if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Dunia oh Dunia’ Category

George Floyd dan Teringat Khutbah Rasulullah di Arafah

without comments

Hari-hari ini negara Amerika Serikat dilanda aksi gelombang unjuk rasa besar-besaran di seluruh negara bagian setelah tewasnya warga kulit hitam bernama George Floyd. pada tanggal 25 Mei 2020. George Floyd, seorang lelaki Afrika-Amerika, tewas setelah seorang polisi Minneapolis berkulit putih Derek Chauvin menginjak dengan lutut di leher Floyd selama setidaknya tujuh menit.

74-persen-warga-as-nilai-kematian-george-floyd-berakar-masalah-ketidakadilan-rasial

Dalam video-video yang dikirim ke grup media sosial aksi runjuk berubah menjadi aksi kerusuhan, pembakaran, dan aksi penjarahan toko-toko dan supermarket. Situasi di Amerika berubah menjadi chaos.  Masyarakat Amerika menumpahkan kemarahannya atas aksi rasisme yang tidak pernah kunjung berhenti sejak negara itu berdiri, terutama menimpa warga kulit hitam dan kulit berwarna lainnya.

Rasisme  sudah lama berlangsung di banyak negara, tidak hanya di Amerika saja. Rasisme, terkadang disebut juga rasialisme, memandang ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya. Misalnya bangsa kulit putih memandang lebih superior dari bangsa kulit hitam, bangsa Yahudi merasa lebih unggul dari bangsa lain. Meskipun dunia sudah modern namun tindakan-tindakan merendahkan orang lain karena perbedaan biologis yang melekat pada diri orang lain masih berlangsung hingga saat ini.

Berkaca dari kasus George Floyd di AS, 1400 tahun yang lalu Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada ummat manusia bahwa kemuliaan manusia di hadapan Allah SWT hanya dilihat dari ketaqwaannya, bukan dari sisi ras, warna kulit, suku, maupun atribut identitas lainnya seperti harta, kecantikan, dan sebagainya.

Dalam khutbah terakhir Rasulullah saat wukuf di Padang Arafah tanggal 9 Zulhijjah tahun 10 H (atau tahun 632 M), Rasulullah melarang keras segala bentuk rasisme. Beliau mengatakan bahwa semua manusia berasal dari Adam dan Hawa, orang Arab tidak memiliki keunggulan dibandingkan orang non-Arab, orang non-Arab tidak memiliki keunggulan dibandingkan orang Arab. Begitu pula orang kulit putih tidak memiliki kelebihan dibandingkan orang kulit hitam, demikian pula sebaiknya. Orang yang lebih mulia di sisi Allah dinilai adalah orang yang paling bertaqwa.

Berikut kutipan dari khutbah Rasulullah yang bunyinya kira-kira sebagai berikut:

Wahai manusia, Tuhanmu hanyalah satu dan asalmu juga satu. Kamu semua berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Keturunan, warna kulit, bangsa tidak menyebabkan seseorang lebih baik daripada yang lain. Orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling takwa. Orang Arab tidak lebih mulia daripada yang bukan Arab, sebaliknya orang bukan Arab tidak lebih mulia daripada orang Arab. Begitu pula orang kulit berwarna dengan orang kulit hitam dan sebaliknya orang kulit hitam dengan orang kulit berwarna, kecuali karena takwanya.”

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad:

Wahai sekalian umat manusia, ketahuilah sesungguhnya Tuhanmu satu (esa). Nenek moyangmu juga satu. Ketahuilah, tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa selain Arab (Ajam), dan tidak ada kelebihan bangsa lain (Ajam) terhadap bangsa Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah (puith) terhadap yang berkulit hitam, tidak ada kelebihan yang berkulit hitam dengan yang berkulit merah (putih), kecuali dengan taqwanya”. (HR. Ahmad, 22978).

Dalam surat Al-Hujarat Allah SWT berfirman bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa bukan untuk saling bermusuhan, tetapi untuk saling mengenal. Orang yang paling mulai di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa:

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakanmu dari seorang pria dan wanita, dan menjadikanmu berbagai bangsa dan suku agar saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantaramu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa, sesungguhnya Allah Maha Tahu lagi waspada” (QS. al-Hujarat,49: 13).

Malcolm X, seorang pemimpin warga kulit hitam Amerika yang berjuang melawan rasisme di Amerika pada tahun 1950-an dan 1960-an, pada bulan April 1964 menunaikan ibadah haji pada tahun 1964.  Malcolm X yang bernama asli Malik El-Shabazz berteman baik dengan pendeta Martin Luther King, Jr.  Di Tanah Suci Mekah dia mendapatkan pengalaman luar biasa yang belum pernah dia rasakan di Amerika.  Ia terkejut dengan kesetaraan manusia di Tanah Suci.  Jamaah haji dengan beragam warna kulit dan ras datang dari segala penjuru bumi. Mereka duduk, makan bersama-sama, dan beribadah bersama-sama tanpa ada perbedaan.

Dari tanah suci Makkah Malcolm X menulis sepucuk surat kepada para sahabatnya di Harlem, New York. Berikut ini adalah isi surat itu, seperti dikutip dari sini:

“Belum pernah saya menyaksikan keramahtamahan yang tulus dan semangat persaudaraan yang luar biasa seperti yang ditunjukkan oleh orang-orang dari semua warna kulit dan ras di sini, di Tanah Suci ini yang merupakan rumah Abraham (‘alaihi salam), Muhammad (?) dan semua Nabi Suci lainnya. Selama sepekan ini, saya tak bisa berkata sepatah kata pun karena terpesona oleh keanggunan orang-orang dari semua warna kulit yang tampak di sekitar saya.”

“Saya telah diberkahi untuk mengunjungi Kota Suci Makkah. Saya mengelilingi Ka’bah (tujuh kali), dipimpin oleh seorang Mutawaf muda bernama Muhammad. Saya minum air dari sumur Zam Zam. Saya berlari tujuh kali antara bukit Al-Safa dan Al-Marwah. Saya berdoa di kota kuno Mina, dan saya berdoa di Gunung Arafat.”

“Ada puluhan ribu peziarah dari seluruh dunia. Mereka berasal dari semua warna kulit, dari yang pirang bermata biru hingga orang Afrika berkulit hitam. Tapi kami semua menunaikan ritual yang sama, menunjukkan semangat persatuan dan persaudaraan. Hal ini membuat saya percaya bahwa tidak akan pernah ada perbedaan antara yang putih dan yang bukan putih.”

“Amerika perlu memahami Islam, karena ia adalah satu-satunya agama yang menghapus masalah ras dari masyarakat. Sepanjang perjalanan saya di dunia Muslim, saya telah bertemu, berbicara, dan bahkan makan bersama orang-orang yang di Amerika dianggap kulit putih – namun perilaku kulit putih (yang biasanya terlihat di Amerika) terhapus dari pikiran mereka oleh ajaran Islam. Saya belum pernah melihat persaudaraan yang tulus dan sejati ditunjukkan oleh semua warna kulit seperti yang saya saksikan di Tanah Suci.”

“Anda mungkin terkejut dengan kata-kata yang datang dari saya. Namun selama perjalanan ini, apa yang saya lihat dan alami, membuat saya harus menata ulang banyak pola pikir yang sebelumnya saya pegang, dan membuang beberapa kesimpulan saya sebelumnya. Hal tidak terlalu sulit bagi saya. Terlepas dari keyakinan saya, saya selalu menjadi orang yang mencoba menghadapi fakta, dan menerima kenyataan hidup sebagai pengalaman dan pengetahuan baru. Saya selalu tetap berpikiran terbuka agar bisa mendapat kelenturan yang harus berjalan seiring dengan setiap bentuk pencarian demi kebenaran.”

“Selama sebelas hari di dunia Muslim ini, saya makan dari piring yang sama, minum dari gelas yang sama, dan tidur di alas yang sama – sembari berdoa kepada Tuhan yang sama – bersama dengan seluruh Muslim, yang matanya paling biru dari yang biru, yang rambutnya paling pirang dari yang pirang, dan yang kulitnya paling putih dari yang putih. Dalam setiap kata dan perbuatan Muslim kulit putih, saya merasakan ketulusan yang sama dengan apa yang saya rasakan di antara Muslim Afrika kulit hitam dari Nigeria, Sudan dan Ghana.”

“Kami benar-benar sama (bersaudara) – karena kepercayaan mereka pada satu Tuhan telah menghilangkan dominasi kulit putih dari pikiran mereka, perilaku mereka, dan dari sikap mereka.”

“Dari gambaran ini, saya pikir mungkin jika orang kulit putih Amerika dapat menerima Keesaan Tuhan, maka mungkin juga, mereka dapat menerima kenyataan bahwa manusia itu sama – sehingga mereka tidak akan lagi menilai, menghalangi dan menyakiti orang lain karena perbedaan warna kulit.”

“Dengan rasisme yang menjangkiti Amerika seperti kanker yang tidak dapat disembuhkan, hati orang kulit putih ‘Kristen’ harus lebih menerima solusi yang telah terbukti menyelesaikan masalah destruktif seperti itu. Mungkin ini saatnya menyelamatkan Amerika dari bencana yang akan segera terjadi – kehancuran yang disebabkan oleh rasisme yang digaungkan Jerman namun akhirnya meluluhlantakkan bangsa itu sendiri.”

“Setiap jam di sini, di Tanah Suci memungkinkan saya untuk mendapatkan wawasan spiritual yang lebih besar tentang apa yang terjadi di Amerika antara hitam dan putih. Negro Amerika tidak pernah dapat disalahkan karena permusuhan rasial – mereka hanya bereaksi terhadap empat ratus tahun rasisme kulit putih Amerika. Namun ketika rasisme mengarahkan Amerika ke jalan bunuh diri, saya percaya, dari pengalaman yang saya miliki dengan mereka, bahwa kulit putih dari generasi muda, di perguruan tinggi dan universitas, akan melihat catatan di dinding dan banyak dari mereka akan beralih ke jalan spiritual kebenaran – satu-satunya cara yang tersisa bagi Amerika untuk mencegah bencana akibat rasisme.”

“Belum pernah saya merasa sangat terhormat. Tidak pernah saya dibuat merasa lebih rendah hati dan tak ada artinya. Siapa yang akan percaya pada keberkahan yang dianugerahkan pada seorang Negro Amerika? Beberapa malam yang lalu seorang pria – yang di Amerika disebut kulit putih – yang merupakan diplomat PBB, seorang duta besar dan pendamping raja, memberikan kamar hotel dan tempat tidurnya untukku. Saya bahkan tidak pernah terpikir untuk bermimpi akan menerima penghargaan seperti itu – penghargaan yang di Amerika hanya akan diberikan kepada seorang raja – bukan seorang Negro.”

“Segala puji bagi Allah (?), Tuhan semesta alam.”

“Salam hormat,”

“Haji Malik El-Shabazz (Malcolm X)”

Demikianlah, Nabi Muhammad mendorong manusia untuk berjuang melawan rasisme. Rasisme merupakan sumber penyebab kesombongan di dalam diri manusia. Saat dunia semakin beragam dan saling berhubungan, sangat penting bagi kita untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW tentang kesetaraan tentang kesetaraan dan keadilan di antara umat manusia. Tidak ada manusia yang merasa lebih baik dari manusia lainnya hanya karena perbedaan ras, etnik, maupun atribut fisik lainnya. Semua sama di hadapan Allah SWT, karena Allah yang menciptakan semua manusia. Yang membedakan manusia di hadapan Allahnya hanya dari segi iman taqwa saja.

 

Written by rinaldimunir

June 6th, 2020 at 2:47 pm

Posted in Agama,Dunia oh Dunia

Kolaps dan Booming Akibat Corona

without comments

Ini masih cerita kesedihan tentang wabah virus corona. Tadi saya membaca berita bahwa maskapai Thai Airways di Thailand dinyatakan bangkrut karena sudah tidak mampu membayar utang-utang yang menumpuk dan semakin terpuruk ketika pandemi corona melanda dunia. Pandemi corona telah memaksa Thai Airways menghentikan penerbangannya karena orang-orang menunda bepergian atau karena banyak negara menutup kunjungan warga asing masuk ke negaranya. Saya pernah naik Thai Airways ketika dulu ke Bangkok. Maskapai ini pelayanannya sangat bagus, malah menurut saya lebih bagus daripada Garuda. Garuda Indonesia pun tampaknya juga sudah mulai oleng, apalagi tahun ini ibadah umrah haji dibatalkan, padahal membawa jamaah haji dan umrah ke Tanah Suci merupakan sumber pendapatan yang sangat besar bagi Garuda. Apakah Garuda akan menyusul nasib Thai Airways? Wallahu alam.

Tidak hanya Thai Airways yang kolaps. Berbagai maskapai dunia yang terkenal seperti Emirates, Etihad, Cathay Pacific, Singapore Airlines, dan lain-lain juga bertumbangan. Kasus Thai Airways adalah sebuah contoh betapa wabah virus corona mampu melumpuhkan berbagai sendi kehidupan manusia di bumi, salah satunya melumpuhkan dunia usaha dan bisnis. Jutaan orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan karena perusahaan tempatnya bekerja tutup, kolaps, hingga bangkrut.

Dunia penerbangan adalah salah satu yang terkena dampak parah corona. Namun, efek dominonya luar biasa ke dunia perhotelan dan pariwisata. Hotel-hotel tutup karena tidak ada tamu. Dunia pariwisata ambruk karena tidak ada pengunjung. Usaha travel dan transportasi juga bangkrut karena tidak ada orang yang melakukan perjalanan. Mal dan usaha retail non makanan tutup. Restoran dan cafe anjlok karena orang-orang menghindari kerumunan, hanya boleh layanan makanan take away. Bisnis catering ambruk karena resepsi pernikahan dilarang. Masih banyak lagi dunia usaha yang mengalami kebangkrutan atau kolaps sejak pandemi corona, antara lain dunia hiburan (bioskop, panggung musik, atraksi),  otomotif, persewaan kantor, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), dan lain-lain.

Meskipun ada sebagian dunia usaha yang terpuruk, namun sebaliknya beberapa bisnis malah mengalami booming saat pandemi corona.  Bisnis yang tumbuh dan berkembang itu adalah bisnis e-commerce (perdagangan online melalui internet), webinar (seminar secara online), online training seperti Ruang Guru,  aplikasi video conference (Zoom, Webex), telekomunikasi, jasa logistik dan kurir (pengiriman barang), layanan internet dan televisi berbayar seperti Indihome/Netflix, remote working, home entertainment, peralatan medis dan APD (alat pelindung diri), telemedicine, sekolah online, dan lain.

Pandemi corona tidak tahu kapan berakhirnya. Mungkin durasinya akan berlangsung selama satu sampai dua tahun ke depan. Selama vaksinnya belum ditemukan, maka dunia usaha dan bisnis akan terus gonjang-ganjing.

Usaha dan bisnis yang dapat bertahan (survive) adalah bisnis yang masuk ke dunia digital dengan memanfaatkan layanan yang mengunakan teknologi informasi, cloud computing, dan menggunakan social media sebagai sarana komunikasi dan promosi, dan membuat model bisnis yang  menjual langsung ke pelanggan.

Dunia sudah berubah sejak pandemi corona. Kehidupan tidak lagi akan normal seperti dulu. Kita memasuki gaya kehidupan baru yang disebut new normal. Mungkin selama ini kita menjalani kehidupan yang abnormal. ?

Written by rinaldimunir

June 3rd, 2020 at 8:45 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Horor Virus Corona Menghantui Dunia

without comments

Satu bulan ini masyarakat dunia dihantui oleh penyebaran virus corona yang berasal dari kota Wuhan, Tiongkok. Menurut berita terakhir saat tulisan ini ditulis, virus ini telah membunuh lebih dari 563 orang, kebanyakan di daratan Tiongkok. Virus corona berasal dari kelelawar dan ular. Bangsa China memiliki tradisi makan hewan liar yang tidak biasa seperti kelelawar dan ular. Virus corona menimbulkan penyakit pneumonia atau radang paru-paru. Paru-paru menjadi bengkak. Akibatnya orang sulit bernapas dan berujung pada kematian.

Saat ini penyebaran virus corona adalah antar manusia, dari manusia yang mengidap virus corona kepada manusia lainnya. Ketakutan warga dunia terhadap virus baru ini wajar saja, sebab menimbulkan kematian. Selain berita di media daring, gambar-gambar dan video yang dikirim lewat media sosial yang menggambarkan pengidap virus corona bertumbangan di tempat-tempat umum di kota Wuhan telah menimbulkan kepanikan dan paranoid bagi warga dunia. Dampaknya sangat mengejutkan, kedatangan orang-orang China ditolak di mana-mana karena dikhawatirkan membawa virus corona.

Kepanikan terhadap penyebaran virus corona sudah bercampur baur dengan unsur rasisme dan xenophobia. Paranoid yang berlebihan itu ditunjukkan oleh sebuah restoran di Korea Selatan yang memasang banner “No Chinese allowed, melarang orang China memasuki restorannya.  Di Eropa, Canada, dan Amerika perlakuan rasis kepada orang-orang China muncul sebagai bentuk ketakutan terhadap penyebaran penyakit akibat virus corona.

Negara Tiongkok sebagai tempat asal mula virus corona telah diisolasi oleh banyak negara. Hampir semua negara menutup akses penerbangan dari dan ke Tiongkok, melarang kunjungan warganya ke Tiongkok, menyetop kunjungan warga Tiongkok ke negara lain, bahkan menyetop impor makanan dari sana. Negara-negara yang berbatasan dengan Tiongkok pun telah menutup pintu perbatasannya untuk meminimalisir masuknya orang-orang China ke negaranya.  Praktis saat ini negara tiongkok saat ini benar-benar telah terisolasi. Semua ini bisa dimengerti sebagai sebuah cara mencegah virus corona agar tidak menyebar secara luas.

Di dalam ajaran Islam ada sebuah hadis berbunyi sebagai berikut. Rasulullah bersabda,Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).  Jadi,  langkah isolasi ini memang sebuah keharusan.

Saya menduga, jika masalah virus corona ini masih bertahan lama, ada kemungkinan perekonomian dunia mengalami resesi karena Tiongkok merupakan salah satu negara besar yang sangat kuat.  Perekonomian dunia sangat mungkin mengalami perlambatan pertumbuhan.  Kita tidak tahu entah sampai kapan wabah corona ini berakhir. Wallahu alam.

Wabah corona saat ini bukan lagi sekedar masalah penyakit sebab  dampaknya sudah sangat luas dan sudah kemana-mana.  Dampak global yang ditimbulkan oleh isu virus corona sudah mulai tampak. Dunia pariwisata yang begitu terpukul akibat isu virus corona, karena Tiongkok merupakan penyumbang turis paling besar di dunia. Turis dari Tiongkok dilarang memasuki suatu negara. Efek dominonya tentu ke mana-mana, hotel-hotel dan tempat wisata sepi, penerbangan sepi penumpang, dan lain-lain. Sebagai contoh, akibat wabah Corona, maskapai Cathay Pacific meminta ribuan karyawannya cuti.

Corona hanyalah makhluk hidup yang sangat kecil dan tidak kasat mata. Mereka bagaikan tentara kecil mampu melumpuhkan sebuah negara bahkan dunia. Sembari para ahli terus mencari vaksin untuk pengobatannya, kita sebagai mahkluk Allah hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT semata, berharap wabah corona ini cepat berlalu dan manusia mengambil hikmah dari kejadian ini.

Written by rinaldimunir

February 6th, 2020 at 3:47 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Rahasia Sehat dan Umur Panjang PM Mahathir Muhammad

without comments

Pilihan Raya (Pemilu) Malaysia minggu lalu menarik perhatian publik di tanah air. Pasalnya Pilihan Raya tersebut menghantarkan Mahathir Muhammad terpilih kembali menjadi Perdana Menteri (PM) Malaysia, menumbangkan PM petahana Najib Razak yang telah berkuasa sejak tahun 2009. Mahathir dulu pernah menjadi PM beberapa periode,  cukup lama juga dari 1981 sampai 2009. Di bawah kepemimpinannya Malaysia tampil menjadi salah satu harimau Asia dengan pertumbuhan ekonominya yang mengagumkan. Setelah Mahathir turun dari PM, maka kepemimpinannya dilanjutkan oleh Najib Razak. Mahathir tampil kembali ke gelanggang politik untuk menumbangkan Najib Razak yang dulu adalah anak didiknya. Di Malaysia memang dimungkinkan kembali mantan PM mencalonkan diri kembali menjadi PM. Di Indonesia bukannya tidak boleh mantan presiden mencalonkan diri kembali menjadi presiden, UU tidak melarang, tetapi memang belum pernah ada kejadiannya.

mahathir

Mahathir Muhammad

Nah, yang menarik publik Indonesia bukanlah sekedar keberhasilan Mahathir Muhammad menjadi PM Malaysia kembali, tetapi faktor usianya. Mahathir saat ini berusia 92 tahun, usia yang sangat aki-aki kalau di Indonesia. Dengan uisia 92 tahun tersebut Mahathir menjadi pemimpin tertua di dunia. Meski usia sudah aki-aki, tetapi Mahathir Muhammad terlihat masih bugar dan sehat. Otaknya belum pikun, cara berbicaranya masih lantang.

Saya cukup kagum dengan umur panjang Mahathir. Dia bisa tampil prima sampai usia di atas kepala sembilan. Saya pernah diceritakan teman dari Malaysia, usia pensiun pegawai di Malaysia adalah 55 tahun, bandingkan kalau di Indonesia usia pensiun PNS adalah 58 tahun.  Pendeknya usia pensiun ini karena rata-rata usia hidup orang Malaysia sekarang mulai menurun, banyak orang Malaysia terkena penyakit diabetes dan stroke karena pola hidup yang kurang sehat, tuturnya.  Pak Mahathir mungkin adalah pengecualiannya.

Lalu, apa rahasia bugar Mahathir Muhammad? Dikutip dari berita ini: Jadi PM Malaysia Usia 92 Tahun, Ini Rahasia Bugar Mahathir, ternyata:

“Rahasianya? Tidak makan berlebihan,” kata Mahathir.

Kesehatannya, diimbangi pula dengan berat badan yang dijaga di Kisaran 62 kilogram (kg) sampai 64 kg selama tiga dekade terakhir.

Pria yang lahir pada Juli ini menegaskan, kunci kesehatannya yakni tidak merokok, tidak minum alkohol, serta tidak makan terlalu banyak. Ia makan secukupnya sesuai kebutuhan kalori.

“Ada kecenderungan bagi orang-orang di atas usia tertentu untuk menjadi gemuk. Mereka memiliki perut besar untuk memuaskan diri mereka, mereka minum dan makan berlebihan yang menempatkan beban pada hati mereka,” tuturnya.

Jadi, rahasia sehat Mahathir Muhammad hingga usianya sudah 92 tahun adalah makan tidak berlebihan, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan selalu menjaga berat badan ideal. Selain itu saya membaca kalau Mahathir Muhammad rajin berjalan kaki setiap hari.

Nah, memang pola makan adalah nomor satu agar tetap sehat. Makan itu sebenarnya boleh apa saja, tetapi yang tidak boleh adalah berlebih-lebihan. Makan secukupnya saja, yang berlebih-lebihan itu menjadi penyakit.  Penyakit–penyakit modern seperti darah tinggi, stroke, sakit jantung, diabetes, gagal ginjanl, dan sebagainya, antara lain disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat atau makan yang terlalu banyak (berlebihan). Tubuh kita mempunyai kapasitasnya sendiri, jika ia diisi dengan makanan yang berlebihan, maka tubuh tidak mampu mengolah semuanya. Kelebihan nutrisi ditimbun menjadi lemak. Lemak yang menumpuk inilah yang menjadi sumber penyakit. Hal ini ditambah lagi dengan kebiasan orang modern yang kurang gerak. Klop deh menjadi penyakit di badan.

Rahasia sehat PM Mahathir Muhammad perlu kita contoh.

Written by rinaldimunir

May 12th, 2018 at 7:24 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Memboikot Produk Suatu Negara itu Tidak Mudah

without comments

Donald Trump membuat gaduh seisi dunia. Dia mengakui Yerussalem sebagi ibukota negara Israel. Sebagai konsekuensi dari pengakuan itu, Amerika Serikat berencana akan memindahkan Kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerussalem. Akibatnya mudah ditebak, demo di mana-mana di hampir seluruh pelosok dunia menentang kebijakan Trump itu, khususnya di negara-negara berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia.

Pada aksi Demo Bela Palestina hari Minggu (17/12/2017) yang lalu, Majelis Ulama Indonesia menyerukan agar umat Islam Indonesia memboikot produk yang terkait Amerika dan Israel.

Saya sendiri juga menentang keputusan sepihak Trump tersebut. Tapi, memboikot produk-produk Amerika? Tunggu dulu, itu tidaklah mudah. Negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, sudah sangat tergantung dengan semua yang dari Amerika. Di Indonesia produk yang berbau Amerika mudah ditemukan, tidak terhitung jumlahnya, sebut saja beberapa di antaranya yang terkenal seperti Coca Cola, Kentucy Fried Chicken, McDonald, Starbucks, film-film Amerika di bioskop, dan lain-lain.

Secara tidak langsung saya pribadi bukan konsumen produk-produk tersebut sehingga sangat jarang mengkonsumsinya. Saya tidak pernah mampir minum kopi di Starbucks, hanya beberapa kali pernah beli burger di McD, tidak terlalu suka fried chicken (termasuk KFC), jarang minum Coca-Cola, Fanta, dsb, sangat jarang nonton film di bioskop. Jadi, tanpa ikut memboikut pun saya tidak (atau sangat jarang) menggunakan produk-produk Amerika tersebut.

Kalau benda-benda  yang kasat mata seperti di atas mungkin bisa diboikot dengan tidak membelinya. Nah, yang sangat sulit diboikot -dan sepertinya hampir tidak mungkin- adalah produk IT (information technology). Hampir semua software adalah buatan orang Amerika. Windows yang kita gunakan di komputer, program Office (Microsoft Word, Excell, Power Point, dll), program utility seperti anti virus, perambah (browser) Internet (Firefox, Chrome), mesin pencari Google, dan lain-lain adalah buatan Amerika. Beralih ke Smartphone, hampir setiap hari warganet  mengakses media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, dan lain-lain, itu juga buatan (dari) Amerika. Bahkan blog yang anda baca ini, WordPress, adalah buatan Amerika juga.

Hampir dua pertiga penduduk bumi ini sudah sangat bergantung dengan produk IT dari Amerika. Melepaskannya untuk tidak menggunakannya bukan perkara yang mudah. Penggantinya belum tentu ada atau tidak senyaman yang ada sekarang.  Jadi, mau bagaimana?

Saya menghormati pihak-pihak yang menyeru pemboikotan. Semangatnya saya setuju. Itu mungkin dianggap sebagai salah ssatu cara untuk menekan Donald Trump. Tapi, apakah efektif? Wallahualam. Saya juga bertanya-tanya, apakah pihak-pihak yang menyeru pemboikotan dapat bersikap konsisten? Apakah mereka melakukan apa yang dikatakannya? Artinya, apakah produk-produk IT di komputer atau smartphone mereka sudah di-uninstall dari produk IT dari Amerika?

Saya tidak anti Amerika. Tapi, saya tidak suka Donald Trump, itu betul. Saya tidak mau ambivalen, yaitu di satu sisi memboikot Amerika, tetapi di sisi lain masih menggunakan produk IT-nya. Sudah itu saja.


Written by rinaldimunir

December 18th, 2017 at 4:28 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Menangisi Nasib Etnik Rohingya yang Nestapa

without comments

Kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar yang dilakukan oleh tentara Myanmar dan massa Budha radikal mewarnai pemberitaan dunia hari-hari ini. Media setiap hari memberitakan pembunuhan keji yang dilakukan oleh tentara Myanmar kepada warga etnik Rohingya di negara bagian Rakhine (Arakan). Kaum lelaki dibunuh dan dibakar, anak-anak yang melindungi ibunya dipotong lehernya dengan pisau, rumah-rumah mereka dibakar. Puluhan ribu orang yang selamat melarikan diri ke perbatasan Bangladesh menyeberangi sungai Naf. Perahu yang sarat penumpang itu ada yang terbalik menghanyutkan penumpangnya, yang akhirnya menjadi mayat-mayat yang terdampar di pinggir sungai. Ethnic cleansing atau genosida sedang dilakukan oleh tentara dan Pemerintah Myanmar.

rohingya2

Sumber gambar: http://bdnews24.com/neighbours/2017/09/02/rohingya-muslims-flee-as-more-than-2600-houses-burned-in-myanmar-s-rakhine

Etnik Rohingya adalah etnik yang tidak diakui oleh negara Myanmar. Mereka dianggap imigran dari Bangladesh yang memasuki wilayah Rakhine, meskipun menurut sejarah mereka sudah tinggal di Rakhine beberapa generasi. Secara fisik mereka berbeda dengan orang Myanmar pada umumnya. Orang Rohingya berkulit gelap (hitam) dan, sedangkan orang Burma (suku terbesar di Myanmar) berkulit putih. Bahasa mereka juga berbeda dengan bahasa di Myanmar. Satu pembeda lain dengan warga Myanmar adalah agama. Penduduk Myanmar umumnya beragama Budha, sedangkan orang Rohingya ini beragama Islam. Kelak soal agama ini juga ikut memicu ketegangan rasial antara etnik Rohingya dengan kelompok Budha yang dipimpin oleh Bhiksu radikal.

Pemerintah dan warga Myanmar menyebut mereka Bengali ketimbang Rohingya. Jumlah mereka mencapai 1,1 jiwa yang sebagian besar hidup di Rakhine. Karena tidak diakui sebagai warganagera yang sah, maka warga etnik Rohingya tidak mendapat hak-hak seperti hak pendidikan, hak politik, kesehatan, hak mendapat pekerjaan formal, dan lainnya. Mereka didiskriminasi dalam segala bidang. Pemerintah dan warga Myanmar membenci etnik Rohingya dan menjadikan mereka sebagai musuh bersama yang harus dijauhi dan diusir dari Myanmar. Malangnya, Bangladesh pun tidak mengakui mereka sebagai warga Bangladesh. Jadilah orang Rohingya menjadi stateless, tidak memiliki kewarganegaraan apapun. Faktor stateless inilah yang menjadi pemicu awal diskriminasi terhadap etnik Rohingya.

Hampir setiap waktu terjadi aksi kekerasan terhadap orang Rohingya. Tak tahan dengan kekerasan yang terus menerus yang dialami etniknya, maka sekelompok kecil warga Rohingya akhirnya menjadi militan dan melakukan perlawanan mengangkat senjata. Mereka sudah putus asa dan sudah kehilangan harapan untuk hidup.  Dalam pikiran mereka, jika pun masih hidup, maka nanti aka mati juga di tangan tentara atau warga Myanmar. Satu-satunya jalan adalah melawan, mau mayti atau hidup sudah tidak ada harapan lagi, mungkin begitu yang terlintas di kepala mereka. Kelompok militan yang dinamakan ARSA ini  menyerang pos polisi dan tentara, membunuh target yang mereka temui. Rupanya, aksi kekerasan yang dilakukan oleh ARSA ini berimbas kepada warga Rohingya lain yang tidak berdosa. Mereka menjadi target tentara Myanmar untuk memburu kelompok militan itu, dengan alasan tidak bisa membedakan mana militan dan  mana warga biasa. Dengan keji tentara Mynamar membunuh warga Rohingya yang tidak bersalah, membakar rumah-rumah mereka, sehingga menghasilkan arus pengungsian seperti yang saya sebutkan di bagian awal.

Sesungguhnya pengusiran dan pembunuhan warga Rohingya sudah berlangsung selama puluhan tahun. Sekarang saja puncaknya karena ada momentum untuk menjadi alasan pembenaran aksi kekejaman itu, yaitu sebagian warga Rohingya dianggap teroris yang  harus dibasmi.

Kebetulan saja etnik Rohingya ini beragama Islam, maka solidaritas dan aksi demo di negara-negara muslim pun marak memprotes kekejaman tentara Myanmar. Di tanah air, solidaritas kepada etnik Rohingya memancing sekelompok orang lain untuk bersikap sebaliknya. Kelompok ini sepertinya tidak memiliki hati nurani. Aksi keji tentara dan warga Myanmar terhadap etnis Rohingya tidak mampu menumbuhkan empati pada diri mereka. Mereka menyalahkan etnik Rohingya sebagai pendatang dari Bangladesh yang tidak tahu diri. Sudahlah “mengambil” tanah orang, lalu membuat gaduh di sana, begitu kata mereka. Terhadap orang Indonesia yang ikut-ikutan membela Rohingya, kelompok ini berkata sinis sebagai berikut: tidak perlu jauh-jauh membantu orang Rohingya, masih banyak warga kita yang perlu dibantu itu urusan dalam negeri Mynamar, ngapain kita ikut campur; kalau mau berjihad, silakan saja pergi ke sana; ujung-ujungnya nanti yang disalahkan adalah Jokowi; dan sebagainya.  Perpecahan bangsa akibat Pilpres dan Pilkada masih berlanjut hingga ke masalah Rohingya ini. Astaghfirullah.

Padahal, tidak perlu menjadi muslim untuk ikut bersimpati kepada penderitaan warga Rohingya. Menjadi manusia saja sudah cukup untuk ikut merasakan nestapa etnik Rohingya yang teraniaya. Mereka terlahir menjadi Rohingya bukanlah keinginan mereka.  Meski mereka tidak memiliki kewarganegaraan, tapi bukan berarti manusia, dalam hal ini tentara Myanmar, boleh semena-mena memperlakukan mereka sebagai anjing kurap yang harus dibasmi. Siapapun manusia di dunia yang teraniaya karena nasibnya yang malang, apapun etnis dan agamanya, maka sebagai manusia lain yang lebih beruntung minimal kita berempati kepada nasib mereka ini.

Di sisi lain, meskipun kita warga muslim Indonesia berempati dan membela Rohingya, jangan sampai pula kita membuat fallacy yang membahayakan. Meskipun mayoritas warga Myanmar beragama Budha, tetapi warga Budha di Indonesia sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kekerasan yang dilakukan warga Budha Myanmar terhadap warga Rohingya. Jadi, sungguh perbuatan salah jika vihara, bhiksu, dan warga Budha di tanah air menjadi sasaran kemarahan. Stop membuat kesimpulan ngawur dan sesat.


Written by rinaldimunir

September 6th, 2017 at 4:43 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Ali

without comments

Muhammad Ali. Siapapun tahu nama itu. Dia seorang petinju legendaris dunia dalam sejarah manusia abad modern. Sosok Ali menjadi terkenal semata-mata bukan karena prestasi tinjunya yang mengkanvaskan lawan-lawannya. Dia begitu populer setelah menjadi muslim pada tahun 1975. Mungkin setelah dia masuk Islam itu citra Islam meningkat di Amerika Serikat. Berkat Ali maka orang Amerika mengenal Islam. Ali juga menjadi sumber inspirasi warga kulit hitam di Amerika yang selalu mengalami diskriminasi. Berkat Ali pula warga kulit hitam terangkat harga dirinya.

Ali

Muhammad Ali sedang berdoa setelah sholat

Ali dicintai banyak orang di Indonesia. Saya ingat ketika kecil dulu, setiap kali siaran langsung pertandingan tinju Muhammad Ali disiarkan oleh TVRI, jalan-jalan menjadi lengang. Hampir semua orang duduk menyimak siaran televisi. Saat Ali berhasil memukul KO lawannya, orang-orang berteriak senang. Namun, ketika Ali jatuh tersungkur di-KO lawannya, banyak orang menangis, seakan-akan mereka tidak menerima Muhammad Ali kalah.

Sebuah lagu yang menjadi hits pernah dipersembahkan untuk Muhammad Ali, sebagai lagu tema untuk film The Greatest yang menceritakan biografi Muhammad Ali. Lagu yang berjudul The Greatest Love of All dinyanyikan oleh penyanyi Whitney Houston.

(jika ingin video yang ada lirik lagunya, silakan klik video ini)

Sosoknya yang penuh kontroversi dan penuh drama, mulutnya yang selalu sesumbar mengalahkan lawannya (sehingga dia dijuluki “si mulut besar”), keputusannya menolak dikirim ke medan perang ke Vietnam, pilihannya menjadi muslim, dan penyakit parkinson yang membuatnya semakin lemah, telah membuat dunia bersimpati kepada Ali. Maka, kabar kematiannya pada tanggal 4 Juni 2016, setelah berjuang melawan penyakit parkinson yang sudah lama dideritanya, membuat dunia menangis. Tidak hanya warga AS yang berkabung,  tetapi saya kira hampir seluruh warga dunia.

Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiun. Allaahummaghfirlahu warhamhu wa’afihii wa’fu ‘anhu waj’alil jannata matswaahu.

Selamat jalan Ali menuju Sang Khalik.


Written by rinaldimunir

June 6th, 2016 at 3:11 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Beda Antara Paris dan Ankara

without comments

Bom kembali meledak di bandara dan stasiun kereta api di Brussel (Belgia) kemarin dalam aksi serangan bunuh diri yang menewaskan puluhan orang dan ratusan lainnya luka-luka. Sungguh ini perbuatan keji, karena orang-orang tidak bersalah menjadi korban. Dunia kembali tersentak setelah aksi serangan terorisme yang memakan banyak korban di Paris bulan November tahun lalu.

Paris? Ya, dunia lebih banyak mengingat peristiwa bom Paris ketimbang aksi bom di tempat lainnya. Hampir semua pemimpin dunia menyuarakan kecaman, kutukan, sembari mendoakan Perancis agar tetap kuat. Jagad maya pun ikut heboh. Di jagad maya tagar #PrayForParis dengan cepat menyeruak sebagai bentuk simpati kepada Perancis. Netizen memasang gambar bendera Perancis menjadi  foto profilnya sebagai tanda ikut berduka cita.

Namun, reaksi warga dunia, khususnya penduduk jagad maya, sangat berbeda ketika aksi terorisme melanda Ankara, Turki. Selama dua bulan berturut-turut Turki dilanda aksi terorisme. Dua ledakan besar melanda ibukota Turki, Ankara. Puluhan orang tewas dan luka-luka. Tidak ada tagar #PrayforAnkara di jagad maya, seakan-akan peristiwa bom di Ankara adalah peristiwa biasa saja. Padahal Turki juga negara Eropa, seperti halnya Perancis. Presiden Jokowi pun tidak pernah menyampaikan kicauan duka cita di akun Twitter-nya terkait bom Ankara. Ini sangat berbeda ketika bom di Paris dan Brussel, Presiden Jokowi dengan cepat memberikan reaksinya.

brussel

Reaksi yang berbeda ini mungkin karena Turki adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Jika korban aksi terorisme adalah warga muslim, maka dunia tidak terlalu peduli, sebagaimana ketidakpedulian ketika aksi bom dan terorisme menyasar di Irak, Afghanistan, Pakistan, Palestina, dan lain-lain. Sedangkan peristiwa bom di Paris dan Brussel mendapat simpati dan reaksi berbeda karena korbannya adalah warga Eropa dan pelakunya diduga berkaitan dengan dunia Arab.

Begitulah. Tidak ada yang begitu mempedulikan peristiwa keji di Turki dan di negara-negara muslim lainnya. Mereka yang menjadi korban mungkin hanya dihitung secara statistik saja, lalu sesudah itu dilupakan.

Kita mengutuk aksi terorisme di manapun. Korbannya adalah rakyat tidak berdosa. Siapapun pelakunya, sungguh keji perbuatannya. #PrayforParis, #PrayforAnkara, #PrayforBrussel, #PrayforGaza, #PrayforPalestina, #PrayforIrak, #PrayforAfghanistan, dan di manapun di dunia ini #pray untuk kemanusiaan.


Written by rinaldimunir

March 23rd, 2016 at 4:03 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Standard Ganda Facebook

without comments

Meskipun Facebook pusatnya berada di Amerika, dan kita tahu negara Amerika menjamin kebebasan berbicara dan berekspresi sepenuhnya, namun untuk posting tentang anti LGBT Facebook melakukan standard ganda. Pihak Facebook menghapus posting netizen yang berisi  penolakan terhadap LGBT. Penghapusan itu dilakukan atas laporan yang diberikan oleh pengguna Facebook lainnya yang  melaporkan adanya  posting yang anti-LGBT. Pihak Facebook menyebutnya sebagai posting yang menyebarkan kebencian (hate speech) sehingga melanggar standard komunitas mereka.

Beberapa fesbuker (sebutan buat pengguan Facebook) melaporkan posting-an mereka dihapus oleh admin Facebook, padahal isinya tidak seluruhnya berupa penolakan, tetapi banyak yang berupa argumentasi, pandangan, saran, dan lain-lain yang berkategori biasa saja. Tidak hanya menghapus posting-an, tetapi juga menonaktifkan akun secara temporer hingga ancaman untuk menutup akun selamanya (Baca: Facebook Ancam Tutup Permanen Akun Tere Liye).

Setahu saya Facebook memang terang-terangan mendukung LGBT, bahkan salah seorang pendiri Facebook adalah seorang gay.  Jadi, pembungkaman terhadap suara yang menolak LGBT mungkin bisa dipahami sebagai sebuah bentuk keberpihakan.

Tetapi masalahnya bukan itu. Jika memang ada posting-an yang menyebarkan kebencian, maka seharusnya Facebook juga melakukan hal yang sama apabila ada posting lain yang bukan membahas LGBT namun menghina suatu agama. Terhadap posting-an yang menghina Nabi Muhamammad  misalnya, sudah banyak yang melaporkan posting-an seperti ini kepada admin Facebook, namun Facebook menolak menghapusnya, malah membiarkannya. Inilah standard ganda itu.

Tindakan Facebook yang membungkam suara penggunanya yang kontra LGBT sangat kontras dengan posting-an Mark Zuckenberg tanggal 9 Januari 2015 tentang Facebook sebagai tempat orang-orang dapat  berbicara dengan bebas tanpa takut melanggar:

“I’m commited to building a service where you can speak freely without fear of violence.”

 

mark2

 

Facebook tidak perlu otoriter menghapus atau menutup akun seseorang hanya karena dia menulis sesuatu yang tidak sesuai dengan selera pendirinya. Lawanlah kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, pemikiran dengan pemikiran, itu baru intelek namanya, bukan dengan cara represif yang membungkam kebebasan berbicara yang diagung-agungkan pendirinya, Mark Zuckenberg. Itu hipokrit namanya.


Written by rinaldimunir

February 24th, 2016 at 4:57 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Teror di Paris dan Citra Islam di Mata Dunia

without comments

Kota Paris di Perancis beberapa hari yang lalu diserang oleh aksi terorisme yang mematikan.  Dunia mengutuk aksi teroris yang membunuh lebih dari 130 orang. Meskipun pelaku teror belum dapat dipastikan dari kelompok mana, namun sudah mengarah pelakunya ada kaitannya dengan Islam. Apalagi sebelum melakukan aksi terornya pelaku berteriak “ini untuk Suriah” dan teriakan “Allahu Akbar.” Apakah kelompok ISIS pelakunya? Wallahalam.  Mungkinkah ISIS balas dendam karena Perancis ikut dalam pasukan sekutu untuk menghancurkan ISIS di Suriah. Entahlah, apapun motifnya yang jelas aksi teror ini sungguh keji dan biadab.

peace

Jika memang pelakunya beragama Islam atau membawa simbol-simbol Islam, maka aksi kejinya itu sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam. Namun, media sudah terlanjur mengait-ngaitkan aksi terorisme dengan Islam, seakan-akan Islam identik dengan kekerasan. Berbagai sikap, tudingan, dan komentar muncul dari berbagai pihak yang mengaitkan aksi teror di Paris dengan ajaran Nabi Muhammad. Sudah susah payah para ulama kita, para ilmuawan muslim, dan tokoh-tokoh muslim mengklarifikasi serta meluruskan bahwa aksi terorisme sangat bertentangan dengan ajaran Islam, dan bahwa teroris tidak mewakili umat Islam, namun sikap dunia sudah kadung mencap Islam itu buruk.

Ya sudahlah, jika media dan penduduk dunia tetap ngotot berpandangan Islam itu identik dengan kekerasan, mau bagaimana lagi. Silakan saja mereka berpendapat begitu, kami juga sudah tidak tahu harus bagaimana lagi menjelaskannya. Yang jelas kami  tetap istiqamah dengan agama kami, agama yang mengajarkan kebajikan, kasih sayang, dan cinta damai. Terorisme adalah perilaku yang sangat kompleks dan rumit, namun sayangnya agama dibawa-bawa ke dalamnya.

Pelaku terorisme yang membawa-bawa simbol agama di dalam aksinya sungguh merusak citra Islam. Karena aksi segelintir orang yang mengatasnamakan agama atau membawa simbol-simbol agama dalam melancarkan aksi terornya, seluruh umat Islam di dunia terkena getahnya. Mungkin sesudah peristiwa di Paris ini, kebencian warga Perancis khususnya dan Eropa umumnya terhadap agama Islam dan penganutnya akan semakin bertambah. Islamophobia yang sudah akut di Eropa maupun di dunia Barat akan menemukan pembenaran dengan kejadian ini.

Anggap saja sikap Islamophobia itu sebagai sebuah cobaan dan ujian dalam mempertahankan keyakinan. Tetap saja menjalankan kesalehan dalam beragama dan kesalehan dalam sosial seperti yang selama ini dipraktekkan. Masih lebih banyak orang Islam yang baik dan hanif dalam menjalankan agamanya, daripada segelintir orang yang mengaku Islam tetapi perilakunya jauh menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad. Menunjukkan Islam itu  identik dengan ajaran cinta damai adalah dengan amal kebajikan, bukan dengan gembar-gembor melalui kata-kata. Jika sudah begitu masih juga dicap miring oleh non muslim, ya sudah, terserah mereka menilai. Hidup itu singkat, dan kita akan kembali untuk mempertanggungjawabkan amalan kita di hadapan Allah SWT nanti.


Written by rinaldimunir

November 17th, 2015 at 1:41 pm

Posted in Agama,Dunia oh Dunia