if99.net

IF99 ITB

Archive for January, 2011

Eclipse 3.7 M5 New and Noteworthy

without comments

Here is the new and noteworthy list for the milestone 5 of Eclipse 3.7 (aka Indigo).

Eclipse 3.7 M5 New and Noteworthy originally appeared on firdau.si on January 31, 2011.

Written by nanda

January 31st, 2011 at 4:20 pm

Posted in Uncategorized

Bahagia Ketika Bisa Memberi

without comments

Pembawa acara Oprah Winfrey yang terkenal itu selalu membagi-bagikan hadiah kepada penonton di studio pada acara Oprah Winfrey Show yang dipandunya. Ketika ditanya kenapa dia selalu membagikan hadiah kepada penonton, dia menjawab bahwa dia begitu bahagia melihat wajah-wajah penonton yang gembira ketika menerima hadiah darinya. Meskipun hadiah itu tidak seberapa nilainya, tetapi ada rasa puas dan senang jika ia berhasil membuat orang lain merasa bahagia karena pemberiannya itu.

Apakah anda merasakan hal yang sama ketika bisa menolong orang lain dari kesulitan lalu wajah orang tersebut terlihat berseri-seri? Ternyata menolong orang lain itu menimbulkan rasa bahagia yang tidak bisa diungkap dengan kata-kata. Perhatikan iklan rokok Sej*t* di televisi, sebuah arena pasar malam mengalami gangguan karena genset listrik mati. Tiba-tiba datang seorang pemuda yang punya ide membuat pembangkit listrik dadakan dari roda bekas yang tidak terpakai sebagai turbin. Dengan semangat dan keringat bercucuran, pemuda tersebut berupaya keras menghidupkan listrik dengan roda bekas tadi. Pasar malam pun menjaid terang, panggung pertunjukan pun bisa dilanjutkan kembali, orang-orang terlhat begitu senang, dan pemuda tadi terlihat begitu bahagia.

Erich Fromm, seorang penulis buku-buku psiko-eksistensial, menulis dalam bukunya yang berjudul To Have or To Be, bahwa dalam diri manusia terdapat dua modus hidup, yaitu modus “memiliki” (to have) dan modus “menjadi” (to be). Sesesorang yang memiliki modus memiliki memandang bahwa kebabahagiaan itu adalah ketika banyak memiliki. Ia merasa bahagia karena telah memiliki banyak harta, rumahnya banyak, tabungan dan depositonya besar, tanahnya ada di mana-mana.

Sebaliknya, seseorang dengan modus menjadi memandang bahwa bahagia itu adalah ketika dirinya merasa berarti bagi orang lain. Kebahagiaan muncul ketika dia bisa berbagi atau memberi. Dia mungkin memiliki uang atau harta yang cukup banyak, tetapi ia merasa bahagia jika harta yang dimilikinya itu ebrmanfaat buat orang lain, sebagian dari hartanya digunakan untuk membantu orang lain yang kesusahan. Ketika bisa membantu orang miskin yang terlilit hutang, ia merasa bahagia. Ketika bisa membantu biaya rumah sakit bagi pasien yang tidak mampu, ia merasa bahagia. Ketika bisa menjadi orangtua asuh bagi anak-anak yatim, dia merasa bahagia. Ketika bersedekah dan melihat fakir miskin berseri-seri mukanya karena menerima pemberiannya, dia merasa bahagia. Dalam konteks seorang muslim, infaq, zakat, dan sedekah adalah dalam rangka modus hidup menjadi tersebut.

Seorang mahasiswa yang pandai tidak segan-segan membagikan ilmunya kepada teman-temannya yang lambat daya tangkapnya. Dengan sabar dia terangkan tentang suatu materi kuliah kepada temannya, dan ketika temannya sudah mengerti, dia merasa senang karena telah bisa memberi pencerahan kepada orang lain.

Berbagi atau memberi adalah sifat yang dapat membuat hidup bahagia, sedangkan modus memiliki — jika tidak terkendali — cenderung membuat hidup menjadi kikir dan serakah.

Saya kemarin menemukan tulisan di bawah ini tentang makna memberi. Tulisan yang diambil dari sini menceritakan pengalaman hidup seorang yang bekerja di bidang finansial lalu keluar dari pekerjaanya. Dia merintis usaha sendiri dan merasa bahgia karena bisa menghidupi karyawannya. Tulisan yang inspiratif, menarik untuk dibaca.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Kebahagiaan Ketika Kita Bisa “Memberi”
Jum’at, 28 Januari 2011

Oleh: Muhaimin Iqbal

TIGA TAHUN LALU, ketika saya memutuskan untuk meninggalkan profesi saya di dunia finansial yang lama –bidang yang saya geluti sampai mentog selama 20 tahun lebih– saya berpamitan dengan rekan-rekan kerja di industri baik yang di dalam maupun yang di luar negeri. Salah satu comment yang saya ingat saat itu adalah ucapan mitra saya, executive perusahaan raksasa di Jerman. Begini katanya, “You have a very strange way to enjoy life…” (Kamu ini memiliki cara yang aneh dalam menikmati hidup !).

Lama saya berusaha memahami ucapannya ini, bahkan saya juga sempat ragu apakah dengan meninggalkan karir puncak di dunia finansial dan segala macam fasilitasnya – saya dapat memperoleh kebahagiaan yang baru…?.

Secara tidak langsung, perlahan tetapi pasti…kebahagiaan yang baru itu ternyata memang hadir. Dalam bentuknya yang aneh dan sangat berbeda dengan kebahagiaan yang lama. Saya ingin share di tulisan ini untuk memotivasi rekan-rekan saya yang ingin terjun berusaha – namun masih enggan meninggalkan segala macam fasilitas yang dinikmatinya kini.

Begini antara lain perbedaan kebahagiaan yang lama dengan kebahagiaan yang baru itu:

Kebahagiaan Lama (Milik Para Pekerja dan Eksekutif):

-Ketika mulai bekerja dahulu, hari-hari yang menyenangkan adalah hari-hari menjelang gajian. Sampai ada joke harimau apa yang paling bahagia? , jawabannya adalah ‘hari mau’ gajian. Mengapa hari-hari menjelang gajian kita berbahagia ?, karena penghasilan kita nyaris tidak cukup untuk keperluan sebulan – maka ketika rekening kita terisi kembali dari posisinya yang nyaris kosong – kita menjadi bahagia.

-Kebahagiaan lain adalah ketika kita mau menerima tunjangan hari raya, gaji ke 13, bonus tahunan dan sejenisnya. Ini bisa meng-cover kebutuhan lain yang lebih besar seperti mengisi tabungan, membayar uang muka rumah, mobil dlsb.

-Ketika karir kita terus menanjak dan sampai puncaknya; penghasilan kita sebenarnya tidak lagi habis dikonsumsi dalam satu bulan. Tetapi tetap saja hari mau gajian membuat bahagia karena hari itu uang kita di bank bertambah.

-Yang lebih membahagiaan bagi kalangan eksekutif adalah ketika tutup buku dengan hasil tahunan yang baik, eksekutif akan mendapatkan bonusnya – yang bisa sangat istimewa – bila perusahaan berkinerja baik.

Kebahagiaan Baru (Milik Para Entrepreneur):

-Di awal-awal usaha setiap menjelang akhir bulan adalah waktu yang menegangkan, bisa nggak ya kita memberi gaji para karyawan kita tepat waktu ?. Selepas gajian, tabungan kita di bank tersedot nyaris habis tetapi ada kebahagiaan yang tidak kalah hebatnya dengan yang dialami karyawan yang menerima gaji – yaitu kebahagiaan karena mampu memberi gaji seluruh karyawan di payroll-kita.

-Setelah perusahaan berjalan baik, ketegangan menjelang gajian ini tidak lagi muncul – tetapi kebahagiaan itu tetap ada disana – yaitu bahagia bisa memberi gaji.

-Karena bahagia itu ada disana – ketika rekening kita berkurang – berpindah keorang lain yaitu untuk menggaji para karyawan; maka lama kelamaan ‘hari mau’ gajian ini juga menjadi kebahagiaan rutin tersendiri. Setiap sabtu sore misalnya, saya melihat sekian puluh karyawan yang bekerja di peternakan Jonggol Farm – pulang dengan bahagia ke keluarganya masing-masing – hari itu mereka pulang membawa gaji mingguannya. Ternyata bukan hanya mereka yang berbahagia, saya juga ikut merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena sampai hari itu kita masih dipilih Allah untuk ‘dilewati’ rizkiNya yang hendak dibagikan ke puluhan karyawan tersebut.

-Kebagiaan ini bertambah besar manakala kita mampu memberi tunjangan hari raya atau sejenisnya.

Jadi ternyata ada perbedaan yang mendasar yang terkait dengan uang saja (tentu banyak sekali kebahagiaan lain yang tidak terkait dengan uang sama sekali !) dari sewaktu kita menjadi karyawan atau eksekutif dengan ketika kita terjun menjadi entrepreneur.

Kelompok yang pertama bahagia ketika rekeningnya bertambah dari gaji atau bonus, kelompok yang kedua pun tetap bisa tidak kalah bahagianya ketika rekening berkurang untuk membayar gaji atau THR.

Kebahagiaan ketika memberi inilah rupanya yang mendorong orang terkaya nomor 2 (Bill Gates dengan kekayaan US$ 53 Milyar) dan nomor 3 dunia (Warren Buffet dengan kekayaan US$ 47 Milyar) pertengahan tahun lalu mengajak ratusan orang-orang terkaya Amerika untuk menyumbangkan 50 % hartanya untuk berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Kebahagiaan dengan memberi ternyata tidak hanya milik Umat Islam yang dalam tuntunan agamanya didorong untuk banyak-banyak ‘memberi’ dalam berbagai bentuknya baik yang bersifat wajib seperti membayar zakat, membayar upah pekerja dan sejenisnya ; maupun yang sifatnya sunah seperti infaq untuk kegiatan sosial ,bantuan kemanusiaan dlsb.

Apa yang dilakukan oleh Bill Gates dan Warren Buffet ini juga dapat menjadi pelajaran bagi kita, bahwa ternyata kebahagiaan itu tidak hanya timbul ketika uang terus bertambah banyak – tetapi kebahagiaan juga timbul dari ‘memberikan’ hasil dari jerih payah bertahun-tahun untuk orang lain yang lebih membutuhkan.

Kalau saja orang-orang kaya negeri ini mengikuti anjurannya Bill Gates dan Warren Buffet, korban-korban kelaparan insyaAllah tidak akan terus bermunculan di negeri ini. Lebih jauh lagi kalau saja kita bisa mengikuti prinsip 1/3 seperti yang dicontohkan dalam hadits yang sahih, insyaAllah Allah akan terus menurunkan ‘hujan’ rizki ke kita – bahkan ketika negeri lain dilanda ‘paceklik’ krisis finansial. InsyaAllah. *


Written by rinaldimunir

January 29th, 2011 at 8:45 am

Posted in Renunganku

? The English Language In 24 Accents

without comments

This guy is simply amazing!

The English Language In 24 Accents originally appeared on firdau.si on January 28, 2011.

Written by nanda

January 28th, 2011 at 7:43 pm

Posted in accent,English,fun

? State of Scala IDE on Eclipse

without comments

Even thought Scala is now among the trendy programming languages, it still misses a lot before it is considered as one of the major players.

Most Scala programmers are they who are not satisfied with Java, so it’s natural that most of them were before programming with Java. One of the things Java programmers miss from Scala is a robust and functional IDE. Since I’m a big fans of Eclipse, this means Scala IDE for Eclipse. While surely the improvements have introduced to the plugin, there are many things left out.

So what are still missing? This is my list based on several months experience with Scala IDE. If some missing features are missing (duh…), just comment and I’ll try to update the post.

  • No refactoring. I miss refactoring a lot. I still remember the day I find refactoring features on RefactorIT for JBuilder. It’s like the day you saw sun for the first time. And not long after that, I found Eclipse with its build-in refactoring features. Call me lazy programmer, but programmer should be lazy, isn’t it?
  • The content assist takes (almost) forever. Yesterday I found myself restarting Eclipse about five times just because I’m programming with Scala. And I’ve increase the timeout of content assist ten folds.
  • Content Assist doesn’t show (not nearly) all posibilities. When it works, it doesn’t even show nearly all possibilities I want to have. On some cases, it even can’t show a pretty simple completion for a field. As small example: if I write ‘va’, I hope I can get ‘var’ and ‘val’ as the first entries of the completion suggestion.
  • Limited formatting options. Eclipse’s Java Formatter is the best configurable formatter I’ve ever saw. This Scala formatter doesn’t even come near it.
  • No suggestion, not even correction suggestion. I often use Ctrl+1 in Java editor to assign the statement to a variable. Not possible. If you got errors, you got no correction suggestion.
  • No integration to scala documentation. Weird, but the Scala editor can show Javadoc but no Scala documentation is accessible.
  • No auto import. I ended up importing the whole package everytime I need a class.

But yes, I still put a lot of hope woth Scala IDE. It shouldn’t take a lot of time, because the code is in Scala and Scala means productivity, right?

State of Scala IDE on Eclipse originally appeared on firdau.si on January 28, 2011.

Written by nanda

January 28th, 2011 at 7:19 pm

Posted in eclipse,scala

guava-r08 is here!

without comments

Last night, Kevin released the 8th version of Google Guava libraries. For me personally, nothing so exciting in this release. Just nice to have some bugs fixed and some new methods and classes. MinMaxPriorityQueue could be interesting, but I don’t have scenario where to use it right now.

Enjoy it while it lasts!

guava-r08 is here! originally appeared on firdau.si on January 28, 2011.

Written by nanda

January 28th, 2011 at 4:36 pm

Posted in Uncategorized

? Deployment parameter for REST resource

without comments

When you are creating resource in a REST application, it will only be automatically created if you have an empty parameter. The problem is, sometime we need a resource that is configurable, so it can be reused by other applications.

We can solve this problem by defining init parameter in our web.xml like this:

<servlet>
    <servlet-name>JerseyTest</servlet-name>
    <servlet-class>com.sun.jersey.spi.container.servlet.ServletContainer</servlet-class>
    <init-param> 
        <param-name>param</param-name> 
        <param-value>test</param-value> 
    </init-param> 
</servlet>

Or if you’re using Guice (and jersey-guice), changing the end of your ServletModule like this:

serve("/*").with(GuiceContainer.class,
     ImmutableMap.of("param", "test"));

The parameter can be read by your resource by defining ServletConfig as field and annotate that with @Context. Example:

@Path("/test")
public class TestResource {
   @Context ServletConfig config;

   @GET public String testMethod() {
      return config.getInitParameter("param");
   }
}

Deployment parameter for REST resource originally appeared on firdau.si on January 28, 2011.

Written by nanda

January 28th, 2011 at 4:27 pm

Posted in guice,java,jersey,rest

Kalau “Windows”-nya Nanti Kita Bisa Bantu

without comments

Suatu siang di Bandung Electronic Center (BEC), saya masuk keluar toko untuk membeli komputer laptop berukuran layar 10 inch. Belum ada laptop yang pas benar di hati, baik pas spesifikasinya, harganya, maupun modelnya. Mau merek ini, harganya cukup mahal, mau merek itu, spesifikasinya tidak memenuhi keinginan. Salah satu pertimbangan adalah apakah harga laptopnya sudah termasuk dengan sistem operasi Windows 7 yang asli (bukan bajakan)? Jadi, kalau tertulis harganya 3 juta, lalu kita tanya apakah sudah ada sistem operasi Windowsnya, maka pegawai toko akan menjawab: belum, masih kosong. Bagi kalangan pedagang komputer, mereka menjual laptop dengan dua kategori: kosong atau sudah isi. “Kosong” maksudnya laptop belum ada sistem operasi Windows, hanya ada sistem operasi DOS saja. Kalau “isi” maksudnya harga laptop sudah termasuk dengan Windows 7 yang asli, bukan bajakan.

Perbedaan harga kedua kategori laptop yang kosong dan sudah isi ini cukup tajam, kira-kira antara 800 ribu hingga 1,5 juta rupiah, tergantung jenis Windows 7-nya: home basic, bisnis, atau premium. Memang segitu harga sistem operasi yang sudah memonopoli dan menjadi kebutuhan penting ini. Kalau mau laptop kosong ditambah dengan instalasi sistem operasi Windows 7 yang legal, konsumen harus menambah uang sebesar itu. Alternatif lainnya bisa saja laptop kosong diisi dengan Windows 7 versi trial yang masa pakainya hanya 30 hari, dan setelah 30 hari anda harus membayar lisensinya secara daring (online) untuk mendapatkan legalitas dari kantor Bill Gates di Amerika agar Windows di laptop anda dapat dipakai kembali.

Tapi, para pedagang “mengerti” keinginan konsumen. Mereka tahu benar konsumen tidak mau laptop tanpa sistem operasi Windows. Orang awam tahunya hanya Windows, mereka kurang familiar dengan Linux atau sistem operasi open source lainnya yang sifatnya gratisan. Sudah merasa nyaman dengan Windows sih. Konsumen inginnya mendapatkan laptop dengan harga yang tidak terlalu mahal, kalau perlu Windows-nya tidak perlu beli. Maka, para pedagang di BEC sudah punya kalimat sakti yang seragam untuk meyakinkan konsumen: “Kalau Windowsnya nanti kita bisa bantu”. Maksudnya, jika anda membeli laptop kosong saja, maka pedagang akan membantu menginstalasikan Windows 7 secara gratis. Tentu saja itu Windows 7 bajakan. Kalimat tersebut terasa diplomatis ketimbang mengucapkan “Nanti bisa kami instalasikan Windows 7 bajakan!”. Rata-rata para pegawai toko komputer di BEC sudah punya keahlian untuk menginstalasi Windows 7 bajakan dan mengoprek (crack) masa expired-nya. Tidak hanya Windows 7, mereka juga punya koleksi ratusan software (tentu saja ilegal) di dalam sebuah flash disk yang siap diinstalasikan ke komputer laptop yang anda beli.

Rata-rata pembeli laptop di BEC — maupun di tempat pameran komputer — adalah orang terpelajar (mahasiswa, karyawan kantor, dan ibu rumah tangga). Sebagian mereka ada yang membeli komputer laptop dengan Windows yang legal, namun banyak pula yang secara sadar tidak bermasalah diinstalasikan Windows bajakan. Mereka tahu itu Windows 7 ilegal, tetapi karena kesadaran yang rendah tentang penghargaan terhadap hak cipta, maka “rasa bersalah” itu diabaikan saja, sebelum akhirnya dilupakan dalam perjalanan waktu.

Para pegawai di BEC itu apalagi, mereka sadar bahwa mereka telah melakukan pelanggaran dengan memberikan software bajakan kepada pembeli, tetapi rasa bersalah itu hilang karena sudah terbiasa melakukan pelanggaran tersebut. Bahkan, mereka berpesan kepada pembeli, agar berhati-hati ketika pergi ke luar negeri dengan membawa laptop yang pakai Windows bajakan tersebut, sebab kata mereka di bandara ada pemeriksaan laptop penumpang untuk memastikan apakah memakai software Windows yang asli atau bajakan. Ha…ha..ha, saya tertawa dalam hati mendengar pesan mereka itu. Mana ada bandara di Indonesia atau di luar negeri yang mengharuskan penumpang membuka laptopnya lalu petugas bandara memeriksa keaslian Windows di dalam laptop. Mungkin karyawan di toko komputer itu belum pernah ke luar negeri lewat bandara sehingga tidak tahu. Lagipula, kalau sudah terinstalasi di komputer, bagaimana membedakan antara Windows 7 asli atau Windows 7 bajakan yang sudah di-crack? Orang Indonesia memang ahli dalam soal crack meng-crack dan bajak membajak.

Sama seperti para pedagang komputer di BEC, para pedagang CD software bajakan di lapak-lapak di Jalan Ganesha depan kampus ITB juga sudah lenyap rasa bersalahnya ketika berjualan atau menerima pesanan software/game dari pembeli yang rata-rata mahasiswa itu. Urusan perut memang mengalahkan rasa bersalah menjual sofware bajakan.

Baiklah, lupakan rasa bersalah itu, kalau ada. Kembali ke laptop. Belilah laptop yang sudah include Windows legal. Perbedaan harga 800 ribu hingga 1,5 juta itu tidak penting, yang lebih penting adalah kesadaran untuk menghargai karya intelektual. Kalau tahu betapa susahnya membuat program, maka tahulah kita betapa pembajakan software itu adalah tindakan yang menyakitkan.


Written by rinaldimunir

January 28th, 2011 at 11:38 am

Posted in Gado-gado

? Fresh look for your Eclipse editor

without comments

The default theme of Eclipse is good, but I must admit that with some configuration, Vim can show code better. And this is pretty easy, just go to Google and search for ‘vim color’.

I know from a long time ago that Eclipse allows us to change the color preference of our editor. Hence I never change the default since it is just too much hassle to do that. Not counting that when I reinstall Eclipse, I might have to reconfigure all that stuffs.

So when I found this plugin Eclipse Color Theme, I know I will like the plugin. But God, how I’m still surprised to see the result.

Do you like it? There are even more themes you can download here.

Fresh look for your Eclipse editor originally appeared on firdau.si on January 27, 2011.

Written by nanda

January 27th, 2011 at 9:18 pm

? Representation of class in Scala

without comments

Seems very simple but can be source of frustration. So, how to represent class in Scala?

In Java, you refer to a class by adding .class at the end of the class name. In Scala, you get the equivalent of that by using classOf[].

An example for referring String class is as follow:

classOf[String]

You can read more about Scala Type System here.

Representation of class in Scala originally appeared on firdau.si on January 27, 2011.

Written by nanda

January 27th, 2011 at 4:30 pm

Sulitnya Menjadi Orangtua Zaman Sekarang (Tentang Pornografi pada Anak dan Remaja)

without comments

Membaca resume hasil seminar dengan speaker Bu Elly Risman di bawah ini (resume saya peroleh dari sebuah milis), membuat saya bergidik. Hii…mengerikan! Sudah luar biasa virus pornografi merasuki pikiran anak-anak dan remaja di Indonesia. Sudah lihai dan berpengalaman anak-anak dan remaja soal seks. Teknologi informasi semula dibuat untuk memudahkan, tetapi dibalik itu tersimpan bahaya yang mengancam masa depan anak-anak kita.

Duh, betapa sulitnya menjadi orangtua zaman sekarang. Pendidikan agama dan moral saja tidak cukup buat anak. Anak-anak dan remaja masih memiliki iman yang labil, sekuat apapun pendidikan agama yang diberikan, tidak sanggup menahan pengaruh lingkungan dan pergaulan dengan teman-temannya. Yang lebih penting adalah tindakan nyata dari orangtua untuk melakukan tindakan preventif kepada anak-anaknya supaya tidak terjerumus pada bahaya pornografi.

Yuk, kita baca laporan berikut yang bikin kita terus membaca istighfar…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

30 Oktober 2010 di Kemang Village, Jakarta
By Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati)
Di share dari teman yang ikut di Jakarta.
Panjang tapi sangat menarik buat orang tua agar aware

1.Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh sms anak sekarang, dengan huruf biasa tapi dibuat secara ALAY, tapi dibuat sedemikian rupa, sehingga kami, seluruh orang tua yang ada di ruangan seminar, tidak ada yang bisa membaca sms apakah itu?Apa maksud sms tsb?

Alaaahh…sms alay kan bisa dibaca. meski bikin mata dan otak kerja keras dulu buat tau maksudnya?

NO! Totally…….ga ada satupun yang bisa baca sms tsb.

Dan, Taaaraa…..ternyata selain dengan huruf alay, sms tsb, dibacanya harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)! Can u imagine thattt????

DAN isinya adalah:
” Hi, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML, Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan…dsb .” (sori saya agak lupa persisnya namun isinya kurang lebih spt itu – ML= Making Love=berhub SEX)

Seisi ruangan seminar lgs heboh.

Note dr pembicara: SMS sayang2an anak sekarang udah bukan i love u/I miss u, tapi udah soal LAMA GA ML…

Demmm…Ihikksss dari awal seminar, mata saya udah melotot lebaarr !!

2. Anak2 kita hidup di era digital. Banyak media elektronik & cetak yang diakses anak, banyak yang mengandung unsur pornografi: Games, Internet, HP, TV, VCD, Komik, Majalah dll

3. Yang pertama dibahas adalah GAMES. Games diabad 21, berdasar penelitian, gambar lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja, yang tidak ada di dunia nyata, ketrampilan lebih kompleks dan kecekatan yg lebih tinggi—> Kepuasan dan kecanduan lebih besar.

4. Jenis Games lebih beraneka macam: Aksi, adventure, strategi, Role playing.

Note dari pembicara:

SUPER HATI2 dengan GAMES-GAMES anak-anak anda!
a. Ada games yang bergenre awal action, isinya adalah tembak2an dsb, namun ternyata jika, anak kita udah sampai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML dengan pelacur jalanan…?????
b. Ada games yang berjenis role playing, dan naudzubillahimindzalik, ceritanya adalah tentang bagaimana “memperkosa paling asyik???????”

Jadi tinggal pilih cerita yang melatarbelakangi , kemudian tinggal pilih perempuan model apa yg mau “dipilih”, modelnya ga pake baju sama sekali, dan tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali dst. Cursor berbentuk tangan, yg digerakkan oleh anak2-anak kitaa….——>Seisi ruangan seminar lgs heboh lagiii….Gumaman Astagfirrullah bertebarann di ruangan….:(

5. Pikir baik2 jika anda ingin membelikan games atau anak anak anda beli games sendiri/ meminjam games dari teman! Dan hati-hati , jika didepan sekolah anak2 ada warnet! Jenis Games yang ada, murah dan gampang didapat, jenisnya sudah diluar perkiraan kita, orang tua!

Note: suami saya, yg orang IT dan doyan maen games pun, terkejut bukan kepalang, pas tau soal jenis games ini!!:(

6. Internet. Situs Porno bertebaran di dunia maya. Dan, jangan salah, pembuatnya juga anak-anak kita juga! Bahkann…Untuk mendapatkan uang, mereka menjual video sex mereka sendiri!–> Pas seminar kami ditunjukkan ribuan video sex yg gampang diperoleh lewat internet.

Note dari pembicara:
a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ?
–>> kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML ditangga dan berpakaian lengkap!
b. Hamil?siapa takkut!–> Bisa Aborsi !

7. HP.
Hoho…Video2 sex tersebar melalui HP. Kapasitas HP yang besar, memungkinkan sang pemilik memiliki file2 berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak anda CLEAN?–>Bisa jadi dia dapat kiriman gambar/video dari temennya!

Kasus : (yg pernah ditangani Ibu Elly) Ada seorang Ibu, yg datang ke beliau, shock karena menemukan gambar Vagina-seseorang di BBnya, yg ternyata setelah ditelusuri adalah kepunyaan temen sekolah (wanita) anaknya yang lelaki (yang suka minjem BB beliau!)… :(

8. Televisi : Program TV yang masih pantas diikuti, bisa dihitung dengan 1 tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Sinetron, telenovela, sinetron2 Jepang/korea , film dsb. Jangan salah, Iklan pun juga menyesatkan.Ayoo jangan anggap enteng sinteron/filim2 korea/jepang!Lama2 anak anda terbrainwash, terbiasa dengan kekerasan, sex bebas!

9. KOMIK: Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ga kalah dengan novel porno lainnya. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan, mungkin tidak menyiratkan 1 kepornoan pun, tapi didalamnya, kita orang tua harus tau bahwa ceritanya ujung2nya tentang sex bebas.

Notes: Dari, survey yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, dvd yang masuk dalam kategori “BaHAYA” adalah NAR***…semuanya yg berbau NAR***, hati2!! WATCH OUT!!!!

APA TUJUANNYA? APA YANG MEREKA INGINKAN TERHADAP ANAK-ANAK KITA

1.Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki MENTAL MODEL PORNO = perpustakaan porno, yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.
2.Kerusakan otak permanen —> yang hasil akhir yang diinginkan adalah–>INCEST!!! (astaghfirullahaladzim)
3.Sasaran tembak utama: Anak2 kita yg belum baligh. Jika sudah mengalami 33-36 ejakulasi–> pecandu pornografi — >PASAR MASA DEPAN!!!

Proses Kecanduan & Akibatnya.

1. Didalam otak ada bagian yang disebut PRE FRONTAL CORTEX (PFC). PFC, tempat dibuatnya moral, nilai2, bertanggung jawab untuk: perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, control diri, konsekuensi, pengambilan keputusan. PFC–> Matang diusia 25 thn.

2. Sekali anak mencoba “kenikmatan” semu–>Dopamin ( ket: suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus) diproduksi –> Anak merasa senang–> Kemudian timbul rasa bersalah.

3. Saat anak merasa senang tsb (kebanjiran Dopamin), maka yang akan terganggu adalah: Analisa, penilaian, pemahaman,

3. Saat anak merasa senang tsb (kebanjiran Dopamin), maka yang akan terganggu adalah: Analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, Makna hubungan, Hati Nurani—> Spiritualitas /Iman akan terkikis–> ANAK TUMBANG–> Mental Model Porno—>INCEST!!!!

4. Bagian otak yang rusak karena Narkoba: 3 bagian saja, tapi oleh Pornografi/SEX: 5 bagian otak yang rusak!

5. Industri yang terlibat Pornografi: Entertainment, Pornografi, Perfilman, Majalah Porno, Musik, Jaringan TV Kabel, Pembuat dan pemasar Video Games dll

SIAPKAH KITA SEBAGAI ORTU?

1. Kesalahan Budaya.
Yang mengasuh anak: IBU !! Ayah mencari Nafkah, bila perlu baru lapor Ayah!! SALAH BESAR ! —> REVOLUSI PENGASUHAN!! …………
(Nyambung dengan artikel pak Gendi, Where’s All The Father Gone?Kemana Para Ayah?…Indonesia , A Fatherless Country???)
Lihat fenomena Anak2 Jack Mania?–> Kemana AYAHmu nakkk?Kemana ibumu naak????

Note: Bukan main saya bersyukurnya saya, pas bagian ini. Syukur Alhamdullillah, saya berhasil “memaksa” suami saya untuk ikut seminar ini.
2. Kelalaian kita sebagai ortu:

Orang Tua Kurang:
1. Mempunyai waktu dengan anak.
Are u a weekend parent? Anak di ikutkan les sana-sini. Pertanyaan orang tua ke anak hanya tentang les mu gimana nak? Nilaimu berapa nak? Kamu ga bolos kan?Kamu biasa ngerjain ujian kan hari ini?—> Anak2 menjadi anak yg BLASTED (Boring–>Lazzy–> Stress!)

2. Mengajarkan agama & penerapannya?
—> Eksport! Merasa cukup menyekolahkan anak2 di sekolah berbasis agama. Anak disuruh les ngaji/agama. Penerapan? NOL BESAR!!!…. Menyuruh anak sholat tepat waktu, ortu? Bolong2 sholatnya? Ortu berbaju tertutup, anaknya maen ke mall hanya memakai rok mini/tanktop? Anak disuruh les ngaji? Ortunya ngaji aja ga bisa!!!!

3. Target pengasuhan:
UMUM, kurang teguh pada prinsip—> hanyut dalam TREND. Temen anak di sekolah pada punya IPOD, Anak buru2 dibelikan—> malu dibilang ga trendy? Malu anak punyanya HP jadul yg cuma bisa sms/telp?–> dibelikan BB palg mutakhir…

4. Tanggap Teknologi & Gagap Teknologi (Gaptek)
Ortu bisanya memfasilitasi, tapi nol besar dengan pengetahuan mengenai perangkat yg dibelikan buat anak-anaknya. Buktinya: baca sms alay aja ga bisa!…gimana mo ngawasin anak?

Note dr pembicara: Jadi orangtua, harus “GAUL” dan PINTER !!! siapa biang jadi orangtua itu gampang?

5. Memberikan anak perangkat teknologi, tidak tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan.

Note dr pembicara:
Orang Tua sekarang adalah Generasi ORTU yang ABAI…Generasi ORTU PINGSAN !! Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah didepan Komputer, Games, HP, Televisi —> Yakin, Anak anda AMAN????

6. Berkomunikasi yang baik dan benar : tidak memahami perasaan anak & remaja.

Berkomunikasi yang baik dan benar : tidak memahami perasaan anak & remaja.
TIPS Membuat Anak Tangguh di Era Digital:
1. Hadirkan Allah/Tuhan didalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Allah, taat kepadaNYA dari kecil. Hindari: Jangan sampai kamu hamil ya, Bikin malu keluarga! Bapak / Ibu malu!!!—> Salah Besar. Ajarkan bahwa, dimanapun dia berada, Allah tau apa yang dia perbuat!
2. Perbaiki pola pengasuhan/parenting. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi ortu yang abai bin pin
3. Validasi anak : penerimaan, pengakuan dan Pujian Jangan jadikan anak anda, anak yang BLASTED! Boringg –> Lazzy –> Stressed!!
4. Mandiri & Bertanggung jawab kepada ALLAH, diri sendiri, keluarga & masyarakat.
5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas
6. Mempunyai MODEL yang baik dan benar
KOMIK
• Cek bacaan anak
• Baca dulu sebelum membeli
• Secara Berkala periksa meja belajar/lemari/kolong tempat tidur . Notes: JANGAN SAMPAI KETAHUAN ANAK!!
• Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan
• Diskusikan bacaan dengan anak

GAMES
• Perhatikan letak computer/media video games di rumah
• Perhatikan jarak antara mata anak/ruang cukup pencahayaan , layar tidak terlalu terang
• Pilihkan meja & kursi yang ergonomis
• Buat kesepakatan dengan anak tentang:
o Berapa dalam seminggu
o Kapan waktu yang tepat
o Games apa yg boleh dimainkan
o Sanksi apa yang diberlakukan , jika melanggar
• Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating Games dalam kemasan games.

Banyak video games ber-rating AO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak dengan rating ESRB (Entertainment Software Rating Board, sebuah lembaga pemberi rating untuk games hiburan) diubah menjadi Teen, seperti GTA San Andreas, Mass Effect, Gta IV dsb.
Marak video game kekerasan yang menampilkan secara gamblang adegan seksual di tengah-tengah video gamenya seperti GTA: San Andreas dan Mass Effect. GTA: San Andreas mendapatkan kecaman keras dari banyak kalangan dunia seperti Jack Thompson dan Hillary Clinton, sehingga memaksa produsennya mengganti rating ESRBnya menjadi AO (awalnya M (Mature)). Hal ini mengakibatkan profitnya turun hingga $28.8 juta.

Pada tanggal 20 Oktober 2003, Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh 2 remaja, William dan Josh Buckner, karena keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III. Akibat kejadian tersebut Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah.

TV
• Atur jam menonton TV
o No TV dibawah 2 thun
o 5-7 tahun paling lama menonton TV: 2 jam/hari
• Kenalkan dan diskusikan ttg program TV yang baik dan buruk
• Perhatikan jarak menonton

INTERNET
• Perhatikan letak computer : tidak menghadap dinding
• Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno)
• Buat Kesepakatan tentang waktu bermain internet
• Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di computer
1. Perbanyak mendengarkan perasaan. GUNAKAN 2 TELINGA lebih sering daripada satu MULUT
2. Orang tua harus TTS = TEGAS, TEGAR, SABAR
3. Meningkatkan diri dengan berbagai macam pengetahuan (Seminar, pelatihan, buku parenting dan agama)
4. Setelah semua upaya —> DOA

Jujur, pas pada saat mengikuti seminar tsb, beberapa kali, saya menitik-kan airmata – mbrebes mili.
Betapa saya merinding hebat dan pengen segera pulang memeluk anak-anak saya..

Semoga saya bukan salah satu orangtua yg pingsan ituu… Semoga anak2 saya (kita), menjadi anak2 yang sholeh dan selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa


Written by rinaldimunir

January 25th, 2011 at 2:39 pm