if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘kerja’ Category

Bertahan atau Pindah

without comments

"Wan jadi gimana dengan rencanamu? Jadi keluar?", itulah pertanyaan yang diajukan sahabatku beberapa jam yang lalu. Well, dia bertanya seperti itu karena gue pernah mengutarakan ketertarikanku untuk bekerja di luar negeri. Alasanku mau kerja di luar negeri sih sebenarnya simpel: gaji yg (mgkn) lebih baik, kerjaan baru (beda dengan yang selama ini kukerjakan), dan perasaan ingin tahu apakah aku punya skill mumpuni untuk kerja di luar. Alasan yang terakhir adalah salah satu yang terkuat.

Dulu setelah gue lulus S2 di jerman,gue mencoba mencari kerja di jerman dan gue gaagal. Alasan utama adalah sulitnya mendapatkan visa kerja serta ekonomi eropa sedang sulit akibat krisis ekonomi global 2008. Gue juga agak sedih karena ada kenalanku yang ngomong "Si X dapat kerja di jerman, berarti dia kepake dong". Gue jadi ngerasa ga kepake n punya skill untuk gawe di jerman. Terus terang ini sangat menggalaukan hati.

Jadi ketika ada tawaran dari temen untuk (dicarikan) kerja di singapur, gue sangat antusias. Apalagi belakangan aku agak bosen dengan pekerjaan rutin.

Apakah gue akan cabut? Itu nurut gue tergantung kepada bagaimana perusahaan akan berkembang nantinya, apakah harapanku bisa diakomodasikan. Terus terang gue seneng dengan perusahaan gue skrg. Temen2 ramah, lingkungan enak, posisi gue skrg juga cukup dihormati. But, i'm bored. I want new challenge. I want new things and I think I want higher salary he3x. Walaupun keinginan cabut cukup kuat, gue masih melihat kalo tim belum cukup solid untuk ditinggal. So, until I'm satisfied, I stay here.

Ada hal lain yang membuatku mungkin ga akan segera pindah. Kudengar akan ada venture company masuk ke SITTI dan ini akan mengubah banyak hal. Mungkin akan ada software architect ex-facebook yang akan bergabung/bekerja sama dengan perusahaan. So, gue bisa belajar hal baru dan ini membuatku excited.

Tapi gimana pun juga, rasa penasaran, keinginan untuk menantang diri dengan hal baru serta gaji yang lebih besar masih sangat menarik bagi gue.

So, paling gak, gue akan tetap di SITTI sampai 3 bulan ke depan. Setelah atau selama itu, gue akan terus berpikir "Bertahan atau Pindah".

Written by Mohammad Ridwan Agustiawan

July 28th, 2012 at 1:58 am

Susahnya Mencari Programmer

without comments

Sebuah tim tidak akan bisa bekerja dengan optimal atau bahkan maksimal apabila tidak terbentuk dari orang-orang yang kapabel, solid dan tangguh. Lihat saja apa yang dinyatakan oleh Hiramsyah S Thaib (CEO Bakrieland): ".. membentuk winning team. Jadi saya harus mampu membentuk tim yang tangguh dan memiliki jaringan yang kuat. Kalau tiga tugas itu sudah dikerjakan dengan baik, perusahaan sudah bisa terbang."

Bagaimana dengan SITTI, well, tidak jauh berbeda. Keinginan SITTI untuk berkompetisi side-by-side dengan google, tentunya membutuhkan winning team. Untuk itulah SITTI berupaya keras untuk menarik orang-orang yang kreatif, berkemauan keras dan mau bekerja keras untuk bergabung dengan Tech Team SITTI. Lowongan karir pun telah diberitakan melalui berbagai media, di antaranya tentunya di website SITTI sendiri.

Apa mau dikata, ternyata mencari orang yang tepat untuk posisi-posisi yang disebutkan di website tersebut ternyata tidak mudah. Sejak gw bergabung dengan SITTI di bulan Agustus 2010, setahu gw baru ada 2 orang yang bergabung dengan Tech Team untuk posisi Tech/Network Support dan Test Analyst. Lha, emangnya sulit ya untuk mencari programmer? Emangnya programmer seperti apa sih yang diperlukan oleh SITTI?

Well, ternyata jawabannya agak-agak susah juga. SITTI sebenarnya mencari beberapa junior programmer, yang paling ga udah punya sedikit pengalaman dengan SQL (untuk database), PHP dan atau scripting language. Selain itu, diharapkan programmer tersebut dalam belajar dengan cepat untuk mempelajari framework yang telah dikembangkan di SITTI. So, it should not be that hard, I suppose.

But guess again, its quite hard. Lamaran yang masuk ke SITTI, rata-rata mengharapkan menjadi Business Process Analyst. Wow, great dream, we should support them.

But hey, do you have any experience in developing any system? Nope, they dont have. Hey, how could you become a Business Process Analyst, if you've never developed any system? Apa ada perusahaan yang mau mempekerjakan seseorang yang belum mengerti apa-apa tentang Software Development, Software Project bahkan belum pernah membuat sebuah real software sebagai Business Process Analyst?

Untuk menjadi seorang Software Analyst saja, seseorang membutuhkan pengalaman kerja beberapa tahun dan/atau di beberapa projek. Bagaimana seorang Software Analyst bisa membuat sebuah desain sistem yang baik, scalable, robust kalau dia tidak mengetahui bagaimana sebuah program dibuat dan dikembangkan?

Belum lagi, ternyata para pelamar tersebut ingin langsung mendapat gaji besar, kerja di perusahaan besar. Wah...wah..wah...mungkin gw yang old-scholl dan gw ga bisa mengerti hal-hal seperti itu.

Seriously, if you have no experience, then take any jobs you think will lead you to your dream. Don't just idle and become an arrogant jobless person. As soon as you work, then you could experience real work, real project and real life. You could fill in your CV, then if you wish, you could jump to other prospective jobs out there...

Written by Eka Afrina

January 2nd, 2011 at 2:55 pm

Susahnya Mencari Programmer

without comments

Sebuah tim tidak akan bisa bekerja dengan optimal atau bahkan maksimal apabila tidak terbentuk dari orang-orang yang kapabel, solid dan tangguh. Lihat saja apa yang dinyatakan oleh Hiramsyah S Thaib (CEO Bakrieland): ".. membentuk winning team. Jadi saya harus mampu membentuk tim yang tangguh dan memiliki jaringan yang kuat. Kalau tiga tugas itu sudah dikerjakan dengan baik, perusahaan sudah bisa terbang."

Bagaimana dengan SITTI, well, tidak jauh berbeda. Keinginan SITTI untuk berkompetisi side-by-side dengan google, tentunya membutuhkan winning team. Untuk itulah SITTI berupaya keras untuk menarik orang-orang yang kreatif, berkemauan keras dan mau bekerja keras untuk bergabung dengan Tech Team SITTI. Lowongan karir pun telah diberitakan melalui berbagai media, di antaranya tentunya di website SITTI sendiri.

Apa mau dikata, ternyata mencari orang yang tepat untuk posisi-posisi yang disebutkan di website tersebut ternyata tidak mudah. Sejak gw bergabung dengan SITTI di bulan Agustus 2010, setahu gw baru ada 2 orang yang bergabung dengan Tech Team untuk posisi Tech/Network Support dan Test Analyst. Lha, emangnya sulit ya untuk mencari programmer? Emangnya programmer seperti apa sih yang diperlukan oleh SITTI?

Well, ternyata jawabannya agak-agak susah juga. SITTI sebenarnya mencari beberapa junior programmer, yang paling ga udah punya sedikit pengalaman dengan SQL (untuk database), PHP dan atau scripting language. Selain itu, diharapkan programmer tersebut dalam belajar dengan cepat untuk mempelajari framework yang telah dikembangkan di SITTI. So, it should not be that hard, I suppose.

But guess again, its quite hard. Lamaran yang masuk ke SITTI, rata-rata mengharapkan menjadi Business Process Analyst. Wow, great dream, we should support them.

But hey, do you have any experience in developing any system? Nope, they dont have. Hey, how could you become a Business Process Analyst, if you've never developed any system? Apa ada perusahaan yang mau mempekerjakan seseorang yang belum mengerti apa-apa tentang Software Development, Software Project bahkan belum pernah membuat sebuah real software sebagai Business Process Analyst?

Untuk menjadi seorang Software Analyst saja, seseorang membutuhkan pengalaman kerja beberapa tahun dan/atau di beberapa projek. Bagaimana seorang Software Analyst bisa membuat sebuah desain sistem yang baik, scalable, robust kalau dia tidak mengetahui bagaimana sebuah program dibuat dan dikembangkan?

Belum lagi, ternyata para pelamar tersebut ingin langsung mendapat gaji besar, kerja di perusahaan besar. Wah...wah..wah...mungkin gw yang old-scholl dan gw ga bisa mengerti hal-hal seperti itu.

Seriously, if you have no experience, then take any jobs you think will lead you to your dream. Don't just idle and become an arrogant jobless person. As soon as you work, then you could experience real work, real project and real life. You could fill in your CV, then if you wish, you could jump to other prospective jobs out there...

Written by Mohammad Ridwan Agustiawan

January 2nd, 2011 at 2:55 pm