if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘ghibah’ Category

Seramnya Ghibah

without comments

Untuk yang kesekian kali, mengingatkan diri sendiri:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS.Al Hujurat [49] ayat 12)

Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: ”Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka kata Nabi saw: “engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata para sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu? Jawab Nabi SAW: Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah mengghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.”(HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

Muslim dengan muslim lainnya itu bersaudara, tidak boleh mengkhianati, mendustakan dan menghina. Setiap muslim dengan muslim lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini ! (sambil nabi SAW menunjuk pada dadanya) Cukup disebut seorang itu jahat jika ia mencaci saudaranya sesama muslim (HR. Muslim 2564)

Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya sesama muslim, maka Allah SWT akan membelanya dari neraka kelak di hari Kiamat.” (HR. Tirmidzi 1932, Ahmad 6/450)

=====
“Ya Allah hilangkanlah prasangka buruk dari hati ini, luaskanlah dada ini dalam berukhuwah, lapangkanlah hati ini mengikhlaskan perkataan buruk orang lain, jagalah lidah ini dari menyakiti saudara sesama muslim. Cukup seorang muslim disebut jahat, apabila dia menjelek-jelekkan saudara seimannya. Jagalah hamba ya Allah… jangan biarkan menjadi orang-orang bangkrut yang pahala kebaikannya (jika ada) habis untuk membayar ganti rugi terhadap orang2 yang tersakiti.”

Written by ibu didin

January 13th, 2011 at 4:11 pm

Posted in ghibah,Taujih

Senin Kelabu & Selamat Tahun Baru 1 Muharram :)

without comments

Hari Ahad pagi, pada sebuah silaturahmi onlen, saya kebagian mengisi kultum, dari sebuah buku mungil, saya menceritakan ulang sebuah kultum singkat tentang orang-orang yang oleh Rasulullah SAW disebut sebagai penderita kebangkrutan.  Sahabat mengira, itu adalah orang-orang yang harta bendanya ludes habis tak bersisa, atau malah meninggalkan hutang. Tetapi kata Rasulullah, itu adalah orang-orang yang pada hari perhitungan, datang ke hadapan Allah membawa amal ibadahnya, shalatnya, puasanya, infaqnya, hajinya, dan kebaikan2 yang lain, hatinya sungguh berseri-seri, tetapi kemudian datang seorang mengadu kepada Allah tentangnya, Allah mengabulkan pengaduannya dan memerintahkan untuk mengambil pahala dari orang tadi, sebagai pengganti tuntutannya, kemudian datang orang lain lagi mengadu, dan Allah pun mengabulkan aduannya, demikian terus sampai pahalanya habis, tapi kemudian datang orang lain lagi yang mengadu kepada Allah, Allah mengabulkan aduannya, dan karena tak ada lagi simpanan pahala, maka Allah memerintahkan dosa si pengadu tadi dipindahkan. Maka itulah orang-orang yang bangkrut… astaghfirullahaladziimm :( :( :(

Pengaduan-pengaduan tersebut datang, bisa jadi karena kedhaliman lidah kita, tangan kita, pengkhianatan2 kita, bergosip, membicarakan orang lain, memfitnah, mengadu domba, menjelek-jelekkan, astaghfirullah :( :(

Ahad siang, saya beralih ke agenda pengajian muslimah Delft termasuk pembentukan pengurusnya, Alhamdulillah acara lancar dan menggembirakan.  Sepulang dari acara muslimah Delft, malam hari dilanjutkan dengan rapat onlen untuk mempersiapkan acara tahunan semacam mabit muslim se-Belanda dan sekitarnya (KIIAT). Tahun ini saya di bagian dapur umum,  Alhamdulillah banyak masukan dari ibu-ibu yang sangat berpengalaman dengan acara2 ini. Hari ahad yang menggembirakan dan bermanfaat insyaAllah :)

Seninnya…doweng doweng…

Senin pagi, saya terlibat obrolan dengan seorang kawan, dan akhirnya huhuhu saya turut nyamber membicarakan orang lain :( :( beberapa menit saja, tapi sungguh membuat hati kecut, perasaan tidak enak, dan ketakutan mulai menjalari.  Sesudah itu konsentrasi saya menjadi buyar, di depan laptop hendak mengerjakan soal-soal mikroekonomi, tapi suasana hati menjadi kacau, beginilah akibat ikut gosipin orang lain. Saya takut keburukan berbalas keburukan, atau berbalas keburukan kepada anak-anak :(  Astaghfirullahaladhiim…

Subuh kian menjelang, abah harus segera berangkat menjemput koleganya di bandara Schipol, sehingga untuk hari senin kemarin saya yang ngantar mba nana sekolah. Karena musim dingin, saya tidak berani memakai sepedah, khawatir licin dan resiko terjatuh, jadi merencanakan membawa mba nana dengan stroller saja, ke sekolahnya yang cukup jauh kalau dihitung jarak jalan.  Karena mba nana tidur larut, akibatnya bangunnya susah, jam 8.20 baru bisa melek, ibu suapin nasi&brokoli, minum susu, bebersih kilat, memakai perlengkapan musim dingin, ibu dengan kilat bersiap-siap ke kampus sebab ibu berpikir ada kuliah jam 13.45, dan kitapun berangkat pukul 8.30.  Karena berjalan cukup berhati-hati agar tidak terjatuh oleh es, maka baru sampai di sekolah mba nana pukul 9 an, begitu sampai, Mowahib teman mba nana menyambut dan memeluk mba nana :)

Untuk menyingkat perjalanan, saya berniat naik kereta dari stasiun Delft Zuid di dekat sekolah mba nana menuju ke Delft centrum, kemudian jalan ke kampus. Yach ternyata harus memutar karena ada pembangunan, daripada nyari jalan memutarnya, saya meneruskan saja perjalanan ke kampus, sampai kampus jam 10 lebih lima, ternyata 1,5 jam total saya jalan kaki dari rumah, rekor di musim salju ^_^ Ternyata cukup  melelahkan jalan jauh dengan udara dingin.

Sampai di kampus menuju lab komputer, memeriksa jadwal di Blackboard, dalam benak saya kuliah jam 13.45, masih lama menunggu, kepala saya mulai pusing, ah mungkin kelaparan, sampai menunggu jam sebelas saya ke kantin, membeli makan satu buah kue muffin, setengah mangkuk kecil sup tomat, sepotong pastel isi keju, dan sebutir apel. Seusai makan menunggu jam kuliah dengan kepala senut2 dan super ngantuk.  Akhirnya saya tertidur sebentar depan komputer, bangun2 merasa lab jadi rame, banyak melihat teman2 sekelas EPA, saya masih ngantuk dan beranjak ke lantai satu, kalau2 ada tempat untuk tiduran sambil duduk di ruang2 diskusi orange box. Ahh penuh, saya jumpai banyak anak EPA, ada perasaan curiga, saya kembali lagi ke komputer, dan melihat Blackboard… ternyata kuliahnya jam 10.45 – 12.30.. astaghfirullah… yaaaaahhhhhh, untuk memastikan saya telepon anisah, dan doweng doweng, kuliah sudah selesai, jadi sementara saya menunggu di computer room, kuliah tengah berlangsung. Padahal baru datang saya membuka jadwal, ternyata persepsi di pikiran tidak sama dengan realiti mata melihat, ahhh khilaff khilaafff….

Dengan perasaan kecut saya pulang ke rumah, lagi berjalan menembus dingin, setelah semua rintangan tadi pagi, pulang lagi tanpa mengikuti kelas perkuliahan, ditambah pulang migren saya jadi kambuh.  Kalau mau dimaknai, mungkin beginilah cara Allah menegur saya, keburukan tadi pagi berbalas ketidakbaikan, banyak-banyak istighfar…. ya Allah janganlah hukum hamba atas kesalahan2 hamba, ampunilah hamba :( :(:(

Sampai senin malam kepala pusing sebelah, sehingga gagal lagi mengerjakan tugas, saya menahan diri tidak minum parasetamol. hingga malam harinya saya makan mie sedap goreng, ALhamdulillah migrennya kok hilang (loh apa hubungannya :P ).

Berbarengan dengan tahun baru 1 Muharram, memaknai kejadian senin ini, semoga saja kita (saya) sukses berhijrah meninggalkan perkataan yang tidak bermanfaat, atau bahkan yang ghibah, tak hendak menjadi orang-orang yang merugi hingga bangkrut, karena amal kebaikannya habis dilalap dengki, keburukan lisan, pikiran, dan hati.  Ya Allah bimbinglah selalu.

Selamat tahun baru 1 Muharram 1432 Hijriyyah.

Written by ibu didin

December 7th, 2010 at 2:23 pm