if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘mewehi’ Category

[Kenangan Ramadhan]: Weweh/Ater-ater

without comments

rantangSalah satu kenangan Ramadhan waktu kecil di desa saya adalah tradisi ‘Weweh’ (baca ‘e’ pada ebi) atau disebut juga ater-ater (baca ‘e’ dalam emas). Weweh (bhs Jawa mewehi = memberi), yaitu saling menghantar makanan sesama saudara (biasanya karena pertalian darah, pernikahan, ipar, besan, dan sejenisnya). Setiap keluarga akan weweh ke sekian jumlah saudaranya, cukup sekali selama sebulan Ramadhan, dan demikian sebaliknya, sehingga dalam sebulan penuh Ramadhan, bisa setiap hari kami menerima wewehan (hantaran makanan).

Wewehan dulu dikirim dalam rantang-rantang. Satu rantang berisi nasi, satu rantang lagi berisi lauk yang isinya: daging empal atau ayam goreng/balado, bandeng goreng, perkedel kentang, telor, mie goreng, sambel goreng kentang/tempe. Yang mengantar wewehan adalah anak-anak, jadi saya dengan mas atau adik saya yang akan menghantar ke sodara di Pandan, Dadapan, Nggrinting, Sanggrahan, Songgoriti, Kali Putih. Nanti sodara kami yang menerima wewehan akan memberi sangu (angpaw uang), yang akan kami kumpulkan dan senang sekali kalau ditotal dengan sangu/angpaw saat lebaran akan berjumlah semakin banyak he..he..  Oh iya, dulu saya cukup cerdik (atau nakal), saya memilih menghantar wewehan ke sodara2 yang biasanya ngasih sangu banyak, dan menyuruh ade saya yang masih kecil menghantar ke sodara2 yang tidak banyak ngasih sangu, atau yang suka ga ngasih sangu :D :D :D

SubhanalLah tradisi weweh ini, menyambung silaturahim, mengenalkan anak-anak pada sodaranya sehingga tidak akan kepaten obor (api obor mati = terputus/tidak mengenal lagi saudaranya), tak peduli kaya atau miskin, kami akan memasuki rumah-rumahnya, menghantar makanan. Ini juga distribusi gizi, saudara2 yang berkekurangan tak mampu beli daging, pada momen2 ini akan menyantap daging, ayam, ikan, telor. Ini juga menggerakkan ekonomi, terjadi transaki riil, belanja kebutuhan di pasar, transport angkot atau ojek. Kalau diniatkan untuk memberi makan kepada yang berbuka, insyaAllah pahala-Nya mengalir. Dan juga, tradisi weweh ini merupakan dapur praktek untuk mendidik gadis-gadis pandai memasak ^^

Sampai sekarang tradisi weweh ini masih ada di kampung saya, meski dengan versi yang macam2, misalnya tidak memakai rantang tatapi mika atau dus untuk kepraktisan, atau weweh dalam bentuk gula, kue kering, sirup untuk lebaran. Oh iya saudara, weweh ini juga menjadi indikator apakah ekonomi sedang tumbuh atau lesu, benar, sebab untuk weweh ini perlu uang yang dikeluarkan untuk belanja, dahulu rame sekali orang weweh, sekarang tidak semua mampu weweh, sebab tak ada cukup uang, seiring dengan sektor pertanian yang babak belur, petani-petani jaya bertumbangan, dan itu artinya semakin berkurang atau terhenti pekerjaan untuk buruh tani, berarti pula tak ada penghasilan, daya beli menurun drastis, konsumsi anjlok, perekonomian lesu :( :( :( (ttg pertanian pernah sy sentil disini dan disini).

Sedih ya… semoga ada umur dan kesempatan bagi saya untuk berbuat kebaikan bagi petani, doakan ya ^^

Selamat menjalankan ibadah Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin, mari saling mendoakan dan menguatkan untuk meraih pahala & keutamaan2 Ramadhan.

Written by ibu didin

August 10th, 2010 at 12:46 am