if99.net

IF99 ITB

Archive for January, 2017

Kalau ke Bandara, Bawalah Makanan Sendiri

without comments

Sudah seringkali kita mendengar cerita orang-orang yang “dicekik” harga tak wajar ketika makan di Bandara. Semua orang tahu kalau harga makanan di Bandara tak terkira mahalnya. Mungkin karena pajak atau sewa ruangan di Bandara yang mahal maka pemilik restoran sungguh semena-mena menetapkan harga yang mahal untuk jualannya.

Ini cerita yang saya peroleh dari seorang fesbuker. Di bandara Cengkareng dia melihat seorang bapak dengan istri dan dua orang anak,  yang tampaknya datang dari kampung,  masuk ke sebuah rumah makan semacam “warung tegal” ketimbang masuk ke restoran cepat saji atau waralaba yang populer.  Setelah makan dengan menu masing-masing dan ditambah minuman ringan, betapa kagetnya sang kepala keluarga ketika harus membayar total harga makanan dan minuman sebesar 395 ribu rupiah.  Hampir tidak percaya dia, semacam warung tegal di Bandara menjual makanan dengan harga yang tidak kira-kira mahalnya. Sebagai perbandingan, soto betawi di rumah makan itu harganya seporsi kecil saja sudah 70 ribu rupiah.

Betapa mahalnya, betapa bangsa kita tidak tahu malu mengeruk saku pengunjung dengan harga yang tidak sebanding dengan kualitas dan kuantitas makanan yang dijual. Parahnya lagi, tidak ada daftar harga di dalam menu, baik di meja maupun yang ditempel di dinding sehingga pengunjung yang masuk akhirnya merasa tertipu setelah selesai makan.

Cerita teman saya di Bandara Cengkareng juga tidak jauh beda. Di area parkir mobil pribadi ada sebuah kafe bernama kafe N. Karena sudah lelah dan lapar setelah terbang sekian jam, dia dan temannya makan di kafe itu. Seporsi nasi dan ayam, seporsi nasi dan rawon, serta minuman teh total harganya Rp225.000. Rinciannya, nasi ayam Rp80.000, nasi rawon Rp115.000, dan teh Rp30.000.  Alamak, rawon macam apa yang harganya 115 ribu? Nasi ayam macam mana yang harganya mencapai 80 ribu?

Tidak karu-karuan. Harga makanan di bandara negara kita jauh lebih mahal daripada di bandara Changi atau Kualalumpur. Di Bandara Minangkabau Padang saya juga terkaget-kaget ketika makan soto Padang semangkuk kecil plus nasi di restoran di dalam bandara harganya Rp45.000. Sudahlah rasa sotonya tidak enak, dagingnya seencrit, mahal pula. Bah, kapok saya makan di sana lagi.

Maka, menyikapi harga makanan yang tidak wajar di Bandara, sebaiknya kita membawa makanan sendiri dari rumah atau dari luar bandara. Bersih, sehat, dan murah, serta tidak membuat sakit hati. Saya sendiri selalu begitu, hampir selalu bawa nasi dari rumah. Saya tidak malu makan di ruang tunggu atau di kursi bandara. Ini makanan saya sendiri, kenapa harus malu. Di luar negeri sudah biasa orang menikmati sandwhich-nya atau memakan bekalnya sambil duduk membaca di ruang tunggu bndara. Jika pun terpaksa makan di restoran, pilihlah restoran waralaba yang sudah populer, karena harga makanannya selalu sama di mana saja, baik di bandara maupun di luar bandara.


Written by rinaldimunir

January 31st, 2017 at 5:21 pm

Yang Dibutuhkan Anak-Anak Muda adalah Akses Internet dan Colokan Listrik

without comments

Lihatlah tempat-tempat makan anak-anak muda di Bandung pada malam hari, seperti kafe, kedai nasi goreng, kedai pasta, kedai ramen, dan warung makan kekinian yang lagi ngetrend seperti warung Upnormal. Tempat-tempat itu selalu penuh dengan pengunjung yang rata-rata anak-anak muda seperti pelajar dan mahasiswa. Mereka tidak hanya sekedar makan lalu pulang, tetapi betah berlama-lama di sana, berkumpul bersama teman-temannya, ngobrol, atau membicarakan rencana kegiatan.

upnormal

Sebuah warung kekinian yang setiap malam selalu penuh pengunjung, yang umumnya anak-anak muda

Sambil makan dan ngobrol, tangan-tangan mereka tidak pernah lepas dari gawai (gadget), terutama smartphone. Sambil  asik dengan gawainya, sambil sesekali menimpali obrolan temannya. Sebagian yang lain asyik menatap laptop, mungkin sedang berselancar di dunia maya atau bermain game. Piring-piring makan, gelas, dan botol minuman ringan masih berserakan di meja mereka.

Mengapa mereka betah berlama-lama di tempat makan tersebut? Padahal menu makanan di dalamnya biasa-biasa saja, selain itu beberapa kedai agak mahal harganya. Tak lain karena kedai makan tersebut menyediakan wifi untuk mengakses intenet. Selain akses internet, warung makan juga menyediakan colokan listrik. Jadi, jika batere gawai atau laptopnya habis, mereka tidak perlu kemana-mana untuk mengisi ulang batere.

Di zaman internet seperti ini orang-orang tidak lepas dari gawainya. Penyebabnya, pertama karena ada games, kedua karena ada media sosial dan jejaring pertemanan (social network). Anak-anak muda adalah konsumen terbesar produk games yang beraneka ragam dan dapat diunduh secara gratis dari Playstore. Mereka juga adalah pengguna terbesar media sosial seperti blog, YouTube, Instagram, Plurk, dan jejaring pertemanan yang populer seperti Facebook, Line, Path, Whatsapp. Tipikal orang Indonesia adalah senang mengobrol. Sejak ada media sosial dan jejaring sosial, obrolan pun berpindah secara daring (online).

Untuk semua hal tersebut di atas diperlukan akses internet, maka kedai-kedai makan itu menangkap peluang dengan menyediakan wifi yang dapat diakses secara gratis oleh pengunjungnya. Itu adalah daya tarik buat kedai mereka. Nah, berlama-lama menggunakan gawai tentu akan menghabiskan daya batere, maka colokan listrik yang cukup banyak adalah kebutuhan penting berikutnya yang harus ada di sebuah kedai. Kedua item tersebut menjadi alasan mengapa kedai-kedai itu selalu ramai.

Jadi, yang dibutuhkan oleh anak-anak muda zamans ekarang adalah dua: pertama akses internet, kedua colokan listrik. Siapa yang bisa membaca kebutuhan itu, maka kedainya akan didatangi anak-anak muda.


Written by rinaldimunir

January 19th, 2017 at 4:31 pm

Posted in Seputar Bandung

Bandara Sepinggan Balikpapan, Mal di dalam Bandara atau Bandara di dalam Mal?

without comments

Sebagai orang yang suka mengamati bandara, saya cukup surprise ketika mendarat dan berangkat di Bandara Sepinggan yang baru di Balikpapan, Kalimantan Timur. Bandara  megah yang diresmikan semasa Menteri Perhubungan Ignatius Jonan itu terbilang unik, sebab mengambil konsep bandara yang menyatu dengan pusat perbelanjaan (mal).

sepinggan1

Bandara Sepinggan yang baru di Balikpapan

sepinggan2

Terminal keberangkatan

sepinggan8

Lift

sepinggan3

Ruang check-in yang terbuka

Kita akan merasa tidak sedang berada di dalam bandara, tetapi di dalam mal. Suasana di dalam bandara mirip dengan mal. Ada sejumlah eskalator dari satu lantai ke lantai lainnya. Suasana mal semakin terasa dengan keberadaan sebuah supermarket terkenal, seperti yang diperlihatkan pada foto yang saya jepreyt di bawah ini.

sepinggan4

Eskalator dengan suasana mal

sepinggan6

Promosi produk di dalam mal

sepinggan5

Supermarket Matahari

sepinggan7

Pintu Gate

Jadi, tidak salah jika saya menyatakan bahwa bandara ini di dalam sebuah mal atau mal di dalam sebuah bandara.?

Alhamdulillah, negara kita sekarang memiliki banyak bandara megah yang tidak kalah dengan bandara modern di luar negeri. Sebut saja Bandara Kualanamu Medan, Bandara Ngurah Rai Denpasar,  Bandara Djuanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Pelembang, Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, dan Bandara Sepinggan Balikpapan.


Written by rinaldimunir

January 10th, 2017 at 3:33 pm

Posted in Cerita perjalanan

Jembatan Layang Antapani yang Cantik

without comments

Masih ingat dengan tulisan saya yang berjudul Berharap banyak pada jembatan layang Antapani? Akhir tahun 2016 jembatan layang tersebut sudah selesai dibangun dan mulai  tanggal 2 Januari 2017 kemarin sudah digunakan. Pembangunannya tergolong cepat, hanya 6 bulan saja, dan biaya pembangunannya “hanya” 40 milyar. Normalnya, untuk jembatan layang yang sama membutuhkan waktu pembangunan satu tahun dan biaya 100 juta, tetapi dengan teknologi baja bergelombang jembatan layang ini hemat waktu dan biaya pengerjaan hingga 50%.

Menariknya lagi, jembatan layang ini dibalur dengan seni sehingga terlihat cantik dan menarik. Di sepanjang dinding luar dan dinding dalamnya diilapisi lukisan mural mozaik. Mural mozaik ini terbuat dari bahan keramik sehingga terlihat mengkilap bila terkena cahaya. Mural mozaik ini karya seniman lulusan FSRD ITB yang dikenal dengan nama John Mart. Berikut foto-fotonya:

 

antapani1

antapani2

antapani6

antapani3

antapani4

antapani5

Menurut saya, ini jembatan layang tercantik yang pernah saya lihat. Bandung sebagai kota seni maka  wajar semua infrastruktur  di dalam kotanya diberi sentuhan seni. Hal ini  tentu tidak lepas dari peran Walikota Bandung, Ridwan Kamil, yang kreatif.

Mungkin jembatan layang Antapani ini akan menjaid ikon baru di kota Bandung. Saya berharap tidak ada aksi vandalisme yang mencorat-coret tembok jembatan layang ini dengan tulisan dari cat semprot. Jangan di-pylox ya….


Written by rinaldimunir

January 6th, 2017 at 4:43 pm

Posted in Seputar Bandung

Kasih Ibu Kucing

without comments

Kucing adalah hewan kesayangan Rasulullah. Saya suka dengan kucing meskipun tidak memeliharanya di rumah. Suatu hari ketika mengunjungi saudara di Jakarta, saya memperhatikan seekor induk kucing yang selalu dibuntuti anak-anaknya. Kemanapun ia pergi, anak-anaknya yang berjumlah empat ekor selalu mengikutinya. Anak-anak kucing itu sudah agak besar namun mereka belum mau berpisah dengan ibunya. Belum mau mandiri. Induknya pun juga belum menunjukkan tanda-tanda untuk menolak kehadiran  anaknya agar seger hidup mandiri. Sepertinya ikatan jiwanya dengan anaknya masih belum bisa diputus begitu saja.

Ketika anak-anak kucing itu lapar, dia tidak sulit mencari makan, segera saja mereka merunduk ke bagian bawah tubuh ibunya, mencari puting susu ibunya, dan mulailah dia nenen ASI kucing. Ibu kucing itupun merebahkan badannya ke lantai agar anak-anaknya leluasa menyusu.

kucing2

Anak-anak kucing itu sangat menikmati mengisap ASI dari ibunya. Matanya sampai terpejam-pejam. Kadang-kadang kedua kaknya ditekan-tekan ke tubuh ibunya seolah-olah memberi tekanan agar ASI lancar keluar. Ibu kucing pun sangat menikmati ASI-nya diisap oleh anak-anaknya, sampai-sampai dia tertidur di lantai.

Saya amati ada satu ekor anak kucing yang tubuhnya lebih besar dari anak kucing yang lain. Anak kucing yang besar itu berbulu hitam. Kata saudara yang saya kunjungi itu, anak kucing yang berbulu hitam adalah anak dari kehamilan sebelumnya. Jadi anak-anak kucing lain yang berbulu putih adalah adik-adiknya. Meskipun anak kucing berbulu hitam ini sudah besar dan seharusnya sudah mencari jalan hidupnya sendiri, namun dia juga masih ikut-ikutan mengisap ASI ibunya, masih mengikuti ibunya kemanapun dia pergi. Induk kucing itu pun tidak melarang atau mengusir anaknya yang berbulu hitam untuk ikut-ikutan menyusu, yang seharusnya adalah hak adik-adiknya. Bahkan, kata saudara saya itu, anak kucing lain yang bukan anaknya sendiri juga diterima untuk ikut mengisap ASI-nya.

kucing1

Subhanallah. Maha Suci Allah. Maha Besar Dia. Dia tunjukkan pemandangan ini sebagai i’tibar kepada manusia. Bahwa, ibu kucing saja begitu besar cinta kasih kepada anak-anaknya, bahkan kepada anak kucing lain yang bukan anaknya sendiri. Apalagi manusia ya, seharusnya lebih besar lagi kasihnya untuk menyayangi anak-anaknya.

Begitulah pelajaran yang ditunjukkan Tuhan kepada saya siang itu di Jakarta,


Written by rinaldimunir

January 5th, 2017 at 11:49 am

Posted in Pengalamanku