if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘mujahidah’ Category

In memoriam Usth.Yoyoh Yusroh: How do you want to be remembered?

without comments

Malam hari waktu Belanda, abah yang masih begadang tergopoh2 mengabarkan ustadzah Yoyoh meninggal di rumah sakit. Innalillahi wa inna ilaihi rajiún… sejenak kemudian abah mengabari beliau meninggal karena kecelakaan. Sejak itu kami terus mengupdate berita lewat internet. Adik saya yang di Bogor juga mengirimkan SMS berantai yang sudah menyebar.

Ustadzah Yoyoh memang menggetarkan, meski tidak mengenal secara langsung, tapi ikatan aqidah dan hati yang membuat seolah-olah beliau adalah orang dekat. Saya ingat abah pernah menyatakan kekagumannya kepada Ustadzah Yoyoh, daíyah, menguasai bahasa Arab, menghafal qurán, menghafal hadist, meski sederhana dalam pilihan busana, wajah tanpa make up, tapi penampilannya selalu segar, dihiasi senyum. Abah menyatakan bahwa itulah sosok akhwat yang ideal, tanpa banyak polesan topeng, tapi kelebihannya dalam iman, takwa, ilmu, dan amal itulah yang akan membedakan.

*wadezig jadi ibu kumaha nie bah???*

Abah benar semuanya, beliau sosok teladan muslimah jaman ini, apik, rapi, pandai mengelola urusannya, amanah-amanahnya tunai diemban. Peran peradaban sebagai istri dan ibu sukses dikelola, buktinya? 13 anak yang insyaAllah shalih shalihah, 6 diantaranya hafizh Qurán. Peran dakwahnya jalan terus, amar ma’ruf nahi munkar ga ada matinya, berdakwah, amanah di partai, hingga amanah sebagai wakil rakyat di DPR 3 periode berturut-turut. Semua misi tertunaikan, tanpa melalaikan amal ibadah penghambaan kepada-Nya. Tilawah tiga juz perhari (subahanaLlah tiga juz perhari), menambah hafalan, tahajud dan ibadah lainnya.  Kesaksian tentang sosok almarhumah dituliskan oleh teh Pipit Senja, dapat dibaca disini.

Dalam penggalan kultwit http://twitter.com/#!/ridlwanjogja, Ustadz Hilmi memberikan sambutan di acara pemakaman ustzh.Yoyoh:
48. Sambutan keluarga diwakili KH Hilmi Aminuddin. Terbata-bata. Sembab. Ini saya kutipkan petikannya.#Bunda
49.“Saya dapat ucapan takziah dari seluruh dunia” ujar Hilmi. Dari jalur Gaza, mujahidin Palestina semua berdoa utk almarhumah. #Bunda
50.“Kehilangan Yoyoh adalah kehilangan bagi dakwah internasional. Pasukan perdamaian TNI di Darfur Sudan juga kirim takziah. #Bunda
51. Yoyoh menjadi anggota dewan 3 periode sejak 99. Pernah di komisi pendidikan, agama, terakhir di komisi 1 militer dan intrnasonal. #Bunda
52.Yoyoh berhasil membawa bantuan masy Indonesia ke jalur Gaza. Membantu buat rumah sakit di Gaza dan lobi perdamaian Sudan #Bunda
53. Hilmi menjadi sentimental ketika cerita perkenalannya dg Yoyoh . Bedrulang-ulang usap airmata. #Bunda
54. “Saya kenal sejak pertengahan 80-an, saat beliau masih mahasiswi IAIN Ciputat” kata Hilmi #Bunda
55. Tak hanya mendengarkan ceramah, Yoyoh komitmen untuk ikut dalam gerakan dakwah. Dia tak hanya mendengar tapi berbuat. #Bunda
56. “Ketika sy dipenjara Soeharto Orba 2 tahun, dia sabar terus dakwah. Keluar penjara, saya dilapori perkembangan dakwah. #Bunda
57.”Suatu saat Yoyoh bilang , ustad saya diminta menikah oleh ortu. Tolong carikan calon” #Bunda
58.”Saya cari yang siap nikah sesama aktivis dakwah. Terserah ustad.” #Bunda
59. Majulah Budi Darmawan. Saat lapor ortu di Bandung, bahkan tak tahu nama lengkapnya. Siapa calonmu ? Yoyoh.Saya belum prnah ktemu. #Bunda
60. Restu ortu hadir. Dua mhsw itu dinikahkn. Hilmi melamarkan ke rumah ayah Yoyoh, KH Abdus Somad di Tangerang #Bunda
61.Menurut Hilmi, sejak tahun 84 itu hingga kemarin, Yoyoh tak pernah mengeluh sedikitpun menerima amanah. #Bunda
62.Ketika ditugaskan ke luar negeri juga tak ribut cari uang saku. Bahkan nombok. Tak risau tinggalkan keluarga. #Bunda
63. Saat hadiri acara wisuda @bangumar sampai akhirnya kecelakaan, juga bukan mobil negara. Tak mau dibiayai tiket pesawat.#Bunda
64. Hilmi : 13 putra-I nya semua salih dan shalihah. Paduan sejati antara wanita karir dan ibu rumah tangga. juga istri berbakti #Bunda
65. Posisi di DPR hanya wasilah dakwah. Sarana dakwah. Tak menonjol tapi amanah. Semua lpj keuangan rapi. Semua tgs komisi selesai. #Bunda

Demikian pula penggalan kesaksian di kultwit http://twitter.com/#!/salimafillah
1. Hanya berkesempatan beberapa kali jumpa #Bunda #Yoyoh, saya selalu berada dalam perasaan antara takjub & malu. Satu saat, sebelum suatu..
2. ..acara di mana #Bunda #Yoyoh & P’ Budi Dharmawan menjadi pembicara serta saya sebagai moderatornya; di belakang panggung tersaksikan..
3. ..suami-isteri itu bergandengtangan, saling bertatap sambil tersenyum, & saling menyimak-ulang hafalan Al Quran! MasyaaLlh. #Bunda #Yoyoh
4. Saya bertanya, berapa Juz masing-masing mereka membaca Al Quran seharinya? Kata #Bunda #Yoyoh, “Sangat kurang dibanding apa yang harus..
5. …kami penuhi selayaknya. Hanya 3 Juz.” Saya: “Bukannya P’ Budi & #Bunda #Yoyoh sibuk sekali, bagaimana bisa menyempatkan sebanyak itu?”
6. “Justru karena sibuk & banyak hadapi aneka persoalan serta begitu beragam manusia, maka HARUS memperbanyak Al Quran”, kata #Bunda #Yoyoh
7. Saya juga ingat, P’ Budi kalau memanggil #Bunda #Yoyoh, “Istriku, Cintaku, Kasihku, Sayangku, Yoyoh yang Shalihah!”, pun di forum itu.

Juga ada kesaksian dari Bu Netty Prasetyani yang bisa dibaca disini

Sms terakhir beliau kepada seorang sahabatnya: “Ya Robb aku sedang memikirkan posisiku kelak di Akhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita, Khadijah Al Qubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafshah yang dibela Allah saat akan dicerai karena Showwamah dan qowwahmahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadits, sedang aku… ehm, 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shobirah. Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad. Atau dengan siapa ya Allah? Tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di Taman FirdausMu”.

Amiinn amiiinnn amiinnn…..Beliau memang selalu ingin dipertemukan dengan orang-orang yang lebih baik dari dirinya. (baca link ini)

Kepada suami, beliau selalu berikan pelayanan terbaiknya, salah satu tips beliau “Ummi berusaha senantiasa wangi jika dekat-dekat Abi dan menjaga untuk tidak pernah tertidur dalam keadaan kelelahan sehingga ketika pulang ke rumah di waktu apapun berusaha senantiasa membersihkan tubuh dan tidur dalam keadaan wangi dan bersih.” Selengkapnya dapat dibaca disini.

Mendidik anak dengan keteladanan, mungkin itulah kuncinya, keteladanan bunyinya lebih nyaring dari segala nasehat. Tips pendidikan anak dari ustadzah Yoyoh dapat dilihat disini. Pendidikan Quráni itu yang utama, rekaman ceramah ustadzah tentang “Anakku Cintailah Al-Qurán” dapat diunduh disini.  Untuk bisa menjadi ibu pelahir generasi, bu Yoyoh mempersiapkan fisik, sehat, makan yang bergizi dan diperlukan tubuh, demikian pula fikri yang cerdas, wawasan luas, dan ruhiyah yang kuat. Video bu Yoyoh pada peringatan hari ibu dapat dilihat disini.

Subhanallah, inilah akhwat prestatif jaman ini, patut diteladani. Kehadirannya menggenapkan, kehilangannya mengganjilkan (baca tausiyah ustazah di link ini), keberadaannya menebar manfaat, inspirasi, dan menggerakkan, demikian pula kepergiannya tetap menjadi hikmah kemanfaatan dan inspirasi bagi orang2 yang mencintai kebaikan, dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Dihormati bahkan oleh orang yang berbeda keyakinan, benar2 penebar rahmat. (baca kesaksian kolega di DPR, bahkan yang berbeda partai disini)

Momen ini untuk yang kesekian kali membuat saya tergerak, seperti apakah akhir hidup nanti, how do you want to be remembered? Agaknya benarlah, kehidupan seseorang bisa dilihat dari kematiannya, seperti ulama Ibnu Taimiyah yang ketika wafatnya dihantar beribu-ribu orang dijalan, sang murabbi Ust.Rahmat Abdullah, dan sekarang sang murabbiyah Ustadzah Yoyoh Yusroh.

Ya Allah saya ingin menunaikan amanah2 dengan tuntas, amanah sebagai hamba-Mu untuk dapat beribadah dengan baik kepada-Mu, amanah peradaban sebagai istri dan ibu… pelayanan kepada abah, pengasuhan kepada anak2, dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Dan ini bukan angan-angan, karena ada yang bisa melakukannya, ada teladan nyata almarhumah ibu Yoyoh Yusroh.

Written by ibu didin

May 22nd, 2011 at 8:56 am