if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Indonesiaku’ Category

Sudah Baca versus Belum Baca UU Omnibus Law

without comments

Sudah baca UU Omnibus Law (UU Cipta Kerja)? Belum. Saya belum membacanya. Pendukung UU Omnibus sering meledek kepada penolak UU dengan berkata: “sudah baca isinya belum? Kalau belum baca jangan asal komen”.

Hmmm…apakah yang mendukung UU tsb juga sudah membaca isinya dan paham? Saya kok kurang yakin mereka juga sudah membacanya.

Apa karena masih ada efek sentimen Pilpres sehingga asal dukung dan asal tolak saja? Wallahu alam, mungkin saja ada. Semua faktor ikut berpengaruh dalam cara pandang seseorang. Kabarnya UU itu setebal 900 halaman.

Membaca 900 halaman tentu pekerjaan yang tidak mudah. Anda harus sekalian membaca juga naskah akademisnya, lalu baca setumpuk UU lama yang berkaitan dengan UU baru tersebut. Puff…membaca laporan disertasi mahasiswa S3 yang tebalnya 100 halaman saja sudah bikin nyut-nyut kepala, apalagi membaca 900 halaman. Puyeng.

Lalu apakah harus membaca 900 halaman itu agar bisa paham lalu mengambil kesimpulan setuju atau tidak setuju dengan UU itu. Tentu tidak. Orang cukup membaca bagian UU yang memiliki kepentingan dengan dunianya saja. Orang lingkungan membaca bagian UU yang berkaitan dengan masalah lingkungan. Orang pendidikan membaca bagian UU yang berkaitan dengan pendidikan. Dan seterusnya.

Apakah buruh-buruh yang demo kemaren itu membaca UU Omnibus Law? Wallahualam, mungkin saja ada sebagian buruh yang membacanya. Tentu mereka hanya membaca bagian UU yang berkaitan dengan nasib tenaga kerja seperti mereka. Jadi kalau mereka demo sampai mengamuk-amuk tentu ada bunyi UU itu yang merugikan mereka.

Lalu kalau tidak sempat membacanya, bagaimana sikap kita? Kalau saya sih, cukup membaca pendapat pakar2 yang kompeten yang memberikan penilaian. Jika pakar hukum seperti prof-prof UGM saja menyebutkan UU tersebut bermasalah, maka saya juga sepakat bahwa UU tersebut memang mengandung masalah. (Baca: PUKAT UGM Sebut RUU Cipta Kerja Bermasalah dari Proses Hingga Substansi)

Sebaiknya UU tersebut ditunda saja dulu oleh Pemerintah. Perbaiki lagi bagian-bagian yang masih bermasalah tersebut, dengarkan aspirasi rakyat, dengarkan pendapat para ahli,  tidak perlu buru-buru mengesahkannya. Bikin Perpu.

Jika dengan pemberlakuan UU tersebut diharapkan memudahkan investor masuk ke dalam negeri sehingga dapat mengurangi dampak ekonomi akibat pandemi corona, kok rasanya agak jauh. Investor tentu akan menunggu kondisi pulih dulu. Itu perlu waktu yang cukup lama. Jika kasus positif corona terus saja bertambah banyak setiap hari, investor tentu enggan untuk masuk.

Masyarakat kita saat ini sedang fokus pada masalah corona. Jangan sampai penderitaan masyarakat bertambah lagi dengan hal-hal yang bermasalah pada UU tersebut.

Written by rinaldimunir

October 9th, 2020 at 8:02 pm

Posted in Indonesiaku

Rindu ke Sekolah Lagi

without comments

Sebuah posting-an di grup WA saya terima pagi ini, lengkap dengan foto ilustrasi:

Sedih yaa .. nasib anak desa .. anak rakyat kecil nan miskin ..

Absen tiap pagi pakai seragam “cekrek cekrek” dan kirim fotonya ke Bapak / ibu guru. Setelah itu duduk manis di depan hape canggih ataupun laptop mahal… kelas online dimulai. Sepertinya asyik ya?

Apa daya aku anak seorang buruh harian, jangankan hape mahal… hape di rumah hanya ada satu dibawa ayah bekerja. Ayah bilang hapenya tak bisa ditinggal untukku, ayah juga perlu.

Aku berharap pandemi segera berlalu. Bisa kembali ke sekolah. Aku bisa bersaing dengan yang lainnya jika belajar di sekolah. Tapi kalau online… aku bisa apa? Termangu di teras rumah, pasrah….

Aku rindu suasana belajar di sekolah lagi…

anaksekolah

****************************

Tidak hanya anak desa, anak di kota pun merasakan hal yang sama. Memang pembelajaran secara daring (atau PJJ, pembelajaran jarak jauh) banyak kendala. Kendala kesenjangan antara daerah yang dapat mengakses internet dan tidak, kesenjangan antara kaya dan miskin (yang mampu beli hape smartphone dan tidak, apalagi membeli kuota internet).

Maka hari-hari ini kita sering membaca kisah guru-guru yang rela naik turun bukit menemui muridnya di rumah demi si anak bisa menerima pelajaran (Baca:  Tak Punya Android, Guru SDN Riit di Sikka Datangi Rumah Murid Beri Pelajaran)

Sedih dan prihatin. Apa mau dikata, ketentuan belajar daring dari Pemerintah Pusat harus dijalankan tanpa pernah memperhatikan apakah infrastrukturnya sudah tersedia, apakah orangtuanya mampu menyediakan perangkat.

Selain dua kesenjangan tadi, terdapat juga kesenjangan kualitas PJJ antara sekolah swasta (yang bonafid tentunya) dengan sekolah negeri dalam melaksanakan belajar daring (PJJ). Di sekolah swasta guru-guru melakukan pembelajaran secara video conference dengan semua muridnya lewat aplikasi Zoom dan siswa menyimak dari laptopnya masing-masing. Guru-gurunya cukup kreatif menyiapkan konten video ajar. Sekolah sudah menyiapkannya video ajar jauh-jauh hari, berkaca dari pengalaman PJJ pada semester yang lalu. Orangtua siswa umumnya mampu menyediakan laptop dan akses internet yang unlimited (karena ada WiFi di rumah).

Coba lihat di sekolah negeri. Guru-guru memberi materi pelajaran kepada murid lewat grup WA dan Google classroom. Siswa-siswa di sekolah negeri berasal dari keluarga dengan disparitas ekonomi yang sangat beragam. Tidak semua orangtua mampu menyediakan kuota internet untuk vidcon lewat Zoom. Pun tidak semua mampu menyediakan laptop, siswa hanya belajar pakai ponsel saja.

***********

Anak-anak sekolah sudah lama rindu pergi ke sekolah lagi.  Anak-anak sekolah (juga mahasiswa) sudah berkorban cukup lama berdiam diri di rumah, mereka tentu sudah ingin bersosialisasi dengan temannya. Orangtua di rumah pun sudah sangat kerepotan dengan pembelajaran jarak jauh ini.

Sebuah posting-an di WA berisi keluhan orangtua wali murid:

Saya mewakili wali murid seluruh indonesia yg insya Allaah satu suara. Tolong dg sangat ” BUKA KEMBALI SEKOLAH UTK ANAK2 KAMI”
Kami tidak semuanya paham dan ngerti cara belajar online. Kami tidak selalu punya uang utk beli paket data. Dgn adanya belajar online… tidak membuat anak2 kami ngerti dg materi pelajaran, malah tambah bodoh….. malas… tidak disiplin…. bahkan yg lebih parah…. MEMPERCEPAT ANAK2 INDONESIA MENGALAMI KEBUTAAN DINI karena kebanyakan mantengin ponsel…. . Apakah ini yg namanya SOLUSI???? Bapak/ ibu pemimpin yg terhormat…. tolong pertimbangkan lagi kebijakan yg kalian ambil. Aktifitas kami di batasi dg ancaman covid, sementara beratnya beban hidup kami seolah tak kalian peduli. Jika sekolah masih terus di tutup, apa jadinya dg anak2 kami….! Pasar bebas ramai , berkerumun, tanpa khawatir terpapar covid, pantai dan tmpat wisata di buka, tmpat hiburan di buka, pesawat penuh sesak dg penumpang…. mall juga di buka. Tapi kenapa SEKOLAH DI TUTUP hanya karena takut terpapar covid?! . Tolong… pak… bu…. bukalah lagi sekolah kami, tmpat anak2 kami menuntut ilmu, tmpat di mana anak2 bertemu kawan dan guru guru…. sementara di rumah…. kami sbg ortu sudahlah di repotkan dg pekerjaan rumah, kebutuhan sehari hari…. masih lagi di repotkan dg mengajarkan materi yg ada di buku tema kpd anak yg notabene itu bukan kapasitas kami… karena memang itu di luar kemampuan kami. Saya mohon….. kpd bpk/ ibu yg trhormat…. tolong…. BUKA… BUKA…. BUKA SEKOLAH KAMI. Jgn sampai menunggu kejadian… yg tak di harapkan terjadi dan ter alami di suatu saat nanti.

Pemberlakuan hanya daerah zona hijau dalam tingkat kabupaten/kota yang boleh melakukan belajar tatap muka perlu ditinjau lagi. Daerah-daerah yang berada di pedalaman, di lereng gunung, di pulau kecil, di tepi hutan, dan daerah-daerah lain yang jauh dari penyebaran covid, sebenarnya dapat melakukan pembelajaran tatap muka seperti biasa (tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan).

Pemberlakuan zona hijau sebaiknya ditinjau pada level yang lebih kecil. Jika di sebuah kecamatan tidak ada kasus covid atau penyebaran covid terkendali, maka pembelajaran tatap muka di sekolah bisa dilakukan dengan protokol kesehatan. Rencana Gubernur Jabar yang akan membuka sekolah di kawasan-kawasan tersebut perlu diapresiasi.

“Dari (daerah) Risiko Rendah dan Sedang ini kita akan lebih detail ke wilayah kecamatan untuk pembukaan sekolah di Zona Hijau. Akan dibahas lebih lanjut lagi,” ucap Kang Emil. (Sumber: 22 Daerah di Jabar Masuk Zona Kuning, 5 Masih Zona Oranye).

Silakan sekolah-sekolah di kawasan yang aman dibuka kembali, tapi tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Written by rinaldimunir

July 21st, 2020 at 11:34 am

Puncak Corona yang Belum Kelihatan Juga

without comments

Kalau puncak gunung biasanya mudah dilihat. Semakin kita mendaki gunung, semakin tampak puncaknya. Tapi tidak untuk kurva kasus virus corona di Indonesia. Setiap hari pertumbuhan kasus positif COVID-19 bukannya berkurang, tetapi terus bertambah.  Hari ini saja misalnya, jumlah kasus kasus corona rekor luar biasa, yaitu  2.657 orang, padahal sebelumnya hanya bertambah 1000-an.

Maka,  yang kita lihat saat ini adalah kurva corona di Indonesia terus mendaki, menanjak naik, melaju menuju puncak, namun masalahnya puncaknya tetap belum kelihatan juga, tidak bisa diprediksi kapan ketemu titik puncak tersebut.

indonesia

Kondisi berbeda terjadi di negara tetangga. Malaysia dan Singapura sudah turun kurvanya, bahkan di Malaysia kasus corona sudah hampir berakhir.

Malaysia

Masyarakat kita tidak disiplin. Anjuran memakai masker dan menjaga jarak tidak dipatuhi. Orang-orang tetap saja berkeliaran di ruang terbuka tanpa menggunakan masker, tetap berkerumun, tetap antri tanpa menjaga jarak. Ada atau tidak ada PSBB sama saja kondisinya. Jalanan tetap ramai, pasar tetap ramai. Berakhirnya PSBB dianggap sebagai sebuah euforia, kebebasan setelah lama dikurung di rumah. Aktivitas kembali seperti biasa. New normal sama seperti normal. Tidak ada yang berbeda.

Di sisi lain Pemerintah sendiri merasa gamang. Apakah ekonomi yang mau didahulukan atau kesehatan?  Meneruskan PSBB, karantina wilayah, atau apapun namanya bisa melumpuhkan ekonomi. Ini bisa berbahaya karena membuat krisis multidimensi yang luar biasa. Akhirnya diambil jalan tengah. Istilahnya mari berdamai dengan corona.  Silakan bekerja kembali namun tetap menjalankan protokol: pakai masker dan jaga jarak. Ceritanya balik lagi ke kondisi ketidakdisiplinan yang diceritakan di atas.

Maka, yang dapat kita lakukan saat ini adalah menjaga diri dan keluarga masing-masing. Jaga keshatan, jaga imun tubuh agar tetap kuat, keluar rumah hanya jika perlu. Pakai masker, selalu jaga jarak dengan orang lain. Puncak corona masih jauh.

Written by rinaldimunir

July 9th, 2020 at 8:30 pm

Posted in Indonesiaku

Lebaran Idul Fitri Saat Pandemi Corona

without comments

Hari ini 1 Syawal 1441 H atau tahun 2020 masehi. Lha, kok sempat-sempatnya saya menulis blog hari ini? Bukannya pergi mudik, bersilaturahmi, atau jalan-jalan keluar, atau sekedar cari makan di mal? Oh tidak. Lebaran (dan juga Ramadhan) tahun ini  terasa sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. #LebaranDiRumahSaja. Stay at home. Lebaran yang tidak biasa.

Pandemi virus corona sudah mengubah sendi-sendi kehidupan manusia di dunia ini. Biasanya hidup berjalan normal, tetapi tahun ini kami rakyat Indonesia, dan juga warga dunia lainnya, terpaksa harus  berkurung diri di rumah, menjaga diri dan keluarga agar tidak tertular virus corona. Sudah hampir tiga bulan kami  diam di rumah saja. Saya tidak ke kampus karena kampus tutup. Anak-anak tidak sekolah. Belajar dan bekerja di rumah saja. Saya hanya keluar jika ada urusan penting-penting saja, belanja makanan atau sekedar olahraga jalan kaki pada pagi hari.

Bulan Ramadhan tahun ini pun dijalani di rumah saja. Shalat tarawih di masjid ditiadakan. Masjid-masjid di zona merah dihimbau tidak melakukan peribadatan, termasuk sholat Jumat pun sudah tiga bulan tidak pernah kami lakukan lagi. Selama bulan Ramadhan saya dan keluarga sholat tarawih di rumah saja. Alhamdulillah selama 30 malam Ramadhan saya keluarga saya selalu menegakkan shalat tarawih, saya yang menjadi imamnya.

Puncaknya adalah Hari Raya Idul Fitri pada hari ini. Tidak ada sholat Ied di masjid di RW kami. Pemerintah dan MUI memang menghimbau agar sholat Ied di rumah saja. Baru kali inilah dalam hidup saya melakukan sholat Ied di rumah, bukan di masjid atau di lapangan. Untuk pertama kali saya menjadi imam sholat Ied dengan jamaahnya adalah anak istri saya. Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan selama ini. Corona, dampakmu memang sangat luar biasa bagi insan di dunia ini.

Lalu setelah sholat Ied mau apa lagi? Silaturahmi kepada tetangga, teman, kerabat? Salam-salaman? Baru pada lebaran kali inilah kita terpaksa menutup pintu rumah dari kehadiran tamu. Tidak menerima tamu yang datang berkunjung, dan tidak pula pergi mengunjungi rumah orang lain. Terpaksa. Sebab, itulah cara untuk memutus rantai virus corona. Kita tidak ingin menzalimi tuan rumah, siapa tahu kita adalah OTG (orang tanpa gejala), di dalam diri kita ada virus corona yang bisa menularkannya kepada orang lain.  Sebaliknya, boleh jadi orang yang kita kunjungi adalah OTG, kita pula yang tertular nanti. Maka, cara yang paling aman adalah tidak bertemu secara fisik sama sekali. Untuk sementara watu saja.

Tidak mudik, tidak salam-salaman, tidak mengunjungi tetangga, tidak bertemu secara fisik bukan berarti memutus hubungan persaudaraan dan silaturahmi. Ini zaman sudah era digital, zaman internet. Pertemuan secara fisik dapat diganti secara virtual dengan berbagai aplikasi video call, video meeting, online meeting. Tahun ini adalah lebaran dilakukan secara online, mudik pun juga online. Jauh di mata, dekat di hati, seperti video Aidil Fitri  Muslim Singapura yang cukup menyentuh di bawah  ini (klik saja).

Semoga pandemi segera berakhir, kita pun akan memasuki hidup normal baru (new normal) selepas pandemi. Amiin.

Written by rinaldimunir

May 24th, 2020 at 1:34 pm

Posted in Indonesiaku

Hadis Nabi tentang Isolasi Wilayah

without comments

Beberapa negara telah menerapkan lockdown di wilayahnya untuk membatasi penularan virus corona. China (khususnya di propinsi Hubei), Italia, Malaysia, India, Spanyol, dan beberapa negara lain melakukan lockdown.

Lockdown adalah istilah lain untuk isolasi wilayah. Sebuah wilayah di-lockdown artinya wilayah tersebut ditutup atau diisolasi dari akses keluar masuk orang ke atau dari wilayah tersebut.  Tidak hanya sekdar ditutup, warga di dalam wilayah lockdown tidak boleh keluar rumah, mereka harus tetap berada di dalam rumah di rumah, kecuali keluar rumah untuk urusan yang penting seperti membeli makanan dan obat-obatan.

Indonesia memang tidak menerapkan lockdown dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan utama adalah ekonomi, Intinya Pemerintah tidak siap bila melakukan lockdown, dengan kata lain tidak punya dana yang cukup, sebab pemberlakuan lockdown konsekuensinya Pemerintah harus menyediakan makanan untuk rakyanya yang harus tinggal di rumah. Menyediakan makanan untuk 270 juta rakyat Indonesia untuk jangka waktu yang tidak pasti darimana uangnya?

Selain itu, untuk menerapkan lockdown, perlu pengerahan pasukan keamanan untuk menjaga warga agar mematuhi aturan tidak berkeliaran di luar rumah. Jumlah polisi dan tentara di negara kita tidka sebanding dengan jumlah penduduk.

Hingga saat ini wabah virus corona di China sudah hampir berakhir, sebaliknya gelombang kedua virus ini berkembang dengan pesat di luar China, terutama di wilayah Eropa dan Amerika Serikat. Benua Eropa dan Amerika menjadi pusat (episentrum) pandemi baru virus corona. Jumlah kasus positif corona (COVID-19) di Amerika saja sudah di atas 200 ribu, di Italia dan Spanyol sudah 119 ribu, jauh melebihi kasus posittif corona di negeri asalnya (China). Jumlah kematian pasien corona di negara-negara itu juga jauh melebihi jumlah kematian di China.

corona-4-April-2020

Jumlah kasus positif COVID-19 di sejumlah negara (data tanggal 4 April 2020). Sumber: https://www.worldometers.info/coronavirus/

Beberapa negara berhasil melakukan lockdown, misalnya China.Beberapa lagi tidak terlalu berhasil seperti Italia. Penyebabnya adalah faktor kedisiplinan. Rakyat China cukup disiplin, mereka mematuhi aturan Pemerintahnya yang menerapkan lockdown. Sebaliknya di Italia, warganya menganggap enteng virus corona, mereka tetap berkeliaran di luar rumah, tidak memakai masker. Beberapa jam sebelum penerapan lockdown di Italia bagian utara (Lombardy dan sekitarnya), ribuan warganya keluar wilayah Italia utara, pergi ke selatan ke kampung halamannya atau ke tempat saudaranya. Akibatnya fatal, mereka bagaikan anak panah yang melesat membawa virus corona ke wilayah lainnya di Italia. Jadilah negara Italia sangat parah saat ini dilanda wabah virus.

Hal yang hampir mirip terjadi di negara kita. Himbauan untuk tetap tinggal di rumah (work from home), sekolah-sekolah diliburkan, pembatasan jarak (social distancing), matinya perekonomian, kehilangan mata pencaharian, dan menyebarnya isu bahwa Jakarta akan dikarantina, membuat para kaum migran mudik ke kampung halamannya. Padahal Jakarta adalah pusat pandemi corona, kasus positif corona sebagian besar ada di Jakarta. Warga Jakarta yang mudik ini dikhawatirkan  bagai anak panah yang membawa virus corona ke kampung halamannya. Terbukti kasus-kasus positif corona di berbagai daerah muncul setelah kepulangan warga Jakarta ke daerah asalnya.

Seharusnya jika di sebuah wilayah sedang menyebar wabah penyakit, warga di wilayah itu dilarang keluar wilayahnya, dan warga dari luar juga dilarang masuk ke wilayah itu. Apapunlah namanya, baik isolasi, karantina, atau lockdown, wilayah tersebut harus dikunci agar wabah tidak menyebar keluar.

Saya teringat sebuah hadis Rasulullah Muhammad SAW yang sangat pas dengan kondisi pandemi corona. Saat itu di wilayah Arab sedang berkembang wabah penyakit. Rasulullah pun memerintahkan ummat untuk menghindari wilayah yang terkena wabah.

Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sudah benar yang dilakukan oleh Pemerintah China dengan mengisolasi kota Wuhan: melarang orang-orang masuk ke kota Wuhan dan melarang penduduk Wuhan meninggalkan kota.  Ini sesuai dengan hadis di atas meski China adalah negara komunis.

Meskipun karantina, isolasi, lockdown, atau apapun namanya, belum diberlan. Meskipun di negara kita, sebaiknya kita (khususnya kaum muslimin dan muslimat) mengikuti hadis Nabi tersebut. Tidak berpergian ke mana-mana, tidak masuk ke wilayah yang terpapar corona. Demi keselematan kita bersama. Amiin, ya rabbal alami.

Written by rinaldimunir

April 4th, 2020 at 1:34 pm

Posted in Agama,Indonesiaku

Negeriku Dilanda Corona dan Sikap Takabur

without comments

Setelah lama tidak diakui, akhirnya virus corona saat ini sudah mewabah di Indonesia.  Bermula kasus positif COVID-19 hanya dua orang, lalu jumlahnya bertambah secara eksponensial, hingga saat tulisan ini ditulis, jumlahnya sudah ribuan dan  tersebar di seluruh propinsi (Baca:  Data Sebaran 1.677 Kasus Positif Corona di RI, Terbanyak di DKI-Jabar-Banten).

Banyak orang menyesalkan kelambatan Pemerintah dalam mendeteksi kasus corona di Indonesia.  Ketika negara lain gerak cepat mengendalikan laju penyebaran virus corona, pejabat di sini tenang-tenang saja, seolah-olah Indonesia menganggap enteng virus ini. Mereka bersikap takabur dan menganggap corona sebagai bahan candaan.

Dikutip dari sebuah posting-an seorang netizen di medsos, perhatikan bagaimana para pemimpin kita bersikap takabur, berkoar-koar, dan buang-buang waktu, saat mereka seharusnya sudah melakukan kontrol ketat terhadap wabah ini pada saat awal.  Netizen tersebut berhasil mengumpulkan tautan berita yang menunjukkan sikap menganggap enteng yang dilakukan oleh pejabat dan para tokoh publik.  Sikap takabur dan menganggap remeh itu sekarang menjadi boomerang.
.
1). Jokowi Pastikan Virus Corona Tak Terdeteksi di Indonesia
Senin, 27 Januari 2020
https://m.ayobandung.com/read/2020/01/27/77612/jokowi-pastikan-virus-corona-tak-terdeteksi-di-indonesia

2). Rapat di DPR, Ribka Tjiptaning Bercanda Korona ‘Komunitas Rondo Mempesona’
Rolando Fransiscus Sihombing – detikNews
Senin, 03 Feb 2020 13:50 WIB
https://m.detik.com/news/berita/d-4883599/rapat-di-dpr-ribka-tjiptaning-bercanda-korona-komunitas-rondo-mempesona#top

3). Mahfud: RI Satu-satunya Negara Besar di Asia Tak Kena Corona
CNN Indonesia
Jumat, 07/02/2020 21:22
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200207194915-20-472750/mahfud-ri-satu-satunya-negara-besar-di-asia-tak-kena-corona

4.) Canda Luhut saat Ditanya Corona Masuk Batam: Mobil?
Herdi Alif Al Hikam – detikFinance, Senin, 10 Feb 2020 14:52 WIB
https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4893152/canda-luhut-saat-ditanya-corona-masuk-batam-mobil

5). Menkes Tantang Harvard Buktikan Virus Corona di Indonesia
CNN Indonesia
Selasa, 11/02/2020 20:09
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200211195637-20-473740/menkes-tantang-harvard-buktikan-virus-corona-di-indonesia

6). Terawan Bicara Kekuatan Doa yang Bikin RI Bebas Corona
Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
NEWS
17 February 2020 13:37
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200217133044-4-138367/terawan-bicara-kekuatan-doa-yang-bikin-ri-bebas-corona

7.) Kelakar Menhub: Kita Kebal Corona karena Doyan Nasi Kucing
Menhub Budi Karya Sumadi mengaku berguyon bersama Presiden soal nasi kucing.
Senin , 17 Feb 2020, 20:21 WIB
https://republika.co.id/berita/q5ul4k409/kelakar-menhub-kita-kebal-corona-karena-doyan-nasi-kucingl.

8), Kelakar Bahlil di Depan Hary Tanoe: Virus Korona Tak Masuk Indonesia Karena Izinnya Susah
Giri Hartomo , Okezone
Senin 24 Februari 2020 12:03 WIB
https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173155/kelakar-bahlil-di-depan-hary-tanoe-virus-korona-tak-masuk-indonesia-karena-izinnya-susah?_gl=1*1ul5e7f*_ga*bS1nNFFRLU9zajk2UzhPeU4wM1FPSWNNSUJxVzc1bW1SY05rSHlIczdZckw2S3N2OWttUXJucWRITVctMlNZcA..

9). Indonesia Terhindar Virus Corona, Ma’ruf Amin: Berkah Doa Qunut
Reporter: Servio Maranda (Kontributor)
Editor: Rahma Tri
Kamis, 27 Februari 2020 09:40 WIB
https://bisnis.tempo.co/amp/1312785/indonesia-terhindar-virus-corona-maruf-amin-berkah-doa-qunut#aoh=15848478571857&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_tf=From%20%251%24s

10). Ma’ruf Amin: Berkat Doa Kiai dan Qunut, Corona Menyingkir dari Indonesia
Oleh Lizsa Egeham pada 29 Feb 2020, 16:11 WIB
https://m.liputan6.com/news/read/4190703/maruf-amin-berkat-doa-kiai-dan-qunut-corona-menyingkir-dari-indonesia

11). Virus Corona Masuk Indonesia, Jokowi: Kita Sudah Siap
Reporter: Dewi Nurita
Editor: Endri Kurniawati
Senin, 2 Maret 2020 12:34 WIB
https://nasional.tempo.co/read/1314390/virus-corona-masuk-indonesia-jokowi-kita-sudah-siap

11). Menkes: Percuma yang Sehat Pakai Masker
Senin, 2 Maret 2020 | 15:54 WIB
https://amp.kompas.com/nasional/read/2020/03/02/15541281/menkes-percuma-yang-sehat-pakai-masker

13). Bahagia Terawan Teori Terbukti: Corona, Penyakit yang Akan Sembuh Sendiri
Tim detikcom – detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 07:10 WIB
https://m.detik.com/news/berita/d-4937063/bahagia-terawan-teori-terbukti-corona-penyakit-yang-akan-sembuh-sendiri 

Nasi sudah menjadi bubur, virus corona sudah mewabah di Indonesia. Kita tidak tahu kapan wabah corona ini berakhir di Indonesia. Tampaknya masih akan lama, namun baru satu bulan saja virus corona sudah mampu melumpuhkan sendi-sendi ekonomi bangsa dan menciptakan histeria ketakutan  sendiri. Astaghfirullah, marilah kita memohon ampun kepada Allah SWT atas sikap takabur ini.

Written by rinaldimunir

April 1st, 2020 at 5:00 pm

Posted in Indonesiaku

Hoaks WhatsApp dan Ciri-cirinya

without comments

Berbahagialah orang yang tidak punya media sosial seperti Facebook, Instagram, twitter, atau aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, Telegram, MeChat, atau yang sejenis itulah. Mereka tidak terpapar gambar-gambar atau tulisan hoaks yang setiap hari masuk ke ponsel mereka, ke kamar mereka, ke ruang-ruang privasi mereka. Selama Pemilu dan Pilpres  2019 kemarin saja misalnya, tidak terhitung tulisan dan gambar hoaks wara-wiri berseliweran masuk ke dalam ponsel kita. Parahnya lagi, masyarakat kita mudah percaya dan mudah terhasut oleh gambar dan tulisan palsu itu.

Umat manusia pada zaman digital sekarang suka mem-posting sesuatu  secara cepat ke medsos tanpa mikir, tanpa cek dan ricek terlebih dahulu apakah posting-an tersebut benar atau palsu.  Terdorong rasa peduli atau sekedar berbagi informasi atau mungkin  ingin menjadi orang yang pertama mengabarkannya ke kolega, maka sekali tekan tombol, share deh. Sebagian orang yang membacanya langsung  percaya saja lalu menyebarkannya  lagi ke media sosial lain. Viral deh. Kalau benar sih nggak apa-apa, tapi kalau hoaks, coba hitung berapa banyak orang yang sudah percaya sesuatu yang bohong diyakini kebenarannya.

WhatsApp (WA) merupakan aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan  oleh warganet di dunia, sekaligus media yang paling banyak digunakan untuk mengirim posting-an hoaks. Setiap pengguna WA umumnya memiliki grup percakapan lebih dari satu. Grup teman sekolah, grup teman kerja, grup keluarga, macam-macamlah. Di RT saya warga kami juga memiliki grup WA untuk berbagi kabar maupun sekedar sharing, jualan barang, atau diskusi apa saja. Nah, sangat sering warga mendapat posting-an dari seseorang atau dari grup lain lalu tanpa memverifikasi kebenarannya langsung share ke grup RT.

Dari pengalaman saya membaca posting-an hoaks, maka saya membuat kesimpulan sederhana bahwa posting-an hoaks yang menyebar via WA dapat dikenali ciri-cirinya  adalah salah satu  (dua atau tiga juga boleh) dari berikut ini:

  1.  Mencatut nama orang lain, nama tokoh, atau nama pejabat. Tujuannya adalah untuk menguatkan bahwa posting-an tersebut dibenarkan atau berasal dari orang tersebut.
  2. Isinya provokatif untuk menimbulkan ketakutan, kepanikan, keresahan, dan rasa was-was.
  3.  Isinya mengandung unsur kebencian kepada suatu etnis, kelompok, agama, dan golongan. Tujuannya adalah untuk mengadu domba antar masyarakat.
  4.  Tulisan-tulisan tentang amal keagamaan yang sangat ringan namun memperoleh ganjaran pahala yang sangat besar, didukung oleh hadis-hadis palsu.
  5. Tulisan tentang manfaat tumbuhan tertentu dapat mengobati penyakit parah seperti kanker, stroke, diabetes, dll, padahal belum teruji secara medis.
  6. Nah, ciri utama adalah pada bagian akhir posting-an terdapat tulisan share, bagikan, sebarkan, viralkan, dan sejenisnya. Tujuannya adalah untuk membuat posting-an tersebut menjadi viral.

Cara lain untuk memverifikasi apakah posting-an di WA adalah hoaks  adalah dengan meng-copy paste tulisan tersebut ke Google, lalu bacalah penjelasan beberapa situs anti-hoaks yang memverifikasi kebenarannya. Cara ini yang sering saya gunakan untuk memverifikasi kebenaran posting-an di WA.

Di bawah ini saya copas beberapa posting-an yang menyebar via WA yang merupakan tulisan hoaks. Pada bagian akhir tulisan biasanya ada kata-kata sebarkan, share, bagikan, viralkan, dsb (saya cetak tebal).

Posting-an ke-1:

TV One baru saja mengeluarkan berita bahwa hacker sudah mulai masuk WA, mereka menempatkan video seks/porno, atau permintaan dana dg berbagai alasan memakai nama anda pada teman2 anda, tanpa anda mengetahuinya.
Anda tidak dapat melihatnya, namun orang lain bisa melihatnya se-olah2 anda yg mempublikasikannya. Jadi, jika anda menerima suatu video atau permintaan dana (barangkali atas nama saya), maka itu bukan saya, mohon konfirmasikan ke saya!!!
Ternyata hal ini sdh terjadi bbrp kasus dlm bbrp group wa. Waspadalah, jangan sampai terjadi pd akun anda. Terimakasih.

NB: Sebarkan berita ini, demi keamanan anda.
Terimakasih.

Tulisan di atas adalah hoaks. Mulanya ditulis Metro TV lalu diganti TV One.

[HOAX] “Metro TV Baru Saja Mengeluarkan Berita Bahwa Hacker Sudah Mulai Masuk Facebook, BBM dan WA”

Ini penjelasan lainnya tentang posting di atas adalah hoaks:
http://cekhoaxataufakta.blogspot.com/2018/02/hacker-sudah-membobol-wa.html?m=1

Posting-an ke-2:

TOLONG DIBACA DAN DISEBARKAN INFORMASI PENTING INI?
“Copy paste dari Bpk. Agus Susanto – Sat Narkoba Polres Kab. Tangerang”

Yang Punya
ANAK gadis,
ADIK perempuan,
KAKAK perempuan
atau ANDA sendiri dan
semua yang ?PEREMPUAN…..!!!?

informasi penting …..

Telah beredar sebuah obat baru yg bernama ?”Progesterex”?
Obat ini adalah pil kecil yg digunakan untuk mensterilisasi.
Obat ini sekarang dipakai oleh para pemerkosa pada :
~Perayaan pesta
~Pub, Discotique
~Perayaan Reuni dsbnya untuk memperkosa & mensterilisasi korbannya.

Progesterex dasarnya dijual di beberapa dokter hewan & toko binatang,& digunakan untuk hewan besar.
Obat tersebut biasanya digunakan bersamaan dengan Rohypnol (Roofies) semacam obat bius.
Pembeliannya harus menggunakan resep dokter.
Rohypnol ini semacam ?effervescent tablet? yang cepat larut didalam air.
Pelaku hanya tinggal memasukan ?Rohypnol & Progesterex? kedalam minuman & Korban tidak akan pernah ingat apa yang telah terjadi pada malam/pagi/siang/ sore itu & Progesterex akan membuat si wanitaTIDAK AKAN HAMIL
Hingga si pemerkosa akan tetap bebas berkeliaran.
Tetapi yang perlu diperhatikan, ?EFFECT PROGESTEREX GAK SEMENTARA?
Progesterex dibuat untuk mensterilkan kuda, jerapah & binatang besar lainnya.
Setiap wanita yang telah meminumnya ?TIDAK AKAN PERNAH MENGANDUNG LAGI SEUMUR HIDUPNYA.?

Kalau bisa dishare sekarang juga!!!
?”PEDULI PEREMPUAN”?

Harap Di Share juga ke teman2 dan saudara yang lain karena sangat bermanfaat !!!

NB : ?Jangan Pernah menerima minuman dari laki laki yg tidak dikenal dgn alasan ingin berkenalan, atau orang yg tdk dikenal dgn baik.?

Semoga bermanfaat.
Informasi dari :
?Mabes POLRI,? ?DepKes dan DPP YPKMI??( *Yayasan? Peduli Kesehatan Masyarakat Indonesia )*

Posting-an di atas mencatut nama pejabat di Polri (Bpk. Agus Susanto – Sat Narkoba Polres Kab. Tangerang).  Penjelasan bahwa tulisan itu hoaks dapat dibaca pada berita di Detik.com ini: https://m.detik.com/news/berita/d-3454922/broadcast-soal-ngerinya-progesterex-obat-yang-dipakai-pemerkosa.

Posting-an ke-3:

Mulai Malam ini (Ba’da Maghrib sudah masuk 1 Shafar. Rasullullah Bersabda “Barang Siapa Yang Memberitahukan Berita 1 Safar Kepada Yang Lain, Maka Haram Api Neraka Baginya”. Dan berdzikirlah mengingat ??????? … “Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha ilallah, Allahu-Akbar, laa haula wala quwata illa billahil aliyil adzim” Sebarkan!, Anda akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT ???????? ???????? ???????? ??? ????? ????????????? … Jangan putus di tangan anda. Sebarkanlah, tak sampai pun 1 minit.. ??????? maha besar 

atau dalam redaksional yang lain:

Tepat Jam 12 Malam , datangnya 1 Safar. Rasullullah Bersabda “Barang Siapa Yang Memberitahukan Berita 1 Safar Kepada Yang Lain, Maka Haram Api Neraka Baginya”. Dan tolong baca sebentar aja kita berdzikir mengingat ??????? … “Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha ilallah, Allahu-Akbar, laa haula wala quwata illa billahil aliyil adzim” Sebarkan!, Anda akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT ???????? ???????? ???????? ??? ????? ?????????????

Tulisan di atas hoax. Zikirnya sih benar dan baik kita lakukan, tetapi hadisnya palsu. Baca penjelasannya di sini:
http://www.konsultasislam.com/2015/11/tentang-bulan-safar.html?m=1
Pertanyaan:
Mohon penjelasan hadist dr pesan berantai dibawah ini ustadz, Syukron.

Tepat Jam 12 Malam , datangnya 1 Safar. Rasullullah Bersabda “Barang Siapa Yang Memberitahukan Berita 1 Safar Kepada Yang Lain, Maka Haram Api Neraka Baginya”. Dan tolong baca sebentar aja kita berdzikir mengingat ??????? … “Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha ilallah, Allahu-Akbar, laa haula wala quwata illa billahil aliyil adzim” Sebarkan!, Anda akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT ???????? ???????? ???????? ??? ????? ?????????????

Jawaban :
Palsu akhi, tidak asa asalnya. Jangan turut menyebarkan dan penyebarnya / pengirimnya ke antum jika mampu diingatkan.

???? ????? ?????? ???????? ?????? ????? ??????? ?????? ?????? ?????? ??????????????

“Siapa yang meriwayatkan dariku suatu hadits yang ia menduga bahwa itu dusta, maka dia adalah salah seorang dari dua pendusta (karena meriwayatkannya).” (HR. Muslim)

Kalau menduga saja sudah dikatakan pendusta, apalagi yang sudah mengetahui ?

Dan ancaman berdusta atas nama Rasulullah/ menyebarkan hadits palsu :

??? ??????????? ???????? ????????? ???? ???????? ??????? ?????????? ????????.

“Janganlah kamu berdusta atas (nama)ku, karena sesungguhnya barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka pasti ia masuk Neraka.” (HR. Bukhari)

Naudzubillahi min dzalika. Wallahu a’lam

Posting-an ke-4:

Daftar kurma israel :

Jangan Dibeli

Dr. Anang Saifuddin, MA
Dosen UIN Antasari Bjm

Inilah daftar merk kurma import asal Israel,negara ini membunuhi kaum Muslimin :

Sehubungan dengan persiapan untuk Ramadhan, Harap diperhatikan dengan seksama agar JANGAN BELI KURMA dari Israeli, yang dijual dengan nama-nama merk sbb:

1.Bomaja
2.Carmel Agrexco
3.Delilah
4.Desert Diamond
5.Hadiklaim
6.Jordan Plains
7.Jordan River
8.King Solomon
9.Paradise Dates
10.Rapunzel
11.Red Sea
12.Royal Treasure
13.Shams
14.Tamara

BANTU SEBARKAN
Syukron

Postingan ini hoax pak. Kurma tsb dari Palestina, bukan dari Israel.

[BENAR] Kurma Impor Produksi Israel

Posting-an ke-5:

PENTING !!!!!
KHUSUS PENGGEMAR BAKSO !!

Seharusnya Dibuat Perda, Bahwa Kios yg jual Baso harus menyediakan KUNYIT dan TUSUK GIGI…
Yg lalai menyediakannya akan di tindak tegas dan atau di umumkan “diragukan Kejujurannya”

Berani ??

????

Buat penggemar BAKSO !!!
BAWALAH : Tusuk Gigi & Kunyit ke- mana2.

?Dua siswi SMAN 3 Semarang, Dayu Laras Wening dan Luthfia Adila telah menemukan cara mendeteksi BORAX dgn cara yg sgt mudah & praktis, yaitu hanya dgn TUSUK GIGI.

?Tusukkan “Tusuk Gigi” ke KUNYIT terlebih dahulu, lalu tusukkan pd makanan yg akan diuji selama 5 detik, maka akan kelihatan apakah makanan tsb mengandung BORAX atau Tidak, krn KUNYIT akan bereaksi terhadap bahan kimia.

?Bila ada kandungan boraxnya, maka tusuk gigi tsb akan berwarna MERAH
Mereka menamakan temuannya dgn SIBODEX (Stick of Borax Detector).

?Temuan mrk ini berhasil menyabet medali emas pd International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2014, sebuah ajang kompetisi inovasi anak…

Selamat menikmati BAKSO bebas dari BORAX ?

* Mohon dishare biar yg lain juga tahu bahkan mungkin menjadi inspirasi kita 

Ini adalah berita hoax, baca penjelasannya di sini:
https://stophoax.id/blog/post/salah-tusuk-gigi-dan-kunyit-pendeteksi-borax-2250 

“Pesan berantai ini ada kemungkinan benar isinya, terutama yang menyangkut penggunaan kunyit sebagai pendeteksi borax. Namun pesan yang mengatasnamakan siswi SMA 3 Semarang itu tidak benar atau hoax karena mereka belum mempublikasikan temuanya secara luas. Soal kunyit yang bisa mendeteksi borax, Dila mengaku tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak. Selengkapnya di bagian PENJELASAN.”

Posting-an ke-6:

Maaf sebelumnya, ini kabar dari FB.
Khabar dr Ust Nazer (Thoha Travel) bersama Jemaahnya di Medina 3 jam yg lalu
Melalui FB nya
Salam untuk semua kaum muslim.
Palestine dikepung oleh pasukan Israel.
Israel akan melakukan serangan darat ke Gaza (spt juga diberitakan RCTI pkl 16.00)..

Pemimpin Hizbullah, Syed Hasan Nasrallah minta semua muslim utk dg ikhlas membaca surah al-Baqarah ayat 26-27 dan surah Yunus ayat 85,86,88 malam ini…

Tolong sebarkan forward kpd seluruh umat Islam.. bhw saudara seagama telah dikepung & keadaan amat dahsyat.
Itu Saja JIHAD kita…. minta tolong dgn sangat kpd sahabat2 sebarkan seluas mungkin….Labbaika Allahuma Labbaika .. minta tolong dgn sangat kpd sahabat2 sebarkan seluas mungkin…maaf untuk yg non muslim Indonesia

Yahudi akan menyerang darat mlm ini Kasihan saudara kita umat Islam, kita berdoa utk keselamatan atas rencana Israel utk menyerang dlm masa 24jam.

La illaha illa Anta Subhanaka Inni Kuntum Minazzaalimin.

Please foward to all of our friends…
even if U’ll not pray, just FORWARD

Astaghfirullah!
3x
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil (7x)

…walaupun tak baca doa, forwardkan message ini
Selesai membaca tolong forward, krn dlm bbrp menit, berjuta org akan membaca…

Subhanallah. ???

Tulisan di atas hoax dan sudah beredar sejak bertahun-tahun. Silakan copas tulisan ini di Google untuk menemukan penjelasannya.

Posting-an ke-7:

Restoran Sederhana sedang merayakan ulang tahun ke-15 di Indonesia dan untuk waktu yang terbatas, kami akan membagikan makanan gratis di salah satu restoran kami! Saya sudah menerima undangan untuk makan gratis!
https://sharen.win?s=sederhana 

Tulisan di atas hoaks. Sebelumnya juga ada pesan berantai makanan gratis di KFC dalam rangka HUT ke 15.
https://turnbackhoax.id/2019/10/08/salah-voucher-makan-gratis-promo-hut-ke-15-kfc/
Bisa dicek restoran Sederhana sudah berusia lebih dari 15 tahun.

Demikianlah sedikit dari sejumlah posting-an hoaks yang bertebaran di tengah masyarakat dan menyebar via WA. Entah apa tujuan orang yang pertama kali membuat pesan tersebut. Meresahkan, membuat ketakutan, menanamkan kebencian, atau mengadu domba. Mungkin karena ada rasa iri dan dengki atau apa. Wallahu alam.

Written by rinaldimunir

January 20th, 2020 at 10:11 am

Posted in Indonesiaku

Dimana Rasa Empati? (dan Sakit Hati)

without comments

Banjir besar dan sangat parah di Jadebotabek pada awal tahun 2020 meninggalkan cerita sedih dan pilu. Ribuan rumah tenggelam oleh banjir yang tingginya sampai ke atap rumah, bahkan ada yang tingginya sampai delapan meter. Mirip tsunami kecil saja karena aliran air banjir sangat deras akibat bobolnya tanggul.  Puluhan orang meninggal dunia karena tenggelam, hanyut, atau tertimpa tanah longsor. Mobil-mobil hanyut. Tentu tidak terhitung kerugian harta benda akibat banjir hebat ini. Banjir sangat masif dengan cakupan wilayah yang luas. Benar-benar banjir yang paling besar dalam sejarah di kawasan itu.

Seorang teman yang rumahnya (di Jatiasih Bekasi) digulung banjir tampak terpukul. Banjir setinggi atap rumah merendam semua barang di dalam rumahnya. Malangnya lagi, saat kejadian banjir tidak ada seorangpun di rumah, semua anggota keluarga sedang berada di luar kota. Kasur, perabot, TV, kulkas, sepeda motor, mobil di garasi, dan segala rupa barang rusak semua. Semua harta benda yang telah didapatkan selama bertahun-tahun musnah seketika. Yang paling dia sedihkan adalah kertas-kertas berharga iku hancur. Ya ijazah, sertifikat rumah, dan surat-surat berharga lainnya.

Saya menelpon dia tanggal 3 Januari pagi kemarin. Ketika saya telepon dia sedang membersihkan rumah dan semua barang yang berlumpur dengan air. Bayangkan, kemana pula mencari air bersih untuk menyemprot lumpur-lumpur itu. Pompa air pun rusak/korslet akibat terendam. Kalau tidak segera disemprot air dikhawatirkan lumpur-lumpur itu mengeras sehingga semakin sukar dibersihkan.

Saat itu yang pertama dibersihkannya dan coba dihidupkannya adalah sepeda motor agar bisa digunakan. Kalau mobil di garasi pastilah tidak akan bisa dihidupkan lagi, rusaklah. Tanpa kendaraan  tentu mobilitasnya sangat terbatas, sulit pergi ke mana-mana untuk membeli berbagai keperluan.

Saya dapat merasakan hancur dan sedih hatinya. Namun, di dunia netizen yang “kejam” yang terjadi bukannya memberikan rasa empati kepada korban, tetapi malah sibuk mencari-cari kesalahan dan membuli orang lain. Bukannya membantu para korban yang ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, tetapi membuat kegaduhan di dunia maya dengan komentar-komentar yang menyerang seorang pejabat. Sungguh terlalu.

banjir

Banjir kali ini sekaligus memperlihatkan bahwa efek Pilakda dan DKI dan Pilpres masih belum selesai rupanya, duel antara cebong dan kampret masih berlanjut di dunia maya. Padahal banjir  tidak hanya terjadi di Jakarta, namun juga di daerah Jawa Barat bagian barat dan Banten, tetapi semua kesalahan ditimpakan kepada Gubernur DKI Jakarta.  Tanpa bermaksud membela siapapun, banyak orang tidak bisa berlaku adil dalam hal ini.  Bukannya berempati kepada para korban, mereka malah lebih mengedepankan rasa kebencian dan sakit hati kepada gubernur DKI yang sekarang.

Ya begitulah politik, peristiwa bencana pun dipolitisasi dan dijadikan ajang balas dendam. Kekalahan akibat Pilkada DKI masih menyimpan rasa sakit hati bagi pendukung yang kalah. Rasa sakit hati bercampur dengan hasad dan dengki, kebaikan orang tidak dilihat, yang tampak hanya keburukan saja.

Membanding-bandingkan pemimpin yang sekarang dengan pemimpin sebelumnya dalam situasi prihatin seperti sekarang tidaklah pantas.  Tiap orang harus diperlakukan secara proporsional. Anak-anak kita saja harus diperlakukan adil, mereka pasti tidak suka kalau dibanding-bandingkan, bukan?  Semua pemimpin pasti sudah berupaya yang terbaik mereka lakukan untuk rakyatnya, cuma tidak bisa sempurna 100% karena kesempurnaan hanya milik Allah.

Written by rinaldimunir

January 6th, 2020 at 2:19 pm

Posted in Indonesiaku

Toleransi yang Hanya Kosmetik

without comments

Beberapa tahun belakangan ini saya melihat fenomena toleransi yang rancu setiap hari Natal. Acara misa Natal di dalam gereja, yang sejatinya merupakan rangkaian ibadah saudara-saudara kita kaum kristiani,  juga diisi oleh partisipan kaum santri yang memainkan rebana, melantunkan shalawat, atau menari sufi (Baca Natal di Semarang, Diiringi Rebana hingga Gotong Royong Warga Muslim, Tari Sufi Iringi Misa Natal di Kota Malang, Pengurus Gereja: Terimakasih Telah Membangun Toleransi). Meskipun rebana atau tarian sufi tidak punya agama, namun keduanya sudah terlanjur identik dengan tradisi keislaman.

Dikutip dari siniSuara rebana mengiringi perarakan misa di permulaan rangkaian acara. Pemuda Muslim bersarung dan berkopiah berjalan bersama-sama anak-anak altar memasuki gereja. Setelah sampai di gereja, musik pun berganti dengan lagu gerejawi.

Sebelum misa ditutup, tarian sufi khas Turki kembali hadir bersama dengan lantunan kidung Syi’ir Tanpo Waton. Syi’ir Tanpo Waton adalah rangkaian bacaan istigfar (bacaan minta ampunan), shalawat Nabi Muhammad SAW, dan syair berbahasa Jawa. ”Sungguh luar bisa. Ini kado natal terindah bagi kami,” kata Anton, umat setempat.

Saya tidak habis pikir dengan mereka yang mencampuradukkan kedua hal ini (kekristenan dan keislaman) dengan dalih toleransi. Apakah untuk mendukung keragaman atau toleransi antar umat beragama kita sampai perlu mengikuti acara ibadah agama orang lain? Apakah pada tempatnya melantunkan shalawat di dalam geraja?  Bukankah hal-hal seperti ini berlebihan dan dapat menimbulkan kesalahpahaman?

Sebaliknya saya tidak pernah mendengar ketika pada hari raya Iedul  Fitri kaum kristiani datang ke dalam masjid atau lapangan sholat Ied menyanyikan paduan suara gerejawi, atau ikut pula melantunkan takbir bersama-sama sebagai wujud toleransi.

Saya khawatir toleransi yang dipraktekkan oleh sekelompok orang dengan menghadiri acara misa Natal itu hanya kosmetik belaka, baru sebatas kulit. Itu  adalah toleransi yang rancu. Menurut saya toleransi beragama yang sesungguhnya adalah membiarkan saudara-saudara kita yang berbeda agama menjalankan ibadahnya dengan tenang dan nyaman. Biarkanlah saudara-saudara kita kaum kristiani dapat melaksanakan ibadah misa Natal dengan penuh kedamaian, memastikan ibadah mereka tidak terganggu, tanpa kita perlu ikut campur pula di dalam rangkaian ibadah mereka.

Membantu kelancaran lalu lintas di depan gereja, membantu mengatur perparkiran kendaraan jemaat yang akan ibadah, tidak menyetel musik keras-keras saat ibadah misa berlangsung, merupakan contoh-contoh sikap yang menunjukkan toleransi beragama.

Begitu juga sebaliknya toleransi yang dilakukan dari kaum kristiani ke kaum muslimin dengan memberi rasa aman dan nyaman kaum muslim melakukan ibadahnya. Tepa salira, bertenggang rasa, dan berempati, itulah makna hakiki toleransi.

Saya yakin saudara-saudara kita kaum kristiani tidak memerlukan kehadiran kita dalam pelaksanaan ibadah Natal. Sebaliknya kaum muslim juga tidak memerlukan kehadiran kaum kristiani dalam sholat Idul Fitri. Biarlah masing-masing umat beragama menjalankan ibadahnya dengan tenang dan damai tanpa gangguan. Itu sudah bertoleransi namanya.

Semoga kita semua bangsa Indonesia tetap hidup rukun dan damai tanpa memandang perbedaan suku dan agama. Toleransi menyangkut hubungan horizontal sesama umat manusia, sedangkan ibadah mengatur hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta. Janganlah keduanya dicampuradukkan. Insya Allah, hidup ini akan indah jika kita dapat
menghargai perbedaan tanpa kita perlu masuk ke dalamnya.

Written by rinaldimunir

December 31st, 2019 at 8:28 am

Posted in Indonesiaku

Ketika Menjadi Sholeh Menimbulkan Kecurigaan

without comments

Sudah puluhan tahun saya hidup di tanah air tercinta, baru pada zaman pemerintahan sekarang, kira-kira 5 tahun ke belakanglah, saya merasa banyak hal menjadi terbalik-balik. Yang benar dianggap salah, yang salah dianggap benar. Banyak contohnya.

Memakai gamis, memakai jilbab panjang, menumbuhkan jenggot, atau memakai celana semata kaki (dikenal dengan nama celana cingkrang) akan dicap sebagai orang radikal, khilafah, HTI, fundamentalis, PKS, bahkan teroris. Dengan gampang saja label itu disematkan kepada mereka oleh kelompok pembenci. Waspada kepada paham radikalisme boleh-boleh saja, tetapi menggeneralisasi semua orang yang mengikuti sunnah Rasul adalah radikal adalah sikap kebablasan.

Pada kasus revisi UU KPK misalnya, buzzer-buzzer pendukung Pemerintah melancarkan opini bahwa KPK adalah sarang kelompok radikal. Tudingan itu dibuat karena di sana ada penyidik Novel Baswedan yang sekarang suka memakai celana cingkrang, juga karena setiap pekan ada pengajian buat karyawan yang muslim ( sementara kebaktian bagi karyawan kristiani tidak dipermasalahkan).

Fenomena lain yang membuat saya prihatin adalah seringnya ustad dihadang di bandara, pengajian dibubarkan oleh sekelompok orang atau ormas hanya karena ustad  yang akan mengisi pengajian dicap sebagai ustad radikal, khilafah, HTI, dan sebagainya. Ustad Felix Siaw adalah ustad yang paling sering dihadang dan pengajiannya dibubarkan, disamping ustad-ustad lain. Meskipun saya tidak kenal Felix Siaw, tidak selalu sepaham dengan Felix Siaw, tidak pernah mendengarkan ceramahnya, namun membubarkan pengajian atau menghadang ulama dalam kacamata saya adalah perbuatan yang tidak menghargai demokrasi. Tidak Pancasilais, anti Pancasila malah, sebab Pancasila menjunjung tinggi demokrasi, menghargai kebebasan berpendapat, dan menjamin setiap orang menjalankan agama dan kepercayaannya.

Parahnya, ormas yang membubarkan pengajian sama-sama ormas Islam juga. Lha, kok?  Aneh, bukan? Sama-sama mengucapkan syahadat, sama-sama mempunyai kitab Al-Quran, Nabinya sama, Tuhannya sama, tetapi kok sangat beringas kepada saudaranya. Dialog tidak dikedepankan, tetapi kekerasan fisik dan verbal lebih diutamakan.

Kemarin saya membaca berita Ustad Abdul Somad (UAS) ditolak oleh UGM mengisi diskusi di masjid kampus dengan alasan yang terkesan mengada-ada. Menurut kabar karena tekanan sebagian alumninya. Sebagai kampus yang menyediakan mimbar akademis dan tempat beradu gagasan, penolakan itu tidaklah pada tempatnya. Apa yang ditakutkan dengan ceramah seorang ustad? Penolakan terhadap UAS tidak hanya sekali ini saja, tetapi sudah beberapa kali di beberapa tempat karena alasan dia ustad radikal. Benarkah?

Saya menduga, penyebab berbagai tudingan radikal, fundamentalis, khilafah, membubarkan pengajian, menghadang ulama, menolak ustad, dan sebagainya, benang merahnya sama: mereka dianggap oposan, tidak pro rezim, mereka tidak berada di kubu 01. Politis sekali, bukan? Karena anda tidak berada di kubu kami, maka anda adalah lawan. Mengerikan. Polarisasi akibat Pilpres (dan juga Pilkada DKI) memang sangat buruk. Bangsa kita terbelah dua. Efeknya masih terasa sampai sekarang meskipun Pilkada DKI dan Pilpres sudah selesai, meskipun Prabowo sudah menyalami Jokowi, tetapi dampaknya belum hilang. Orang-orang yang dianggap oposan itu citranya dibuat buruk

Keberadaan para pendengung (buzzer) seperti Denny Siregar, Abu Janda, dan lain-lain ikut memperkeruh suasana. Para pendengung itu meniupkan isu, menyebarkan hoaks (ingat isu ambulan membawa batu yang disebarkan oleh DS), paling sering melontarkan isu radikal, khilafah, dan lain-lain, sehingga membuat suasana menjadi panas. Keberadaan para pendengung ini merusak demokrasi karena membuat bangsa ini terpecah belah. Sayangnya, meski telah berkali-kali dilaporkan ke kepolisian, mereka untouchable. Sampai lima tahun ke depan saya prediksi persatuan bangsa ini akan mudah tercabik-cabik karena kepentingan kekuasaan. Mengerikan!

Written by rinaldimunir

October 11th, 2019 at 1:21 pm

Posted in Agama,Indonesiaku