if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Al-Qur’an’ Category

Membangun Ubudiyah dalam Diri

without comments

Share

Ketika dua hari lalu menulis tentang di batas penyerahan, ternyata (selalu) ada jawabannya, yaitu nasihat dibawah ini. Tetapi semua jawaban itu memerlukan usaha, jika tidak diusahakan, barangkali kalau diberi umur setahun sepuluh tahun atau seratus tahun lagi akan mengulang menulis dengan judul yang sama di batas penyerahan. Ya Allah, mampukanlah.

====================

Dari seorang sahabat:

Sharing taujih ba’da Shubuh
Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf Al-Hafizh, Lc
19 oktober 2014

Mabit qur’an @ulil albab
RQ inspirasi, SQ UII, Rumah TahfizhQU
Jogjakarta

Jika kita baca Al-kahfi maka bisa terlindung dari fitnah dajjal.
Dajjal ini sudah disosialisasikan dari zaman nabi Nuh.
Fitnah dajjal adalah, fitnah tauhid, dajjal merayu dengan segala atraksinya untuk berpaling dari Allah dan Rasulullah SAW.

Allah memanggil Rasulullah dengan nama ‘abdihi
Harapannya bisa dicontoh oleh umatnya, agar bisa sebenar-benarnya sebagai ‘abdihi.

Makna dari ayat pertama surat alkahfi,
Merupakan rasa syukur atas turunnya Al-Quran
Apakah kita bersyukur dengan adanya Al-Qur’an?

Al-Qur’an ini diturunkan bukan untuk menyusahkan, tapi untuk membuat bahagia

‘Ala ‘abdihi, Alquran diturunkan kepada Rasululllah yang tingkat penghambaanya sudah sampai ‘ubudiyah

Dan kita pun bisa sampai tingkat ‘ubudiyah, untuk menjadi ahlu qur’an

Qt sudah sampai ‘ubudiyah jika kita sudah bisa melakukan ibadah taqarrub ‘iLallah yang diluar akal nalar manusia.

Misalkan: Bangun jam 2 pagi, terus terjaga sampai setelah subuh.
Ini kalau bukan karena semangat ingin dekat dengan Allah, diluar nalar manusia
tapi Allah menolongnya,
sehingga bisa dilakukan.

Inilah kenapa Fadhilah Qiyamullail, shalat Fajar, Shalat subuh, apalagi sampai menunggu syuruq, sangaaaaaaattttt tinggi Fadhilahnya,
Ini adalah ibadah Ribath.

Karena ini bukti ‘ubudhiyah kita kepada Allah, dan Allah beri apresiasi yang besar kepada hamba-hamba-Nya yang melakukan ini..

Kalau sudah bisa seperti itu, lakukan setiap hari,
Sampai meninggal..

‘Ubudiyah : melakukan ibadah yang perjuanganya dahsyat, dan Allah pasti memberikan point sangat besar, dan membukakan pintu untuk kita bisa dekat dengan Al-Qur’an.
Semangat melakukan ibadah, semangat ‘ubudiyah, semangat penghambaan tinggi kepada Allah

Seperti sahabat Hudzaifah, menjadi ma’mum Rasulullah dalam shalat malam 1 raka’at. Baca Al-Baqarah, Ali ‘Imran, An-Nisa.
Walaupun ada rasa mengeluh di dalam hatinya, tetapi bisa selesai juga.
Ini karena semangat ‘ubudiyahnya Hudzaifah.

Coba cek tingkat ‘ubudiyah kita.
Apakah bisa kita tilawah satu juz perhari?
Jika diluar nalar, coba dikerjakan, jika berhasil, maka sudah masuk tingkat ‘ubudiyah
Kemudian tingkatkan lagi.

Mengafal Al-Qur’an semangatnya adalah penghambaan kita kepada Allah SWT.

Rasanya hari ini tidak masuk akal, orang bisa menghafal satu Al-Qur’an seperti membaca Alfatihah.
Ini secara akal, rasanya tidak mungkin, susah, panjang, repot,
bukan secara ‘ubudiyah.. karena jika ‘ubudiyah kuat tiada yang mustahil.Coba dilihat bagian akhir QS. Al Ankabut.

Misalkan: membaca alma’tsurat kubra tiap hari, kalau dipikir-pikir tidak mungkin, repot, harus masak, kerja, olah raga pagi dll. Ini jika kita lihat pakai akal.
Bukan pakai semangat ‘ubudiyah

Jika kita terus melihat secara akal, tidak akan bisa kita melakukan ibadah-ibadah yang menurut kita tidak bisa.
Kalau kita melihat dengan semangat ‘ubudiyah, maka Allah akan tolong, dan kita bisa melakukan ibadah-ibadah itu.

Seperti ibrah dari kisah Nabi Nuh a.s, yang sabar dan terus mendekatkan diri kepada Allah.
Allah akan dekat dengan kita jika kita berdo’a (Al-Baqarah)

Kemudian mintalah kebutuhan akhirat kita, kepada Allah agar kita bisa dekat Allah.
Minta surga, walaupun merasa tidak pantas, karena belum jadi tampang ahli surga ( sudah berjihad dan sabar), tapi Allah senang jika kita berdoa.
Dan Allah sangat senang jika kita serius minta surga.
Allah berdialog dengan malaikat.
Wahai malaikat, itu hamba-hamba-Ku belum lihat surga, kok sudah serius minta surga?
Kata malaikat, iya ya Allah, kalau mereka sudah melihat,
1000 x lagi lebih serius minta Surganya.

Begitu juga dengan dialog tentang seorang hamba yang minta dijauhkan dari neraka.

Mari Membangun ‘ubudiyah dalam diri kita.
Semoga dimudahkan untuk bisa akrab dengan Al-Qur’an. Aamiin

Written by ibudidin

October 20th, 2014 at 9:28 pm

Posted in Al-Qur'an,Tafakur

Cara praktis menambah hafalan Qur’an di Era Modern

without comments

Artikel aselinya diperoleh dari link berikut ini.

By. G.M.Dianto

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
( Al-Qamar : 17)

Dalam menjalankan aktivitas kita, kadang kita sering lalai untuk menambah perbekalan hafalan quran kita. Ditengah kesibukan kita dalam mencari nafkah untuk keluarga, tak terasa waktu semakin cepat berlalu. Sehingga semakin bertambah tahun, hafalan quran kita tidak nambah-nambah. Memang sulit untuk membagi waktu, ketika kita dipagi hari harus berangkat kekantor. Dan ketika malam tiba baru sampai di rumah. Ketika dimalam hari, kondisi tubuh mungkin sudah sangat letih untuk menambah hafalan quran kita.

Tapi kalau kita punya kemauan keras untuk bisa menambah hafalan quran, ada beberapa cara praktis bagi orang yg super sibuk sekali pun. Dan Alhamdulillah, berikut adalah beberapa tips berdasarkan pengalaman penulis. Semoga bisa membantu.

Target Hafalan

Sebelum menghafal, kita harus tetapkan target hapalan kita. Misal kita ingin menghapal Quran Jus 29
Di Jus 29 ada 11 surat. Target kita Hapal misal adalah 3 bulan. Maka 8 Hari, hafal 1 Surat.

Tools Hafalan

1. Download MP3 Murottal Jus 29 para syeikh yang hafidz. Silahkan search di google.
Misal Syeikh Saud Al-Syuraim ( Penulis pribadi lebih suka yg ini, utk kelancaran hapalan). Kemudian pasang di Periperal kita misal, Tablet, Laptop, BB, I-phone, I-Pad, Handphone dll yg kita punya.

2. Al-quran pojok ( Standard). Untuk menghafal lebih baik gunakan 1 mushab yg standard.

Metoda Hapalan

Kita tentu ingat dengan kisah orang-orang hebat penghafal quran. Walapun dalam penjara, bahkan walaupun ada diantara mereka buta, tapi dapat menghafal quran dengan baik. Mereka menghafal bukan dengan cara melihat, tapi dengan cara mendengar. Dari apa yg mereka dengar dari para hafidz, mereka dapat menghafal walaupun buta. Jadi setelah mendengar beberapa kali dari para Hafidz, mereka coba menghafal dari apa yg mereka dengar dengan Talaqqi. Maka kalau kita mau memfokuskan indra pendengaran kita, InsyaAllah kita akan mudah dalam menghafal quran. Apalagi kita bisa gunakan indra penglihatan kita juga untuk menghafal. Selain tentunya kita sudah bisa membaca quran dengan baik beserta makhojul hurf nya. Tapi seandainya bacaan kita belum benar dan makrojul hurf kita masih banyak yg perlu di perbaiki. Kita bisa menghafal dengan Panduan MP3 murottal Syeikh Hudzaifi. Karena Murottalnya lebih lamban, sehingga kita bisa ikuti sesuai bacaannya.Kita bisa mulai dengan hafalan surat-surat pendek di jus 30.

Cara Menghafal

1. Simak murottal surat yg kita ingin hafal, yg sdh kita download di periperal kita. Bisa gunakan earphone.
Tapi yg kita dengar haruslah fokus. Misal yg kita ingin hafal adalah surat Al-Mulk. Maka yg kita setel hanya surat ini Kemudian setting di softwarenya dengan mode Repeat. Jadi yg kita dengar selama perjalanan hanya surat ini berulang-ulang. Gunakan waktu selama perjalanan baik di mobil, bus, kereta atau diatas motor, atau waktu istirahat di Kantor, saat makan siang dll.

Jadi misal untuk mendengarkan 1 surat al-Mulk adalah 4 menit, 34 detik. Maka selama 1 jam, kira-kira kita sudah menyimak sebanyak 13 kali. Setelah menyimak beberapa kali, coba kita ikuti murottalnya. Tapi usahakan kita betul-betul menyimak apa yg kita dengar. Karena kalau hanya mendengar dan tidak fokus
akan menghambat lengketnya hafalan kita. Untuk yg pakai WINAMP player, setting MP3, bisa dgn klik kanan pd tulisan WINAMP kemudian pilih yg Repeat & Shuffle. Dan file yg di upload hanya Surat al-mulk.


2. Dipagi hari, coba kita baca surat al-mulknya. Gunakan Mushab standard. Surat Al-mulk ada 30 ayat, jadi seandainya kita ingin menghafal selama 8 hari. Maka perhari kita hafalkan 4~5 ayat. Lebih bagus kalau artinya kita telaah. Untuk 5 Ayat sekitar 10~15 menit. Kalau kita sering mendengar murottalnya InsyaAllah akan cepat hafal.

3. Hari berikutnya coba kita dengar lagi Surat Al-mulknya selama perjalanan kita kekantor. Dan ini kita sesuaikan dengan hafalan yang tadi pagi sudah kita hafal biar cepat lengket. Ikuti Murottal, fokuskan 5 ayat yang tadi kita hafal.

4. Kalau selama 8 hari kita mendengar murottal Al-mulk 1 jam, maka kita mendengar sebanyak 13 x 8 = 104 kali. Kalau per hari 2 jam maka kita mendengar sebanyak 208 kali. Jadi kalau kita menyimak dengan baik Insya Allah cepat hafal. Ketika dipagi hari kita menghafal 5 ayat, akan terasa lebih mudah karena sudah akrab di telinga.

5. InsyaAllah kita bisa hafal kalau kita mau.

Demikian semoga bermanfaat untuk semua, khususnya untuk penulis.

Bekasi 1 june 2011

Written by ibu didin

June 5th, 2011 at 12:40 pm