if99.net

IF99 ITB

Mengenal Jurus Meretas Password

without comments

Password atau dikenal juga dalam istilah lain passphrase, PIN, kata sandi, merupakan metode otentikasi berbasis teks yang paling tua dan paling banyak dipakai. Karena sederhana dan mudah dipakai, otentikasi berbasis password, sering kali menjadi target utama dan titik masuk dalam insiden peretasan.

Bagaimana Otentikasi berbasis Password Bekerja

Password digunakan sebagai bukti identitas, seperti halnya paspor, KTP atau SIM dalam dunia fisik. Namun password dalam tulisan ini adalah password yang tidak ada bentuk fisiknya, hanya berupa teks digital.

Apa yang sebenarnya terjadi dalam sistem ketika password diketikkan ke dalam layar login di website atau di sistem operasi?

  1. Sistem menerima pasangan username dan password. Username menunjukkan identitas yang akan diklaim, sedangkan password adalah bukti dari klaim identitas tersebut.
  2. Sistem akan mencari dalam basis data, informasi mengenai username tersebut. Dalam tahap ini sistem akan menolak bila user tersebut tidak ada dalam basis data.
  3. Sistem mendapatkan informasi mengenai user tersebut, termasuk informasi mengenai password yang benar untuk user tersebut (analoginya seperti kunci jawaban sebuah soal). Password yang benar ini disimpan dalam berbagai format, ada yang tersimpan dalam format apa adanya (plaintext), dalam format hash (md5, sha256, hmac dsb.) atau ada juga yang dalam format tersandikan (encrypted).
  4. Sistem akan mengonversi password yang dimasukkan user, ke dalam format yang sama dengan yang tersimpan dalam database. Sebagai contoh, bila dalam database menggunakan format sha256, maka masukan password akan diubah ke dalam format sha256 juga.
  5. Setelah password dari masukan user dalam format yang sama dengan password yang tersimpan dalam basis data, maka keduanya bisa dibandingkan secara tekstual. Bila keduanya identik, jawaban dan kunci jawaban yang tersimpan dalam basis data adalah sama, maka bukti identitas dianggap valid dan benar.

Kategori Peretasan Password

Secara umum jurus meretas password dibagi dalam dua kategori besar:

  • Peretasan secara luring (offline)
  • Peretasan secara daring (online)

Peretasan Luring (offline)

Peretasan secara luring hanya bisa dilakukan bila peretas telah berhasil mendapatkan akses ke dalam basis data yang menyimpan informasi pengguna. Umumnya ini adalah tahap pasca-eksploitasi, setelah basis data sistem berhasil dikuasai (salah satunya dengan SQL injection atau teknik lain, di luar cakupan tulisan ini), peretas ingin mendapatkan password dari semua user yang ada dalam sistem dengan harapan dapat menguasai sistem-sistem lain.

Ada banyak sekali contoh kasus peretasan di banyak perusahaan dengan jutaaan pengguna, haveibeenpwned.com/PwnedWebsites, memuat daftar panjang situs-situs yang diretas lengkap dengan daftar password yang bisa diunduh bebas.

Apa yang dilakukan peretas untuk mendapatkan password tergantung dari format password yang tersimpan dalam database user:

Peretasan Password Plaintext

Password disimpan dalam bentuk aslinya apa adanya, maka selesai sudah, tidak perlu ada peretasan apa-apa lagi,, semua password sudah tersaji dalam piring siap santap.

Peretasan Password Tersandi (Dua Arah)

Format ini adalah format dua arah, artinya teks bisa diubah ke dalam bentuk lain (tersandikan), dan bisa dikembalikan lagi ke bentuk asalnya. Password yang tersimpan dalam format ini adalah hasil dari fungsi enkripsi yang bisa dikembalikan ke bentuk aslinya melalui fungsi dekripsi.

Dalam hal ini, peretas harus mendapatkan kunci untuk melakukan dekripsi password. Kunci ini bisa simetris atau asimetris dan bisa tersimpan di sistem yang sama atau di sistem yang berbeda.

Setelah kunci didapatkan, maka peretas dapat dengan sangat cepat dan mudah, mendapatkan semua password dalam database dengan melakukan fungsi dekripsi. Tanpa kunci, peretas yang mendapatkan akses ke tabel user, tidak bisa mendapatkan password yang benar.

Peretasan Password Hash (Satu Arah)

Hash adalah format satu arah, maksudnya adalah, teks yang telah diubah menjadi bentuk hash, tidak bisa dikembalikan lagi ke dalam bentuk aslinya.

Lalu bagaimana cara mendapatkan password bila satu arah? Peretas hanya bisa mencoba-coba banyak kandidat password dan melihat apakah ada di antara kandidat password tersebut, yang memiliki hash yang sama dengan yang tersimpan dalam database.

Contoh, bila peretas ingin mengetahui apa password dibalik md5 hash ini 098f6bcd4621d373cade4e832627b4f6, maka peretas harus mencoba melakukan hashing banyak kandidat password seperti “a”, “aa”, “bb”, dan seterusnya, sampai akhirnya peretas yang beruntung akan menemukan bahwa kandidat “test” memiliki md5 hash yang sama persis, sehingga peretas mengetahui password dibalik md5 hash tersebut adalah “test”.

Tentu saja, peretas tidak akan secara naif mencoba semua kemungkinan teks secara acak atau terurut karena password di dunia nyata jarang yang benar-benar acak, jadi peretas akan memfokuskan waktu dan biaya untuk mencoba kandidat yang berpeluang besar untuk menjadi password yang benar. Sebagai contoh, peluang kandidat “password” atau “12345” lebih besar dari pada kandidat acak seperti “xMc2u48#M”.

Ada banyak tools dengan teknik statistik dan machine learning yang canggih dengan dibantu hardware khusus seperti GPU dan kapasitas penyimpanan yang besar, untuk membantu mempercepat proses peretasan password. Teknik-teknik dan tools tersebut di luar cakupan tulisan ini.

Database pemetaan dari teks ke hash dari banyak kasus peretasan, tersedia bebas di internet sehingga peretas bisa dengan mudah memasukkan sebuah hash dan dengan cepat akan mendapatkan teks di balik hash tersebut bila hash tersebut sudah pernah diretas sebelumnya.

Peretasan Daring (online)

Berbeda dengan peretasan luring yang bisa dilakukan tanpa koneksi ke sistem yang ditarget, peretasan daring dilakukan secara “live” dengan mencoba banyak kandidat password langsung ke layar login sistem yang ditarget.

Teknik ini jauh lebih lambat karena banyaknya kombinasi username dan password yang bisa dicoba secara live tergantung dari kecepatan jaringan dan kemungkinan adanya pembatasan sistem (contohnya mengunci user bila gagal login lebih dari N kali).

Sedangkan peretasan luring, peretas bisa mencoba milyaran kombinasi per detik tanpa terpengaruh dengan kecepatan internet dan tanpa menyentuh sistem target sama sekali.

Namun kelebihan teknik ini adalah, teknik ini bisa dicoba tanpa harus mendapatkan akses ke database terlebih dahulu. Bila peretas memiliki koneksi internet yang cepat, dan sistem tidak menerapkan pembatasan percobaan, maka teknik ini akan sangat efektif.

Sekali lagi, peretas tidak akan naif mencoba semua kemungkinan password secara acak, peretas harus lebih bijak memilih kandidat yang akan dicoba dibandingkan peretasan luring (offline) karena biaya mencoba satu kandidat secara live jauh lebih mahal dan lama.

The post Mengenal Jurus Meretas Password appeared first on Ilmu Hacking.

Written by Rizki Wicaksono

August 13th, 2020 at 1:55 pm

Posted in Uncategorized

Bertahan Hidup pada Masa Pandemi

without comments

Sudah lima bulan pandemi corona berlangsung di tanah air (dan mungkin masih akan terus berlangsung). Sudah banyak orang terhempas secara ekonomi akibat pandemi corona. Sudah banyak orang kehilangan pekerjaan dan mata pencahariannya karena tidak ada orang yang mau memakai jasanya, atau membeli barangnya, atau karena orang-orang menghindar dulu untuk berhubungan dulu dengan mereka.

Berikut daftar orang-orang yang kehilangan mata pencaharian/pekerjaan akibat pandemi corona:
1. Pemijat termasuk tukang pijat tuna netra dan pekerja di spa
2. Pengajar bimbel/les privat
3. Pegawai hotel dan pekerja di tempat-tempat wisata
4. Perajin suvenir untuk pariwisata
5. Pilot dan pramugari (hanya sebagian mereka yang boleh terbang)dan kru di bandara (porter, pegawai check-in counter)
6. Pegawai bioskop
7. Guru honorer di sekolah swasta
8. Pegawai perusahaan biro travel, termasuk biro perjalanan umrah dan haji
9. Pegawai perusahaan ticketing daring (Traveloka, Tiket.com, Airy Room, dll sudah merumahkan sebagian karyawannya)
10. Pegawai perusahaan catering dan wedding, karena resepsi pernikahan masih belum diperbolehkan untuk tamu yang banyak.
11. Pegawai sarana transportasi (kereta api, bus travel, pesawat, Gojek, Grab, dll)
12. Pekerja event organizer
13. Pekerja seni pertunjukan (dalang, penari, sinden, penyanyi, MC, dll)
14. Artis
15. …

Masih panjang lagi daftarnya, silakan diisi sendiri. Sedih melihat situasi ini, karena efek dominonya kemana-mana.

Namun bukan orang Indonesia namanya jika tidak berusaha dengan berbagai cara untuk bertahan hidup. Kang Deden misalnya, sebelum pandemi ia bekerja di sebuah perusahaan interior kantor. Namun akibat pandemi, perusahaannya melakukan rasionalisasi karena tidak ada order interior. Setelah di-PHK dari tempat kerjanya akibat badai corona, Kang Deden banting stir berjualan ikan bandeng presto keliling. Ketika lewat di depan rumah saya, dia menawarkan ikan bandeng presto. Saya pun membelinya.

Ikan bandeng presto itu memang bukan dia yang membuatnya, tetapi diambil dari majikannya, orang Semarang  yang menjadi perajin bandeng presto di Bandung. Dia hanya menjualkannya saja secara keliling, lalu mengambil sedikit keuntungan dari per satuan  ikan bandeng yang terjual. Satu ekor ikan bandeng presto dijualnya sembilan ribu hingga sepuluh ribu rupiah. Tidak terlalu mahal. Setelah saya goreng atau bakar, rasanya yummy. Enak.

“Ya ginilah, Pak,”, katanya. “Daripada nggak ada kerjaan, saya keliling jualan ikan bandeng ini”, katanya lagi.

Tentu saja orang-orang seperti Kang Deden ini banyak jumlahnya, ratusan ribu, bahkan jutaan orang. Mereka ini dulunya punya pekerjaan tetap, tetapi akibat pandemi yang luar biasa ini, pekerjaan mereka menjadi ambyar. Pekerjaan apapun dilakukan untuk mencoba bertahan.  Yang penting halal.

Semoga orang-orang seperti Kang Deden diberi ketabahan dan tetap semangat ditengah krisis.

Written by rinaldimunir

August 4th, 2020 at 8:22 pm

Rindu ke Sekolah Lagi

without comments

Sebuah posting-an di grup WA saya terima pagi ini, lengkap dengan foto ilustrasi:

Sedih yaa .. nasib anak desa .. anak rakyat kecil nan miskin ..

Absen tiap pagi pakai seragam “cekrek cekrek” dan kirim fotonya ke Bapak / ibu guru. Setelah itu duduk manis di depan hape canggih ataupun laptop mahal… kelas online dimulai. Sepertinya asyik ya?

Apa daya aku anak seorang buruh harian, jangankan hape mahal… hape di rumah hanya ada satu dibawa ayah bekerja. Ayah bilang hapenya tak bisa ditinggal untukku, ayah juga perlu.

Aku berharap pandemi segera berlalu. Bisa kembali ke sekolah. Aku bisa bersaing dengan yang lainnya jika belajar di sekolah. Tapi kalau online… aku bisa apa? Termangu di teras rumah, pasrah….

Aku rindu suasana belajar di sekolah lagi…

anaksekolah

****************************

Tidak hanya anak desa, anak di kota pun merasakan hal yang sama. Memang pembelajaran secara daring (atau PJJ, pembelajaran jarak jauh) banyak kendala. Kendala kesenjangan antara daerah yang dapat mengakses internet dan tidak, kesenjangan antara kaya dan miskin (yang mampu beli hape smartphone dan tidak, apalagi membeli kuota internet).

Maka hari-hari ini kita sering membaca kisah guru-guru yang rela naik turun bukit menemui muridnya di rumah demi si anak bisa menerima pelajaran (Baca:  Tak Punya Android, Guru SDN Riit di Sikka Datangi Rumah Murid Beri Pelajaran)

Sedih dan prihatin. Apa mau dikata, ketentuan belajar daring dari Pemerintah Pusat harus dijalankan tanpa pernah memperhatikan apakah infrastrukturnya sudah tersedia, apakah orangtuanya mampu menyediakan perangkat.

Selain dua kesenjangan tadi, terdapat juga kesenjangan kualitas PJJ antara sekolah swasta (yang bonafid tentunya) dengan sekolah negeri dalam melaksanakan belajar daring (PJJ). Di sekolah swasta guru-guru melakukan pembelajaran secara video conference dengan semua muridnya lewat aplikasi Zoom dan siswa menyimak dari laptopnya masing-masing. Guru-gurunya cukup kreatif menyiapkan konten video ajar. Sekolah sudah menyiapkannya video ajar jauh-jauh hari, berkaca dari pengalaman PJJ pada semester yang lalu. Orangtua siswa umumnya mampu menyediakan laptop dan akses internet yang unlimited (karena ada WiFi di rumah).

Coba lihat di sekolah negeri. Guru-guru memberi materi pelajaran kepada murid lewat grup WA dan Google classroom. Siswa-siswa di sekolah negeri berasal dari keluarga dengan disparitas ekonomi yang sangat beragam. Tidak semua orangtua mampu menyediakan kuota internet untuk vidcon lewat Zoom. Pun tidak semua mampu menyediakan laptop, siswa hanya belajar pakai ponsel saja.

***********

Anak-anak sekolah sudah lama rindu pergi ke sekolah lagi.  Anak-anak sekolah (juga mahasiswa) sudah berkorban cukup lama berdiam diri di rumah, mereka tentu sudah ingin bersosialisasi dengan temannya. Orangtua di rumah pun sudah sangat kerepotan dengan pembelajaran jarak jauh ini.

Sebuah posting-an di WA berisi keluhan orangtua wali murid:

Saya mewakili wali murid seluruh indonesia yg insya Allaah satu suara. Tolong dg sangat ” BUKA KEMBALI SEKOLAH UTK ANAK2 KAMI”
Kami tidak semuanya paham dan ngerti cara belajar online. Kami tidak selalu punya uang utk beli paket data. Dgn adanya belajar online… tidak membuat anak2 kami ngerti dg materi pelajaran, malah tambah bodoh….. malas… tidak disiplin…. bahkan yg lebih parah…. MEMPERCEPAT ANAK2 INDONESIA MENGALAMI KEBUTAAN DINI karena kebanyakan mantengin ponsel…. . Apakah ini yg namanya SOLUSI???? Bapak/ ibu pemimpin yg terhormat…. tolong pertimbangkan lagi kebijakan yg kalian ambil. Aktifitas kami di batasi dg ancaman covid, sementara beratnya beban hidup kami seolah tak kalian peduli. Jika sekolah masih terus di tutup, apa jadinya dg anak2 kami….! Pasar bebas ramai , berkerumun, tanpa khawatir terpapar covid, pantai dan tmpat wisata di buka, tmpat hiburan di buka, pesawat penuh sesak dg penumpang…. mall juga di buka. Tapi kenapa SEKOLAH DI TUTUP hanya karena takut terpapar covid?! . Tolong… pak… bu…. bukalah lagi sekolah kami, tmpat anak2 kami menuntut ilmu, tmpat di mana anak2 bertemu kawan dan guru guru…. sementara di rumah…. kami sbg ortu sudahlah di repotkan dg pekerjaan rumah, kebutuhan sehari hari…. masih lagi di repotkan dg mengajarkan materi yg ada di buku tema kpd anak yg notabene itu bukan kapasitas kami… karena memang itu di luar kemampuan kami. Saya mohon….. kpd bpk/ ibu yg trhormat…. tolong…. BUKA… BUKA…. BUKA SEKOLAH KAMI. Jgn sampai menunggu kejadian… yg tak di harapkan terjadi dan ter alami di suatu saat nanti.

Pemberlakuan hanya daerah zona hijau dalam tingkat kabupaten/kota yang boleh melakukan belajar tatap muka perlu ditinjau lagi. Daerah-daerah yang berada di pedalaman, di lereng gunung, di pulau kecil, di tepi hutan, dan daerah-daerah lain yang jauh dari penyebaran covid, sebenarnya dapat melakukan pembelajaran tatap muka seperti biasa (tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan).

Pemberlakuan zona hijau sebaiknya ditinjau pada level yang lebih kecil. Jika di sebuah kecamatan tidak ada kasus covid atau penyebaran covid terkendali, maka pembelajaran tatap muka di sekolah bisa dilakukan dengan protokol kesehatan. Rencana Gubernur Jabar yang akan membuka sekolah di kawasan-kawasan tersebut perlu diapresiasi.

“Dari (daerah) Risiko Rendah dan Sedang ini kita akan lebih detail ke wilayah kecamatan untuk pembukaan sekolah di Zona Hijau. Akan dibahas lebih lanjut lagi,” ucap Kang Emil. (Sumber: 22 Daerah di Jabar Masuk Zona Kuning, 5 Masih Zona Oranye).

Silakan sekolah-sekolah di kawasan yang aman dibuka kembali, tapi tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Written by rinaldimunir

July 21st, 2020 at 11:34 am

Adakah enkripsi yang tidak mungkin dipecahkan?

without comments

Ada banyak sekali jenis algoritma enkripsi yang ada, mulai dari yang paling sederhana sejak jaman kaisar Romawi Caesar, sampai yang paling modern dan canggih yang digunakan di sistem pertahanan negara. Namun pertanyaannya, adakah enkripsi yang tidak bisa dipecahkan, atau bahasa kerennya “unbreakable encryption” ?

Model Serangan (Attack Model)

Ada beberapa asumsi dalam model serangan dalam bahasan ini, kita asumsikan penyerang memiliki kemampuan di bawah ini:

  • Mari kita asumsikan penyerang memiliki semua informasi tentang algoritma dan cara melakukan enkripsi dan dekripsi, artinya ini adalah algoritma terbuka, bukan algoritma yang rahasia.
  • Kita juga asumsikan bahwa penyerang memiliki kekuatan komputasi yang tak terbatas, komputer super yang terkuat sejagat raya ada dalam genggamannya.

Dengan kemampuan seperti di atas, penyerang diberikan sebuah teks sandi (ciphertext), yang akan dipecahkan menjadi teks terang (plaintext).

Adakah algoritma enkripsi yang tidak mungkin dipecahkan dalam kerangka model serangan seperti di atas?

OTP (One-Time Pad)

Jawabannya ada, perkenalkan, One Time Pad. Ini adalah satu-satunya algoritma enkripsi yang secara matematis terbukti tidak mungkin dipecahkan, bahkan bila penyerang memiliki kemampuan komputasi tak terbatas sekalipun.

Sakti sekali bukan, mari kari kita bedah satu per satu kenapa OTP ini bisa sesakti ini.

Algoritma Sederhana Ekslusif-OR (XOR)

Algoritma OTP sangat sederhana, bisa diimplementasikan dengan menggunakan operasi XOR saja, jadi algoritma enkripsi dan algoritma dekripsi tidak ada bedanya, semua menggunakan operasi yang sama.

Kita bisa lihat dari tabel operasi XOR di level bit di tabel berikut ini.

ABA XOR B
000
011
101
110

Dari tabel tersebut kita bisa melihat bahwa hasil operasi XOR bisa dikembalikan seperti semula dengan melakukan XOR yang sama sekali lagi.

Enkripsi: plaintext XOR kunci = ciphertext

Dekripsi: ciphertext XOR kunci = plaintext

Algoritma ini sangat sederhana, dalam python bisa diimplementasikan hanya dalam satu baris berikut:

"".join([chr(ord(a) ^ ord(b)) for a,b in zip(text_in,key)])

Kenapa operasi sesederhana XOR bisa membuat algoritma yang tidak mungkin dipecahkan?

Kunci rahasia

Syarat utama operasi sesederhana XOR bisa menjadi algoritma enkripsi tak terkalahkan adalah penggunaan kunci rahasia yang acak sempurna (truly random), selain itu kunci harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:

  • Panjang kunci harus sama dengan panjang pesan, tidak boleh kurang satu bit pun karena setiap bit dari pesan akan di-XOR dengan setiap bit dari kunci.
  • Kunci hanya boleh digunakan satu kali, kunci yang sama tidak boleh digunakan lagi untuk pesan yang lain. Maaf buat aktivis lingkungan, reuse and recycle kunci dilarang keras disini.
  • Kunci harus acak sempurna (truly random). Ini sangat penting, kunci harus dibuat seacak mungkin dan tidak bisa ditebak. Bila kunci bisa ditebak, walau hanya sebagian saja, keamanan pesan akan terancam.
  • Terakhir, tentu saja kuncinya harus benar-benar dijaga kerahasiaannya, kalau sampai bocor ya sudah selesai semua.

Dengan kunci semacam ini, walaupun penyerang mengetahui algoritma enkripsi/dekripsinya, penyerang tidak bisa mendapatkan plaintext sekalipun dengan kemampuan komputasi tak terbatas.

Mencoba semua kunci adalah sia-sia

Mencoba semua kemungkinan kunci adalah satu-satunya hal yang bisa dilakukan penyerang, dan itu tidak akan menghasilkan apa-apa.

Pertama, mencoba semua kemungkinan kunci membutuhkan waktu yang sangat lama. Sebuah pesan pendek 16 karakter string, semisal, “HALO APA KABARMU”, panjang kuncinya adalah 16×8 = 128 bit.

Ada sebanyak 2^128 kemungkinan kunci, yaitu 2 x 2 x 2 x 2 sebanyak 128 kali = 3.4028237 x 10^38, atau kurang lebih bisa ditulis sebagai “34” diikuti dengan 37 angka 0 dibelakangnya. Ini jumlah yang sangat besar, membutuhkan milyaran tahun untuk mencoba satu per satu semuanya. Ingat ini hanya untuk pesan sangat pendek 16 karakter.

Kedua, sesuai asumsi, penyerang memiliki kemampuan komputasi tak terbatas, anggaplah penyerang dapat mencoba semua kemungkinan kunci dalam waktu sangat singkat, tidak perlu milyaran tahun, penyerang tetap tidak akan mendapatkan pesan aslinya. Lho kok bisa?

Perhatikan kode python berikut ini. Pesan aslinya adalah “SERANG”, dengan kunci “XASDVF”, akan mengasilkan pesan sandi sebuah string ‘\x0b\x04\x01\x05\x18\x01’ sesuai tabel di bawah ini.

InputKunciinput XOR kunci
‘S’‘X’\x0b
‘E’‘A’\x04
‘R’‘S’\x01
‘A’‘D’\x05
‘N’‘V’\x18
‘G’‘F’\x01
>>> text_in = "SERANG"
>>> key = "XASDVF"
>>> text_out = "".join([chr(ord(a) ^ ord(b)) for a,b in zip(text_in,key)])
>>> text_out
'\x0b\x04\x01\x05\x18\x01'

Bila menggunakan kunci yang benar “XASDVF”, kita bisa mengembalikan teks sandi tersebut menjadi teks semula yaitu “SERANG”.

Input Kunciinput XOR kunci
\x0b‘X’‘S’
\x04‘A’‘E’
\x01‘S’‘R’
\x05‘D’‘A’
\x18‘V’‘N’
\x01‘F’‘G’
>>> text_in ='\x0b\x04\x01\x05\x18\x01'
>>> key = "XASDVF"
>>> text_out = "".join([chr(ord(a) ^ ord(b)) for a,b in zip(text_in,key)])
>>> text_out
'SERANG'

Namun karena penyerang tidak mengetahui kunci yang benar, dia akan mencoba semua kemungkinan kunci, string 6 karakter. Perhatikan di bawah ini, penyerang mencoba dekripsi dengan kunci “FQOAMS”, ternyata menghasilkan pesan “MUNDUR”, padahal pesan aslinya adalah “SERANG”.

>>> text_in ='\x0b\x04\x01\x05\x18\x01'
>>> key = 'FQOAMS'
>>> text_out = "".join([chr(ord(a) ^ ord(b)) for a,b in zip(text_in,key)])
>>> text_out
'MUNDUR'

Dengan kunci yang lain lagi “XM@BY0”, penyerang mendapatkan pesan yang berbeda yaitu “SIAGA1”.

>>> text_in ='\x0b\x04\x01\x05\x18\x01'
>>> key = 'XM@BY0'
>>> text_out = "".join([chr(ord(a) ^ ord(b)) for a,b in zip(text_in,key)])
>>> text_out
'SIAGA1'

Anggaplah suatu saat setelah mencoba banyak kunci lainnya, dengan keberuntungan yang tinggi, penyerang mencoba kunci “XASDVF” (ini kunci yang benar), dan mendapatkan pesan “SERANG”.

Sampai disini penyerang mulai kebingungan, pesan aslinya “SERANG”, “MUNDUR” atau “SIAGA1” ?

Kerahasiaan sempurna (Perfect Secrecy)

Penyerang memang bisa mencoba semua kemungkinan kunci, tapi setiap kemungkinan kunci itu akan menghasilkan pesan dekripsi yang berbeda-beda. Ini sama saja dengan penyerang menghasilkan pesan dekripsi dari semua kemungkinan string 6 karakter termasuk “MAKAN_”, “MINUM_”, “TIDUR_” dengan segala variasi huruf besar, huruf kecil, angka dan karakter khusus.

Penyerang tidak akan bisa mengetahui dengan pasti, dari semua string dekripsi tersebut, mana pesan aslinya, karena semua kemungkinan pesan dekripsi yang dihasilkan mempunyai peluang yang sama sebagai pesan yang asli. Kondisi inilah yang disebut dengan “perfect secrecy” oleh Claude Shannon, bapak informasi teori.

Jadi selama syarat-syarat kunci dipenuhi, OTP tidak mungkin dipecahkan. Penyerang hanya tahu panjang pesan saja, tidak mungkin mengetahui apa pesan aslinya, ini lah yang membuat OTP dijuluki sebagai “unbreakable encryption”.

Written by Rizki Wicaksono

July 20th, 2020 at 2:15 am

Posted in Cryptography

Puncak Corona yang Belum Kelihatan Juga

without comments

Kalau puncak gunung biasanya mudah dilihat. Semakin kita mendaki gunung, semakin tampak puncaknya. Tapi tidak untuk kurva kasus virus corona di Indonesia. Setiap hari pertumbuhan kasus positif COVID-19 bukannya berkurang, tetapi terus bertambah.  Hari ini saja misalnya, jumlah kasus kasus corona rekor luar biasa, yaitu  2.657 orang, padahal sebelumnya hanya bertambah 1000-an.

Maka,  yang kita lihat saat ini adalah kurva corona di Indonesia terus mendaki, menanjak naik, melaju menuju puncak, namun masalahnya puncaknya tetap belum kelihatan juga, tidak bisa diprediksi kapan ketemu titik puncak tersebut.

indonesia

Kondisi berbeda terjadi di negara tetangga. Malaysia dan Singapura sudah turun kurvanya, bahkan di Malaysia kasus corona sudah hampir berakhir.

Malaysia

Masyarakat kita tidak disiplin. Anjuran memakai masker dan menjaga jarak tidak dipatuhi. Orang-orang tetap saja berkeliaran di ruang terbuka tanpa menggunakan masker, tetap berkerumun, tetap antri tanpa menjaga jarak. Ada atau tidak ada PSBB sama saja kondisinya. Jalanan tetap ramai, pasar tetap ramai. Berakhirnya PSBB dianggap sebagai sebuah euforia, kebebasan setelah lama dikurung di rumah. Aktivitas kembali seperti biasa. New normal sama seperti normal. Tidak ada yang berbeda.

Di sisi lain Pemerintah sendiri merasa gamang. Apakah ekonomi yang mau didahulukan atau kesehatan?  Meneruskan PSBB, karantina wilayah, atau apapun namanya bisa melumpuhkan ekonomi. Ini bisa berbahaya karena membuat krisis multidimensi yang luar biasa. Akhirnya diambil jalan tengah. Istilahnya mari berdamai dengan corona.  Silakan bekerja kembali namun tetap menjalankan protokol: pakai masker dan jaga jarak. Ceritanya balik lagi ke kondisi ketidakdisiplinan yang diceritakan di atas.

Maka, yang dapat kita lakukan saat ini adalah menjaga diri dan keluarga masing-masing. Jaga keshatan, jaga imun tubuh agar tetap kuat, keluar rumah hanya jika perlu. Pakai masker, selalu jaga jarak dengan orang lain. Puncak corona masih jauh.

Written by rinaldimunir

July 9th, 2020 at 8:30 pm

Posted in Indonesiaku

Rendang Gordon Ramsay

without comments

Beberapa hari yang lalu saluran National Geographic menayangkan program televisi yang menjadi perbincangan warganet. Program televisi bertajuk Uncharted itu menampilkan eksplorasi seorang master chef terkenal, Gordon Ramsay, menjelajahi kuliner di Sumatera Barat, khususnya memasak randang (rendang) di negeri asal rendang itu sendiri, yaitu Minangkabau (Sumatera Barat). Mengapa rendang, ya karena rendang sudah dinobatkan oleh CNN menjadi makanan paling favorit nomor satu di dunia.

Sangat menarik melihat Gordon Ramsay memasak rendang, mulai dari dia terjun ke pasar tradisional membeli aneka bumbu randang, mencari daging sapi yang enak, hingga memasak langsung di lembah Ngarai Sianok dibawah bimbingan William Wongso.

2020_05_29_96468_1590758157._large

Tetapi setelah saya  melihat apa yang dia masak dan yang dia cicipi menurut saya itu bukanlah rendang, tetapi baru berupa kalio (atau kalio rendang). Kalio adalah rendang yang setengah jadi, berwarna coklat, dan masih basah (berminyak). Kalio itulah yang umum disediakan di restoran padang di Jawa, dan kebanyakan orang (yang bukan orang Minang) menyebutnya sebagai rendang, padahal itu bukanlah rendang.

Ini namanya kalio, belum menjadi rendang

Disebut rendang adalah jika ia sudah berwarna hitam atau coklat kehitaman dan agak kering. Untuk mencapai tahap rendang ini diperlukan waktu memasak selama 8 jam. Rendang yang  dihasilkan akan awet selama satu bulan.

Inilah rendang

Meskipun demikian, tidak ada “keharusan” memasak rendang sampai berwarna hitam dan kering seperri gambar di atas, tergantung selera masing-masing. Anda bisa berhenti sampai tahap kalio yang rasanya creamy, atau menyimpannya dulu di lemari es, lalu memasaknya kembali selama beberapa jam hingga menghasilkan rendang.

Lalu, mengapa umumnya rumah makan padang di pulau Jawa dan di daerah lain menyajikan rendang dalam bentuk kalio? Itu tentu saja karena alasan praktis, sebab seperti yang disebutkan di atas, memasak rendang membutuhkan waktu yang lama. Di Sumatera Barat sendiri umumnya rendang yang dijual di rumah makan jarang berupa kalio, minimal sudah berwarna coklat kehitaman dan tidak basah.

Demikianlah perbedaan antara kalio dan rendang.

Written by rinaldimunir

July 2nd, 2020 at 3:15 pm

Sidang Tugas Akhir Mahasiswa Angkatan Corona

without comments

Mahasiswa yang lulus sidang skripsi/tugas akhir (TA) dan disiwisuda saat pandemi wabah masih berlangsung mungkin dapat disebut angkatan corona. Mereka sidang TA secara daring dan wisuda secara daring pula. Hal ini karena kampus-kampus ditutup, pertemuan tatap muka ditiadakan, dan semua aktivitas akademik dilakukan secara daring gegara wabah virus corona. Mahasiswa dan dosen tetap berada di tempat tinggalnya masing-masing. Semua terhubung secara virtual. Kuliah , seminar, sidang, rapat, dan wisuda dilakukan secara virtual.

Sebelum ini kita sudah merasa nyaman semua aktivitas dilakukan dengan bertemu secara fisik, namun semua berubah setelah negara api menyerang…eh salah, setelah virus corona menyerang. ?

Untung zaman modern ini ada internet sehingga semua kegiatan akademik, termasuk sidang TA, tetap bisa berjalan sebagaimana biasa. Soal apakah efektif atau tidak, itu soal lain.

Saya akan menceritakan pengalaman saya melakukan sidang tugas akhir, tesis, dan disertasi mahasiswa secara daring. Jika secara luring (offline) sidang dilakukan di dalam ruangan tertutup, dihadiri oleh mahasiswa yang disidang, dosen penguji, dan dosen pembimbing, maka secara virtual sidang dilakukan di dalam sebuah meeting room virtual yang dibuat (create) terlebih dahulu menggunakan aplikasi video conference seperti Zoom atau Google Meet (kami menggunakan Google Meet dengan pertimbangan lebih “murah” dan  fleksibel dibandingkan Zoom). Waktu dan tanggal sidang pun sudah ditetapkan dengan menggunakan aplikasi Calender di Google.

Dosen dan mahasiswa bertemu di ruang virtual ini. Tautan (link) ke meeting room sudah dibagikan jauh-jauh hari kepada dosen pembimbing, dosen penguji, dan mahasiswa melalui surel. Saat waktu sidang tiba, klik tautan tersebut untuk join dan ruang sidang pun muncul di layar komputer menghadirkan semua peserta sidang (dosen dan mahasiswa). Bagi dosen yang tidak ingin wajahnya ditampilkan maka kamera di komputernya bisa dimatikan.

sidang1

Tatacara sidang TA secara virtual dilakukan persis sama seperti sidang secara luring. Ada pembukaan, presentasi dari mahasiswa, tanya jawab dari dosen penguji, penilaian hasil sidang secara tertutup, dan pembacaan hasil sidang. Sesi penilaian secara tertutup oleh dosen penguji dan pembimbing dilakukan dengan cara meminta mahasiswa meninggalkan (left) meeting room virtual untuk kemudian dipanggil lagi (melalui whatsapp) dan disuruh join video conference kembali setelah sesi penilaian tertutup selesai. Hal ini persis seperti pada sidang secara luring, mahasiswa diminta keluar ruang sidang, lalu kemudian dipanggil masuk kembali untuk mendengarkan pembacaan hasil sidang. Proses sidang dapat direkam (REC) jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melihat kembali pelaksanaan sidang.

sidang2

(Keterangan gambar: Dua buah skrinsut yang saya tampilkan di bawah ini adalah dua orang mahasiswa saya yang sidang TA. Posisinya sedang berada di Singaraja (Bali), satu lagi di Medan, sedangkan dosen pembimbing dan dosen penguji berada di rumahnya Bandung).

Lalu, bagaimana pengisian form penilaian sidang yang biasanya pada sidang secara luring menggunakan form kertas? Mudah saja. Semua form penilaian dan beriata acara sidang diubah formatnya menjadi format digital  menggunakan aplikasi Google Form yang dapat diakses secara daring pula. Dosen pembimbing dan penguji tinggal mengisi form tersebut dari komputernya masing-masing. Berita acara sidang yang berisi catatan perbaikan dikirim secara otomatis ke surel mahasiswa.

Bagaimana dengan naskah TA mahasiswa, apakah perlu dikirim ke rumah dosen dalam bentuk hard copy atau soft copy-nya dikirim melalui surel? Tidak perlu. Merepotkan saja. Semua naskah TA mahasiswa yang sidang pada periode ini disimpan di dalam Google Drive. Dosen cukup mengklik tautan Google Drive yang berisi soft copy TA tersebut, tinggal diunduh atau cukup dibaca saja.

Lihat, semua proses, baik sebelum dan selama pelaksanaan sidang, dilakukan secara daring, tanpa kertas (paperless), dan sangat mangkus (efisien). Aplikasi yang disediakan Google sangat bermanfaat, mulai dari aplikasi Calender untuk menetapkan waktu sidang, Google Form untuk membuat form penilaian, Google Meet untuk melakukan video conferebce, dan Google Drive untuk menyimpan dokumen TA.

Ke depan, meskipun pandemi corona nanti sudah berakhir dan aktifitas temu fisik kembali berjalan, saya pikir sidang secara daring ini akan menjadi model yang dapat diteruskan. Dosen dan mahasiswa tidak perlu hadir di kampus. Semua form dan dokumen tersedia secara daring. Tatacara sidangnya sama seperti sidang secara luring.

Memang semua orang di dalam sidang  tidak hadir secara fisik, tetapi secara virtual saja.  Apalah bedanya. Jauh secara fisik, namun tetap berdekatan secara niskala.

Selama sidang secara virtual saya tidak harus berada di depan laptop terus menerus. Saya bisa pergi sebentar ke dapur mengambil kudapan, membuat minuman, atau menengok anak di dalam kamarnya, lalu balik lagi ke meja laptop mendengarkan mahasiswa presentasi atau dicecar pertanyaan oleh dosen penguji. Sersan. Serius tapi santai.  ?

Written by rinaldimunir

June 18th, 2020 at 8:56 pm

George Floyd dan Teringat Khutbah Rasulullah di Arafah

without comments

Hari-hari ini negara Amerika Serikat dilanda aksi gelombang unjuk rasa besar-besaran di seluruh negara bagian setelah tewasnya warga kulit hitam bernama George Floyd. pada tanggal 25 Mei 2020. George Floyd, seorang lelaki Afrika-Amerika, tewas setelah seorang polisi Minneapolis berkulit putih Derek Chauvin menginjak dengan lutut di leher Floyd selama setidaknya tujuh menit.

74-persen-warga-as-nilai-kematian-george-floyd-berakar-masalah-ketidakadilan-rasial

Dalam video-video yang dikirim ke grup media sosial aksi runjuk berubah menjadi aksi kerusuhan, pembakaran, dan aksi penjarahan toko-toko dan supermarket. Situasi di Amerika berubah menjadi chaos.  Masyarakat Amerika menumpahkan kemarahannya atas aksi rasisme yang tidak pernah kunjung berhenti sejak negara itu berdiri, terutama menimpa warga kulit hitam dan kulit berwarna lainnya.

Rasisme  sudah lama berlangsung di banyak negara, tidak hanya di Amerika saja. Rasisme, terkadang disebut juga rasialisme, memandang ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya. Misalnya bangsa kulit putih memandang lebih superior dari bangsa kulit hitam, bangsa Yahudi merasa lebih unggul dari bangsa lain. Meskipun dunia sudah modern namun tindakan-tindakan merendahkan orang lain karena perbedaan biologis yang melekat pada diri orang lain masih berlangsung hingga saat ini.

Berkaca dari kasus George Floyd di AS, 1400 tahun yang lalu Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada ummat manusia bahwa kemuliaan manusia di hadapan Allah SWT hanya dilihat dari ketaqwaannya, bukan dari sisi ras, warna kulit, suku, maupun atribut identitas lainnya seperti harta, kecantikan, dan sebagainya.

Dalam khutbah terakhir Rasulullah saat wukuf di Padang Arafah tanggal 9 Zulhijjah tahun 10 H (atau tahun 632 M), Rasulullah melarang keras segala bentuk rasisme. Beliau mengatakan bahwa semua manusia berasal dari Adam dan Hawa, orang Arab tidak memiliki keunggulan dibandingkan orang non-Arab, orang non-Arab tidak memiliki keunggulan dibandingkan orang Arab. Begitu pula orang kulit putih tidak memiliki kelebihan dibandingkan orang kulit hitam, demikian pula sebaiknya. Orang yang lebih mulia di sisi Allah dinilai adalah orang yang paling bertaqwa.

Berikut kutipan dari khutbah Rasulullah yang bunyinya kira-kira sebagai berikut:

Wahai manusia, Tuhanmu hanyalah satu dan asalmu juga satu. Kamu semua berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Keturunan, warna kulit, bangsa tidak menyebabkan seseorang lebih baik daripada yang lain. Orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling takwa. Orang Arab tidak lebih mulia daripada yang bukan Arab, sebaliknya orang bukan Arab tidak lebih mulia daripada orang Arab. Begitu pula orang kulit berwarna dengan orang kulit hitam dan sebaliknya orang kulit hitam dengan orang kulit berwarna, kecuali karena takwanya.”

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad:

Wahai sekalian umat manusia, ketahuilah sesungguhnya Tuhanmu satu (esa). Nenek moyangmu juga satu. Ketahuilah, tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa selain Arab (Ajam), dan tidak ada kelebihan bangsa lain (Ajam) terhadap bangsa Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah (puith) terhadap yang berkulit hitam, tidak ada kelebihan yang berkulit hitam dengan yang berkulit merah (putih), kecuali dengan taqwanya”. (HR. Ahmad, 22978).

Dalam surat Al-Hujarat Allah SWT berfirman bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa bukan untuk saling bermusuhan, tetapi untuk saling mengenal. Orang yang paling mulai di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa:

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakanmu dari seorang pria dan wanita, dan menjadikanmu berbagai bangsa dan suku agar saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantaramu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa, sesungguhnya Allah Maha Tahu lagi waspada” (QS. al-Hujarat,49: 13).

Malcolm X, seorang pemimpin warga kulit hitam Amerika yang berjuang melawan rasisme di Amerika pada tahun 1950-an dan 1960-an, pada bulan April 1964 menunaikan ibadah haji pada tahun 1964.  Malcolm X yang bernama asli Malik El-Shabazz berteman baik dengan pendeta Martin Luther King, Jr.  Di Tanah Suci Mekah dia mendapatkan pengalaman luar biasa yang belum pernah dia rasakan di Amerika.  Ia terkejut dengan kesetaraan manusia di Tanah Suci.  Jamaah haji dengan beragam warna kulit dan ras datang dari segala penjuru bumi. Mereka duduk, makan bersama-sama, dan beribadah bersama-sama tanpa ada perbedaan.

Dari tanah suci Makkah Malcolm X menulis sepucuk surat kepada para sahabatnya di Harlem, New York. Berikut ini adalah isi surat itu, seperti dikutip dari sini:

“Belum pernah saya menyaksikan keramahtamahan yang tulus dan semangat persaudaraan yang luar biasa seperti yang ditunjukkan oleh orang-orang dari semua warna kulit dan ras di sini, di Tanah Suci ini yang merupakan rumah Abraham (‘alaihi salam), Muhammad (?) dan semua Nabi Suci lainnya. Selama sepekan ini, saya tak bisa berkata sepatah kata pun karena terpesona oleh keanggunan orang-orang dari semua warna kulit yang tampak di sekitar saya.”

“Saya telah diberkahi untuk mengunjungi Kota Suci Makkah. Saya mengelilingi Ka’bah (tujuh kali), dipimpin oleh seorang Mutawaf muda bernama Muhammad. Saya minum air dari sumur Zam Zam. Saya berlari tujuh kali antara bukit Al-Safa dan Al-Marwah. Saya berdoa di kota kuno Mina, dan saya berdoa di Gunung Arafat.”

“Ada puluhan ribu peziarah dari seluruh dunia. Mereka berasal dari semua warna kulit, dari yang pirang bermata biru hingga orang Afrika berkulit hitam. Tapi kami semua menunaikan ritual yang sama, menunjukkan semangat persatuan dan persaudaraan. Hal ini membuat saya percaya bahwa tidak akan pernah ada perbedaan antara yang putih dan yang bukan putih.”

“Amerika perlu memahami Islam, karena ia adalah satu-satunya agama yang menghapus masalah ras dari masyarakat. Sepanjang perjalanan saya di dunia Muslim, saya telah bertemu, berbicara, dan bahkan makan bersama orang-orang yang di Amerika dianggap kulit putih – namun perilaku kulit putih (yang biasanya terlihat di Amerika) terhapus dari pikiran mereka oleh ajaran Islam. Saya belum pernah melihat persaudaraan yang tulus dan sejati ditunjukkan oleh semua warna kulit seperti yang saya saksikan di Tanah Suci.”

“Anda mungkin terkejut dengan kata-kata yang datang dari saya. Namun selama perjalanan ini, apa yang saya lihat dan alami, membuat saya harus menata ulang banyak pola pikir yang sebelumnya saya pegang, dan membuang beberapa kesimpulan saya sebelumnya. Hal tidak terlalu sulit bagi saya. Terlepas dari keyakinan saya, saya selalu menjadi orang yang mencoba menghadapi fakta, dan menerima kenyataan hidup sebagai pengalaman dan pengetahuan baru. Saya selalu tetap berpikiran terbuka agar bisa mendapat kelenturan yang harus berjalan seiring dengan setiap bentuk pencarian demi kebenaran.”

“Selama sebelas hari di dunia Muslim ini, saya makan dari piring yang sama, minum dari gelas yang sama, dan tidur di alas yang sama – sembari berdoa kepada Tuhan yang sama – bersama dengan seluruh Muslim, yang matanya paling biru dari yang biru, yang rambutnya paling pirang dari yang pirang, dan yang kulitnya paling putih dari yang putih. Dalam setiap kata dan perbuatan Muslim kulit putih, saya merasakan ketulusan yang sama dengan apa yang saya rasakan di antara Muslim Afrika kulit hitam dari Nigeria, Sudan dan Ghana.”

“Kami benar-benar sama (bersaudara) – karena kepercayaan mereka pada satu Tuhan telah menghilangkan dominasi kulit putih dari pikiran mereka, perilaku mereka, dan dari sikap mereka.”

“Dari gambaran ini, saya pikir mungkin jika orang kulit putih Amerika dapat menerima Keesaan Tuhan, maka mungkin juga, mereka dapat menerima kenyataan bahwa manusia itu sama – sehingga mereka tidak akan lagi menilai, menghalangi dan menyakiti orang lain karena perbedaan warna kulit.”

“Dengan rasisme yang menjangkiti Amerika seperti kanker yang tidak dapat disembuhkan, hati orang kulit putih ‘Kristen’ harus lebih menerima solusi yang telah terbukti menyelesaikan masalah destruktif seperti itu. Mungkin ini saatnya menyelamatkan Amerika dari bencana yang akan segera terjadi – kehancuran yang disebabkan oleh rasisme yang digaungkan Jerman namun akhirnya meluluhlantakkan bangsa itu sendiri.”

“Setiap jam di sini, di Tanah Suci memungkinkan saya untuk mendapatkan wawasan spiritual yang lebih besar tentang apa yang terjadi di Amerika antara hitam dan putih. Negro Amerika tidak pernah dapat disalahkan karena permusuhan rasial – mereka hanya bereaksi terhadap empat ratus tahun rasisme kulit putih Amerika. Namun ketika rasisme mengarahkan Amerika ke jalan bunuh diri, saya percaya, dari pengalaman yang saya miliki dengan mereka, bahwa kulit putih dari generasi muda, di perguruan tinggi dan universitas, akan melihat catatan di dinding dan banyak dari mereka akan beralih ke jalan spiritual kebenaran – satu-satunya cara yang tersisa bagi Amerika untuk mencegah bencana akibat rasisme.”

“Belum pernah saya merasa sangat terhormat. Tidak pernah saya dibuat merasa lebih rendah hati dan tak ada artinya. Siapa yang akan percaya pada keberkahan yang dianugerahkan pada seorang Negro Amerika? Beberapa malam yang lalu seorang pria – yang di Amerika disebut kulit putih – yang merupakan diplomat PBB, seorang duta besar dan pendamping raja, memberikan kamar hotel dan tempat tidurnya untukku. Saya bahkan tidak pernah terpikir untuk bermimpi akan menerima penghargaan seperti itu – penghargaan yang di Amerika hanya akan diberikan kepada seorang raja – bukan seorang Negro.”

“Segala puji bagi Allah (?), Tuhan semesta alam.”

“Salam hormat,”

“Haji Malik El-Shabazz (Malcolm X)”

Demikianlah, Nabi Muhammad mendorong manusia untuk berjuang melawan rasisme. Rasisme merupakan sumber penyebab kesombongan di dalam diri manusia. Saat dunia semakin beragam dan saling berhubungan, sangat penting bagi kita untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW tentang kesetaraan tentang kesetaraan dan keadilan di antara umat manusia. Tidak ada manusia yang merasa lebih baik dari manusia lainnya hanya karena perbedaan ras, etnik, maupun atribut fisik lainnya. Semua sama di hadapan Allah SWT, karena Allah yang menciptakan semua manusia. Yang membedakan manusia di hadapan Allahnya hanya dari segi iman taqwa saja.

 

Written by rinaldimunir

June 6th, 2020 at 2:47 pm

Posted in Agama,Dunia oh Dunia

Kolaps dan Booming Akibat Corona

without comments

Ini masih cerita kesedihan tentang wabah virus corona. Tadi saya membaca berita bahwa maskapai Thai Airways di Thailand dinyatakan bangkrut karena sudah tidak mampu membayar utang-utang yang menumpuk dan semakin terpuruk ketika pandemi corona melanda dunia. Pandemi corona telah memaksa Thai Airways menghentikan penerbangannya karena orang-orang menunda bepergian atau karena banyak negara menutup kunjungan warga asing masuk ke negaranya. Saya pernah naik Thai Airways ketika dulu ke Bangkok. Maskapai ini pelayanannya sangat bagus, malah menurut saya lebih bagus daripada Garuda. Garuda Indonesia pun tampaknya juga sudah mulai oleng, apalagi tahun ini ibadah umrah haji dibatalkan, padahal membawa jamaah haji dan umrah ke Tanah Suci merupakan sumber pendapatan yang sangat besar bagi Garuda. Apakah Garuda akan menyusul nasib Thai Airways? Wallahu alam.

Tidak hanya Thai Airways yang kolaps. Berbagai maskapai dunia yang terkenal seperti Emirates, Etihad, Cathay Pacific, Singapore Airlines, dan lain-lain juga bertumbangan. Kasus Thai Airways adalah sebuah contoh betapa wabah virus corona mampu melumpuhkan berbagai sendi kehidupan manusia di bumi, salah satunya melumpuhkan dunia usaha dan bisnis. Jutaan orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan karena perusahaan tempatnya bekerja tutup, kolaps, hingga bangkrut.

Dunia penerbangan adalah salah satu yang terkena dampak parah corona. Namun, efek dominonya luar biasa ke dunia perhotelan dan pariwisata. Hotel-hotel tutup karena tidak ada tamu. Dunia pariwisata ambruk karena tidak ada pengunjung. Usaha travel dan transportasi juga bangkrut karena tidak ada orang yang melakukan perjalanan. Mal dan usaha retail non makanan tutup. Restoran dan cafe anjlok karena orang-orang menghindari kerumunan, hanya boleh layanan makanan take away. Bisnis catering ambruk karena resepsi pernikahan dilarang. Masih banyak lagi dunia usaha yang mengalami kebangkrutan atau kolaps sejak pandemi corona, antara lain dunia hiburan (bioskop, panggung musik, atraksi),  otomotif, persewaan kantor, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), dan lain-lain.

Meskipun ada sebagian dunia usaha yang terpuruk, namun sebaliknya beberapa bisnis malah mengalami booming saat pandemi corona.  Bisnis yang tumbuh dan berkembang itu adalah bisnis e-commerce (perdagangan online melalui internet), webinar (seminar secara online), online training seperti Ruang Guru,  aplikasi video conference (Zoom, Webex), telekomunikasi, jasa logistik dan kurir (pengiriman barang), layanan internet dan televisi berbayar seperti Indihome/Netflix, remote working, home entertainment, peralatan medis dan APD (alat pelindung diri), telemedicine, sekolah online, dan lain.

Pandemi corona tidak tahu kapan berakhirnya. Mungkin durasinya akan berlangsung selama satu sampai dua tahun ke depan. Selama vaksinnya belum ditemukan, maka dunia usaha dan bisnis akan terus gonjang-ganjing.

Usaha dan bisnis yang dapat bertahan (survive) adalah bisnis yang masuk ke dunia digital dengan memanfaatkan layanan yang mengunakan teknologi informasi, cloud computing, dan menggunakan social media sebagai sarana komunikasi dan promosi, dan membuat model bisnis yang  menjual langsung ke pelanggan.

Dunia sudah berubah sejak pandemi corona. Kehidupan tidak lagi akan normal seperti dulu. Kita memasuki gaya kehidupan baru yang disebut new normal. Mungkin selama ini kita menjalani kehidupan yang abnormal. ?

Written by rinaldimunir

June 3rd, 2020 at 8:45 pm

Posted in Dunia oh Dunia

Lebaran Idul Fitri Saat Pandemi Corona

without comments

Hari ini 1 Syawal 1441 H atau tahun 2020 masehi. Lha, kok sempat-sempatnya saya menulis blog hari ini? Bukannya pergi mudik, bersilaturahmi, atau jalan-jalan keluar, atau sekedar cari makan di mal? Oh tidak. Lebaran (dan juga Ramadhan) tahun ini  terasa sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. #LebaranDiRumahSaja. Stay at home. Lebaran yang tidak biasa.

Pandemi virus corona sudah mengubah sendi-sendi kehidupan manusia di dunia ini. Biasanya hidup berjalan normal, tetapi tahun ini kami rakyat Indonesia, dan juga warga dunia lainnya, terpaksa harus  berkurung diri di rumah, menjaga diri dan keluarga agar tidak tertular virus corona. Sudah hampir tiga bulan kami  diam di rumah saja. Saya tidak ke kampus karena kampus tutup. Anak-anak tidak sekolah. Belajar dan bekerja di rumah saja. Saya hanya keluar jika ada urusan penting-penting saja, belanja makanan atau sekedar olahraga jalan kaki pada pagi hari.

Bulan Ramadhan tahun ini pun dijalani di rumah saja. Shalat tarawih di masjid ditiadakan. Masjid-masjid di zona merah dihimbau tidak melakukan peribadatan, termasuk sholat Jumat pun sudah tiga bulan tidak pernah kami lakukan lagi. Selama bulan Ramadhan saya dan keluarga sholat tarawih di rumah saja. Alhamdulillah selama 30 malam Ramadhan saya keluarga saya selalu menegakkan shalat tarawih, saya yang menjadi imamnya.

Puncaknya adalah Hari Raya Idul Fitri pada hari ini. Tidak ada sholat Ied di masjid di RW kami. Pemerintah dan MUI memang menghimbau agar sholat Ied di rumah saja. Baru kali inilah dalam hidup saya melakukan sholat Ied di rumah, bukan di masjid atau di lapangan. Untuk pertama kali saya menjadi imam sholat Ied dengan jamaahnya adalah anak istri saya. Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan selama ini. Corona, dampakmu memang sangat luar biasa bagi insan di dunia ini.

Lalu setelah sholat Ied mau apa lagi? Silaturahmi kepada tetangga, teman, kerabat? Salam-salaman? Baru pada lebaran kali inilah kita terpaksa menutup pintu rumah dari kehadiran tamu. Tidak menerima tamu yang datang berkunjung, dan tidak pula pergi mengunjungi rumah orang lain. Terpaksa. Sebab, itulah cara untuk memutus rantai virus corona. Kita tidak ingin menzalimi tuan rumah, siapa tahu kita adalah OTG (orang tanpa gejala), di dalam diri kita ada virus corona yang bisa menularkannya kepada orang lain.  Sebaliknya, boleh jadi orang yang kita kunjungi adalah OTG, kita pula yang tertular nanti. Maka, cara yang paling aman adalah tidak bertemu secara fisik sama sekali. Untuk sementara watu saja.

Tidak mudik, tidak salam-salaman, tidak mengunjungi tetangga, tidak bertemu secara fisik bukan berarti memutus hubungan persaudaraan dan silaturahmi. Ini zaman sudah era digital, zaman internet. Pertemuan secara fisik dapat diganti secara virtual dengan berbagai aplikasi video call, video meeting, online meeting. Tahun ini adalah lebaran dilakukan secara online, mudik pun juga online. Jauh di mata, dekat di hati, seperti video Aidil Fitri  Muslim Singapura yang cukup menyentuh di bawah  ini (klik saja).

Semoga pandemi segera berakhir, kita pun akan memasuki hidup normal baru (new normal) selepas pandemi. Amiin.

Written by rinaldimunir

May 24th, 2020 at 1:34 pm

Posted in Indonesiaku