if99.net

IF99 ITB

Archive for April, 2020

Kreatifitas Kuliah di tengah Pandemi Corona

without comments

Wabah virus corona di Indonesia telah memaksa sekolah-sekolah dari TK hingga perguruan tinggi “diliburkan”. Sebenarnya tidak diliburkan dalam arti sebenarnya, siswa/mahasiswa tetap belajar dari rumah secara daring (online). Kuliah tatap muka diganti dengan kuliah dengan menggunakan Internet.

Di ITB kuliah tatap muka sudah berjalan selama 10 minggu. Pekan Ujian Tengah Semester (UTS) pun sudah selesai. Tersisa kuliah selama lima minggu lagi. Kampus ditutup mulai tanggal 16 Maret 2020. Aktivitas perkuliahan secara tatap muka dihentikan,  dosen dipersilakan melakukan perkuliahan (termasuk bimbingan tugas akhir) dengan menggunakan segala perangkat TIK (teknologi informasi dan komunikasi) yang ada. Silakan menggunakan email, Whatsapp, Facebook, YouTube, atau aplikasi online meeting seperti Zoom, Webex, Google Meet, dan lain-lain.

Masing-masing aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Aplikasi Zoom misalnya, kualitasnya video conference-nya bagus, namun memakan pulsa internet yang besar. Saya merasa kasihan saja dengan kantong mahasiswa. Memakai Zoom bisa menguras pulsa internet mahasiswa yang rata-rata fakir kuota. Seorang teman melakukan survey kepada mahasiswanya setelah melakukan kuliah daring selama dua jam menggunakan Zoom. Ternyata mahasiswa membutuhkan lebih dari 300 MB untuk pertemuan kuliah daring. Kalau tersedia akses wifi yang unlimited, apalagi gratis, tentu tidak masalah habis pulsa internet seberapapun.

Dari yang saya amati, banyak dosen (dan juga guru sekolah) yang gagap menyiapkan kuliah secara daring. Wajar saja, ini kasus pertama kali terjadi. Selama ini para dosen di Indonesia sudah merasa nyaman mengajar secara tradisionil yaitu kuliah tatap muka. Ketika terjadi penyebaran wabah penyakit seperti virus corona ini sehingga kuliah tatap muka dihentikan dan diganti dengan kuliah daring, banyak dosen kita yang belum siap.

Namun, keadaan terpaksa ini justru membuat para dosen harus meluangan waktu belajar menggunakan berbagai aplikasi TIK untuk tetap memberikan layanan perkuliahan dan bimbingan tugas akhir, tesis, dan disertasi kepada mahasiswa.

Saya sendiri memutuskan tidak menggunakan aplikasi pertemuan daring seperti Zoom, Google Meet, Webex, dan sebagainya untuk melaksanakan perkuliahan daring dengan berbagai pertimbangan. Sebagai gantinya, saya membuat video-video kuliah yang saya unggah ke Youtube. Video kuliah tanpa wajah saya di sana, dibuat dengan menggunakan aplikasi Power Point. Saya sudah memiliki PPT materi kuliah, jadi dengan PowerPoint saya merekamnya menjadi video bersuara, seolah-olah saya sedang mengajar materi tersebut.

Silakan kunjungi kanal saya di YoutTube dengan meng-klik tautan ini untuk mengakses video-video kuliah yang saya buat bersama dengan teman-teman dari tim kuliah yang kami ampu:

https://www.youtube.com/channel/UCBiY3GSJuQGGjNAdV8JebSQ

Dengan menunggah video-video kuliah tersebut di YouTube, mahasiswa dapat memutarnya berkali-kali jika belum mengerti.  Saya juga meniatkan membagikannya kepada mahaiswa lain di luar ITB dan juga buat umum yang ingin belajar materi kuliah kami. Semoga bermanfaat buat pendidikan bangsa ini.

Written by rinaldimunir

April 9th, 2020 at 8:51 pm

Hadis Nabi tentang Isolasi Wilayah

without comments

Beberapa negara telah menerapkan lockdown di wilayahnya untuk membatasi penularan virus corona. China (khususnya di propinsi Hubei), Italia, Malaysia, India, Spanyol, dan beberapa negara lain melakukan lockdown.

Lockdown adalah istilah lain untuk isolasi wilayah. Sebuah wilayah di-lockdown artinya wilayah tersebut ditutup atau diisolasi dari akses keluar masuk orang ke atau dari wilayah tersebut.  Tidak hanya sekdar ditutup, warga di dalam wilayah lockdown tidak boleh keluar rumah, mereka harus tetap berada di dalam rumah di rumah, kecuali keluar rumah untuk urusan yang penting seperti membeli makanan dan obat-obatan.

Indonesia memang tidak menerapkan lockdown dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan utama adalah ekonomi, Intinya Pemerintah tidak siap bila melakukan lockdown, dengan kata lain tidak punya dana yang cukup, sebab pemberlakuan lockdown konsekuensinya Pemerintah harus menyediakan makanan untuk rakyanya yang harus tinggal di rumah. Menyediakan makanan untuk 270 juta rakyat Indonesia untuk jangka waktu yang tidak pasti darimana uangnya?

Selain itu, untuk menerapkan lockdown, perlu pengerahan pasukan keamanan untuk menjaga warga agar mematuhi aturan tidak berkeliaran di luar rumah. Jumlah polisi dan tentara di negara kita tidka sebanding dengan jumlah penduduk.

Hingga saat ini wabah virus corona di China sudah hampir berakhir, sebaliknya gelombang kedua virus ini berkembang dengan pesat di luar China, terutama di wilayah Eropa dan Amerika Serikat. Benua Eropa dan Amerika menjadi pusat (episentrum) pandemi baru virus corona. Jumlah kasus positif corona (COVID-19) di Amerika saja sudah di atas 200 ribu, di Italia dan Spanyol sudah 119 ribu, jauh melebihi kasus posittif corona di negeri asalnya (China). Jumlah kematian pasien corona di negara-negara itu juga jauh melebihi jumlah kematian di China.

corona-4-April-2020

Jumlah kasus positif COVID-19 di sejumlah negara (data tanggal 4 April 2020). Sumber: https://www.worldometers.info/coronavirus/

Beberapa negara berhasil melakukan lockdown, misalnya China.Beberapa lagi tidak terlalu berhasil seperti Italia. Penyebabnya adalah faktor kedisiplinan. Rakyat China cukup disiplin, mereka mematuhi aturan Pemerintahnya yang menerapkan lockdown. Sebaliknya di Italia, warganya menganggap enteng virus corona, mereka tetap berkeliaran di luar rumah, tidak memakai masker. Beberapa jam sebelum penerapan lockdown di Italia bagian utara (Lombardy dan sekitarnya), ribuan warganya keluar wilayah Italia utara, pergi ke selatan ke kampung halamannya atau ke tempat saudaranya. Akibatnya fatal, mereka bagaikan anak panah yang melesat membawa virus corona ke wilayah lainnya di Italia. Jadilah negara Italia sangat parah saat ini dilanda wabah virus.

Hal yang hampir mirip terjadi di negara kita. Himbauan untuk tetap tinggal di rumah (work from home), sekolah-sekolah diliburkan, pembatasan jarak (social distancing), matinya perekonomian, kehilangan mata pencaharian, dan menyebarnya isu bahwa Jakarta akan dikarantina, membuat para kaum migran mudik ke kampung halamannya. Padahal Jakarta adalah pusat pandemi corona, kasus positif corona sebagian besar ada di Jakarta. Warga Jakarta yang mudik ini dikhawatirkan  bagai anak panah yang membawa virus corona ke kampung halamannya. Terbukti kasus-kasus positif corona di berbagai daerah muncul setelah kepulangan warga Jakarta ke daerah asalnya.

Seharusnya jika di sebuah wilayah sedang menyebar wabah penyakit, warga di wilayah itu dilarang keluar wilayahnya, dan warga dari luar juga dilarang masuk ke wilayah itu. Apapunlah namanya, baik isolasi, karantina, atau lockdown, wilayah tersebut harus dikunci agar wabah tidak menyebar keluar.

Saya teringat sebuah hadis Rasulullah Muhammad SAW yang sangat pas dengan kondisi pandemi corona. Saat itu di wilayah Arab sedang berkembang wabah penyakit. Rasulullah pun memerintahkan ummat untuk menghindari wilayah yang terkena wabah.

Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sudah benar yang dilakukan oleh Pemerintah China dengan mengisolasi kota Wuhan: melarang orang-orang masuk ke kota Wuhan dan melarang penduduk Wuhan meninggalkan kota.  Ini sesuai dengan hadis di atas meski China adalah negara komunis.

Meskipun karantina, isolasi, lockdown, atau apapun namanya, belum diberlan. Meskipun di negara kita, sebaiknya kita (khususnya kaum muslimin dan muslimat) mengikuti hadis Nabi tersebut. Tidak berpergian ke mana-mana, tidak masuk ke wilayah yang terpapar corona. Demi keselematan kita bersama. Amiin, ya rabbal alami.

Written by rinaldimunir

April 4th, 2020 at 1:34 pm

Posted in Agama,Indonesiaku

Negeriku Dilanda Corona dan Sikap Takabur

without comments

Setelah lama tidak diakui, akhirnya virus corona saat ini sudah mewabah di Indonesia.  Bermula kasus positif COVID-19 hanya dua orang, lalu jumlahnya bertambah secara eksponensial, hingga saat tulisan ini ditulis, jumlahnya sudah ribuan dan  tersebar di seluruh propinsi (Baca:  Data Sebaran 1.677 Kasus Positif Corona di RI, Terbanyak di DKI-Jabar-Banten).

Banyak orang menyesalkan kelambatan Pemerintah dalam mendeteksi kasus corona di Indonesia.  Ketika negara lain gerak cepat mengendalikan laju penyebaran virus corona, pejabat di sini tenang-tenang saja, seolah-olah Indonesia menganggap enteng virus ini. Mereka bersikap takabur dan menganggap corona sebagai bahan candaan.

Dikutip dari sebuah posting-an seorang netizen di medsos, perhatikan bagaimana para pemimpin kita bersikap takabur, berkoar-koar, dan buang-buang waktu, saat mereka seharusnya sudah melakukan kontrol ketat terhadap wabah ini pada saat awal.  Netizen tersebut berhasil mengumpulkan tautan berita yang menunjukkan sikap menganggap enteng yang dilakukan oleh pejabat dan para tokoh publik.  Sikap takabur dan menganggap remeh itu sekarang menjadi boomerang.
.
1). Jokowi Pastikan Virus Corona Tak Terdeteksi di Indonesia
Senin, 27 Januari 2020
https://m.ayobandung.com/read/2020/01/27/77612/jokowi-pastikan-virus-corona-tak-terdeteksi-di-indonesia

2). Rapat di DPR, Ribka Tjiptaning Bercanda Korona ‘Komunitas Rondo Mempesona’
Rolando Fransiscus Sihombing – detikNews
Senin, 03 Feb 2020 13:50 WIB
https://m.detik.com/news/berita/d-4883599/rapat-di-dpr-ribka-tjiptaning-bercanda-korona-komunitas-rondo-mempesona#top

3). Mahfud: RI Satu-satunya Negara Besar di Asia Tak Kena Corona
CNN Indonesia
Jumat, 07/02/2020 21:22
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200207194915-20-472750/mahfud-ri-satu-satunya-negara-besar-di-asia-tak-kena-corona

4.) Canda Luhut saat Ditanya Corona Masuk Batam: Mobil?
Herdi Alif Al Hikam – detikFinance, Senin, 10 Feb 2020 14:52 WIB
https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4893152/canda-luhut-saat-ditanya-corona-masuk-batam-mobil

5). Menkes Tantang Harvard Buktikan Virus Corona di Indonesia
CNN Indonesia
Selasa, 11/02/2020 20:09
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200211195637-20-473740/menkes-tantang-harvard-buktikan-virus-corona-di-indonesia

6). Terawan Bicara Kekuatan Doa yang Bikin RI Bebas Corona
Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
NEWS
17 February 2020 13:37
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200217133044-4-138367/terawan-bicara-kekuatan-doa-yang-bikin-ri-bebas-corona

7.) Kelakar Menhub: Kita Kebal Corona karena Doyan Nasi Kucing
Menhub Budi Karya Sumadi mengaku berguyon bersama Presiden soal nasi kucing.
Senin , 17 Feb 2020, 20:21 WIB
https://republika.co.id/berita/q5ul4k409/kelakar-menhub-kita-kebal-corona-karena-doyan-nasi-kucingl.

8), Kelakar Bahlil di Depan Hary Tanoe: Virus Korona Tak Masuk Indonesia Karena Izinnya Susah
Giri Hartomo , Okezone
Senin 24 Februari 2020 12:03 WIB
https://economy.okezone.com/read/2020/02/24/320/2173155/kelakar-bahlil-di-depan-hary-tanoe-virus-korona-tak-masuk-indonesia-karena-izinnya-susah?_gl=1*1ul5e7f*_ga*bS1nNFFRLU9zajk2UzhPeU4wM1FPSWNNSUJxVzc1bW1SY05rSHlIczdZckw2S3N2OWttUXJucWRITVctMlNZcA..

9). Indonesia Terhindar Virus Corona, Ma’ruf Amin: Berkah Doa Qunut
Reporter: Servio Maranda (Kontributor)
Editor: Rahma Tri
Kamis, 27 Februari 2020 09:40 WIB
https://bisnis.tempo.co/amp/1312785/indonesia-terhindar-virus-corona-maruf-amin-berkah-doa-qunut#aoh=15848478571857&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_tf=From%20%251%24s

10). Ma’ruf Amin: Berkat Doa Kiai dan Qunut, Corona Menyingkir dari Indonesia
Oleh Lizsa Egeham pada 29 Feb 2020, 16:11 WIB
https://m.liputan6.com/news/read/4190703/maruf-amin-berkat-doa-kiai-dan-qunut-corona-menyingkir-dari-indonesia

11). Virus Corona Masuk Indonesia, Jokowi: Kita Sudah Siap
Reporter: Dewi Nurita
Editor: Endri Kurniawati
Senin, 2 Maret 2020 12:34 WIB
https://nasional.tempo.co/read/1314390/virus-corona-masuk-indonesia-jokowi-kita-sudah-siap

11). Menkes: Percuma yang Sehat Pakai Masker
Senin, 2 Maret 2020 | 15:54 WIB
https://amp.kompas.com/nasional/read/2020/03/02/15541281/menkes-percuma-yang-sehat-pakai-masker

13). Bahagia Terawan Teori Terbukti: Corona, Penyakit yang Akan Sembuh Sendiri
Tim detikcom – detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 07:10 WIB
https://m.detik.com/news/berita/d-4937063/bahagia-terawan-teori-terbukti-corona-penyakit-yang-akan-sembuh-sendiri 

Nasi sudah menjadi bubur, virus corona sudah mewabah di Indonesia. Kita tidak tahu kapan wabah corona ini berakhir di Indonesia. Tampaknya masih akan lama, namun baru satu bulan saja virus corona sudah mampu melumpuhkan sendi-sendi ekonomi bangsa dan menciptakan histeria ketakutan  sendiri. Astaghfirullah, marilah kita memohon ampun kepada Allah SWT atas sikap takabur ini.

Written by rinaldimunir

April 1st, 2020 at 5:00 pm

Posted in Indonesiaku