if99.net

IF99 ITB

Archive for March, 2016

Lampu Sen ke Kiri tapi Beloknya ke Kanan

without comments

Seorang teman bercerita, kalau dia sedang mengendarai mobil lalu di depannya ada ibu-ibu yang mengendarai motor, maka dia harus ekstra hati-hati. Kenapa? Karena lampu sen yang dinyalakan ibu-ibu itu sering tidak sinkron, dia lampu sen kirinya, tapi beloknya ke kanan, atau sebaliknya. Jika sudah demikian, maka bisa celaka, katanya sambil tertawa. Mungkin kira-kira kejadiannya seperti karikatur di bawah ini (sumber dari akun Facebook ini):-).

lampu-sen

Sejak motor teknologi matic berkembang pesat, banyak kaum perempuan memakai sepeda motor. Praktis, sebab untuk motor matic cuma perlu mengatur gas dan rem saja. Belajar beberapa jam saja sudah langsung mahir menggunakan motor. Di jalan-jalan pemukiman sudah menjadi pemandangan biasa melihat ibu-ibu mengemudikan sepeda motor untuk mengantar anak sekolah, pergi belanja ke swalayan, dan sebagainya.

Sampai di sini masih aman-aman saja, karena jalan pemukiman tidak begitu ramai. Namun kalau sudah berada di jalan besar perlu kehati-hatian karena lampu sen adalah penanda bagi kendaraan di belakang untuk menyesuaikan kecepatan dan arah bagi motor yang mau belok. Kalau banyak melamun di jalan, maka seringkali lampu sen tidak sinkron dengan arah belokan.

Namun kejadian ketidaksinkronan lampu sen dengan arah belokan tidak selalu kasusnya ibu-ibu. Bapak-bapak juga ada, penyebabnya pasti karena melamun. Justru yang lebih berbahaya adalah jika motor dikendarai oleh anak-anak. Anak-anak sekarang sudah pandai mengendarai motor. Lihatlah di jalan-jalan, anak-anak yang masih SD saja sudah mahir bermotor. Anak-anak ini cenderung tidak tahu aturan. Dia belok tapi tidak menyalakan lampu sen, maka kendaraan yang di belakang pasti mengerem mendadak untuk menghindari tabrakan. Jika sudah begitu, maka yang keluar adalah kata umpatan dan makian dari pengendara di belakang.  Oleh karena itu, jangan izinkan anak-anakmu membawa motor ke jalan sebelum dia punya SIM.


Written by rinaldimunir

March 29th, 2016 at 2:45 pm

Posted in Gado-gado

Nilai Sosial Buah Manggis Pinggir Jalan

without comments

Bulan Maret ini adalah saatnya musim buah manggis di Bandung. Pedagang manggis kaki lima menggelar dagangan buah manggis di pinggir-pinggir jalan. Selain menggunakan meja-meja di jongko kakilima, banyak pula pedagang berjualan manggis menggunakan mobil bak terbuka. Buah manggis itu didatangkan dari Kabupaten Tasikmalaya.

manggis

Buah manggis di jongko kaki lima

Pedagang buah manggis di pinggir jalan yang saya lewati menawarkan manggis Rp15.000/kg, jika dua kilo maka harganya Rp25.000. Di koran lokal pagi hari saya membaca iklan sebuah supermarket yang menawarkan buah manggis Rp11.250/kg, jika dua kilo harganya tentu dua kalinya, yaitu Rp22.500. Lebih murah dari pedagang kaki lima.

Pilih yang mana? Manggis pedagang kaki lima atau manggis di supermarket itu? Saya pilih membeli buah manggis pedagang kaki lima tadi. Memang harganya sedikit lebih mahal dari supermarket, tapi tak apalah.

Tidak salah membeli di supermarket, juga tidak salah membeli dari pedagang kecil. Ini soal pilihan saja. Namun, membeli dari pedagang kecil itu ada nilai sosial dan nilai ibadahnya, yaitu sekalian untuk membantu kelangsungan hidup dan usaha mereka.

Pedagang besar sudah biasa menikmati untung besar, mereka berdagang untuk meraih untung sebanyak-banyak. Sebaliknya bagi pedagang kecil, mereka berjualan untuk bertahan hidup. Jangan selalu belanjakan uangmu di supermarket yang nyaman, bagilah untuk para pedagang kecil seperti pedagang kaki lima. Insya Allah barokah.


Written by rinaldimunir

March 28th, 2016 at 4:44 pm

Posted in Gado-gado

Beda Antara Paris dan Ankara

without comments

Bom kembali meledak di bandara dan stasiun kereta api di Brussel (Belgia) kemarin dalam aksi serangan bunuh diri yang menewaskan puluhan orang dan ratusan lainnya luka-luka. Sungguh ini perbuatan keji, karena orang-orang tidak bersalah menjadi korban. Dunia kembali tersentak setelah aksi serangan terorisme yang memakan banyak korban di Paris bulan November tahun lalu.

Paris? Ya, dunia lebih banyak mengingat peristiwa bom Paris ketimbang aksi bom di tempat lainnya. Hampir semua pemimpin dunia menyuarakan kecaman, kutukan, sembari mendoakan Perancis agar tetap kuat. Jagad maya pun ikut heboh. Di jagad maya tagar #PrayForParis dengan cepat menyeruak sebagai bentuk simpati kepada Perancis. Netizen memasang gambar bendera Perancis menjadi  foto profilnya sebagai tanda ikut berduka cita.

Namun, reaksi warga dunia, khususnya penduduk jagad maya, sangat berbeda ketika aksi terorisme melanda Ankara, Turki. Selama dua bulan berturut-turut Turki dilanda aksi terorisme. Dua ledakan besar melanda ibukota Turki, Ankara. Puluhan orang tewas dan luka-luka. Tidak ada tagar #PrayforAnkara di jagad maya, seakan-akan peristiwa bom di Ankara adalah peristiwa biasa saja. Padahal Turki juga negara Eropa, seperti halnya Perancis. Presiden Jokowi pun tidak pernah menyampaikan kicauan duka cita di akun Twitter-nya terkait bom Ankara. Ini sangat berbeda ketika bom di Paris dan Brussel, Presiden Jokowi dengan cepat memberikan reaksinya.

brussel

Reaksi yang berbeda ini mungkin karena Turki adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Jika korban aksi terorisme adalah warga muslim, maka dunia tidak terlalu peduli, sebagaimana ketidakpedulian ketika aksi bom dan terorisme menyasar di Irak, Afghanistan, Pakistan, Palestina, dan lain-lain. Sedangkan peristiwa bom di Paris dan Brussel mendapat simpati dan reaksi berbeda karena korbannya adalah warga Eropa dan pelakunya diduga berkaitan dengan dunia Arab.

Begitulah. Tidak ada yang begitu mempedulikan peristiwa keji di Turki dan di negara-negara muslim lainnya. Mereka yang menjadi korban mungkin hanya dihitung secara statistik saja, lalu sesudah itu dilupakan.

Kita mengutuk aksi terorisme di manapun. Korbannya adalah rakyat tidak berdosa. Siapapun pelakunya, sungguh keji perbuatannya. #PrayforParis, #PrayforAnkara, #PrayforBrussel, #PrayforGaza, #PrayforPalestina, #PrayforIrak, #PrayforAfghanistan, dan di manapun di dunia ini #pray untuk kemanusiaan.


Written by rinaldimunir

March 23rd, 2016 at 4:03 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Orang Miskin akan Menuntun Tanganmu ke Surga

without comments

Sebuah posting bagus yang saya terima pagi ini. Isinya inpsiraif dan menggugah iman kita. Saya bagikan dulu ya sebelum saya komentari di bawahnya. Terima kasih buat penulisnya (yang tidak diketahui siapa orang yang pertama kali mengirimnya, karena begitu cepat menyebar di jejaring sosial).

~~~~~~~~~~

“JANGAN TAKUT DIMINTA TOLONG”

Ada seorang teman datang berkunjung ke sebuah perusahaan, pas dia melewati pintu gerbang melihat tulisan,
“Tidak Menerima Permintaan Sumbangan dari Pihak Mana pun.”

Teman yang juga seorang motivator tersebut, langsung berkomentar kepada si pemilik perusahaaan….
“Ganti Pak tulisan ini…”
“Ganti sama apa?”
“Ganti dengan: ‘Siapa pun yg butuh sumbangan, silakan kemari aja.’ “

Tentu saja komentar itu disambut dengan tawa.
“Nanti pada dateng dong minta sumbangan.”
“Biarin aja. Itu kan tandanya rezeki. Semakin banyak yg dateng, maka semakin banyak rezeki. Lagian, enggak mungkin Allah mempertemukan yang susah dengan kita, kalau kita enggak bisa bantu. Jadi kalau didatengin sama yang susah, itu tandanya Allah sudah mempersiapkan kita untuk bisa membantu.”

Banyak orang takut didatengin orang susah. Karena seringkali logika berpikirnya, mereka yg butuh, bakal ngerepotin. Padahal, kita yang butuh mereka.

Suatu hari Rasulullah memberitahu para sahabatnya, bahwa orang2 miskin nanti akan memiliki kekuasaan. Sahabat bertanya, “Kekuasaan apa ya Rasul?”
Rasulullah menjawab,”di hari kiamat, nanti akan dikatakan kepada mereka, tariklah mereka yang pernah memberimu makan walau sesuap, minum walau seteguk, pakaian walau selembar. Peganglah tangannya dan tuntunlah ke surga.” Masya Allah!!!

Dan salah satu kekuatan orang susah, orang miskin, orang yg terdzalimi, doanya makbul dan cepat dikabulkan.

Semoga kita tergolong insan mukmin yang gemar dan mudah menolong.

~~~~~~~~~~~~

Saya pribadi memiliki pengalaman yang juga dialami oleh kebanyakan orang, yaitu selalu didatangi oleh peminta sumbangan, pengamen, peminta-minta, maupun orang kesusahan lainnya. Insya Allah selalu ada saja rezeki saya buat mereka. Tidak perlulah kita pelit memberi kepada orang yang kesulitan hidup.

Terhadap peminta sumbangan yang mengatasnamakan anak yatim, pondok pesantren, panitia pembangunan masjid, yayasan pengampu anak cacat, dan sebagainya, mungkin ada perasaan berat hati untuk memberi mereka sekedar uang. Mungkin sebagian kita berpikir, apakah ini benar? Apakah ini penipuan? Akibatnya sebagian orang enggan untuk mengeluarkan uangnya, paling-paling hanya mengucapkan “maaf”. Kalau saya sih saya beri saja, perkara mereka bohong atau tidak benar, itu urusan mereka dengan Allah saja. Niat saya  bersekah dan beramal sholeh. Saya sengaja memberikan uang itu di depan anak-anak saya, dengan harapan kelak mereka menjadi orang pengasih dan penyayang kepada orang lain.

Di pintu rumah beberapa warga atau pintu kantor sering saya temui stiker yang berbunyi mirip seperti posting-an di atas: “TIDAK MENERIMA PERMINTAAN SUMBANGAN DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN KETUA RT”., atau “DI SINI NGAMEN GRATIS”. Secara tidak sadar mereka sudah menutup pintu rumahnya dari orang-orang miskin. Padahal kalau kita mengimani hadis Rasulullah di atas, justru kitalah yang membutuhkan orang miskin, bukan mereka yang butuh kita. Di akhirat nanti tangan orang miskin yang pernah kita beri bantuan akan menarik tangan kita ke surga.


Written by rinaldimunir

March 21st, 2016 at 10:58 am

Posted in Agama,Kisah Hikmah

Kiriman Rendang Pensi Singkarak

without comments

Beberapa hari yang lalu kakak perempuan saya di Padang mengirim paket rendang pensi. Tau pensi? Orang Minang pasti tahu makanan yang satu ini. Pensi adalah sejenis tiram/kerang air tawar yang hanya ada di Danau Singkarak dan Danau Maninjau, Sumatera Barat. Orang Minang mengolah pensi ini menjadi berbagai macam lauk, salah satunya rendang pensi yang dikirim oleh kakak saya itu. Selain pensi, Danau Singkarak juga terkenal dengan hasil tangkapan berupa ikan endemik khas danau yang bernama ikan bilih.

DSC_1530 (1)

Rendang pensi, kiriman dari Padang

Pensi dimasak dengan santan dan bumbu-bumbu seperti cabe, bawang, daun serai (sereh), laos, jahe, daun ruku-ruku, daun jeruk, dan lain-lain. Cara memasaknya mirip seperti memasak rendang. Lebih enak lagi dicampur dengan kacang berukuran besar yang kalau di Padang dinamakan kacang pagar.

Awalnya sebelum menjadi rendang masih berupa gulai yang dinamakan gulai pensi. Biasanya yang dimasak adalah daging tiramnya saja, sedangkan cangkangnya dibuang. Nah, dalam bentuk gulai pensi saja sudah menerbitkan air liur, seperti gambar di bawah ini (Sumber gambar gulai pensi dari sini):

gulai pensi

Gulai pensi 

Almarhumah ibu saya dulu sangat pandai memasak gulai pensi. Ibu kami berasal dari daerah Solok. Danau Singkarak itu sebagian berada di Kabupaten Solok, sehingga orang Solok sangat kenal dengan pensi ini. Sekarang kemahiran memasak pensi itu dilanjutkan oleh kakak saya di Padang. Pensi yang dikirimnya itu dalam bentuk rendang agar awet jika dikirim ke tempat yang jauh.

Saya menjadikan rendang pensi itu sebagai bekal makan siang di kampus. Ini dia bekal makan siang berupa nasi, rendang pensi, dan tentu saja samba lado.

934849_1060444320690259_8659086415320729305_n

Bekal makang siang dengan rendang pensi

Jika anda nanti singgah ke Danau Singkarak atau Danau Maninjau, jangan lupa membeli oleh-oleh berupa pensi yang sudah diambil dagingnya (tanpa cangkang). Di Pasar Raya Padang juga ada yang menjual pensi, tetapi membeli pensi segar dari pinggir danau lebih disarankan. Pedagang mejualnya dalam takaran liter atau kilogram.

2-pensi

Pensi. (Sumber gambar dari http://www.izzawa.com/2015/08/cemilan-pensi.html)

Tiba di rumah nanti bisa diolah menjadi aneka masakan. Salah satu resep gulai pensi dapat dibaca di sini.


Written by rinaldimunir

March 15th, 2016 at 3:36 pm

Bapak Tua Penjual Amplop Itu Telah Tiada

without comments

Sewaktu mau ke Masjid Salman ITB untuk sholat Jumat tadi, saya tidak melihat Bapak tua penjual amplop. Biasanya setiap hari Jumat dia sudah duduk menunggu dagangan amplopnya di samping pedagang kaki lima yang menjual VCD/DCVD bajakan. Saya bertanya ke pedagang kaki lima yang ada di sana, ke mana bapak penjual amplop?

“Kan sudah meninggal, Pak?”, jawab pedagang kaki lima yang menjual kacamata.

Inna lillaahi. Kapan? “, tanya saya kaget.

“Tiga minggu yang lalu”, kata pedagang tadi.

Beberapa minggu yang lalu saya masih melihatnya, tetapi sudah beberapa Jumat belakangan saya punya jadwal rutin ke ITERA Lampung, sehingga tidak bisa sholat Jumat di Salman.

200120122112

Pak Darta sedang memasukkan 10 bungkus amplop yang saya beli

Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiun. Saya merasa sangat sedih. Saya sesekali masih membeli beberapa amplopnya. Saya lihat orang-orang  yang membeli amplopnya menyerahkan uang tetapi tidak meminta kembalian. Sisanya diniatkan sedekah buat Pak Darta, nama bapak penjual amplop itu. Amplop-amplop yang saya beli darinya sudah menumpuk di dalam lemari, jumlahnya lumayan banyak dan belum pernah saya pakai hingga sekarang.

Bapak tua penjual amplop adalah simbol kegigihan seorang manula yang tidak mau  mencari uang dengan cara mengemis, dia masih setia menjual amplop surat pada zaman orang-orang sudah jarang berkirim surat menggunakan amplop. Cerita perjuangan bapak penjual amplop yang dulu saya tulis sudah menyebar ke mana-mana. Banyak orang tergerak membantunya atau sekedar membeli amplopnya. Di sisa usianya yang sudah senja dia masih diperhatikan. Jazakallah.

Selamat jalan Pak Darta, semoga Allah SWT melapangkan jalanmu, menerima amal sholehmu, dan menempatkanmu di tempat yang terbaik sisi-Nya. Amin.


Written by rinaldimunir

March 11th, 2016 at 2:17 pm

Memotret Kelompok Pro dan Kontra Ahok

without comments

Selama dua tahun ke depan (hingga 2017), linimasa di akun jejaring sosial akan ramai dengan posting tentang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Bakal calon Gubernur DKI yang sudah muncul meramaikan media sejak lama adalah sang petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bakal calon yang lain baru sekedar meramaikan wacana saja, belum pasti juga apakah jadi maju atau tidak.

Meskipun saya dan anda yang membaca tulisan ini bukan penduduk DKI dan tidak memiliki hak pilih, namun Pilgub DKI akan menyita perhatian banyak masyarakat Indonesia, termasuk saya sendiri. Suka atau tidak suka dengan perpolitikan di DKI, emosi dan perasaan kita pun akan larut dalam perdebatan dukung mendukung calon gubernur DKI.

Sejatinya pemilihan Gubernur DKI nanti hanya ada dua kubu: kubu yang mendukung Ahok dan kubu yang kontra Ahok. Menurut hasil survey, kedua kubu ini jumlahnya seimbang, fifty-fifty. Sukar untuk dibantah bahwa nuansa agama dan etnik sangat terasa dalam Pilgub DKI nanti. Seperti kita ketahui, Ahok adalah seorang Kristiani, dari etnis Tionghoa lagi. Suka atau tidak suka, masalah agama atau etnik akan terbawa-bawa di dalam Pilgub DKI nanti. Anda boleh setuju atau tidak setuju dengan pendapat saya ini, tapi itulah realitasnya.

Menurut analisis saya hampir dapat dipastikan bahwa mayoritas pemilih non-muslim atau etnis Tionghoa berada di belakang Ahok.  Indikasinya dapat dilihat pada komentar-komentar di media berita daring atau diskusi-diskusi di jejaring sosial. Dari nama komentator kita dapat menebak agama atau etniknya apa. Alasan mendukung Ahok mungkin beragam, misalnya kinerja Ahok yang dianggap memuaskan, Ahok dianggap pejuang anti korupsi, Ahok jujur, gaya Ahok yang blak-blakan apa adanya, dan sebagainya. Namun sukar untuk dibantah bahwa kesamaan agama atau etnik atau merasa kelompok minoritas adalah alasan berikutnya untuk mendukung Ahok.

Sebaliknya, pemilih muslim terbagi menjadi dua, ada yang mendukung Ahok dan ada pula yang tidak menyukai Ahok. Pemilih muslim yang mendukung Ahok memiliki alasan yang  sama seperti yang saya sebutkan di atas.  Sedangkan pemilih muslim yang tidak mendukung Ahok memiliki berbagai alasan, misalnya karena alasan agama, tidak suka dengan sikap Ahok yang arogan, tidak suka dengan mulut Ahok yang kasar, tidak suka dengan kebijakan Ahok yang melegalisasi miras dan berencana membuat lokalisasi pelacuran, dan sebagainya.

Apapun alasannya, setiap orang berhak memiliki pendapat dan pandangan sendiri. Setiap pemilih di DKI bebas memilih pemimpinnya berdasarkan penilaian obyektif atau subyektif. Toh di dalam bilik suara tidak ada yang dapat mempengaruhi pilihan seseorang. Kalau seorang muslim tidak memilih Ahok karena alasan agama, anda tidak boleh mencapnya SARA, picik, sempit, dan sebagainya. Itu hak mereka. Begitu juga kalau seorang non-muslim memilih Ahok karena faktor agama dan etnik maka anda juga tidak boleh menilainya SARA. Itu hak mereka. SARA bukan untuk diperdebatkan atau dipertetangkan, tetapi SARA adalah fakta yang harus diterima sebagai sebuah realitas di dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.


Written by rinaldimunir

March 10th, 2016 at 4:22 pm

Posted in Indonesiaku

Bakso Haji Sony, Bakso yang Enak di Bandar Lampung

without comments

Sore hari sepulang mengajar di ITERA Lampung Selatan, dalam perjalanan dari kampus menuju mess ITERA, saya dan rekan dosen yang lain singgah dulu di kedai bakso Haji Sony di Bandar Lampung. Menurut cerita dari mulut ke mulut, bakso Haji Sony ini terkenal enak. Haji Sony mempunyai 14 cabang kedai bakso di seluruh Bandar Lampung. Banyak banget!

bakso2

Kedai bakso Haji Sony

Bakso Haji Sony, apa istimewanya? Bakso merupakan jajanan biasa saja, bukan? Kedai dan warung bakso ada di mana-mana di seluruh nusantara. Orang Indonesia suka nge-bakso. Yang membuat saya tertarik adalah cerita dari supir kami bahwa setiap hari Haji Sony memotong dua ekor sapi untuk kebutuhan bakso bagi  semua kedai itu. Ha? Dua ekor sapi hanya untuk bakso? Luar biasa, kata saya. Katanya lagi Haji Sony punya peternakan sapi sendiri untuk memasok kebutuhan daging sapi. Wah, saya yakin baksonya pasti halal nih, karena dimiliki seorang haji, lalu sapinya dipotong sendiri, tentu sesuai dengan syariat agama.

Saya memesan seporsi bakso dengan tambahan bihun. Tadinya mau pakai mie, tapi mie habis, ya sudah pakai bihun saja. Isinya enam biji bakso seukuran bola pingpong. Seporsi itu harganya Rp15.000. Setelah dicoba, tekstur baksonya padat dan sangat terasa dagingnya. Tidak seperti bakso lain yang banyak tepung, bakso ini nggak banyak tepungnya. Rasanya mantap dan yummy. Kuahnya juga enak, sepertinya memakai bumbu lada, ya pasti  lada Lampunglah, karena Lampung adalah daerah penghasil lada. Kuah baksonya lebih mantap lagi jika diberi sambal cabe hijau yang pedas. Hmmm…sore-sore yang nikmat.

bakso1

Semangkok bakso Haji Sony

Sore itu pengunjung tidak padat, mungkin belum waktunya makan malam. Wah, kalau siang atau malam pasti ramai ya?

bakso4

Pengunjung lagi makan bakso

Sewaktu pulang ke Bandung saya membawa bakso Haji Sony sebagai oleh-oleh. Mereka sudah menyiapkan paket-paket bakso. Baksonya sudah dikemas sedemikian rupa sedangkan kuahnya tidak perlu kita bawa dalam bentuk cair. Mereka menyiapkan bumbu untuk kuah bakso. Jadi nggak perlu repot membawa kuah bakso ke dalam kabin pesawat.  Tiba di rumah bumbu ini diencerkan dengan air lalu dididihkan. Bakso pun siap dihidangkan!

Saya rekomendasikan kepada anda untuk mencoba bakso Haji Sony ini jika singgah di Bandar Lampung.


Written by rinaldimunir

March 9th, 2016 at 3:12 pm

Posted in Makanan enak

Menjadi “Dosen Terbang” di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung

without comments

Semester ini saya ditugaskan oleh fakultas saya di ITB untuk ikut membantu pengajaran mata kuliah di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung Selatan. ITERA adalah perguruan tinggi negeri baru yang kelahirannya dibidani oleh ITB (baca tulisan saya terdahulu: Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Menerima Mahasiswa Baru Tahun Ini).

DSC_1476

Gerbang kampus ITERA, dipotret dari dalam mobil pada saat siang yang berawan mendung.

Pada awalnya mahasiswa ITERA masih sedikit jumlahnya. Namun, sejak penerimaan mahasiswa baru ITERA melalui SNMPTN dan SBMPTN, maka sejak tahun lalu jumlah mahasiswanya melonjak drastis, mereka menerima sekitar 500 orang mahasiswa baru angkatan 2015. Tahun 2016 ini penerimaan mahasiswa baru ITERA ditargetkan mencapai 1200 orang. Dari data mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SBMPTN tahun 2015, skor nilai mahasiswa baru ITERA berada pada posisi menengah, artinya kualitas mahasiswa baru mereka cukup baik. Asal propinsi mahasiswa baru paling banyak dari Lampung sendiri, menyusul dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dll. Artinya ITERA sudah mulai diminati oleh calon mahasiswa baru dari berbagai propinsi.

Sebagai  perguruan tinggi negeri baru (sudah 3 tahun usianya), dosen-dosennya masih belum banyak karena formasi penerimaan dosen PNS yang terbatas. Karena ITB memiliki andil dalam kelahiran ITERA, maka dosen-dosen ITB diperbantukan untuk mengajar di sana. Saat ini Rektor ITERA pun berasal dari ITB. Jadi, mahasiswa ITERA tentu merasa bangga karena diajar oleh dosen-dosen ITB :-).

Saya mengajar mata kuliah untuk Program Studi Informatika. Karena faktor jarak yang jauh, maka untuk mencapai Lampung, saya dan dosen-dosen ITB naik pesawat terbang ke Lampung. Dari Bandung ada dua penerbangan langsung setiap hari ke Bandara Radin Inten II di Lampung Selatan, masing-masing dilayani oleh maskapai Xpress Air (pagi hari) dan Wings Air (siang hari). Waktu tempuh pesawat dari Bandung ke Lampung adalah 50 menit. Jika dari Jakarta kita bisa menggunakan Garuda, Sriwijaya, atau Lion Air. Waktu tempuh pesawat dari Cengkareng ke Lampung hanya 30 menit. Ini artinya, akses transportasi ke Lampung bukan menjadi persoalan. Karena terbang untuk mengajar di ITERA  Lampung, maka saya menjulukinya  sebagai “dosen terbang”.

radin inten

Bandara Radin Inten II, bandara baru di Lampung (dulu namanya Bandara Branti)

Menjadi dosen terbang bukan hal yang baru bagi saya. Tahun 2000 saya juga pernah menjadi dosen terbang untuk membantu pengajaran di Progam Studi Informatika, UIN Sultan Syarif Qasim (UIN SUSQA) Pekanbaru. Waktu itu, pembentukan Program Studi Informatika UIN Susqa kurikulumnya diinisiasi oleh Informatika ITB.

Sebagai perguruan tinggi baru, ITERA memang terus membangun infrastruktur. Hingga saat ini sudah terdapat empat gedung baru yang selesai dibangun, yang digunakan untuk ruang kuliah, lab, kantor, dan lan-lain. Berikut penampakan gedung-gedung baru di ITERA.

DSC_1484

Gerbang ITERA dipotret dari dalam kampus. Gerbang ini termasuk bangunan unik, sehingga sering menjadi arena foto pra-wedding.

DSC_1479

Tiga gedung baru di sisi kanan. Di kejauhan satu gedung sedang dibangun

DSC_1487

Sepasang gedung baru, kembar

DSC_1514

Suasana lorong gedung perkuliahan di lantai 2

Lahan kampus ITERA sangat luas, sekitar 300 hektar. Lahan ini disediakan oleh Pemprov Lampung. Katanya lahan ini dulunya milik PTPN. Lahan yang sangat luas ini jika selesai dibangun nanti maka akan menjadi kampus yang paling megah di Sumatera. Oh iya, di belakang lahan kampus sedang dibangun ruas jalan tol yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi. Kelak jalan tol ini menjadi bagian dari jalan tol Sumatera yang membentang dari Lampung hingga ke Aceh. Bisa dibayangkan harga tanah di sekitar ITERA ini akan melonjak naik.

DSC_1488

Lahan kampus yang sangat luas. Di belakangnya terdapat jalan tol yang sedang dibangun

 

Saya mengajar d ITERA hari Jumat dan Sabtu, berhubung waktu saya yang kosong di ITB hanya hari Jumat. Hari Jumat saya ke Lampung, dari bandara saya langsung ke kampus untuk mengajar, lalu disambung keesokan harinya, dan pulang ke Bandung siang harinya. Secara rutin saya ke sana dua minggu sekali. Mudah-mudahan ini bentuk kontribusi saya untuk kemajuan pendidika di ITERA Laampung.

 

 

 


Written by rinaldimunir

March 7th, 2016 at 1:57 pm

Menanti Gerhana Matahari Total (GMT)

without comments

Hari Rabu Tanggal 9  Maret 2016 nanti negara kita dilalui gerhana matahari total (GMT). Pada gerhana matahari total, bayangan bulan menutupi seluruh matahari sehingga bumi menjadi gelap laksana malam. Gerhana matahari adalah peristiwa alam biasa, namun gerhana matahari total tidak terlalu sering melintasi negara kita. Menariknya, tahun ini Indonesia menjadi satu-satunya negara yang dilintasi GMT.

gerhana-matahari-total-bakal-terjadi-di-maluku-utara-hk8AwqX96n

Gerhana matahari total (Sumber: Okezone.com)

Saya teringat pada masa kecil dulu, ketika tejadi gerhana matahari total, kami anak-anak melihat gerhana menggunakan kaca hitam atau melihatnya melalui tempayan yang diisi air. Hal ini karena adanya ketakutan bahwa jika melihat gerhana secara langsung maka mata bisa menjadi buta. Ini tentu saja anggapan yang salah, sebab ketika bayangan bulan sudah menutupi matahari, maka sinar matahari tidak lagi terlihat lagi. Justru ketika bayangan bulan mulai meninggalkan matahari barulah kita tidak boleh melihat gerhana karena sinar matahari mulai keluar dari sekeliling banayanagn bulan. Ini jelas berbahaya. Masyarakat kita perlu diedukasi agar dapat menikmati fenomena alam langka ini.

Tanggal 9 Maret 2016 nanti bertepatan dengan hari libur Hari Raya Nyepi, jadi kita dapat menikmati GMT ini dengan leluasa. Sayangnya tidak semua propinsi dilewati GMT, hanya  10 provinsi  sajayang dilewati mulai dari bagian Indonesia barat hingga timur. Menurut Thomas Djamaluddin, Ketua LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), jalur GMT yang melalui 10 provinsi mulai dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Babel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

GMT kali ini terjadi pada waktu pagi, jadi kayaknya tidak terlalu terasa karena kita baru  saja melewati malam. Dikutip dari sebuah Detik.com, berikut daftar nama daerah dan waktu terjadinya gerhana:

1. Palembang
Durasi gerhana total selama 1 menit 52 detik.
Mulai gerhana matahari: 06.20 WIB
Mulai gerhana matahari total: 07.20 WIB
Berakhir gerhana matahari: 08.31 WIB

2. Belitung
Durasi gerhana total selama 2 menit 10 detik.
Mulai gerhana matahari total: 06.21 WIB
Mulai gerhana matahari total: 07.22 WIB
Berakhir gerhana matahari 08.35 WIB

3. Bangka
Durasi gerhana total selama 2 menit 8 detik.
Mulai gerhana matahari: 06.20 WIB
Mulai gerhana matahari total: 07.21 WIB
Berakhir gerhana mataharil: 08.33 WIB

4. Sampit
Durasi gerhana total selama 2 menit 8 detik.
Mulai gerhana matahari: 06.23 WIB
Mulai gerhana matahari total: 07.27 WIB
Berakhir gerhana mataharil: 08.44 WIB

5. Palangkaraya
Durasi gerhana total selama 2 menit 29 detik.
Mulai gerhana matahari: 06.23 WIB
Mulai gerhana matahari total: 07.28 WIB
Berakhir gerhana mataharil: 08.46 WIB

6. Balikpapan
Durasi gerhana total selama 1 menit 9 detik.
Mulai gerhana matahari: 07.25 WITA
Mulai gerhana matahari total: 08.33 WITA
Berakhir gerhana matahari: 09.53 WITA

7. Palu
Durasi gerhana total selama 2 menit 4 detik.
Mulai gerhana matahari: 07.27 WITA
Mulai gerhana matahari total: 08.37 WITA
Berakhir gerhana mataharil: 10.00 WITA

8. Poso
Durasi gerhana total selama 2 menit 40 detik.
Mulai gerhana matahari: 07.28 WITA
Mulai gerhana matahari total: 08.38 WITA
Berakhir gerhana mataharil: 10.02 WITA

9. Luwuk
Durasi gerhana total selama 2 menit 50 detik.
Mulai gerhana matahari: 07.30 WITA
Mulai gerhana matahari total: 08.41 WITA
Berakhir gerhana mataharil: 10.07 WITA

10. Ternate
Durasi gerhana total selama 1 menit 9 detik.
Mulai gerhana matahari: 08.63 WIT
Mulai gerhana matahari total: 09.51 WIT
Berakhir gerhana mataharil: 11.20 WIT

11. Halmahera
Durasi gerhana total selama 1 menit 36 detik.
Mulai gerhana matahari: 08.37 WIT
Mulai gerhana matahari total: 09.54 WIT
Berakhir gerhana mataharil: 11.24 WIT

GMT

Jalur GMT di Indonesia (Sumber: dari Facebook)

Saya yang di Bandung tidak bisa menyaksikan gerhana matahari total, tetapi hanya sebagian saja. Disebut gerhana matahari sebagian karena tidak dilewati umbra (bayangan inti) bulan tetapi dilewati oleh penumbra (bayangan yang lebih terang) bulan. Berikut kota-kota yang dilalui gerhana matahari sebagian:

1. Padang
Gerhana terjadi 95,41 persen
Disaksikan mulai pukul 06.21 WIB hingga 08.27 WIB

2. Bandung
Gerhana terjadi 88,76 persen
Disaksikan mulai pukul 06.19 WIB hingga 08.32 WIB

3. Surabaya
Gerhana terjadi 92,96 persen
Disaksikan mulai pukul 06.23 WIB hingga 08.40 WIB

4. Pontianak
Gerhana terjadi 92,96 persen
Disaksikan mulai pukul 06.23 WIB hingga 08.40 WIB

5. Denpasar
Gerhana terjadi 76,53 persen
Disaksikan mulai pukul 07.22 WITA hingga 09.42 WITA

6. Banjarmasin
Gerhana terjadi 98,22 persen
Disaksikan mulai pukul 07.23 WITA hingga 09.47 WITA

7. Makassar
Gerhana terjadi 88,54 persen
Disaksikan mulai pukul 07.25 WITA hingga 09.54 WITA

8. Kupang
Gerhana terjadi 65,49 persen
Disaksikan mulai pukul 07.28 WITA hingga 09.55 WITA

8. Manado
Gerhana terjadi 96,66 persen
Disaksikan mulai pukul 07.34 WITA hingga 10.15 WITA

9. Ambon
Gerhana terjadi 86,91 persen
Disaksikan mulai pukul 08.33 WIT hingga 11.16 WIT

Banyak oranga memanfaatkan uven GMT ini untuk “berburu” gerhana. Hotel-hotel di kota-kota yang dilalui GMT seperti yang saya sebutkan di atas sudah habis di-booking jauh-jauh hari. Kita, khususnya ummat Islam, yang tidak memburu GMT di kota-kota tersebut cukup menikmati dari rumah saja dan jangan lupa untuk melakukan shalat sunat gerhana seperti yang dicontohkan Rasulullah.


Written by rinaldimunir

March 4th, 2016 at 5:12 pm

Posted in Indonesiaku