if99.net

IF99 ITB

Archive for April, 2018

#2019(Tidak)GantiPresiden

without comments

Tahun 2019 sudah dekat. Pada tahun 2019 nanti sejarah Pilpres 2014 akan kembali terulang. Bukan sejarah yang dikenang dengan baik, tetapi sejarah yang membuat bangsa ini terbelah dua akibat perbedaan dalam memilih Capres. Keterbelahan itu tidak langsung hilang setelah presiden baru telah dilantik, tetapi terus abadi hingga kini.

Kini, setahun sebelum Pemilu legislatif dan Pilpres tahun 2019 , suasana panas di jagad maya sudah mulai keluar aromanya. Jagad maya dipanaskan dengan kemunculan hastag #2019GantiPresiden. Gerakan ini  muncul sebagai antitesa gerakan pendukung Jokowi yang mempopulerkan slogan Salam 2 Periode dan sudah pasti menginginkan Jokowi menjadi presiden untuk periode kedua. Menurut Bawaslu, kedua gerakan tersebut legal dan tidak bertentangan dengan demokrasi, jadi tidak ada yang perlu dilarang atau ditangkap. Di lapangan, terjadi perang kaos antara kedua pendukung. Pihak yang paling diuntungkan dari perbedaan kedua kubu ini tentu saja pengusaha kaos ?

ganti

Perang kaos antara penolak dan pendukung Jokowi

Sejauh ini Capres yang sudah pasti maju lagi adalah petahana Jokowi. Jokowi seolah-olah tiada punya lawan sebanding. Prabowo yang digadang-gadang untuk maju lagi belum mendeklarasikan dirinya menjadi Capres. Akankah Prabowo akan maju lagi? Semuanya masih misteri.

Gerakan #2019GantiPresiden berasal dari kelompok masyarakat yang tidak menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden.  Meskipun siapa calon presiden pengganti juga belum diketahui namanya, tetapi gerakan ini cukup masif di dunia maya. Dari berita dan tulisan yang saya baca di Internet, saya menyimpulkan  gerakan #2019GantiPresiden muncul karena beberapa faktor.

Faktor pertama adalah perasaan diperlakukan tidak adil. Pendukung hastag #2019GantiPresiden sebagian besar adalah dari kelompok Islam. Mereka menilai di era Presiden Jokowi luar biasa sekali pelecehan terhadap agama (Islam) dan kriminalisasi pada ulama. Para pengkritik Jokowi yang melakukan ujaran kebencian atau penyebaran hoax di media sosial begitu cepat diproses secara hukum oleh polisi, tetapi sebaliknya para pendukung Jokowi yang melakukan pelecehan agama dan melakukan ujaran kebencian kepada ulama seperti tidak tersentuh hukum, misalnya pelecehan agama yang dilakukan oleh Ade Armando, Abu Janda, dan terakhir Sukmawati lain-lain. Kasus-kasus pelecehan agama dan ujaran kebencian yang dilakukan oleh mereka proses hukumnya berjalan sangat lamban dan tidak ada kabar kelanjutannya. Polisi dinilai menjadi alat kekuasaan untuk menangkap orang-orang yang berseberangan dengan Pemerintah.

Faktor kedua adalah  tentang janji. Mereka menilai Jokowi ingkar dengan janji-janjinya semasa kampanye, misalnya berjanji tidak akan mengimpor pangan, berjanji tidak akan menaikkan harga BBM, berjanji tidak bagi-bagi kursi, berjanji membeli lagi Indosat dan lain-lain (baca: Rekapitulasi Janji-janji Jokowi).  Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya.

Saya rasa itulah dua faktor utama yang saya tangkap dari orang-orang yang tidak menginginkan Jokowi menjadi presiden lagi. Faktor tambahan seperti  isu hutang Pemerintah sebesar 4000 T  mungkin untuk menambah kesan seram Pemerintahan Jokowi saja, dan saya pikir ini bukan kesalahan Jokowi semata tetapi juga warisan dari Pemerintahan sebelumnya.

Ada aksi tentu ada reaksi. Gerakan #2019GantiPresiden menimbulkan perlawanan dari kelompok pro Jokowi. Mereka juga membuat hastag seperti #2019TetapPresidenJokowi, #2019KamiPuasLanjutkan, dan lain-lain. Kelompok pro Jokowi menilai Jokowi adalah presiden yang merakyat. Jokowi dinilai berhasil membangun banyak infrastruktur di berbagai daerah di tanah air, karena itu Jokowi pantas menjabat presiden untuk periode kedua.

Menurut saya, kedua gerakan yang berlawanan ini akan memanaskan jagad maya dan mungkin saja situasi bangsa secara fisik setahun ke depan. Saya tidak tahu apakah tahun 2019 akan ganti presiden atau tidak ganti presiden. Yang bisa saya prediksi adalah bangsa ini akan terbelah dua lagi karena berbeda pilihan. Sejarah mengulang dirinya sendiri.

Written by rinaldimunir

April 24th, 2018 at 1:56 pm

Posted in Indonesiaku

Island hopping around Morotai island, North Maluku with…

without comments

Island hopping around Morotai island, North Maluku with Instagrammers. That blue everywhere. ?????? #instameet #morotai #thatday (di Pulau Morotai) via https://ift.tt/2vf05bU

Written by Veriyanta Kusuma

April 15th, 2018 at 6:45 pm

Posted in Uncategorized

Island hopping around Morotai island, North Maluku with…

without comments

Island hopping around Morotai island, North Maluku with Instagrammers. That blue everywhere. ?????? #instameet #morotai #thatday (di Pulau Morotai) via https://ift.tt/2vf05bU

Written by Veriyanta Kusuma

April 15th, 2018 at 6:45 pm

Posted in Uncategorized

Mengapa Nasi Goreng Tek-tek Lebih Enak daripada Nasi Goreng di Hotel?

without comments

Beberapa tahun yang lalu Rhenald Kasali pernah menulis mengapa tidak ada nasi goreng yang enak di hotel.  Baca tulisannya ini:  Mengapa Tak Ada Nasi Goreng Enak di Hotel?. Ya, Anda yang pernah menginap di hotel berbintang pasti sependapat dengan Rhenald Kasali. Nasi goreng di hotel rasanya hambar dan penampilannya tidak menggugah selera.

Nasi goreng pedagang jalanan jauh lebih enak daripada nasi goeng di hotel. Salah satu jenis pedagang nasi goreng jalanan adalah pedagang mie tek-tek. Disebut pedagang mie tek-tek karena mereka menjajakan makanan dengan gerobak atau pikulan dengan menyusuri jalan pemukiman. Sambil berjalan mereka memukul wajan tempat memasak sehingga berbunyi tek…tek…tek. Meskipun berjulukan pedagang mie tek-tek, namun mereka juga menjual nasi goreng dan bihun goreng selain mie goreng tentunya.

Kehadirannya selalu dirindukan ditengah malam saat perut lapar. Daripada keluar rumah mencari makanan, maka tunggu saja pedagang mie tek-tek lewat di depan rumah. Nasi goreng adalah menu masakan yang paling favorit bagi kabannyakan orang Indonesia. Mmebuatnya mudah, namun perbedaan rasanya terletak pada bumbu yang digunakan.

Malam itu selepas hujan, lewatlah peagang mie tek-tek  di depan rumah saya. Kebetulan saya belum makan malam, nasi di rumah sudah habis dan laupun tidak ada. Daripada memasak lagi atau keluar rumah, maka saya tunggulah pedagang mie tek-tek lewat. Benar saja, jam 9 malam sudah terdengar bunyi tek-tek yang khas. Saya memesan satu porsi nasi goreng agak pedas.

Pedagang tek-tek memasak nasi goreng dengan menggunakan anglo. Anglo adalah kompor dengan bahan bakarnya adalah arang. Nah, salah satu faktor yang membuat nasi goreng tek-tek enak adalah karena dimasak dengan arang. Bau asap arang memberikan sensasi rasa yang khas pada masakan.

Saya perhatikan cara memasaknya, Mula-mula dituangnya dua sendok minyak goreng. Setelah panas, dimasukkan bawang daun, lalu telur ayam, dan diaduk sebentar. Kemudian dimasukkan bumbu ulek ke dalam wajan, lalu diaduk bersama telur tadi. Setelah itu dimasukkan sayuran soun, terakhir dimasukkan nasi dan terus diaduk. Selanjutnya dimasukkan setengah sendok teh garam, sedikit bumbu penyedap, sambal cabe rawit, dan kecap. Semuanya diaduk di atas anglo dengan api yang besar. Sebuah kipas yang ditekan dengan telapak kaki berfungsi memberi aliran udara kepada anglo sehingga apinya tetap besar. Tidak lama nasi gorengpun matang dan dipindahkan ke dalam piring. Dia atad nasi goreng ditaburi acar ketimun, potongan tomat, dan kerupuk. Nasi goreng itu sungguh nikmat rasanya bila langsung dimakan saat itu juga dalam keadaan hangat, rasanya nendang, enak banget.

Lalu, apa yang membuat nasi goreng tek-tek ini lebih enak daripada nasi goreng di hotel? Jawabanya beraneka ragam. Salah satunya adalah karena pedagang nasi goreng lebih berani menggunakan bumbu, dan  lebih berani menggunakan cabai dan penyedap rasa (MSG). Bandingkan dengan chef di hotel. Nasi goreng di hotel tidak berani pakai bumbu yang kaya, bumbunya minimalis saja, hanya bawang putih dan merica. Pelezat rasa pun biasanya  kaldu, garam dan gula. MSG tampaknya terlarang digunakan di dapur hotel. Garam pun hanya ditaburi sedikit karena mempertimbangkan tamu hotel yang diet garam. Tidak ada penambahan cabe rawit di dalam bumbu nasi goreng karena khawatir dikomplain tamu hotel jika nasi gorengnya kepedasan. Kalau mau agak asin atau agak pedas, tambahkan sendiri garam atau merica yang disediakan di atas meja. Karena memasak nasi goreng di hotel mempertimbangkan banyak faktor, maka nasi goreng di hotel dibuat lebih umum (kurangi garam, tidak terlalu pedas, dan tidak terlalu berbumbu) seingga tidak heran rasa nasi gorengnya pun kurang enak.

Pedagang nasi goreng tek-tek lebih berani bereksperimen dibandingkan chef di hotel. Rasa nasi gorengnya yang enak dominan karena faktor bumbu, cabe, dan tentu saja MSG. Saya perhatikan bumbunya terbuat dari bawang merah, bawang putih, cabe, ebi atau terasi, dan mungkin saja ditambah dengan penyedap rasa (wallahualam). MSG dalam porsi yang sangat sedikit dan hanya sekali-sekali saja dikonsumsi tidaklah berbahaya. Toh tidak setiap hari orang makan nasi goreng tek-tek, bukan?

Seorang teman mengatakan, selain faktor bumbu yang lebih berani, faktor lain yang membuat nasi goreng tek-tek lebih enak adalah adalah “jam terbang”  pedagang tek-tek yang jauh bedanya dengan jam terbang koki di hotel. Bagi kebanyakan penjual nasi goreng jalanan, dengan satu menu andalan, mereka sudah membuat jauh lebih banyak nasi goreng ketimbang koki hotel yang menguasai lebih banyak menu.  Dia teringat tulisan Malcolm Gladwell mengenai jam terbang minimal untuk bisa memiliki keahlian di satu bidang.

Written by rinaldimunir

April 13th, 2018 at 4:31 pm

Miras Oplosan Berujung Maut

without comments

Sebuah berita mengenaskan datang dari daerah Cicalengka Bandung. Puluhan anak muda tewas setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan. Jumlahnya kemungkinan akan terus bertambah karena peminum yang dibawa ke rumah sakit Cicalengka banyak sekali.  Hingga saat ini jumlah korban yang tewas mencapai 63 orang.

Astaghfirullah, 63 orang? Ini jumlah korban terbesar yang pernah ada di Bandung. Sungguh miris dan sangat prihatin sekali kita mendengarnya, mereka seakan tidak pernah belajar dari kasus yang sama sebelumnya. Sudah sangat sering terjadi banyak anak muda mati secara sia-sia setelah minum miras oplosan. Segala macam cairan dioplos ke dalam larutan alkohol: obat nyamuk autan, spritus, pemutih baju, pembersih lantai, ginseng, dll. Mereka seperti tidak paham ilmu kimia, sebab cairan yang dioplos itu sebenarnya adalah racun bagi tubuh.

Dalam sebuah acara di sebuah televisi, dokter spesialis penyakit jantung menjelaskan efek yang timbul dari minum miras, termasuk miras oplosan. Alkohol di dalam miras dapat mengganggu sistem syaraf. Miras oplosan memiliki kadar alkohol yang sangat tinggi, ini sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Setelah miras oplosan masuk ke dalam tubuh, ia akan merusak sistem syaraf. Kerusakan sistem syaraf menimbulkan efek selanjutnya pada paru-paru, jantung, dan sistem pencernaaan. Dada menjadi sesak, lambung bereaksi sehingga muntah-muntah, dan yang paling fatal adalah gangguan syaraf membuat denyut jantung berhenti sehingga akhirnya adalah kematian.

Mengapa para anak muda itu mau meminum miras oplosan? Pertama, harganya  murah dibandingkan miras yang asli.  Kebanyakan peminum miras oplosan berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Mereka tidak mampu membeli miras resmi yang harganya mahal. Mereka meracik sendiri miras oplosan atau dibeli dari pengecer yang menjual miras ilegal dalam ukuran liter dengan harga yang jauh lebih murah dari miras biasa. Satu atau dua liter miras oplosan cukup untuk minum hingga sepuluh orang.

Kedua, untuk mendapatkan sensasi yang berbeda, karena pencampuran bermacam-macam cairan ke dalam alkohol secara coba-coba mungkin menimbulkan efek kehangatan yang berbeda dari miras biasa. Ketiga, ingin happy-happy berkumpul dengan teman-teman, mka sebagai solidaritas pertemanan  mereka minum miras oplosan bersama-sama. Sayangnya mereka tidak menyadari bahayanya minum oplosan tersebut. Kesenangan sebentar berujung petaka: mereka tidur selama-lamanya dan tidak bangun-bangun lagi.

Kita menyayangkan anak-anak muda itu mati secara sia-sia karena miras. Ketidaktahuan mereka tentang bahaya minuman keras berujung fatal. Agama Islam sudah sangat jelas mengharamkan khamar (miras termasuk ke dalam khamar), tetapi sebagain ummatnya tetap saja tidak mempedulikan larangan meminum khamar.

Oh anak muda, kau ingin menjadi pemabuk, tetapi yang kau dapatkan adalah pemabuk murahan, dan nyawa taruhannya.

Written by rinaldimunir

April 11th, 2018 at 5:11 pm

Posted in Seputar Bandung

Kapan Hukuman Pembunuhan adalah Dibunuh?

without comments

Judul tulisan saya di atas mungkin menyeramkan. Menyebut kata “dibunuh” saja sudah membuat mulut bergetar, apalagi bila tangan melakukannya. Tapi, jika membaca berita di bawah ini, masihkah kita bertoleransi kepada pembunuh?

“Jangan bunuh saya. Kalau mau ambil uang, mobil dan harta ambillah. Tetapi tolong jangan bunuh saya. Saya masih ada anak dan istri,” kata Tyas menirukan perkataan terakhir korban saat dalam kondisi dijerat.

Tyas adalah seorang supir Go-Car di Palembang. Dia mendapat order dari empat pemuda, salah seorang diantaranya adalah mahasiswa. Keempatnya sudah merencanakan untuk menggasak mobil korban. Ketika sedang membawa keempat pemuda tadi, lehernya dijerat dengan tali dari belakang. Dia masih sempat melawan, tapi jeratan tali sangatlah erat. Saat sudah tidak berdaya lagi, dia memohon belas kasihan kepada keempat penjahat tadi agar jangan membunuhnya. Silakan ambil mobil dan uangnya, tapi jangan bunuh dirinya, sebab dia masih punya anak dan istri, katanya,  seperti penggalan kalimat yang saya tulis di atas. Tetapi ucapan memohon belas kasihan dari dirinya tidak mampu meluluhkan hati kempat penjahat tadi. Nyawanya lepas dari badannya, lalu tubuhnya dibuang ke rawa. Jenazahnya yang sudah membusuk baru ditemukan 40 hari kemudian. Baca beritanya di sini:  Saat Sopir Go-Car Dihabisi Tyas Dkk: Jangan Bunuh Saya.

Astaghfirullah. Sungguh sadis. Insya Allah korban mati dalam keaadaan syahid karena ia mati ketika sedang mencari nafkah buat anak istrinya. Pembunuhnya sudah membuat seorang anak menjadi yatim dan istri menjadi janda.

Apa hukuman yang pantas bagi keempat pembunuh tadi? Jawabnya adalah hukuman mati. Mereka harus mendapat balasan yang setimpal. Nyawa harus dibalas dengan nyawa. Kalau sudah begitu, saya rindu dengan hukum Islam, sebab di dalam hukum Islam pembunuh harus mendapat hukuman yang sama, yaitu harus dimatikan juga.

Sayangnya hukum di negara kita bukan hukum Islam, meskipun mayoritas rakyatnya beragama Islam. Negara kita memakai hukum peninggalan Belanda. Di dalam hukum positif yang berlaku sekarang, hukuman bagi pelaku pembunuhan paling tinggi adalah hukuman mati, tetapi itu paling tinggi. Kenyataannya tidaklah demikian, hukuman bagi pelaku pembunuhan biasanya beberapa tahun sampai belasan tahun. Hanya kasus pembunuhan yang sangat berat saja yang mendapat hukuman mati, itupun tidak langsung dilaksanakan, tetapi ditunda beberapa tahun hingga puluhan. Pelaku pembunuhan mendekam dulu di dalam penjara. Eksekusi sering ditunda karena berbagai alasan, lalu yang terjadilah adalah sikap mendua dan akhirnya menjadi pro kontra di tengah masyarakat.

Sebagian orang, termasuk pegiat HAM, beranggapan hukuman mati melanggar HAM. Janganlah menambah korban lagi dengan melakukan hukuman mati, katanya. Mereka tidak memikirkan HAM orang yang mati dan keluarganya. Bagaimana jika pembunuhan itu terjadi pada dirinya atau keluarganya? Apakah mereka akan memikirkan HAM juga?

Pada kasus-kasus pembunuhan yang berlangsung di pengadilan, sering kita baca atau lihat di TV  keluarga korban tidak kuasa menahan amarahnya melihat pelaku pembunuhan dihadirkan di ruang pengadilan. Mereka merangsek maju untuk melakukan pembalasan yang setimpal  kepada pelaku. Kalau perlu pelaku pembunuhan itu dibunuh saat itu juga. Jika pelampiasan amarah itu tidak berhasil dilakukan, keluarga korban berteriak-teriak kepada hakim untuk menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku.

Yang paling merasakan duka kehilangan akibat pembunuhan adalah keluarga korban. Kita yang bukan bagian dari keluarga itu mungkin bersikap biasa saja karena kita tidak merasakan kepedihan mereka. Nyawa keluarga mereka yang menjadi korban tidak bisa diganti lagi. Rasa kasihan kepada pelaku, kasihan jika dihukum mati, tidak mampu menggantikan nyawa korban.

Hukum Islam tentang pembunuhan sungguh adil. Pelaku pembunuhan tidak langsung dijatuhi hukuman mati. Mereka menjalani sidang pengadilan terlebih dahulu. Jika dari proses pengadilan memang terbukti pelaku melakukan pembunuhan, maka hukumannya adalah hukuman mati (entah dengan cara ditembak, dipancung, atau dihukum gantung). Tujuannya adalah untuk membuat efek jera. Namun, ada kemungkinan pelaku bisa lolos dari jerat hukuman mati. Jika keluarga korban memaafkan pelaku, maka pupuslah hukuman mati. Pelaku pembunuhan cukup membayar diyat (atau uang denda) kepada keluarga korban yang besarnya ditentukan oleh keluarga korban.

Kembali ke kasus pembunuhan supir Go-Car di atas, dapatkah anda mengerti kenapa hukuman bagi pelaku pembunuh Tyas seharusnya juga dihukum mati dengan mengesampingkan perasaan belas kasihan?

Semoga hukum Islam tentang pembunuhan diadopsi menjadi hukum positif di negara kita supaya memenuhi rasa keadilan.

Written by rinaldimunir

April 9th, 2018 at 5:12 pm

Posted in Agama,Indonesiaku

Menuju Haji 2018

without comments

Alhamdulillah, jika tidak ada halangan, saya mendapat undangan menjadi tamu Allah di Tanah Suci Mekkah dan Madinah pada tahun 2018 ini. Setelah menunggu selama enam tahun, akhirnya saya mendapat porsi haji tahun ini. Seperti yang saya tulis pada tulisan tahun 2012 (Bismillaahirrahmaanirrahiim, Memulai Niat ke Tanah Suci), saya mendaftar haji pada awal tahun 2012 dan diperkirakan berangkat pada tahun 2018. Jadi, ada masa enam tahun bagi saya menunggu dapat porsi haji. Saya masih “beruntung” enam tahun, pendaftar sesudah saya beberapa bulan kemudian ada yang harus menunggu 10 tahun. Saya ikut ONH biasa, bukan ONH plus yang waktu tunggunya setahun.

Sekarang ini rata-rata waktu tunggu calon jamaah haji asal Jawa Barat untuk mendapat porsi haji sudah berada di atas 10 tahun, bahkan ada yang 15 tahun. Makin lama Anda menunda mendaftar haji, makin lama pula mendapat porsi haji. Sebaiknya jika Anda mempunyai uang minimal 25 juta, segeralah mendaftar haji ke bank penerima ONH, agar mendapat perkiraan waktu berapa lama menunggu untuk mendapat porsi haji. Entah kalau umur nanti masih sampai…

haji kabah 1

Setelah mendapat kepastian berangkat pada tahun ini (bisa dilihat di website Kemenag Haji), maka langkah selanjutnya adalah memutuskan apakah akan ikut rombongan KBIH (Kelompok  Bimbingan Ibadah Haji) atau haji mandiri (non-KBIH). Ada plus dan minusnya jika ikut KBIH atau non-KBIH. Jika ikut KBIH kita memang harus mengeluarkan uang tambahan sekitar 3,5 juta rupiah (minimal) untuk bimbingan ibadah haji dan lain-lain, sedangkan kalau non-KBIH (istilahnya haji mandiri), tidak perlu keluar biaya lagi. Kelebihan ikut KBIH adalah urusan administrasi kita ke kantor Kemenag sudah diurus oleh KBIH, kita tinggal beres saja, sedangkan kalau non-KBIH maka semuanya harus diurus sendiri.

Bagi orang yang sibuk dan tidak punya banyak waktu, maka ikut KBIH adalah pilihan yang realistis. Selain itu, bimbingan ibadah haji di KBIH sudah dimulai sejak Februari, sedangkan kalau non-KBIH bimbingan haji dilakukan sesudah Idul Fitri sebanyak enam kali (empat kali di KUA kecamatan dan dua kali di tingkat kabupaten/kota). Selebihnya ketika akan berangkat ke embarkasi  haji dan selama di Tanah Suci sama saja antara jamaah KBIH dan non-KBIH, dalam arti konsumsi dan akomodasi diurus oleh Pemerintah, begitu juga jamaah mendapat pembimbing ibadah haji per kelompok (jika ikut KBIH maka pembimbing hajinya dari KBIH).

Setelah mempertimbangkan banyak hal, maka akhirnya saya memilih ikut KBIH. Saya memilih sebuah KBIH yang kantornya di sekitaran Gedung Sate – Masjid Istiqamah Bandung dan sudah saya kenal reputasinya. Saya berangkat haji sendiri, istri saya sudah haji pada tahun 2011. Oh iya, kita harus memastikan bahwa KBIH yang kita pilih adalah KBIH yang legal dan terdaftar di Kemenag serta sudah dikenal reputasinya. Reputasi ini bisa kita cari di Internet atau dari cerita orang lain. Sudah sering kita dengar kisah pilu jamaah haji yang ditelantarkan KBIH-nya di Tanah Suci, maka jangan sampai terulang lagi kisah sedih demikian.

Bimbingan ibadah haji di KBIH sudah dimulai sejak Februari, tetapi saya baru ikut pada bulan Maret. Agak terlambat juga saya ini, tetapi untunglah masih berupa materi teori dan belum praktek manasik haji. Praktek manasik haji akan dilakukan pada bulan Juli nanti dimana calon jamaah haji menginap selama dua hari satu malam di sebuah tempat.

Bulan-bulan sebelum keberangkatan, maka bebarapa tindakan yang harus kita lakukan sendiri (tidak diurus oleh KBIH) adalah medical check-up dan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas. Pemeriksaaan kesehatan di Puskesmas hanya bisa dilakukan jika kita sudah melakukan full medical check up di klinik kesehatan. Hasil medical check up inilah yang harus dibawa ke Puskesmas.  Pemeriksaan kesehatan di Puskemas diperlukan untuk memastikan apakah calon jamaah haji dinyatakan cukup sehat untuk berangkat haji. Hasil pemeriksaan kesehatan ini menjadi rujukan boleh tidaknya kita melunasi setoran haji. Seperti diketahui ibadah haji memakan waktu sekitar 40 hari dan memerlukan ketahanan fisik dan kesehatan yang baik. Jika mengidap penyakit beresiko tinggi (penyakit jantung, stroke, diabetes, ashtma, gagal ginjal, dll) maka kita tidak disarankan untuk berangkat haji sampai menunggu kita sudah sehat betul.

Saya melakukan  full medical check up di sebuah klinik medis yang terkenal di kota Bandung. Pemeriksaan meliputi darah, urin, paru-paru, dan jantung. Dari sampel darah dan urin akan diukur kadar gula darah, kolesterol (HDL dan LDL), trigliserida, HB, golongan darah, dan kadar asam urat. Untuk paru-paru maka kita difoto rontgen, sedangkan pemeriksaan jantung menggunakan tes EKG untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada jantung. Biaya full medical check up ini sekitar 1,2 juta rupiah. Sempat terjadi “drama” yang membuat saya shock, yaitu hasil EKG jantung saya ternyata salah, yang seharusnya normal (insya Allah) tetapi ditulis “suspect OMI dan CLV” (lupa saya singkatannya). Saya sempat harus dirujuk ke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut, tetapi sebelum saya ke RS, pihak klinik menelpon kalau hasil EKG saya tertukar dengan diagnosa pasien lain. Masya Allah, bagaimana bisa sebuah klinik medis besar dan terkenal sungguh teledor memberikan hasil tes yang bukan sebenarnya. Mereka beberapa kali minta maaf atas kesalahan tersebut, tetapi permintaan maaf tersebut tidak mampu menghilangkan rasa shock saya selama beberapa hari yang membuat saya tidak bisa tidur dan merasa cemas. Saya anggap kejadian ini ujian kesabaran sebelum menunaikan ibadah haji. Astaghfirullah.

Hasil pemeriksaan medical check up ini lalu saya ke Puskesmas di Jalan Salam. Karena saya ikut KBIH, maka Puskesmasnya sudah ditentukan, jadi tidak bisa di sembarang Puskesmas. Di Puskesmas itu hasil medical check up  itu dibaca oleh dokter. Ada beberapa pertanyaan yang harus kita jawab, misalnya pernah mendapat sakit apa saja, pernah diopname, riwayat kesehatan keluarga (orangtua), selain itu juga diukur berat dan tinggi badan. Setelah dokter Puskesmas memastikan saya sehat, maka data saya dimasukkan ke Siskohat (betul namanya demikian?) secara daring. Data ini dikirim ke Dinas Kesehatan kota Bandung untuk disetujui. Kita mendapat surat yang disebut surat Istitoah yang menyatakan kita sehat dan boleh untuk beribadah haji.

Nah, langkah selanjutnya adalah tindakan vaksinasi meningitis. Calon jamaah haji harus disuntik meningitis di Puskesmas yang ditunjuk. Rencananya saya akan disuntik besok. Selanjutnya pada tanggal 28 April nanti semua calon jamaah haji dari beberapa KBIH yang bekerjasama dengan Puskesmas Salam harus ikut tes kebugaran, yaitu lari keliling lapangan di GOR Saparua di Jalan Banda. Mungkin tes ini untuk mengetahui kebugaran jamaah, sebab sebagian besar ibadah haji adalah berjalan kakid ari suatu tempat ke tempat lain.

Kewajiban lain yang harus diurus sendiri adalah melunasi setoran ONH di bank penerima yang ditunjuk. Tahun ini besaran ONH adalah sekitar 35 juta rupiah lebih dua ratus ribu. Pada waktu mendaftar pertama kali kita harus menyetor 25 juta rupiah, jadi kekurangannya sekitar 10 juta lagi. Pelunasan setoran ONH ini menjadi bukti bahwa kita jadi berangkat tahun ini, jika tidak melunasi maka tertunda pada tahun selanjutnya dan porsi kita diambil dari waiting list berikutnya. Pada saat pelunasan di bank kita harus  membawa buku tabungan, BPIH asli, pas foto yang cukup banyak (3 x 4 dan 4 x 6 masing-masing lima lembar), materai 6000, dan surat Istitoah dari Puskesmas.  Nantinya, bukti pelunasan setoran ONH kat bawa ke KBIH, lalu KBIH yang mengurus pendaftaran final ke kantor Kemenag. Disarankan Anda menyiapkan pas foto sebanyak mungkin (sdkeiatar 50 lembar) karena untuk pendaftran akhir di Kemenag kita diminta foto 25 lembar lagi.

Jika semua sudah beres, maka kita tinggal menunggu waktu keberangkatan, apakah pada gelombang pertama atau pada gelombang kedua. Jamaah haji gelombang pertama langsung menuju Madinah (umrah dulu baru haji), sedangkan jamaah haji gelombang kedua langsung ke Mekah (haji dulu baru umrah). Kepastian waktu berangkat baru nanti kita ketahui pada saat bulan Ramadhan. Diperkirakan jamaah haji mulai berangkat setelah tanggal 20 Juli 2018. Sambil menunggu waktu keberangkatan tiba, maka perbanyaklah membaca buku bimbingan ibadah haji, dan yang paling penting adalah selalu menjaga kesehatan fisik dan mental, menjaga agar tubuh selalu bugar, sebab ibadah haji itu adalah ibadah yang berat.

Insya Allah, aku akan datang memenuhi panggilan-Mu nanti ya, Allah.

Written by rinaldimunir

April 3rd, 2018 at 3:43 pm

Posted in Agama,Pengalamanku

(via https://ift.tt/2ELYmw5)

without comments

(via https://open.spotify.com/track/4WPxDW0bwpbNOmMmaMr97G) via https://ift.tt/2GsRmEg

Written by Veriyanta Kusuma

April 1st, 2018 at 2:16 pm

Posted in Uncategorized

I was invited to join Chingay Parade 2018 full rehearsal night….

without comments

I was invited to join Chingay Parade 2018 full rehearsal night. It’s part of Chinese New Year celebration showing the multicultural Singapore. Seeing this festive part of Singapore was something new to me. Thanks @phonenomenon for the invitation. ?? #singapore #chingay2018 #parade #carnival (at F1 Pit Building) via https://ift.tt/2GtThsh

Written by Veriyanta Kusuma

April 1st, 2018 at 2:16 pm

Posted in Uncategorized

Going through time machine. This building looks super classic…

without comments

Going through time machine. This building looks super classic from outside, but it hosts a bunch of hip restaurants. #singapore #architecture #chijmes (at CHIJMES) via https://ift.tt/2H3ecDK

Written by Veriyanta Kusuma

April 1st, 2018 at 2:16 pm

Posted in Uncategorized