if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘memaafkan’ Category

Migren

without comments

Barangkali migren ini penyakit sejuta umat.  Saya juga termasuk salah satunya.  Entah sejak kapan tepatnya migren ini hinggap di kepala saya.  Sudah sejak sekolah dasar saya mengalami sakit kepala sebelah ini.  Penyebab utamanya adalah kalau kepanasan intensif, maka sebelah kepala kadang bagian kiri atau kanan akan nyut-nyutan.  Kalau sudah begini cara terbaik adalah tidur, atau minum obat, yang sayangnya jaman dahulu ga ngerti jadi minumnya proc*ld yang beken banget sebagai iklan sandiwara radio tutur tinular heheheh.

Bertambah usia, pencetus migren saya ini bertambah lagi, yaitu kalau lagi tertekan, maka muncullah migren ini, jadi migren ini bisa jadi indikator setres juga, kalau misalnya saya tidak kepanasan tapi migren, ada-ada saja =)  Tetapi setelah dewasa saya tahu, bahwa rasa sakit migren bisa ditekan dengan paracetamol saja, ga perlu zat aditif lain dalam obatnya.

Karena sudah tinggal di negara subtropis, maka Alhamdulillah migren saya sudah hampir jaraaang sekali muncul.  Tapi muncul2 juga, berarti ada tanda ke-setres-an.  Ga enaknya, migren ini kambuh kalau tiba-tiba berseliweran peristiwa2 beberapa tahun lalu yang cukup menggoreskan luka di hati saya (jiaahhh sinetron..sinetron…), padahal itu peristiwanya di Indonesia dan saya di Belanda, berjarak waktu (dulu dan sekarang) dan tempat (Indonesia-Belanda).  Astagfirullahaladhiimm….kalau begini ini kerjaannya syaithonnirrojiimm…

Saya sudah mencoba berbagai cara agar mengikhlaskan peristiwa itu, dari membaca2 artikel2 psikolog, petunjuk agama tentang memaafkan, beristighfar kepada Allah, hingga memohon2 agar Allah mengangkat/menutup luka di hati ini agar saya bisa melangkah dengan ringan, ga migren2 lagi begitu…  Saya juga sempat meng-hide all makhluk2 Allah itu di facebook (norak ya), tapi akhirnya saya un-hide lagi sebagai shock therapy kepada diri sendiri agar saya mampu menghadapi kenyataan dan pada akhirnya hati menjadi tawar hingga ikhlas, ridho.

Saya juga heran, dari banyak peristiwa dalam hidup ini yang saya banyak lupanya, kenapa peristiwa beberapa tahun lalu itu yang kalau dihembus2kan syaitan bisa langsung memicu kepala pening, mungkin karena yang tertohok adalah izzah yang selalu saya jaga, kemulyaan yang saya bangun (harga diri gitchu? memang harganya berapa?). Bisa jadi yang melakukan itu santai saja, tidak menyadari efeknya kepada saya, tapi kenapa saya yang pening (pusing betulan sampe migren), aduhh ga fair ini, saya yang rugi.

Nah, karena sekarang ini bulan Ramadhan, saya benar-benar memohon kepada Allah agar diberikan hati yang lapang dan mudah memaafkan.  Ternyata ini permintaan yang sangat penting dan sangat mendesak, agar langkah2 dalam hidup menjadi ringan dan PRODUKTIF.

ini ayat yang menampar ibu, QS.An-Nur (24) ayat 22:

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ini teguran Allah kepada Abu Bakar ra. ketika beliau sakit hati sekali saat terjadi fitnah besar kepada Aisyah, dan abu bakar bersumpah untuk tidak memberikan lagi bantuan (tidak memaafkan) kepada orang-orang yang telah memfitnah putrinya (berselingkuh) yang sekaligus istri Rasulullah saw.

Written by ibu didin

August 8th, 2011 at 9:32 am