if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Master Thesis’ Category

Agenda Juni-Juli

without comments

1. Revisi bab 2 theoretical framework <-- bereskan pekan pertama juni Bu, jangan malas!

2. Nulis bab 4, history environmentalist movement <--  pekan kedua juni

3. Bereskan wawancara yang belum2 <- sepanjang juni

4. Nulis bab 5, actor analysis <-- pekan ketiga juni

5. Nulis bab 6, interface analysis <-- pekan keempat juni

Sementara itu di akhir bulan juni dan awal juli sudah masuk kemungkinan waktu kelahiran, jadi pada pekan pertama/kedua juni ibu harus sudah siap:

- satu tas berisi perlengkapan standar untuk dibawa sewaktu-waktu ke rumah sakit

- ambil perlengkapan bayi di mba mia: box, tempat mandiin, tempat ganti baju, dan jumper

- mulai rutin senam hamilnya, lihat video

- khatam Al-Qurán sekali lagi

- sedikit2 tapi rutin bereskan baju2 yang numpuk, sortir yg tidak perlu

- periksa lagi keperluan bayi yang masih terlewat

- makan yang bergizi, sayuran, daging kambing, minum susu

- perbanyak silaturahmi, meminta maaf, dan memberi hadiah

Bismillah… ya hayyu ya qayyuummm… laa haulaa walaaa quwwataa illa billah..

Allahumma yassir wa laa tuássir…

Written by ibu didin

May 31st, 2011 at 6:18 pm

Skenario2 Allah

without comments

Betapa banyaknya karunia Allah, satu juga belum tamat disyukuri, datang lagi karunia yang lain, belum lagi yang tidak terlintas di mata atau terbersit di fikiran.. Alhamdulillah…Alhamdulillah..Alhamdulillah…

Semua perkuliahan saya sudah tunai dilaksanakan, tinggal menyelesaikan master tesis dan defense, insyaAllah semoga bulan Agustus setelah melahirkan dapat defense sesuai rencana, itu artinya, pekerjaan2 tesis masih harus dikerjakan sambil menanti kelahiran dan sesudah kelahiran.  Kemarin sempat ada kendala 3 ECTS mata kuliah quantitative research model yang belum lulus di TU Eindhoven, Alhamdulillah dapat diganti dengan mata kuliah sejenis yang secara tidak direncanakan diambil di TU Delft.  Dengan rekomendasi positif profesor pengajar quantitative research model di TU Eindhoven, komite Exam menyetujui request of exemption saya sehingga tuntas sudah semua mata kuliah di TU Eindhoven. Sudah dua kali profesor yang terkesan strict itu membantu saya, and indeed he’s smiling a lot to me. =) senengggg dechhhh.

Request for maternity leave saya juga disetujuai, Alhamdulillah….  ini artinya selama off saya tidak harus membayar SPP, jadi jika ada kemungkinan extend maka saya mempunyai cadangan SPP untuk dibayarkan (dari cuti yang tidak dihitung). Tapi mudah2an insyaAllah ga extend ya amiinn aminn..aminn …. Padahal beberapa bulan lalu ketika disarankan supervisor yang baik hati itu untuk mengajukan maternity leaves tidak disetujui oleh international office, mereka bilang tidak punya kasus dan klausul seperti itu, jadi meteran SPP jalan terus.  Tapi supervisor saya tidak percaya, kebetulan partnernya juga sedang hamil anak kedua (anak pertamanya juga seumuran mba nana), partnernya ini juga student dan akan melahirkan juni, jadi dia juga mengambil maternity leaves.  Setelah supervisor telepon kesana kemari, akhirnya ketemu orang yang punya otoritas dan saya bisa mengajukan maternity leaves, Alhamdulillah.  Supervisor saya berargumen, kalaupun saya rencana lulus tepat waktu, tetap ambil aja cuti melahirkan, tidak ada salahnya toh, biar tidak setres juga, mengerjakan tesis dengan lebih tenang, dan mau lulus kapan saja di waktu yang kamu sukai, karena urusan SPP sudah ter-back up. Iya bener juga… nothing to loose.. why not..

Agaknya memang benar, Allah sudah mengatur rizki untuk masing2 manusia, termasuk rizki adiknya mba nana, dengan kemudahan2 yang banyak ibu dapatkan sepanjang kehamilan Alhamdulillah lancar tidak ada masalah berarti, dan banyak kebaikan2 lain yang ibu dapatkan menjelang kelahirannya.  Semoga selamanya Allah menjadikanmu berkah bagi banyak orang nak.

Written by ibu didin

May 31st, 2011 at 6:10 pm

Agenda Studi Akhir Mei – Juni

without comments

Senin kemarin laporan ke supervisor tentang progres tesis dan approval beberapa dokumen nilai & mata kuliah, terutama butuh supervisi çerdas’nya.  Hasilnya, bab 2 theoretical framework disempurnakan, ini memang bab paling berat, klo lolos yg ini insyaAllah bab2 yang lain tinggal mengikuti, istilahnya di bab 2 adalah membuat pola (framework).  I’ve already spent two or three months for this chapter, kesulitannya memang ini non-engineering, development sociology nya Norman Long, jadi rada babak belur switch dari well-trained engineer menjadi scientist yang bermain lebih di level abstraksi & teori.

Untuk diselesaikan dalam seminggu – dua minggu ini (jangan sampai lebih):

1. Actors analysis (actors are heterogeneous)

- Discourse (practices, standpoints: social, evalutive, and cognitive)

- Lifeworld (resources, social-geographical spaces)

- Agency (knowledge, strategy)

2. Interface analysis (Outcomes are hybrid)

- Arena (contestation between representatives: blending or separation of different discourses)

- Encounters & Discontinuities between lifeworlds

- Relations of power

- Emergence of new social and legal forms

Beberapa agenda interview:

- Rabu 25 Mei, 15.30 interview Energy Commission – EU

- Rabu 1 Juni, interview Dewan Minyak Sawit Indonesia

Belum dapat jawaban:

- PTPN IV

- Friends of the Earth

I think I will work until third week of June. Then a week break for maternity preparation.

Yaa Hayyu Yaa Qayyuum….Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla wa laa quwwata illa billah

Written by ibu didin

May 24th, 2011 at 3:56 pm

Working on Chapter 4: History of Environmentalist Movement

without comments

4.1 International Environmentalist Movement
4.2 Indonesian Environmentalist Movement
4.3 Environmental Campaign of Palm Oil
4.4 Critiques to Palm Oil Environmental Campaign

Semoga Senin depan ketika bertemu supervisor bab ini selesai, insyaAllah.
Be patient…and the best will come ;)

Written by ibu didin

May 20th, 2011 at 12:37 pm

Posted in Master Thesis,Studi

Mewawancara

without comments

Pagi ini jam 5 waktu CET atau jam 10 waktu Jakarta, saya sudah ada agenda mewawancara salah satu pelaku industri sawit untuk kepentingan tesis, bapak ini juga acap kita lihat di dialog2 metrotv. Pertanyaan disiapkan dari malamnya, dibantu oleh abah. Abah juga saya minta bantuan untuk mem-backup wawancara dg tulisan tangan. Karena ini wawancara telepon, saya menggunakan VOIP dari notebook sehingga tarif telepon ke Indonesia lebih murah. Untuk merekam, saya pake soundcloud.com (merekam secara onlen), kemudian satu HP ericson, dan satu HP android HTC.

Konten wawancara memuaskan, dalam arti memenuhi kebutuhan informasi untuk analisis tesis saya. Yang kurang memuaskan adalah performansi saya sebagai pewawancara. Terlalu formal, kurang bisa rilex, terlalu to the point, ga punya intro yang bagus, rawan membuat tidak nyaman narasumber, pokokna mah ga seperti Najwa Shihab hehehh. Alhamdulillah ada abah yang juga melibatkan diri dalam wawancara. Keliatannya abah lebih rileks dan kalem.

Ini seperti mengkonfirmasi asumsi saya tentang diri sendiri: kurang fasih kalau berbicara :D :D :D Turunan dari bapak (kok bapak jadi dibawa2). Tetapi kalau bicara dalam konteks mengajar masih lumayan, karena sudah prepare materi sebelumnya. Tapi kalau ngomong live itu loh…. kurang elok lah pokokna. Mungkin itu sebab saya lebih suka menulis, untuk meyiasati kekurangan diri hahahah….bisa dipikir berulang2 sebelum ‘dikeluarkan’, kalau ngomong harus orang yang cerdas mengendalikan lisannya, sekali keluar ga bisa ditarik lagi euy.

Tapi mungkin keterampilan berbicara harus juga diasah, masak klo mau berpendapat menyodorkan kertas? ga lucu toh…. “Rabbi shrahli sadri. Wa ya sirli amri. Wahlul uqqudatam mil lisani. Yafkahu qauli”

***Najwa Shihab dan Kania Sutisnawinta bagus cara mewawancara, ternyata itu tidak mudah, butuh latihan kayaknya, dan tau ilmunya.
Masih ada beberapa episode wawancara, there are still rooms for improvement. Mungkin agar wawancaranya lebih baik:
- mempersiapkan bahan wawancara, fokus dg apa yg ingin digali, menguasai profil narasumber
- menempatkan yang diwawancara sebagai narasumber, berarti kita ingin menggali lebih banyak informasi dari narasumber, bukan kita mendikte narasumber berdasarkan informasi yang kita punya
- menempatkan yang diwawancara sebagai narasumber, bukan sebagai terdakwa di pengadilan yang dicecar pertanyaan oleh pengacara, sehingga narasumber dapat mengelaborasi apa yang ingin disampaikannya
- rileks dan tidak terlalu formal. Terlalu formal misalnya letterlijk dari pertanyaan yang kita persiapkan di kertas. Mempunyai introduksi yang baik.

Alhmd hari ini dua stakeholders dapat diwawancara, transkrip rekaman sudah diketik ulang. Untuk meneruskan menulis dokumen tesis lagi masih perlu mengumpulkan energi, performansi menulis mulai menurun setelah bulan lalu memforsir habis, adeknya mba nana dah makin besar di perut, skr jadi ngantukan.com, pengennya tidur aza….makanya terpaksa dipanasi dengan menulis di blog. Mudah2an kalau ibunya sabar menahan tempaan, adeknya mba nana juga kan menjadi anak yang sabar & tekun.

Written by ibu didin

May 10th, 2011 at 11:59 am

Working on Chapter 3: History of Indonesian Palm Oil

without comments

Mungkin yg perlu ibu bahas ini:

- Plantation in Colonial and Post Colonial Era

- Economic Value of Palm Oil

- Role of Palm Oil for Indonesian

- Benefits for Local People

- The Future of Palm Oil

Bagus juga klo memakai jurnalnya Nancy Peluso, Bosma, dan statistik2 dr Indonesia

Okay bu, kerja!

Written by ibu didin

April 28th, 2011 at 6:46 am

Posted in Master Thesis,Studi

Bagian terakhir theoretical framework: Development

without comments

Tinggal bagian akhir yang insyaAllah lebih ‘mudah’ dari sebelumnya. Untuk notion ‘development’ mungkin lebih baik pake buku development theory nya Jan Nedeerven Pieterse (I think it’s better than Rapley) ditambah development economic nya AP-Thirlwall. Bismillah, hari ini insyaAllah selesai ya bu!!

 

 

 

 

 

 

Tambahan dari Arora juga bagus, dari Simon Szreter (1997):
“The argument developed here is that economic growth should be un- derstood as setting in train a socially and politically dangerous, destabiliz- ing, and health-threatening set of forces. These negative consequences of rapid economic growth may be conceptualized as a sequential model: the “four Ds” of disruption, deprivation, disease, and death. The four Ds are always potential outcomes of rapid economic growth, but only the first ‘D,” disruption, is a universal accompaniment of the process. By disrup- tion, I mean, first, disturbance in the physical and biological environment- the ecological relationship between humans and the habitat. Second, ideo- logical foment involving the cultural negotiation of new values and norms. Third, institutional and administrative destruction and construction. Fourth, political conflict among the competing social groups involved, some of them relatively new social formations thrown up as the agents of economic change”

………………“the extent to which the sequence of the four Ds unfolds to its final, lethal conclusion in any particular country experiencing economic growth, and which parts of the population suffer most, are contingent on the political, ideological, social, and institutional history of that country.”

Jangan lupa bagian akhir ditambahkan theses ‘sustainability’

and done!

Written by ibu didin

April 26th, 2011 at 8:44 pm

Posted in Master Thesis,Studi

Hampir selesai: cornerstones actor-oriented approach

without comments

insyaAllah bijna klaar…. almost done bagian theoretical framework!

 

 

 

 

 

 

 

 

Written by ibu didin

April 24th, 2011 at 9:20 pm

Termehek2 theoretical framework: Actor Oriented Approach

without comments

Dua paragraf pertama:

……………………………. to be continued to reach minimum of 10 pages

huhuhuhu ternyata eike yang well trained as engineer, bener2 babak belur belajar science, kehajar banget *&^%$#@!

kerja keras & peras otak sampai panas…insyaAllah selesai!!!!

Written by ibu didin

April 23rd, 2011 at 9:34 pm

Posted in Master Thesis,Studi

Mission Possible or Impossible?

without comments

18,19,20 April, Senin-Selasa-Rabu, Bab 3, Theoretical Framework- Actor Oriented Approach

21-22-23-23 April, Kamis-Jumát-Sabtu-Minggu, Bab 2: History Palm Oil Indonesia and History Environmentalist Movement

24-25 April, Senin-Selasa, Bab.4 Mapping Stakeholders

26-27-28 April, Rabu-Kamis-Jum’at, Actor Oriented Approach step by step, preparing interview

29-30 April, Sabtu-Minggu, Revisi Bab 1Introduction

Written by ibu didin

April 18th, 2011 at 11:18 pm

Posted in Master Thesis,Studi