada kelompok sebaya-nya ataupun figur-figur lain di luar keluarga, seperti tokoh-tokoh dalam film atau cerita. Oleh karena itu, sudah seharusnya orang tua dapat memberikan pondasi awal yang kuat tentang sikap dan perilaku yang positif. Dengan demikian kelak ketika anak dihadapkan kepada situasi yang sangat kompleks, anak akan lebih siap dan konsisten terhadap pendiriannya.

Agar tujuan ini terwujud, maka tentunya harus ada keteladanan dari orang tua. Ingatlah suatu perbuatan orang tua tidak akan efektif bila hanya terjadi komunikasi satu arah. Berilah contoh yang kepada anak mengenai perilaku yang baik dari orang tua mereka sehari-hari. Ini bisa dimulai dengan hal-hal yang biasa sehari-hari kita lakukan di rumah. Dengan begitu, kedepan diharapkan anak akan dapat mulai sedikit demi sedikit mencontoh perilaku yang positif dari orang tuanya.

2.Pembiasaan

Setelah adanya contoh yang baik dari orang tua, maka perlu dilakukan pembiasaan dari perilaku-perilaku yang telah dilakukan tadi. Hal ini penting karena dihawatirkan bila orang tua saat tak ada disisi mereka, perilaku-perilaku yang anak lakukan akan dapat berubah kembali. Dengan adanya pembiasaan, maka perilaku positif tersebut akan menjadi tabiat positif anak sehingga ada atau tidak ada orang tua, hal-hal positif tetap mereka lakukan.

3.Nasihat

Selanjutnya adalah nasihat. Dikala proses diatas berlangsung, orang tua juga harus senantiasa memberikan pengertian-pengertian ataupun pemahaman-pemahaman kepada anak mengapa suatu perilaku itu harus dilakukan, apa manfaatnya, baik untuk diri sendiri dan yang terpenting untuk orang lain.

4.Kontrol

Setelah langkah-langkah di atas berjalan dengan baik, maka selanjutnya adalah kontrol dari orang tua. Dalam pelaksanaannya, kontrol yang dilakukan mesti dijalankan secara arif dan bijaksana, tidak dengan membuat posisi anak menjadi tersudut, sehingga kontrol justru tidak menjadi efektif.

5. Reward and Punishment

Yang terakhir adalah memberikan hadiah dan hukuman. Di samping poin-poin di atas, tips kelima ini juga tak kalah pentingnya untuk menumbuhkan minat dan tanggung jawab pada anak. Namun dari pada itu, sebelumnya harus dingat oleh para orang tua bahwa pemberian hukuman kepada anak dimaksudkan untuk mendidik anak bukan untuk menyudutkan apalagi melukai fisik.

Hukuman yang diberikan tidak hanya semata-mata berbentuk fisik, tetapi juga bisa dilakukan hal-hal lain seperti dengan pengurangan hak, atau pemberian suatu tugas tambahan. Andaikata hukuman fisik terpaksa diberikan, maka harus diperhatikan bahwa cubitan kecil ataupun pukulan ringan bisa bisa diberikan dengan syarat: tidak boleh di bagian-bagian vital anak, tidak boleh pada bagian atas tubuh(perut, dada, leher, kepala, punggung) dan tidak boleh meninggalkan bekas. Huallohu a’lam.

Sumber: http://www.persis.or.id/

Written by ibu didin

October 6th, 2010 at 2:39 pm