if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘DSM’ Category

Company Strategy

without comments

Share

http://www.strategy-implementation.24xls.com/en122

Organizational Strategy, Structure, and Process (Stanford Business Classics) Raymond Miles, Charles Snow http://libgen.org/book/index.php?md5=6E509F358EADDB792675AE605953E790

Written by ibudidin

April 6th, 2015 at 11:32 am

Posted in DSM

Cara Mencatat

without comments

Share

mencatatSaya termasuk yang mempercayai ini, yaitu mencatat ‘manual’ konvensional dengan kertas dan pena.

Misalnya membaca sebuah paper atau buku (terutama yang academic product), saya sudah siapkan notes atau post it untuk mencatat, menulis ulang hal-hal yang penting (tentu bagi saya, sehingga bisa jadi beda bagi orang lain), menggunakan kata yang saya pahami. Pada saat menulis/mencatat sudah merupakan slot waktu tersendiri untuk mencerna. Di akhir bacaan setidaknya yang nyantol lebih banyak, syukur-syukur jika Dia anugrahkan kepahaman sekaligus, jadi NO STABILO. Stabilo bagi saya berlari seperti mata berlari, dan tidak menyisakan jeda bagi otak untuk memproses. Lagipula, berapa banyak dari teman-teman yang mengulang-ulang membaca hal-hal yang di stabilo? berapa kali pengulangan? atau jangan2 hampir semua paragraf distabilo

Tidak ada benar salah dalam metode, tapi yang paling berdaya guna bagi masing-masing orang. Tetapi kalau ada cara lebih efisien, barangkali bisa dicoba

Written by ibudidin

October 27th, 2014 at 10:15 am

Posted in DSM,S1/S2/S3

Kajian Relijiusitas di era post-modern

without comments

Share

Salah satu implikasi pergeseran dari era modern ke era post-modern adalah dominasi scientific inquiry dg logika positivism sebagai gold standard juga mulai bergeser. Perceraian agama dan sains juga (to some extent) mulai dipertanyakan. Kajian-kajian religiosity menjadi ‘diterima’ oleh dunia sains modern, karena keber-agama-an dianggap sebagai fenomena sosial (which is really really exist) yang bisa dikaji dengan kacamata sosiologi misalnya. Kita tidak bisa lagi pura-pura bahwa orang beragama itu tidak ada. Tidak bisa lagi pura-pura seolah relijiusitas itu non-sense.

Beberapa hari lalu sempat diskusi dg kolega yang sedang riset di bidang sosiologi-organisational behavior, tentang bagaimana religiusitas seseorang (bisa Islam, Kristen, Yahudi) mempengaruhi performansi kerjanya di organisasi. Studi (amat sangat) menarik yang mirip dengan apa yang dilakukan salah satu bapak sosiologi (Max Weber) yang mempelajari tentang bagaimana relijiusitas (protestan) berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi. Menarik bukan, mangga dibaca lebih lanjut jika tertarik ^_^

Kemudian saya bertanya, mungkin tidak Pak jika mengambil referensi dari ‘school of thought’ sarjana-sarjana Islam dari abad ke 7 sampai 15 misalnya kemudian dicemplungkan dalam kajian ilmu sosial modern. Bapaknya menjawab, pada masa-masa itu keilmuan juga berkembang pesat, mereka juga punya metode saintifik nya, tapi kemudian menurun dan suatu masa berhenti dialog-dialog sains nya (kekalahan peradaban). Jadi kemungkinan-kemungkinan itu terbuka lebar.

Baru saja saya lihat postingan di The Guardian tentang arsip dialog-dialog sains dari abad 9-19 yang menggunakan bahasa arab. Bahasa arab pada saat itu sebagai standar bahasa ‘pembicaraan ilmu’ seperti bahasa Inggris saat ini ^_^ Saya senang bahwa Inggris dan Qatar bekerjasama membangun dialog ‘sains’ dari masa ke masa, antar dua bahasa yang menjadi standar berbicara pengetahuan. Hasil arsip The British Library Qatar Foundation Partnership yang disediakan gratis dan bisa diakses secara digital, Alhamdulillah berita super ini. Mangga meluncur kesini http://qnl.qa/about-the-library/partnerships/british-library#

ttp://www.theguardian.com/higher-education-network/blog/gallery/2014/oct/23/-sp-the-importance-of-arabic-contributions-to-science-over-time-in-pictures

Written by ibudidin

October 25th, 2014 at 9:43 am

Posted in DSM,Tafakur