if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘berkeluarga sambil kuliah’ Category

Keinginan Nyonya Rumah *Curcol

without comments

Di rumah baru ini saya menemukan banyak barang warisan berharga, salah satunya ketika bersih-bersih kemarin, menemukan buku ‘how to’ interior rumah, dalam bahasa Belanda, mulai dari menjahit aneka pernak-pernik bantal, sofa, taplak meja makan, sprei, sampai menjahit sarung sofa (wah bisa gonta-ganti terus ya sofanya ^_^). Kemudian ada bab tentang cara memasang & mengatur wall paper dinding & atap, cara memasang & modif keramik (loh klo ini diserahkan ke tukang to ^_^), cara memasang rak-rakan yang simpel dan cantik ternyata, kemudian ada cara mengatur lighting, dan juga cara mengatur tanaman hidup di dalam rumah. Semuanya sangat detail, wah ini mah kesukaan ibu, bermain dengan pernak-pernik.

Tapi kapan prakteknya ya? kehidupan menjadi studenten disini cukup menuntut, nyaris sulit nyambi-nyambi. Dulu saya pikir kalau studi master maka materinya akan lebih sedikit daripada S1, wah ternyata…masih seabrek2 mata kuliahnya, mengambil suatu mata kuliah disini artinya harus konsekuen dengan jam belajarnya (beneran belajar, bukan normatif aturan SKS/ECTS), artinya sekian jam untuk persiapan kelas, sekian jam untuk tugas-tugas, sekian jam untuk persiapan exam. Apalagi dengan kondisi berkeluarga, yang artinya mempunyai tanggung jawab pula kepada suami/istri dan anak, maka saya sekarang bisa memahami kenapa orang-orang dulu sebelum saya datang ke Belanda menyarankan betapa beratnya kalau suami istri secara bersamaan masih studi master dan mempunyai anak (katanya dibandingkan kalau suami-istri sudah study PhD), dan sayangnya peringatan tersebut benar adanya :D sebab disini segala hal harus mandiri, tidak ada keluarga besar atau khadimat untuk menolong keperluan sehari-hari, sementara studi masternya demanding.

Dulu abah sempat keder juga, tapi saya yang belum tau medan maju terus pantang mundur (huh dasar!) tapi sejauh ini Alhamdulillah dapat teratasi, kuliah kami Alhamdulillah lancar, walaupun mungkin kadang-kadang muncul perasaan, aduh masih ingin membaca yang ini, aduh pengen mengerjakan tugas yang itu, aduh pengen datang ke kuliah yg ini, aduh pengin ini itu, dan semua itu harus dikompromikan dengan kondisi dan kewajiban masing-masing, siapa yang harus jaga mba nana, dst, dst. Sebentar lagi abah lulus master, saya tinggal setahun lagi, insyaAllah semoga tahun depan langkah-langkah kami menjadi lebih diringankan Allah ^_^

Jadi warning untuk suami-istri yang hendak studi master (dua-duanya) di Belanda (atau negara lain dengan tradisi akademik yang mapan & ketat) dan mempunyai anak balita, it is not that easy whe he he (lah kok ngancem), maksudnya bukan pilihan favorit (not recommended), kecuali kalau terpaksa ^_^ Tapi insyaAllah bisa, dengan pertolongan Allah, kerja keras, saling memahami antar pasangan, mudah & banyak bersyukur, saling legowo tidak memperturutkan keinginan sendiri, kadang saling merendahkan standar tidak harus begini begitu tapi berdamai dengan keadaan, dan ta’aluq bilLah, takluk bergantung kepada Allah dengan tidak henti-henti. Dan yang tak kalah penting, semua itu dapat dijalani jika hati riang dan bahagia. Setidaknya hal-hal itulah yang saya pelajari dari tempaan di kawah candradimuka ini.

**Catatan sebagai bahan bakar ibu yang dua minggu ini rada kendor kurang produktif, sementara tugas-tugas tak mau menunggu

Written by ibu didin

May 12th, 2010 at 8:38 am