if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Keluarga’ Category

Cooking for a Working Mom

without comments

Bagi sebagian suami, memasak merupakan salah satu ketrampilan wajib bagi seorang wanita terutama bila dia sudah berstatus istri. Tak terkecuali bagi seorang working mother seperti saya. Banyak kaum wanita yang setuju dengan hal ini, namun ada juga yang menolaknya. Kaum yang menolak, salah satunya sahabat saya yang juga bekerja, beranggapan bahwa memasak merupakan salah satu aktivitas yang ‘membuang-buang waktu’ mengingat saat di rumah merupakan momen yang berharga dan sayang kalau hanya dipakai untuk memasak.

Saya, sebelum menikah, termasuk yang sedikit menolak juga karena dulu saya tidak suka dan tidak pandai memasak (meskipun sekarang juga). Namun, setelah menikah anggapan saya berubah. Saya jadi suka masak. Memasak untuk keluarga, meskipun dg resep yang sederhana, memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. Melihat anak-anak dan suami menyantap dengan lahap kreasi masakan saya membuat saya merasa diterima dan dicintai. Hahaha…. lebay ah.

Memasak bagi saya bukanlah aktivitas yang membuang-buang waktu meskipun memang banyak waktu tersita untuk menyiapkan bahan2 dan mengolahnya. Saya paling suka mencoba resep2 baru terutama menu yang direkomendasikan oleh teman. Mungkin ini memang karakter saya yang suka melakukan hal-hal baru, salah satunya mencoba resep2 baru. Salah satu poin yang turut andil dalam merubah persepsi saya adalah bahwa memasak itu ibadah juga. Ibadah karena memasak merupakan bagian dari pelayanan saya kepada keluarga yang siapa tahu bisa menjadi sarana turunnya ridho suami. Jadi, kalau diniatkan ibadah, maka waktu yang terpakai pun akan dihitung pahala, insyaAllah.

Saya tidak menyalahkan para istri yang tidak suka dan tidak mau memasak. Bisa jadi memang para suaminya tidak mewajibkan itu atau para suaminya lah yang meminta istrinya untuk fokus pada hal lain, misalnya merawat dan mendidik anak atau aktivitas sosial kemasyarakatan, atau alasan-alasan lainnya. Yang jelas, apapun aktivitasnya, selama mendukung seorang wanita menjadi istri dan ibu salihah, maka tak ada salahnya untuk dilakukan.

Bagaimana pendapat anda?

Salam,


Written by indahgita

January 16th, 2014 at 8:46 am

Posted in Keluarga

Tujuh

without comments

Belum lama rasanya saya membuat keputusan mau menikah, kemudian diperkenalkan kepada seseorang oleh teman baik saya dan selanjutnya segalanya dimudahkan oleh Allah sehingga saya pun menyandang peran baru sebagai seorang istri.

Belum lama rasanya saya menjalani setahun pertama pernikahan yang penuh liku, suka duka, dan asam garam yang justru menjadikan saya lebih ‘dewasa’ dalam kehidupan.

Tujuh tahun. Lama atau singkat? Terasa singkat ketika rumah berasa surga dan terasa lama jika sebaliknya.

Meskipun saat ini saya merasakan kebahagiaan dalam menjalani rumah tangga, saya juga tetap harus bersiap-siap menghadapi tantangan yang lebih besar nantinya. Suami dan anak adalah ujian bagi seorang istri. Apabila ingin agar hasilnya nanti baik, maka istri harus banyak belajar supaya siap menghadapi ujian.  Kuncinya adalah sabar dan ikhlas, meskipun berat tetap harus dipaksakan seperti itu. Tanpa kesabaran maka persoalan tidak akan terselesaikan dengan baik dan tanpa keikhlasan maka amal yang telah dilakukan akan sia-sia.


Written by indahgita

January 16th, 2013 at 8:32 am

Pasangan = Komplemen + Irisan = Komplit

without comments

Saya semakin percaya, pasangan hidup memang PASANGAN (loh!), maksudnya dipasangkan dia untuk kita sebagai pelengkap, kalau misalnya puzzle, maka dia adalah susunan untuk menggenapi bentuk kita, kalau misalnya tangan maka harus ada pasangan agar bertepuk. Uniknya, pasangan ini tidak hanya komplementer, bukan hanya mengisi yang kurang, tetapi pada saat yang sama dia juga beririsan.   Harus ada irisannya, yang membuat kita setidaknya diawal-awal memutuskan untuk berpasangan (ideologi misalnya).

Jadi pasangan= komplementer + irisan (alias komplit)

Biasanya, orang membayangkan pasangan ideal adalah irisan demi irisan, sehingga seolah-olah tidak ada konflik, meuni serasi wae ^^ (padahal tidak mungkin melawan hukum alam, scr natural pasangan itu ada bagian yg tidak beririsan ^^)

Begitu pula tatkala mendapati komplemen nya, seolah-olah ga cocok aza (hadeuh lagi usum di kalangan artis…cerai karena ketidakcocokan sejak awal pernikahan dowenggggg!! tapi kita mah bukan artis yach).

Tapi tanpa irisan, namanya mempertaruhkan sisa kehidupan (plus akhirat) in the middle of nowhere, ga jelas juntrungannya, yang satu mau kemana, yang satunya mau kemana, bisa-bisa sutris atau bubar urusan.

Abah mempunyai banyak irisan dengan saya, terutama soal visi hidup yang menyatukan kami lewat lembar biodata waktu itu taelahhh ;)

Kami menyebut keluarga kecil ini keluarga wanakalapa, kumpulan pohon kelapa. Konon, pohon kelapa, dari mulai akar, batang pohon, bunganya, buah kelapanya pun masih dapat dibagi lagi dari batok kelapa, buah nya baik muda ataupun tua, air kelapanya, bahkan sabut kelapanya, santan, parutan kelapa, belum lagi daun, pelepahnya, bahkan lidi daunnya, semuanya bermanfaat.  Demikianlah kami ingin keluarga ini menjadi sebaik-baik manusia yang paling mendatangkan manfaat bagi orang lain. Dan tentunya, bermanfaat bagi kami sendiri untuk saling bertolong-tolongan agar selamat sampai pada-Nya… insyaAllah..amiiinnn.

Di sisi lain, abah benar-benar komplemen untuk saya.  Saya yang serius dilengkapi oleh kelucuan/kekonyolannya, mungkin agar hidup sy lebih berwarna ^^ (well, sometimes I really can not understand what funny is ha..ha.ha.. ga ngerti sy klo orang lagi ngelucu, maaf maaf yach). Tapi kadang kelucuan yang hadir tidak pada waktunya (menurut saya) bikin saya manyun :D :D :D

saya yang memendam, aduh mendem apa aja siy… dikomplemen oleh seseorang yang jujur apa adanya

saya yang harus cepet..dikomplemen oleh seseorang yang santai ha..ha.. duh sy bener2 ga suka loh kenyantaian.. tapi Allah mau bikin hidup sy balance sptnya ^^

saya yg rajin (kata siapa?) setidaknya pas hidup di kampung dulu rajin kerja di sawah membantu ibu, pinter masak dikirim ke yg kerja di sawah, didikan sebagai perempuan Jawa untuk pandai ngurus rumah, ternyata dikomplemen oleh abah yg tidak terlalu ambil pusing dg kerapihan, bisa hidup nyaman dimana saja, jadilah sy yg bener-bener jd manajer rumah tangga.  Kalau lagi deadline begini biasanya suka sebel sendiri, rumah ga rapih ga bisa belajar, jadinya tidak jadi belajar malah ngerapihin rumah )(*&^%$#@! Melihat hidup abah begitu easy going, tidak mempermasalahkan hal-hal sepeleh, iri dech.

saya yang sensitif, suka diambil hati, sulit melupakan, duhh beratnya hidup dengan hati spt itu…… dipasangkan dengan seseorang yang cuek dan easy going, mungkin ini pula cara Allah membuat hidup saya lbh mudah.

akhirnya, saya menerima komplemen itu sebagai takdir Allah, pastinya ada kekurangan2 abah, dan untuk itu saya harus mahir mengikhlaskan. Justru mungkin dipasangkan Allah agar abah juga menolong saya dengan banyak kekurangan saya selama ini :(  dan sebaliknya, untuk menolong abah dengan kekurangannya. Pendek kata, saling mengkatalis begitu mungkin.

He is really smart (academically & socially), honest, tough, memiliki leadership, pintar ngasuh mba nana, and he loves me, jadi kenapa saya harus mengeluhkan kekurangan abah yg manusiawi. I should support him, menyiapkan kebutuhannya, melayaninya, dan membantunya mengorganisasikn keperluannya :D ;)

Bonus track, Sometimes Whet It Rains by Secret Garden, beautiful isn’t it? ^^

Written by ibu didin

August 5th, 2010 at 12:40 am

Laskar Pelangi

without comments

Alhamdulilllah setelah dua kali mencoba dan selalu kehabisan tiket, akhirnya minggu lalu saya, Bunda, Azzam, dan Mbak Ida bisa juga nonton Laskar Pelangi. Itu pun sempat pulang dulu karena masih harus menunggu sekitar 3 jam! Huhu.. senangnya bisa mengajak Azzam dan Bundanya datang ke bioskop untuk menonton film yang penuh makna ini. Hebatnya lagi, tidak […]

Written by khairilanwar

November 3rd, 2008 at 7:32 pm

Posted in Cerita,Cermin,Keluarga

Tentang Cinta, Bakti, dan Etika Kepercayaan

without comments

Setelah sebelumnya tidak pernah mempedulikan tawaran dari yang lain, dan akhirnya luluh terhadap lamaran untuk menjadi caleg dari salah satu partai besar tanpa biaya sepeser pun dengan peluang cukup besar, Ibu tidak bisa menutup mata terhadap realitas. Tiga minggu sudah Bapak dirawat selama Romadhon, dengan beberapa kali operasi lanjutan beberapa bulan ke depan. Mestinya hari […]

Written by khairilanwar

October 28th, 2008 at 6:28 pm

Posted in Keluarga

Pintu Rejeki Itu Semakin Terbuka

without comments

Takjub dan semakin yakin dengan Rahmat Allah..Alhamdulillah walopun sudah putus hubungan dengan gaji tetap sebagai PNS,tp tnyt rejeki masih mengalir dari pintu lain.Selain dari MomsMiracle yang terus berkembang,alhamdulillah suami dapet kerjaan diluar kantor yang justru honornya lebih besar daripada gaji rutinnya.Kalo dibandingin ama gaji saya,weuw..jauh berkali2 lipat,hehe..
Alhamdulillah..Rejekinya anak kedua nih..

Written by Ati Wicaksono

September 7th, 2008 at 10:36 am

Posted in Keluarga,tentang aku

Hari-hari Pertama Jadi ‘Pengangguran’

without comments

Selain perasaan plong,rasanya enak banget ngisi hari2 dengan apa yang sebenarnya kita inginkan.Clue dari pak Yusef Hilmi dan mentor2 TDA yang akan selalu aku ingat : MULAILAH DARI APA YANG KAMU SUKAI.Tapi bukan berarti suka2 kan yah..

Selama ini kalo blogwalking rasanya kok saya ngiri ya ngeliat ibu2 rumah tangga yang ada dirumah,ngurus anak,bisa masakin macem2 buat anaknya...tapi masih bisa menghasilkan..
Dari ngadain kursus keterampilan,kursus kue,bisnis online..Wah sekarang ini ibu rumah tangga ngga bisa dianggap remeh.

Hari pertama aku lalui dengan banyak,banyak,banyak syukur.
Walopun aku menghadapi 'ketidakjelasan',tapi dalam hati kecil ada keyakinan bahwa Allah akan memudahkan..

Oya hari pertama sehabis shubuh aku dan suami jalan2 ke Cipulir naik bis.Kpengen tau sperti apa sih Cipulir..sekalian kpengen nyari apa disana ada supplier baju hamil..
Asik juga jalan2 masih pagi.Nyampe di jakarta masih jam7.Tapi...walopun blm kerasa panas,polusi udaranya itu lho ga kukuw..Maaf ya,bau sungai..

Ternyata di pasar Cipulir banyaknya lapak2 gitu ya..Cuma kotak2 kira2 ukuran 1x1 m.Aku kagum dengan ukuran lapak segitu aja orang bisa beromzet jutaan rupiah ya seharinya..:)
Harga2nya emang super miring walopun kita beli satuan.Cuman kalo aku amati,barang2nya kok bagusan di tanah abang ya?
Oya di pasar Cipulir ada angkutan PP Pasar Cipulir-Tanah Abang ya ternyata..Ada apa dengan angkutan ini?Berarti cukup erat juga ya keterikatan Pasar Cipulir dan Tanah Abang?

Hari selanjutnya..aku masak nasi tim ayam jamur ama ayam mentega.Walopun rasanya pas2an..lumayan lah untuk pemula.Nasi tim ayam jamur khusus tuk suami yang lg ga enak badan katanya..

Siang2 sambil ngontrol toko,nemenin anak ngegambar..Tuwis2 ibuu..katanya.Aku gambarin Raihan,Ayahnya,n Ibunya.
Karena rehan suka payung,aku gambarin payung deh.
Hujan ibu yahh...katanya.Iya...ni hujannya...I-an kena baccahh..
Karena aku bermata empat,aku tambahin kacamata di gambarku.
Ayah juga ibooo..pake atta...
Oh iya...pake atta juga yah..oke oke...

Ternyata,saat hari ketiga rehan tuwis2..dia minta gambar ayah-ibu kyk kmaren lagi..lengkap dengan payung,hujan,&kacamata.Rupanya dia masih inget banget :)

Tuh kan enak ibu2...sudah aja tinggal dirumah..hehe,manas2in mode

Written by Ati Wicaksono

August 13th, 2008 at 7:41 am

Posted in Keluarga,tentang aku