if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘menata hati’ Category

Hatinya yang ditata

without comments

Berjalan dari stasiun Eindhoven ke gedung Innovation Sciences memang cukup jauh, untuk saya 25 menit jarak jalan, tetapi selama ini ‘biasa saja’ memang sudah memperhitungkan jauhnya karena tidak membawa sepedah ke kampus.  Di TU Eindhoven memang mau tak mau mengandalkan sepedah, karena kampusnya yang berbentuk ‘kompleks’ tertutup, tidak ada bis yang membelah kampus, beda dengan TU Delft yang kompleks terbuka, kendaraan umum ada jalur membelah kampus.  Selama ini saya selalu meminimalisir bawaan, terutama tidak membawa laptop, agar tidak capek.

Tetapi kemarin memang mau tidak mau harus bawa laptop, untuk direparasi di notebook service, karena mudah sekali overheated.  Dalam kondisi hamil dan olala sepatu sudah mulai kerasa kesempitan… jadilah kemarin terasa capeeekkk sekali.  Wah saya jadi mulai ketar ketir juga, bagaimanapun wahnan ala wahnin itu memang kenyataan yang harus dijalani, lemah yang semakin bertambah-tambah.  Saya harus mulai ‘tahu diri’, sangat berhitung untuk tidak berlebihan mengeluarkan tenaga, membawa bawaan berat dalam perjalanan yang cukup jauh.  Stamina harus dijaga untuk agenda-agenda yang tidak bisa ‘dihentikan’ begitu saja, terutama soal tesis.

Alhamdulillah, dalam kondisi seperti ini ada obat penawar, perasaan ‘legowo’ yang dihadirkan Allah bagi saya merupakan salah satu bentuk pertolongan-Nya.  Saat yang bagi saya cukup menegangkan ini kadang membuat pikiran kalut, seperti orang bingung sendiri, dan biasanya yang beginian lebih menguras energi ketimbang pekerjaannya itu sendiri.  Saat ini mungkin yang lebih diperlukan adalah menata hati, upaya tiap hari konsisten dilakukan, membaca-menulis jangan sampai kelewat barang sehari, tetapi diatas itu semua, pada akhirnya apakah memenuhi target selesai juni atau tidak, biarlah Allah yang memutuskan.  Dengan demikian hati menjadi lebih tentram dan tidak mudah setres. Dan semoga saja kebaikan2 proses yang dijalani saat ini menjadi tuah bagi adiknya mba nana kelak, insyaAllah.

bonus track: “Doa Seorang Anak” oleh Diana Papilaya
ketemu juga dengan lagu nostalgia masa kanak-kanak yang cukup membekas :)

Written by ibu didin

March 5th, 2011 at 1:52 pm