if99.net

IF99 ITB

Archive for the ‘Agama’ Category

Ketika Mahasiswiku Non-Muslim Menanyakan Kantin pada Bulan Puasa

without comments

Suatu hari seorang mahasiswiku yang beragama bukan Islam (non muslim) bertanya kepada saya. Pak, apakah ada kantin yang buka di kampus siang ini?, tanyanya.

Hari ini adalah hari ketiga puasa bulan Ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hampir semua kantin di kampus ITB tutup selama bulan puasa (ketika tulisan ini ditulis, ternyata ada satu kantin yang buka, yaitu kantin Eititu di Gedung Student Center).  Saat ini juga memasuki liburan panjang, maka kantin tutup dikarenakan tidak banyak mahasiswa di kampus juga merupakan alasan lainnya.

Tidak ada, jawab saya. Kalau kamu mau makan, kamu bisa pergi ke kantin atau kafe di Jl Gelapnyawang, di belakang Masjid Salman. Apakah kamu bawa bekal dari rumah?, tanya saya lagi.

+ Ada, pak. Saya bawa snack.

Silakan kamu makan di sini saja, di ruang asistenku di sana

+ Saya tidak enak pak sama orang yang puasa.

Tidak apa-apa. Kamu makan di labku nggak akan membuat yang berpuasa jadi batal puasanya. Kami di sini sama-sama bisa mengerti.

Saya memang tidak melarang orang lain untuk makan pada siang hari bulan Ramadhan. Orang yang berpuasa tidak perlu meminta dihormati puasanya, orang lain makan di siang bolong kita tidak boleh melarangnya. Tidak semua orang berpuasa, di lingkungan kita tidak semuanya muslim, ada saudara-suadara sebangsa kita yang tidak ikut berrpuasa. Bahkan tidak semua orang Islam ikut berpuasa. Wanita yang datang bulan, wanita yang hamil, wanita yang sedang menyusui anak, musafir, dan orang yang sedang sakit diperbolehkan tidak menjalankan ibadah puasa. Karena itu, rumah makan yang melayani orang yang tidak berpuasa seharusnya diperbolehkan.

Di Indonesia memang ada pro kontra tentang rumah makan yang buka pada siang hari bulan Ramadhan.  Di daerah yang heterogen seperti Jakarta, Bandung, dan kota-kota multietnis dan agama lainnya, sebagian rumah makan tetap buka. Biasanya mereka masih menunjukkan sikap tenggang rasa dengan tidak membuka rumah makannya secara mencolok.  Jendelanya ditutup dengan tabir kain, atau pintunya tidak dibuka seluruhnya. Di Bandung beberapa rumah makan Padang ada yang buka pada siang hari namun mereka tidak melayani makan di tempat, hanya bisa dibungkus atau tidak makan di sana.

Di daerah yang homogen dan kental keislamannya sudah ada kesepakatan berupa Perda atau aturan yang melarang rumah makan berjualan pada siang hari selama bulan puasa. Sebagai bentuk kearifan lokal, maka aturan tersebut tetaplah harus kita hormati. Saya pernah membaca ada aturan di daerah mayoritas Kristen seperti di Papua yang melarang toko-toko dan pasar buka pada hari Minggu, karena hari Minggu adalah hari khusus untuk beribadah di gereja. Aturan tersebut ditaati oleh pedagang muslim di sana.

Bangsa Indonesia ini sudah sejak dulu tidak punya masalah soal toleransi atau tenggang rasa. Saya teringat pengalaman saya sholat di sebuah ruang di kampus Perguruan Tinggi Swasta Katolik, mereka (teman-teman dosen di PTS tersebut) tidak masalah saya sholat di sana, padahal  di dalam ruang tersebut ada salib dan patung Yesus di dinding, malah saya sholat di bawahnya. Mereka memberi waktu untuk saya melakukan sholat, bahkan menanyakan apakah saya mau sholat dulu sebelum memulai diskusi lagi?

Meskipun saya punya pandangan tidak melarang orang makan pada siang hari bulan puasa, tetapi tetaplah ada satu hal yang perlu diperhatikan. Kalau mau makan, ya makan saja, tidak usah secara demonstratif sengaja menunjukkan makan secara terbuka di depan khalayak yang berpuasa. Kadang-kadang tidak semua orang bisa paham atau mungkin bisa salah paham dengan anda. Maka lebih bijak mencari tempat yang agak tertutup dan silakan makan di sana.

Kembali ke dialog saya dengan mahasiswi tadi.

+ Terima kasih, pak.

Dia pun mencari tempat di sudut lab, memakan bekal snack-nya.


Written by rinaldimunir

June 5th, 2017 at 2:50 pm

Ketika Islam Dibenturkan dengan Kebhinnekaan dan NKRI

without comments

Sebagai orang Islam, saya merasa cukup sedih ketika umat Islam dituding intoleran, radikal, anti-kebhinnekaan, anti-NKRI, anarkis, dan sebagainya. Sebutan-sebutan negatif itu berlangsung selama Pilkada DKI berlangsung hingga Ahok divonis bersalah dan dihukum dua tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tinggi Jakarta Utara baru-baru ini.

Pilkada DKI memang kental dengan nuansa SARA. Puncaknya ketika Ahok dianggap menistakan Al-Quran dengan kasus Al-Maidah 51 yang sama-sama kita ketahui. Pro kontra terhadap ucapan Ahok itu telah membangkitkan sentimen keagamaan yang meluas ke seluruh tanah air. Aksi-aksi Bela Islam yang bertubi-tubi yang diikuti oleh ratusan ribu hingga jutaan umat Islam di Jakarta,  demo di mana-mana di seluruh negeri, dan perang kata-kata di media sosial, telah membuat situasi negara ini menjadi tambah panas. Hampir-hampir saja negara ini diambang perpecahan. Peserta demo-demo itu dituding anti-kebhinnekaan, radikal, intoleran, dan anti NKRI. Saya tidak mengerti kenapa disebut demikian, mungkin karena yang demo itu memakai sorban, peci, berbaju putih-putih, menggemakan takbir, dan sasaran demo adalah Ahok yang kebetulan non-muslim dan beretnik Tionghoa. Padahal yang diperjuangkan oleh peserta demo adalah tindakan hukum, bukan agama orang lain atau etnik.

Setelah Pilkada diketahui hasilnya, yang ternyata Ahok kalah, maka media asing pun ramai memberitakannya. Media asing menuding kemenangan Anis-Sandi adalah kemenangan kaum radikal dan menunjukkan meningkatnya intoleransi. Publik di dalam negeri yang Pro Ahok ikut-ikutan mengamini tudingan media luar negeri tersebut.  Itu artinya 58% pemilih DKI yang memilih Anies-Sandi (sekitar 3,2  juta pemilih) seluruhnya dianggap kaum radikal dan intoleran, dan 42% yang memilih Ahok dianggap toleran dan tidak radikal. Kesimpulan yang sama sekali gegabah, sebab, meski ada yang memilih karena alasan agama, lebih banyak warga DKI tidak memilih Ahok bukan karena pertimbangan agama, tetapi karena faktor attitude Ahok dan serangkaian peristiwa yang terjadi pada masa tenang yang telah menggerus elektabilitasnya. Peristiwa-peristiwa itu seperti pembagian sembako, kasus Steven yang mendiskreditkan pribumi, dan iklan kampanye Ahok yang kontroversial.

Pasca Pilkada, ternyata kegaduhan di dalam negeri belum usai. Sidang Ahok berakhir klimaks dengan vonis hukuman penjara dua tahun yang diberikan oleh hakim. Hakim memerintahkan Ahok ditahan. Media luar negeri pun kembali nyinyir dengan menyebut hukuman kepada Ahok sebagai bukti intoleransi dan radikalisme di Indonesia. Mereka menyebut vonis tersebut adalah hasil tekanan massa. Itu artinya media luar negeri meragukan independensi hakim Indonesia.

Para pendukung Ahok yang belum bisa move on tidak terima Ahok dipenjara. Mereka melakukan unjuk rasa dan menuntut Ahok dibebaskan. Dalam aksi unjuk rasanya mereka kembali menghina ulama dan menyebut vonis ini adalah akibat kaum radikal yang anarkis dan intoleran dan anti-NKRI.

Kawan. Umat Islam Indonesia sangat cinta NKRI. Kemerdekaan Indonesia ini diperjuangan dengan darah para syuhada dan ulama. Mana mungkin umat Islam mengkhianati hasil perjuangannya sendiri dengan mengancam NKRI?

Umat Islam tidak anti Pancasila. Sila-sila di dalam Pancasila itu adalah perwujudan ajaran Islam. Umat Islam tidak menuntut negara Islam. Soal dasar negara ini sudah selesai ketika para tokoh Islam pada tahun 1945 berbesar hati menghilangkan tujuh kata di dalam Piagam Jakarta untuk menjaga keutuhan NKRI dari ancaman pemisahan oleh saudara sebangsa di kawasan Indonesia Timur.

Umat Islam tidak anti kebhinnekaan. Sudah lama umat Islam hidup berdampingan dengan damai dengan pemeluk agama berbeda. Di Indonesia tidak hanya hari penting agama Islam saja yang dijadikan hari libur nasional, semua agama mendapat hari libur untuk hari rayanya. Bahkan hari Jumat tidak dijadikan hari libur, justru hari minggu yang menjadi hari libur. Kita hampir tidak menemukan libur nasional untuk hari raya umat Islam di Amerika, Inggris, Jerman maupun Perancis, mereka adalah negara-negara yang dianggap mbah-nya demokrasi.

Umat Islam bukanlah orang radikal, ekstrimis, teroris. Perilaku radikal sekelompk orang tidak dapat digeneralisasi bahwa semua orang Islam adalah radikal, ekstrimis, dan teroris. Mereka yang demo-demo kemarin itu dalam rangka membela agama dan kitab sucinya, sama sekali bukan menyerang agama lain dan etnik  lain. Demo-demo itu bahkan berlangsung tetib dan damai, jauh sekali dari kesan anarkis yang dilabelkan oleh kelompok yang tidak suka.

Kawan. Jangan kau benturkan Islam dengan label-label yang menyesatkan itu.  Indonesia bukan hanya soal Ahok. Indonesia adalah negara besar. Terlalu habis energi bangasa kita ini hanya mengurus masalah satu orang, padahal masih banyak persoalan bangsa ini yang menuntut perhatian.


Written by rinaldimunir

May 12th, 2017 at 5:04 pm

Posted in Agama,Indonesiaku

Ajakan Sholat Subuh Berjamaah yang Simpatik

without comments

Suatu siang ketika melewati Jalan Jakarta di depan Rutan Kebonwaru Bandung, mata saya tertumbuk pada sebuah spanduk yang terpasang pada sebuah papan billboard. Bunyi tulisan di dalam spanduk tersebut cukup simpatik. Mulai Hari Ini, Jangan Lewatkan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid, begitu bunyinya. Beberapa spanduk yang sama juga terpasang di beberapa papan billboard di jalan-jalan utama kota kembang.

subuh

Tak penting siapa yang memasang  spanduk iklan tersebut, namun isinya menggugah kesadaran umat Islam untuk meramaikan masjid dengan sholat Subuh berjamaah. Gerakan sholat subuh berjamaah  di masjid cukup gencar didengungkan pasca aksi 212 tahun lalu. Secara bergilir para pemimpin ummat ini menghadiri sholat Subuh berjamaah di berbagai kota di tanah air. Hasilnya memang terlihat, masjid-masjid besar di berbagai kota diramaikan dengan umat Islam yang melaksanakan sholat Subuh berjamaah.

Secara kebetulan, Walikota Bandung Ridwan Kamil juga membuat gerakan sholat subuh berjamaah di kota Bandung (Baca: Ridwan Kamil Sasar Anak Muda Buat Gerakan Subuh Berjamaah). Mungkin saja spanduk pada billboard yang saya lihat di atas berhubungan  dengan gerakan yang dicanangkan Kang Emil.

Siapapun yang mempelopori gerakan sholat Subuh berjamaah di masjid, itu adalah ajakan yang sangat baik. Masjid adalah pusat berkumpulnya ummat Islam. Kecuali sholat Jumat, selama ini di kebanyakan masjid sepi dari shalat berjamaah, hanya satu sampai dua shaf saja yang terisi. Dengan memulai hari melalui sholat berjamaah di masjid, diharapkan lahir generasi muda yang mencintai masjid dan menegakkan sholat.

Oh ya, seortang teman berkomentar tentang spanduk pada papan billboard di atas. Rasanya adem melihat spanduk tersebut, ketimbang diisi dengan iklan rokok atau minuman.


Written by rinaldimunir

February 3rd, 2017 at 3:14 pm

Posted in Agama

ATM Beras dari Masjid Salman ITB

without comments

Ada yang baru di Masjid Salman ITB, yaitu keberadaan sebuah ATM beras di pojok kantor masjid (depan kantor satpam). Biasanya ATM mengeluarkan uang, tapi ATM yang satu ini dapat mengeluarkan beras! Dengan menempelkan kartu elektronik RFID (Radio Frequency Identification) di bagiancard reader, maka ATM akan mengeluarkan beras dalam jumlah tertentu secara otomatis. Sewaktu makan di kantin Salman kemarin saya melihat ATM beras ini, gambar di bawah ini wujudnya, mirip seperti ATM biasa, namun isinya beras.

atmberas1

Tidak semua orang dapat mengambil beras dari ATM beras (disingkat ATMB), tetapi beras yang ada di dalamnya hanya untuk kaum dhuafa saja, dan tentu saja dibagikan secara gratis. Jadi ATM ini bersifat sosial, karena tujuannya untuk membantu kaum fakir miskin yang karena kemiskinannya tidak mampu membeli beras. Kaum dhuafa (fakir dan miskin) yang berhak diseleksi terlebih dahulu lalu dibagikan kartu elektronik yang mirip seperti kartu ATM biasa.

atmberas2

Pencipta ATMB ini adalah alumni Salman bernama Budiaji.Budiaji sendiri adalah alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1980.  Dikutip dalam laman http://kabar.salmanitb.com, Budiaji mengatakan:

ATMB ini bisa ditempatkan di masjid-masjid, kantor kelurahan, kantor-kantor BUMN, sekolah,  kampus atau di lokasi kantong-kantong kemiskinan lainnya.  Bahkan bisa jadi di area rumah orang kaya untuk menyantuni fakir miskin di sekelilingnya. “Bisa juga temporary ditempatkan di area bencana. Sumber berasnya bisa dari pemerintah (raskin), CSR (Corporate Social Responsibility), zakat, atau masyarakat yang peduli lainnya,” tutur alumni Asrama Masjid Salman ITB ini,

Secara fisik, perangkat ini berukuran 60 cm x 60 cm x 160 cm, berbentuk kotak/lemari, mirip mesin ATM biasa berkapasitas sekitar seperempat ton beras. Mesin ini juga dilengkapi dengan perangkat elektroniknya, modem hybrid untuk network GSM/satelit untuk daerah terpencil, serta sistem kontrol dan pemantauan berbasis  M2M (machine to machine) / IoT (Internet of Things).

Budiaji pun memaparkan, sistem pengelolaan dan pengawasan dibuat secara transparan sehingga masyarakat luas bisa mengakses via internet tentang data orang miskin yang disantuni, jumlah beras yang dibagikan, dan rincian pendistribusiannya. Selain itu, sistem juga akan memantau status level beras yg tersedia di tiap-tiap ATMB.

“Ditargetkan ke depan bahwa tidak boleh ada lagi rakyat yang lapar di negeri ini yang terpaksa mengemis di mana-mana. Lebih jauh lagi dari itu, ATMB ini bisa dikembangkan dan diproduksi lebih luas untuk penjualan beras secara otomatis melalui transaksi kartu elektronis,” katanya. Budiaji berharap, umat Muslim bisa lebih mengembangkan nilai-nilai kesalehan sosial melalui ATMB.

Hingga saat ini kaum dhuafa yang berhak mendapatkan beras dari ATMBN bejumlah 49 orang. Dikutip dari laman Antara,

Mekanisme penarikan beras dari mesin tersebut diatur berdasarkan jenis kartu yang dimiliki warga yakni bagi warga yang memiliki kartu kategori A bisa mengambil beras pada hari Selasa dan Jumat, bagi warga pemilik kartu kategori B mengambil beras pada hari Rabu dan Sabtu dan warga pemilik kartu kategori C bisa mengambil beras pada hari Kamis dan Minggu. Satu kali transaksi warga bisa menarik beras dari ATM Beras ini sebanyak 1,65 kg atau sekitar dua lite.

Semoga keberadaan ATMB dapat diproduksi secara massal dan dapat dijadikan ladang amal sholeh untuk berbagi kepada kaum yang membutuhkan. Saya mengapresiasi Mas Budiaji yang telah menemukan ATMB dan kepada Masjid Salman ITB yang mempelopori pemanfaatan ATMB untuk membantu mengentaskan kebutuhan pokok kaum dhuafa. Jazakallah.


Written by rinaldimunir

December 7th, 2016 at 4:25 pm

Posted in Agama,Seputar ITB

Surat Al-Maidah 51 yang Dipermasalahkan

without comments

Perdebatan tentang kasus bermuatan agama  yang diucapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ahok, tentang  Surat Al-Maidah 51 di Kepulauan Seribu akhir September yang lalu tampaknya belum akan selesai. Ahok memang sudah meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan dari ucapannya itu (Ahok bersikukuh tak ada yang salah tentang ucapannya itu, tetapi hanya meminta maaf atas kegaduhan yang timbul), dan permintaan maafnya sudah diterima, namun kasus ini tetap diproses secara huku karena ormas-ormas Islam sudah membawa masalah ini ke ranah hukum. Kita tunggu keseriusan polisi dalam menangani kasus ini.

Kesalahan Ahok menurut saya bukan pada surat Al-Maidah yang dia permasalahkan itu, tetapi karena penggunaan kata “bohong” yang disambungkannya dengan surat Al-Maidah 51. “Ibu-ibu, saudara-saudara sekalian, kalau tidak mau pilih saya karena dibohongin dengan memakai Al-Maidah ayat 51 dan macam-macam.“, katanya. Memang Ahok tidak mengatakan Surat Al-Maidah itu bohong, atau Al-Quran itu bohong. Tidak. Tetapi, menyandingkan  kata “bohong” dengan ayat suci dampaknya sangat besar. Kata “bohong” adalah kata yang negatif. Kalimat Ahok ini bisa ditafsirkan dua macam:

(1) Para ulama yang mengajarkan ayat tersebut di dalam ceramah agama berarti telah melakukan kebohongan. Jadi jika ulama membahas Surat Al-Maidah 51 di dalam pengajian kepada ummat berarti mereka telah mengajarkan kebohongan.

(2) Kata “memakai” biasanya diikuti dengan kata objek. Misalnya “dipotong dengan memakai pisau”, maka pisau adalah alat untuk memotong. Pada pernyataan Ahok di atas berarti Surat Al-Maidah 51 adalah alat untuk melakukan kebohongan.

Andaikan Ahok tidak menyebut kata “bohong” sehingga kalimatnya menjadi begini:

Ibu-ibu, saudara-saudara sekalian, kalau tidak mau pilih saya karena memakai Al-Maidah ayat 51 dan macam-macam.

maka tidak akan ada kegaduhan yang timbul. Tapi nasi sudah menjadi bubur, kata yang terucap tidak dapat ditarik lagi. Forgiven but not forgotten.

Dalam pandangan saya, Surat Al-Maidah ayat 51 itu tidak ada yang salah. Ia merupakan Wahyu Allah SWT yang dijadikan tuntutan bagi orang Islam dalam memilih wali, pemimpin, atau teman dekat (kata awliya di dalam ayat tersebut bisa diartikan wali,  pemimpin, atau teman dekat). Karena merupakan tutunan agama, maka siapapun yang mengimani Kitab Suci maka ia wajib mematuhinya, namun jika anda tidak mau mempercayainya juga terserah anda, karena pertanggungjawaban setiap individu adalah pada Hari Akhir nanti.


Written by rinaldimunir

October 26th, 2016 at 8:23 pm

Posted in Agama,Indonesiaku

Rasulullah Sudah Mengajarkan Cara Mandi yang Benar dan Sehat

without comments

Sebuah artikel yang saya kutip dari laman web ini tampaknya masuk akal, meskipun secara medis perlu mendapat penjelasan yang lebih ilmiah. Saya akan mengulasnya di bawah ini:

Sering kita dengar banyak orang jatuh dan terkena stroke di dalam kamar mandi. Yang jadi pertanyaan mengapa tidak di tempat lain? Perlu untuk direnungkan mengapa kita selalu mendengar kabar orang jatuh di kamar mandi akibat serangan stroke. Mengapa kita jarang mendengar orang jatuh akibat serangan strok ditempat tempat lain?

Seorang penceramah professor di universitas di Malaysia, UITM,  yang juga terlibat dengan kegiatan olah raga negara menasihatkan supaya pada waktu mandi jangan membasahi kepala dulu, namun basahi bagian badan lainnya.

Ini karena apabila kepala basah dan dingin, secara tiba-tiba darah akan dipompa mengalir ke kepala untuk menghangatkan kepala, logika ‘warm blooded human’. Dan jika ada saluran pembuluh darah di daerah kepala yang mengalami penyempitan akibat kolesterol atau lainnya maka dapat terjadi kondisi pecahnya pembuluh darah akibat derasnya aliran darah yang tiba-tiba di kepala. Ini kerapkali berlaku di kamar mandi.

Berikut cara mandi yang benar :

1. Pertama siramkan air di telapak kaki.
2. Kemudian dilanjutkan dengan segayung di betis.
3. Segayung di paha.
4. Segayung di perut.
5. Segayung di bahu.
6. Berhentilah sejenak 5-10 detik

Kita akan merasakan seperti uap/ angin yang keluar dari ubun-ubun bahkan meremang, setelah itu lanjutkan dengan mandi seperti biasa.

Ini ibarat sebuah gelas yang diisi air panas kemudian kita isi dengan air dingin. Apa yang terjadi? Gelas akan retak,  bahkan pecah!

Jika perubahan suhu yang tiba-tiba ini terjadi pada tubuh kita apa yang retak dan pecah?

Suhu tubuh kita cenderung panas dan air itu dingin, maka yang terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada badan atau kepala, uap yang harusnya keluar jadi terperangkap dan dapat membawa maut karena pecahnya pembuluh darah.

Maka sebab itu kita sering menjumpai orang jatuh di kamar mandi tiba-tiba kena ‘stroke’. Boleh jadi kita sering masuk angin karena cara mandi kita yang salah. Boleh jadi kita sering migrain kerana cara mandi yang salah.

Cara mandi ini baik bagi semua umur terutama yang memunyai sakit diabetes, darah tinggi, kolesterol dan migrain/ sakit kepala sebelah.

~~~~~~~~

Cara mandi seperti yang dituliskan dalam artikel di atas sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah mengajarkan kita tatacara mandi besar  atau mandi wajib (misalnya karena junub, mimpi basah, selepas haid, dsb). Mandi besar dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan, mencuci kemaluan, lalu berwudhu.  Ini adalah sebuah cara adaptasi agar tubuh tidak kaget dengan air (dingin). Selanjutnya, setelah berwudhu, mulailah menyiram kepala sehingga  seluruh tubuh basah dengan air (baca: Tata Cara Mandi Junub Sesuai Tuntunan Rasulullah).

Tidak hanya ketika mandi besar, untuk mandi yang lain pun kita disunnahkan berwudhu terlebih dahulu. Maknanya selain untuk menyucikan, juga agar tubuh beradaptasi dengan air, sehingga terhindar dari stroke  karena mendapat kejuatan dingin tiba-tiba.

Demikianlah, Rasulullah sudah mencontohkan mandi yang benar dan sehat sejak 15 abad yang silam, sebelum ilmu pengetahuan kemudian menemukan kebenarannya. Shalawat dan salam teercurah padamu ya Rasulullah.


Written by rinaldimunir

September 27th, 2016 at 6:24 pm

Posted in Agama,Gado-gado

Merdu dan syahdunya suara Muzzamil Hasballah

without comments

Di awal Ramadhan hingga hari ini masyarakat muslim Indonesia dibuat terpesona dengan video yang berisi lantunan suara Muzzamil Hasballah ketika mengimami sholat Maghrib dan Isya di Masjid Al-Lathif Bandung bulan Maret 2016.  Anda mungkin sudah pernah melihat beritanya di TV atau membaca profilnya dari berita daring. Kalau belum tahu, sila klik salah satu videonya di Youtube di bawah ini. Video Muzzamil menyebar secara viral di dunia maya.

Muzzamil Hasballah dulunya adalah mahasiswa Arsitektur ITB angkatan tahun 2011 yang berasal dari Aceh (sekarang sudah lulus). Suara Muzzamil Hasballah ketika melantunkan bacaan sholat terdengar merdu dan syahdu sekali, enak didengar telinga. Suaranya mirip dengan suara Mishari Rasyid, qori asal Kuwait yang terkenal itu.

Kalau video di bawah ini adalah bacaan Surat Ar-Rahman full. Perhatikan pada menit 00.52 ada bayangan sekelabat di belakang jamaah. Jin Islam kah itu? Wallahu alam bissawab.

Saya tidak mengenal mahasiswa ini secara pribadi, juga belum pernah bertemu muka, namun saya pernah menjadi jamaah sholat di Masjid Salman ITB dengan dia sebagai imam sholatnya. Muzzamil saya dengar adalah aktivis Masjid Salman ITB semasa kuliahnya. Ketika dia mengimami sholat, bacaan surat Alfatihah dan surat pendek lainnya terdengar sangat indah dan menggetarkan hati. Rasanya tidak akan “bosan” seandainya pun dia membaca surat yang panjang-panjang atau bahkan satu juz dalam sekali sholat. Video di bawah ini adalah ketika dia mengimami sholat Tarawih di Masjid Salman ITB tahun 2014, yaitu dua tahun sebelum video yang paling atas menjadi viral.

 

Dalam pandangan saya Muzzamil bagaikan seorang hafidz yang sedang membaca Al-quran dengan indahnya. Mungkin kita perlu menunggu rekaman suaranya dalam format MP3 untuk seluruh surat di dalam Al-quran.:-)

Jarang-jarang ada orang dikaruniai suara indah seperti Muzzamil. Sekarang mungkin dia sedang laris diminta untuk mengimami sholat di berbagai masjid. Mungkin pula Muzzamil  menjadi calon menantu idaman para orangtua yang memiliki anak gadis:-). Semoga Muzzamil tetap rendah hati setelah menjadi seorang yang terkenal, jangan sampai terperosok dalam puja-puji yang dapat membuat riya. Amiin.


Written by rinaldimunir

June 27th, 2016 at 12:11 pm

Ketika Anak Merengek Ikut ke Masjid

without comments

Sebuah gambar di bawah ini saya peroleh dari akun Facebook ini. Isinya cukup menohok, khususnya bagi bapak-bapak yang punya anak masih kecil. Ketika sang anak berumur dua tahun dia merengek-rengek untuk ikut bapaknya ke masjid. Namun si bapak mengatakan tidak usah ikut sebab dia masih terlalu kecil. Hal yang sama juga dia katakan ketika anaknya sudah berumur empat tahun dan delapan tahun. Istrinya meminta untuk menunggu sebentar sebab anaknya ingin ikut ke masjid. Namun apa jawab si bapak? Dia masih terlalu kecil untuk ikut, masih anak-anak.

Ketika anaknya sudah berusia remaja dia sudah sulit diajak ke masjid. Bapaknya mengeluh  karena sudah berulangkali mengajak anaknya ke masjid tetapi dia tidak mau mendengar. Sudah terlambat, jawab istrinya, sebab putra mereka sudah bukan anak-anak lagi.

sholat-ke-masjid

Menyesal setelah anak yang sudah besar tidak mau ke masjid?

Apakah anda mempunyai pengalaman yang sama seperti cerita di dalam gambar di atas? Usia anak-anak adalah usia emas, pada usia itu segala ajaran mudah ditanamkan, apapun ajaran itu, ajaran baik maupun ajaran buruk. Anak-anak pada dasarnya meniru apa yang dilakukan orang-orang terdekatnya.

Mengajak anak sholat maupun ke masjid adalah pada usia masih dini, yaitu dibiasakan sejak kecil. Sebuah peribahasa berbunyi: kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa, sudah tua berubah tidak, yang artinya kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan sukar diubah pada masa dewasa.  Jika sejak kecil anak sudah diajak sholat ke masjid, maka kebiasaan itu akan terbawa sampai dewasa. Jika sholat ke masjid tidak pernah ditanamkan sejak kecil, maka jangan harap jika sudah besar nanti mereka menjadi orang yang cinta ke masjid.

Jadi, mengapa harus merasa repot ketika anakmu yang masih balita merengek-rengek ikut kamu ke masjid? Kerepotan itu akan berbuah manis ketika dia dewasa kelak. Mumpung anakmu masih kecil dan sebelum ada rasa penyesalan pada kemudian hari.


Written by rinaldimunir

April 25th, 2016 at 11:18 am

Posted in Agama

Orang Miskin akan Menuntun Tanganmu ke Surga

without comments

Sebuah posting bagus yang saya terima pagi ini. Isinya inpsiraif dan menggugah iman kita. Saya bagikan dulu ya sebelum saya komentari di bawahnya. Terima kasih buat penulisnya (yang tidak diketahui siapa orang yang pertama kali mengirimnya, karena begitu cepat menyebar di jejaring sosial).

~~~~~~~~~~

“JANGAN TAKUT DIMINTA TOLONG”

Ada seorang teman datang berkunjung ke sebuah perusahaan, pas dia melewati pintu gerbang melihat tulisan,
“Tidak Menerima Permintaan Sumbangan dari Pihak Mana pun.”

Teman yang juga seorang motivator tersebut, langsung berkomentar kepada si pemilik perusahaaan….
“Ganti Pak tulisan ini…”
“Ganti sama apa?”
“Ganti dengan: ‘Siapa pun yg butuh sumbangan, silakan kemari aja.’ “

Tentu saja komentar itu disambut dengan tawa.
“Nanti pada dateng dong minta sumbangan.”
“Biarin aja. Itu kan tandanya rezeki. Semakin banyak yg dateng, maka semakin banyak rezeki. Lagian, enggak mungkin Allah mempertemukan yang susah dengan kita, kalau kita enggak bisa bantu. Jadi kalau didatengin sama yang susah, itu tandanya Allah sudah mempersiapkan kita untuk bisa membantu.”

Banyak orang takut didatengin orang susah. Karena seringkali logika berpikirnya, mereka yg butuh, bakal ngerepotin. Padahal, kita yang butuh mereka.

Suatu hari Rasulullah memberitahu para sahabatnya, bahwa orang2 miskin nanti akan memiliki kekuasaan. Sahabat bertanya, “Kekuasaan apa ya Rasul?”
Rasulullah menjawab,”di hari kiamat, nanti akan dikatakan kepada mereka, tariklah mereka yang pernah memberimu makan walau sesuap, minum walau seteguk, pakaian walau selembar. Peganglah tangannya dan tuntunlah ke surga.” Masya Allah!!!

Dan salah satu kekuatan orang susah, orang miskin, orang yg terdzalimi, doanya makbul dan cepat dikabulkan.

Semoga kita tergolong insan mukmin yang gemar dan mudah menolong.

~~~~~~~~~~~~

Saya pribadi memiliki pengalaman yang juga dialami oleh kebanyakan orang, yaitu selalu didatangi oleh peminta sumbangan, pengamen, peminta-minta, maupun orang kesusahan lainnya. Insya Allah selalu ada saja rezeki saya buat mereka. Tidak perlulah kita pelit memberi kepada orang yang kesulitan hidup.

Terhadap peminta sumbangan yang mengatasnamakan anak yatim, pondok pesantren, panitia pembangunan masjid, yayasan pengampu anak cacat, dan sebagainya, mungkin ada perasaan berat hati untuk memberi mereka sekedar uang. Mungkin sebagian kita berpikir, apakah ini benar? Apakah ini penipuan? Akibatnya sebagian orang enggan untuk mengeluarkan uangnya, paling-paling hanya mengucapkan “maaf”. Kalau saya sih saya beri saja, perkara mereka bohong atau tidak benar, itu urusan mereka dengan Allah saja. Niat saya  bersekah dan beramal sholeh. Saya sengaja memberikan uang itu di depan anak-anak saya, dengan harapan kelak mereka menjadi orang pengasih dan penyayang kepada orang lain.

Di pintu rumah beberapa warga atau pintu kantor sering saya temui stiker yang berbunyi mirip seperti posting-an di atas: “TIDAK MENERIMA PERMINTAAN SUMBANGAN DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN KETUA RT”., atau “DI SINI NGAMEN GRATIS”. Secara tidak sadar mereka sudah menutup pintu rumahnya dari orang-orang miskin. Padahal kalau kita mengimani hadis Rasulullah di atas, justru kitalah yang membutuhkan orang miskin, bukan mereka yang butuh kita. Di akhirat nanti tangan orang miskin yang pernah kita beri bantuan akan menarik tangan kita ke surga.


Written by rinaldimunir

March 21st, 2016 at 10:58 am

Posted in Agama,Kisah Hikmah

Ulil, LGBT, dan Al-Quran

without comments

Isu LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgeder) makin marak di media massa pekan-pekan belakangan ini. Isu ini sudah pernah heboh tahun lalu ketika Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis. Tahun ini isu LGBT mencuat kembali setelah ramai  pemberitaan kasus kematian perempuan bernama Mirna di sebuah cafe kopi di Jakarta yang diduga dibunuh karena  kecemburuan pasangan lesbian. Diskusi LGBT di media dan jagad maya semakin heboh dan ramai setelah dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdallah, mencuitkan tweet yang memicu kecaman dari netizen dan tokoh agama. Ulil adalah pembela terdepan LGBT, namun pembelaanya terkesan begitu ngotot sampai-sampai merendahkan agama dan meragukan isi Al-Quran. Lihatlah screenshot twit berikut ini:

ulil_twit1

Dengan twit tersebut, artinya Ulil meragukan kisah kaum Nabi Luth di dalam Al-Quran.  Kisah kaum Nabi Luth yang melakukan praktek homoseksual (lelaki dengan lelaki dan perempuan dengan perempuan) tercatat dengan nyata di dalam kitab suci agama-agama samawi (Kitab Perjanjian Lama dan Al-Quran). Meragukan kebenaran kisah sodomi kaum Nabi Luth sama artinya meragukan kebenaran kitab suci. Allah berfirman:

“Kitab [Al Qur’an] ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 2)

Jika Ulil meragukan kebenaran Al-Quran, maka apakah masih bisa disebut dia seorang penganut agama Islam? Salah satu Rukun Iman di dalam Islam adalah percaya kepada kitab suci.

Selain meragukan kebenaran kisah Nabi Luth, di dalam twit di atas Ulil juga mengganggap bahwa Al-Quran adalah ‘oplosan’ dari kitab suci sebelumnya. Padahal Al-Quran, Taurat, Zabur, dan Injil sama-sama Firman Allah, maka jika Allah mengulang-ulang Firman-Nya  adalah hal yang wajar saja. Al-Quran sendiri membenarkan kitab-kitab suci sebelumnya, sebagiamana Firman Allah dalam Surat Ali-Imran ayat 3:

Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil (Q.S. Ali Imran: 3).

Begitu juga Firman Allah di dalam surat Al-Baqarah ayat 41:

Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. (Al-Baqarah:41)

Tidak berhenti sampai di situ, Ulil melontarkan cuitan yang menantang Allah SWT, seperti yang ditampilkan pada screenshot berikut:

ulil_twit

Allah bukannya tidak mengazab negeri-negeri yang membolehkan LGBT, tetapi “BELUM”. Soal kapan azab itu datang, itu hak Allah, rahasia Allah, Dia yang tahu. Banyak orang mengira ditundanya azab Allah itu menandakan ancaman azab tersebut sekadar gertak sambal saja.

Dalam kisah ummat Lutuh sendiri, umat Luth yang durhaka malah menantang diturunkan azab, seperti Firman Allah berikut:

Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: `Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar`.(QS. Al-Ankabut:29)

(Silakan  baca tafsir Surat Al-Ankabut ayat 21-30 pada laman ini)

Akhirnya Allah SWT benar-benar mendatangkan azab yang ditantang oleh umat Nabi Luth tersebut. Negeri Sodom diazab oleh Allah SWT ribuan tahun lalu, dan pada sejarah yang lebih belakangan kota Pompeii di Italia dihancurkan oleh Gunung Api Vesuvius pada tahun 79 M karena penduduknya begitu masif mempraktekkan pelacuran dan praktek homosexual.

Kalimat Ulil pada twit di atas hanyalah pengulangan dari tantangan yang pernah dilontarkan kaum terdahulu:

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik kafir Makkah) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”. (QS Al-Anfal: 32).

Mereka (orang kafir) mengatakan: “Bilakah [datangnya] ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?” (QS Yunus: 48).

Terakhir, Ulil membuat twit yang mengaitkan perilaku gay dengan sejarah pembuatan komputer (mungkin dia terinspirasi dari film Imitation Game yang menceritakan kisah hidup Alan Turing) seperti screenshot di bawah ini:

ulil

Orang yang kuliah di Informatika atau Ilmu Komputer tentu tahu bahwa Alan Turing bukanlah penemu komputer. Komputer adalah hasil penemuan yang memiliki sejarah yang panjang. Sulit mengatakan siapa orang yang pertama kali menemukan komputer, sebab komputer yang ada saat ini hasil kolaborasi secara sekuensial para ilmuwan terdahulu. Di dalam sejarah penemuan komputer ada nama-nama seperti Charles Babbage, John Von Neuman, Alan Turing, dan lain-lain. Beberapa ensiklopedi menuliskan Charles Babbage sebagai penemu komputer, karena mesin mekanik  yang dibuatnya (semacam kalukultor) lebih dekat dengan fungsi komputasi sebuah komputer. Alan Turing sendiri tidak membuat komputer, tetapi dia membuat model komputasi (model matematis) yang menjadi model komputer saat ini. Alan Turing adalah bapak ilmu komputer modern, tetapi bukan penemu komputer. Lagipula, apa hubungannya mengaitkan sejarah penemuan komputer dengan perilaku gay? Sama sekali tidak nyambung. Andaipun benar Alan Turing menemukan komputer, itu tentu bukan karena perilaku gay-nya bukan?

Kami tidak membenci manusia yang menderita LGBT, tetapi yang kita benci adalah perilaku atau ideologi LGBT-nya, karena tidak sesuai dengan fitrah manusia dan bertentangan dengan ajaran agama (manapun).

Na’udzubillahi min dzalik! Hanya itu yang bisa saya ucapkan menanggapi perilaku Ulil yang berbicara seenak perutnya tanpa takut dengan azab Allah SWT.


Written by rinaldimunir

February 15th, 2016 at 6:01 pm

Posted in Agama,Indonesiaku