if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘heboh’ Category

Senyum Snijders

without comments

Hari Selasa kemarin saya sudah bersiap untuk melakukan exam ulangan untuk mata kuliah metode riset kuantitatif bagian kedua, bagian pertamanya sudah lulus, bagian duanya belum lulus yang (entah kenapa) dicitrakan rada horor, multivariate modelling dengan tool SPSS yang diasuh oleh Prof.Snijders.  Mungkin yang bikin horor karena dalam waktu 8 minggu harus mastering multivariate modelling dg standar si profesor tea, duuh klo bikin soal. Ini adalah ujian terakhir yang harus saya ikuti, dan ini adalah matakuliah penyetaraan untuk mahasiswa internasional, bukan bagian dari matakuliah master program.

Sistem akademis di Belanda, untuk ujian harus registrasi online khusus mengikuti exam lewat blackboard/studyweb, ada batas akhir pendaftaran, jadi klo tidak terdaftar (meskipun karena lupa) biasanya tidak akan bisa masuk ruang ujian. Karena ada yang disebut Exam Committee/Exam Board yang secara resmi menyetujui pengeluaran nilai kita, tugas dosen adalah memberi ujian, mengoreksi, dan mengirim hasilnya ke Exam Board.  Exam board akan memverifikasi apakah sesuai dg daftar registrasi exam, sesuai dengan daftar kehadiran di ruang kelas, kemudian akan mengesahkan nilai & jumlah ECTS nya.  Exam board ini jg lembaga yang akan bersidang/melayani appeal, keberatan atas suatu nilai, menyidang tersangka plagiarisme, memutuskan hukuman, atau bisa menentukan mata kuliah ‘darurat’ yang harus diambil student.

Saya mendaftar ujian untuk mata kuliah Method and Model for Behavioral Research yang berkode 0AP03, nah mata kuliah ini dibagi dua babak, bagian pertama 3 ECTS berkode 0AP07, bagian kedua 3 ECTS berkode 0AP05, nama matakuliahnya sama. Nanti dua nilai ini akan digabung menjadi 0AP03 sejumlah 6 ECTS. Jadi jika belum lulus salah satunya, maka dua2nya nilai tidak akan bisa didapat.

Bagian kedua yang rada horor ini sudah saya persiapkan baik2, ujiannya menggunakan komputer, membawa laptop sendiri2, soal dikirim satu atau dua hari sebelumnya dalam bentuk terenkripsi, di kelas akan diberitahu passwordnya. Untuk menghindari kecurangan, maka masing2 student harus mengaktifkan software monitoring aktifitas di komputer yang filenya juga dikirim besarta jawaban ujian. Ujian berlangsung 3 jam.

Di studyweb/blackboard akan ada tanggal, waktu, dan tempat ujian. Saya lihat terdaftar untuk hari Selasa, 12 April 2011, pukul 14 – 17, di ruang Pavilion U-46, ruangan yang cukup jauh dengan berjalan kaki dari gerbang depang TU/e.  Dengan naik kereta jam 10 dari Delft, maka akan nyampe di Eindhoven jam 11.30, waktu masih cukup untuk membuka coretan rangkuman lagi. Saya mampir dulu ke kantin Spoortzaal, suasananya asyik ga terlalu rame, saladnya lengkap kap kadang suka nemu sayuran/buah yg aneh, dan mesin kopi gratis he..he.. Kemudian meneruskan perjalanan menuju Pavilion, dan mengambil tempat yang tenang di perpustakaan fakultas yang terletak di kompleks Pavilion.

Jam 13.30 saya menuju ruangan, di jalan ketemu mba Sherly (satu fakultas beda master program), dia memberi tips2 mengerjakan soal Snijders, pokoknya yang pilihan ganda kerjakan dg cepat jangan lebih dari 30 menit, sisanya untuk mengerjakan soal analisis, waktunya biasanya ga cukup. Okay dech bismiLlah… sampai di ruangan saya merasa ada kejanggalan, kenapa di setiap meja tidak ada colokan ya… akhirnya saya memilih tempat paling pojok belakang yang deket colokan di dinding.. kemudian keluar lagi ke toilet (kehamilan yang makin besar menyebabkan lebih sering ke toilet), masuk ruangan lagi lihat pengawas ujian (biasanya pensiunan, kakek2/nenek2 yg sepuh2) sudah membagikan presensi hadir (satu orang satu kertas kecil yang harus ditandatangani).

Melihat student lain tidak ada yang mengeluarkan laptop saya semakin curiga, akhirnya saya tanya ke student lain, ini ujian bagian pertama atau kedua? doweng doweng…. ini adalah ujian 0AP07 alias bagian pertama.  Jadi saya salah dong, aduh ujian Snijders dimana? Astaghfirullah saya tau kesalahan saya adalah salah mendaftar kode ujian sehingga yang akan terlihat di blackboard adalah waktu & tempat untuk ujian 0AP07, sedang saya seharusnya mendaftar untuk 0AP05.  Sebenarnya sewaktu saya mendaftar exam ada keganjilan dimana disitu ditulis 1 used of 3 maximum (artinya ujian pertama kali dari 3 kali maksimal ujian).  Oh iya, ujian di Blnd maksimal 3 kali, klo belum lulus2 maka harus appeal ke Exam Board, mereka kemudian akan menentukan langkah apa yang harus diambil.  Seharusnya saya 2 used of 3 maximum, karena ini percobaan kedua.  Tapi kok firasat aneh itu ga segera ditindaklanjuti.. Astaghfirullah… mungkin harus lebih banyak lagi mengingat Allah agar kejadian seperti ini tidak terulang.

Saya memastikan ke kakek2 penjaga ujian, dia juga bingung ga ngerti, terus pas saya keluar ruangan ada bapak2 (mungkin PhD student) datang menanyakan dimana ruangan U-46, dia membawa soal ujian, disitu kepastian bahwa ini adalah ujian tertulis untuk 0AP07 (bagian pertama). Yachhhh…. disitu saya ketemu lagi mba Sherly, wah mba salah ruangan nie, tak tanya ke kantor study advisor barangkali  mereka bisa akses data dimana ujian 0AP05, karena hari ujiannya sama, sebab Snijders mengirim file soal bertanggal 12 April 2011. Setelah dilihat di komputer, ada ujian 0AP05 tapi jam 9 – 12 pagi tadi. Dowenggg….. yach.. deg2an, menyesal, tapi sambil ketawa-ketawa (menertawakan kebodohan diri sendiri), ga boleh buang waktu lagi.. saya berjalan ke gedung Innovation Sciences ruangan Snijders, mba Sherly bilang Snijders orangnya strict, tapi coba aja dulu deh.

Sesampai di Innovation Sciences menanyakan ruangan Snijders ke sekertaris, bertemu dia di lorong, sambil ngos2an dan ketawa menceritakan dengan singkat ceritanya… bla bla bla… kemudian meminta mungkin ga dilakukan exam, hari ini juga. Dia bilang, masalahnya kamu tidak terdaftar untuk exam, jadi tidak mungkin mengeluarkan nilai. Saya bilang bagaimana kalau saya melakukan exam dan nanti appeal ke Exam Board, saya juga akan membicarakan ini dengan my study advisor.   Akhirnya dia minta saya menghubungi study advisor, saya nanya apa yang dia harapkan? reference letter atau apa, di bilang terserah mau email atau apa pokoknya  memberitahukan apa yang harus dilakukan terkait persoalan ini.  Saya segera ke lantai dasar bertanya ke sekretaris ruangan dan keberadaan study advisor saya (Mr.Clarkson), ruangannya terkunci, wah ini kalau dianya ga ada saya ga bisa ngasih apa2 ke Snijders.  Saya mencari tau ke sekretaris yang lain (ini sekertaris bidang keahlian riset, beda dg yg dilantai bawah), dia memberikan nomor telepon dan ruangan lain Mr.Clarkson yang ternyata di Pavilion.

(Untuk membuat lebih lebay) dengan menenteng bawaan tas laptop dan satu tas lain berisi buku dll saya menuju gedung Pavilion lagi, mungkin adeknya mba nana ikut2an tegang ya di dalam perut, maafkan ibu deh nak, kebodohan ibu membuat repot seperti ini. Di depan pintu rungan A02 ada laki2 menyapa siapa yang dicari, saya bilang Mr.Clarkson, yes I am the one.  Saya berkenalan singkat, karena biasanya kami komunikasi lewat email saja untuk progres2 study, jadi belum pernah ketemu. Oh ya Didin…dia mengenali émail’ saya.  Saya ceritakan kejadiannya… Alhamdulillah dia cukup ramah, segera dia menelpon Snijders, mereka bicara dalam bahasa Belanda..and… Didin you can come to Snijders and make the exam now… Alhamdulillah… thank you… thank you for your kind help…

Balik lagi berjalan ke gedung Innovation Sciences, naik ke lantai satu, wah daripada capek pake lift deh, ketemu orang ramah lagi di lift, mengetok pintu Snijders dan dia keluar sambil tersenyum mengacungkan jempol (maksudnya selamat atas usaha kerasnya kali hihihihi). Come on, follow me, dia menuju sekertaris mencari kunci untuk satu ruangan kosong, saya menunggunya sambil mengisi botol air minum, dia yang keluar sambil membawa kunci ketawa lagi, take your time… o ho ho dia ramah sekali, berkali2 melihatnya senyum/ketawa. Di ruangan dia juga membantu menyetting komputer, membukakan jendela, wah panas ya.. memberi password untuk soal yang terenkripsi, memberi tahu soal-soal yang ambigu, kemudian menanyakan apa kebutuhan saya, saya bilang perlu kertas kosong. Dia mengambilkan dan lagi-lagi tersenyum….  wah wah.. baru tahu Snijders tidak seserem imejnya di kelas. Saya mengikuti kelas wajibnya, The Network Society, tentang sosial network, termasuk matakuliah yang ‘horor’ juga (definisi mata kulah horor kalau yang dapat 8 bisa dihitung dengan jari :D :D:D), di Belanda dia pakarnya social network, di Innovation Sciences dia juga figur penting dan berdaya jual heheh, sudah full professor di usia 38 tahunan, ahli matematik, kemudian ke sosiologi (social network).

Saya diberi waktu 3 jam, karena mulai jam 14.36 maka selesai jam 17.36 (file jawaban di submit via email ke Snijders), dia bilang sudah pulang jam segitu, jadi kunci ruangannya balikin ke sekertaris ya.  Okay deh Sir.. karena ruangan dibiarkan terbuka, mahasiswa PhD yang tadi bawa soal ujian ke ruangan Pavilion menyapa saya yang tengah mengerjakan soal, ternyata dia di gedung ini juga, dia bilang tadi juga sudah curiga saya salah waktu ujian, tapi dia tidak yakin. Saya cerita singkat.. and thank you….  Pukul 17.27 saya dah submit, beresin laptop dan berisap pulang, ruangan dikunci dan waktu nyari sekretaris ternyata rungan2 sudah terkunci dan semua sudah pulang, waduh kuncinya taruh mana ya…. pada saat itu ketemu mahasiswa PhD tadi, dia menawarkan bantuan untuk mengembalikan kunci, dia tahu cara narohnya.. ALhamdulillah.. again thank you…

Segera berjalan lagi  menuju stasiun Eindhoven (jarak 20-30 menit jalan kalau saya yang jalan kaki he…he…), kereta intercity ke Den Haag (yang berhenti di Delft) ada setiap setengah jam, sampai di stasiun kelaparan, ada snack bami (mie yang dibumbui, dicetak kotak, dibungkus tepung panir tebal dan digoreng, wah wah penasaran pengen bisa bikin aahh), dan pas naik kereta di jamnya berangkat.  Alhamdulillah hari yang aneh2 ini happy ending… semoga saja lulus ujiannya (dah segitu menghebohkan banyak orang).  Terima kasih atas kebaikan-kebaikan yang diberikan hari ini. Ibu jangan ndoweh lagi, repot dan ngrepotin banyak orang.

Written by ibu didin

April 13th, 2011 at 4:50 pm