if99.net

IF99 ITB

Rasulullah Sudah Mengajarkan Cara Mandi yang Benar dan Sehat

without comments

Sebuah artikel yang saya kutip dari laman web ini tampaknya masuk akal, meskipun secara medis perlu mendapat penjelasan yang lebih ilmiah. Saya akan mengulasnya di bawah ini:

Sering kita dengar banyak orang jatuh dan terkena stroke di dalam kamar mandi. Yang jadi pertanyaan mengapa tidak di tempat lain? Perlu untuk direnungkan mengapa kita selalu mendengar kabar orang jatuh di kamar mandi akibat serangan stroke. Mengapa kita jarang mendengar orang jatuh akibat serangan strok ditempat tempat lain?

Seorang penceramah professor di universitas di Malaysia, UITM,  yang juga terlibat dengan kegiatan olah raga negara menasihatkan supaya pada waktu mandi jangan membasahi kepala dulu, namun basahi bagian badan lainnya.

Ini karena apabila kepala basah dan dingin, secara tiba-tiba darah akan dipompa mengalir ke kepala untuk menghangatkan kepala, logika ‘warm blooded human’. Dan jika ada saluran pembuluh darah di daerah kepala yang mengalami penyempitan akibat kolesterol atau lainnya maka dapat terjadi kondisi pecahnya pembuluh darah akibat derasnya aliran darah yang tiba-tiba di kepala. Ini kerapkali berlaku di kamar mandi.

Berikut cara mandi yang benar :

1. Pertama siramkan air di telapak kaki.
2. Kemudian dilanjutkan dengan segayung di betis.
3. Segayung di paha.
4. Segayung di perut.
5. Segayung di bahu.
6. Berhentilah sejenak 5-10 detik

Kita akan merasakan seperti uap/ angin yang keluar dari ubun-ubun bahkan meremang, setelah itu lanjutkan dengan mandi seperti biasa.

Ini ibarat sebuah gelas yang diisi air panas kemudian kita isi dengan air dingin. Apa yang terjadi? Gelas akan retak,  bahkan pecah!

Jika perubahan suhu yang tiba-tiba ini terjadi pada tubuh kita apa yang retak dan pecah?

Suhu tubuh kita cenderung panas dan air itu dingin, maka yang terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada badan atau kepala, uap yang harusnya keluar jadi terperangkap dan dapat membawa maut karena pecahnya pembuluh darah.

Maka sebab itu kita sering menjumpai orang jatuh di kamar mandi tiba-tiba kena ‘stroke’. Boleh jadi kita sering masuk angin karena cara mandi kita yang salah. Boleh jadi kita sering migrain kerana cara mandi yang salah.

Cara mandi ini baik bagi semua umur terutama yang memunyai sakit diabetes, darah tinggi, kolesterol dan migrain/ sakit kepala sebelah.

~~~~~~~~

Cara mandi seperti yang dituliskan dalam artikel di atas sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah mengajarkan kita tatacara mandi besar  atau mandi wajib (misalnya karena junub, mimpi basah, selepas haid, dsb). Mandi besar dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan, mencuci kemaluan, lalu berwudhu.  Ini adalah sebuah cara adaptasi agar tubuh tidak kaget dengan air (dingin). Selanjutnya, setelah berwudhu, mulailah menyiram kepala sehingga  seluruh tubuh basah dengan air (baca: Tata Cara Mandi Junub Sesuai Tuntunan Rasulullah).

Tidak hanya ketika mandi besar, untuk mandi yang lain pun kita disunnahkan berwudhu terlebih dahulu. Maknanya selain untuk menyucikan, juga agar tubuh beradaptasi dengan air, sehingga terhindar dari stroke  karena mendapat kejuatan dingin tiba-tiba.

Demikianlah, Rasulullah sudah mencontohkan mandi yang benar dan sehat sejak 15 abad yang silam, sebelum ilmu pengetahuan kemudian menemukan kebenarannya. Shalawat dan salam teercurah padamu ya Rasulullah.


Written by rinaldimunir

September 27th, 2016 at 6:24 pm

Posted in Agama,Gado-gado

Attending Brother Product Launch-Chapter Bandung

without comments

mag_cover_2016-arif-isobe-brother-small

Pada acara peluncuran produk printer dan scanner Brother di The Trans Luxury Hotel, Bandung tanggal 7 September 2016, saya disambut dengan sangat ramah oleh Masahiro Isobe-san. Beliau adalah Presiden Direktur PT Brother International Sales Indonesia. Saya pikir beliau belum bisa berbahasa Indonesia, ternyata beliau sudah cukup fasih. Sebuah kemajuan besar mengingat bahwa belum 2 tahun beliau ditugaskan di Indonesia.

Baru datang ke acara sudah diajak foto bareng, berdua saja. Eksklusif sekali jadinya. Tidak semua tamu diajak foto bareng seperti ini lho. Hasil fotonya pun dibuat seperti sampul majalah dan langsung kita peroleh hasil cetaknya dalam 5 menit. Jadi wajar kan kalau saya semangat untuk mempelajari dan memberikan feedback untuk produk-produknya? Harga printer yang murah pasti buatan pabrik brother, walaupun bisa jadi mereknya belum tentu brother. Scanner brother juga bisa diandalkan, buktinya berani memberikan garansi 3 tahun untuk printer maupun scanner.

Selanjutnya, biarkanlah foto-foto yang berbicara. Saya cenderung tertarik dengan penjelasan tentang printer mobile. Adakah yang punya ide, pada kondisi seperti apakah solusi printer mobile menjadi sangat dibutuhkan?

brother-product-launch-3 brother-product-launch-2 brother-product-launch

Duduk di barisan depan asik juga, bisa ambil gambar banyak, Ini di antaranya.isobe1

brother-new-product-2016-printer brother-new-product-2016-scanner brother-new-product-2016-mobile-printer

Nah, seharusnya foto sampul majalah itu dibuat cuma sendiri, seperti ini. Wah, lagi serius banget pas difoto. Soalnya sedang berusaha baca merek dan tipe kamera yang dipakai fotografernya.

mag_cover_2016_2-arif

Di akhir acara, ada yang mengajak foto bareng lagi. Kali ini rame-rame.

brother-product-launch-4

Thanks for the invitation, brother. We enjoy the product launch very much!


Written by arifrahmat

September 21st, 2016 at 5:51 pm

Pak Jokowi, Masihkah Bapak Ingat dengan Ucapan ini?

without comments

Di DKI Jakarta, berita penggusuran pemukiman-pemukiman kumuh yang dilakukan oleh Pemprov DKI,  mengingatkan saya pada curhat Pak Presiden Joko Widodo, ketika masa kampanye PilGub DKI beberapa tahun lalu. Jokowi menceritakan pengalaman pribadinya betapa sakitnya menjadi korban penggusuran.

“Saya ingat masih SD. Kami punya tempat tinggal kemudian digusur. Tahun 70-an. Tidak dapat ganti rugi. Itu sangat membekas di ingatan saya. Bahwa.. yang namanya tergusur itu sangat sakit sekali. Sangat sakit sekali”

Jokowi kemudian melanjutkan:

“Ingat ya di UUD 45 kita jelas bahwa pemerintah dan negara itu melindungi rakyatnya. Disitu jelas sekali tercantum. Tapi yang terjadi.. pemerintah malah seperti ini. Ini kekeliruan. Sudah melanggar undang undang menurut saya.”

gusur

Videonya masih tersimpan baik di sini:

Sekarang, setelah Pak Jokowi duduk nyaman menjadi Presiden, setelah sebelumnya menjadi Gubernur DKI, kemudian melihat penggusuran demi penggusuran yang bertubi-tubi di Ibukota yang dilakukan oleh Wakil Gubernurnya dulu (yang sekarang menjadi Gubernur DKI), bagaimana ya perasaannya? Masihkah dia  ingat dengan kata-kata yang pernah diucapkannya itu? Masihkah dia merasakan rasa  sakit para korban penggusuran? Semoga Pak Jokowi tidak lupa.

Tulisan ini sekadar untuk mengingatkan Pak Jokowi, bahwa mereka yang tergusur itu dulu memilih Bapak menjadi Gubernur dan menjadi Presiden.

Salam saya buat Pak Presiden!


Written by rinaldimunir

September 20th, 2016 at 2:18 pm

Posted in Indonesiaku

Jangan Takut Kuliah di ITB Karena Masalah Biaya

without comments

Kemarin saya membaca berita di suratakabar daring. Rektot ITB, Pak Kadarsah  menyatakan bahwa asal berprestasi, jangan risau soal biaya kuliah di ITB. Pernyataan Pak Kadarsah benar adanya. Selama lebih dua puluh tahun saya menjadi dosen di ITB, saya sudah melihat sendiri bahwa biaya kuliah bukan isu penting di ITB. Faktor ekonomi bukan halangan untuk berkuliah di ITB, karena selalu saja ada solusi untuk mahasiswa yang terbentur biaya kuliah dan biaya hidup selama di Bandung.

Masyarakat seringkali beranggapan bahwa ITB itu untuk kalangan orang berduit saja. Kalau hanya melihat parkiran lautan mobil mahasiswa di seputar kampus ITB, maka kesan  bahwa ITB isinya anak orang kaya semua pasti akan muncul. Ternyata dugaan itu salah. Mahasiswa ITB itu ibarat supermarket, semua mahasiswa dari kalangan ekonomi apapun, agama apapun, etnik apapun, ada di dalamnya. Mereka bisa masuk karena satu faktor saja: otak yang cerdas. Maksudnya, di ITB siapapun bisa kuliah, baik anak orang kaya maupun anak orang miskin, yang penting mereka mempunyai kemampuan intelektual bagus. Soal biaya itu urusan belakangan, yang penting diterima dulu.

Tengoklah Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITB yang besarnya 10 juta per semester. Itu berlaku untuk semua fakultas di ITB (kecuali di fakultas SBM yang perhitungannya berbeda). Tidak ada kutipan uang pangkal atau uang gedung, hanya UKT itu saja. Dari UKT yang 10 juta rupiah itu, ternyata tidak semua mahasiwa ITB membayarnya penuh. Ada keringanan sebesar 20%, 40%, 60%, 80%, hingga 100% yang dapat diajukan, tentu ada persyaratannya. Jadi, ada mahasiswa yang membayar 2 juta, 4 juta, 6 juta, 8 juta, bahkan 0 juta, disamping tentu ada yang membayar penuh 10 juta. Jumlah mahasiswa yang membayar penuh 10 juta hanya 30% saja dari populasi mahasiswa baru, artinya 1200 orang mahasiwa berasal dari kalangan berada, sedangkan 70% lagi bervariasi tingkat kemampuan ekonominya.

Bagi yang mendapat keringanan 100%, artinya mereka dibebaskan dari SPP, alias gratis kuliah di ITB. Siapakah mereka itu? Itulah mahasiswa program Bidik Misi, jumlahnya 20% dari mahasiswa baru. Mahasiswa Bidik Misi ini mendapat bantuan sepenuhnya dari Pemerintah, baik SPP maupun biaya hidup. Tiap tahun ITB menerima sekitar 4000 mahasiswa baru, jadi 20% dari 4000 adalah 800 orang per tahun, merekalah yang  mendapat kesempatan kuliah tanpa memikirkan SPP. Selain SPP gratis, mereka juga mendapat uang saku sebesar 1 juta rupiah per bulan sebagai biaya hidup. Di ITB uang saku dari Pemerintah itu tidak dipotong sepersenpun, 100% diberikan utuh kepada mahasiswa (sementara di PT lain yang saya dengar uang saku itu tidak sampai 100% kepada mahasiswa, tetapi dipotong untuk  biaya ini dan itu).

Dengan demikian, ada 20% dari jumlah total mahasiswa ITB berasal dari kalangan keluarga yang benar-benar tidak mampu, 30% dari keluarga yang kaya, selebihnya bervariasi dari keluarga yang sederhana hingga dari keluarga yang agak berada. Itulah gado-gado mahasiswa ITB yang menunjukkan sisi demokratisnya.

Bahkan setelah kuliah di ITB pun, tersedia ribuan beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa ITB. Beasiswa itu beragam jenisnya, ada beasiswa yang dilihat dari sisi prestasi saja (prestasi akademik maupun prestasi non akademik) tanpa memandang status ekonomi, namanya Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik). Lalu, ada pula beasiswa  bagi mahasiswa yang mendapat kesulitan ekonomi, namanya beasiswa ekonomi.  Jadi, jika anda mahasiswa kaya atau mahasiswa miskin, anda pun dapat memperoleh beasiswa PPA. Jika anda mahasiswa miskin, anda berkesempatan memperoleh beasiswa ekonomi. Beragam jenis beasiswa itu dapat dilihat pada laman ini: APA SAJA BEASISWA DI ITB ?. Jadi, untuk beasiswa saja ITB juga menunjukkan demokratisnya, semua mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat memperoleh beasiswa.

Dikutip dari tautan berita di atas,

Sebanyak 20 persen dari total seluruh mahasiswa tidak bayar sepeserpun. Mahasiswa ini masuk program bidik misi. Mereka mendapat beasiswa penuh dari pemerintah dan bahkan mendapat uang saku per bulannya sebesar (1 juta rupiah).

Sebesar 50 persen mahasiswa, lanjut Kadarsah, membayar uang kuliah bervariasi. Ada yang bayar hanya 20 persen dari total keseluruhan biaya kuliah, ada yang 40 persen dan seterusnya. Dan yang bayar 100 persen dari biaya kuliah hanya 30 persen mahasiswa.

“Itulah potret situasi perekonomian mahasiswa ITB,” ujar dia.

Kadarsah menegaskan, setiap warga negara Indonesia punya hak dan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan di ITB sepanjang memenuhi syarat yang ditentukan. Dia meminta siapapun yang ingin masuk ITB tak khawatir dengan biaya pendidikan.

“Sepanjang berprestasi, uang jangan dijadikan kendala,” katanya.

Jadi, tidak ada alasan takut kuliah di ITB karena faktor biaya. Semua ada jalannya, semua ada solusinya.


Written by rinaldimunir

September 8th, 2016 at 5:28 pm

Posted in Seputar ITB

Mencari Printer Warna Murah Terbaik dan Hemat Tinta: Brother T300, T500W, T700W (Bag 2)

without comments

brother_t700w_adf_scannerBeragam printer telah kami coba sejak 17 tahun terakhir. Mulai dari HP, Canon, Epson, Brother, baik itu laser, maupun inkjet color. Sebelum zaman dikenalnya inktank, kami menggunakan printer inkjet Canon dengan tinta refill dari pihak ketiga. Kendalanya adalah tidak berlakunya garansi.

Setelah Epson membuat printer tipe inktank, kami pun beralih ke Epson. Epson seri inktank yang digunakan di Codena adalah L300, L350, L355, dan L800. Kegunaan printer inktank ini antara lain untuk:

  1. Mencetak konten dan sampul buku manual perangkat lunak Digital Mark Reader (DMR).
  2. Mencetak dokumen penawaran dan administrasi seperti kuitansi, surat jalan dan faktur pajak.
  3. Mencetak brosur scanner maupun daftar harga.
  4. Mencetak ribuan Lembar Jawab Komputer (LJK) untuk ujian maupun psikotes pesanan pengguna software DMR.

Karena di tahun 2015 kami hanya tahu inktank dari Epson, kami pun merekomendasikan produk tersebut untuk digunakan oleh beberapa pengguna DMR, antara lain Bid Propam Polda Jatim dan Bid Propam Polda Jateng. Ketika masa setahun lebih sudah lewat, Epson juga sudah tidak memberikan garansi, padahal masalah mulai bermunculan.

Khusus untuk keperluan mencetak LJK DMR, tahun 2016 kami melakukan percobaan perbandingan kualitas dan kecepatan antara printer inktank L355 dari Epson dengan printer Brother T700W.

Di bawah ini adalah hasil cetak LJK PLN menggunakan printer Brother T700W kualitas fast. Kualitas dan kecepatan cetaknya tentu sama saja dengan printer Brother T300 maupun T500W, sebagaimana disebutkan di dalam spesifikasinya.

hasil_brother_t700w

brother_jawab brother_pln brother_nama

Di bawah ini adalah hasil cetak LJK PLN menggunakan printer Epson L355 kualitas fast. Bandingkan kualitas logo PLN, ketebalan huruf hitam, dan kerapatan shading warna merah, antara gambar sebelum dan sesudah tulisan ini.

hasil_epson_l355

epson_pln epson_nama epson_jawab

Setelah mencoba printer inktank dari Brother, yaitu T700W, kami mendapati bahwa kualitas fast di T700W jauh lebih baik daripada kualitas fast di Epson L355. Kualitas fast Epson inktank tidak layak untuk digunakan sebagai LJK. Sedangkan dengan kualitas normal, hasil LJK yang diproduksi L355 hanya 2 lembar per menit. Butuh 1 jam untuk memperoleh 120 lembar.

brother_t700w_front brother_t700w_tinta_refill brother_t700w_tinta_6000 brother_t700w_kemasan brother_t700w_garansi_3_tahun

Adapun kualitas fast pada T700W, masih dapat diterima sebagai LJK. Kecepatan produksinya pun 5 lembar per menit. Artinya kurang dari setengah jam waktu yang diperlukan untuk memperoleh 120 lembar. Ini adalah efisiensi waktu 150%. Selain itu, dengan jaminan garansi 3 tahun, belum ada yang dapat menandingi printer Brother. Wajar saja kalau printer ini dinobatkan sebagai printer warna murah terbaik dan hemat tinta.

Dengan demikian, kami sebagai prinsipal DMR akan merekomendasikan seri inktank/inkjet tinta refill dari Brother bagi pengguna DMR yang akan mencetak sendiri LJK-nya. Salah satu dari pengguna DMR yang telah menggunakan printer Brother T700W adalah Bid Propam Polda Sumatera Utara untuk keperluan pencetakan LJK dalam rangka ujian PMK Tulis dan Wawancara penerimaan Akpol, Brigadir dan Tamtama tahun 2016.

Tulisan ini dibuat sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya.

(ART)


Written by arifrahmat

September 7th, 2016 at 5:08 pm

Mencari Printer Warna Murah Terbaik dan Hemat Tinta: Brother T300, T500W, T700W (Bag 1)

without comments

brother_t700w_tinta_6000 brother_t700w_tinta_refill

Printer itu murah, yang mahal tintanya. Demikian kesimpulan orang Indonesia selama bertahun-tahun. Makanya penggunaan tinta refill non-ori sangat marak, utamanya bagi printer inkjet warna. Namun sayang karena hal ini membatalkan garansi. Akhirnya kalau printer-nya rusak, beli printer lagi. Katanya masih lebih hemat daripada memperbaiki yang lama. Padahal ini adalah sebuah pemborosan bagi pengguna printer, baik itu pribadi maupun organisasi atau lembaga.

pengisian_tinta_brother_t700w_mudah_anti_tumpah brother_t700w_pemasangan_kabel_usb brother_t700w_waktu_setup_cepat brother_t700w_front

Sebagai solusi, Brother menghadirkan 3 macam printer inkjet tinta refill. Kecepatan ketiganya sama, dapat mencapai 27 halaman per menit, semuanya dilengkapi scanner flatbed sehingga bisa digunakan untuk fotokopi warna. Perbedaanya hanya di ada tidaknya fitur wireless dan Automatic Document Feeder (ADF). Printer Brother tersebut adalah:

  1. Printer Brother T300

Yang termurah adalah Brother T300. Brother T300 sudah dilengkapi dengan scanner flatbed berukuran A4 untuk keperluan scanning maupun fotokopi warna. Dengan kecepatan yang bersaing, printer ini sudah lebih dari cukup untuk mencetak tugas sekolah atau kuliah saat di rumah, menggandakan bahan presentasi, maupun digunakan di perkantoran serta customer service. Dengan kemampuan cetak hingga 6000 lembar, tintanya dijamin awet. Harganya paling murah, hanya Rp 2.290.000.

  1. Printer Brother T500W

Selain memiliki scanner flatbed, Brother T500W juga sudah dilengkapi dengan fitur wireless alias nirkabel, ada wifi direct maupun AirPrint. Cukup unduh aplikasi Brother iPrint&Scan, setelah itu kita sudah bisa mencetak dan memindai (scanning) dari ponsel Android maupun iOS. Harganya pun cukup murah, hanya Rp 2.690.000.brother_t700w_garansi_3_tahun

  1. Printer Brother T700W

Selain memiliki scanner flatbed dan wireless, Brother T700W juga sudah dilengkapi dengan fitur scanner ADF. Cukup tumpuk dokumen yang akan difotokopi atau di-scan, hasilnya akan segera diperoleh, tidak perlu ribet dengan membuka-tutup scanner flatbed-nya. Harganya sangat murah, Brother T700W hanya Rp 2.990.000. Hal ini mengingat bahwa scanner ADF + flatbed termurah saja harganya di atas 5 juta rupiah, itupun belum ada wireless-nya.

brother_t700w_adf_scanner brother_t700w_front

Dengan rentang harga di antara 2 dan 3 juta rupiah, printer inktank atau inkjet tinta refill Brother dapat dikatakan sangat terjangkau karena tinta hitamnya dapat mencetak 6000 halaman, dan tinta warnanya dapat mencetak hingga 5000 halaman. Harga tinta sebagai consumable-nya, semua seragam, hanya Rp 99.000 baik tinta hitam (BT-6000BK) maupun tinta warna (BT-5000C/M/Y). Satu lagi yang jadi faktor penting, yaitu Brother berani memberikan garansi 3 tahun untuk semua printer dan scanner-nya, termasuk printer Brother T300, T500W dan T700W ini. Setuju kan, kalau Brother T300, T500W, T700W kita nobatkan sebagai “Printer Warna Murah Terbaik dan Hemat Tinta“? Bagaimana kualitas printer Brother bila dibandingkan dengan kompetitornya? Ikuti tulisan selanjutnya.

Catatan penting: Harga printer di setiap kota selain Jakarta dapat dipengaruhi oleh biaya distribusi.

spesifikasi-brother-t300-t500w-t700w

(ART)


Written by arifrahmat

September 7th, 2016 at 4:40 pm

Berkunjung ke Kota Palembang

without comments

Minggu lalu saya diundang adik kelas di Informatika ITB yang menjadi dosen di Universitas Bina Darma Palembang untuk memberi seminar dihadapan mahasiwa. Kebetulan saya belum pernah ke Palembang, padahal sama-sama di Pulau Sumatera dengan kota Padang tempat kelahiran saya. Jadi, kunjungan ini merupakan pertama kali saya ke kota mpek-mpek itu. Bagi saya Palembang punya nilai emosional dengan keluarga kami di Padang, karena ayah saya pernah merantau ke Palembang sebelum ketemu dengan ibu saya. Jadi, anggaplah ini kunjungan napak tilas mengenang perantauan orangtua saya.

Oh ya, dari Bandung ada penerbangan langsung ke Palembang dua kali sehari, masing-masing dengan maskapai Xpress Air (pagi) dan Citilink (sore). Saya naik Citilink sore setelah menyelesaikan perkuliahan jam  15.00 sore di kampus. Pesawat mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang dengan mulus. Bandara SMB II adalah bandara yang megah dan baru. Bandara ini tidak jauh dari bandara lama yang merupakan milik TNI AU.

IMG_20160904_145616

Bnadara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang

Palembang adalah kota besar nomor dua di Sumatera. Palembang menurut sejarahnya adalah kota tua, kota ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Bangunan-bangunan lama di Palembang bertebaran di sana-sini. Kota Palembang saat ini agak kusut dan macet karena pembangunan jalan layang monorel (Light Rapid Transport) yang membentang dari bandara hingga ke kompleks Jakabaring, melewati pusat kota. Menurut perkiraan proyek LRT ini akan selesai tahun 2017 guna menyongsong pesta Asian Games yang  akan diadakan di Jakarta dan Palembang tahun 2018.

14212617_1193785517356138_8432297176396547118_n

Pembangunan proyek LRT membuat Palembang sementara waktu macet di mana-mana

13879442_1193654890702534_3959602693009973284_n

Lalu lintas Palembang yang selalu macet akibat pembangunan LRT. Ini Jalan Ahmad Yani, jalan nomor dua terbesar di Palembang. Rumah-rumah di Palembang beratap genteng, yang menandakan pengaruh Jawa terasa sekali di sini.

Berbicara Palembang maka kita tidak bisa memisahkannya dengan Sungai Musi. Sungai Musi adalah belahan jiwa kota Palembang. Tidak lengkap ke Palembang tanpa melewati Jembatan Ampera yang membentang di atas Sungai Musi. Di sekitar Jembatan Ampera ini  sungai mulai menyempit karena rumah-rumah penduduk semakin menjorok ke tengah sungai.

14222103_1194560193945337_7080717638555329444_n

Jembatan Ampera, landmark kota Palembang

Saya dan teman sempat menyusuri sungai Musi dengan speedboat dari dermaga di seberang Pasar 16 Ilir, dekat Jembatan Ampera. Kami menyewa speedboat mengitari sungai Musi dari Seberang Ulu hingga Seberang Ilir.

Naik speedboat menyusuri sungai Musi ke seberang ulu dan seberang ilir sungguh pengalaman mendebarkan bagi saya. Laju speedboat-nya sangat kencang dan beberapa kali seperti mau terbalik, tapi supirnya begitu lihai menghindar gelombang dan halang rintang yang dapat membalikkan perahu. Sementara teman saya yang asli wong kito tenang-tenang saja, mungkin sudah biasa baginya naik speedboat kencang ini kali ya????. Tinggal “orang gunung” seperti saya berpegangan erat sambil komat-kamit membaca doa. Jika speedboat terbalik habislah saya, apalagi saya tidak bisa berenang. Speedboat juga tidak dilengkap dengan pelampung, agak miris juga mendengarkannya. Jadi, naik speedboat di Sungai Musi perlu nyali yang besar.

14203299_1194715223929834_7555280572719436887_n

Speedboat

Pemandangan sepanjang sungai sungguh Indonesia banget, ada rumah-rumah panggung di sepanjang sungai, pasar 16 Ilir, kapal getek, rumah apung, kapal tongkang batubara, kios bensin eceran terapung, dll. Inilah rakyat kita kebanyakan, mereka hidup secara sederhana dan menggantungkan sepenuhnya hidupnya pada kebaikan Sungai Musi.

14199275_1194649730603050_4506553092030627993_n

Rumah terapung di Sungai Musi, mengalir sampai jauh

14264975_1194715517263138_6962932078211531019_n

Rumah-rumah dan perahu di sepanjang sungai Musi

14192737_1194715483929808_8327806938905128445_n

Kapal tongkang

Ke Palembang tanpa mengunjungi Pulau Kemaro rasanya kurang lengkap. Pulau Kemaro adalah pulau delta yang terletak di tengah sungai Musi, tidak terlalu ketengah juga sih, agak dekat dengan sisi sebelah sungai. Pulau ini menajdi tempat tujuan wisata di kota Palembang.

14141793_1194690050599018_8382611617824736477_n

Pulau Kemaro

Apa menariknya pulau ini? Di Pulau Kemaro terdapat sebuah vihara dan sebuah pagoda yang besar. Pada setiap peringatan Waisyak, Imlek, dan Cap Gomeh, pulau ini ramai dikunjungi umat Budha dan Tridharma. Di pulau ini ada cerita legenda putri raja Palembang yang menikah dengan seorang saudagar dari daratan Cina.

14238158_1194690160599007_9014127558151323236_n

Legenda Pulau Kemaro

14141661_1194690093932347_7269939585893183693_n

Pintu masuk ke Pulau Kemaro

14192064_1194690190599004_866715263657129669_n

Wihara dan pagoda mini. Pagoda sebenarnya tampak di belakang

14142053_1194690237265666_3201695220682924510_n

Pagoda di Pulau Kemaro, tampak dari dermaga

14192715_1194610813940275_6308109474827929007_n

Berfoto di depan pagoda

Palembang dikenal sebagai kota mpek-mpek. Tapi Palembang tidak hanya mpek-mpek dan tekwan. Di kota ini ada makanan yang menjadi sarapan pagi warga Palembang. Namanya martabak Har. Martabak Har sejenis martabak dari Arab atau India, isinya telur, dan dimakan dengan kuah kari. Di sebelah hotel tempat saya menginap di Jalan Sudirman, ada sebuah ruko yang menjual martabak Har. Saya penasaran dengan martabak ini yang kata orang Palembang enak banget. Agak heran juga saya dengan kebiasaan makan warga Palembang ini. Biasanya martabak itu kan makannya pada waktu sore atau malam, tapi martabak yang satu ini dimakan pada pagi hari. Kuah karinya itu lho, nggak nahan.

14191966_1194497030618320_8931072149270670821_n

Martabak Har, sejak 1947

14238236_1194497093951647_5828625764343473943_n

Martabak Har dengan kuah kari

Wisata di Palembang memang hanya kuliner. Tidak banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi di Palembang. Orang ke Palembang untuk berwisata kuliner. Kata teman di sana, untuk menikmati seluruh macam kuliner di Palembang dibutuhkan waktu dua hari saking banyak jenisnya.

Masakan Palembang kebanyakan adalah ikan. Beberapa masakan yang saya coba adalah ikan seluang (ikan kecil dari Sungai Musi), rusip (olahan fermentasi ikan), aneka pindang (ikan, daging, udang), brengkes (semacam pepes, kadang-kadang pakai sambal tempoyak atau durian), dan sate pentul. Pindang adalah masakan khas daerah Sumbagsel dengan lauk berupa ikan seperti ikan belida, ikan patin, udang, atau iga sapi.

kuliner

Aneka macam masakan Palembang (ikan seluang, pindang , rusip, brengkes)

Ada satu lagi kuliner Palembang yang wajib dicoba yaitu nasi minyak. Nasi minyak adalah semacam nasi kebuli rasa lokal, dimasak dengan minyak samin, dan bumbu seperti kunyit, garam, dana lain-lain. Pelengkapnya adalah daging kambing, sambal manga, acar mangga, dan lain-lain. Sepintas mirip nasi kuning, tetapi rasanya beda. Lezat sekali.

14117737_1193639057370784_8677178533273362968_n

Nasi minyak

Lamat-lamat suara kelompok musik Golden Wing yang menyanyikan lagu lawas Mutiara Palembang masih terngiang di telinga saya. Lagu ini menceritakan suasana romantis kota Palembang diwaktu malam.

Mutiara Palembang (Palembang Diwaktu Malam) – Oleh: Golden Wing

Palembang di waktu malam
Di kala terang bulan
Bersinar di atas sungai musi
Beriring nyanyi sang dewi

Terbayang semua harapan
Dalam keindahan itu
Mutiara yang telah hilang
Kembali padaku

Walaupun bukan yang dulu
Yang telah jauh dariku
Tapi dapat melepas rindu
Kesunyian hatiku

Mutiara yang telah hilang
Kembali padaku

Walaupun bukan yang dulu
Yang telah jauh dariku
Tapi dapat melepas rindu
Kesunyian hatiku

Kunjungan dua hari di Palembang membuat saya terkesan. Suatu hari saya ingin mengunjunginya lagi.


Written by rinaldimunir

September 5th, 2016 at 5:15 pm

Posted in Cerita perjalanan

Meet & Greet Brother President from Japan

without comments

arif_meet_brother_president_2016_food1As brother scanner key partner in Indonesia, Arif Rahmat from PT Kodena was invited to Appreciation Dinner at Bunga Rampai Restaurant, Menteng, Jakarta with special guest Mr. Takafumi Kamenouchi from Brother International Corporation, headquartered in Nagoya, Japan.

[You can see, the main course is very Indonesia]

Arif Rahmat, brother at your side, thank you for choosing us as your partner. Appreciation Dinner. Tuesday, 30th August, 2016. 

arif_meet_brother_president_2016_food_table

Dalam sebuah acara makan malam di Jakarta, tanggal 30 Agustus 2016, Arif Rahmat (Direktur PT Cipta Citra Kodena) bertemu dengan Takafumi Kamenouchi, President Brother International Corporation yang bermarkas di Nagoya, Jepang. Acara terbatas ini dihadiri oleh puluhan undangan, termasuk dari distributor, serta partner penjualan brother di Indonesia.arif_meet_brother_president_2016

Acara ini juga dihadiri oleh Masahiro Isobe, Presiden Direktur PT Brother International Sales Indonesia dan pejabat sebelumnya, Yuichi Suzuki, kini sebagai Group Manager Corporate Planning Group Management Control, Brother International Corporation.

arif_meet_brother_president_2016_photosession1

[photo session #1]

Sambutan dalam acara ini juga diberikan para distributor produk brother, di antaranya adalah oleh Endjang J. Djajapranata (Managing Director PT Asaba), Yansen Setiawan BA (CEO PT Harrisma Informatika Jaya), serta Sukaman Tokarso (Presiden Direktur PT Tixpro Informatika Megah).

arif_meet_brother_president_2016_photosession1_the-making_of

[the making of photo session #1]

Di akhir acara, foto bersama juga dilakukan dengan seorang kawan lama, Sayaka Karaki (Marketing Control Group Management Control, Brother International Corporation) yang rajin menjalin komunikasi dengan Kodena sejak 2015, termasuk mengunjungi kantor PT Kodena di Bandung beberapa pekan sebelum acara ini berlangsung.

arif_meet_karaki_2016


Written by arifrahmat

August 31st, 2016 at 5:05 pm

Codena Terima Kunjungan dari Panasonic Jepang

without comments

panasonic-codena-2016Codena adalah pengguna dan penjual scanner Panasonic. Kami telah menggunakannya untuk melakukan pemeriksaan LJK sejumlah jutaan lembar. Baru-baru ini kami mendapatkan kunjungan dari Global Marketing Group Panasonic System Networks Co. Ltd. yang berpusat di kota Fukuoka, Jepang. Tamu kami kali ini adalah Teruyuki Fukaya (Assistant Chief, kiri) dan Keisuke Yasumatsu (Councilor, kanan).

Selain untuk memperkenalkan beberapa lini produk baru, mereka juga mendengarkan kebutuhan kami mewakili end user serta sebagai prinsipal produk sistem pemeriksa ujian Digital Mark Reader (DMR). Pertemuan ini juga didampingi oleh Pak Eben dari Business Solution PT Panasonic Gobel Indonesia serta Ibu Any dan Pak Novan dari Harrisma.


Written by arifrahmat

August 29th, 2016 at 1:35 pm

Dosen Co-pas, Mahasiwa Juga Co-pas

without comments

Berita yang sangat memprihatinkan dalam dunia pendidikan tinggi dilansir pada berita brerikut: Diduga Mencontek, Ribuan Dosen tak Lulus Sertifikasi. Banyak dosen yang tidak lulus ujian sertifikasi dosen, antara lain penyebabnya karena ketahuan mencontek dengan melakukan copy paste (co-pas) jawaban deskripsi diri temannya yang sudah lulus sertifikasi. Berita lain ada di sini.

Dikutip dari tautan berita di atas:

“Sebagian besar para dosen menulis deskripsi diri, mereka mencontek atau ‘copy paste’ dari dosen yang telah lulus sertifikasi,” katanya pula.

Ghufron memperkirakan para dosen yang tidak lulus itu mencontek deskripsi diri dari dosen yang telah lulus sertifikasi dengan harapan bisa lulus juga. Padahal tim sertifikasi memberi perhatian lebih pada keaslian deskripsi diri tersebut.

“Dosen kita itu lihat ada yang lulus langsung mencontek. Padahal itu harus dihindari dan diperingatkan. Menurut saya, besok di situsnya harus diperingatkan kalau ‘copas’ dijamin tak lulus,” kata dia lagi.

FYI, dalam ujian sertifikasi dosen, peserta diminta menulis deskripsi diri dalam untaian kalimat yang panjang lebar, tidak cukup kalimat pendek saja. Untuk lebih jelasnya seperti apa pertanyaanya, silakan baca tulisan saya yang dulu, Pengalaman Mengisi Dokumen Sertifikasi Dosen. Jika jawabanya hanya satu dua kata atau kalimat pendek, pasti tidak lulus.Bagi dosen yang terbiasa menulis atau membuat karangan, maka menjawab pertanyaan semacam itu bukan sebuah kesulitan. Namun, bagi dosen yang tidak biasa menulis, maka itu adalah pertanyaan yang menyiksa. Karena ingin lulus ujian sertifikasi, maka cara-cara tidak hahal pun dilakukan, misalnya meng-copas jawaban temannnya yang sudah lulus ujian sertifikasi sebelumnya.

Padahal, penilai memerlukan jawaban yang menggambarkan deskripsi diri anda, dan itu harus asli, bukan deskripsi orang lain, bukan? Tentu lucu jika anda menyalin deskripsi   teman anda, karena itu tidak menggambarkan deskripsi anda sendiri.

Tentu saja kejadian di atas sebuah ironi. Dosen yang notabene seorang pendidik diharapkan memberi teladan kepada mahasiswanya, dengan melarang mahasiswa  mencontek dalam ujian atau  copas tugas temannya, namun di lapangan justru melakukan perbuatan yang dilarangnya. Maka, jangan heran jika dosennya saja begitu, bagaimana mahasiswanya.

Lebih ironi lagi jika atasan dosen malah membela anak buahnya yang tidak lulus itu, dengan berkata begini (dikutip dari berita di atas):

“Ini sangat merugikan, kami akan memikirkan bagaimana mekanismenya agar para dosen yang tak lulus ini bisa lulus. Tentunya harus melalui serangkaian tes lagi,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu pula.

Bukannya dosen-dosen yang melakukan copas ini diberi sanksi, tapi ini malah diusahakan lulus dengan memberi serangkaian tes lagi. Apa kata dunia pendidikan kalau begitu?


Written by rinaldimunir

August 26th, 2016 at 10:59 am

Posted in Pengalamanku