if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘kuliah’ Category

Tugas ADBO 1 Juni 2012 (6B)

without comments

Tugas untuk kelas 6B :

Bacalah bacaan berikut : use-case-driven-object-modeling-with-uml

Selanjutnya kerjakan tugas berikut : Tugas Iconix

Tugas dikerjakan secara berkelompok, tulis tangan, dalam Bahasa Indonesia, dikumpulkan paling akhir hari Sabtu, 2 Juni 2012 jam 10 di TU Jurusan Informatika.

Terima kasih.

Wassalam,


Written by indahgita

June 1st, 2012 at 7:39 am

Posted in kuliah

Road to thesis : Identifikasi Topik

without comments

Menurut Rencana Perkuliahan Metodologi Penelitian, tugas yang dipresentasikan hari ini punya bobot 20%. Kecil atau besarkah itu? Kalau dilihat dari angkanya, kecil memang, hanya seperlima dari total penilaian. Tapi, jika dilihat dari usaha yang sudah saya lakukan hampir tiga minggu ini, angka 20 jadi terlihat besar. Saya jadi membayangkan effort untuk mengerjakan 80% sisanya.

Sejauh ini saya sudah mengunduh puluhan judul artikel, baik dari ScienceDirect maupun dari GoogleScholar.  Keseluruhan judul tersebut topik besarnya adalah software quality. Dari puluhan judul tersebut, sebagian besar sudah sekilas saya baca garis besarnya (udah garis besarnya aja, sekilas pula, mana ingat sekarang). Saya lakukan seleksi dan akhirnya sudah lebih mengerucut ke arah evaluasi software quality.

Ada sebuah metode yang tertarik saya ambil yaitu cara menilai kualitas software dengan pendekatan fuzzy. Alasannya, karena saya ingin ada sedikit unsur sistem informasi dan sedikit unsur teknik informatika. Objek yang menjadi bahan pengukuran adalah software ERP. Kenapa? Karena pemanfaatan ERP di industri mulai meningkat seiring dengan makin banyaknya vendor yang menawarkan software ini. Rata-rata, vendor mencantumkan keunggulan produknya dalam porsi yang lebih besar daripada kekurangannya. Alhasil, user kesulitan untuk menentukan secara objektif software ERP yang cocok untuk perusahaannya.

Adalah penting untuk mengetahui seberapa kualitas dari sebuah software ERP. Salah satu metode untuk mengukur kualitas adalah dengan menggunakan model kualitas. Model kualitas meruakan kumpulan dari atribut kualitas. Atribut-atribut kualitas ini kemudian akan diasosiasikan dengan metrik-metrik yang sesuai yang nantinya akan mengukur secara real kinerja dari software.

Model-model kualitas yang ada, seperti Mc Call’s, Boehm’s, ISO 9126, FURPS, Dromey’s, dll dirasa kurang sesuai untuk software ERP. Software ERP termasuk ke dalam kelompok software COTS (commercial off-the-shelf). Ada beberapa model kualitas yang memang khusus dibuat untuk mengevaluasi software COTS, antar lain dikembangkan oleh Bertoa (2002) dan Rawashdeh (2006), serta model kualitas yang lebih spesifik domainnya untuk ERP (Botella, 2003).

Berdasarkan uraian di atas, saya tertarik untuk mengukur kualitas software ERP di sebuah perusahaan berbasis model kualitas yang sesuai dengan pendekatan fuzzy multi-criteria. Tujuannya, saya bisa mengetahui apakah software ERP yang diimplementasikan di perusahaan tersebut berada di kriteria baik, cukup, atau kurang baik.

Wallahu’alam


Written by indahgita

March 6th, 2012 at 10:49 am

Mulanya Terpaksa Jadinya Terbiasa

without comments

Paper. Dulu, waktu belum studi lanjut dan masih asyik dengan aktivitas mengajar, kegiatan membaca paper/artikel ilmiah, terutama dalam bahasa Inggris, sangat jarang dilakukan. Alasannya macam-macam, mulai dari sibuk belajar, sibuk mengajar, sibuk koreksi, sibuk membimbing, sibuk menyiapkan tugas, dll. Sekarang saat sedang melanjutkan studi mau tidak mau membaca paper/artikel ilmiah menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar lagi.

Paper ilmiah menjadi rujukan utama dari setiap tugas mata kuliah yang saya tempuh, disamping buku teks yang juga disediakan. Mau tidak mau harus mengambil yang berbahasa Inggris, karena disamping penelitiannya lebih up-to-date, penjelasannya pun lebih lengkap dan jelas. Mulanya, sudah langsung terbayang betapa sulitnya memahami penjelasan berbahasa Inggris, apalagi jika background kita tidak sejalan dengan topik yang dijelaskan. Yang terpikir adalah, bagaimana cara cepat memahami paper tanpa harus membaca keseluruhan tulisannya?

Percobaan pertama, saya baca dengan cara meloncat-loncat kalimat, tidak runut. Dari kalimat pertama langsung ke kalimat ke-tiga, atau akhir paragraf. Nyatanya, sampai akhir halaman paper saya tak kunjung paham. Percobaan kedua, dibaca per kalimat mulai dari abstrak hingga kesimpulan. Hasilnya, maksud dari paper itu justru tidak terpahami dengan baik karena terdistorsi dengan uraian di bagian metodologi yang seringkali rumit dan butuh banyak penjelasan. Percobaan ketiga, mengikuti beberapa saran, dibaca dulu bagian abstrak, lanjut ke kesimpulan, jika cukup dimengerti dan menarik baru lanjut ke bagian pendahuluan. Ternyata, cara ketiga lebih ampuh. Dengan membaca abstrak, saya memperoleh gambaran garis besar paper tersebut, dilanjutkan dengan membaca kesimpulan saya jadi tahu tingkat keberhasilan dan kelebihan/kekurangan dari penelitian tersebut.

Selain itu, saat menemukan pernyataan-pernyataan penting saya tidak lupa menandai dengan “comment tool” yang ada di aplikasi PDF reader. Yah, memang semua paper/artikel ilmiah itu saya unduh dalam bentuk PDF. Dengan menandai maka kita akan lebih mudah menelusuri titik-titik penting pada paper. Cara lain yang juga ampuh, selain menandai, adalah membuat resume atau menuliskan kembali hal-hal menarik/penting yang kita dapatkan dari paper.

Nah, setelah menemukan cara paling pas untuk membaca paper, kegiatan membaca paper menjadi lebih menyenangkan, walaupun tetap merasa bosan ketika paper yang harus dibaca tebalnya berpuluh-puluh halaman. Teringat pepatah, alah bisa karena biasa. Awalnya terpaksa tapi jika terus dibiasakan lama-lama akan terbiasa.

Wassalam,

 


Written by indahgita

February 29th, 2012 at 8:26 am

Posted in kuliah

Sekilas tentang Factory Pattern

without comments

Factory Pattern termasuk ke dalam kelompok Creational Pattern. Factory Pattern membedakan tiga macam pattern dari yang lain, yaitu Simple Factory, Factory Method, dan Abstract Factory. Latar belakang yang menjadi alasan muncul Factory Pattern adalah kebutuhan untuk mengurangi dependency (ketergantungan) ke concrete class. Factory Pattern menerapkan 3 prinsip Object-oriented Design Principles yaitu 1) Favor composition over inheritance, 2) Program to an interface not an implementation, dan 3) Identify aspects that vary and separate them from aspect that stays the same.

Pattern untuk Simple Factory dan Factory Method secara umum memiliki kesamaan yaitu keduanya sama-sama mengelompokkan kelas menjadi kelompok Product dan Creator. Kelompok Product berisi hirarki kelas produk. Produk adalah objek yang dihasilkan oleh Creator. Kelompok Creator berisi hirarki kelas Creator, dimana kelas pada level tertinggi merupakan kelas abstrak. 

1. Simple Factory
Diterapkan pada kasus dimana hanya ada satu factory. Factory ini dapat menghasilkan bermacam-macam objek yang merupakan turunan dari kelas yang sama. Sebagai contoh : Kelas PizzaStore sebagai kelas factory yang akan menghasilkan bermacam-macam Pizza (CheesePizza, PepperoniPizza, MushroomPizza, dll).
Untuk kasus ini, maka kelas tertinggi pada kelompok Product adalah Pizza dan kelas tertinggi pada kelompok Creator adalah Pizza Store. Di dalam kelas PizzaStore terdapat method create untuk menghasilkan berbagai objek turunan Pizza. Adapun rumus untuk method ini adalah :
	Product create(String type)
Product : menyatakan kelas tertinggi pada kelompok Product
create : menyatakan nama method
type : parameter untuk memilih jenis objek yang dihasilkan

2. Factory Method
Diterapkan pada kasus dimana ada lebih dari satu factory/creator. Untuk menyatukan kelas-kelas factory ini dibuatlah sebuah kelas induk yang akan menjadi superclass dari seluruh factory.
Sebagai contoh : jika sekarang terdapat 2 factory untuk pizza yaitu PizzaFactory1 dan PizzaFactory2 maka kita jadikan kedua kelas ini sebagai subclass dari PizzaFactory. Kelas PizzaFactory merupakan kelas abstrak. Kelas abstrak adalah kelas yang memiliki minimal satu abstract method. Method yang dijadikan abstract adalah method untuk create produk yaitu createPizza. Method createPizza ini nantinya akan diimplementasikan oleh kelas PizzaFactory1 dan PizzaFactory2 sebagai turunan dari kelas PizzaFactory. Adapun rumus umum abstract method untuk create product adalah :
	abstract Product create(String type)
Product : menyatakan kelas tertinggi pada kelompok Product
create : menyatakan nama method
type : parameter untuk memilih jenis objek yang dihasilkan
Tipe Product yang dihasilkan adalah salah satu di antara jenis-jenis pizza yang dihasilkan oleh tiap factory. Misalnya PizzaFactory1 menghasilkan Mushroom-Tuna Pizza, Mushroom-Cheese Pizza, dan Mushroom-Beef Pizza, sedangkan PizzaFactory2 membuat Pepperoni-Tuna Pizza, Pepperoni-Cheese Pizza, dan Pepperoni-Beef Pizza. Seluruh jenis pizza ini merupakan turunan dari Kelas Pizza.
Adapun rumusan untuk Factory Method :


Untuk menerapkan pattern tertentu, buatlah terlebih dahulu class diagram untuk mengetahui struktur kelas berdasarkan persoalan yang diberikan.
Selamat mencoba!

Written by indahgita

October 17th, 2011 at 1:38 pm

Posted in kuliah

Exam week quarter 1, fall 2010

without comments

examweekJelang exam week quarter 1, fall 2010, semoga lancar, mudah, dan sukses semuanya ^_^

Jadwal exam ibu:

27 Oktober: Placement Test Dutch

1 November: Cross Cultural Management (Policy Transplantation)

5 November: Methods and Model for Behavioral Research Part I

dan juga setoran tugas riset:

21 Oktober: Conceptual framework ‘global value chain’

saling mendoakan ya… *smile*

anime by danang kawantoro

Written by ibu didin

October 20th, 2010 at 9:11 am

GW KESELLLL!!!!!!!!!!

without comments

Untuk posting yang kali ini, gw sengaja nulis dalam bahasa Indonesia. Bukannya gw mau menyalahi sumpah palapa gw, yaitu menggunakan bahasa Inggris di blog gw yang ini. Tapi, ini buat jaga-jaga. Barangkali aja supervisor gw nengok blog gw ini n ngebaca. Kalau dia sampai baca, bisa berabe, wong gw lagi kesel ama dia n professor kok.

Jadi begini ceritanya....(lah kok kayak acara tivi misteri di Indo yang menghadirkan paranormal ya?). Gw berusaha supaya akhir bulan ini, gw bisa seminar proposal thesis. Kenapa gw yakin gw bisa seminar proposal thesis akhir bulan ini? Yaaa..itu karena dari 4 bab yang diharapkan, gw udah sampai ke bab 3. Dan bab 4 itu berbicara lebih ke arah perencanaan bagaimana thesis akan dilaksanakan, misalnya apa teknologi yang dipakai dan timeline projek thesis. So, gw yakin begitu selesai ujian tanggal 16 dan 17 Juli 2007 ntar, gw bisa ngebut dan memberikan draft proposal thesis.

Namun, kenyataan emang pahit. Pada saat jumat, tanggal 6 Juli 2007 bersejarah itu (bersejarah ya..bukan berdarah...), ketika kupintakan jadwal seminar proposal, pembimbing thesis gw bilang, "Wah akhir juli gak bisa, karena bos professor lagi holiday alias urlaub. Si bos bakal ada di Aachen lagi di bulan Agustus." WHAT!!!!!!!! I'm shocked!!! Lantas, gw tanya lagi, "kalau gitu, tengah atau akhir bulan Agustus gimana?". Pembimbing gw bilang, "Wah saat itu saya yang masih liburan.". NOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!! Pembimbing gw meneruskan, "Paling cepat awal september kamu bisa seminar proposal thesis". OK, the rest of the story is not important.

GW KEEESSSSSEEEEEEELLLLLLLL!!!!!!!!!!!!!!!! Terutama ama kebodohan dan kesalahan kalkulasi gw sendiri. Gw lupa kalau bulan-bulan Juli dan Agustus tuh bulannya urlaub atawa liburan. So, professor dan para mitarbeiter (asisten profesor) di sini pada pulang atau bepergian. Yang bikin gw BT dan pengen nangis tuh karena pengerjaan thesis di bidang keahlian institut gw tuh butuh waktu 6 bulan. So, artinya gw bakal di Aachen sampai (paling cepat) Maret 2008. Artinya, target gw pulang sebelum akhir tahun gagal. Artinya juga, gw harus nyari duit tambahan buat 3 bulan, dari januari-maret 2008. Hik..hik..hik.. I wanna cry... T_T

Ah udah ah..gw tambah kesel klo ingat-ingat terus....Mending makan malam dulu ah...

Aachen, 8 Juli 2007.

Sedih karena thesis dan lupa masak nasi...sedihnya dobel deh T_T

Written by Eka Afrina

July 9th, 2007 at 1:47 am

GW KESELLLL!!!!!!!!!!

without comments

Untuk posting yang kali ini, gw sengaja nulis dalam bahasa Indonesia. Bukannya gw mau menyalahi sumpah palapa gw, yaitu menggunakan bahasa Inggris di blog gw yang ini. Tapi, ini buat jaga-jaga. Barangkali aja supervisor gw nengok blog gw ini n ngebaca. Kalau dia sampai baca, bisa berabe, wong gw lagi kesel ama dia n professor kok.

Jadi begini ceritanya....(lah kok kayak acara tivi misteri di Indo yang menghadirkan paranormal ya?). Gw berusaha supaya akhir bulan ini, gw bisa seminar proposal thesis. Kenapa gw yakin gw bisa seminar proposal thesis akhir bulan ini? Yaaa..itu karena dari 4 bab yang diharapkan, gw udah sampai ke bab 3. Dan bab 4 itu berbicara lebih ke arah perencanaan bagaimana thesis akan dilaksanakan, misalnya apa teknologi yang dipakai dan timeline projek thesis. So, gw yakin begitu selesai ujian tanggal 16 dan 17 Juli 2007 ntar, gw bisa ngebut dan memberikan draft proposal thesis.

Namun, kenyataan emang pahit. Pada saat jumat, tanggal 6 Juli 2007 bersejarah itu (bersejarah ya..bukan berdarah...), ketika kupintakan jadwal seminar proposal, pembimbing thesis gw bilang, "Wah akhir juli gak bisa, karena bos professor lagi holiday alias urlaub. Si bos bakal ada di Aachen lagi di bulan Agustus." WHAT!!!!!!!! I'm shocked!!! Lantas, gw tanya lagi, "kalau gitu, tengah atau akhir bulan Agustus gimana?". Pembimbing gw bilang, "Wah saat itu saya yang masih liburan.". NOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!! Pembimbing gw meneruskan, "Paling cepat awal september kamu bisa seminar proposal thesis". OK, the rest of the story is not important.

GW KEEESSSSSEEEEEEELLLLLLLL!!!!!!!!!!!!!!!! Terutama ama kebodohan dan kesalahan kalkulasi gw sendiri. Gw lupa kalau bulan-bulan Juli dan Agustus tuh bulannya urlaub atawa liburan. So, professor dan para mitarbeiter (asisten profesor) di sini pada pulang atau bepergian. Yang bikin gw BT dan pengen nangis tuh karena pengerjaan thesis di bidang keahlian institut gw tuh butuh waktu 6 bulan. So, artinya gw bakal di Aachen sampai (paling cepat) Maret 2008. Artinya, target gw pulang sebelum akhir tahun gagal. Artinya juga, gw harus nyari duit tambahan buat 3 bulan, dari januari-maret 2008. Hik..hik..hik.. I wanna cry... T_T

Ah udah ah..gw tambah kesel klo ingat-ingat terus....Mending makan malam dulu ah...

Aachen, 8 Juli 2007.

Sedih karena thesis dan lupa masak nasi...sedihnya dobel deh T_T

Written by mridwana

July 9th, 2007 at 1:47 am

Why did I choose to study Informatics?

without comments

Have you ever questioned yourself why you chose to pursue your degree in your current major? I've done that several times. Thus, the answer is I don't know ^^ I think I just like it. How about you?

I remember when the first time I chose to study Informatics. I graduated from high school and I was in my room and tried to sleep. I could not sleep. I was bothered by the question asked to me ,"Which major do you like to pursue in ITB?". OK, maybe you will ask, why ITB? How could I've already decide which university I would take before deciding my major? The answer is simple. I am very influenced by my father. I look up to my father as my idol figure in life. He always tells me how he was in his childhood. He must do some hard household chores together with his 12 brothers/sisters. If he could not be the first in his class, my grandfather would punish him, e.g, retrieving water from a river 1 km from home. When he was a middle-schooler, since he stayed with his uncle, he ought to do some househould chores (mopping, for example), newspaper delivery and other part-time job. With such hard life, he managed to survive and become a success person. So, I want to at least stand in the equal ground with him. He used to tell me that he would be very proud if I could enter and graduate from ITB, his almamater. That's why, I chose ITB as my university, since I want him to be happy and proud of me.

OK, that's the reason why I chose ITB as university. Let's back to the question "Which major do you like to pursue in ITB?". I kept thinking and imagining, what I want to do. Then, I realize that I like to play with my computer, and I hope that one day I could learn something about it. So, is it possible? Well yes, I heard that there exist such major, which is Informatics. So, with entering Informatics ITB in my mind, I studied hard (yeah...studying is always a hard thing for me ^^).

And, I graduated from ITB and again I made my father proud of me again. I am really happy. Then, my father told me that he actually had dreams to pursue higher education degree when he was given chance to pursue magister and doctoral program. But, since he's already worked at Pertamina and Pertamina asked him to come back and work, so he should forget that dream. He told me that my grandfather advice him "The measurement whether you succeed to bring up your children is whether your children could surpass your own education". That's why he told me that he would be very glad if I agreed to pursue higher education, especially in foreign country. He told me that he would provide fund to support me to do that. That time, I said that I will consider that because it will decide my future plan. Then, as you've known, I agreed and now here I am....studying in RWTH Aachen. Once more, I study Informatics.

I've never regretted my decision to study informatics. May be I deviate a little bit from my dream. My dream was to study computer and in informatics I do not study computer but algorithm to work with computer. At least I work with my computer, so a lil bit of deviation is still acceptable, right ^^

Written by Eka Afrina

June 25th, 2007 at 5:08 am

New stuff in course….

without comments

Wew, I'm speechles. Currently, I am in database course and listening (not really) to David who explains OODB chapter today. In informatik, it is not unusual to see some students who bring their own laptop into the course hall. But what I see right now is very unusual. A student, I believe from China (RRC) bring out his laptop, browse internet and book his flight. OK, that's not unusual too. But when he take out his credit card and enter his credit card number and security card, wow, that's interesting.

We are now in a course and he does something not related to course. That's fine, but paying your book while course is in action? Wew that's new... I hope I could see his credit card number and security code. If I could do that, maybe I could book my flight to Indonesia ^^

Written by Read_1

June 21st, 2007 at 5:34 pm

Posted in aachen,iseng,kuliah,opini