if99.net

IF99 ITB

Archive for February, 2021

Rindu Mengajar Lagi di Kampus

without comments

Jika ada yang saya rindukan saat ini adalah mengajar di kampus. Sudah hampir 12 bulan saya di rumah saja, mengajar dari rumah, bimbingan mahasiswa dari rumah, diskusi dari rumah, segalanya serba dari rumah. Mahasiswa pun begitu, kuliah dari rumahnya. Pandemi tampaknya masih lama, jadi keinginan mengajar di dalam kelas di kampus rasanya belum bisa terwujud saat ini. Kampus masih ditutup untuk perkuliahan dan praktikum.

mengajar1

Hanya beberapa kali saja saya masuk ke dalam kampus, itu pun hanya untuk mengambil buku di lemari ruangan kerja di lab, atau ke kantor fakultas memasukkan surat. Masuk kampus pun tidak bisa sesuka hati, ada prosedur yang harus ditempuh, mengisi form. Ya, bisa dimengerti, jika terjadi apa-apa di kampus, misalnya kasus positif covid, maka pelacakan dapat dilakukan dari daftar surat izin civitas academica yang masuk ke dalam kampus.

Bagi saya mengajar itu sangat menyenangkan dan memberikan kepuasan batin. Bisa berbagi ilmu dan membuat orang lain mengerti apa yang saya ajarkan itu sudah memberi kebahagiaan. Dunia saya itu adalah dunia pendidikan. Saya suka mengajar. Kalau tidak mengajar ya menulis. Itu dua passion yang saya miliki.

Bertemu dengan anak-anak muda yang haus ilmu pengetahuan bagi saya sangat menyenangkan. Memang mengajar secara onlen (daring) tetap dapat dilakukan, tetapi ada nuansa  yang hilang jika mengajar secara onlen. Saya tidak dapat melihat wajah-wajah mahasiswa yang terkejut ketika saya panggil namanya dan saya beri pertanyaan. Saya tidak bisa berbagi cerita-cerita menarik sebagai selingan supaya kelas tidak garing. Dan saya tidak bisa memberi hadiah seperti coklat atau brownis bagi mahasiswa yang mendapat nilai tertinggi. ?

mengajar4

mengajar3

Ketika beberapa kali masuk kampus untuk suatu urusan, saya longok kelas yang kosong, lab yang sunyi, dan lorong-lorong yang sepi. Tidak terdengar riuh rendah suara mahasiswa yang meramaikan lorong dan sudut-sudut selasar tempat mahasiswa belajar atau mengerjakan tugas seperti foto di selasar LabTek 5 di bawah ini. 

selasar1

selasar2

Tampaknya suasana seperti di atas tidak akan mungkin terwujud dalam satu dua tahun ini. Jika pun kampus sudah dibuka untuk perkuliahan tatap muka pada semester depan (mudah-mudahan, Amiin) tetap akan ada pembatasan-pembatasan aktivitas dan serba bergiliran daring dan luring.  Jadi, suasana seperti foto-foto di atas mungkin baru bisa terulang setelah corona benar-benar bisa diatasi. Untuk sementara cukuplah memasang foto kenangan di atas.

Written by rinaldimunir

February 19th, 2021 at 5:45 pm

Studio Pandemi

without comments

Selama masa pandemi corona saya lebih banyak berkutat di ruang kecil di lantai dua rumah. Ini ruang kecil yang dulu dijadikan mushola keluarga. Karena sekarang kami lebih banyak sholat di lantai satu, maka ruangan mushola tersebut jarang digunakan.

studio1

Sejak pandemi corona bulan Maret 2020 yang lalu, praktis saya hanya di rumah saja, bekerja dari rumah. Mengajar dari rumah, rapat dari rumah, segalanya dari rumah. Onlen atau daring. Mengajar, seminar, sidang,  dan rapat dari rumah mengandalkan suara yang lumayan keras kalau berbicara. Oleh karena itu, supaya tidak mengganggu yang lain dan juga tidak diganggu anak, maka saya pindah ke ruang kecil ex mushola ini.

Sekarang ruang kecil di pojok rumah itu saya jadikan tempat untuk mengajar onlen, seminar onlen, rapat onlen, sidang onlen, bimbingan onlen, perwalian onlen, dan juga menjadi studio dadakan untuk memproduksi video-video kuliah. Sebuah kasur tipis dihampar di lantai untuk rebahan jika penat. Saya menyebut studio kecil ini dengan nama studio pandemi.

studio2

Hampir setiap hari saya berada di sini karena pekerjaan pada semester genap ini lumayan menyita waktu juga. Sebagian besar waktu saya di sini habis untuk menyiapkan bahan kuliah daring dan merekam video kuliah yang akan diunggah di YouTube. Melayani mahasiswa yang perwalian, bimbingan Tugas Akhir, dan seminar-seminar serta sidang juga dari sini.

Kalau cape dan mengantuk saya berbaring sebentar di kasur di samping meja kerja (meja belajar anak saya dulunya). Di seberang ruang kecil ada balkon. Di sanalah saya berjemur pada pagi hari atau melihat suasana sore dari lantai dua rumah. Kalau hujan saya dapat melihat langsung airnya turun di sini.

Jenuh? Ya, bagaimana lagi, kondisinya seperti ini. Saya sudah rindu memgajar di kampus seperti dulu, bertemu mahasiswa, bercanda, bimbingan di kampus, dan bertemu kolega. Tapi keinginan tersebut sepertinya belum bisa terwujud saat ini. Kampus masih ditutup untuk aktivitas perkuliahan. Artinya sampai akhir semester saya saya kembali bertapa di ruang kecil ini. Entah bagaimana pada semester ganjil tahuna ajaran yang baru nanti. ? ?

Written by rinaldimunir

February 13th, 2021 at 10:31 am