if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Dapur DKM’ Category

Menu untuk Ibu Menyusui: Sate Kambing & Tempe Bacem

without comments

Banyak menu yang halal dan baik bagi ibu menyusui (busui) dapat diakses di internet, majalah, atau buku2.  Berikut ini adalah menu busui warisan orangtua dan juga hasil baca-baca. Pada pokoknya semua makanan yang halal dan baik, tentu baik dikonsumsi busui, terutama makanan yang mengandung protein tingi, kacang2an, sayuran, dan asupan cairan.  Ikan seperti gabus dan lele mengandung protein tinggi, tetapi karena saya alergi ikan, maka lebih suka daging kambing dan kacang2an dalam bentuk tempe/tahu, terutama kalau dibacem. Kambing muda diapain enak, masaknya cepet mateng (karena muda). Ditumis dg bumbu minimalis bawang putih-bombay-merica putih/hitam-kecap sudah mateng, dicampurin buncis muda biar ada kriuk2nya.  Atau dipanggang plain/tawar aja juga enak, dibikin sate juga enak, nasgor kambing bumbu kampung yang pedes juga enak, soto betawi juga oke, klo gule kambing saya gampang mblenger/eneg.  Berikut ini menu busui sate kambing dan tempe bacem. Dua2nya juga kegemaran mba nana & abahnya =).

1. Sate Kambing

Kambing muda pastinya, yang fresh pink/merah, dengan sedikit saja gajih untuk menambah wangi :D :D :D  Jangan yang masih beku, di de-frost atau lelehkan alami sehingga tidak akan liat jika disate. Kalau di Belanda lebih umum daging domba (yg kulit bulunya tebel), lebih berlemak dan lebih cepat empuk.

Bumbu super  minimalis saja, yang terbaik adalah rasa alami dagingnya. Tanpa dibumbuipun sudah enak. Saya biasa campurkan minyak kelapa/sayur secukupnya, kecap manis secukupnya, dan sedikit ketumbar.  Secukupnya sampai ‘kacap’ saja istilah jawanya, cukup tidak sampai banjir. Tidak perlu garam, garam akan menjadikan liat. Potongan dagingnya tipis memanjang kalau ingin cepat mateng dan ditata di tusukan sate (biar berasa sate ^^, ga ditusuk jg gpp).

Panggang diatas arang tentu maknyuuss.. kalau buat sehari2 (bukan event nyate beneran) saya panggang di atas kompor aja, ditaruh tatakan yang biasa buat ngoven, dan jadilah sate.  Langsung disantap hangat2 lebih nikmat. Mba nana yang masih ‘sulit’ makan potongan daging sapi, ternyata doyan sate kambing , calon ibu menyusui masa depan^^ Kalau abahnya mah jangan ditanya, penggemar kambing sejati :D

Buat temen sate kambing enaknya juga bukan bumbu kacang (walaupun gpp juga bumbu kacang ^^), saya cukup sambel kecap yg diisi potongan cengek/rawit dan bawang merah segar (bukang goreng), bisa ditambah irisan tomat seger (jangan tomat yang terlalu mateng), ditambah perasan jeruk sambel/limau juga mantap ^^

2. Tempe bacem

Ini saya juga suka bikinnya, blender, rebus, ditinggal sampe saat/asat, jadi deh ^^ Tempe di Belanda ini tidak seenak tempe Indonesia (khususnya Indonesia bagian Batu-Malang yang terkenal dengan produksi tempenya tea..:D).  Sehingga kalau digoreng berasa kecut/asem ga jelas, dibikin bacem justru enak. Tempenya kalau mau berkesan bacem banget dipotong2 segitiga tebel/piramid, kalau tidak potong apa saja ^^  Resep asli tradisionalnya tidak meninggalkan air kelapa muda untuk memberi kesan asem yang seger.  Saya tidak pake karena susah nyarinya ^^

Bumbu: blender bwng merah-putih-ketumbar bubuknya saya campur sekalian. Iris2 lengkuas, gula jawa/aren, siapkan beberapa lembar daun salam, dan asem jawa, ditambah terasi juga tambah enak :) . Taruh tempe di kuali/panci/wajan. Masukkan semua bumbu tambahkan air yang banyak untuk merebus sampai tanak, tambahkan garam, sudah bisa ditinggal, biarkan mendidih, dibalik jarang2 saja, sampai airnya habis matikan kompor.  Saya juga suka sekalian memasukkan ayam sekalian bikin ayam bacem, tetapi bukan ayam broiler sehingga tidak anyir, bisa ayam kampung, kalau di Belanda pake soep kip, atau ayam sop. Klo baceman sudah mateng bisa digoreng anget2 dimakan pake nasi dan sambel, atau disantap tanpa digoreng (mengurangi konsumsi minyak bagus untuk kesehatan & kecantikan bukan :) ).

Untuk sambelnya bisa model sambel apa saja yang disukai keluarga. Saya biasa pake sambel bajak ala kampung.

Written by ibu didin

June 2nd, 2011 at 3:35 pm

Posted in Dapur DKM

masak bhineka: sayur kapau & bali daging

without comments

Sepertinya dah lama ga posting soal dapur, memang belum jadi blogger kuliner sejati ^_^ Masak sehari-hari ala kadarnya, sudah itu langsung disantap, ga sempet difoto, selain waktu yg tersedia terbatas, sepertinya juga karena blm punya kamera yang bagus dan belum belajar fotografi *alesan*

Baiklah kali ini fresh from the kwali, masih dari atas kompor.  Masak ga nyambung, sayur kapau kol + kacang panjang ala padang, dan daging bumbu bali (klo di jatim dinamain ini), klo ditusuk2 jadi sate namanya sate komoh ala jawa timuran. Yg penting enak tho…

Meski masakan dari berbeda pulau, tetapi bumbu dasarnya sama, bisa diuleg/blender bersamaan, tinggal dimodif/disesuaikan dan metode masaknya yg berbeda.

***Yang menentukan rasa masakan bukan hanya bahan dan bumbu, tapi cara memasak, makanya klo ada tukang masak, saya perhatikan baik2 bagaimana step by step cara dia masak, that’s also big secret.

Bahan disiapkan:
- daging iris tidak terlalu tebal biar cepet masak, setelah air benar2 mendidih masukkan sampe empuk, lemak kaldu yg hitam buang terus sampai bening, kuah kaldu disiapkan untuk sop
- kol dirobek2, kacang panjang dipotong panjang, masukkan wadah yg sama, cuci bersih
- santan

Bumbu dasar yg di blender:
- bawang putih
- bawang merah
- cabe merah besar
- klo mau pake kemiri juga silahkan
Ukuran? suka2 :D :D :D
saya juga punya stok cabe rawit uleg yg sudah siap saji, kalau pedesnya kurang tinggal ditambahkan :)

Bumbu bubuk yg sudah siap:
- ketumbar bubuk
- kunyit bubuk, klo punya ditambah selembar daun kunyit jg seger
- asam kandis, klo tidak ada dipakailah asam jawa seadanya

Rempah lain:
- jahe iris tipis2
- lengkuas iris tipis2
- daun jeruk sesukanya
- daun salam, selember untuk bali daging, selembar untuk sayur kapau

Memasak ekspres paralel, agar tak habis banyak waktu di dapur….ingak ingak, banyak aktifitas lain yg harus ditunaikan ibu2, begitu bukan ting ;)
- selama ngrebus daging siapkan bumbu dan bahan diatas

Sayur Kapau:
- ambil 1/3 bumbu blender, tumis dg sedikit minyak, tambahkan ketumbar bubuk, kunyit bubuk, sayur kapau juga biasanya bumbu tanpa ditumis dulu, masukkan santan kental, tambahkan air kira2 saja, masukkan irisan jahe, lengkuas, daun jeruk, daun salam, asam, bila santan telah mendidih masukkan sayur kol & kacang panjang, tambah garam, sesuaikan rasanya, kurang pedes? tambahkan cabe rawit uleg siap saji, masak hingga sayuran empuk, kuah tinggal sedikit.

Bali daging
Tumis 2/3 bumbu halus, tambahkan ketumbar bubuk, daun jeruk, daun salam, lengkuas, jahe, tumis bumbu bali harus bener-bener sampai mateng, klo enggak bakal langu/lengur. Tambahkan garam, sedikit gula, dan sedikit kecap manis. Tambahkan sedikit air untuk merendam daging rebus sehingga bener2 merasuk/menyatu dengan bumbu. Sesuaikan rasanya, pedes, berbumbu, dan sedikit ada manis, itulah rasa bali daging/sate komoh. Masak sampai tidak ada air tersisa, hanya bumbu balinya yg keliatan.

Karena dua2nya pedes, untuk mba nana ibu buatkan sayur sop dari kuah kaldu rebusan daging (dagingnya dia blm terlalu suka karena makan daging masih tergolong sulit untuk anak seusianya), dicemplungin wortel, sisa kol (meuni sisa), daun bawang, ditambah sosis ayam.

Sop campur
Sop untuk anak bumbu tidak perlu ditumis/digoreng. Sudah ada kaldu, apalagi klo punya stok bawang goreng. Didihkan kaldu, masukkan sayuran, sosis, sesiung bawang putih yg dirajang, daung bawang seger hingga batang & buahnya (tidak perlu pakai bawang merah lagi), tambahkan garam, sedikit merica. Klo suka tambahkan tomat.

That’s it. Selese masak, langsung cuci semua peralatan yg dipakai, dapur bersih kembali, tinggal memanggil misua & anak untuk santap bersama. Tugas ibu selese dan semua senang. *berharap bonus pahala boleh dong yach*
 

Written by ibu didin

May 8th, 2011 at 10:19 pm

2 in 1: tumis daging + summer roll

without comments

DSC02289

Tumisan yg sekaligus bisa dipake sbg alternatif isian vietnamese summer roll, tumis daging yg amat standar, bumbunya juga suka2 ^^, daging tanpa lemak iris tipis2 2 mili gitu? (aselinya sy ga ngukur ^^), bawang putih sesukanya, bawang bombai sesukanya, klo sy suka ditambah batang daun bawang iris (tanpa daunnya), paprika merah hijau kuning sesukanya, sedikit kecap asin, garam, merica (putih atau hitam) sesukanya, saos teriyaki (klo mau jadi tumis daging teriyaki ala hokben) tambah kecap manis seperlunya, kalau tidak ada pake kecap manis saja juga oke, ditambah tomat pasta sedikit jg boleh, atau irisan tomat jg oke ^^

Masaknya: standar oriental food, panaskan minyak dlm wok (wajan), masukkan bawang putih duluan (klo pake jahe hancur, jahenya masuk sblm bawang putih), masukkan bombai, terus daging, aduk2 biar daging empuk, krn dagingnya tipis biasanya akan cepat empuk, tidak perlu ditambah air krn dagingnya ngeluarin air, tp klo ga pede dagingnya mateng apa tidak tambahkan air sedikiit saja, masukkan merica, saos2an, daging sudah empuk masukkan paprika sehingga paprika tdk terlalu lembek, klo mau paprika yg mateng banget diperlama lagi numisnya, ada juga yg suka nambahin minyak wijen, wanginya jadi beda, enak juga ^^

Kalau abah suka masakan praktis yg ini, kalau saya masakan ini dimanfaatkan juga buat bikin summer roll ala vietnam (isinya bisa suka2 juga, aneka sayur, daun koriander, peterseli, bihun rebus, dadar telor iris, rebusan daging/ayam/udang/seafood). Saya pake taoge mentah & daun mint segar, dan rice paper (semacam kulit lumpia, cuman rada beda, tipis keras, dicelupkan/diberi air agar lembek) yg bisa dibeli di toko oriental.

summerroll

Cara membuat: basahi rice paper, taruh di piring/alas, masukkan taoge segar sesukanya, daun mint sesukanya, daging tumis tadi, gulung, langsung santap ^^
klo mau pake saos oriental, atau pake air+kecap ikan+irisan cabe rawit, campur jd satu untuk celupan summer roll ^^

DSC02296
Mba nana suka banget summer roll, tapi tanpa daging, taoge mentah + daun mint saja, kadang dg irisan wortel mentah, kriuk kriuk, kriuk ^^

Oh iya.. maaf lahir batin semuanya, mohon diikhlaskan segala kesalahan & kekhilafan kami ya.. terutama ibu ^^ semoga Ramadhan kali ini penuh makna & keberkahan ^^

Written by ibu didin

August 8th, 2010 at 2:33 pm

Mie Ayam

without comments

mie ayamRequest Desi Pramudiwati, resep mie ayam nya ^^

Bahan & Persiapan:

* untuk mie ayam nostalgia kampung halaman, beli Noodle Egg buatan Vietnam di toko oriental biasanya ada, kalau engga, mie apa aja juga boleh ^^

* untuk minyak mie ayamnya: panaskan minyak sayur masukkan jahe+bawang putih yg dihancurkan, tambahkan kaldu ayam block (bisa pake m*ggi), kasihkecap asin, simpan. Berapa banyaknya? tergantung mau berapa porsi mie ayamnya.

* untuk ayamnya: ayam dicincang kasar, ayam filet boleh, ayam berkulit jg bisa.  Rajang bawang putih, bombay, sedikit jahe.  Panaskan minyak, tumis bumbu, masukkan ayam, masukkan rajangan daun bawang (optional),  tambahkan garam, merica,  kecap manis seseleranya, biarkan sampe mateng, angkat. (catatan: untuk mie pangsit ala malang dan cui mie, memasak ayamnya rada beda.. non kecap.. daging ayam di rebus dulu, dicincang halus, siapkan bumbu: sedikit jahe, bawang putih, merica, garam, penyedap. Panaskan minyak, masukkan jahe halus, bawang putih halus, ayam, tambahkan mereica, garam, penyedap klo suka, biasanya ditambahkan sedikit gula. Ada juga yg menambahkan sereh, coba saja mana yg cocok di lidah ya ^^)

* untuk sambel cabe spt biasanya: rebus cabe rawit, blender dg sedikit garam dan air

Penyajian:

- rebus mie seperti biasa, rebus sayuran yg disukai

- dalam mangkok masukkan minyak mie ayam, tambahkan garam kalau ingin asin, tambahkan penyedap kalau suka, masukkan mie, aduk2 spt di tukang mie ayam

- diatasnya tambahkan sayuran, ayam pelengkap, bawang goreng & sambel

- optional, biasanya juga disediakan: saos tomat, saos sambel extra pedas, kecap manis, kecap asin, bawang daun iris yg segar, timun atau acar timun

Pelengkap lain:

Kalau mau bisa ditambahkan yang lain-lain seperti dibawah ini ^^

1. Baso sapi

cara pembuatannya klik disini ^^

2. Pangsit

- beli kulit pangsit (bukan kulit lumpia) di toko oriental

- untuk isian: 200 – 300 gram ayam cincang, 50 gram kanji, 1 butir telor, garam, merica, 1 siung bawang hancurkan, sedikit sekali air biar blending, campur semuanya

- ambil lembaran kulit pangsit, isi sesendok teh atau seseleranya isian pangsit, lipat diagonal, ujung ketemu ujung begitu saja tidak perlu ditekan2, langsung masukkan wajan dg minyak panas api sedang, gorengnya cepat krn cepet mateng biasanya ^^

3. Kuah

Membuat kuah bisa tengok disini ya ^^

kalau enggak, air kaldu bening juga oke, atau air biasa yg mendidih juga gpp

Written by ibu didin

August 2nd, 2010 at 2:49 pm

Mie Ayam

without comments

mie ayamRequest Desi Pramudiwati, resep mie ayam nya ^^

Bahan & Persiapan:

untuk mie ayam nostalgia kampung halaman, beli Noodle Egg buatan Vietnam di toko oriental biasanya ada, kalau engga, mie apa aja juga boleh ^^

minyak mie ayamnya: panaskan minyak sayur masukkan jahe+bawang putih yg dihancurkan, tambahkan maggie block dan kecap asin, simpan

untuk ayamnya: cincang ayam, rajang bawang putih, bombay, sedikit jahe

panaskan minyak, tumis bumbu, masukkan ayam, masukkan rajangan daun bawang (optional),  tambahkan garam, merica,  kecap manis seseleranya, biarkan sampe mateng, angkat

untuk sambel cabe standar: rebus cabe rawit, blender dg sedikit garam dan air

Penyajian:

- rebus mie seperti biasa, rebus sayuran yg disukai

- dalam mangkok masukkan minyak mie ayam, tambahkan garam kalau ingin asin, tambahkan penyedap kalau suka, masukkan mie, aduk2 spt di tukang mie ayam

- diatasnya tambahkan sayuran, ayam pelengkap, bawang goreng & sambel

- optional, biasanya juga disediakan: saos tomat, saos sambel extra pedas, kecap manis, kecap asin, bawang daun iris yg segar, timun atau acar timun

Pelengkap lain:

Kalau mau bisa ditambahkan yang lain-lain seperti dibawah ini ^^

1. Baso sapi

cara pembuatannya klik disini ^^

2. Pangsit

- beli kulit pangsit (bukan kulit lumpia) di toko oriental

- untuk isian: 100 – 200 gram ayam cincang, 50 gram kanji, 1 butir telor, garam, merica, 1 siung bawang hancurkan, sedikit sekali air biar blending, campur semuanya

- ambil lembaran kulit pangsit, isi sesendok teh atau seseleranya isian pangsit, lipat diagonal, ujung ketemu ujung begitu saja tidak perlu ditekan2, langsung masukkan wajan dg minyak panas api sedang, gorengnya cepat krn cepet mateng biasanya ^^

3. Kuah

Membuat kuah bisa tengok disini ya ^^

kalau enggak, air kaldu bening juga oke, atau air biasa yg mendidih juga gpp

Written by ibu didin

August 2nd, 2010 at 2:49 pm

Salad campur kesukaan abah

without comments

Salad campur yang abah suka, simpel, tinggal rajang-rajang, iris-iris ^_^
Banyaknya bahan-bahan mah terserah saja sesukanya, takaran saya dibawah ini untuk satu mangkok besar.

Bahan:
1/2 buah paprika merah segar, rajang kecil
1/2 buah bawang bombai segar, rajang kecil
2-3 buah wortel kecil-kecil segar, kupas, rajang kecil
1/2 bagian timun segar yang panjang, rajang kecil
1/2 bagian dari satu sla/selada untuk salad, rajang
1/2 bagian buah nanas kupas, rajang kecil
1 genggam makaroni, rebus
2 butir telor, rebus

Saos:
Mayones plain, 5-7 sdm
Sambel ABC ekstra pedas 1-2 sdm
campur aduk-aduk saja

Menyajikan:
campurkan buah-sayur, makaroni, aduk-aduk dg saos mayones, tambahkan telur rebus iris

*foto menyusul ^^*

Written by ibu didin

July 9th, 2010 at 9:23 pm

Posted in Dapur DKM,salad

Soto Betawi

without comments

Salah satu menu favorit keluarga, kalau di Bandung kita jajan di soto betawi ‘999′ yang di depan bengkel dekat SMA 24 Ujung berung, apa masih ada ?
Setelah memperhatikan dagangan & ngobrol dg mang 999, dan coba-coba resep di internet, jadilah soto betawi ala mang 999. Kelihatannya ribet, dengan sering mencoba insyaAllah tidak ribet :)  Mangga bagi yang ingin memulai jualan soto betawinya, bisa dipake juga coba-coba eksperimen resep ini, siapa tahu cocok :)

Bahan:
3/4 kilo daging sapi, daging saja, atau daging dg sedikit sekali lemak
1/4 atau 1/2 kilo jerohan, pilih sesukanya, cuci bersih, rebus terpisah dg daun salam. Kalau tidak suka jerohan, daging saja 1 kilo.

catatan: isi soto betawi ini bisa macam-macam, bisa juga dg kaki sapi, kaki kambing, serba kambing, dan sejenisnya.

200 cc santen kotakan
500 cc susu segar kotakan
1500 cc air biasa

Bumbu:
Bawang merah, 4-5 butir, tapi kalau bawang merah di Blnd yg guede itu saya pake 1 butir
Bawang putih 5-7 siung
Ketumbar 1 sdm
Pala 1/2 sdt
Jinten 1/2 sdt
merica 1/2 sdt
Daun salam 1-2 lembar
Sereh 1 batang
Jahe 2 ruas jari
garam secukupnya
dikasih kaldu blok/penyedap atau tidak suka2 saja

Tambahan untuk penyajian:
daung bawang iris untuk taburan
tomat segar nanti diiris
kentang dibelah/iris, digoreng nanti untuk ditambahkan
emping goreng untuk taburan
Ghee atau minyak samin
bawang goreng kalau punya, engga jg gpp :)
sambel cabe, cabe rawit rebus dulu, di blender
kecap manis kalau suka, jeruk sambel atau jeruk nipis

Cara Membuat:

– didihkan air, masukkan daun salam, dan jahe (atau jahenya ikut diblender)
- rebus daging sampe empuk sekali, angkat, potong2 kecil2 pipih, ada yang suka digoreng, tapi saya tidak. Jerohan bersih yang direbus terpisah juga potong2 kecil kotak pipih.
- Blender bumbu, tumis dg sedikit minyak kurang lebih 2-3 sdm, tambahkan sereh, masukkan ke dalam kaldu bekas rebusan daging. Ada juga resep yang memasukkan bumbu halus tanpa ditumis, tetapi saya tidak pede dengan adanya bawang merah yang kadang bikin lengur (apa ya bhs.Indonesianya?)
- masukkan santen, aduk-aduk, masukkan susu segar, aduk-aduk, tambahkan garam, kaldu blok atau penyedap
- kalau saya daging + jerohan dimasukkan langsung ke dalam kuah, bersama didihkan. Tetapi bisa juga seperti mang dagang, dagingnya dipisah dg kuah, dicampur dalam penyajian saja.

Penyajian:
- masukkan kentang yg dipotong dadu, tomat iris sesukanya, daun bawang segar, tambahkan seujung sendok kecil ghee/minyak samin, sedikiiit saja, kalau banyak2 suka berasa nempel di lidah, siram dg kuah+daging, tambahkan emping. Kalau suka pedes tinggal tambahkan sambel cabe rawit, peresan jeruk, atau kalau suka kecap tambahkan kecap sedikiiit saja :)

Written by ibu didin

June 25th, 2010 at 12:37 am

Tips: Membuat Kuah Sop

without comments

Ini kuah sop (Indonesia) bukan sup (barat, yang kentel2 tea) ^_^
Tips singkat untuk kuah yang sedap, bening, dan lembut (rasa tidak terlalu meledak-ledak). Tentunya dari guru saya ibu Enita Sriyana (ngaku-ngaku, padahal bergurunya lewat acara ‘Santapan Nusantara’ di TPI yang sudah tayang selama lima belas tahun sejak 1995 klo tidak salah, bravo!).

Nah membuat kuah sopnya mudah:

- didihkan air

- masukkan tulang ayam kalau mau kuah kaldu ayam, atau tulang ikan kalau kaldu ikan, atau tulang sapi. Kalau saya memasukkan ayamnya sekalian untuk sop, kalau di Belanda pake soup kip (mirip ayam kampung di Indonesia).

- masukkan jahe di geprek

- nah ini dia rahasianya: masukkan bawang bombai, belah jadi dua, plus seledri yg diikat, dan bu Enita jg menambahkan satu batang wortel utuh (untuk menyerap bau2an katanya) kdang saya tidak pake wortel juga enak.

- tanpa bawang putihpun sudah sedap (saya juga tidak pakai biar tidak keruh), tatapi kalau mau jg bisa, tapi jangan banyak2 biar tidak menyengat, cukup 2-3 siung peprek.

- tambahkan garam, dan merica kalau suka

- kalau mau penyajian yang bagus bisa disaring kuahnya, tambahkan irisan daun bawang, dan atau bawang goreng, tetapi kalau saya tanpa disaringpun sudah lahap he..he..

Selamat mencoba ^_^

Kuah sop ini bisa dipakai untuk sop sayuran, sop daging, kuah baso, mba nana suka sekali dengan sayur sop berkuah.

Written by ibu didin

May 25th, 2010 at 7:07 pm

Posted in Dapur DKM,kuah sop

Ayam Bakar Selera

without comments

Resep ini inspirasi dari teman pengajian saya dulu di Bandung, beliau keturunan Arab yang mempunyai usaha katering, sewaktu kita ada acara rihlah dibawakan ayam bakar yang bagi saya pas rasanya, berbumbu (tidak terlalu ringan seperti resep lain yang juga akan saya tulis paling bawah), agak ke rendang tapi tidak seberat rendang. Rasa ayam bakar pada acara waktu itu terngiang-ngiang terus, dan setelah mendapat cerita singkat dari teman tersebut, langsung praktek, prakteknya berkali-kali karena menjadi salah satu favorit keluarga ^_^

Untuk 1 kilogram ayam potong besar jadi 8 misalnya.
Tips: untuk ayam bakar hindari memakai paha bawah (ga apa2 kalau suka), tetapi paha bawah suka gampang pecah ketika diungkep. Saya lebih memakai bagian sayap utuh (pangkal sayap dan sayapnya). Sehingga ayam bakar telihat mantap/besar tp gurih karena bagian sayap tsb.
Bumbu :
bawang putih 5-7 siung
bawang merah klo yg bonggol besar disini cukup 1- 2 butir besar saja
kemiri 5-7 butir
cabe merah besar/cabe tanjung, ini harus ada : 7 buah
ketumbar, kita pake yg bubuk 1 sendok makan
merica, sedikti saja 1/2 – 1 sendok teh
1-2 ruas jari jahe
Kecap.
Blender saja semuanya dg air/minyak secukupnya
Panaskan minyak untuk menumis, tumis bumbu halus sampe bener-bener mateng, tambahkan bbrp lembar daun jeruk dan 1 batang sereh, garam, kaldublok/penyedap. Tambahkan santang 250cc dan air sekitar 100cc. Aduk hingga mendidih sekali. Tambahkan kecap 3 sendok makan.
Masukkan ayamnya seperti pas kita ngungkep ayam goreng. Terakhir ketika air hampir habis masukkan kecap lagi seseleranya, 3-5 sendok makan.
kalau mau ayam bakar pedes, kecapnya dicampur dulu dengan cengek/cabe rawit hijau yg dicincang, masukkan tambah wangi ayam bakarnya.
Kalau air benar2 habis, angkat, tidak perlu langsung dibakar semuanya, bisa disimpan di kulkas untuk beberapa hari awet.
Cara Membakar :
- diatas kompor biasa bisa, tapi resikonya kompor jadi kotor, lengket, sebab minyaknya dan bumbunya ayam bisa jatuh/keluar
- panggangannya apa aja asal membuat kompor tetap bersih, ayam ini klo mau dipanggang di oven jg tetap enak.
- panggangan bisa yg pake arang, bisa yg listrik, bisa yang diatas kompor, apa saja
Ada resep ayam bakar lain yang lebih light rasanya, karena bumbunya jg simpel:
- bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe <– blender/haluskan
- tumis dg minyak panas, tambahkan garam, merica, ungkep dg air secukupnya
- air tinggal setengahnya  masukkan kecap manis
- ayam empuk, air dah habis, masukkan bbrp sendok makan mentega, ini bikin wangi dan lbh enak, klo mau jg bisa ditambahkan kecap lagi
- panggang seperti diatas.
Selamat mencoba ^^

Bahan:

Untuk 1 kilogram ayam potong besar jadi 8-10 misalnya.

Tips: untuk ayam bakar hindari memakai paha bawah (ga apa2 kalau suka), tetapi paha bawah suka gampang pecah ketika diungkep. Saya lebih suka memakai bagian sayap utuh (pangkal sayap dan sayapnya). Sehingga ayam bakar telihat mantap/besar tp gurih karena bagian sayap tsb.

Bumbu :

bawang putih 5-7 siung

bawang merah klo yg bonggol besar disini cukup 1- 2 butir besar saja

kemiri 5-7 butir

cabe merah besar/cabe tanjung, ini harus ada : 7 buah

ketumbar, kita pake yg bubuk 1/2 – 1 sendok makan

merica, sedikti saja 1/2 – 1 sendok teh

1-2 ruas jari jahe

Kecap.

Blender saja semuanya dg air/minyak secukupnya

Cara Membuat:

Panaskan minyak untuk menumis, tumis bumbu halus sampe bener-bener mateng, tambahkan bbrp lembar daun jeruk dan 1 batang sereh, garam, kaldublok/penyedap. Tambahkan santan 250 cc dan air sekitar 100 cc. Aduk hingga mendidih sekali. Tambahkan kecap 3 sendok makan.

Masukkan ayamnya seperti pas kita ngungkep ayam goreng. Terakhir ketika air hampir habis masukkan kecap lagi seseleranya, 3-5 sendok makan, atau sesukanya.

kalau mau ayam bakar pedes, kecapnya dicampur dulu dengan cengek/cabe rawit hijau yg dicincang, masukkan tambah wangi ayam bakarnya.

Kalau air benar2 habis, angkat, tidak perlu langsung dibakar semuanya, bisa disimpan di kulkas untuk beberapa hari awet.

Cara Membakar :

- diatas kompor biasa bisa, tapi resikonya kompor jadi kotor, lengket, sebab minyaknya dan bumbunya ayam bisa jatuh/keluar

- panggangan bisa yg pake arang, bisa yg listrik, bisa yang diatas kompor, apa saja

Ada resep ayam bakar lain yang lebih light/ringan rasanya, karena bumbunya jg simpel:

- bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe <– blender/haluskan

- tumis dg minyak panas, tambahkan garam, merica, ungkep dg air secukupnya

- air tinggal setengahnya  masukkan kecap manis

- ayam empuk, air dah habis, masukkan bbrp sendok makan mentega, ini bikin wangi dan lbh enak, klo mau jg bisa ditambahkan kecap lagi

- bakar seperti diatas.

Selamat mencoba ^_^

Written by ibu didin

May 25th, 2010 at 6:03 pm

Posted in ayam bakar,Dapur DKM

Mie Kocok Bandung Poenya

without comments

Salah satu jurus kepepet, sebelum berangkat ngungsi ke library untuk persiapan exam, meninggalkan mie kocok yang aduhai bisa jadi pemikat suami agar berbunga-bunga sewaktu ditinggal belajar (iya gitu? *^%^%$$$). Resep mie kocok ini langsung diimpor dari mojang priangan, ibu kos jaman kuliah yang manstab sekali mie kocoknya.

Bahan:
- 1 kaki sapi (kalau di Indonesia belinya harus sepasang bukan?)
- mie pipih
- taoge
- daun bawang
- bawang goreng

- cabe rawit/cengek

Bumbu:
- 1-2 lembar daun salam
- 1 bonggol jahe, hemm sebatang jari tapi jahe yang gendut
- 1 bonggol bawang putih, klo sepasang kaki satu bulet bawang putih, selebihnya menyesuaikan
- merica
- garam
- kaldu blok/penyedap

Cara Membuat:

Bahan dan bumbunya standar, rahasianya pada cara membuat.
- kaki sapi yang sudah dipotong cuci bersih, didihkan air kira-kira 3-4 liter, air mendidih masukkan kaki, daun salam (mengurangi anyir, tapi jangan terlalu banyak, nanti bisa jadi berasa lodeh ^^), dan jahe yg sudah dipotong2/peprek
- biarkan terus mendidih sampai empuk, buang air lemak2 diatasnya (ini harus, biar mie kocok sedap tapi tidak eneg, dan kuah lebih bening)
- sudah hampir empuk masukkan bawang putih yang sudah dihancurkan (tidak perlu ditumis), merica bubuk, garam, kaldu blok/penyedap
- sudah empuk ambil kaki sapi, iris bagian kikilnya, potong-potong, masukkan kembali ke kuah beserta tulangnya. (kalau di tukang jualan dipisah ya antara kikil dan kuah, tapi untuk rumahan kikil dan kuah jadi satu panci saja ^^), didihkan kembali dengan api kecil sehingga meresap sap sap.
- agar ada kuah lebih terlihat menarik/tidak pucat, masukkan irisan daun bawang sedikit saja, sebab waktu di hidang di mangkok juga ditambah daun bawang ^^
- tadi sambil menunggu kaki sapi empuk, rebus mie, tiriskan, rebus taoge tiriskan, iris daun bawang, rebus cabe rawit/cengek kemudian haluskan dg sedikiiit garam, siapkan bawang goreng (beli jadi ^^). Sekalian alat2 yang dipake masak dicuci bersih, ibu-ibu  insyaAllah jagonya kerja multitasking samber kiri kanan ^^
- sudah siap semuanya, dihidang di mangkok, mie-taoge-irisan daun bawang-siram kuah&kikil-tambah bawang goreng, dan sambel cabe rawit, kalau suka bisa tambahkan sedikit kecap manis diatasnya, dan ditemani krupuk jika suka. Siippp..Bismillah..semoga menjadi berkah bagi yang makan dan yang masak, amiinnnnn

bonus classic country song,  I will always love you -- Dolly Parton ^^

Written by ibu didin

April 13th, 2010 at 5:36 pm