if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘KM Tech Policy’ Category

Mengkapitalisasi kreatifitas menjadi inovasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi*** — Technology/Innovation Policy

without comments

Share

creativity to innovation 2 - smallMengkapitalisasi kreatifitas menjadi inovasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi*** — Technology/Innovation Policy

– Bukti empiris Inovasi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi: read total factor productivity Solow, Joel Mockyr, Bart Verspagen, dll

– Kreatifitas, secara kasar, masukannya adalah knowledge. Tinggi/rendah daya kreatifitas tergantung pada kualitas Human Capital. Kualitas Human Capital dipengaruhi oleh faktor2 fisik, psikis, intelejensi diantaranya: kecukupan gizi dari sejak kandungan, usia anak tumbuh kembang; literasi baca tulis hitung terstandar; kesehatan raga olahraga; kesehatan jiwa happiness? pada pokoknya bagaimana sebuah bangsa menata/membibit/mengembangkan human capital.

– Kreatifitas juga semakin mekar melalui jejaring pengetahuan, network, atau yang diistilahkan wikicapital. Dengan demikian akses, kemudahan, infrastruktur network/internet menjadi penting.

– Tetapi, akumulasi kreatifitas tersebut memerlukan katalis, pemicu, atau ‘iklim’ yang kondusif yang disebut ‘productive behaviour’. Yaitu peran-peran negara dalam hal:
— menumbuhkan suasana ‘easy going’, ‘entrepreneur’ activity yaitu salah satunya keberanian dalam mengambil dan mengelola resiko. Dalam skala mikro, mendorong orang-orang yang sudah kreatif untuk berani mencoba, berani gagal, berani mengambil resiko. Dalam skala lebih mikro lagi, bagaimana menumbuhkan budaya ‘berjiwa besar’ dan tidak mengejek ‘kegagalan’
— Productive behavior juga terfasiliasi dengan mekanisme rewarding, seperti pengakuan intellectual property, bagaimana menangani pembajakan.
– Productive behavior juga memerlukan peran pemerintah dan legislator dalam mengurusi hal-hal yang berkenaan dengan trade policy, market competition, yang fair, yang memicu gairah untuk mencoba, enterpreneurship

Model yang ‘sederhana’, dan agaknya sedari dulu juga kita tahu. Tinggal bagaimana implementasinya, secara simultan mengurus human capital yaitu dari anak-anak dalam kandungan, gizi mereka, pendidikan mereka, sampai membangun institusi (yaitu peran negara) untuk memberikan iklim yang sesuai bagi mengkristalnya daya kreatifitas menjadi inovasi barang atau jasa yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. (Catatan Minggu Pagi, 12 Oktober 2014. Bahan awal untuk riset Innovation & Growth)

*** Shahid Yusuf, “From Creativity to Innovation” .World Bank 2007

Written by ibudidin

October 12th, 2014 at 6:53 am

Posted in KM Tech Policy