if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘jalan’ Category

Sanitasi di Belanda

without comments

Sungai (disini disebut kanal) bersih, tapi bukan tanpa ongkos, untuk menikmati kali yang bersih dan indah itu kita dikenakan regional waterschap belasting (atau pajak sungai/kali kecamatan) yang pertahunnya tidak murah.  Bebek dan angsa yang berenang disungai juga dipelihara pemerintah, ada orang yang digaji untuk mengirim makanan bebek, kabarnya jumlah populasi bebek&angsa itu dalam pengawasan, kalau ketahuan mencuri/menyembelih bebek2 itu bisa kena denda/pidana.

Udara juga sepertinya lebih bersih (walaupun anginnya ck..ck..ck..masyaAllah) karena mobil tidak sebanyak di Ina, mungkin karena penduduknya sedikit atau rasio jalan dan mobil diperhatikan.
Caranya: transportasi masalnya dibikin nyaman, sehingga insentif bagi orang untuk memilih transportasi umum. Untuk jalan umum dibagi tiga, jalan bis dan trem sendiri biasanya paling tengah, disamping kiri kanannya jalan untuk mobil biasanya pas/sempit untuk satu mobil, hampir jarang sekali jalan dua arah, biasanya satu arah. Disebelah jalan mobil jalan untuk sepedah, dan sebelahnya lagi trotoar untuk pejalan kaki. Jalan umum/utama bisa lebar mungkin kompensasi dari bentuk rumah yang diatur ketat, biasanya rumahnya meninggi/apartemen keatas, bentuknya nyaris seragam, bagian luar ga boleh dicat macem2 (kalau mau ngecat ijin kecamatan dan kena pajak), ya mungkin karena mereka sadar luas negaranya kecil sehingga harus mengelola persepsi ruang (ingat total footbal). Hal lain pajak mobil mahal (ada pajak per bulan berdasarkan berat mobil dan merek), bikin SIM juga mahal.  Mereka juga memperhatikan soal rasio wilayah hijau/tanaman dengan luas wilayah, sepertinya karena harus berdamai dengan keadaan fisik alamnya yang kecil dan iklim laut, jadi mereka harus prihatin mungkin :D (tuh lihat saja kalau mereka bisa keluar dari Belanda, bikin villa/rumah segede2 badak di Puncak dan sejenisnya.) Udara juga penting mempengaruhi daya tahan tubuh terhadap penyakit, dan juga efek jangka panjang polusi macam2 bukan?

Mereka sensi sekali soal air (baik air minum maupun airbah banjir). Air untuk mandi cuci masak dan air untuk langsung minum sama kualitasnya, sama2 langsung ngocor dari keran. Untuk mengelola air ini mereka kerja grubukan melibatkan banyak aktor: dua kementrian, perusahaan air milik publik di tingkat kecamatan, perusahaan swasta, pemerintah kecamatan itu sendiri, dan ?aterschapen atau waterboards yang diberi mandat oleh konstitusi. Mungkin yang studi di IHE-Unesco punya lebih banyak pengetahuan bagaimana mereka mengkoordinasikan soalan air ini. Yang jelas sebagai konsumen, saya menikmati air bersih dengan harga yang relatif tidak terlalu mahal (masih jauh lebih mahal harga gas dan verwaarming/pemanas). Sepanjang di Belanda, saya mengalami sekali air dimatikan dari jam 9 – 15 sore untuk maintenance, itupun dengan surat pemberitahuan sebulan sebelumnya, dan pamflet yang dipasang di gedung. Dalam hati meuni segitunya, padahal di Bandung dulu (mungkin tergantung wilayahnya) air untuk minum Aq*a galon, air untuk masak dan mandi saya beli dari mang air yang katanya mengambil dari mata air, air untuk cuci harus membuat sistem penyaringan air tambahan di rumah yang memakai sabut, pasir aktif, dll tea, yang kalau saya hitung perbulannya lumayan besar juga pengeluaran untuk air ini :( :( :(
Memang air tidak bisa disepelekan untuk kesehatan, penyakit muntaber, infeksi saluran pencernaan, keracunan makanan juga bisa dari air yang kurang memenuhi syarat untuk konsumsi.

Makanan/jajanan sepertinya itu-itu saja. Kata saya karena mereka ga bisa masak he..he..he. (jadi marilah kita serang mereka dengan makanan kita yang enak2, prospek industri makanan masa depan ada di tangan Indonesia insyaAllah :D :D:D). Untuk yang halal di Belanda relatif tidak terlalu sulit karena banyak mas-mas Turkiye yang buka toko, dan juga Oriental shop yang tersedia dari tempe tahu sampe pete jengkol. Efek baiknya, saya jadi merasa aman dengan jajanan untuk anak2, paling itu2 lagi, kalau ga susu, yoghurt, keju, kue keju, roti, mentega, kayaknya mereka ga punya jajanan aneh2. Kalau Eropa memang kabarnya ketat dengan standar makanan (tapi ada isu ketidakadilan disini, mereka suka mengatur standar makanan yang diimpor dari negara berkembang dengan standar organik, ga boleh ini itu, tapi maunya beli dengan harga murah, I really dislike this issue of injustice! Mereka membiarkan negara berkembang terjebak pada race to the bottom (saingan banting2an harga/merendah2an diri, agar barangnya masuk Eropa). Saran: sebisa mungkin belilah produk di Eropa yang diimpor dari negara berkembang yang  memiliki logo FAIR TRADE, walaupun tidak semua ada :( :( :(
Soal makanan ini penting sebab makanan juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuh bukan?

Bagaimana mereka membuat warganya taat kepada aturan? tiada lain tiada bukan: UANG (stereotip bahwa orang Belanda pelit tidak sepenuhnya salah :D )
Denda untuk pelanggaran ampun2an mahalnya, jadi lebih baik tidak coba2. Hal lain, dengan ´single identity number´ maka pelanggar kewajiban sosial (pajak dan bayaran ini itu) bisa diblokir dari akses mana2, tidak bisa membuka rekening di Bank, atau kalau bukan orang Belanda, bisa kesulitan untuk masuk Belanda lagi di masa datang.
Tapi mungkin, ini juga karena pemerinah pengelola uang setidaknya bisa dipercaya oleh warganya (strong institutional building seperti isu yang gencar digelontorkan Stiglitz untuk negara berkembang).

Written by ibu didin

February 27th, 2011 at 12:20 pm