if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘nyeri pinggang’ Category

Pengalaman nyeri pinggang (low backpain/lage rugklachten)

without comments

Pengalaman tidak mengenakkan nyeri pinggang (Low Backpain/lage rugklachten)
*yang dituliskan disini bukan resep/anjuran medis loh, resiko pembaca diluar tanggungan penulis ^^*
Sudah dua tahun terakhir ini saya mengalami nyeri pinggang, sepertinya lebih dari dua tahun, hanya saja yang kerasa mengganggu dua tahun terakhir ini, sebelumnya dicuekin saja. Sebenarnya tubuh kita punya mekanisme sendiri, rasa sakit misalnya, menjadi alarm rasa sayang bahwa ada sesuatu yang salah, tidak harus perawatan yang heboh, mungkin saja degenerasi fungsi tubuh tanda-tanda kurang olah raga, makan tidak seimbang, kurang atau kelebihan tidur, atau tanda-tanda penuaan ^_^ sebaliknya bisa saja peringatan tubuh itu menunjukkan hal-hal yang benar-benar tidak baik sedang terjadi.
Dua tahun ini nyerinya menjadi-jadi, kalau sudah begitu tidak elastis bergerak, dipake jalan sakit, dipake berdiri sakit, dipake duduk sakit, dipake berbaring juga tidak bisa elastis gerakannya. Kalau sudah begini jadi ingat anak masih kecil, masih perlu digendong2, perlu lari-lari, masak ibunya sudah KO. Kadang nyerinya datang beberapa bulan sekali, namun sejak tinggal di negara bersuhu dingin (jauh lebih dingin dari tempat kelahiran kota Batu, maupun tempat tinggal kota Bandung), maka nyeri pinggangnya semakin intensif, kadang datang tiap bulan atau tiap minggu. Ini sudah diluar kemampuan diri sendiri mengatasi, need help :(
Maka beberapa bulan lalu, untuk pertama kalinya saya manfaatkan asuransi, berkunjung ke dokter. Kalau di Belanda, berkunjung ke dokter dengan membuat janji sebelumnya (hari dan jam), mungkin ada baiknya juga ya, agar tidak ngantri lama dan terpapar virus si sakit yang lain di tempat berobat (Nosocomial Infection), tapi kalau sedang nyeri-nyerinya jadi malas membuat janji, belum tentu hari itu juga, akibatnya ya malas lagi kedokter dan ditunda-tunda. Dan kunjungan pertama adalah ke dokter umum, tidak langsung dokter spesialis. Tetapi untuk dokter kampus (TU Delft) saya ga pake bikin janji loh, langsung datang dan dilayani :D Sebelumnya dari rumah sudah saya siapkan selembar kertas berisi apa saja keluhan, kapan dirasakan, riwayat melahirkan,hal-hal yang dirasa perlu/berhubungan, khawatir melupakan hal-hal penting.
Dokter kemudian melakukan serangkain tes untuk menguji kelenturan pinggang dan panggul, mungkin untuk menentukan pula perlu tidaknya rontgen. Kesimpulan awalnya, terjadi ketidak seimbangan otot panggul dan perut, mungkin ketika hamil beban di perut membuat otot2 punggung dan pinggang tegang turut menahan beban, setelah anak lahir, otot perutnya tidak dilatih/terlatih sehingga kendor (selulit itu loch) sehingga tidak seimbang lagi dengan pinggang dan punggung, otot2nya tidak kembali ke tempat semula. Dan ini diperparah dengan profesi atau kebiasaan. Dulu sebagai orang IT kebanyakan ya di depan komputer, duduk dengan posisi sama (yang bisa saja salah) selama berjam-jam, kemudian juga bagi yang suka nyetir (mobil ataupun motor) tanpa kerasa tubuh di posisi yang sama berjam-jam. Maka tegangan demi tegangan kita bebankan kepada tubuh bagian belakang. Kira-kira beginilah struktur bagian tubuh belakang (dikutip dari mayo clinic)
“Your backbone (vertebral column) is actually a stack of more than 30 bones called vertebrae. Together they create a bony canal that surrounds and protects your spinal cord. Small nerves enter and exit the spinal cord through spaces in your vertebrae. The vertebrae are held together by muscles, tendons and ligaments. Between the vertebrae are intervertebral disks, which act as shock absorbers by preventing the vertebrae from hitting one another when you walk, run or jump. The intervertebral disks also allow your spine to twist, bend and extend. The lower back — which carries most of your weight — is the site of most back pain.”
Kalau dibaca terus, maka ada

*yang dituliskan disini bukan resep medis loh, resiko pembaca diluar tanggungan penulis ^^*

Sudah dua tahun terakhir ini saya mengalami nyeri pinggang, sepertinya lebih dari dua tahun, hanya saja yang kerasa mengganggu dua tahun terakhir ini, sebelumnya dicuekin saja. Sebenarnya tubuh kita punya mekanisme sendiri, rasa sakit misalnya, menjadi alarm rasa sayang bahwa ada sesuatu yang salah, tidak harus perawatan yang heboh, mungkin saja degenerasi fungsi tubuh tanda-tanda kurang olah raga, makan tidak seimbang, kurang atau kelebihan tidur, atau tanda-tanda penuaan ^_^ sebaliknya bisa saja peringatan tubuh itu menunjukkan hal-hal yang benar-benar tidak baik sedang terjadi.

Dua tahun ini nyerinya menjadi-jadi, sehingga tidak elastis bergerak, dipake jalan sakit, dipake berdiri sakit, dipake duduk sakit, dipake berbaring juga tidak bisa elastis gerakannya. Kalau sudah begini jadi ingat anak masih kecil, masih perlu digendong2, perlu lari-lari, masak ibunya sudah KO. Kadang nyerinya datang beberapa bulan sekali, namun sejak tinggal di negara bersuhu dingin (jauh lebih dingin dari tempat kelahiran kota Batu, maupun tempat tinggal kota Bandung), maka nyeri pinggangnya semakin intensif, kadang datang tiap bulan atau tiap minggu. Ini sudah diluar kemampuan diri sendiri mengatasi, need help :(

Maka beberapa bulan lalu, untuk pertama kalinya saya manfaatkan asuransi, berkunjung ke dokter. Kalau di Belanda, berkunjung ke dokter dengan membuat janji sebelumnya (hari dan jam), mungkin ada baiknya juga ya, agar tidak ngantri lama dan terpapar virus si sakit yang lain di tempat berobat (Nosocomial Infection), tapi kalau sedang nyeri-nyerinya jadi malas membuat janji, belum tentu hari itu juga, akibatnya ya malas lagi kedokter dan ditunda-tunda. Dan kunjungan pertama adalah ke dokter umum, tidak langsung dokter spesialis. Tetapi untuk dokter kampus (TU Delft) saya ga pake bikin janji loh, langsung datang dan dilayani :D Sebelumnya dari rumah sudah saya siapkan selembar kertas berisi apa saja keluhan, kapan dirasakan, riwayat melahirkan,hal-hal yang dirasa perlu/berhubungan, khawatir melupakan hal-hal penting. Kata dokternya andai saja pasien2 membuat catatan seperti ini (wah ya klo lagi sakit banget ya mana sempet dok :D :D:D).

Dokter kemudian melakukan serangkain tes untuk menguji kelenturan pinggang dan panggul, mungkin untuk menentukan pula perlu tidaknya rontgen (yang dalam kasus saya tidak diperlukan). Kesimpulan awalnya, terjadi ketidakseimbangan otot panggul dan perut, mungkin ketika hamil beban di perut membuat otot2 punggung dan pinggang tegang turut menahan beban, setelah anak lahir, otot perutnya tidak dilatih/terlatih sehingga kendor (selulit itu loch) sehingga tidak seimbang lagi dengan pinggang dan punggung, otot2nya tidak kembali ke tempat semula. Dan ini diperparah dengan profesi atau kebiasaan. Dulu sebagai orang IT kebanyakan ya di depan komputer, duduk dengan posisi sama (yang bisa saja salah) selama berjam-jam, kemudian juga bagi yang suka nyetir (mobil ataupun motor) tanpa kerasa tubuh di posisi yang sama berjam-jam. Maka tegangan demi tegangan kita bebankan kepada tubuh bagian belakang. Kira-kira beginilah struktur bagian tubuh belakang (dikutip dari mayo clinic)

r22_yourback

Your backbone (vertebral column) is actually a stack of more than 30 bones called vertebrae. Together they create a bony canal that surrounds and protects your spinal cord. Small nerves enter and exit the spinal cord through spaces in your vertebrae. The vertebrae are held together by muscles, tendons and ligaments. Between the vertebrae are intervertebral disks, which act as shock absorbers by preventing the vertebrae from hitting one another when you walk, run or jump. The intervertebral disks also allow your spine to twist, bend and extend. The lower back — which carries most of your weight — is the site of most back pain.

Kalau dibaca terus, maka ada beberapa penyebab berbeda nyeri pinggang (atau punggung), tenaga medis akan membantu menentukan diagnosa yang tepat untuk perawatan/penyembuhan yang tepat pula. Dalam kasus saya saat ini diagnosanya seperti yang sudah diceritakan diatas.  Sehingga dokter merekomendasikan untuk melakukan terapi memperbaiki posisi/postur tubuh, memperkuat otot-otot belakang tubuh, otot perut, dan panggul. Nama terapinya ‘oefen therapeuten’ atau “exercise therapy” ini berbeda dengan physiotherapy ataupun terapi pijat.  Biasanya yang ikut terapi ini ibu-ibu yang habis melahirkan untuk memperkuat otot perut, pinggul, atau ibu-ibu yang belajar senam kehamilan, atau nenek-kakek yang mengalami degenerasi fungsi otot, ada juga anak-anak yang salah posisi tubuh. Agaknya terapi ini cukup populer di Belanda, yang membuat metodenya juga orang Belanda (hemm… dari pengamatan saya orang Belanda pandai/mahir bikin teori/frameworks/metode, eh ini mah dari bacaan2 kuliah ^_^ )

Dokter memberikan rekomendasi tempat terapi terdekat dari rumah, ini tempat terapi saya bisa di klik disini.  Tentunya dengan terlebih dahulu membuat janji. Terapis saya bernama Hilda, orangnya Alhamdulillah ramah.  Alhamdulillah untuk terapi juga ditanggung asuransi (maksimal 12 kali terapi), kalau tidak berabe juga ya… sekali terapi yang 15 menit itu ongkosnya 28 – 30 euro atau sekitar 350 ribu kalau dirupiahin saat ini, profesi terapis memang dihargai disini, mereka harus bersertifikat dan terdaftar.

Tiap kamis di jam yang telah disepakati saya datang, Hilda mengajarkan gerakan-gerakan dari yang mudah di pertemuan pertama kemudian meningkat terus. Tidak begitu lama antara 15 – 30 menit, gerakan tersebut dipraktekkan/dilatih di rumah cukup sehari sekali selama 15 – 30  menit. Untuk yang sedang mengalami nyeri pinggang tidak dianjurkan (tidak diperbolehkan) melakukan fitnes yang berat atau aerobic meski low impact, dikhawatirkan memberi beban (strain) yang tinggi pada tubuh belakang sementara posisinya belum diperbaiki.  Jadi selesaikan dulu masalah (low) back pain nya.

Gerakan-gerakannya mirip dengan yang dianjurkan oleh mayo clinic untuk latihan mandiri selama 15 menit di rumah, tetapi bagi yang sedang mengalami nyeri pinggang sebaiknya dibawah pengawasan tenaga medis atau terapis.

1. Knee-to-chest stretch

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Using both hands, pull up one knee and press it to your chest (B). Hold for 15 to 30 seconds. Return to the starting position and repeat with the opposite leg (C). Return to the starting position and repeat with both legs at the same time (D)

2bp

2. Lower back rotational stretch

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Keeping your shoulders firmly on the floor, roll your bent knees to one side (B). Hold for five to 10 seconds. Return to the starting position (C). Repeat on the opposite side (D).

3bp

3. Lower back flexibility exercise

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Arch your back so that your pubic bone feels like it’s pointing toward your feet (B). Hold for five seconds, then relax. Flatten your back, pulling your bellybutton toward the floor — so that your pubic bone feels like it’s pointing toward your head (C). Hold for five seconds, then relax. Repeat.

4bp

4. Bridge exercise

Lie on your back with your knees bent and your feet flat on the floor (A). Keeping your shoulders and head relaxed on the floor, tighten your abdominal and gluteal muscles — then raise your hips to form a straight line from your knees to your shoulders (B). Try to hold the position long enough to complete three deep breaths. Return to the starting position (C). Repeat.

5bp5. Cat stretch

Position yourself on your hands and knees (A). Slowly let your back and abdomen sag toward the floor (B). Then slowly arch your back, as if you’re pulling your abdomen up toward the ceiling (C). Return to the starting position. Repeat.

6bp6. Seated lower back rotational stretch

Sit on an armless chair or stool. Cross your right leg over your left leg. Bracing your left elbow against the outside of your right knee, twist and stretch to the side (A). Repeat on the opposite side (B).

7bp7. Shoulder blade squeeze

Sit on an armless chair or stool (A). Keeping your chin tucked in and your chest high, pull your shoulder blades together (B). Hold for five seconds, then relax. Repeat.

8bp

Tentunya berlatih dengan terapis gerakannya lebih variatif, kadang mempergunakan bola (seperti yang di pilates) dan disesuaikan dengan kondisi pasien. Tetapi bagi yang sehat maka mencegah dengan gerakan2 diatas akan membuat otot-otot tubuh belakang lebih rileks, dan semoga terhindar dari nyeri pinggang atau punggung.

Semoga saya segera pulih, sehat segar bugar, tidak kembali lagi sakit-sakitnya, lebih aktif dan produktif ^^

Pembaca doakan saya ya *takeshi style*