if99.net

IF99 ITB

Archive for April, 2011

Termehek2 theoretical framework: Actor Oriented Approach

without comments

Dua paragraf pertama:

……………………………. to be continued to reach minimum of 10 pages

huhuhuhu ternyata eike yang well trained as engineer, bener2 babak belur belajar science, kehajar banget *&^%$#@!

kerja keras & peras otak sampai panas…insyaAllah selesai!!!!

Written by ibu didin

April 23rd, 2011 at 9:34 pm

Posted in Master Thesis,Studi

Kampus ITB Bebas Asap Rokok???

without comments

Beberapa hari ini saya melihat spanduk kampanye bebas asap rokok di dalam kampus. Kalimat-kalimat di dalam spanduk tersebut cukup garing sehingga siapa yang membacanya tertawa geli. Spanduk yang di bawah ini dipasang di depan Aula Timur:


(kamu boleh aja merokok, tapi asapnya jangan masuk ke hidung orang lain)

Kalau spanduk yang ini dipasang di depan LabTek V:


(bikinin tempat ngerokok dong, masa gue ngerokok di ITB dimarahin mulu)

Tentu spanduk-spanduk tersebut bukan mengkampanyekan larangan merokok di dalam kampus. Kalau merokok dilarang di ITB, bisa ngamuk tuh beberapa dosen senior (eh, saya juga udah termasuk generasi senior). Karyawan ITB yang rata-rata pegawai kecil juga banyak yang merokok. Rekan saya yang lebih senior kalau sudah merokok mantap benar gayanya, betul-betul menikmati. Dulu ketika saya masih kuliah, Bapak dosen yang satu ini tanpa rasa sungkan merokok di dalam kelas. Dia duduk di atas meja, sambil sesekali bercerita apa saja, lalu mengambil bungkus rokok dari saku celanannya, menyalakan korek api, dan menghisap rokok dalam-dalam.

Untunglah saya tidak pernah melihat mahasiswa Informatika merokok di dalam kampus, tetapi kalau mahasiswa Prodi lain saya pernah lihat. Terus terang saya tidak suka rokok, belum pernah merokok sih dan tidak akan pernah selamanya. Saya juga kurang suka melihat orang merokok, sebab saya merasa terganggu dengan asapnya. Merokok itu tidak sehat.

Jadi, kalau ada kampanye bebas asap rokok di dalam kampus, saya mendukung sekali. Mudah-mudahan saja suatu saat nanti rokok adalah benda haram di dalam kampus, sama seperti narkoba.


Written by rinaldimunir

April 22nd, 2011 at 5:53 pm

Posted in Seputar ITB

Meski dari Keluarga Petani Miskin, tetapi Mampu Meraih IP 3,98

without comments

Perjuangan mahasiswa dari desa yang menimba ilmu di universitas ternama selalu menimbulkan rasa haru bercampur kagum. Rasa haru timbul karena meskipun mereka berasal dari keluarga petani miskin, namun kemiskinan tersebut tidak membuat mereka patah semangat. Rasa kagum muncul karena dengan kondisi yang serba prihatin tersebut mereka ternyata mampu meraih prestasi tinggi.

Kisah mahasiswa bernama Abdul Muhammad Rosid yang kuliah di FMIPA UNY Yogyakarta ini seharusnya memberi banyak inspirasi kepada anak muda negeri ini, bahwa kemiskinan tidak boleh membuat orang harus putus sekolah. Bagaimananpun caranya, pendidikan harus diupayakan terus berlanjut, sebab hanya pendidikanlah yang dipercaya dapat memutus rantai kemiskinan.

Kisah Rosid ini saya kutip dari Harian Jogja. Anak-anak muda di negeri ini yang banyak dimanjakan oleh kemudahan berbagai fasilitas dan materi namun mempunyai prestasi sekolah jeblok seharusnya merasa malu kepada Abdul Rosid ini, pemuda miskin dari desa namun mempunyai IP yang sangat tinggi, nyaris 4,00.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Abdul Muhammad Rosid: Tanpa diktat, bisa raih IP 3,98
Jum’at, 01 April 2011 09:40:28

Tidak punya cukup uang untuk membeli buku diktat kuliah, Abdul Muhammad Rosid, 23, harus rajin meminjam buku temannya atau ke perpustakaan. Jangankan membeli buku, agar bisa kuliah saja, ia harus disumbang guru di sekolahnya.

Uang sumbangan para guru itu kemudian dibayarkan sebagai uang pangkal masuk Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY). Sumbangan guru yang dikumpulkan pada 2007 itu pulalah yang selalu mendorongnya giat belajar.

Rosid bercerita, ia sempat mengalami dilema, melanjutkan pendidikan atau menetap di desanya dan membantu orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani, selepas lulus SMA Negeri 1 Ngluwar. Terlebih penghasilan orang tuanya saat itu tidak lebih dari Rp400.000 sebulan, jumlah yang jauh dari cukup untuk membuat seorang anak menempuh pendidikan.

Namun, salah satu guru di sekolahnya ‘eman’ bila anak didiknya tidak meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Alasannya, Rosid terbilang berotak encer dengan prestasi juara I di sekolah dan memperoleh nilai 10 dalam Ujian Akhir Nasional untuk mata pelajaran matematika.

“Sangat jarang orang di desa saya yang meneruskan pendidikan SMA terlebih kuliah karena memang sebagian besar mengalami kesulitan ekonomi,” ujar Rosid, sapaan akrabnya kepada Harian Jogja, Kamis (31/3).

Ia menceritakan kisah empat tahun lalu, pengalamannya cukup berliku untuk menyandang status mahasiswa. Bahkan, tidak pernah terbersit dalam benaknya sewaktu di bangku SMA untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi.
Guru Bimbingan Konselinglah yang mendorong Rosid mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan mendapatkan beasiswa masuk universitas. Kendala lain muncul setelah diterima, sebab beasiswa tidak sepenuhnya dapat menutupi uang masuk kuliah.

Guru-guru sekolahnya pun mengumpulkan uang dari kocek masing-masing guna melihat anak didiknya dapat meraih masa depan cemerlang. Terkumpulnya sumbangan dari para guru, membuatnya bernapas lega. Sebelumnya Rosid juga terpaksa meminjam uang dari temannya untuk menutupi uang pangkal masuk kuliah.

“Saya meminta keringanan biaya mengingat uang yang saya miliki pas-pasan, namun pihak universitas tidak mengabulkannya. Sebagai gantinya, universitas memberikan saya kesempatan untuk mengangsur biaya pendidikan,” urainya.

Jadilah laki-laki yang ibunya bekerja sebagai pembuat gula kelapa ini tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2007. Jurusan pendidikan matematika, ungkapnya, dipilih karena ia merasa akrab dengan istilah matematika daripada nama jurusan lainnya.

“Maklum saja, saya hidup di desa yang kurang informasi pendidikan,” ucap laki-laki pemalu ini.

Jarak Muntilan-Jogja yang tidak mungkin ditempuh setiap hari membuat Rosid memutuskan menerima ajakan seorang temannya untuk tinggal di masjid sejak perkuliahan dimulai.

Menjadikan masjid sebagai tempat tinggal, bukanlah hal yang mudah bagi laki-laki kelahiran Magelang 23 tahun yang lalu ini. Sebabnya sederhana, dia merasa tidak seperti teman-temannya yang lain, tidak pintar ilmu agama karena bukan jebolan pondok pesantren.

Namun, selama setahun dia terus bertahan dan belajar banyak, mulai dari mengumandangkan adzan, iqomah, dan terkadang menjadi imam shalat. Bukan tanpa alasan dirinya menumpang hidup di sana.

Di antara aktivitas menjaga masjid dan kepadatan kuliah, ia mampu meraih IP semester awal 3,98. Buku menjadi sesuatu yang mewah baginya, sehingga ia lebih kerap meminjam buku pelajaran dari perpustakaan dan teman-temannya.
“Karena buku pinjaman, maka saya tidak bisa berlama-lama membaca. Sekali membaca saya harus dapat memahami agar buku tersebut cepat dikembalikan,” kenangnya.

Prestasinya tidak berhenti pada perolehan IP tinggi, ia juga berhasil meloloskan karya ilmiah ke tingkat universitas berjudul Pelepah Pisang sebagai Media Pembelajaran Matematika. Pelepah pisang menurutnya bisa digunakan mengajar geometri.

Saat ini, laki-laki yang berulang tahun 26 Februari ini sedang menyelesaikan tugas akhirnya dan ia selalu mengingatkan tanpa terkesan menggurui, memanfaatkan waktu dan fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya sehingga tidak terjadi penyesalan di masa yang akan datang.

Salah satu teman sekelasnya di awal kuliah, Ervinta Sri Ning Dewi, menuturkan, Rosid seorang yang aktif di kelas. Dia memiliki catatan perkuliahan yang berbeda dengan mahasiswa lainnya. “Jika mahasiswa lain mencatat sama persis dengan dosen, maka Rosid mencatat apa yang dimaksud dosen,” terangnya.

Menurutnya, Rosid adalah sosok yang low profile dan tidak ngoyo, dia jarang menunjukkan kepintarannya di depan teman-temannya karena dia tidak mau dianggap keminther. Laki-laki itu selalu berusaha terlihat sama dengan teman-teman yang lain dan sangat tidak suka dikasihani.(Wartawan Harian Jogja/Switzy Sabandar)


Written by rinaldimunir

April 20th, 2011 at 7:52 am

Mission Possible or Impossible?

without comments

18,19,20 April, Senin-Selasa-Rabu, Bab 3, Theoretical Framework- Actor Oriented Approach

21-22-23-23 April, Kamis-Jumát-Sabtu-Minggu, Bab 2: History Palm Oil Indonesia and History Environmentalist Movement

24-25 April, Senin-Selasa, Bab.4 Mapping Stakeholders

26-27-28 April, Rabu-Kamis-Jum’at, Actor Oriented Approach step by step, preparing interview

29-30 April, Sabtu-Minggu, Revisi Bab 1Introduction

Written by ibu didin

April 18th, 2011 at 11:18 pm

Posted in Master Thesis,Studi

Ulat Bulu dan Zaman Nabi Musa

without comments

Hari-hari belakangan ini rakyat Indonesia, terutama di Pulau Jawa, disibukkan dengan serangan ulat bulu. Ulat bulu dalam jumlah yang luar biasa banyaknya merayap di pohon-pohon, di dinding rumah, di tanah, dan di tempat mana saja. Bermula serangan ulat bulu di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, lalu ke Bali, kemudian berbalik ke Jawa Tengah, Jakarta, dan terakhir sudah sampai ke Bandung.

Foto-foto ulat bulu ini diambil dari intenet. Kalau difoto ternyata gambar-gambar ulat itu sangat menawan, tapi kalau terkena bulunya, maka indahnya ulat bulu itu berubah menjadi kejengkelan. Siapapun tidak suka ulat bulu. Jika terkena bulunya menyebabkan kulit menjadi gatal-gatal. Itu karena bulu ulat ini mengeluarkan semacam zat kimia yang membuat kulit gatal-gatal. Saya dan anak yang sekolah di TK pernah terkena bulu dari ulat ini. Entah kenapa ya, ulat bulu ini suka menjatuhkan diri ke tanah, lalu merayap dan menempel di sepatu. Jika terpegang, udah deh… dijamin gatal-gatal. Saya kira cukup diobati dengan balsem atau minyak kayu putih, eh ternyata tidak cukup. Rasa gatal membuat kulit bentol-bentol kemerah-merahan. Beberapa hari kemudian bentol-bentol itu berisi air, mirip seperti kutu air. Biasanya kalau sudah berisi air itu, saya suka tusuk pakai jarum supaya airnya keluar (jorok ah..). Seminggu lebih baru sembuh dan ganti dengan kulit yang baru. Merepotkan sekali jika terkena ulat bulu.

Ulat bulu sebenarnya adalah salah satu fase dari metmorfosis serangga bernama ngengat. FYI, kalau ulat daun yang tidak berbulu bermetamorfosos menjadi kupu-kupu, maka ulat bulu nanti berubah menjadi ngengat. Antara ngengat dan kupu-kupu bentuknya mirip. Bila anda ingin tahu lebih jelas tentang ulat bulu jenis ngengat ini, baca deh blog rekan dosen dari Biologi ITB, Pak Taufikurrahman.

Kembali ke judul di atas. Fenomena serangan ulat bulu yang sekarang sedang heboh di Indonesia mengingatkan saya dengan serangan hama belalang, kutu, katak, dan darah pada zaman Nabi Musa dan Firaun. Di dalam Al-Quran Surat Al-A’raf ayat 130 – 135 disebutkan Firman Allah SWT sebagai berikut:

130. Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.

131. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Itu adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

132. Mereka berkata: “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu”.

133. Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah [558] sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

134. Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu [559]. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu”.

135. Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.

(Sumber foto dari Kasus.net)

Cerita tentang belalang dan darah tersebut juga terdapat di dalam Perjanjian Lama, salah satu dari Al-Kitab. Seperti disebutkan di dalam Kitab Keluaran 10:12 – 15:

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas tanah Mesir mendatangkan belalang dan belalang akan datang meliputi tanah Mesir dan memakan habis segala tumbuh-tumbuhan di tanah, semuanya yang ditinggalkan oleh hujan es itu.” Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke atas tanah Mesir, dan TUHAN mendatangkan angin timur melintasi negeri itu, sehari-harian dan semalam-malaman, dan setelah hari pagi, angin timur membawa belalang. Datanglah belalang meliputi seluruh tanah Mesir dan hinggap di seluruh daerah Mesir, sangat banyak; sebelum itu tidak pernah ada belalang yang demikian banyaknya dan sesudah itupun tidak akan terjadi lagi yang demikian. Belalang menutupi seluruh permukaan bumi, sehingga negeri itu menjadi gelap olehnya; belalang memakan habis segala tumbuh-tumbuhan di tanah dan segala buah-buahan pada pohon-pohon yang ditinggalkan oleh hujan es itu, sehingga tidak ada tinggal lagi yang hijau pada pohon atau tumbuh-tumbuhan di padang di seluruh tanah Mesir.(Keluaran 10:12-15)

Apakah ada kesamaan antara fenomena ulat bulu sekarang dan belalang pada zaman Nabi Musa? Wallahualam, tetapi secara logis serangan ulat bulu tersebut disebabkan oleh banyak faktor, utamanya karena perubahan cuaca ekstrim di Indonesia yang menyebabkan kelembaban udara tinggi sehingga meningkatkan reproduksi hama meningkat. Selain itu faktor musuh alami ulat juga berkurang seperti berkurangnya burung-burung dan semut rang-rang sebagai predator ulat.

Mengaitkan serangan ulat bulu dengan dosa-dosa bangsa Indonesia rasanya tidak tepat. Bangsa ini memang sudah banyak berbuat dosa, terutama yang dilakukan oleh pejabat dan tokoh publik. Korupsi, perzinahan, pornografi, dan berbagi bentuk kejahatan lainnya sudah menjadi berita sehari-hari. Tetapi mengaitkan dosa-dosa itu dengan hukuman berupa serangan ulat bulu, sepertinya terlalu berlebihan. Kalau mau, Tuhan bisa mendatangkan hukuman yang lebih berat dari ulat bulu.

Saya lebih percaya serangan ulat bulu itu semacam peringatan Tuhan kepada manusia agar memperbaiki diri. Manusia tidak bisa menjaga keseimbangan alam sehingga situasinya menjadi begini: perubahan iklim sebagai efek pemansan global akibat ulah manusia, matinya predator ulat karena ketamakan manusia menangkap burung dan semut rang-rang untuk pakan hewan peliharaan, dan sebagainya.

Namun yang jelas, saya kapok terkena ulat bulu lagi!


Written by rinaldimunir

April 18th, 2011 at 11:45 am

Posted in Indonesiaku

Enaknya punya hobi mendukung :D

without comments

Maksudnya mendukung kewajiban2 utama heheheh.. Katanya, by definition, hobi itu adalah sesuatu yang disukai yang dikerjakan pada waktu luang, mungkin waktu luang itu adalah waktu di luar rutinitas pekerjaan.  Tapi apa manusia itu perlu hobi? entahlah.  Apalagi hobi yang menghabiskan banyak uang atau yang ekstrim membahayakan keselamatan diri oh no no.. ga deh

Jadi apa hobi saya? sepertinya masak dan beberes (tapi tanpa nyetrika :( ).  Setelah selesai exam selalu pengennya masak yang enak2, kemudian membereskan rumah yang rada heboh. Jadilah hobi ini sekaligus mendukung tugas2 sebagai ibu dan istri, saya senang, abah senang, mba nana juga senang. Tetapi kalau dari definisi hobi, maka hobi saya ini bukan termasuk hobi, karena ini rutinitas pekerjaan saya juga, jadi saya ga punya hobi dong, tuh lieur sendiri khan… ah baelah dengan atau tanpa hobi yang penting saya senang dan menyenangkan orang lain wheeee ;)

Sebenarnya ada salah satu hobi lagi, yaitu shopping, tapi daripada menyesal setelah uang keluar tanpa kegunaan berarti, apalagi menyebabkan kanker (kantong kering), mending menahan diri dulu sekuatnya *hobi ini asyik disalurkan klo punya bisnis, jadi kesenangan belanja terpenuhi, dijual lagi dapat duit lagi cling cling*

Written by ibu didin

April 18th, 2011 at 3:33 am

Posted in Tafakur

Senyum Snijders

without comments

Hari Selasa kemarin saya sudah bersiap untuk melakukan exam ulangan untuk mata kuliah metode riset kuantitatif bagian kedua, bagian pertamanya sudah lulus, bagian duanya belum lulus yang (entah kenapa) dicitrakan rada horor, multivariate modelling dengan tool SPSS yang diasuh oleh Prof.Snijders.  Mungkin yang bikin horor karena dalam waktu 8 minggu harus mastering multivariate modelling dg standar si profesor tea, duuh klo bikin soal. Ini adalah ujian terakhir yang harus saya ikuti, dan ini adalah matakuliah penyetaraan untuk mahasiswa internasional, bukan bagian dari matakuliah master program.

Sistem akademis di Belanda, untuk ujian harus registrasi online khusus mengikuti exam lewat blackboard/studyweb, ada batas akhir pendaftaran, jadi klo tidak terdaftar (meskipun karena lupa) biasanya tidak akan bisa masuk ruang ujian. Karena ada yang disebut Exam Committee/Exam Board yang secara resmi menyetujui pengeluaran nilai kita, tugas dosen adalah memberi ujian, mengoreksi, dan mengirim hasilnya ke Exam Board.  Exam board akan memverifikasi apakah sesuai dg daftar registrasi exam, sesuai dengan daftar kehadiran di ruang kelas, kemudian akan mengesahkan nilai & jumlah ECTS nya.  Exam board ini jg lembaga yang akan bersidang/melayani appeal, keberatan atas suatu nilai, menyidang tersangka plagiarisme, memutuskan hukuman, atau bisa menentukan mata kuliah ‘darurat’ yang harus diambil student.

Saya mendaftar ujian untuk mata kuliah Method and Model for Behavioral Research yang berkode 0AP03, nah mata kuliah ini dibagi dua babak, bagian pertama 3 ECTS berkode 0AP07, bagian kedua 3 ECTS berkode 0AP05, nama matakuliahnya sama. Nanti dua nilai ini akan digabung menjadi 0AP03 sejumlah 6 ECTS. Jadi jika belum lulus salah satunya, maka dua2nya nilai tidak akan bisa didapat.

Bagian kedua yang rada horor ini sudah saya persiapkan baik2, ujiannya menggunakan komputer, membawa laptop sendiri2, soal dikirim satu atau dua hari sebelumnya dalam bentuk terenkripsi, di kelas akan diberitahu passwordnya. Untuk menghindari kecurangan, maka masing2 student harus mengaktifkan software monitoring aktifitas di komputer yang filenya juga dikirim besarta jawaban ujian. Ujian berlangsung 3 jam.

Di studyweb/blackboard akan ada tanggal, waktu, dan tempat ujian. Saya lihat terdaftar untuk hari Selasa, 12 April 2011, pukul 14 – 17, di ruang Pavilion U-46, ruangan yang cukup jauh dengan berjalan kaki dari gerbang depang TU/e.  Dengan naik kereta jam 10 dari Delft, maka akan nyampe di Eindhoven jam 11.30, waktu masih cukup untuk membuka coretan rangkuman lagi. Saya mampir dulu ke kantin Spoortzaal, suasananya asyik ga terlalu rame, saladnya lengkap kap kadang suka nemu sayuran/buah yg aneh, dan mesin kopi gratis he..he.. Kemudian meneruskan perjalanan menuju Pavilion, dan mengambil tempat yang tenang di perpustakaan fakultas yang terletak di kompleks Pavilion.

Jam 13.30 saya menuju ruangan, di jalan ketemu mba Sherly (satu fakultas beda master program), dia memberi tips2 mengerjakan soal Snijders, pokoknya yang pilihan ganda kerjakan dg cepat jangan lebih dari 30 menit, sisanya untuk mengerjakan soal analisis, waktunya biasanya ga cukup. Okay dech bismiLlah… sampai di ruangan saya merasa ada kejanggalan, kenapa di setiap meja tidak ada colokan ya… akhirnya saya memilih tempat paling pojok belakang yang deket colokan di dinding.. kemudian keluar lagi ke toilet (kehamilan yang makin besar menyebabkan lebih sering ke toilet), masuk ruangan lagi lihat pengawas ujian (biasanya pensiunan, kakek2/nenek2 yg sepuh2) sudah membagikan presensi hadir (satu orang satu kertas kecil yang harus ditandatangani).

Melihat student lain tidak ada yang mengeluarkan laptop saya semakin curiga, akhirnya saya tanya ke student lain, ini ujian bagian pertama atau kedua? doweng doweng…. ini adalah ujian 0AP07 alias bagian pertama.  Jadi saya salah dong, aduh ujian Snijders dimana? Astaghfirullah saya tau kesalahan saya adalah salah mendaftar kode ujian sehingga yang akan terlihat di blackboard adalah waktu & tempat untuk ujian 0AP07, sedang saya seharusnya mendaftar untuk 0AP05.  Sebenarnya sewaktu saya mendaftar exam ada keganjilan dimana disitu ditulis 1 used of 3 maximum (artinya ujian pertama kali dari 3 kali maksimal ujian).  Oh iya, ujian di Blnd maksimal 3 kali, klo belum lulus2 maka harus appeal ke Exam Board, mereka kemudian akan menentukan langkah apa yang harus diambil.  Seharusnya saya 2 used of 3 maximum, karena ini percobaan kedua.  Tapi kok firasat aneh itu ga segera ditindaklanjuti.. Astaghfirullah… mungkin harus lebih banyak lagi mengingat Allah agar kejadian seperti ini tidak terulang.

Saya memastikan ke kakek2 penjaga ujian, dia juga bingung ga ngerti, terus pas saya keluar ruangan ada bapak2 (mungkin PhD student) datang menanyakan dimana ruangan U-46, dia membawa soal ujian, disitu kepastian bahwa ini adalah ujian tertulis untuk 0AP07 (bagian pertama). Yachhhh…. disitu saya ketemu lagi mba Sherly, wah mba salah ruangan nie, tak tanya ke kantor study advisor barangkali  mereka bisa akses data dimana ujian 0AP05, karena hari ujiannya sama, sebab Snijders mengirim file soal bertanggal 12 April 2011. Setelah dilihat di komputer, ada ujian 0AP05 tapi jam 9 – 12 pagi tadi. Dowenggg….. yach.. deg2an, menyesal, tapi sambil ketawa-ketawa (menertawakan kebodohan diri sendiri), ga boleh buang waktu lagi.. saya berjalan ke gedung Innovation Sciences ruangan Snijders, mba Sherly bilang Snijders orangnya strict, tapi coba aja dulu deh.

Sesampai di Innovation Sciences menanyakan ruangan Snijders ke sekertaris, bertemu dia di lorong, sambil ngos2an dan ketawa menceritakan dengan singkat ceritanya… bla bla bla… kemudian meminta mungkin ga dilakukan exam, hari ini juga. Dia bilang, masalahnya kamu tidak terdaftar untuk exam, jadi tidak mungkin mengeluarkan nilai. Saya bilang bagaimana kalau saya melakukan exam dan nanti appeal ke Exam Board, saya juga akan membicarakan ini dengan my study advisor.   Akhirnya dia minta saya menghubungi study advisor, saya nanya apa yang dia harapkan? reference letter atau apa, di bilang terserah mau email atau apa pokoknya  memberitahukan apa yang harus dilakukan terkait persoalan ini.  Saya segera ke lantai dasar bertanya ke sekretaris ruangan dan keberadaan study advisor saya (Mr.Clarkson), ruangannya terkunci, wah ini kalau dianya ga ada saya ga bisa ngasih apa2 ke Snijders.  Saya mencari tau ke sekretaris yang lain (ini sekertaris bidang keahlian riset, beda dg yg dilantai bawah), dia memberikan nomor telepon dan ruangan lain Mr.Clarkson yang ternyata di Pavilion.

(Untuk membuat lebih lebay) dengan menenteng bawaan tas laptop dan satu tas lain berisi buku dll saya menuju gedung Pavilion lagi, mungkin adeknya mba nana ikut2an tegang ya di dalam perut, maafkan ibu deh nak, kebodohan ibu membuat repot seperti ini. Di depan pintu rungan A02 ada laki2 menyapa siapa yang dicari, saya bilang Mr.Clarkson, yes I am the one.  Saya berkenalan singkat, karena biasanya kami komunikasi lewat email saja untuk progres2 study, jadi belum pernah ketemu. Oh ya Didin…dia mengenali émail’ saya.  Saya ceritakan kejadiannya… Alhamdulillah dia cukup ramah, segera dia menelpon Snijders, mereka bicara dalam bahasa Belanda..and… Didin you can come to Snijders and make the exam now… Alhamdulillah… thank you… thank you for your kind help…

Balik lagi berjalan ke gedung Innovation Sciences, naik ke lantai satu, wah daripada capek pake lift deh, ketemu orang ramah lagi di lift, mengetok pintu Snijders dan dia keluar sambil tersenyum mengacungkan jempol (maksudnya selamat atas usaha kerasnya kali hihihihi). Come on, follow me, dia menuju sekertaris mencari kunci untuk satu ruangan kosong, saya menunggunya sambil mengisi botol air minum, dia yang keluar sambil membawa kunci ketawa lagi, take your time… o ho ho dia ramah sekali, berkali2 melihatnya senyum/ketawa. Di ruangan dia juga membantu menyetting komputer, membukakan jendela, wah panas ya.. memberi password untuk soal yang terenkripsi, memberi tahu soal-soal yang ambigu, kemudian menanyakan apa kebutuhan saya, saya bilang perlu kertas kosong. Dia mengambilkan dan lagi-lagi tersenyum….  wah wah.. baru tahu Snijders tidak seserem imejnya di kelas. Saya mengikuti kelas wajibnya, The Network Society, tentang sosial network, termasuk matakuliah yang ‘horor’ juga (definisi mata kulah horor kalau yang dapat 8 bisa dihitung dengan jari :D :D:D), di Belanda dia pakarnya social network, di Innovation Sciences dia juga figur penting dan berdaya jual heheh, sudah full professor di usia 38 tahunan, ahli matematik, kemudian ke sosiologi (social network).

Saya diberi waktu 3 jam, karena mulai jam 14.36 maka selesai jam 17.36 (file jawaban di submit via email ke Snijders), dia bilang sudah pulang jam segitu, jadi kunci ruangannya balikin ke sekertaris ya.  Okay deh Sir.. karena ruangan dibiarkan terbuka, mahasiswa PhD yang tadi bawa soal ujian ke ruangan Pavilion menyapa saya yang tengah mengerjakan soal, ternyata dia di gedung ini juga, dia bilang tadi juga sudah curiga saya salah waktu ujian, tapi dia tidak yakin. Saya cerita singkat.. and thank you….  Pukul 17.27 saya dah submit, beresin laptop dan berisap pulang, ruangan dikunci dan waktu nyari sekretaris ternyata rungan2 sudah terkunci dan semua sudah pulang, waduh kuncinya taruh mana ya…. pada saat itu ketemu mahasiswa PhD tadi, dia menawarkan bantuan untuk mengembalikan kunci, dia tahu cara narohnya.. ALhamdulillah.. again thank you…

Segera berjalan lagi  menuju stasiun Eindhoven (jarak 20-30 menit jalan kalau saya yang jalan kaki he…he…), kereta intercity ke Den Haag (yang berhenti di Delft) ada setiap setengah jam, sampai di stasiun kelaparan, ada snack bami (mie yang dibumbui, dicetak kotak, dibungkus tepung panir tebal dan digoreng, wah wah penasaran pengen bisa bikin aahh), dan pas naik kereta di jamnya berangkat.  Alhamdulillah hari yang aneh2 ini happy ending… semoga saja lulus ujiannya (dah segitu menghebohkan banyak orang).  Terima kasih atas kebaikan-kebaikan yang diberikan hari ini. Ibu jangan ndoweh lagi, repot dan ngrepotin banyak orang.

Written by ibu didin

April 13th, 2011 at 4:50 pm

Obrolan Anak Alay dengan “Orang Normal”. Lucu abiss!

without comments

Ini masih tentang bahasa alay anak zaman sekarang. Memang pening membaca tulisan alay, kening berkerut-kerut ketika membacanya, mata jadi menyipit, kepala cenat-cenut. Di bawah ini dialog yang lucu antara anak alay dengan “orang normal” di fesbuk (atau lewat BBM?). Saya dapat dari milis sebelah. Selamat membaca obrolan anak 4l@Y.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Keterangan : A : ANAK ALAY; B: GW

A = Alluw kag! Leh knal? Ap kBrx?

B = Wa’alaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh…Dengan hormat, sampainya pesan ini, saya akan memberitahukan bahwa kabar saya baik-baik saja…. Maaf beribu-ribu maaf, Ini gerangan nomer siapa ya? Kok acap kali sms nomernya ga ke save ya? (bales sepanjang mungkin)

A = Owh ea muuph lupa ng@s1h s4L4m,,,, Ini EnDoet LuThuwna EmbeM C@ianK Cmu@na. Inged gag kag? Eh, kug blzna pjg bgd ch? Gi ng4ps?

B = Yaiyalah panjang…. Lagian ga dibayar perhurup inih! Gw lagi mabok nerjemahin kata2 lo nih. Keypadnya ilang2an ya? Oh elo…. Eh, siapa tadi? Tembem semua? Perasaan temen-temen gw kalopun ada yang tembem paling sebagian dipipi doang. Ga sampe seluruh badan dah.

A = Huft …Plz dund…bkn t3mb3m cmu4, tp ’emb3m c@iank cMuana’. W AD klaz xmp lw dlu. J4h@d bgd d3ch……fufufuuu :’(

B = Yeeee mana gw apal. Adek kelas gw kan ada banyak. Bayangin misal sekelas ada 25 murid cewe. Dikali 9 kelas. Nah, itung ndiri dah tuh ada berapa! Itu belom dari sekolah2 laen. Mereka kan gw anggep adek kelas gw semua walopun mereka ga nganggep gw. Coba? Masa iya gw apalin atu2. Lu kira gw petugas sensus! Eh itu sebenernya huruf ’a’ mau lo ganti apasih? Jadi angka 4 apa a keong (@)? Satu aja ribet apalagi dua gw bacanya. Plin-plan lo ah

A = Ea mu’uph kag…. Abzn udh kbi@s44n kag. Jng mrh dund… hix… hix… Oh ea y.. Kn ad bnyk ea… muv dh muv.. Eh kag, w inged loh qt dlu prNh kut xkul PeNcak sLt bReng jG.

B= Jorok lo ah

A = Pencak SILAT kak!!!

B = Ooohhh…. Nah itu bisa nulis bener

A = Tp w kluwar paz 5aBuk quNink. Gag kwt. Uji4nna bRad bGd

B = Gw ga pernah ikut pencak silat. Gw ikut cheers. Yang dipaling atas formasi piramida kan gw. Lagi pula kalo gw ikut pencak silat, sabuknya ga muat

A = Iyh yng bn3r kag? Bc4nd@ aj dh wkwkwkwkwkwkwkwkwk!!!

B = Etdah lo ketawanya serem amat kayak burung gagak.

A = Eh kag BTW n0m3r hpx kog ckep amad ch? Ky orangx

B = Nama gw bukan betawi.

A = Mksd w ’by the way

B = Kenapa emang JALANnya?

A = OMONG-OMONG!!!!

B = Oh… ga tau nih.. Beruntung aja dapet nomer bgini

A = Dpt dri m4n4 kag?

B = Hadiah es orson. Penting amat

A = Kag kuq fesbukx lum d k0nfr1m?

B = Confirm! Bukan Kon-frim! Oh yang foto profilnya dari atas sambil manyun2 itu lo ya? Gw kira fanpage-nya Suneo. Belom-belom. Ntar deh kalo angel foto lo udah bener. Eh, unyeng2 lo ada 5 ya? Ampe keliatan. Banyak amat. Situ pake ekstensen unyeng2?

A = Iyh ka2g bC@nd4 aj@ dh. 1tukan age’ ngetrend kag futu dri @ta5. Mak1n gaG kli4t@n mukax, makin keyenz!

B = Yaiyalah. Gimana mau keren kalo muka lo keliatan. Coba dong sekali-sekali foto profilnya diganti pake fotokopi. Burem, perkecil, bolak-balik.gitu.

A = Mangx uj14n!

B = Biar ga keliatan muke lu. Katanya makin ga keliatan makin kerennn… Gw yakin asli lo ga sebagus di foto kan? Nih udah gw confirm. Eh, itu foto2 lo banyak banget yang jari tangan angka satu dimulut. Lagi ngelonin orok sapa lo? Astagaaaa.. Lo ga juling foto dari atas semua?

A = Gag. Udh b1aza k0g. Eh, kag mang gi onlen ea? Onlen d kul ap dihumz?

B = Eh kalo bahasa alaynya ”onlen di WC SPBU” apaan? Salah semua tuh option lo

A = Ih… kakak joyokkkk…

B = Kadir ga diajak?

A = Itu Doyok kaaaggg…. Yah, w lgi gaG onlen niyh kag. Cb klo qt sm” onlen, kn bs chat b4r3ng

B = Kita? Lo aja kali ama kawan2 lo. Lagian yang minta lo biar onlen sapeh?!

A = Hix..Hix…Jahad :’( Kag kug lum bubu siyh? Kn udh mlm. Mang lum ngantug ea?

B = Gw ga pernah ikut MLM deh

A = ’Malem’ Kag maksudx….

B = Udah gede ini. Lagian sembari ngelembur ngerjain tugas nih.

A= Cemangadh!

B = Hdagnamec

A = Paan tuch Kag???

B = Tulisan lo gw balik. Bingung gw nanggepin bahasa lo. Eh tulisan lo bisa di normalin dikit ga? Sedikiiit aja demi gw

A = Oh ea deh kag..

B = Eh, ko gw baca status-status lo semuanya ngambil dari lirik-lirik lagu ya??? Keabisan ide lo? Mana udah di ’Like’-in sendiri, trus ga ada yang comment pula.

A = Eaaa… Abisan w suka bgd kag sm lgu it. Co cweet bgd dech. It jga da lgu” knangan sm mantan w dlu

B = (Emang gw pikirin).

A = Ohiya kag! Bsk lusa jm 9 pgi d ”salah satu stasiun tv” nntn w ya!

B = Itu kan acara live musik itu kan?! Yang penontonnya satu panggung sama artis/bandnya. Trus sambil nari2 kompak banget dibelakangnya. Lo jadi artis toh sekarang? Grup band lo apa namanya? Salut gw. Pasti lo jadi vokalisnya ya? Apa lo soloist?

A = Bukan kag, gw jadi penontonx.

B = ???!!!!!!! (Keselek)

A = Ea, yng pnting msk tv kag! Gw ma rombongan udh nyiapin tarianx lho kag. Biar kompak nnti narix. Nama tarianx ”Ngucek-Jemur-Ngucek-Jemur”. Tau dund kag ky gmana. Gag ngaruh deh mw bandx apa aliranx apa.

B = Trus kalo bandnya metal gimana??? Masa lo mau tetep joget ”Ngucek-Jemur”?

A = Ya gag ap kag. Lgan band metal mah gag mgkin d hadirin kag. Kyk ga tau aja kag..

B = Yaudah deh, selamat joget ya. Kakak mo tidur dulu. Oia, besok lusa, pagi2 kakak ga bisa nonton situ joget ”Ngucek-Jemur”. Soalnya kakak sibuk mau bikin anyam2an sedotan. Babay!

A = Bye… Met bubu kag. Eh kag, ntr jm2 bolax pa?

B = Hah?! Lo suka nonton bola pagi2 juga?

A = Yaelah bgadang nntn bola wajar x kag

B = Lo cowo apa cewe sih?!

A = Cow. Mang np?

B = Lah itu foto2 difesbuk?!

A = Itu mantan” w kag. Fto w d album ”Juzt Me”

B = ……………………………….

A = Kag?

B = Eh iya sori. Udahan dulu ya. Gw baru ngeliat UFO nih..Bye!..


Written by rinaldimunir

April 12th, 2011 at 10:27 pm

Posted in Gado-gado

Teaching Math

without comments

Link yang harus di arsip ^^

http://www.ted.com/talks/conrad_wolfram_teaching_kids_real_math_with_computers.html

Stop teaching calculating. Start teaching math.

Written by ibu didin

April 11th, 2011 at 7:35 am

Posted in link,Link Penting

Lelah

without comments

Ada atau tidak kita didalamnya,
dakwah ini adalah proyek langsung Allah,
Dia akan memilih orang-orang terbaik untuk menjalankannya,
namun….
apakah syurga-Nya tidak begitu menggiurkan untukmu ?

Written by ibu didin

April 10th, 2011 at 11:43 pm

Posted in Tafakur