if99.net

IF99 ITB

Archive for September, 2011

Bom dan Rasa Jengah

without comments

Entah kenapa ya, setiap kali ada kasus bom bunuh diri yang terjadi di negara kita, saya selalu merasa jengah. Mungkin perasaan yang sama juga dialami oleh sebagian orang Islan yag lain. Lho, kok? Lha iya, saya merasa jengah sebab setiap kali ada kasus ledakan bom maka pastilah opini diarahkan bahwa pelakunya adalah kelompok atau orang-orang yang membawa-bawa agama, dalam hal ini Islam.

Pengaitan dengan agama semakin mendapat “pembenaran” ketika simbol-simbol agama terbawa-bawa bersama kasus bom tersebut. Pada setiap aksi penggeledahan di rumah pelaku bom, polisi menemukan buku-buku bertema jihad, CD yang berisi ceramah agama, tulisan yang berisi ayat-ayat Al-Quran, dan sebagainya. Terlepas penemuan simbol-simbol berbau agama itu suatu kebetulan atau rekayasa, wallahu alam, yang jelas opini publik digiring ke arah bahwa pelakunya adalah orang atau kelompok orang yang membawa agama, dalam hal ini Islam.

Satu jam sesudah ledakan bom bunuh diri di sebuah gereja di Solo, di sebuah TV berita muncul ulasan bahwa pelakunya adalah jaringan teroris dari kelompok Islam radikal, jamaah islamiyah, atau yang tidak jauh-jauh dari itulah. Ulasan ini diperkuat dengan penemuan polisi di sebuah wanet, dimana pelaku meninggalkan tas berisi Al-Quran, sajadah, dan jejak situs internet yang dibuka pelaku adalah sebuah situs yang namanya dalam bahasa Arab. Bertambah jengah saja rasanya, sesak dada dibuatnya.

Dengan cepat peristiwa bom bunuh diri ini memasuki ranah dunia maya. Jika anda membaca komentar-komentar atau forum daring (online) yang membahas tentang kasus ledakan bom atau aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama, komentar-komentarnya sungguh mengerikan. Berbagai cacian dan hujatan yang arah-arahnya menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW tergambar pada berbagai komentar yang muncul di sana. Penuh kebencian dan sangat kasar. Bagi orang yang memang sudah membenci Islam atau phobia dengan Islam, kasus pembunuhan atau kekerasan yang mengatasnamakan agama ini menjadi “pintu masuk” untuk meluapkan kebenciannya kepada Islam. Islam dianggap sebagai agama teror, Nabi Muhammad dianggap sebagai pembawa ajaran kekerasan. Duh! Jika tidak dibaca dengan kepala dingin, hati bisa panas dibuatnya. Tapi, ya itulah dunia maya yang anonim, semua orang bebas bicara seenak perutnya dan menghamburkan semua kebencian yang mengisi perutnya selama ini. Saya anggap semua komentar-komentar itu sampah saja. Bagi saya teror fisik sama jahatnya dengan teror verbal melalui kata-kata.

Sedih rasanya jika agama saya dikait-kaitkan dengan aksi kekerasan. Islam menjadi tercemar karena ulah pelaku aksi bom bunuh diri dan radikalisme itu. Kebetulan saja pelakunya beragama Islam dan parahnya lagi membawa simbol-simbol agama dan ayat suci. Ulah pelaku sama sekali sangat bertentangan dengan ajaran agama yang saya atau kami anut selama ini. Siapa yang mengajarkan anak-anak muda itu membunuh atau melukai orang yang tidak bersalah, apalagi jika para korban itu dari kalangan non-muslim? Siapa yang telah meracuni pikiran dan jiwa mereka dengan ajaran yang menyesatkan itu? Mereka — anak-anak muda itu — boleh saja mengatakan aksinya adalah sebuah perjuangan jihad dan matinya mati syahid, tetapi sebenarnya yang mereka lakukan itu adalah perbuatan sesat dan matinya adalah mati konyol. Mereka sebenarnya adalah orang-orang yang takut hidup sehingga memilih mati dengan cara yang sia-sia.

Jangankan membunuh orang, menganiaya hewan saja bisa diancam masuk neraka. Dalam sebuah hadis diriwayatkan seorang wanita menyiksa seekor anjing ampai mati. Kata Nabi, wanita itu tempatnya nanti di neraka. Itu baru kepada binatang, apalagi membunuh manusia. Jangankan membunuh manusia, apalagi yang non muslim, menzalimi mereka saja nanti akan berhadapan dengan Nabi di akhirat. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menzalimi seorang mu’ahid (non muslim yg damai), atau mengurangi haknya, atau membebaninya di atas kemampuannya, atau mengambil darinya sesuatu di luar haknya, maka aku menjadi lawannya di hari kiamat.” (HR Abu Daud).

Membunuh orang tanpa haq adalah dosa besar. Membunuh atau mengambil nyawa orang lain hanya dibenarkan pada kasus-kasus yang dibenarkan agama. Misalnya, menurut hukum Islam hukuman bagi orang yang membunuh adalah hukuman mati, kecuali jika keluarga terbunuh memberi maaf, maka lepaslah hukuman pembunuh itu dan hukuman mati diganti dengan denda (diyat). Membunuh musuh dalam peperangan juga dibenarkan, sebab bila anda berhadapan dengan musuh maka pilihannya hanya ada dua: anda terbunuh atau anda membunuhnya. Pilih mana?

Saya teringat khutbah Idul Fitri yang disampaikan Rektor UIN Malang di Aula Barat ITB beberapa waktu yang lalu. Beliau memaparkan bahwa semua surat di dalam Al-Quran selalu dimulai dengan basmalah, yaitu bismillaahirrahmaanirrahim, kecuali satu surat yaitu surat Al-’Adziyat At-Taubah yang dimulai dengan pernyataan perang total Allah kepada kaum musyrikin. Bacaan basmallah itu artinya adalah “Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang”. Allah itu Pengasih kepada semua makhluknya, dan Kasih-Nya itulah disirami kepada setiap hati manusia. Kenapa pada surat Al-Adziat At-Taubah tidak dimulai dengan basmallah? Salah satu rahasianya adalah dalam perang tidak berlaku kasih sayang itu. Jika orang yang berperang saling berkasih sayang tentu bukan perang lagi namanya.

Kalau Allah dan Rasul-Nya mengajarkan kasih sayang, lalu darimana datangnya ideologi kekerasan yang mengatasnamakan agama itu? Entahlah, saya juga tidak tahu. Yang jelas sejak peristiwa 11 September 2001 di New York, aksi bom di muka bumi ini begitu marak, termasuk di Indonesia. Ideologi kekerasan tumbuh karena ajaran agama ditafsirkan secara sepihak, sempit, bercampur dengan rasa sakit hati, benci, dan perlakuan tidak adil oleh pihak lain. Entah kapan berakhirnya, saya juga tidak tahu.


Written by rinaldimunir

September 30th, 2011 at 11:10 am

Posted in Agama,Indonesiaku

70 Million BlackBerry Smartphones, 70 Million Stories

without comments

Written by Veriyanta Kusuma

September 29th, 2011 at 9:07 pm

Posted in Uncategorized

70 Million BlackBerry Smartphones, 70 Million Stories

without comments

Written by Veriyanta Kusuma

September 29th, 2011 at 9:07 pm

Posted in Uncategorized

Teror Bom dan Petaka Rancu Beragama

without comments

Tulisan di bawah ini yang menurut saya sangat bagus dalam memandang fenomena beragama kalangan anak muda saat ini. Kejadian bom bunuh diri baru-baru ini semakin meneguhkan bahwa radikalisme dalam beragama itu sangat berbahaya dan merusak tatanan kehidupan.

Sumber: http://hidayatullah.com/read/19046/28/09/2011/teror-bom-dan-petaka-rancu-beragama.html

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Teror Bom dan Petaka Rancu Beragama

Oleh: Ahmad Arif Ginting

INDONESIA meledak lagi…! Bom bunuh diri di depan GBIS (Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo, pada tgl 25 September 2011 merupakan indikasi bahwa faksi radikal dalam bentuk sel-sel kecil tidak pernah mati. Mereka bertumbuh dan melakukan aksi seiring dengan momentum.

Investigasi awal menunjukkan adanya keterkaitan pelaku bom Solo Minggu 25 September 2011 pukul 10.55 WIB ini dengan jaringan teroris Cirebon. Cuma, sasarannya jika sebelumnya adalah aparat kepolisian, maka kali ini adalah jamaat yang sedang melangsungkan kebaktian.

Terlepas dari beragam analisa yang lainnya yang lebih menitikberatkan pada skala makro arah dan kebijakan kepemimpinan dan perpolitikan nasional, tulisan berikut ini lebih merupakan otokritik terhadap cara kita orang kebanyakan, khususnya para pemuda, dalam memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran islam.

Di Mesir, beberapa waktu lalu, seorang insinyur muda menceraikan isterinya yang tidak mau menggunakan jilbab. Padahal, saat yang sama, dia telah menelantarkan kedua anaknya yang masih kecil hanya karena masalah jilbab itu. Sementara di Iraq, Afghanistan, Pakistan, ribuan nyawa telah meregang percuma di masjid-masjid, justru saat mereka menunaikan ibadah privat-vertikal. Sedangkan di Indonesia, teror bom semakin merajalela sejak awal millennium ketiga ini.

Apa yang sesungguhnya sedang menjangkiti pemuda Mesir itu dan yang semisal dengannya? Bukankah tindakan mereka itu hanya menimbulkan kesengsaraan dan petaka semata? Bukankah cuplikan keberislaman di atas membenarkan asumsi sebagian orang bahwa beragama itu ibarat candu yang hanya menyengsarakan?

Pemuda mesir itu, juga para martir bom bunuh diri atau pelaku terorisme dan anarkisme, biasanya bertampang bersih, baik, banyak membaca atau menghafal hadits. Merekalah yang selama ini disebut sebagai kaum reliji atau orang-orang yang kuat semangat keberagamaannya. Mereka merupakan anak (baca; realitas) zaman yang tidak terbantahkan sejak fajar islam menyingsing lima belas abad silam. Hanya saja pelakonnya saja yang berganti seiring dengan bergantinya kurun. Mereka adalah para pemuda yang lebih mengedepankan perasaan, tapi mengenyampingkan pemikiran, memisahkan pengetahuan dari pemahaman dan banyak menghafal namun sedikit berfikir.

Pada skala yang lebih besar, mereka serupa dengan kelompok yang memandang sinis terhadap orang-orang diluar kelompok mereka, menggunakan ‘tongkat’ dalam upaya menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, siap ‘mati syahid’ demi menutup sebuah konser musik, menganggap penghancuran botol-botol minuman keras atau VCD porno sebagai ‘jihad fi sabilillah’, meninggalkan pekerjaan atau kuliah (sekolah), memutuskan silaturrahim dengan dalih ‘marah karena Allah’.

Mereka bukan orang jahat, bukan musuh masyarakat atau pun musuh zaman yang harus disingkirkan atau dibawa ke tiang gantungan sebagaimana yang diserukan oleh sekelompok orang yang mengaku cendikiawan muslim tapi berpikir dan bertindak laiknya kaum liberal (diabolis), bahkan terkadang lebih liberal daripada paham liberal asli sekalipun yang membenci islam dan muslimin.

Khawarijisme Modern

Jika ditelusuri kitab-kitab sirah, maka akan didapatkan kemiripan mereka dengan kaum khawarij yang disebut kaum puritan Islam pertama. Buku-buku klasik maupun kontemporer sering menukil cerita tentang kegemaran khawarijisme beribadah. Syeikh Muhammad Abu Zahrah, misalnya, dalam Tarikh al madzahib al Islamiyah mengatakan, “Demi Allah, mereka adalah anak-anak muda yang telah bersikap bak orang tua. Mata mereka tidak mau menatap kejahatan, kaki mereka tidak mau melangkah kepada kebatilan dan badan mereka kurus kering karena terlalu sering beribadah dan bergadang.

Setiap kali membaca ayat-ayat tentang surga mereka menangis karena merindukannya. Dan, setiap kali membaca ayat-ayat tentang neraka, sedu sedan keluar dari tenggorokan, seolah mereka telah benar-benar mendengar deru api neraka” (Huwaidi; 1988).

Tetapi di siang hari, bak singa kelaparan yang siap menerkam siapa saja yang bersbeda dengan mereka. Bahkan perlakuan keras mereka itu lelih keras daripada perlakuan mereka terhadap orang-orang kafir. Begitu kejamnya mereka hingga mencapai level takfir (mengkafirkan) muslim dari kelompok lain. Tidak menaruh belas kasihan kepada wanita, anak kecil, hatta orang tua sekalipun. Inilah yang menjangkiti pemuda mesir di atas. Ideologi pemakai gerakan-gerakan bom merupakan tamsilan khawarijisme modern di abad 21.

Petaka Rancu

Khawarijisme, baik dulu maupun modern, merupakan bukti nyata betapa kerancuan dalam memahami agama ini berakibat fatal dan menghancurkan sendi-sendi peradaban gemilang yang telah dibangun oleh Rasulullah bersama sahabat-sahabatnya yang mulia. Akibat tindakan mereka, agama ini mudah “diobok-obok”, baik oleh para diabolis Muslim, terlebih lagi pihak-pihak tertentu yang memang sudah lama menaruh kebencian pada Islam.

Iman yang rancu bukanlah fenomena baru dan lahir di masyarakat kita saja, tetapi fenomena klasik yang terjadi di kalangan muslim maupun nonmuslim. Catatan tentang keimanan yang rancu dipenuhi pelbagai tidakan bodoh dan kejam, baik di abad pertengahan maupun di abad modern.

Misalnya, peperangan keji di antara katolik dan protestan, kekejaman inkuisisi demi memurnikan akidah dari kesesatan, Guillotin dilakukan Yakobian pasca revolusi Perancis demi mempertahankan kebebasan, persaudaraan dan persamaan. Juga tinta hitam sejarah yang ditorehkan kaum muda Garda Merah di Cina atas nama revolusi kebudayaan.

Yang perlu ditegaskan, iman yang rancu atau buta bukanlah karakteristik bangsa tertentu yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Bahwa para pemilik niat baik yang dengan lantang meneriakkan kebajikan, justeru seringkali melumuri tangan mereka dengan darah manusia pada saat mereka menyangka sedang melakukan kebajikan.

Untuk melerai kerancuan iman (beragama) yang membawa kesengsaraan dan petaka tersebut, solusinya tak lain adalah kembali ke pemahaman islam yang sejatinya memoderasi dua esktemitas yang saling bertolak belakang; ifrath (pragmatis-diabolis) versus tafrith (khawarijisme moderen).

Nah, untuk mewujudkan pemahaman moderat dimaksud, aktivitas dakwah itu harus bersinergi baik di gampong, di kampus maupun di kantor. Menegakkan kejujuran tidak hanya di ruang-ruang bersekat tempat berasyik-masyuk melakukan penghambaan privat-vertikal, tapi juga dalam interaksi social-horizontal.

Sebagai penutup, umara dan ulama serta komunitas masyarakat madani (civil society) dituntut untuk mengajarkan peradaban kepada orang kebanyakan dengan pemahaman dan pengejawantahan lima karakter aksiomatik Islam; nir-eksesifisme (berlebih-lebihan atau menambah-nambahi) atau ghuluw, tidak pula mereduksi, non-distorsif, proporsional, totalitas saling melengkapi. Itulah yang dapat mempersempit ruang bagi khawarijisme yang selalu ada di setiap masa untuk menistakan agama dan mempetakakan pemeluknya. Wallahu a’lam

Penulis adalah peminat kajian social keagamaan, mantan pengurus pusat IMAPA (Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Aceh) Jakarta


Written by rinaldimunir

September 28th, 2011 at 12:31 pm

Posted in Indonesiaku

Palestina, Lekaslah Merdeka

without comments

Hari-hari ini perhatian dunia tertuju di badan persatuan bangsa-bangsa, PBB. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, tetap “nekat” untuk memasukkan aplikasi permohonan menjadi negara berdaulat yang diakui oleh PBB. Palestina memang belum merdeka, statusnya masih menjadi negara dalam belenggu Israel. Yang dibutuhkan Palestina sekarang adalah pengakuan dunia (dalam hal ini PBB) sebagai sebuah negara resmi. Kalau sudah resmi menjadi negara yang diakui, maka Palestina sejajar dengan negara lain. Dengan statusnya yang berkekuatan hukum itu maka Palestina dapat menyeret Israel ke pengadilan internasional atas kejahatan yang dilakukan Israel kepada bangsa Palestina. Inilah yang ditakutkan oleh Israel yang menganggap aplikasi lamaran itu sebagai mimpi buruk.

Jalan untuk merdeka bagi Palestina masih berliku. Amerika sebagai pelindung utama Israel pasti akan memveto keinginan Palestina itu di sidang Dewan Keamanan PBB. AS adalah salah satu dari lima “penguasa” PBB selain Rusia, Cina, Perancis, dan Jerman. Jika salah satu negara anggota tetap DK menggunakan hak vetonya, maka gagallah upaya Palestina mendapat pengakuan sebagai negara merdeka berdaulat penuh. Namun masih ada harapan jika di sidang DK gagal, Palestina masih bisa mendapat pengakuan sebagai negara dengan status pengamat seperti Vatikan pada sidang Majelis Umum PBB. Pilihan terakhir ini relatif mudah sebab hanya memerlukan dukungan sepertiga negara anggota PBB, dan dukungan itu sudah dikantongi Palestina sebab sudah lebih dari 100 negara (utamanya negara non-blok) yang memberi dukungan.

Well, pada mulanya hingga sekarang bangsa Indonesia tetap memberi dukungan kepada Palestina. Sulit untuk mengingkari bahwa dukungan itu secara psikologis adalah karena persaudaraan sesama umat Islam. Di Palestina ada masjid Al-Aqsa yang merupakan masjid utama kedua setelah Masjidil Haram di Makkah. Nama masjid Al-Aqsa disebut di dalam Al-Quran ketika Tuhan meriwayatkan kisah Isra’ dan Mi’raj. Tanah Palestina juga adalah tempat kelahiran para Nabi seperti Daud (David), Sulaiman (Solomon), Isa Almasih (Jesus), dan lain-lain. Bangsa Palestina sudah mendiami tanah itu sudah ribuan tahun, jauh sebelum ada negara Israel. Israel adalah negara baru bentukan Inggris dan Amerika dengan cara mencaplok tanah-tanah di Palestina.

Rakyat Israel adalah keturunan bangsa Yahudi yang dahulu tercerai-berai di seluruh dunia karena diburu oleh tentara Nazi Jerman. Karena tidak punya tanah, maka bangsa Yahudi dari seluruh dunia datang ke Palestina dan merebut tanah-tanah di sana guna mendirikan negara. Mereka beralasan inilah tanah yang dijanjikan kepada bangsa Yahudi seperti tercantum di dalam kitab Taurat. Di dalam Taurat (Kitab Perjanjian Lama) dikisahkan Nabi Musa membawa umat Yahudi keluar dari Mesir (akibat kejaran Firaun) menuju tanah yang dijanjikan. Bagi bangsa Yahudi tanah yang dijanjikan itu ditafsirkan adalah tanah Palestina sekarang. Mereka datang untuk merebut tanah yang dijanjikan itu. Jadi, klaim pendudukan tanah Palestina oleh Israel (bangsa Yahudi) lebih karena faktor historis teologis, bukan karena alasan yuridis formal. Sementara, bangsa Palestina sudah dulu berabad-abad mendiami tanah itu tanpa merasa itu adalah tanah miliki orang lain.

Kalau dukungan bangsa Indonesia kepada Palestina karena rasa solidaritas keagamaaan ukuhuwah islamiyah, maka itu hal yang wajar seperti alasan yang saya tulis pada paragraf ketiga. Namun, kalau dukungan itu direduksi semata-mata karena alasan teologis (agama) saja, tentu dukungan itu kurang mendapat simpati. Palestina tidak hanya milik umat Islam saja, ia juga menjadi tanah suci bagi umat Nasrani dan Yahudi sebab di sana terdapat sejarah dan situs peninggalan ketiga agama samawi itu. Di Palestina tidak saja ada masjid, tetapi di sana juga banyak gereja dan sedikit sinagog. Ya, di Palestina terdapat umat Nasrani dan Yahudi meskipun jumlahnya minoritas. Meskipun minoritas namun kehidupan orang Nasrani dan Yahudi di Palestina tidak pernah diusik.

Apa yang terjadi di Palestina saat ini adalah masalah kemanusiaan dan ketidakadilan. Rakyat Palestina sudah terlalu lama menderita karena kekejaman Israel. Tanah mereka dirampas sehingga sekarang luas Palestina makin kecil dan terpecah dua menjadi Tepi Barat dan Gaza. Kekejaman tentara Israel tiada duanya. Rakyat Palestina yang melawan tentara Israel pasti dibunuh. Dunia hanya melihat kekejaman itu tanpa dapat berbuat apa-apa. Amerika dan sekutunya berlaku tidak adil dengan terus menerus membela dan melindungi Israel. PBB tumpul, negara-negara Arab hanya bisa beretorika tanpa berbuat apa-apa.

Namun, setelah sekian lama melihat Palestina terus teraniaya, mata hati penduduk dunia akhirnya terbuka juga. Simpati kepada bangsa Palestina terus berdatangan dari berbagai rakyat di Eropa dan Amerika, meskipun Pemerintahan negaranya berbeda sikap dengan rakyatnya soal Palestina. LSM-LSM di seluruh dunia menggalang dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Mereka melihat masalah Palestina ini bukan masalah agama, tetapi masalah kemanusiaan. Dan puncaknya kita lihat di PBB hari-hari ini ketika negara-negara dunia memberi dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Apakah akan segera lahir negara baru di PBB dalam waktu dekat ini? Wallahu alam, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Lekaslah merdeka, Palestina. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan bangsa lain tidak dapat menghalangi hak asasi paling mendasar itu.


Written by rinaldimunir

September 24th, 2011 at 3:03 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Tarian Dansa Algoritma “Sorting” Gaya Rumania dan Hungaria

without comments

Ini tulisan yang IF-banget, namun tak salah kalau dibaca bagi yang bukan berlatar belakang Informatika. Bagi anda mahasiswa Informatika, contoh algoritma apa yang pasti selalu diajarkan di dalam kuliah algoritma dan pemrograman? Salah satunya pasti tentang algoritma pengurutan (sorting), bukan? Persoalan pengurutan adalah masalah yang sangat menarik sebab hingga saat ini terdapat puluhan algoritma pengurutan yang sudah pernah dihasilkan orang. Padahal persoalannya hanya satu, yaitu bagaimana mengurutkan sekumpulan nilai sehingga tersusun secara menaik (ascending order) atau menurun (descending order), namun algoritma untuk mengurutkannya sudah banyak dibuat orang. Misalnya sekumpulan nilai yang tersusun acak seperti ini: 41, 15, 8, 11, 20, 19, dan 24 harus disusun terurut menaik menjadi 8, 11, 15, 19, 20, 24, dan 41.

Saya tidak akan membicarakan teknis algoritma pengurutan di dalam tulisan ini. Silakan gugling di Wikipidea tentang bermacam-macam algoritma sorting. Bagi mahasiswa Informatika, memahami logika algoritma sorting cukup sulit. Sebagai orang yang mengajar materi algoritma hingga sekarang, maka saya paham dengan kesulitan tersebut. Untunglah saat ini sudah banyak perangkat bantu yang memvisualisasikan bermacam-macam algoritma pengurutan tersebut. Cukup ketikkan “visualisation of sorting algorithm” di halaman Mbah Google, maka anda akan menemukan banyak situs web yang menyediakan aplikasi visualisasi algoritma sorting secara gratis.

Visualisasi algoritma sorting umumnya berbentuk animasi, dan itu sudah biasa. Nah, apa yang dibuat oleh dosen-dosen Ilmu Komputer di Sapientia University, Tirgu Mures (Marosvásárhely), Romania, ini lain dari yang lain. Mereka membuat video tarian yang mensimulasikan algoritma sorting. Dosen pengajar kuliah melatih para mahasiswa Ilmu Komputer memperagakan mekanisme beberapa algoritma sorting dalam bentuk tarian dansa rakyat Hungaria dan Rumania. Video tersebut diunggah ke situs YouTube dan kita pun dapat menikmatinya. Lucu dan kreatif, begitu penilaian saya. Semua video tersebut saya unduh untuk saya putar di dalam kelas. Mahasiswa saya tertawa-tawa menyaksikannya, mudah-mudahan dalam ketawanya itu juga dimengerti algoritmanya ya mas…

Video pertama adalah tarian algoritma Bubble Sort. Pengurutan dengan cara apung ini diperagakan dengan sangat baik melalui tarian tersebut. Klik video di YouTube di bawah ini:

Video kedua adalah tarian algoritma Selection Sort. Pengurutan dengan cara seleksi nilai maksimum atau nilai minimum ini lazim kita terapkan kalau mengurutkan setumpukan kartu. Tarianya berupa dansa orang Gipsi.

Video ketiga adalah tarian algoritma Insertion Sort. Para penari baik pria dan wanita menggunakan rok. Insertion sort menurut saya adalah algoritma yang paling sulit dijelaskan. Mahasiswa lebih mudah menuliskan algoritma bubble sort dan selection sort, tetapi untuk insertion sort banyak yang gagal menuliskannya.

Nah, video yang di bawah ini adalah dansa algoritma Shell Sort. Shell sort adalah varian dari algoritma Insertion Sort.

Keempat algoritma di atas adalah algoritma klasik yang naturalnya adalah secara iteratif. Bagaimana dengan algoritma sorting lainnya yang secara natural bekerja secara rekursif? Kedua algoritma sorting yang rekursif tersebut adalah Merge Sort dan Quick Sort. Kalau kedua algoritma tersebut diperagakan dalam bentuk tarian dansa tentu menjadi rumit dan kacau. Memang para mahasiswa tersebut mampu mempergakan tarian Merge Sort dan Quick Sort namun tidak semua aksinya tampak rekursif.

Ini dia tarian Merge Sort:

dan ini tarian Quick Sort:

Sebagai “hiburan” untuk mengisi materi kuliah algoritma, semua video dansa tersebut lumayan menghibur. Btw, ada yang tertarik membuat video tarian suku bangsa di Indonesia untuk memperagakan algoritma lainnya?


Written by rinaldimunir

September 20th, 2011 at 12:10 pm

Pijat Badan Dulu Ah… di Wiyata Guna

without comments

Minimal satu kali dalam satu bulan saya mendatangi panti Wiyata Guna di Jalan Padjadjaran Bandung untuk pijat badan. Jika badan sudah pegal-pegal dan cape-cape, saya suka ke tempat ini untuk dipijat oleh pemijat tuna netra.

FYI, Panti Wiyata Guna adalah kompleks pendidikan tuna netra yang dikelola oleh Departemen Sosial. Kompleks Wiyata Guna ini sangat luas, di dalamnya ada sekolah SLB, asrama, dan panti pijat tuna netra.

Di seberang Wiyata Guna terdapat jembatan penyeberangan yang panjang guna membantu para tuna netra menyebrang jalan. Para penyandang tuna netra merasa nyaman dan aman bikla berada di dalam kompleks Wiyata Guna.

Saya suka pijat di panti ini demi menjaga kesehatan saja. Kebanyakan pekerjaan saya adalah membaca dan duduk di depan komputer, selain mengajar tentunya. Nah, duduk terus menerus bisa membuat badan pegal-pegal. Rasanya tidak nyaman saja kalau badan sudah pegal, selain itu otak juga ikutan cape. Nah, solusinya agar rileks kembali adalah dengan pemijatan. Pemijatan ini bertujuan mengendurkan otot dan melancarkan peredaran darah. Setelah dipijat badan saya terasa segar dan bugar. Kadang-kadang kalau sedang kurang enak badan — misalnya terkena flu — saya suka pergi ke panti ini untuk mempercepat kesembuhan.

Alhamdulillah karena rutin dipijat setiap bulan, saya selalu berada dalam kondisi sehat dan jarang sakit. Bagaimanapun kesehatan adalah anugerah Allah yang sangat berharga yang wajib kita sukuri. Oleh karena itu kesehatan itu harus dijaga, tidak hanya pola makan dan olahraga saja yang diperhatikan, tetapi juga relaksasi dengan pemijatan yseperti ang rutin saya lakukan dua kali dalam sebulan.

Saya memilih dipijat di Wiyata Guna karena ini panti yang resmi dan dikelola oleh Depsos. Kalau ke tempat panti pijat yang lain saya agak risih, karena panti pijat sering dikonotasikan sebagai tempat negatif. Di Wiyata Guna semua pemijat adalah tuna netra, jadi saya merasa nyaman. Meskipun kita dipijat hanya menggunakan pakaian dalam, mereka tidak bisa melihat tubuh kita. Laki-laki dipijat oleh pemijat laki-laki, perempuan dipijat oleh pemijat perempuan.

Kamar pijatnya bersih dan nyaman. Tarif per jam adalah Rp25.000. Kita bisa memilih dipijat selama satu jam atau satu setengah jam atau dua jam. Kalau sudah cocok dengan seorang pemijat, kita bisa memintanya untuk memijat kembali jika suatu saat kita datang ke sana lagi pada kunjungan berikutnya. Bisa juga pemijat dipanggil ke rumah atau ke hotel, tapi tarifnya tentu beda. Oh ya, media pijatannya bisa menggunakan minyak hangat (yang mereka sebut minyak gandapura) atau menggunakan bedak hangat, tergantung kesukaaan kita.

Di Wiyata Guna ada dua tempat pijat, pertama pijat tradisonil (massage) yang sudah umum, kedua pijat shiatsu. Untuk pijat shiatsu (pijat Jepang), kita tidak perlu membuka pakaian. Pijatannya menggunakan kain semacam handuk yang dijadikan media untuk memberi tekanan ke badan kita. Saya kurang suka pijat shiatsu sebab rasanya kurang nikmat, nggak terasa benar-benar dipijat. Saya lebih suka pijat tradisionil saja.

Pemijat di Wiyata Guna sebagian besar adalah siswa magang dari sekolah pijat di dalam panti. Di Wiyata Guna terdapat sekolah pijat berijazah bagi para tunaetra. Siswanya tidak hanya dari Jawa Barat, tetapi datang dari seluruh Indonesia. Yang pernah saya temui ada yang dari Jambi, Aceh, Jakarta, bahkan dari NTT. Untuk sekolah pijat di sini biayanya gratis (ditanggung Depsos). Siswa tinggal di asrama di dalam panti, mendapat makan dan uang saku. Lama sekolah di sini adalah 2 tahun dan sudah termasuk magang di panti. Setelah magang dan lulus maka mereka diberi ijazah dan dapat membuka praktek pijat sendiri setelah keluar dari panti. Jadi, bagi anda yang punya teman atau saudara tuna netra, anda dapat merekomendasikan tempat ini kepada mereka untuk mendapat pendidikan pijat sebagai bekal ketrampilan agar para tuna netra bisa hidup mandiri.

Pemijat yang memijat saya bercerita, di sekolah pijat siswa tidak hanya mendapatkan ilmu teknik memijat, tetapi juga belajar anatomi manusia dan ilmu kesehatan lainnya. Karena belajar anatomi tubuh manusia, maka kita tidak perlu khawatir salah urat atau salah pijat, karena mereka sudah paham apa saja yang boleh dipijat, tekanannya berapa, dan cara pijatannya juga ada seni dan tekniknya. Jadi bukan asal pijat.

Sembari dipijat saya suka bertanya tentang kehidupan mereka. Ternyata mereka tidak semuanya buta sejak lahir, ada juga yang pernah bisa melihat selama belasan tahun lalu mendapat musibah kecelakaan yang mengekibatkan kebutaan. Sebagian mereka ada yang tidak buta total sama sekali tetapi masih bisa melihat bayangan samar dari dekat.

Meskipun mereka tidak bisa melihat, mereka tidak ketinggalan teknologi. Para tuna netra saat ini mahir menggunakan ponsel, baik mengetik SMS, membuka phonebook, maupun membaca SMS. Untuk membaca SMS para tuna netra saat ini tidak mengalami kesulitan sebab produsen ponsel sudah menyediakan aplikasi pembaca SMS maupun alat bantu untuk mengetahui tombol keypad yang ditekan. Program aplikasi bagi tuna netra sudah banyak dikembangkan oleh pengembang perangkat lunak, tidak hanya untuk ponsel. Pemijat di Wiyata Guna juga menggunakan ponsel untuk mengetahui sudah berapa menit waktu berlalu sehingga mereka tahu kapan harus selesai memijat.

Bagi saya, para pemijat di Wiyata Guna itu telah memberi inspirasi tentang kegigihan hidup. Meski mereka hidup dengan keterbatasan indra, tetapi mereka tidak mudah menyerah dan tidak mau menjadi beban orang lain. Mereka pun bisa mengerjakan sendiri pekerjaan mereka dan bisa membiayai hidup sendiri dan menafkahi keluarganya dari usaha memijat. Para pemijat yang sudah berkeluarga mempunyai anak dan istri yang harus dinafkahi. Hitung-hitung saya dipijat di Wiyata Guna ini tidak hanya agar sehat, tetapi juga secara tidak langsung membantu kehidupan mereka mendapatkan nafkah yang halal dari upah memijat.


Written by rinaldimunir

September 18th, 2011 at 11:11 pm

Posted in Pengalamanku

Pembayaran SITTI kedua

without comments

Alhamdulillah akhirnya SITTI telah membayar penghasilan keduaku. Lumayanlah buat jajan. Ayo frens, daftar menjadi publisher SITTI ^^

Written by Mohammad Ridwan Agustiawan

September 7th, 2011 at 9:45 am

Posted in penghasilan,SITTI

Pembayaran SITTI kedua

without comments

Alhamdulillah akhirnya SITTI telah membayar penghasilan keduaku. Lumayanlah buat jajan. Ayo frens, daftar menjadi publisher SITTI ^^

Written by Mohammad Ridwan Agustiawan

September 7th, 2011 at 9:45 am

Posted in penghasilan,SITTI

Graduated!

without comments

after two years… what a journey it has been…

Written by ibu didin

September 3rd, 2011 at 3:00 am

Posted in Studi