if99.net

IF99 ITB

Archive for June, 2011

Jujur Itu Mahal (Kisah Ny. Siami dan SDN Gadel 2 Surabaya)

without comments

Akhirnya Ny Siami benar-benar mengosongkan rumahnya, pergi mengungsi ke Solo setelah tidak tahan diusir warga sekitarnya. Begitulah nasib orang jujur yang oleh warga sekitar tindakan Ny Siami itu dianggap berlebihan. Pertanda masyarakat kita memang sedang sakit.

Tahu ‘kan pengantar tulisan yang saya ungkapkan di atas? Jadi ceritanya begini, ada peristiwa contekan massal yang melibatkan siswa-siswa SD Negeri Gadel 2 Surabaya. Seorang anak pintar, putra Ny Siami, dipaksa wali kelasnya memberikan contekan secara massal kepada teman-temannya pada saat Ujian Nasional SD baru-baru ini. Bahkan sebelum UN ada simulasi pencontekan massal segala. Tidak setuju dengan tindakan guru sekolah tersebut, Ny Siami melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan Surabaya. Akibat perbuatan guru wali kelas tersebut, Dinas Pendidikan kemudian memberi hukuman mutasi dan penurunan pangkat kepada oknum guru dan kepala sekolah (yang dianggap ikut bertanggung jawab). Eh, warga sekitar sekolah yang tidak lain orangtua murid-murid SDN Gadel 2 tidak terima dengan hukuman tersebut, mereka marah kepada Ny Siami dan keluarganya. Warga berunjuk rasa dan mengecam Ny Siami yang dianggap sok pahlawan, dan puncaknya warga mengusir keluarga Ny Siami keluar dari kampung (baca deh lebih lengkapnya pada berita ini, tapi kalau tidak bisa mengaksesnya saya kutipkan pada akhir tulisan).

Seperti yang saya tulis pada paragraf pertama, keluarga Ny Siami akhirnya benar-benar pergi dari rumahnya, entah sementara atau selamanya (ini beritanya). Siapa pula orang yang bisa tahan dengan tekanan warga yang terus menerus mengancam pengusiran. Ny Siami hanyalah seorang wanita biasa yang akhirnya bobol juga kekuatannya untuk bertahan.


(Rumah keluarga Ny Siami di Jl Gadel Sari Barat, Tandes, sepi setelah ditinggal penghuninya, Jumat (10/6). Foto: surya/faiq nuraini. Sumber: http://www.surya.co.id/2011/06/11/diusir-ny-siami-akhirnya-kosongkan-rumah)

Bagi warga sekitar, perilaku contek itu adalah hal yang lumrah dan tidak perlu dipermasalahkan. Seperti dikutip dari situs berita tadi, rata-rata mereka tetap menyalahkan keluarga Siami. Menurut warga, menyontek adalah hal biasa untuk anak kecil. Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar dilakukan siswa agar bisa lulus.

Sekali lagi saya ulang menuliskannya ya, menurut warga (yang mungkin potret dari masyarakat kita sesungguhnya) mencontek adalah hal yang biasa untuk anak kecil. Jika anggapan seperti itu sudah begitu tertanam sehingga anak didik tidak merasa bersalah melakukan perbuatan mencontek, jangan heran kalau perilaku mencontek itu akan berlanjut terus hingga tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Padahal mencontek adalah awal dari perbuatan korupsi dan manipulasi lainnya. Perilaku korupsi bermula dari anggapan bahwa mengambil sedikit tidak apa-apa, lama kelamaan menjadi banyak dan akhirnya menjadi penyakit yang sudah mendarah daging pada bangsa ini. “Teladan” dari perilaku elit politik dan pejabat yang sering melakukan korupsi semakin menambah keyakinan masyarakat bahwa perilaku mencontek dalam ujian itu hal yang lumrah saja.

Sedih sekali melihat potret suram dunia pendidikan di tanah air kita. Ini preseden buruk bagi whistleblower. Orang jujur dianggap salah, sedangkan berbuat curang dianggap biasa. Sungguh mahal harga kejujuran Ny Siami, ia sampai terusir dari rumahnya sendiri. Mau jujur malah buntung. Tapi percayalah, Tuhan tidak pernah tidur.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Diusir Warga karena Lapor Contek Massal
Ny Siami, Si Jujur yang Malah Ajur

SURABAYA | SURYA – Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur!

Teriakan “Usir, usir…tak punya hati nurani” terus menggema di Balai RW 02 Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.

Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung. Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu enyah dari kampungnya.

Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di hadapan warga dan wali murid.

Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya sebagai sumber contekan.

Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al, anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah menceritakan ‘taktik kotor’ itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al, mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya memberikan contekan.

Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.

Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.

Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin. Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu (8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari Barat.

Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami berjanji menyampaikannya, Kamis.

Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah, dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.

Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.

Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos. Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini harus digelandang keluar oleh petugas.

Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun, situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut dirinya asli Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia, sehingga setiap warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.

Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga menyeletuk. “Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat menyontek pengawas membiarkannya,” ucap salah satu ibu yang mendapat tepukan meriah warga lain.

Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.

”Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian,” sindir Daniel.

Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2, Sukatman. Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru kelas VI dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.

Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga pun kembali berteriak “usir… usir”. Namun warga mulai tenang karena Sukatman tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung meraih tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga kembali riuh rendah.

Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.

Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. “Saya minta maaf kepada semua warga…” ucap Siami yang tak sanggup lagi meneruskan kalimatnya.

Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus berteriak “usir”. Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.

Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap, “Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan persoalan dengan baik-baik.”

Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil diamankan ke Mapolsek Tandes.

Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun, kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan yang luar biasa. “Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik,” kata Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya beberapa kali didemo warga.

Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih akan terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel 2 dan menuntut Siami bertanggung jawab.

Budaya sakit

Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al. “Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa dituruti,” katanya.

Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di masyarakat. “Warga ternyata sakit,” katanya.

Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. “Saya kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah ajur, ini harus kita cegah,” papar Daniel.

Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan temuannya bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau memberikan contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di SDN Gadel 2 perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil jawaban Unas yang sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al ternyata membuat contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan jawaban yang benar. Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban Al. Sehingga hasil ujian tidak sama.

Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan wali murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari Pemkot Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.

Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah SDN Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.


Written by rinaldimunir

June 13th, 2011 at 9:01 am

Posted in Pendidikan

Bapak di Pertigaan

without comments

Setiap akan berangkat kerja, saya seringkali melewati pertigaan Tasikmadu. Di pertigaan ini, ramai sekali orang berbelok. Pertigaan ini terletak di lokasi yang ramai kendaraan sehingga untuk berbelok perlu ‘pihak ketiga’ yang membantu mengatur jalannya kendaraan. Pihak ketiga yang saya maksud adalah beberapa orang bapak paruh baya yang selalu siap sedia sejak pagi hingga sore hari. Mereka membantu mengatur giliran berhentinya kendaraan sehingga pengguna jalan dapat berbelok dengan lancar. Di saat panas terik pun mereka selalu ada di sana. Entah dibayar atau tidak, saya juga tidak pernah bertanya. Hanya memang para pengguna jalan secara sukarela menyisipkan beberapa lembar ribuan ke genggaman mereka sebagai ucapan terima kasih.

Yang sangat mengagumkan bagi saya adalah di tengah terik panas yang menyengat mereka tidak lupa untuk bersikap ramah kepada para pengguna jalan, dengan senyuman, anggukan, maupun sapaan singkat mereka, walaupun hanya sekedar “monggo”, menurut saya itu menunjukkan sebuah kemampuan yang tidak semua orang miliki.
Saya pernah mengalami yang namanya “kerja lapangan”, mungkin malah tidak ada apa-apanya dibandingkan berdiri sesiangan di tengah jalan, tapi rasanya di badan lelah sekali. Dan kalau sudah lelah, senyum pun rasanya lenyap dari wajah apalagi sapaan riang, wah… jauh. Tapi bapak-bapak itu bisa melakukannya…luar biasa….Subhanallah.

Apakah itu artinya mereka menikmati profesi mereka yang mungkin bagi sebagian besar orang remeh ? Mungkin saja. Dan itu artinya kenikmatan sebuah profesi tidak harus diukur oleh banyaknya pendapatan yang didapat. Apakah mungkin bapak-bapak itu mengukurnya dari segi “seberapa bermanfaatnya diri saya bagi orang lain”? Mungkin saja. Dan kalau memang itu tolok ukurnya, rasanya saya pun perlu belajar dari mereka.


Written by indahgita

June 10th, 2011 at 4:01 pm

Posted in Bebas

Bila Akun E-mail Dibajak

without comments

Rekan saya di Prodi Geofisika, Pak X (saya samarkan namanya), dibajak akun emailnya oleh seseorang. Seseorang yang mengaku Pak X mengirim email ke temannya. Pak X palsu itu menyatakan sedang berada di Spanyol dan dia sedang mengalami masalah, dompetnya hilang, sedangkan dia sedang membutuhkan uang untuk membayar hotel. Pak X palsu meminta bantuan kepada temannya itu untuk dikirimi uang segera. Berikut isi pos-el (e-mail) Pak X tersebut (alamat email disamarkan):

From: “Mr X”
Date: Mon, 6 Jun 2011 13:54:28 -0700 (PDT)
To: pqr@yahoo.com
ReplyTo: abc@yahoo.com
Subject: Hello

Hope you get this on time, sorry I didn’t inform you about my trip in Spain for a Program, I’m presently in Barcelona and am having some difficulties here because i misplaced my wallet on my way to the hotel where my money and other valuable things were kept. presently i have limited access to internet, I will like you to assist me with a loan of 2,800 Euros to sort-out my hotel bills and to get myself back home.

I have spoken to the embassy here but they are not responding to the matter effectively, I will appreciate whatever you can afford to assist me with, I’ll Refund the money back to you as soon as I return, let me know if you can be of any help. I don’t have a phone where I can be reached. Please let me know immediately.

Best regards

==================================
Mr X
Professor of Seismology

Global Geophysics Research Group
Faculty of Mining and Petroleum Engineering
Institute of Technology Bandung
Jalan Ganeca 10, Bandung 40132, Indonesia
Phone: +62-22-2600474; Fax: +62-22-2134129
===========================================

Akun email sama persis dengan akun Mr X, begitu juga signature-nya tepat sama. Kalau orang yang menerima email tsb masih “waras”, tentu dia akan menghubungi no HP Mr X untuk memastikan apakah betul Mr X sedang berada di Spanyol. Kalau tidak bisa dihubungi, minimal ditanyakan kepada nomor telpon kantor atau rumahnya apakah Mr X sedang berada di LN. Lagian, kenapa pakai Bahasa Inggris kalau kirim email ke teman sebangsa sendiri, ya kan?

Penipuan yang sudah basi. Dalam dunia sekuriti pembajakan akun semacam ini dinamakan phishing, yaitu peniruan persis sama dengan entitas aslinya. Pada contoh di atas, penipu bisa membuat seolah-olah email dikirim dari akun email seseorang padahal yang mengirim orang lain.

Semoga kita bisa lebih berhati-hati menjaga data rahasia.


Written by rinaldimunir

June 9th, 2011 at 4:20 pm

Posted in Gado-gado

“Eror” Saat Sidang Tugas Akhir

without comments

Banyak sekali pengalaman-pengalaman unik ketika sidang Tugas Akhir mahaisiswa saya berlangsung. Mahasiswa pasti menyiapkan presentasi TA sebaik-baiknya. Mereka tentu ingin memperoleh hasil terbaik dengan menampilkan yang terbaik. Meyakinkan para penguji adalah hal yang penting. Tidak ada mahasiswa yang ingin memperoleh hasil jelek dalam sidang yang mendebarkan mereka itu, bukan?

Tapi manusia boleh berencana, namun rencana tidak selalu sesuai dengan harapan. Salah satu sesi dalam presentasi di Informatika adalah demo aplikasi yang mereka buat. Nah disinilah masalahnya yang sering terjadi. Sehari sebelum sidang aplikasi ebrjalan lancar. Demo dihadapan Dosen Pmebimbing tidak ada masalah. Semua baik-baik saja. Namun pada saat sidang berlangsung, muncullah petaka itu. Macam-macam saja masalahnya. Ketika di-run, ada bagian program yang tidak “jalan” atau tidak berfungsi. Atau, hasil eksekusi program ternyata sungguh “aneh”. Sudah diutak-atik di sana-sini tetap saja eror. Duh, kenapa jadi begini? Kemarin tidak begitu, kok sekarang eror, kok sekarang ngadat. Oh…

Mahasiswa yang disidang itu mulai keringatan. Peluhnya bercucuran membasahi muka dan kemeja putihnya. Panik mode on. Tampak kecemasan pada raut mukanya, takut sidangnya dianggap gagal atau hasil sidangnya jelek. Beberapa kali dia mengucapkan permohonan maaf kepada kami karena kesalahan teknis yang terjadi.

Biasanya kalau sudah begini saya hanya bisa membesarkan hatinya saja. Tak apa, teruskan membahas yang lain saja. Demo hanyalah bagian dari sidang, yang sangat menentukan adalah kemampuan menjawab pertanyaan penguji. Toh semua hasil pengujian sudah ditulis di dalam laporan, bukan?

Meskipun begitu, tidak jarang seusai sidang mahasiswa mengalami penyesalan yang mendalam. Ada rasa malu dan rasa bersalah. Pada suatu kasus unik yang pernah terjadi, di luar ruangan — ketika menunggu hasil sidang dibacakan — sang mahasiswa menangis karena peralatan pembaca bar code nya tiba-tiba tidak bisa membaca input. Laki-laki lagi (eh, tidak ada larangan laki-laki untuk menangis, bukan?). Dia merasa sangat kecewa.

Ah, siapa pula yang ingin gagal ketika demo aplikasi. Tidak ada. Hal-hal semacam ini, yaitu eror ketika presentasi di depan juri atau di depan penonton adalah hal yang lumrah terjadi. Demo syndrom namanya. Siapapun pernah mengalami demo syndrom seperti itu. Tidak hanya pada saat sidang TA, tapi juga pada demo dan presentasi lainnya. Yang penting adalah tetap tenang, kendalikan diri, dan ucapkan permohonan maaf.

Sekadar saran, untuk menghindari terjadinya trouble pada sesi demo aplikasi atau presentasi, datanglah minimal setengah jam lebih cepat sebelum presentasi dimulai, kalau bisa satu jam agar kalau ada apa-apa bisa punya waktu yang banyak untuk memperbaiki. Jalankan semua bahan demo dan peralatan, pastikan semuanya berfungsi dengan baik. Jangan menjalankan aplikasi pas saat demo, tetapi aplikasi sudah dijalankan sebelum presentasi dimulai dan ketika demo tinggal mengaktifkan window-nya saja. Saat-saat injury time, yaitu sebelum penguji memasuki ruangan, pastikan lagi semuanya berjalan dengan baik. Kalau pada sesi demo ternyata ada eror, yah mau bagaimana lagi, nasib lagi apes saja.


Written by rinaldimunir

June 7th, 2011 at 3:45 pm

Cara praktis menambah hafalan Qur’an di Era Modern

without comments

Artikel aselinya diperoleh dari link berikut ini.

By. G.M.Dianto

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
( Al-Qamar : 17)

Dalam menjalankan aktivitas kita, kadang kita sering lalai untuk menambah perbekalan hafalan quran kita. Ditengah kesibukan kita dalam mencari nafkah untuk keluarga, tak terasa waktu semakin cepat berlalu. Sehingga semakin bertambah tahun, hafalan quran kita tidak nambah-nambah. Memang sulit untuk membagi waktu, ketika kita dipagi hari harus berangkat kekantor. Dan ketika malam tiba baru sampai di rumah. Ketika dimalam hari, kondisi tubuh mungkin sudah sangat letih untuk menambah hafalan quran kita.

Tapi kalau kita punya kemauan keras untuk bisa menambah hafalan quran, ada beberapa cara praktis bagi orang yg super sibuk sekali pun. Dan Alhamdulillah, berikut adalah beberapa tips berdasarkan pengalaman penulis. Semoga bisa membantu.

Target Hafalan

Sebelum menghafal, kita harus tetapkan target hapalan kita. Misal kita ingin menghapal Quran Jus 29
Di Jus 29 ada 11 surat. Target kita Hapal misal adalah 3 bulan. Maka 8 Hari, hafal 1 Surat.

Tools Hafalan

1. Download MP3 Murottal Jus 29 para syeikh yang hafidz. Silahkan search di google.
Misal Syeikh Saud Al-Syuraim ( Penulis pribadi lebih suka yg ini, utk kelancaran hapalan). Kemudian pasang di Periperal kita misal, Tablet, Laptop, BB, I-phone, I-Pad, Handphone dll yg kita punya.

2. Al-quran pojok ( Standard). Untuk menghafal lebih baik gunakan 1 mushab yg standard.

Metoda Hapalan

Kita tentu ingat dengan kisah orang-orang hebat penghafal quran. Walapun dalam penjara, bahkan walaupun ada diantara mereka buta, tapi dapat menghafal quran dengan baik. Mereka menghafal bukan dengan cara melihat, tapi dengan cara mendengar. Dari apa yg mereka dengar dari para hafidz, mereka dapat menghafal walaupun buta. Jadi setelah mendengar beberapa kali dari para Hafidz, mereka coba menghafal dari apa yg mereka dengar dengan Talaqqi. Maka kalau kita mau memfokuskan indra pendengaran kita, InsyaAllah kita akan mudah dalam menghafal quran. Apalagi kita bisa gunakan indra penglihatan kita juga untuk menghafal. Selain tentunya kita sudah bisa membaca quran dengan baik beserta makhojul hurf nya. Tapi seandainya bacaan kita belum benar dan makrojul hurf kita masih banyak yg perlu di perbaiki. Kita bisa menghafal dengan Panduan MP3 murottal Syeikh Hudzaifi. Karena Murottalnya lebih lamban, sehingga kita bisa ikuti sesuai bacaannya.Kita bisa mulai dengan hafalan surat-surat pendek di jus 30.

Cara Menghafal

1. Simak murottal surat yg kita ingin hafal, yg sdh kita download di periperal kita. Bisa gunakan earphone.
Tapi yg kita dengar haruslah fokus. Misal yg kita ingin hafal adalah surat Al-Mulk. Maka yg kita setel hanya surat ini Kemudian setting di softwarenya dengan mode Repeat. Jadi yg kita dengar selama perjalanan hanya surat ini berulang-ulang. Gunakan waktu selama perjalanan baik di mobil, bus, kereta atau diatas motor, atau waktu istirahat di Kantor, saat makan siang dll.

Jadi misal untuk mendengarkan 1 surat al-Mulk adalah 4 menit, 34 detik. Maka selama 1 jam, kira-kira kita sudah menyimak sebanyak 13 kali. Setelah menyimak beberapa kali, coba kita ikuti murottalnya. Tapi usahakan kita betul-betul menyimak apa yg kita dengar. Karena kalau hanya mendengar dan tidak fokus
akan menghambat lengketnya hafalan kita. Untuk yg pakai WINAMP player, setting MP3, bisa dgn klik kanan pd tulisan WINAMP kemudian pilih yg Repeat & Shuffle. Dan file yg di upload hanya Surat al-mulk.


2. Dipagi hari, coba kita baca surat al-mulknya. Gunakan Mushab standard. Surat Al-mulk ada 30 ayat, jadi seandainya kita ingin menghafal selama 8 hari. Maka perhari kita hafalkan 4~5 ayat. Lebih bagus kalau artinya kita telaah. Untuk 5 Ayat sekitar 10~15 menit. Kalau kita sering mendengar murottalnya InsyaAllah akan cepat hafal.

3. Hari berikutnya coba kita dengar lagi Surat Al-mulknya selama perjalanan kita kekantor. Dan ini kita sesuaikan dengan hafalan yang tadi pagi sudah kita hafal biar cepat lengket. Ikuti Murottal, fokuskan 5 ayat yang tadi kita hafal.

4. Kalau selama 8 hari kita mendengar murottal Al-mulk 1 jam, maka kita mendengar sebanyak 13 x 8 = 104 kali. Kalau per hari 2 jam maka kita mendengar sebanyak 208 kali. Jadi kalau kita menyimak dengan baik Insya Allah cepat hafal. Ketika dipagi hari kita menghafal 5 ayat, akan terasa lebih mudah karena sudah akrab di telinga.

5. InsyaAllah kita bisa hafal kalau kita mau.

Demikian semoga bermanfaat untuk semua, khususnya untuk penulis.

Bekasi 1 june 2011

Written by ibu didin

June 5th, 2011 at 12:40 pm

Foto-Foto Lawas Bung Karno (yang Jarang Dilihat Orang)

without comments

Bulan Juni dinyatakan sebagai bulan Pancasila, karena hari lahir Pancasila adalah pada tanggal 1 Juni. Orang yang berperan besar dengan kelahiran dasar negara itu adalah Presiden RI pertama, Soekarno. Bagi anda yang mengagumi Soekarno (kalau saya pribadi sih biasa-biasa saja), saya mendapat kiriman dari sebuah milis foto-foto lawas Bung Karno yang jarang dilihat orang. Nah, saya bagikan foto ini agar dapat dinikmati khalayak. Sayang sekali foto ini hanya berbicara peristiwa, namun tidak ada informasi kapan peristiwa tesrebut berlangsung. Bila melihat foto-foto itu memang benar jika Soekarno adalah Orang Besar yang pernah hidup di zamannya.

1. Bung Karno berpidato di depan kongres kaum buruh

2. Bung Karno mencium putrinya. Hmm… siapa yang diciumnya itu? Apakah Sukmawati? Kalau yang paling kiri jelas itu Megawati. Megawati cantik sekali waktu masih gadis. Semua anak Bung Karno memang cantik-cantik dan tampan.

3. Bung Karno dan Presiden AS yang terkenal, John F. Kennedy

4. Masih dengan John F. Kennedy, di Washington

5. Bung Karno dengan bintang Hollywood. Marylin Monroe kah?

6. Kunjungan ke Bandung dengan istrinya Bu Fatwamati dan seorang tamu asing. Siapa dia? (sepertiya dari Srilanka/India)

7. Bung Karno, istri, dan anaknya. Guntur? Guruh?

8. Bung Karno memperoleh gelar kehormatan dari sebuah Universitas di luar negeri. Universitas apakah itu?

9. Bung Karno dan Kaisar Jepang, Hirohito

10. Bung Karno, disamping seorang pemimpin besar, dia rupanya seorang “pemuja” wanita. Istrinya lebih dari satu. Ini adalah pernikahannya dengan wanita Jepang, Ratna Sari Dewi.

11. Soekarno tua. Inilah wajah Soekarno tanpa peci khasnya.

12. Pemakaman Soekarno di Blitar


Written by rinaldimunir

June 4th, 2011 at 2:25 pm

Posted in Indonesiaku

Libur Kejepit yang Tidak Efektif

without comments

Libur lagi, libur lagi. Seharusnya orang senang karena ada libur harpitnas (hari kejepit nasional), namun kalau saya perhatikan libur harpitnas (cuti bersama) 3 Juni kali ini tidak efektif. Anak-anak tetap saja masuk sekolah, jadi otomatis kita — orangtua — di rumah tidak bisa kemana-mana. Mau pergi jalan-jalan tapi anak-anak masih sekolah, apalagi minggu depan sudah mulai Ujian Akhir Semester (UAS) di sekolah-sekolah SD, SMP, dan SMA di Bandung. Kalau dipaksakan juga pergi jalan-jalan saya khawatir pulangnya anak-anak kecapean, lalu sakit, akhirnya gagal deh UAS. Rugi sendiri bagi anak.

Makanya libur harpitnas kali ini tidak terlalu disambut gembira banyak orang. Bagi kalangan pegawai golongan rendah, libur juga berarti mengeluarkan biaya tambahan. Mau piknik atau jalan-jalan bersama keluarga pasti perlu uang. Mau di rumah saja juga tidak berarti tidak keluar uang, sebab biasanya dapat uang makan di kantor sekarang harus keluar uang untuk makan siang. Bagi pengusaha yang mengerjakan banyak karyawan atau buruh, libur harpitnas berarti pengeluaran tambahn sebab mereka harus mengeluarkan uang lembur bagai karyawannya. Lho, kok? Begini penjelasannya. Karena kontinuitas produksi perusahaan harus terus berlangsung, maka pegawai atau buruh harus tetap masuk kerja. Karena hari ini libur maka kerja mereka dihitung sebagai lembur, yang berarti pengusaha harus menyediakan uang lembur bagi mereka.

Libur cuti bersama setiap ada tanggal “kejepit” sudah banyak dikritik orang karena tidak efektif. Pemerintah telah menetapkan tanggal-tanggal libur dan cuti bersama pada setiap awal tahun, sekarang Pemerintah juga yang melanggar dengan mengubahnya di “tengah jalan”. Ada kecurigaan bahwa libur cuti bersama dadakan dalam waktu 2 minggu ini terkesan dipaksakan untuk kepentingan politik. Karena akhir-akhir ini banyak sekali kasus melanda orang Pemerintahan — seperti kasus hukum, kasus korupsi, dll — maka untuk meredam isu atau mengalihkan isu supaya tidak semakin memanas, maka tiba-tiba diumumkan libur pada hari kejepit tersebut. Masyarakat disuruh piknik supaya kasus-kasus yang lagi “hot” tersebut terlupakan untuk sementara.

Namun sebenarnya ada yang lebih penting lagi daripada sekadar kecurigaan tersebut. Pengumuman libur cuti bersama semakin menguatkan kesan bangsa ini sebagai bangsa pemalas, maunya santai-santai saja, tidak perlu banyak bekerja. Etos kerja yang ingin ditumbuhkan sebagai bangsa yang suka kerja keras, rajin, dan menolak budaya santai menjadi luntur karena seringnya libur. Kapan bangsa kita ini menjadi maju?


Written by rinaldimunir

June 3rd, 2011 at 2:20 pm

Posted in Indonesiaku

Menu untuk Ibu Menyusui: Sate Kambing & Tempe Bacem

without comments

Banyak menu yang halal dan baik bagi ibu menyusui (busui) dapat diakses di internet, majalah, atau buku2.  Berikut ini adalah menu busui warisan orangtua dan juga hasil baca-baca. Pada pokoknya semua makanan yang halal dan baik, tentu baik dikonsumsi busui, terutama makanan yang mengandung protein tingi, kacang2an, sayuran, dan asupan cairan.  Ikan seperti gabus dan lele mengandung protein tinggi, tetapi karena saya alergi ikan, maka lebih suka daging kambing dan kacang2an dalam bentuk tempe/tahu, terutama kalau dibacem. Kambing muda diapain enak, masaknya cepet mateng (karena muda). Ditumis dg bumbu minimalis bawang putih-bombay-merica putih/hitam-kecap sudah mateng, dicampurin buncis muda biar ada kriuk2nya.  Atau dipanggang plain/tawar aja juga enak, dibikin sate juga enak, nasgor kambing bumbu kampung yang pedes juga enak, soto betawi juga oke, klo gule kambing saya gampang mblenger/eneg.  Berikut ini menu busui sate kambing dan tempe bacem. Dua2nya juga kegemaran mba nana & abahnya =).

1. Sate Kambing

Kambing muda pastinya, yang fresh pink/merah, dengan sedikit saja gajih untuk menambah wangi :D :D :D  Jangan yang masih beku, di de-frost atau lelehkan alami sehingga tidak akan liat jika disate. Kalau di Belanda lebih umum daging domba (yg kulit bulunya tebel), lebih berlemak dan lebih cepat empuk.

Bumbu super  minimalis saja, yang terbaik adalah rasa alami dagingnya. Tanpa dibumbuipun sudah enak. Saya biasa campurkan minyak kelapa/sayur secukupnya, kecap manis secukupnya, dan sedikit ketumbar.  Secukupnya sampai ‘kacap’ saja istilah jawanya, cukup tidak sampai banjir. Tidak perlu garam, garam akan menjadikan liat. Potongan dagingnya tipis memanjang kalau ingin cepat mateng dan ditata di tusukan sate (biar berasa sate ^^, ga ditusuk jg gpp).

Panggang diatas arang tentu maknyuuss.. kalau buat sehari2 (bukan event nyate beneran) saya panggang di atas kompor aja, ditaruh tatakan yang biasa buat ngoven, dan jadilah sate.  Langsung disantap hangat2 lebih nikmat. Mba nana yang masih ‘sulit’ makan potongan daging sapi, ternyata doyan sate kambing , calon ibu menyusui masa depan^^ Kalau abahnya mah jangan ditanya, penggemar kambing sejati :D

Buat temen sate kambing enaknya juga bukan bumbu kacang (walaupun gpp juga bumbu kacang ^^), saya cukup sambel kecap yg diisi potongan cengek/rawit dan bawang merah segar (bukang goreng), bisa ditambah irisan tomat seger (jangan tomat yang terlalu mateng), ditambah perasan jeruk sambel/limau juga mantap ^^

2. Tempe bacem

Ini saya juga suka bikinnya, blender, rebus, ditinggal sampe saat/asat, jadi deh ^^ Tempe di Belanda ini tidak seenak tempe Indonesia (khususnya Indonesia bagian Batu-Malang yang terkenal dengan produksi tempenya tea..:D).  Sehingga kalau digoreng berasa kecut/asem ga jelas, dibikin bacem justru enak. Tempenya kalau mau berkesan bacem banget dipotong2 segitiga tebel/piramid, kalau tidak potong apa saja ^^  Resep asli tradisionalnya tidak meninggalkan air kelapa muda untuk memberi kesan asem yang seger.  Saya tidak pake karena susah nyarinya ^^

Bumbu: blender bwng merah-putih-ketumbar bubuknya saya campur sekalian. Iris2 lengkuas, gula jawa/aren, siapkan beberapa lembar daun salam, dan asem jawa, ditambah terasi juga tambah enak :) . Taruh tempe di kuali/panci/wajan. Masukkan semua bumbu tambahkan air yang banyak untuk merebus sampai tanak, tambahkan garam, sudah bisa ditinggal, biarkan mendidih, dibalik jarang2 saja, sampai airnya habis matikan kompor.  Saya juga suka sekalian memasukkan ayam sekalian bikin ayam bacem, tetapi bukan ayam broiler sehingga tidak anyir, bisa ayam kampung, kalau di Belanda pake soep kip, atau ayam sop. Klo baceman sudah mateng bisa digoreng anget2 dimakan pake nasi dan sambel, atau disantap tanpa digoreng (mengurangi konsumsi minyak bagus untuk kesehatan & kecantikan bukan :) ).

Untuk sambelnya bisa model sambel apa saja yang disukai keluarga. Saya biasa pake sambel bajak ala kampung.

Written by ibu didin

June 2nd, 2011 at 3:35 pm

Posted in Dapur DKM

Beda Arti Warna Lampu Lalu Lintas di LN dan di Indo

without comments

Dapat dari teman di milis.


Written by rinaldimunir

June 1st, 2011 at 4:08 pm

Posted in Gado-gado