if99.net

IF99 ITB

Manfaat Tidur Miring ala Rasulullah

without comments

Tidur dengan posisi manakah yang bagus buat kesehatan tubuh? Tidur telentang atau tidur miring? Para ahli tidur telah meneliti tentang hal ini, dan mereka menyimpulkan bahwa tidur dengan posisi miring memberi manfaat buat kesehatan. Saya baru saja membaca tulisan di Republika yang menceritakan Empat Manfaat Tidur dalam Posisi Miring. Dikutip dari artikel tersebut:

Menurut sejumlah ahli, tidur dalam posisi miring sangat disarankan demi alasan kesehatan. Dilansir dari Business Insider, inilah empat manfaat yang diperoleh dengan tidur miring:

1. Mengatasi dengkur

Orang-orang yang punya kebiasaan mendengkur saat tidur disarankan untuk tidur dalam posisi miring. Menurut Joachim Maurer selaku praktisi dari German Society of Otolaryngology, Head, and Neck Surgery, orang mendengkur karena memulai tidur dalam posisi terlentang.

“Hampir semua orang yang mendengkur mengawali tidurnya dalam posisi terlentang,” ungkap Maurer.

Alexander Blau, praktisi tidur dan pulmonologis di Berlin Sleep Academy juga merekomendasikan agar orang dengan problem pernafasan tidur dengan miring. “Paru-paru bekerja lebih baik dalam kondisi tegak,” ujar Blau.

2. Mengatasi masalah perut dan jantung

Maurer menyarakan memilih posisi tidur yang tepat tidak hanya membuat nyaman. Akan tetapi, bisa menjaga kesehatan jantung, otak, perut, dan sistem pernafasan.

Dietrich Andersen, kardiologis dan ahli fisiologi di Hubertus Protestant Hospital di Berlin menjelaskan orang dengan masalah jantung sebaiknya tidur menghadap kanan. Ini bertujuan agar jantung tidak menerima tekanan dari tubuh saat tidur.

3. Menyegarkan otak

Tahukah anda ternyata selama tidur otak kita mengalami proses ‘pencucian’. Oleh karena itu posisi tidur yang tepat bisa membuat kita bangun dengan pikiran yang segar. Kendati tidak memiliki masalah kesehatan apapun, tidur dengan posisi miring disebut lebih baik. Hans Forstl yang menjalankan klinik psikiatri dan psikoterapi di Munich mengatakan selama tidur otak mengalami penyegaran.

“Dengan tidur yang berkualitas, otak seperti dicuci ketika istirahat di malam hari,” jelasnya. Percobaan di laboratoruin dengan tikus putih menunjukkan apabila tikus tidur dalam posisi miring, maka zat-zat negatif akan luruh berkat kinerja sistem imun.

4. Mengurangi risiko kematian bayi

Studi yang dimuat di British Medical Journal menyebut ibu hamil yang tidur miring akan lebih sedikit terkena risiko kematian bayi saat lahir. Ibu hamil yang tidur miring ke kiri risiko kematian bayinya lebih rendah 50 persen daripada mereka yang tidur menghadap ke kanan atau terlentang.

~~~~~~~~~~~~~~

Ternyata, ratusan abad sebelum para ahli kesehatan menemukan manfaat tidur dengan posisi miring,  Rasulullah Muhammad SAW sudah mencontohkan tidur dengan posisi miring. Rasulullah tidur dengan posisi miring ke kanan.

Rasulullah bersabda :

“Apabila kamu hendak tidur maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan.” (HR. Bukhari).

Dalam riwayat lain Rasulullah juga bersabda;Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (Hr Al-Bukhari dan Muslim).

Dikutip dari artikel Rahasia Tidur Miring ke Kanan Anjuran Nabi, ternyata tidur dengan posisi miring ke kanan sangat baik untuk kesehtan. Dikuti dari artikel tersebut:

Berikut menfaat tidur dengan posisi miring ke kanan yang diambil dari berbagai sumber.

  • Tidur dalam posisi ke kanan dapat mengistirahatkan otak kiri. Dengan tidur miring ke kanan,  dapat menghindarkan dari bahaya yang timbul seperti pengendapan pembekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan penyempitan pembuluh darah.
  • Dapat mengurangi beban jantung. Dengan posisi miring ke kanan saat tidur dapat membuat darah terdistribusi secara merata dan terkonsentrasi ke tubuh bagian kanan, membuat aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih melambat sehingga denyut jantung lebih lambat dan tekanan darah akan menurun.
  • Mengistirahatkan lambung. Dengan tidur miring ke kanan menyebabkan aliran chiem lancar sehingga cairan empedu meningkat. Hal ini dapat mencegah batu kantung empedu.
  • Meningkatkan waktu penyerapan gizi. Dengan posisi tidur miring ke kanan membuat perjalan makanan yang tercerna lebih lama, sehingga penyerapan sari makanan lebih optimal.
  • Merangsang buang air besar. Dengan tidur miring ke kanan akan membuat proses pengisian usus besar lebih cepat penuh sehingga merangsang gerak usus besar dan relaksasi dari otot anus. Ini akan merangsang untuk buang air besar.
  • Mengistirahatkan kaki kiri. Dengan tidur miring ke kanan akan membantu pengosongan vena kaki kiri sehinnga rasa pegal lebih cepat hilang.
  • Menjaga kesehatan paru-paru. Paru-paru kanan lebih besar daripada paru-paru kiri. Saat tidur miring ke kanan, jantung juga akan condong ke kanan. Hal ini tak masalah karena jantung akan menekan paru-paru kanan yang ukurannya lebih besar.
    Menjaga saluran pernafasan. Dengan tidur miring ke kanan akan mencegah jatuhnya pangkal lidah yang dapat mengganggu saluran pernafasan.
  • Untuk sekarang apa salahnya kita membiasakan dengan tidur miring ke kanan untuk memperoleh posisi tidur yang sehat.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad. Saya akan mengikuti sunnah Nabi ini karena terbukti banyak manfaatnya.

Written by rinaldimunir

July 13th, 2018 at 1:14 pm

Haru Biru PPDB SMP Negeri Sistem Zonasi 90% di Kota Bandung

without comments

Di Kota Bandung Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) SMP negeri tahun ini menyisakan banyak cerita sedih. Sistem zonasi 90% telah membuat banyak orangtua marah dan kecewa. Banyak orangtua yang anak-anaknya terdepak, tidak diterima di pilihan manapun, kalah oleh faktor jarak rumah ke sekolah yang dituju. Bukan kalah oleh nilai UN atau dulu disebut NEM.

Sistem zonasi 90% artinya 90% kuota siswa baru diseleksi berdasarkan jarak rumah ke sekolah. Nilai UN SD sama sekali tidak dipakai. Semakin dekat jarak rumah calon siswa ke sekolah, semakin besar peluangnya diterima di sekolah tersebut. Faktanya hanya calon siswa yang berjarak radius kurang dari 500 meter yang diterima, selebihnya gagal, termasuk gagal di pilihan kedua yang tentu jarak dari rumah ke sekolah lebih jauh lagi. Jadi, diterima atau tidak seorang anak di SMP yang dituju tergantung nasib memilih rumah ketika orangtua membeli rumah dulu.

Tujuan sistem zonasi sebenarnya bagus yaitu agar anak-anak bersekolah di dekat rumah dan menghilangkan dikotomi sekolah favorit dan non favorit. Tetapi masalahnya penyebaran sekolah di Bandung tidak merata. Ada kawasan yang padat penduduk tetapi hanya ada satu SMP negeri atau bahkan tidak punya SMP negeri. Perhatikan peta sebaran SMP negeri di sepenggal wilayah kota Bandung yang saya peroleh dari akun Facebook ini.  Terlihat tidak meratanya sebaran SMP negeri. Hanya calon siswa yang sekitar sekolah saja yang bisa diterima. Bagaimana dengan calon siswa di daerah abu-abu yang notabene jauh dari SMP negeri? Tersingkir! Mereka dikalahkan oleh “nasib” memiliki rumah jauh dari sekolah. Meskipun nilai UN mereka tinggi, tetapi mereka kalah bersaing oleh siswa yang rumahnya dekat sekolah sekalipun memiliki nilai UN jelek. Nilai UN sama sekali tidak dipakai untuk seleksi (dipakai hanya kalau ada dua siswa mempunyai jarak yang sama).

petasekolah

Seorang ibu menulis pada akun tersebut:

Masih banyak yg mengira kisruhnya PPDB tahun ini karena memperebutkan sekolah favorit. Walau tidak sepenuhnya salah krn memang masih ada yg berharap demikian, dan sah2 saja selama berkemampuan dan dicapai dg jujur. Tapi kisruhnya PPDB sekarang ini lebih kepada tidak sesuainya kebijakan dg kondisi dilapangan. Tidak ada yg bisa diperjuangkan utk meraih sekolah krn sdh ditentukan oleh nasib letak rumahnya. Ilustrasi berikut mungkin bisa memudahkan mereka yg tidak terlibat PPDB (tidak tahu masalah) tapi menyalahkan korban krn menyangka memperebutkan sekolah favorit.

Akhirnya pilihan orangtua yang gagal adalah ke sekolah swasta. Tetapi sekolah swasta pun lokasinya jauh dari rumah. Sekolah swasta yang bagus-bagus pun sudah lama tutup pendaftaran. Maka, akhirnya tujuan zonasi agar siswa sekolah di dekat rumah tidak tercapai.

Tahun depan, jika sistem zonasi seperti ini tetap dipakai, maka harga rumah dekat sekolah mungkin akan melejit tinggi. Beli saja rumah atau apartemen dekat SMP 2 atau 5 (misalnya) di tengah kota, bikin kartu keluarga baru di sana, maka biarpun nilai UN anakmu jeblok, dia akan mudah masuk sekolah tersebut.

Sistem zonasi tanpa menperhitungjan nilai UN ini dapat membuat motivasi belajar siswa menjadi tidak perlu lagi. Siswa tidak usah giat belajar, banyak main game dan PS aja, toh sudah terjamin masuk SMP negeri karena rumah dekat sekolah.

Penerimaan siswa baru berdasarkan sistem zonasi hanya cocok bisa diterapkan SMP negeri tersebar secara merata. Selama sekolah belum tersebar secara merata, maka sistem ini tidak adil bagi siswa yang jauh dari sekolah. Menurut saya sistem yang fair adalah dengan tetap mempertahankan seleksi berdasarkan nilai UN. Sistem zonasi tetap ada, tetapi persentasenya 20 sampai 30% saja untuk warga sekitar. Mungkin sistem seleksi SMA negeri bisa dijadikan acuan yang tetap memperhitungkan nilai UN ditambah skor jarak dari rumah ke sekolah. Biarkan anak-anak kita termotivasi belajar di sekolah untuk meraih nilai UN bagus agar dapat bersaing masuk sekolah negeri pilihannya.

Written by rinaldimunir

July 12th, 2018 at 3:25 pm

Posted in Seputar Bandung

Lorong dan Pilar di Kampus ITB

without comments

Kampus ITB di Jalan Ganesha adalah kampus yang indah dan unik. Banyak bangunan heritage yang dibangun pada zaman Belanda sejak tahun 1920. Sebut saja Aula Barat, Aula Timur, Gedung Teknik Sipil, Gedung Fisika, Gedung Teknik Lingkungan, dan Gedung LFM. Semuanya adalah bangunan tua dengan atap berupa kayu sirap. Dua tahun lagi, pada tahun 2020 ITB genap berusia 100 tahun.

Aula Barat ITB

Bangunan baru di dalam kampus dibuat kompatibel dengan bangunan lama. Salah satu unsur yang dipertahankan pada bangunan baru adalah pilar-pilar bulat yang tersusun dari batu kali dan direkat dengan semen sehingga tampak alami. Pilar-pilar itu menyangga atap bangunan. Pilar-pilar itu ada yang dibuat berpasangan kiri dan kanan sehingga membentuk lorong. Kalau kita berjalan di dalam lorong itu, kita seakan-akan menapaki perjalanan sejarah.

Di bawah ini adalah lorong dengan pilar-pilar penyangga di Gedung Teknik Sipil yang terletak di belakang Aula Barat. Ketika anda melewati lorong Teknik Sipil ini, seakan-akan anda menapaktilasi langkah kaki Soekarno ketika dia berjalan di lorong yang sama saat kuliah di sini pada tahun 1920-an. Ya, Soekarno adalah alumni Teknik Sipil ITB tahun 1920-an. Waktu Soekarno kuliah tahun 1923 di ITB hanya ada beberapa gedung saja, antara lain  Aula Barat, Teknik Sipil, dan Gedung Fisika. Praktis Soekarno bolak-balik kuliah ke gedung-gedung tersebut melewati lorong ini.

Pilar-pilar dari susunan batu yang menyangga atap bangunan di Gedung Teknik Sipil

Berjalan terus dari lorong ini ke arah utara kita melewati lorong di Gedung Fisika. Lantainya adalah marmer jadul, dan di sebelah kiri adalah dinding atau tembok untuk menempel pengumuman nilai ujian Fisika. Mahasiswa menyebut tembok ini sebagai tembok ratapan. Pilar-pilar yang sama seperti di Aula Barat dan Gedung Teknik Sipil berdiri diam membisu. Pilar-pilar itu sudah berdiri di sana sejak tahun 1920-an.

Lorong Fisika yang sepi, ditinggal para mahasiswa yang mudik. Sebelah kanan adalah “tembok ratapan” mahasiswa TPB. Lantai marmer nya yang membuat jalan bergoyang masih terjaga keasliannya sejak tahun 1920.

Terus berjalan lagi ke utara, kita akan melewati lorong yang menghubungkan Gedung Fisika dengan Gedung Labtek V. Gedung LabTek adalah gedung yang relatif baru usianya, yaitu dibangun tahun 1994. Namun, gedung ini dibuat sedemikian rupa sehingga tetap mewarisi aura atau “ruh” Aula Barat. Pilar-pilar batu berdiri dengan anggunnya seakan menyapa kita yang melewatinya.

Lorong yang menghubungkan Gedung Fisika dengan LabTek V

Gedung LabTek V, VI, VII, dan VIII serupa bentuknya. Bangunan berlantai 4 itu disangga dengan pilar-pilar batu. Saat berjalan di lorong yang berjejer dengan pilar-pilar batu itu saat kampus sedang sepi, dari ujung ke ujung, kita seolah berjalan menuju sebuah titik yang konvergen.

Saat kampus sedang sunyi, berjalan di lorong LabTek V ini seakan menuju ke sebuah titik fokus.

Semua pilar-pilar batu di dalam kampus dihiasi dengan kembang stepanut  yang menjalar dan bergelayutan. Pada Bulan Agustus, bunga-bunga yang berwarna oranye dari kembang stepanut bermekaran dengan indahnya.

Bunga-bunga di setiap pilar

Duh, cantiknya…

Kembang stepanut yang cantik di pelataran antara LabTek V dan LabTek VI (depan kolam “Indonesia Tenggelam”)

Kembang agustusan bermekaran di Tugu Kubus di depan Taman Ganesha

Semua lorong di dalam kampus berawal dari pintu gerbang utara, dan berakhir di gerbang selatan. Setiap gedung dari utara ke selatan terhubung oleh lorong-lorong dengan pilar batu yang artistik dan alami, sehingga tidak ada alasan mahasiswa kehujanan untuk mencapai gedung manapun di dalam kampus.

Written by rinaldimunir

July 9th, 2018 at 3:35 pm

Posted in Seputar ITB

Pengalaman Minum Obat Tidur

without comments

Mungkin ini salah satu pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan, yaitu pernah mengkonsumsi obat tidur!  Seumur hidup inilah pertama kali saya mengkonsumsi obat semacam ini.

Jadi ceritanya begini. Seusai lebaran kemaren, saya pernah dua hari dua malam tidak bisa tidur. Mata tidak bisa dipejamkan  sepicingpun. Sudah bolak-balik badan saya di atas kasur, tapi mata tetap melek. Sudah beberapa doa dan surat di dalam Al-Quran saya baca tetapi tetap tidak bisa tidur juga. Sampai adzan subuh berkumandang saya belum berhasil tidur.  Istilah ilmiahnya saya mengalami insomnia.

Efeknya terasa pada siang hari. Badan saya kleyeng-kleyengan kata orang Jawa, tidak nyaman, pusing, tidak bisa konsentrasi.  Badan terasa lelah. Mata terasa sangat berat tetapi tidak ada rasa mengantuk. Tidak enaklah pokoknya.

Dua hari tidak bisa tidur, maka saya tidak ingin pada hari ketiga juga tidak bisa tidur. Lalu, saya pun mengunjungi dokter umum. Dokter mengatakan saya mungkin mengalami stres atau banyak pikiran sehingga tidak bisa tidur. Banyak pikiran? Mungkin juga. Menjelang keberangkatan haji, seperti yang saya ceritakan pada tulisan sebelumnya, saya memang sering kepikiran. Kepikiran anak sulung, kepikiran segala macam. Meskipun kepikiran itu hanya selintas-selintas saja melayang di dalam otak, tetapi terbawa ke tempat tidur. Akibatnya ya begini, saya tidak bisa tidur sepicingpun. Insomnia!

Saya minta solusinya kepada dokter. Saya ingin tidur barang sejam dua jam tak apalah. Dokter memberi saya lima butir obat namanya Alganax. Dari internet saya ketahui kalau Alganax adalah sejenis obat penenang yang memberi efek mengantuk. Semacam valium lah. Obat ini diminum satu butir setelah makan malam. Dosis obat yang diberikan adalah 0.5 mg.

Malam harinya saya minum satu butir Alganax. Beberapa jam kemudian saya merasa mengantuk berat. Akhirnya saya benar-benar bisa tertidur pulas sampai adzan Subuh. Keesokan harinya badan saya merasa segar kembali.

Pada malam kedua saya minum satu butir lagi. Saya memang bisa tidur seperti pada hari sebelumnya.

Tetapi, pada hari ketiga, saya tidak mau meminum lagi. Saya tidak ingin tergantung pada obat tidur ini. Dua butir saja cukup, sisanya tidak mau saya habiskan.  Pada dasarnya semua obat penenang memberi efek kecanduan, yang jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama bisa membuat penggunanya seperti pecandu narkoba: harus tersedia, jika tidak ada maka diri akan merasa gelisah, badan tidak enak, dan sebagainya.

Pada hari ketiga dan keempat setelah saya tidak mau minum obat tidur itu lagi, memang mata sulit dipejamkan. Saya mencoba berbagai tips agar bisa tidur, misalnya kamar dibuat dalam keadaan gelap gulita, tidak boleh ada cahaya sedikitpun. Semua jam yang berbunyi saya turunkan,  minum susu hangat, madu, bahkan mandi air hangat. Setelah berjuang berjam-jam untuk tidur, memang saya bisa tidur sebentar tapi terbangun lagi. Setelah terbangun saya tidak bisa tidur lagi. Intinya saya tidak bisa tidur lelap. Kejadian ini berlangsung selama beberapa hari yang membuat badan saya drop. Tetapi, demi tidak mau minum obat tidur lagi, hal ini harus dilalui supaya efek ketergantungan itu hilang.

Saya berkesimpulan bahwa penyebab insomnia ini yang harus diatasi terlebih dahulu, bukan solusinya dengan obat.  Obat tidur atau obat penenang hanya memberi ketenangan yang semu. Efek mengantuknya tidak alami, tetapi karena dirangsang oleh zat kimia dari obat. Kalau memang saya tidak bisa tidur karena banyak pikiran menjelang berangkat haji, maka masalah inilah yang harus diselesaikan.  Lalu, saya bermunajat kepada Allah SWT, saya memasrahkan diri saya kepada-Nya, ikhlas lahir batin. Semua saya serahkan kepada Allah, baik keluarga saya, anak saya, maupun harta benda saya. Saya minta diampuni semua dosa dan kesalahan saya.

Pada hari kelima dan seterusnya saya bisa juga tidur, tetapi setelah larut malam baru mata bisa terpejam. Tak apalah, daripada tidak bisa tidur sama sekali. Dua jam pun cukup.

Sekarang saya sudah bisa tidur lagi. Sebagai pengganti obat tidur dari dokter, saya menggunakan beberapa herbal. Saya pesan teh Chammomile lewat Tokopedia. Saya coba minum larutan serbuk buah pala dicampur madu. Saya juga minum suplemen. Alhamdulillah, saya berhasil  tidur lama dan badan saya mulai merasa segar kembali.

Written by rinaldimunir

July 6th, 2018 at 4:50 pm

Posted in Pengalamanku

Rindu dengan Rasulullah

without comments

Insya Allah tinggal dua minggu lagi saya akan berangkat menunaikan haji ke Tanah Suci. Berbagai perasaan tentu telah berkecamuk di dalam hati saya menjelang keberangkatan. Antara bahagia, sedih, dan gembira. Bahagia karena saya akan menjadi tamu Allah SWT di Rumah-Nya di Baitulah. Gembira karena saya akan bertemu kembali dengan Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan saya akan berada di samping Rasulullah meskipun hanya maqamnya saja. Sedih karena harus meninggalkan keluarga, terutama anak dan istri yang saya sayangi. Tetapi, saya telah memasrahkan diri kepada Allah SWT  sepenuh hati lahir dan batin agar perjalanan haji ini dilancarkan dan berharap mendapat haji yang mabrur.

Meskipun saya telah pernah pergi ke Tanah Suci untuk melaksanakan Umrah tahun 2015, namun haji adalah puncak dari Rukun Islam. Haji itu adalah wukuf di Arafah, demikian kata Rasulullah, maka haji tanpa wukuf di Arah adalah tidak sah. Umrah yang saya lakukan hanya sebatas Thawaf dan Sa’i, maka itu bukanlah ibadah haji.

Orang yang pernah pergi ke Tanah Suci Makkah dan Madinah, baik untuk berumrah maupun berbadah haji, maka di dalam dirinya selalu muncul keinginan untuk kembali dan kembali lagi ke Tanah Suci. Tanah Suci Makkah dan Madinah adalah dua tempat yang selalu dirindukan untuk didatangi lagi, berkali-kali jika ada kesempatan (waktu dan biaya). Tidak heran banyak orang umrah berkali-kali meskipun tidak wajib, tetapi perasaan rindu itu telah mengikat batin untuk datang berkali-kali ke sana.

Sebuah tempat yang saya rindukan untuk selalu berada di sisinya adalah maqam Rasulullah. Maqam Rasulullah terdapat di dalam Masjid Nabawi di Madinah. Saya pernah duduk di samping maqam Rasulullah, Nabi Muhammad SAW, ketika umrah tiga tahun lalu. Kisah ini saya ceritkan dalam tulisan berjudul Kisah Perjalanan Umrah ke Tanah Suci (Bagian 3): Di dalam Masjid Nabawi. Saya duduk di area Raudhah. Raudhah adalah tempat yang terletak di antara rumah Nabi dan mimbar Nabi. Seperti diketahui, Nabi dimakamkan di dalam rumahnya, dan rumahnya kini sudah menyatu di dalam Masjid Nabawi.

DSC_0511

Jamaah menyesaki Raudhah. Di kejauhan tampak maqam Nabi yang berawarna hijau

Kadang-kadang saya duduk persis di sebelah maqam Nabi. Tidak terbayangkan oleh saya bisa berada sedekat itu dengan Rasulullah meskipun hanya duduk di samping jasadnya yang sudah berada di dalam tanah. Saya bayangkan dulu Nabi bolak-balik pergi melewati tempat saya duduk dari rumahnya menuju mimbar di dalam masjid, dan sekarang saya hanya bisa mengenangnya. Shalawat dan salam ya Rasulullah.

DSC_0525

Maqam Rasulullah di dalam Masjid Nabawi, dahulu adalah rumahnya. Maqam ini ditutup dengan pintu besi berwarna hijau dan menyisakan beberapa lubang untuk melihat ke dalamnya.

Sungguh saya tidak percaya, sedekat itu saya berada di samping Rasulullah, meskipun terpisah oleh waktu selama ribuan tahun. Tetapi saya saat itu duduk di dekatnya. Rasulullah Muhammad SAW, lelaki yang agung yang dicintai oleh ratusan juta ummat Islam di seluruh dunia. Namanya selalu diucapkan setiap hari, seluruh ummat mendambakan syafaatnya pada Hari Akhir nanti.

Ketika saya mendengarkan lagu dari penyanyi Maher Zain yang berjudul Ya Nabi Salam Alaika, tiba-tiba saja kerinduan saya kepada Rasulullah membuncah demikian hebatnya. Tidak terasa mata saya terasa basah, membayangkan lelaki yang telah membawa ummat manusia ke jalan keselamatan.

Lirik lagu Ya Nabi Salam Alaika:

Anta nurullahi fajran
Ji’ta ba’dal usri yusran
Rabbuna ‘alaka qadran
Ya imamal anbiya’i

Anta fil wujdani hayyun
Anta lil ainaini dhoyyun
Anta indal haudhiriyyun
Anta hadun wa shafiyyun
Ya habibi ya Muhammad

Ya nabi salam alaika
Ya rassul salam alaika
Ya habib salam alaika
Shalawatullah alaika

Yartawi bil hubbi qalbi
Hubbi khairi rusli Rabbi
Man bihi abshortu darbi
Ya syafi’i ya Rasulallah

Ayyuhal mukhtaru fina
Zadanal hubbu haniina
Ji’tana bil khairidiina
Ya khitamal mursalina
Ya habibi ya Muhammad

Ya Nabi salam alaika
Ya Rasul salam alaika
Ya Habib salam alaika
Shalawatullah alaika

 

Terjemahan:

Engkaulah cahaya pada waktu fajar
Engkau datang setelah kesulitan (dan menjadikannya) kemudahan
Tuhan kami telah mengangkat derajat atasmu
Wahai pemimpin para nabi

Engkau berada di dalam hati nurani yang hidup
Engkaulah cahaya untuk kedua mataku
Engkaulah aliran air pada sungai
Engkau adalah petunjuk yang sesungguhnya
Wahai kekasihku ya Muhammad

Wahai Nabi keselamatan (tercurah) atasmu
Wahai Rasul keselamatan (tercurah) atasmu
Wahai kekasih keselamatan (tercurah) atasmu
(semoga) shalawat (rahmat) Allah (tercurah atasmu

Cinta yang tak terpadamkan di dalam hatiku
Cinta(kepada) utusan terbaik dari Tuhanku
Barangsiapa yang bersama kulihat (berada) di jalan (Allah)
Wahai perantaraku wahai Rasululullah

Wahai yang terpilih diantara kami
Cinta kami mendorong rasa rindu kami
Engkau datang kepada kami dengan agamayang terbaik
Wahai penutup orang-orang yang diutus
Wahai kekasihku wahai Muhammad

~~~~~~~~~~~~

Ya Nabi salam ‘alaika shalawat dan salam tercurah untukmu.

Written by rinaldimunir

July 3rd, 2018 at 3:36 pm

Posted in Agama,Pengalamanku

Tragedi Danau Toba yang Memilukan

without comments

Liburan Idul Fitri tahun ini diwarnai berita yang kecelakaan yang memilukan. Pada tanggal 18 Juni 2018 sebuah kapal penyeberangan di Danau Toba, KM Sinar Bangun, yang mengangkut lebih dari 200 orang penumpang serta puluhan kendaraan bermotor tenggelam di danau yang sangat dalam itu (450-500 meter dalamnya).  Hanya ada 18 orang penumpang selamat, tiga orang ditemukan meninggal dunia, dan ratusan lainnya masih hilang, diduga ikut tenggelam ke dasar Danau Toba bersama kapal yang nahas itu. Kapal berangkat dari Pulau Samosir yang berada di tengah danau dan hendak menyerang ke daerah Simalungun di daratan Sumatera (berita di sini). Penumpang kapal mungkin sebagian besar adalah wisatawan yang jalan-jalan ke Pulau Samosir.

Menurut penuturan penumpang yang selamat, kapal dihantam badai dan gelombang besar ketika berlayar (Baca: Video Detik-detik Menakutkan Kapal Tenggelam di Danau Toba). Tetapi faktor lain yang membuat kapal itu tenggelam adalah over kapasitas atau kelebihan muatan. Seharusnya kapal hanya boleh membawa penumpang maximum 80 orang, tetapi jumlah yang diangkut didiuga mencapai 200 orang lebih.  Di bawah ini foto penampakan KM Sinar Bangun yang saya peroleh dari media sosial, saya tidak tahu apakah ini foto sebelum keberangkatan pada harii yang nahas itu atau foto pelayaran sebelumnya. Lihatlah puluhan motor berjajar di pinggir kapal, sementara penumpang yangmembludak sampai duduk di atas kapal.

sinarbangun

Penampakan KM Sinar Bangun yang over kapasitas

Tahun lalu kami sefakultas jalan-jalan ke Danau Toba dan Pulau Samosir. Sungguh takjub saya menyaksikan Danau Toba, selain indah juga sangat-sangat luas.  Karena sangat  tidak terkira luasnya, maka ia tampak lebih mirip lautan ketimbang danau. Dengan bentang danau yang sangat luas itu, sangatlah mungkin di tengahnya terjadi badai dan gelombang besar mirip di lautan.

Danau Toba yang sangat luas tampak dari Taman Simalem di Bukit Simarjarunjung

Danau Toba dari atas Taman Simalem

Danau Toba dan Pulau Samosir di tengahnya (Sumber gambar: Wikipedia)

Kembali ke soal keecelakaan kapal  di Daau Toba tadi. Siapakah yang salah? Pada kodnisi prihatin seperti ini saling menyalahkan tidak ada gunanya. Nakhoda kapal jelas harus bertanggung jawab karena dia tidak memperhatikan faktor keselamatan kapal, penumpang diangkut sebanyak-banyaknya mumpung sedang ramai.  Kendaraan (motor) dibawa dalam jumlah banyak seperti pada foto di atas. Nakhoda juga tidak memeprhatikan faktor cuaca, tidak memantau informasi datri BMKG.

Tetapi kita juga menyayangkan kurangnya perhatian pada angkutan danau. Kita punya lembaga ASDP, Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan, namun kalau saya perhatikan ASDP lebih sering mengurusi pelayaran penyeberangan di laut seperti kapal ferry. Padahal negara kita mempunyai beberapa danau yang luas, misalnya selain Danau Toba adalah Danau Singkarak, Danau Sentani, Danau Maninjau, Danau Ranau, Danau Sempayang, dan lain-lain.  Di danau yang luas maupun kecil penyeberangan dari suatu titik ke titik lain di pinggir danau sering tidak terawasi. Kalau sudah ada kejadian, barulah kita menyadari kealpaan selama ini.

Written by rinaldimunir

June 26th, 2018 at 7:35 am

Posted in Indonesiaku

Island hopping around Morotai island, North Maluku with…

without comments

Island hopping around Morotai island, North Maluku with Instagrammers. That blue everywhere. ?????? #instameet #morotai #thatday (di Pulau Morotai) via https://ift.tt/2MGQeAh

Written by Veriyanta Kusuma

June 20th, 2018 at 4:28 pm

Posted in Uncategorized

Warping through the bridge #jakarta #urban (di Jakarta,…

without comments

Warping through the bridge #jakarta #urban (di Jakarta, Indonesia) via https://ift.tt/2tmboLi

Written by Veriyanta Kusuma

June 20th, 2018 at 4:28 pm

Posted in Uncategorized

Island hopping around Morotai island, North Maluku with…

without comments

Island hopping around Morotai island, North Maluku with Instagrammers. That blue everywhere. ?????? #instameet #morotai #thatday (di Pulau Morotai) via https://ift.tt/2MGQeAh

Written by Veriyanta Kusuma

June 20th, 2018 at 4:28 pm

Posted in Uncategorized

Warping through the bridge #jakarta #urban (di Jakarta,…

without comments

Warping through the bridge #jakarta #urban (di Jakarta, Indonesia) via https://ift.tt/2tmboLi

Written by Veriyanta Kusuma

June 20th, 2018 at 4:28 pm

Posted in Uncategorized