if99.net

IF99 ITB

Archive for January, 2011

Google Cloud Print?

without comments

Will it be a better solution than AirPrint?

By connecting your printer with the Google Cloud you will be able to print to your printer from any computer or smart phone, regardless of where you are. Just activate the Google Cloud Print connector in Google Chrome and your printer will automatically be available to you from Google Cloud Print enabled web and mobile apps.

Google Cloud Print? originally appeared on firdau.si on January 24, 2011.

Written by nanda

January 25th, 2011 at 3:43 am

Posted in Uncategorized

Koin untuk Presiden

without comments

Setelah SBY “curhat” di depan sebuah forum TNI tentang gajinya yang sudah 7 tahun tidak naik-naik, maka entah siapa yang memulai, dalam beberapa jam muncul gerakan untuk menyumbang koin buat Pak Beye, lengkap dengan logo seperti di bawah ini:

(Sumber gambar dari sini nih)

Yuk, kita nyumbang koin buat Pak Beye, he..he.

Kasihan juga sih lihat SBY, meskipun dia sebenarnya tidak minta kenaikan gaji, hanya sebatas “nyindir” tentang kinerja vs. gaji, tetapi media memplintirnya menjadi sebuah gosip. Tahu sendiri ‘kan, sesuatu yang diplintir oleh media akan menjadi semakin besar ceritanya, ditambah kipas-kipas dari para pihak yang berseberangan jadilah cerita Pak Beye mengeluhkan gajinya tidak naik-naik. Para pembantu Presiden pun sibuk meng-counter kiri kanan seperti berita ini. Pembantu Presiden boleh membantah, tapi jangan salahkan juga masyarakat kalau punya persepsi berbeda. Gambar di atas mungkin mewakili sikap satire masyarakat yang nyepet habis. Lain kali hati-hati ya Pak Beye kalau “curhat” di depan umum. Media itu seperti air bah, tajam, dan kejam.

Parahnya lagi, anggota DPR malah mendukung gaji Presiden dinaikkan, seperti kutipan berita di bawah ini, benar-benar nggak sensi , kata anak gaul zaman sekarang:

DPR Dukung Kenaikan Gaji Presiden SBY
Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Jakarta – Gaji Presiden SBY saat ini Rp 62 juta per bulan. Pimpinan DPR menilai gaji tersebut masih belum layak untuk presiden sebuah negara sebesar Indonesia.

“Sebagai pimpinan dari sebuah negara besar memang gaji presiden itu seharusnya lebih layak,” ujar Wakil Ketua DPR dari FPKS, Anis Matta, kepada detikcom, Senin (24/1/2011).

Hal ini disampaikam Anis menanggapi curhat Presiden SBY yang gajinya sudah hampir tujuh tahun tidak naik. Anis menilai seharusnya penundaan kenaikan gaji tidak perlu terjadi pada seorang presiden.

Oleh karena itu, Anis meminta Menteri Keuangan untuk segera mengusulkan kenaikan gaji Presiden SBY. Dengan demikian diharapkan presiden bisa bekerja maksimal tanpa memikirkan gaji yang tidak naik-naik.

“Kalau menurut saya DPR perlu mempertimbangkan kenaikan gaji presiden. Menteri Keuangan supaya mengusulkan kenaikan gaji presiden supaya nanti dibahas di badan anggaran,” terang Anis.

DPR, menurut Anis, tidak akan keberatan terhadap kenaikan gaji presiden. “Tapi ada bagusnya curhat presiden itu ditindaklanjutis secara serius oleh Menteri Keuangan, DPR saya kira perlu mempertimbangkan usulan tersebut,” tandasnya.


Written by rinaldimunir

January 24th, 2011 at 10:48 am

Posted in Indonesiaku

Kuliah Umum Bertabur Menteri

without comments

Awal semeser, masa registrasi kuliah. Promosi sebuah kuliah umum yang dosennya para menteri. Bakal ada door prize dari pak Menteri setiap ada kuliah, nggak? Banyak yang mengambil kuliah ini? Tapi, kok ada menteri oportunis yang ikut menjadi dosen tamu juga? Sebal deh jika lihat menteri yang satu ini.


Written by rinaldimunir

January 22nd, 2011 at 2:25 pm

Posted in Seputar ITB

Birunya “Ngejreng”, Pak

without comments

Papan nama dan tiang bendera ITB setelah dicat warna biru. Birunya itu lho, tidak padu-padan dengan sekitarnya. Siapa yang punya ide warna cat seperti itu?


Written by rinaldimunir

January 22nd, 2011 at 2:18 pm

Posted in Seputar ITB

Menjadi Mahasiswa Undangan di ITB

without comments

ITB sudah mantap menerima mahasiswa baru 100% melalui SNMPTN. Kabar terakhir menyebutkan akhirnya UGM mengikuti langkah ITB dengan menghapuskan jalur ujian mandiri. ITB juga sudah berketetapan hati menerima mahasiswa melalui SNMPTN ini dengan dua cara: jalur ujian tulis dan jalur undangan.

Untuk jalur ujian tulis praktis tidak ada yang mempermasalahkan, karena sejak dulupun ITB tetap menerima mahasiswa lewat jalur ujian tulis SNMPTN degan porsi yang besar disamping jalur seleksi mandiri. Jalur ujian tulis SNMPTN dulu namanya bermacam-macam, mulali dari SKALU, Proyek Perintis, Sipenmaru, UMPTN, dan akhirnya SNMTPN. Sejak ada jalur ujian mandiri (USM) di ITB, SNMPTN sering dianggap sebagai satu-satunya kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga miskin untuk bersaing masuk ITB. Bagi mahasiswa dari keluarga mampu, pilihan ujian masuk lebih dari satu kali, pertama via USM daerah. Jika tidak lulus, masih bisa ikut USM terpusat. Jika tidak lulus USM terpusat, masih bisa ikut SNMPTN. Disinilah letak ketidakadilan yang sering dikemukakan berbagai pihak. Kalau uang sebenarnya tidak menentukan kelulusan, calon mahasiswa yang menyumbang 1 milyar tetapi nilai ujain USM nya jelek tetap tidak bisa diterima di ITB. Tradisi di ITB sejak dulu sampai sekarang adalah menerima mahasiswa berdasarkan kemampuan akademik semata, bukan yang lain-lain.

Jalur penerimaan mahasiswa yang menyisakan kontroversi adalah melalui jalur undangan. Calon mahasiswa dinilai dari prestasi akademik di SMA berdasarkan nilai rapor SMA dari kelas 1 hingga kelas 3. Panduan umum jalur undangan SNMPTN 2011 dapat dibaca di sini. Berbagai pertanyaan pun muncul di forum milis dan jejaring sosial, antara lain apakah cara ini tidak membuka peluang pihak sekolah melakukan rekayasa nilai siswa-siswinnya? Kekhawatiran semacam itu saya yakin pasti sudah dipikirkan oleh institusi saya, ITB, dan saya percaya ITB sudah punya cara untuk mengantisipasi kecurangan seperti ini, berkaca dari pengalaman IPB Bogor dalam menjaring mahasiswa undangan. Saya bukan panitia penerimaan mahasiswa baru sih, jadi saya juga tidak tahu teknis penilaian dan verifikasinya seperti apa.

Pertanyaan lain yang cukup mengusik rasa keadilan adalah hanya SMA-SMA tertentu saja yang diundang, jadi tidak semua siswa SMA di tanah air merasa terhormat ditawari menjadi mahasiswa undangan. ITB sudah mempunyai database SMA-SMA terbaik di Indonesia berdasarkan database yang dimiliki oleh IPB (lagi). Ini tentu menimbulkan kecemburuan bagi siswa berprestasi di SMA yang tidak masuk di dalam database. Apalagi bagi SMA-SMA yang masih relatif baru, tentu belum cukup banyak memiliki rekam jejak alumninya sebagai standard penilaian kualitas sekolah. Dikhawatirkan juga SMA-SMA yang diundang akan diuntungkan dari segi penerimaan siswa barunya, sehingga SMA tersebut menjadi tambah favorit. Kalau sudah favorit maka uang pangkalnya menjadi tinggi, dan akhirnya hanya anak orang beradalah yang bisa sekolah di sana.

Terlepas dari kekurangan yang ada, penerimaan melalui jalur undangan ini memiliki kelebihan. Dengan cara ini, maka siswa SMA berprestasi di daerah-daerah dapat terjaring sebagai mahasiswa ITB. ITB akan kembali memiliki mahasiswa yang beraneka ragam dari Sabang sampai Merauke, sebab sejak ada jalur seleksi mandiri, kebanyakan mahasiswa ITB didominasi dari kota-kota besar saja, khususnya dari kawasan Jabodetabek dan Bandung, karena dari kota-kota itulah yang secara finasial mampu ikut USM dan lulus. Jalur undangan juga dapat menjaring siswa yang pintar namun berasal dari keluarga tidak mampu. Jika mereka diterima di ITB, maka kewajiban ITB dan Pemerintah untuk membantu biaya kuliah dan biaya hidup mereka selama di Bandung dengan berbagai program beasiswa (untunglah ada BIUS, Bidik Misi, dan sebagainya).

Memang, porsi jalur undangan ini membuat ‘shock’ sebagian siswa SMA yang bercita-cita kuliah di ITB namun merasa tidak diuntungkan dengan nilai rapornya. Porsi jalur undangan adalah 60% dari seluruh mahasiswa baru, sedangkan dari ujian tulis hanya 40% (lihat Tabel di bawah, klik tabel untuk melihat lebih jelas).

Bagi siswa yang punya prestasi dalam suatu bidang (misalnya komputer), tetapi nilai rapornya acak adut alias tidak bagus, tentu tidak masuk kriteria mahasiswa undangan (Benar nggak sih siswa-siswi juara olimpiade sains/komputer akan tersisih dari jalur undangan? Benar nggak sih siswa-siwi juara olimpiade rapornya tidak bagus-bagus amat?). Karena mereka tidak lolos sebagai mahasiswa undangan, maka kesempatan mereka hanya tinggal pada ujian tulis, namun porsi mahasiswa melalui seleksi ujian tulis hanya sedikit yaitu 40%. Itulah yang memmbuat mereka ‘shock’. Sebaiknya porsinya memang dibalik, 40% undangan dan 60% ujian tulis, tetapi tahun ini mungkin tidak bisa diubah sebab sudah menjadi ketetapan.

Btw, ITB dulu pernah menerima mahasiswa lewat jalur undangan dengan nama PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan), tetapi porsinya kecil, hanya 25% dari jumlah mahasiswa baru (75% lagi lewat jalur ujian tulis). Ini program Depdiknas juga, tidak hanya di ITB, tetapi hampir semua PTN menerapkannya. PMDK di ITB diberlakukan dari tahun 1984 sampai 1988. Kebetulan saya sendiri adalah mahasiswa PMDK itu he…he. Betapa senangnya menjadi mahasiswa ITB saat itu sebab kami bisa masuk ITB tanpa test, sementara teman-teman lain masih harus berjuang melalui UMPTN. Karena mahasiswa PMDK ini datang dari seluruh Indonesia, saya merasakan benar kampus ITB saat itu Indonesia mini sebab mahasiswanya beraneka ragam dari Sabang sampai Merauke.

Soal kualitas saya menilai teman-teman mahasiswa PMDK itu hebat-hebat, mereka rata-rata juara kelas atau juara umum di sekolahnya, dan ketika kuliah di ITB kualitas mereka memang teruji, mereka menunjukkan bahwa pilihan ITB kepada mereka tidak salah. Tetapi entah kenapa sejak tahun 1989 PMDK ditiadakan, saya tidak tahu sebabnya, mungkin ada beberapa kasus kecurangan yang terjadi pada sekolah-sekolah yang merekayasa nilai siswa PMDK sehingga akhirnya ITB menghentikan jalur undangan, atau apalah sebabnya saya tidak tahu. Yang jelas pengalaman jalur PMDK pada masa lalu menjadi pelajaran buat ITB dalam seleksi mahasiswa undangan tahun ini dan seterusnya.


Written by rinaldimunir

January 19th, 2011 at 3:53 pm

Posted in Seputar ITB

Cobalah Makan di R.M “Malah Dicubo”

without comments

Sudah lama saya tidak menulis soal kuliner. Yap, kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya makan di rumah makan padang yang patut dicoba. Namanya Rumah Makan “Malah Dicubo”, yang kalau di-Indonesiakan artinya “marilah dicoba”. Kata “malah” memang tidak ada artinya dalam Bahasa Minang, tetapi saya yakin pemiliknya bemaksud menulis kata “marilah” namun disingkat “malah” saja.

Letaknya “tersembunyi” nun di dalam terminal Stasiun Hall, agak dipojok gitu, persis di selatan Stasiun Kereta Api Bandung. Meskipun letaknya tidak di pinggir jalan, tetapi siapa sangka jika rumah makan ini pernah disinggahi oleh para tokoh, pejabat, dan artis. Tercatat Pak Jusuf Kalla pernah makan di sana, juga para seleb lainnya. Saya tahu hal itu dari teman yang pertama kali mangajak makan siang di sana. Dari segi fisik sih sebenarnya rumah makan ini biasa-biasa saja, tidak ada istimewanya, begitu juga penyajian masakannya dalam panci dan piring besar seperti laiknya rumah makan padang.

Namun, penampilan boleh biasa, tetapi rasa yang berbeda. Orang datang makan ke suatu tempat kan tidak melihat bangunan fisik rumah makannya, tetapi apa yang disajikan di sana, bagaimana rasanya, sehingga membuat terpikat dan ingin datang lagi, datang lagi.

Apa sih menu andalan di rumah makan padang yang satu ini? Tak lain adalah dendeng batokok dengan sambal cabe hijau yang banyak kuah minyaknya. Dendeng batokok memang sudah hal biasa di rumah padang manapun, tetapi yang membedakan adalah rasanya. Tercatat dendeng batokok Rumah Makan Simpang Raya di Padang dan di Bukittinggi yang saya nilai sebagai dendeng batokok yang benar-benar asli dan yahud, tetapi dendeng batokok di RM Malah Dicubo ini rasanya memang mantap. Daging dendeng digoreng setengah matang, lalu angkat kemudian dipukul-pukul (bahasa Minang: ditokok) sampai memar (mirip seperti gepuk di Jawa, tetapi yang ini lebih tipis). Selanjutnya dendeng batokok tadi dibakar di atas bara api untuk menciptakan sensasi harum.

Untuk menikmati dendeng tadi, dendeng batokok harus dimakan dengan sambal cabe hijau. Cara menumis sambal hijaunya cukup unik. Cabe hijau digiling kasar dengan garam, bawang merah dan sedikit bawang putih, lalu ditumis dengan minyak goreng yang cukup banyak. Saat ditumis tambahkan irisan tomat hijau segar dan daun jeruk. Menumisnya tidak usah terlalu lama, cukup sebentar saja (1/2 matang), maka hmmmm…. wangi sambalnya membuat selera makan bangkit. Sambal cabe hijau ini lantas disiram ke atas dendeng batokok dan siap dimakan dengan nasi hangat dan gulai sayur nangka. Mantap….!

Yuk, kita makan dengan dendeng batokok khas rumah makan ini. Saya bisa nambah nih makannya, bahkan jika daging dendengnya sudah habis, nasi dengan sambal cabe hijau yang tersisa saja enaknya juga mantap abisss gan.

Selain dendeng batokok, gulai ikan dan soto padangnya juga mantap. Ayo dicubo, eh dicoba makan di rumah makan dipojok terminal Stasiun Hall itu.


Written by rinaldimunir

January 18th, 2011 at 12:17 pm

Posted in Makanan enak

ITB Hapus Penerimaan Mahasiswa Lewat Jalur Ujian Mandiri (USM)

without comments

Berita di bawah ini dikutip dari sini. Kabar USM ITB dihapuskan mungkin berita gembira bagi siswa-siswi SMA di seluruh tanah air. Anda bisa menjadi mahasiswa ITB 100% hanya via SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi negeri) saja, yang terbagi dalam dua jalur: Jalur Undangan (60% dari jumlah mahasiswa baru) dan Jalur Ujian Tertulis dan Ketrampilan (40%). Tidak ada lagi jalur mandiri USM/PMBPyang sering disebut “jalur mahal” itu. Yang menarik pada seleksi kali ini adalah anda juga bisa memilih Fakultas SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen) via SNMPTN yang dulunya hanya bisa masuk melalui jalur mandiri. Anda juga bisa masuk FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) melalui SNMPTN dengan tambahan ujian ketrampilan menggambar. Fakultas SBM dan FSRD dimasukkan ke Kelompok IPS. Khusus untuk FSRD, perbandingan Jalur Undangan dan Jalur Ujian Tertulis/Ketrampilan adalah 20% dan 80%, karena kemampuan menggambar dan estetika sulit dijaring dari hasil rapor dan UN saja.

Untuk Jalur Undangan yang dulu dikenal dengan nama PMDK, pendaftarannya tetap melalui SNMPTN, tetapi wewenang untuk memilih siapa yang diterima adalah kewenangan ITB. Jalur undangan berdasarkan prestasi akademik di SMA yang dilihat dari nilai rapor dari kelas 1 hingga kelas 3 (semester 1), nilai UN tidak dipertimbangkan. Tidak semua SMA akan diundang. Menurut Wakil Rektor ITB, Pak Hasan Z.A, dalam SNMPTN jalur undangan, SMA yang diundang adalah SMA yang dianggap baik oleh Kemendiknas, misal akreditasinya minimal B, atau secara historis dikenal baik mutunya (sekolah swasta, internasional dll). Dari SMU-SMU tersebut yang diundang hanyalah yang prestasi akademiknya baik. Kemendiknas melalui berbagai program dan juga menggunakan database yang dibangun IPB selama puluhan tahun sudah mempunyai peta kualitas SMU yang relatif baik untuk seluruh Indonesia.

Lanjut Pak Hasan, kriteria dan kuota siswa yang akan diundang untuk SMU-SMU, akan ditetapkan oleh Panitia Nasional. Mekanisme untuk ‘menghukum’ SMU yang mungkin melakukan hal-hal yang tidak patut dalam mekanisme Jalur Undangan juga sudah dimiliki oleh Kemendiknas, yaitu belajar dari pengalaman IPB yang sudah lama melakukan program PMDK sebelumnya.

Diterima tidaknya mahasiswa melalui seleksi jalur undangan ini ditentukan oleh ITB dan bukan oleh Panitia Nasional. Dalam hal ini ITB bisa menggunakan kriteria tambahan lainnya disamping prestasi akademik, yang oleh ITB dianggap baik dan bermanfaat untuk masyarakat secara holistik, seperti pertimbangan kebutuhan daerah, kawasan tertinggal dll.nya. ITB tetap mengutamakan prestasi akademik dari calon mahasiswa dalam seleksi penerimaan mhsw barunya dan ingin menjaring siswa-siswa yang terbaik dari seluruh SMU di wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Jadwal Pelaksanaan SNMPTN 2011 Jalur Undangan :
Pendaftaran : 1 Februari-12 Maret 2011
Pengumuman Hasil : 18 Mei 2011
Registrasi Mahasiswa Baru : 31 Mei dan/atau 1 Juni 2011

Jadwal Pelaksanaan SNMPTN 2011 Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan
Selasa, 31 Mei 2011 : Tes Potensi Akademik
Tes Bidang Studi Dasar: Rabu, 1 Juni 2011 (Tes Bidang Studi IPA & Tes Bidang Studi IPS)

Ujian Keterampilan
Ujian Keterampilan dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Juni 2011.

Ayo, siswa-siswi SMA terbaik bangsa, kami tunggu anda di kampus Ganesha ITB.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

ITB Hapus Seleksi Jalur Mandiri

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG–Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melakukan penerimaan mahasiswa baru pada 2011 seluruhnya atau seratus persen melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). “Penerimaan mahasiswa baru ITB pada 2011 seratus persen lewat jalur SNMPTN, tidak ada lagi jalur seleksi jalur mandiri,” kata Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemiteraan dan Alumni ITB Hasanuddin Z Abidin di Bandung, Kamis.

Penerimaan mahasiswa ITB tahun ini, kata Hasanuddin, akan dilakukan dengan komposisi 60 persen melalui SNMPTN jalur undangan yang berdasarkan penjaringan prestasi akademik serta 40 persen sisanya melalui SNMPTN jalur ujian tertulis dan keterampilan.

Sesuai peraturan Mendiknas Nomor 34 tahun 2010, ITB melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru program sarjana secara nasional bersama dengan seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia yakni melalui jalur SNMPTN.

Sementara itu berdasarkan PP No.66 tahun 2010, ITB akan mengalokasikan tempat bagi calon mahasiswa berkewarganegaraan Indonesia yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi. Jumlahnya sekitar 20 persen dari jumlah keseluruhan mahasiswa baru.

“Bagi calon mahasiswa yang berminat masuk ITB bisa mengakses situs SNMPTN (www.snmptn.ac.id) untuk mendaftar dan melakukan pembayaran secara daring di jaringan Bank Mandiri,” kata Hasanuddin.

ITB juga menerima program bea siswa seperti program BIUS, BIDIK, MISI dan Beasiswa Biaya Pendidikan dan yang lainnya.
Lebih lanjut, Hasanuddin Z Abidin menyebutkan, jadwal pelaksanaan SNMPTN 2011 jalur undangan pendaftarannya dimulai 1 Februari hingga 12 Maret 2011 dengan pengumuman hasil 18 Mei 2011, sedangkan registrasi 31 Mei hingga 1 Juni 2011.

Sedangkan pelaksanaan SNMPTN 2011 jalur ujian tertulis dan keterampilan dilakukan mulai 31 Mei hingga 1 Juni 2011. Ujian keterampilan diselenggarakan pada 2-3 Juni 2011.


Written by rinaldimunir

January 13th, 2011 at 4:12 pm

Posted in Seputar ITB

Seramnya Ghibah

without comments

Untuk yang kesekian kali, mengingatkan diri sendiri:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS.Al Hujurat [49] ayat 12)

Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: ”Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka kata Nabi saw: “engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata para sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu? Jawab Nabi SAW: Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah mengghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.”(HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

Muslim dengan muslim lainnya itu bersaudara, tidak boleh mengkhianati, mendustakan dan menghina. Setiap muslim dengan muslim lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini ! (sambil nabi SAW menunjuk pada dadanya) Cukup disebut seorang itu jahat jika ia mencaci saudaranya sesama muslim (HR. Muslim 2564)

Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya sesama muslim, maka Allah SWT akan membelanya dari neraka kelak di hari Kiamat.” (HR. Tirmidzi 1932, Ahmad 6/450)

=====
“Ya Allah hilangkanlah prasangka buruk dari hati ini, luaskanlah dada ini dalam berukhuwah, lapangkanlah hati ini mengikhlaskan perkataan buruk orang lain, jagalah lidah ini dari menyakiti saudara sesama muslim. Cukup seorang muslim disebut jahat, apabila dia menjelek-jelekkan saudara seimannya. Jagalah hamba ya Allah… jangan biarkan menjadi orang-orang bangkrut yang pahala kebaikannya (jika ada) habis untuk membayar ganti rugi terhadap orang2 yang tersakiti.”

Written by ibu didin

January 13th, 2011 at 4:11 pm

Posted in ghibah,Taujih

Empat Asteroid Diberi Nama Dosen-Dosen ITB

without comments

Kemarin di milis dosen, rekan saya dari Astronomi ITB, Pak Hakim Malasan, mengabarkan bahwa International Astronomical Union (IAU) telah menyetujui pemberian nama-nama Asteroid 12176, 12177, 12178, 12179 dengan nama-nama mantan Kepala Observatorium Bosscha ITB yang tidak lain adalah dosen-dosen Astronomi ITB. Mereka adalah Bambang Hidayat, Moedji Raharto, Dhani Herdiwijaya, dan Taufiq Hidayat.

Date: Tue, 11 Jan 2011 13:50:55 +0100
From: “Karel van der Hucht”
To: hakim@as.itb.ac.id
Subject: Fwd: Seasons wishes

(12176) Hidayat
(12177) Raharto
(12178) Dhani
(12179) Taufiq

Karel van der Hucht 11-1-11 13:44 >>>

Dear Hakim,

My belated best wishes for 2011 for you, your OB staff, and your keluarga.
As you may have been informed by the asteroid scientists among your staff,
the IAU approved in November 2010 the naming of the following asteroids:
12176, 12177, 12178, 12179: four past directors of the Observatorium
Bosscha.

Congratulations!

Kind regards,

Karel
************************************************
Karel A. van der Hucht
SRON Netherlands Institute for Space Research
Sorbonnelaan 2
NL-3584CA UTRECHT, the Netherlands
tel: +31 88 777 5729/5604, fax: +31 88 777 5601
email: K.A.van.der.Hucht@SRON.nl
url: www.sron.nl
************************************************

Wah…wah, luar biasa mereka. Dewa! Asalkan asteroidnya nggak nabrak bumi ya Pak…. Meskipun saya bukan dari bidang Astronomi, namun saya merasa bangga sekali, sebab nama-nama orang Indonesia sekarang tertera di luar angkasa. Bangga bertambah karena mereka adalah dosen-dosen ITB yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan dunia astronomi di Indonesia.

Pemberian nama-nama itu juga menunjukkan bahwa ilmuwan Indonesia tidak kalah dengan ilmuwan dari luar negeri, dan reputasi mereka diakui dunia. Kebanggaan ini sekaligus sedikit hiburan di tengah carut marut kondisi bangsa kita yang terus terpuruk akibat kasus-kasus korupsi dan kejahatan moral lainnya.

Jika anda ingin membaca lebih jauh tentang 4 asteroid yang disebutkan di atas, ada penjelasannya di blog Langit Selatan ini.


Written by rinaldimunir

January 13th, 2011 at 9:41 am

Posted in Seputar ITB

BlackBerry vs Tifatul

without comments

Perdebatan tentang ancaman pemblokiran BlackBerry (BB) oleh Menkominfo Tifatul Sembiring ternyata sudah melenceng dari isu semula. Persoalan utama sebenarnya adalah tentang permintaan agar RIM mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia, tetapi oleh publik dan media massa direduksi ke masalah penyaringan pornografi di BB semata.

FYI, model bisnis BlackBerry memang unik, servernya ada di Kanada, tetapi mereka menjalin kerjasama dengan operator seluler di Indonesia untuk bisa beroperasi. BlackBerry sejatinya merupakan jaringan global dengan sistem penomoran sendiri (PIN BB) yang menjadikan operator seluler lokal seperti Telkomsel, Indosat, XL, dan tiga operator lainnya cuma sebagai pipa penyalur saja (dump-pipe/access-point) untuk akses BlackBerry. Karena semua keluar masuk pesan via BB dikendalikan di Kanada, maka terang saja RIM tidak tunduk pada peraturan yang berlaku di sini.

Masalahnya, Indonesia ini negara berdaulat, jadi semua pelaku bisnis harus mematuhi UU yang berlaku, salah satunya tentang filtering pornografi. Malangnya, polemik yang dikemukakan oleh Menkominfo soal BB melulu hanya berputar tentang pornografi di BB, padahal sebenarnya yang dipersoalkan lebih dari itu. Minimal ada tujuh tuntutan Menkominfo dan penyaringan situs porno hanyalah salah satu. Hal yang ia tuntut pula, antara lain, adalah agar RIM membuka kantor perwakilan dan pelayanan perbaikan (service center) di Indonesia. Selain itu, RIM harus merekrut tenaga Indonesia, memperbanyak konten lokal, dan menempatkan server di Indonesia untuk mempermudah akses aparat dalam kasus-kasus hukum, kewajiban membayar pajak (RIM tidak terkena pajak padahal ada 2 juta lebih pengguna BB di Indonesia), dan sebagainya (keterangan selanjutnya baca ini dan ini).

Nah…nah, kebanyakan komentator di republik ini memang langsung bereaksi negatif menanggapi ancaman Tifatul yang akan memblokir layanan BB jika RIM tidak mematuhi Pemerintah RI. Seperti yang telah dikemukakan di atas, riuh rendah komentar negatif kebanyakan berisi perdebatan tentang butir pornografi itu. Malangnya lagi, persoalan pornografi itu selalu dikait-kaitkan dengan agama dan akar partai Tifatul yang berasal dari PKS. Tidak nyambung sama sekali. Bagi kalangan yang suka mengaitkan masalah ini dengan agama dan partai Tifatul, Menkominfo yang satu ini memang sering menjadi sasaran kebencian, ledekan, dan kecaman. Orang lebih banyak menilai siapanya (atau latar belakang orangnya), bukan apanya. Maksudnya, publik lebih sering menilai siapa yang mengeluarkan pernyataan, bukan isi dari pernyataan itu sendiri.

Ah, saya tidak membela Tifatul maupun PKS. Dalam beberapa hal saya mengkritisi perilakunya (baca tulisan saya terdahulu tentang salaman). Harus diakui Tifatul lemah dalam soal public relation, itu karena pernyataan-pernyataannya yang tidak populer, tetapi kalau soal ancamannya kepada BlackBerry ini saya dukung 100 persen. Jangan sampai negara kita ini menjadi sapi perah BlackBerry. Siapapun pelaku bisnis harus menghargai hukum yang berlaku di negara kita. Kalau tidak begitu, sama saja negara kita tidak berdaulat.

Kalau saya amati beberapa hari ini, setelah Tifatul mengungkapkan alasan-alasannya tentang ancaman kepada RIM tadi, banyak pihak yang berbalik mendukungnya. Alasan-alasannya masuk akal dan berpihak pada kepentingan bangsa, negara, dan orang banyak. Hanya saja saran saya kepada Pak Tifatul, perbaiki cara berkomunikasi dengan publik sehingga kebijakan yang ia buat bisa sampai kepada masyarakat secara utuh dan tidak lagi dipahami secara sepotong-sepotong. Kalau maksud kebijakannya baik dan disampaikan dengan cara yang elegan, pasti banyak orang yang akan mendukung anda dan Kementrian anda. Percaya deh….


Written by rinaldimunir

January 12th, 2011 at 4:15 pm

Posted in Indonesiaku