if99.net

IF99 ITB

Archive for February, 2020

(Tukang) Koran

without comments

Hingga saat ini saya masih setia berlangganan koran cetak. Rasanya sudah sejak lama saya berlangganan koran, ya sejak saya berumahtangga lah. Dulu saya berlangganan dua koran, satu koran ibukota dan satu lagi koran lokal. Sekarang tinggal satu koran saja, koran lokal Bandung. Itupun tidak bisa (atau tidak sempat) saya baca setiap hari, hanya lihat-lihat isinya secara garis besar, lalu ditaruh lagi. Besok hari koran itu sudah masuk ke keranjang koran bekas.

Pada zaman digital ini koran-koran dan media cetak seperti menunggu kematiannya saja. Orang-orang sudah tidak jarang membaca koran sebab beritanya kalah cepat dengan media daring. Lagipula, budaya membaca pada bangsa kita masih rendah, kalah dengan budaya debat atau ngegosip di media sosial.

Lihatlah koran-koran sekarang, makin tipis saja, jumlah halamannya semakin susut, iklannya minim. Oplahnya juga sudah berkurang. Tengoklah koran Komp*s, koran terbesar di tanah air, dulu berjaya dengan tiras (oplah) yang sempat mencapai 500.000 lebih per hari, iklannya pun berlimpah. Saking banyak iklannya, jumlah halamannya pun bisa  sampai 64 halaman, tebal sekali. Sekarang, hanya tersisa 20 halaman, sudah menipis, dengan iklan yang sudah jauh berkurang. Dunia memang fana, segala yang berjaya pasti ada masa surutnya.

Dengan berubahnya budaya masyarakat pada era digital, berubah pula cara pandang orang tentang media. Apakah koran cetak masih dibutuhkan di era informasi digital yang berubah dengan cepat?

Bagi saya jawaban terhadap pertanyaan di atas adalah: masih dibutuhkan. Alasannya bukan karena saya ingin membaca berita di dalam koran itu, sebab hal itu sudah tergantikan dengan informasi di media daring. Alasannya satu: Saya masih mempertahankan berlangganan koran hingga hari ini karena kasihan saja dengan si mang koran, dia akan kehilangan penghasilan jika saya berhenti berlangganan. Tidak tega saya.

tukang koran

Tukang koran langganan saya, setiap pagi selalu setia mengantarkan koran lokal ke rumah, biar lagi sakit sekalipun.

Written by rinaldimunir

February 28th, 2020 at 7:13 pm

Posted in Gado-gado

Ayah dan Ibu Tidak Dapat Dibandingkan

without comments

Ayah dan Ibu adalah orang yang sangat berarti bagi kita. Kita ada di dunia ini karena ada mereka. Satu orang saja di antara mereka tidak cukup untuk menghadirkan kita ke dunia.

Ayah dan ibu adalah dua orang manusia unik. Ayah dan ibu masing-masing punya peran berbeda.  Keduanya bukan untuk diperbandingkan, tetapi saling melengkapi dalam kehidupan seorang anak manusia.

Sebuah gambar di bawah ini memaparkan mengapa kita tidak perlu membandingkan keduanya. Sungguh dalam maknanya.

father-mother

Orang yang mencintai sampai kamu menutupkan mata adalah Ibu.
Orang yang mencintai tanpa ekspresi di matanya adalah Ayah

Ibu memperkenalkanmu kepada dunia
Ayah mengenalkan dunia kepadamu

Ibu memberimu kehidupan
Ayah memberimu penghidupan

Ibu memastikanmu tidak kelaparan
Ayah memastikanmu tahu nilai-nilai lapar

Ibu melambangkan perawatan
Ayah melambangkan tanggung jawab

Ibu melindungimu dari kejatuhan
Ayah mengajarkanmu untuk bangkit dari kejatuhan

Ibu mengajarkanmu berjalan
Ayah mengajarkanmu perjalanan hidup

Ibu mengajarmu dari pengalamannya
Ayah mengajarkanmu untuk belajar dari pengalamanmu

Ibu mencerminkan ideologi
Ayah mencerminkan realitas

Kamu mengenal cinta ibumu sejak lahir
Kamu mengenal cinta ayahmu ketika kamu menjadi seorang ayah

*******

Nikmatilah apa yang dikatakan ayahmu
Tetaplah mencintai ibumu

Written by rinaldimunir

February 21st, 2020 at 10:27 am

Coklat untuk Mahasiswaku

without comments

Setiap menjelang akhir semester saya pasti membeli beberapa buah coklat silver queen. Bukan untuk dimakan sendiri atau untuk anak-anak saya di rumah, tetapi untuk mahasiswa-mahsiswaku yang mendapat nilai terbaik dalam ujian tengah semester. Biasanya selalu saja ada mahasiswa yang mendapat nilai 100 untuk ujian yang saya berikan. Tidak hanya seorang, tetapi bisa sampai lima orang. Pintar-pintar ya mahasiswaku ini.

Nah, sebagai apresiasi buat mereka yang mendapat nilai tertinggi di dalam ujian, saya selalu memberikan hadiah. Hadiahnya sederhana saja, yaitu coklat. Kenapa coklat, karena coklat identik dengan anak muda. Anak-anak muda kan suka makan coklat, nah cocoklah sebagai hadiah. Say with chocolate, kata sebuah pepatah asing.

Biasanya setiap saya bagikan hadiah ini di depan kelas, mahasiswa langsung heboh. Gembira campur senang, hehehehe. Hadiah sederhana saja, dari seorang guru kepada muridnya. Jangan dilihat dari harga coklatnya yang tidak seberapa, tetapi lihatlah sebagai sebuah bentuk penghargaan buat mereka.
coklat

Sejak kapan ya saya memberikan hadiah coklat? Hmmm…rasanya sudah lama sekali, mungkin sejak saya jadi pengajar sebuah bimbel. Dulu ketika masih mahasiswa saya pernah mengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar. Murid-muridnya siswa SMP dan SMA. Lucu-lucu, ceria, dan menyenangkan. Dunia remaja. Nah, karena mereka remaja, maka saya perlu masuk ke dunia mereka. Coklat adalah salah satu caranya. Setiap kali ada murid bimbel saya yang mendapat nilai tertinggi, saya selalu memberikan hadiah coklat. Kebiasaan memberikan hadiah coklat tersebut ternyata berlanjut ketika saya menjadi dosen di kampus. Begitulah ceritanya.

Sebenarnya hadiahnya tidak selalu coklat, kadang-kadang juga pernah alat tulis. Pernah juga hadiahnya berupa ditraktir makan. Tetapi coklat adalah hadiah yang paling sering. Entah kenapa coklatnya selalu Silver Queen. Bukan promosi ya, menurut saya ini coklat yang paling enak, dan surprise…ternyata ini merek coklat buatan dalam negeri, asli produk lokal yang mendunia.

Written by rinaldimunir

February 18th, 2020 at 2:58 pm

Tetap Rukun Sampai Manula

without comments

Sepasang aki dan nini (sebutan buat kakek dan nenek dalam Bahasa Sunda) lewat di depan rumah saya. Ditaksir umur mereka sekitar 80-an. Mereka berjalan saling bergandengan tangan, tertatih-tatih dan sedikit-sedikit melangkah. Sang aki menggenggam erat tangan istrinya, khawatir jatuh. Jalanan sepi pagi hari itu dan hanya mereka berdua saja yang berjalan.

+ Mau ke mana, aki?, sapaku.
– Mau pulang ke rumah, dari rumah anak. Si Nini menjawab tanpa menoleh, tetap konsentrasi ke arah depan.

Oh, mereka mungkin habis bermalam di rumah anaknya di kawasan Antapani 2, pikirku. Mungkin juga habis menengok cucu lalu pagi-pagi mereka pulang kembali ke rumahnya. Kalian jangan berpikiran “kemana anaknya, kenapa tidak diantar?”. Mungkin saja mereka tidak ingin merepotkan anak-anak dan cucu-cucunya, tidak ingin diantar, ingin tetap mandiri. Kadang ada juga orangtua yang menolak diantar ke lokasi yang tidak terlalu jauh, sekalian olahraga katanya.

Saya menatap mereka yang terus berjalan. Romantis sekali kelihatannya. Tetap setia sampai aki-aki dan nini-nini.

Ah, akupun juga ingin begitu, kataku dalam hati sambil menghela napas. Menua bersama-sama dengan istriku kelak, dan selalu setia. Saya yakin Anda pun juga sama.

Tuhan selalu menyajikan banyak pelajaran kehidupan kepada kita sepanjang waktu. Salah satunya pelajaran dari aki dan nini itu pada pagi hari tadi.

Written by rinaldimunir

February 9th, 2020 at 8:09 pm

Horor Virus Corona Menghantui Dunia

without comments

Satu bulan ini masyarakat dunia dihantui oleh penyebaran virus corona yang berasal dari kota Wuhan, Tiongkok. Menurut berita terakhir saat tulisan ini ditulis, virus ini telah membunuh lebih dari 563 orang, kebanyakan di daratan Tiongkok. Virus corona berasal dari kelelawar dan ular. Bangsa China memiliki tradisi makan hewan liar yang tidak biasa seperti kelelawar dan ular. Virus corona menimbulkan penyakit pneumonia atau radang paru-paru. Paru-paru menjadi bengkak. Akibatnya orang sulit bernapas dan berujung pada kematian.

Saat ini penyebaran virus corona adalah antar manusia, dari manusia yang mengidap virus corona kepada manusia lainnya. Ketakutan warga dunia terhadap virus baru ini wajar saja, sebab menimbulkan kematian. Selain berita di media daring, gambar-gambar dan video yang dikirim lewat media sosial yang menggambarkan pengidap virus corona bertumbangan di tempat-tempat umum di kota Wuhan telah menimbulkan kepanikan dan paranoid bagi warga dunia. Dampaknya sangat mengejutkan, kedatangan orang-orang China ditolak di mana-mana karena dikhawatirkan membawa virus corona.

Kepanikan terhadap penyebaran virus corona sudah bercampur baur dengan unsur rasisme dan xenophobia. Paranoid yang berlebihan itu ditunjukkan oleh sebuah restoran di Korea Selatan yang memasang banner “No Chinese allowed, melarang orang China memasuki restorannya.  Di Eropa, Canada, dan Amerika perlakuan rasis kepada orang-orang China muncul sebagai bentuk ketakutan terhadap penyebaran penyakit akibat virus corona.

Negara Tiongkok sebagai tempat asal mula virus corona telah diisolasi oleh banyak negara. Hampir semua negara menutup akses penerbangan dari dan ke Tiongkok, melarang kunjungan warganya ke Tiongkok, menyetop kunjungan warga Tiongkok ke negara lain, bahkan menyetop impor makanan dari sana. Negara-negara yang berbatasan dengan Tiongkok pun telah menutup pintu perbatasannya untuk meminimalisir masuknya orang-orang China ke negaranya.  Praktis saat ini negara tiongkok saat ini benar-benar telah terisolasi. Semua ini bisa dimengerti sebagai sebuah cara mencegah virus corona agar tidak menyebar secara luas.

Di dalam ajaran Islam ada sebuah hadis berbunyi sebagai berikut. Rasulullah bersabda,Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).  Jadi,  langkah isolasi ini memang sebuah keharusan.

Saya menduga, jika masalah virus corona ini masih bertahan lama, ada kemungkinan perekonomian dunia mengalami resesi karena Tiongkok merupakan salah satu negara besar yang sangat kuat.  Perekonomian dunia sangat mungkin mengalami perlambatan pertumbuhan.  Kita tidak tahu entah sampai kapan wabah corona ini berakhir. Wallahu alam.

Wabah corona saat ini bukan lagi sekedar masalah penyakit sebab  dampaknya sudah sangat luas dan sudah kemana-mana.  Dampak global yang ditimbulkan oleh isu virus corona sudah mulai tampak. Dunia pariwisata yang begitu terpukul akibat isu virus corona, karena Tiongkok merupakan penyumbang turis paling besar di dunia. Turis dari Tiongkok dilarang memasuki suatu negara. Efek dominonya tentu ke mana-mana, hotel-hotel dan tempat wisata sepi, penerbangan sepi penumpang, dan lain-lain. Sebagai contoh, akibat wabah Corona, maskapai Cathay Pacific meminta ribuan karyawannya cuti.

Corona hanyalah makhluk hidup yang sangat kecil dan tidak kasat mata. Mereka bagaikan tentara kecil mampu melumpuhkan sebuah negara bahkan dunia. Sembari para ahli terus mencari vaksin untuk pengobatannya, kita sebagai mahkluk Allah hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT semata, berharap wabah corona ini cepat berlalu dan manusia mengambil hikmah dari kejadian ini.

Written by rinaldimunir

February 6th, 2020 at 3:47 pm

Posted in Dunia oh Dunia